Archive for the enterpreneur Category

RAHASIA SUKSES BISNIS ETNIS TIONGHOA

Posted in enterpreneur on December 29, 2011 by shelmi

Melejitnya perekonomian China sungguh mengagumkan banyak pihak. Siapa tidak kenal Haier, Huwaei, serta Levono? Di daratan China tidak sedikit raksasa multinasional yang di paksa memperbaharui manajemen bisnisnya karena para pengusaha China daratan tersebut terang-terangan telah menantang para pendatang yang mencoba mengeruk keuntungan dari konsumen lokal yang besarnya luar biasa, baik di sektor migas, ritel, elektronik, hingga telekomunikasi.
Mayoritas perdagangan dan industri di wilayah Macan Asia, yakni Taiwan, Hongkong, dan Singapura pun di kuasai oleh para pengusaha keturunan Tionghoa perantauan. Perusahaan kecil dan menengahtelah mempekerjaan separuh tenaga kerja di banyak negara-negara asia, dan etnis China memilki 90% dari perusahaan-perusahaan tersebut.
Menyimak semua fakta menarik ini banyak orang mulai bertanya-tanya, Apa rahasianya di balik kisah sukses para pelaku bisnis etnis Tionghoa tersebut?

1. TEORI-TEORI EKONOMI RAKSASA

Di dunia ini ada dua teori ekonomi raksasa yang sangat berpengaruh. Teori pertama kita sebut saja Ekonomi Liberal. Di dalam bukunya Adam Smith mengatakan bahwa, apabila manusia di biarkan mengejar keuntungannya sendiri-sendiri tanpa di campuri sedikitpun oleh pemerintah, masyarakat seluruhnya akan memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya. Teori yang kedua kita sebut saja Ekonomi Sosialis. Di dalam teorinya Karl Marx mengusulkan agar negara melalui pemerintahnya ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi para warganya untuk menghindari penumpukan kekayaan di kalangan terbatas pemilik modal atau kaum borjuis. Sistem ekonomi yang di anggap lebih adil dan tidak mengekang, jalan tengah atau modifikasi atas dua teori ekonomi besar itu antara lain di sebut Demokrasi Ekonomi.

Pasar Bebas
Adam Smith menulis manusia pada dasarnya adalah Homo Economicus yang selalu ingin memperoleh manfaat sebesar-besarnya dengan harga atau pengorbanan yang sekecil-kecilnya.
Amerika adalah contoh utama yang mengadopsi teori pasar bebas ke dalam sistem ekonominya yang di tandainya dengan minimnya campur tangan pemerintah. Mereka selalu berusaha menekan harga produk sehingga selalu ada kemungkinan buruh yang bekerja di perusahaan, mereka di gaji dengan upah rendah walau di lengkapi dengan jaminan sosial. Sebagai dampak dari upah yang sangat rendah ini ekonomi secara keseluruhan meningkat karena barang yang di hasilkan menjadi sangat murah dan kompetitif. Ekspor meningkat sehingga devisa masuk.
Adam Smith sendiri menganjurkan persaingan bebas karena kapitalisme tidak akan berjalan tanpa persaingan bebas. Oleh karena itu setiap orang harus menanamkan pada diri mereka sendirimotif mencari keuntungan dan mengumpulkan kekayaan yang amat di butuhkan untuk kesuksesan usaha dan kemakmuran bangsa.
Orang denagn sendirinya akan terdorong untuk melakukan hal yang mulia apabila mereka dapat melihat suatu keuntungan pribadi di dalamnya. Maka Adam Smith menganjurkan biarlah orang yang bertindak sendiri. Pada saatnya, hati nurani mereka akan mengontrol segala tindakannya dan melakukan hal-hal yang baik. Sementara masyarakat akan mengikuti nasib hidupnya sendiri di atas materialisme, intelektualisme, dan individualisme.

Sosialisme Ekonomi
Dalam Manifesto Komunis Marx menyebutkan,”sejarah seluruh masyarakat adalah sejarah perang antar kelas”. Marx menamakannya Materialisme Dialektis. Kelas yang di maksud oleh Marx yaitu :
• Para kapitalis yang memilki dan mengontrol sarana produksi.
• Kelas pekerja yang menggantungkan nasibnya pada para pemilik modal.
• Kelas menengah yaitu para usahawan kecil, kaum profesional, dan pekerja setingkat manajer.
Rusia dan RRC adalah sponsor utama yang mengadopsi teori ekonomi sosialis. Produksi, distribusi, konsumsi, pembagian pendapatan dan lain-lain yang berhubungan dengan kegiatan ekonomi di atur oleh pemerintah melalui badan perencanaan nasional.

Demokrasi Ekonomi
Para ekonom sepakat bahwa sistem ekonomi pasar dan pengakuan hak milik adalah sistem yang terbaik. Tetapi harus ada modifikasi melaui kebijaksanaan dan pengaturan noleh pemerintah. Pemerintah harus mengenakan pajak pada yang kaya untuk di pakai memberi bantuan dan merangsang produktivitas kepada bagian masyarakat yang kecil serta ya ng membutuhkan. Denagn demikian pweran negara dalam demokrasi ekonomi dianggap penting untuk menghindarkan beberapa keadaan yang mungkin terjadi.

Pelaku Bisnis Etnis Tinghoa
Untuk masuk dalam orbit ekonomi global segala sumber daya harus di eksplorasi, segala potensi harus di gali dan di jual ke pasar global. Akan tetapi apa pun yang masiuk ke dalam orbit ekonomi global harus terlebih dahulu mengalami liberalisasi.
Kita tahu kemajuan ekonomi RRC hingga saat ini baru mulai setelah menangnya kelompok Deng Xiao-Ping atas Kelompok Empat.
Mulai tahun 2007 Pemerintah RRC telah berupaya memutuskan untuk menagdopsi UU Hak Properti yang menjamin hak kepemilikan properti individu maupun swasta, serta UU Pajak Perusahaan. Keputusan ntersebut merupakan suatu langkah maju di dalam sistem ekonomi sosialis yang di anutnya selama ini.
Faktor kultur etnik lebih-lebih di aplikasikan dalam rangka pembangunan dan perluasan jaringan bisnis serta pendukung usaha. Jaringan tersebut pada dasarnya bersifat kekeluargaan. Memang ini semacamkeunggulan pengusaha etnis Tionghoa yang tidak mudah di tiru oleh etnis lain. Walaupun demikian sikap kompetitif di antara mereka tetap terpelihara secara sehat. Hal ini semakin mempewrkuat kinerja bisnis di kalangan mereka bahkan saat terjadi krisisataupun munculnya tantangan besar, mereka akan saling bekerja sama. Oleh sebabitu bisnis keluarga sebagai penopang jaringan bisnis yang mereka bentuk dalam konteks ini sangatlah penting.

2. SEJARAH dan PROFIL BISNIS ETNIS TIONGHOA di INDONESIA

Dalam ajaran KONFUSIUS terdapat konsep ‘langit yang tidak kuasa di ubah oleh manusia’. “Langit” ini bahkan sangat menentukan. Jika konsep “langit” di jabarkan dalam kehidupan bisnis, kita akan menemukan beberapa nasehat penting yang mengandung kebenaran. Dalam konsep yang lebih modern “langit” dapat di artikan sebagai tatanan kekuasaan dan politik, kebudayaan setempat, keadaan alam, atau pun situasi pasar pada umumnya. Seiring denagn perkembangan zaman dan pengalaman bisnisnya, prinsip-prinsip prilaku ekonomi etnis Tionghoa di Indonesia pun beubah dari masa ke masa.
Dalam suatu studi banding tentang kegiatan bisnis antar generasi pertama dan geneasi berikutnya di kalangan etnis Tionghoa, ternyata orang Tionghoa “totok” yang kebanyakan dari para emigran itu lebih berhasil di bandingkan ertis Tionghoa peranakan. Penyebabnya antara lain enis Tionghoa “totok”cenderung inovatif dan berani mengambil resiko tinggi sebagai wiraswasta. Kondisi status ekonominya mereka pun apda umumnya masih berada di bawah sehingga cenderung dinamis dan berorientasi dagang.
Sebaliknya etnis Tionghoa peranakan lebih konservatif dalam usaha. Mereka tinggal meneruskan atau mengembangkan bisnis keluarga. Diantara mereka bahkan ada yang cenderung lebih berminat menjadi kaum profesional dari pada wiraswasta.
Perilaku ekonomi etnis Tionghoa di perantauan secara umum lebih mengarah pada usaha yang sifatnya aman dan netral, dalam arti tiak mengandung banyak resiko bagi kese;amatan dan kesejahteraan diri dan keluargaanya.
Perilaku ekonomi cenderung proaktif, berbentuk usaha atau perusahaan keluarga memang sudah menjadi ciri khas etnis Tionghoa di kawasan Asia, twermasuk Indonesia. Itu sebabanya bentuk kolaborasi perilaku etnis Tionghoa di Indonesia sangatnlah kental terutama kelas menengah dan keatas. Kemajuan etnis Tionghoa di pengaruhi oleh latar belakang pengalaman masa lampau, yang merupakan dasar untuk melangkah maju meraih langkah-langkah hidup mereka di masa kini dan yang akan datang. Lintasan nsejarah bisnis etnis Tionghoa di Indonesia secara umum dapat kita lihat dengan mengikuti perkembangan zamannya, yaitu Zaman Kolonialisme, Republik, Pemerintahan Orde Baru, dan Reformasi.

Masa Kolonialisme
Pada zaman kolonial, berbagai peluang dalam jajaran birokrasi, ketentaraan dan pendidikan umumnya tertutup bagi orang timur asing etnis Tionghoa. Di tenagh-tengah politik kolonial yang diskriminatif itu, bidang yang relatif terbuka bagi etnis Tionghoa adalah perdagangan. Pada awal sampai pertengahan abad ke-19, perdagangan eceran menjadi tumpuan utama bisnis etnis Tionghoa.
Di Sumatera banyak dari kalangan etnis Tionghoa yang menjadi tengkulak, pedagang ikan, penjaja keliling kecil-kecilan, atau pemilki penggilingan beras. Dari titik bawah ini mereka mulai membangun bisnisnya, di samping aktif pula memperluas jaringan bisnisnya sendiri. Perlahan-lahan mereka pun akhirnya sanggup bersaing dan menyisihkan para pedagang serta usahawan kecil pribumi, tetapi tidak usahawan-usahawan Belanda.

Zaman Republik
Peran ekonomi etnis Tionghoa pada awal kemerdekaan Risedikit demi sedikit memasuki usaha grosir dan ekspor impor yang waktu itu masih di dominasi Belanda. Kalangan etnis Tionghoa pada bidang jasa dan profesi secara kuantitatif meningkat. Peran etnis Tionghoa di bidang ekonomi semakin meluas pada zaman perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia dan Demokrasi Terpimpin. Keberhasilan usaha mereka dalam menagmbil alih perusahaan-perusahaan besar belanda yang di nasionalisasikan juga tidak kalah memiliki arti strategis bagi kelanjuatan dan pertumbuhan bisnis mereka di Indonesia.

Di Bawah Pemerintahan Ode Baru
Pada awal pemerintahan orde baru etnis Tionghoa kelas menengah telah melakukan Huaman Capital besar-besaran di bidang pendidikan, terutama yang bersifat teknis dan manajerial. Politik rasial masih di jalankan secara twrang-terangan di masa pemerintahan Orde Baru. Pada saat yang sama sejak awal Orde Baru, Soeharto bersama rezimnya menggunakan etnis Tionghoa sebagai kuda beban yang menarik kereta Orde Baru untuk mengejar tingkat kemakmuran sesuai dengan keyakinan pemerintah. Pusat Data Bisnis Indonesia antara tahun 1992-1996 mencatat 300 konglomerat yang mayoritas keturunan Tionghoa menguasai penjualan Rp.227,2 triliun denagn aset Rp.425 triliun.
Walau dengan catatan ekonomi yang spektakuler dari kalangan pebisnis etnis Tionghoa pemerintah Orde Baru tetap melancarkan politik rasialnya dengan memasang rambu-rambu yang membuat pebisnis etnis Tionghoa tidak dapat berbuat banyak. Kendali etnis Tionghoa terhadap kegiatan perekonomian bagaimana pun akhirnya memicu kecemburuan dan kebencian dari kalangan pribumi Indonesia. Demonstrasi justru berakhir dengan penyerangan dan penghancuran rumah-rumah etnik Tionghoa.
Gaya pembangunan ekonomi elitisme yang di pertontonkan Orde Baru ternyata memang rapuh. Dipicu oleh krisis moneter yang berlarut-larut kalangan masyarakat lalu bergerak dengan sejuta amarah dan ketidakpuasan terahdap situasi dan kondisi kehidupan sosial ekonominya. Kerusushan Mei 1998 sudah tentu sangat berpengaruh pada pelaku bisnis etnis Tionghoa. Diantara mereka banyak yang lari keluar negeri, dan sebagian ada yang melarikan modalnya juga. Usaha perniagaan etnis Tionghoa di kota kota besar secara umum vakum. Mereka baru berani bangkit setelah ada jaminan keamanan dari Presiden Habibie.

ERA REFORMASI
Reformasi di Indonesia di tadain dengan komitmen bersama untuk membangun sistem demokrasi yang substantif, demokrasi yang melahirkan kesejahteraan. Reformasi di bayangkan akan menghasilkan perubahan dan kemajuan setahap demi setahap karena memang sangat berlainan artinya dengan revolusi. Di dunia bisnis, krisis ekonomni 1998 memang memicu ambruknya banyak konglomerat terutama nketurunan Tionghoa karena menggunakan bank sendiri untuk mendanai proyek bisnis dengan rentabilitas rendah.
Menurut catatan di Bursa Efek setelah krisis Moneter 1997-1998, kekuatan ekonomi konglomerat keturunan Tionghoa rupanya tidak serta merta meredup. Hingga saat ini tampaknya penguasaan bisnis konglomnerat keturunan etnis Tionghoa masih kuat. Sesungguhnya yang paling terpukul langsung akibat krisis moneter Asia adalah perekonomian nasional yang begitu rapuhnya karena di gerogoti oleh bisnis para pejabat dan pengurus partainya.
“Wait and see” adalah satu-satunya sikap yang di anggap lebih bijaksana untuk merespons kampanye pebaikan ekonomi di pemerintahan orde Reformasi yang silih berganti ini. Pelaku ekonomi etnis Tionghoa sesungguhnya masih menunggu langkah-langkah konkret pemerintah dalam memperbaiki situasi perekonomian dan usaha nasional. Namun demikian bisnis hau berjalan terus. Dalam situasi negara yang di warnai oleh berbagai bentui kampanye anti korupsi, kolusi, dan nepotisme ini pelaku ekonomi etnis Tionghoa tampaknya menjadi lebih terfokus dan bahkan cukup merasa aman memilih berbasis di sektor hilir denagn tingkat resiko yang kecil namun masih dapat menguntungkan.

3. KARAKTER SUKSES BISNIS TIONGHOA

Jalan Sutera yang terkenal dalam sejarah perniagaan dunia, di rintis mulai dari Xian, ibu kota provinsi Shaanxi China tenagh sampai ke Rusia, Utara India, Afganistan, Persia dan berakhir di kota pelabuhan Tire di Libanon. Ekspedisi di bidang perniagaan melalui jalan itu merupakan penanda hubungan pertama orang-orang Tiongkok dengan peradapan seluas dunia. Jalan itu kemudian menjadi jalur utam dan pusat perdagangan orang-orang Tiongkok. Dalam hal ini kaum perintis jalur perniagaan tersebut tidak dapat mengandalkan siapa-siapa kecuali orang-orang mereka sendiri. Sejak saat itu lah orang-orang Tionghoa mulai di kenal sebagai kaum perantauan yang tangguh dan paling banyak di dunia. Orientasi mereka terutama pada perdagangan barang ataupun jasa.
Ciri-ciri usahawan Tionghoa di perantauan ini pada umumnya merasa tidak punya tanah air, cepat mengadaptasi bahasa dan cenderung mengikuti standar barat. Namun demikian mereka akan tetap bergerak di antara keluarga mereka sendiri. Sejak dahulu, sekarang, sampai masa mendatang bisnis etnis Tionghoa kelihatannya akan tetap di kelola oleh anggota keluarga inti secara eksklusif.
Keturunan Tionghoa khususnya peranakan atau pribumi memili keluarga-keluarga besar dan bersifat nepotisme yang arinya wajib menolong keluarga. Sesama migran etnis Tionghoa di mana pun berada harus saling menjaga dan membantu.
Berdasarkan kesamaan etnis dan subetnis itulah mereka dapat memetik keuntungannya antara lain:
• Memaksimalkan “contact points” untuk informasi bisnis atau pekerjaan.
• Tukar menukar berita atau komoditi dagangan.
• Memberi atau mendapatkan dukungan psikologis maupun dukungan moral.
Kontak bisnis yang bersifat rasila meeka di permudah oleh pandangan hidup kosmopolitan dan eksklusif dari kebudayaan China. Melalui jaringan ini pula pelaku bisnis etnik Tionghoa dapat menawarkan barang dan jasa dari negri-negri lain dengan cepat dan harga bersaing.

Kesamaan Tujuan Bisnis
Mereka mempunyai tujuan bisnis yang fokus dan selalu mencari cara untuk mewujudkan keinginannya serta mau membayar harganya. Untuk bisa di terima dalam pergaulan ya ng membantu perkembangan bisnisnya mereka melakukan dua hal penting yaitu :
• Mereka menjadikan dirinya sebagai pribadi yang kompeten melalui proses belajar yang keras dan terus menerus.
• Mereka menjadikan dirinya pribadi yang supel, memilki empati, dan di sukai serta pandai membawa diri.
Dengan demikian mereka siap di persatukan lewat jaringan bisnisnya dalam satu tujuan yaitu sukses bersama. Kesamaan tujuan hidup itu tidak lain berbicara tentang bisnis keluarga mereka agar bertahan dan terus berkembang.

Kaum Pekerja Keras
Untuk sukses merteka membutuhkan orang lain atau jaringan bisnis. Mereka berpandangan bahwa sukses itu sesungguhnya adalah penghargaan yang mereka terima dari orang lain, sebagai mana nimbalan atas jasa atau kontribusi mereka kepada orang lain. Mereka percaya bahwa sukses brsifat mutual benefit yanitu timbal balik atau saling menguntungkan. Dan itu harus di tebus dengan kerja keras. Orang-orang Tionghoa pekerja keras, mereka sangat peka terhadap sifat-sifat pamer yang tanpa alasan seperti biasa di lakukan oleh orang-orang yang lemah. Sudah tentu orangorang yang malas dan karenanya mudah menyerah tidak akan mendapat kepercayaan.

Semangat Untuk Hidup Tinggi
Senantiasa menghasilkan uang sudah menjadi kebiasaan sekaligus kesenangan mereka. Sikap hidup orang Tionghoa sedemikian itu mengarah pada kemakmuran.
Nilai-nilai yang di ajarkan seorang ayah kepada anaknya tidak pernah lepas dari unsur kerja keras, ulet, menghargai waktu serta modal, disiplin, hemat, menepati janji dan dapat di percaya. Ketika mereka mulai besar dan di libatkan dalam usaha keluarga, di ajarkan juga :
• Pengenalan medan untui mengetahui daya beli serta selera masyarakat.
• Pelayanan terhadap konsumen denagn mengutamakan banyaknya pelanggan, meskipun untungnya sedikit.
• Mencari kontak-kontak dalam rangka memperoleh atau memperdalam pengetahuan, maupun mendapatkan atau memperluas daerah pemasaran bagi barang-barang dagangannya.
• Meningkatkan kualitas dan kuantitas barang dagangan di samping kerja pribadi.
• Konstinuitas dan konsistensi dalam bisnis yang di anggap sangat menentukan bagi kelangsungan bisnis, dan di atas semua itu semangat untuk hidup tinggi.
Sejak kecil anak-anak dididik untuk memilki kepatuhan moral, perlunya mencari konsensus, mengendalikan diri, memiliki rasa tanggung jawab, berterima kasih pada orang tuaserta menghormati yang lebih senior. Cara dan kebiasaan para pelaku bisnis menyelenggarakan bisnis mereka telah tumbuh sejak lama, bahkan dapat di katakan telah tepola berdasarkan sejumlah prinsip dasar pebisnis.

4. FILSAFAT UNTUK KEMAKMURAN

Bangsa Tiongkok merupakan suatu kelompok mesyarakat yang penuh dengan segala macam legenda, misteri, dan tradisi yang telah mengakar kuat dari turun temurun.
Kadang-kadang orang asing yang menggolongkan etnis Tionghoa sebagai bangsa yang paling sukar untuk di mengerti. Etnik langka yang ansih dapat mempertahankan tradisi serta kepercayaannya. Namun pada waktu yang bersamaan mampu menyesuaikan diri alam abad komputer seperti sekarang ini.
Kalau kita mau berpegang pada asumsi bahwa pelaku binis etnis Tionghoa terkenal sebagai pekerja keras, hemat, dan ulet, maka keutamaan-keutamaan itu mengandaikan pelaku bisnis memilki perencanaan jangka panjang dan bukan orientasi pada keuntungan tinggi yang segear di dapat. Asumsi ini bisa menjadi salah satu rahasia keberhailan usaha etnis Tionghoa. Orang-orang Tionghoa ini juga percaya bahwa untuk berhasil sering kali harus lebih dahulu melakukan pengorbanan dan investasi. Orang Tionghoa sejak nenek moyangnya turun-temurun hingga sekarang adalah sebagai penganut sistem nilai yang bermuara pada ajaran Konfusius.

Hukum Timbal Balik dan Abadi
Tujuan ideal Konfusianisme adalah menjadi seorang yang berbudi mulia denfgan berpegang teguh pada prinsip moralitas dan tidak sedikitpun meninggalkan perbuatan baik, bahkan tidak akan berbuat sekedar untuk sesuap nasi.
Konfusius berkata, orang yang dapat mempraktikkan lima hal dimana-mana, di bawah langit, akan berwatak peramah dan penyayang. Kelima hal itu adalah sopan-santun, kemurahan hati, kepercayaan, kerajinan, dan keramahan.
Hubungan dengan orang lain menurut Konfusius adalah kerja sama demi kehidupan yang damai dan bukan permusuhan. Pengusaha keturunan Tionghoa pada umumnya sangat mementingkan jaminan masa depan dan tempat berusaha yang aman dan tenang. Pola barat sangat menekankan ketepatan laporan keuangan, neraca, laba rugi, sedangkan pengusaha China lebih menekankan pada kepercayaan yang dalam terhadap integritas yang terdapat dalam diri seseorang. Dengan kata lain pertimbangan dalam hubungan probadi sangat menentukan walaupun proses ini memakan watu lama.

Perubahan Sebuah Keniscayaan
Seorang cendikiawan Tiongkok yang hidup antara 1762-1836 menggambarkan bagaimana orang-orang Tionghoa menyadari keadaannya dan mau menjalani perjuangannya dari tingkat bawah serta penuh harga diri. Konfusius percaya semua energi dalam alam semesta ini mengalami perputaran seperti halnya pagi, siang, sore, dan malam, demikian terus berulang, tidak ada satu pun yang abadikecuali perubahannya itu sendiri. Sukses adalah hasil upaya manusia yang secara teus menerus belajar memperbaharui diri agar sikapnya baru selamanya. Sedangkan menjadi insan berbudi mulia adalah cita-cita tetinggi dari seorang konfusian. Cita-cita itu akan tercapai bila seseorang terus berupaya dengan tekun dan telaten. Keberahsilan dalam bisnis menurut ajaran Konfusius sebagian besar di tentukan oleh sikap-sikap tersebut. Tugas utama setiapa manusia yang memasuki bidang apa pun ialah ikut mendamaikan dunia.

Pengetahuan
Konfusius percaya bahwa masyarakat yang ideal hanya bisa di bentuk oleh orang-orang yang berpengetahuan. Ia berkata pengetahuan itu terdiri atas lima langkah :
• Pertama, pelajarilah secara meluas
• Kedua, bertanyalah secara cermat
• Ketiga, berpikirlah secara seksama
• Keempat, saringlah secara jelas
• Kelima, jalankanlah secara sungguh-sungguh
Kelima prinsip pengetahuan itu jika di aplikasikan dalam sebuah perencanaan bisnis akan menghasilkan sebuah perencanaan dahsyat yang tentu saja akan menghasilkan kesuksesan, seperti yang umum kita lihat pada bisnis-bisnis etnis Tionghoa.
Melihat pada ajaran Konfusius, pengetahuan berguna apabila memilki pengaruh pada kehidupan seseorang. Proses berpengetahuan seperti itu memnag memerlukan di siplin yang tinggi. Bukan sekedar pengetahuan untuk mengetahui melainkan untuk kegunaan yang bermanfaat bagi kehidupan, pergaulan yang bermartabat, serta jalan keutamaan.

5. PENGARUH ELEMEN ALAM ; ANTARA MITOS dan FAKTA

Masyarakat Tionghoa memilki tradisi yang kuat untuk mentransfer nilai-nilai tradisional yang di ketahuinya pada anak cucu. Mereka meyakini ada lima faktor yang mempengaruhi hidup manusia yaitu :
• Nasib pada saat lahir
• Hoki
• Feng Shui
• Pendidikan atau pengalaman
• Amalan
Nasib dan hoki yang mempengaruhi hidup manusia dapat di teropong dengan menggunakan alat berupa kalender Tiongkok yang di wujudkan dalam bentuk Shio.

Shio dan Elemen-Elemen Alam
Setiap Shio atau kurun waktu tertentu di beri nama binatang. Adapun batas-batas Shio ini terkait erat dengan fenomena alam yaitu peredaran matahari dan bulan.
Dari sana mereka akan mendapat gambaran :
• Ciri-ciri individu seperti elemen, karier yang cocok, ataupun keadaan kesehatannya.
• Model interaksi yang mungkin terjadi antara individu dari Shio tertentu denagn individu-individu bershio lainnya.
• Pengaruh waktu untuk meramal nasib individu atau keadaan di tahun mendatang.

Ada lima unsur atau elemen yang membentuk alam semesta sehingga di akui dalam kalender Tionghoa. Kelima elemen itu adalah logam, air, kayu, api, dan tanah.
Setiap unsur rupa-rupanya juga mempunyai pengaruh khas terhadap individu yang lahir pada tahun Shio yang bersangkutan.

Logam
Seseorang yang berunsur logam dikenal kaku dan tegas. Akan tetapi ia cepat dalam memberikan ide baru serta kreatif. Adapun bisnis yang banyak mengandung elemen logam adalah bisnis di bidang manufaktur, kesehatan, perawatan kulit, salon, dan teknologi informasi.

Air
Air merupakan unsur yang paling esensial. Unsur tersebut mencerminkan keinginan yang kuat serta kekuasaan. Seseorang yang berunsur air di kenal terampil mengutarakan ide-ide serta mempengaruhi orang lain. Bisnis yang banyak mengandung elemen air ini adalah adalah bisnis di bidang perusahaan air minum, jurnalistik, penulis, kesehatan, perikanan, dan laundry.

Kayu
Secara alami unsur kayu berhubungan dengan musim semi di Tiongkok. Seseorang dengan elemen ini secara alamiah terlihat lebih hidup. Antusias dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, dan ia di kenal sangat menghargai etikadan pergaulan. Adapun bisnis yang banyak mengandung elemen kayu adalah bisnis di bidang penerbitan buku, furnitur, atau tekstil.

Api
Unsur api berhubungan dengan mesim panas. Seseorang yang mempunyai unsur api berpembawaan riang, merasa selalu senang, gembira dan santai. Kkemampuannya menonjol da;lam kepemimpinan sebab dalam elemen api terdapat spirit, ekspresi, dan kapasitas seseorang untuk mempejuangkan kebahagiaan. Bisnis yang mengandung elemen api seperti di bidang pasar saham, perbankkan, restoran, pemasaran, entertainment dan lain sebagainya.

Tanah
Unsur tanah memegang peranan menstabilkan segala macam situasi. Seseorang dengan unsur tanah mempunyai kemampuan untuk mengayomi dan mendukung orang lain. Ia sanggup menciptakan kedamaian dalam lingkungnya serta berfikir jernih karena kemampuan berkonsentrasi serta mencerna informasi secara cermat.
Bisnis yang banyak mengandung elemen tanah terutama di bidang properti, pertambangan, pertanian, perhotelan, dan asuransi.
Feng Shui
Dalam menjalankan bisnis sehai-hari orang Tionghoa sangat memperhatikan Feng Shui.
Logika dasa dari Feng Shui besumbe pada pemahaman akan elemen-elemen alam beikut fungsinya. Alam ini adalah susnan gabungan elemen-elemen yang berada dalam suatu dimensi ruang dan waktu yang terus beubah.
Banyak hl mengenai Feng Shui di gali dari kitab I-ching (kitab dari berbagai ilmu tradisional Tiongkok) yang di percaya tidak saja mampu meningkatkan hoki dan kemakmuran, tetapi juga secara tidak langsung berpengaruh terhadap kesehatan dan keharmonisan hubungan-hubungan manusiawi.
Ada tiga jenis keberuntungan yaitu :
• Keberuntungan manusia karena perilaku, pendidikan, dan pengalaman.
• Keberuntungan bumi karena Feng Shui
• Keberuntungan langit karena talenta atau hoki.

Beberapa manfaat yang dapat di nikmati oleh pelaku bisnis yang melibatkan praktisi Feng Shui dengan keahlian tinggi yaitu :
• Meniadakan energi negatif yang menghalangi kemajuan bisnis atau karier.
• Menciptakan kedamaian pikiran dan lingkungan hidup yang menyenangkan.
• Membangun rasa percaya diri dan meningkatkan daya saing.
• Memaksimalkan potensi seseorang.
• Menjalin hubungan yang harmonis denagn pasangan, teman, rekan kerja /bisnis.
• Menjadikan lebih makmur bukan hanya finansial namun juga aspek kehidupan lainnya.
• Meningkatkan kinerja secara keseluruhan dan kesehatan yang lebih baik.
Feng Shui adalah salah satu bagian dari Taoisme yang mengajarkan bahwa alam tersusun harminis atas lima unsur yakni : kayu (mu), api (huo), tanah (tu), logam (cin), serta air (shui). Diantara kelima unsur ini salah satunya dapat menjadi elemen yang mempengaruhi peruntungan menurut periode tahun-tahunnya atau shio.
Feng Shui yang sudah di gunakan sejak 4 ribu tahun yang lalu di daratan Tiongkok di dasarkan pada perhitungan logis, sehingga relatif bisa di terima di seluruh dunia.

Tatanan Tempat Usaha
Budaya Tiongkok memang sangat kuat di pengaruhi oleh ajaran Taoism dan Confucianism. Feng Shui sebagai metodologi peramalan dan analisa tata letak ruang. Berdasarkan Feng Shui jika kita bisa berinteraksi serasi dan selaras dengan alam, maka kita akan mendapatkan suasana yang menguntungkan sehingga mendatangkan banyak berkah atau pengaruh keberuntungan dalam hidup.
Membuat rencana tata letak atau ruang yang baik dalam Feng Shui rumah atau tempat usaha ahrus memperhatikan beberapa hal berikut yaitu :
• Tata Pencahayaan
• Sirkulasi Udara
• Keindahan
• Aspek Keamanan
• Kebersihan
• Kenyamanan
• Warna

Lahan yang bagus adalah yang memberi keuntungan serta memilki energi tumbuh. Jelasnya dalam setiap bangunanselalu terdapat dua sektor, yaitu sektor tumbuh dan mati. Sektor tumbuh bisa di gunakan untuk ruang tamu, ruang rapat, dan ruang kerja. Sedangkan sektor mati cocok di gunakan untuk kamar mandi dan gudang.Yang tahu persis perhitungan sektor tumbuh dan sektor mati aalah Feng Shui.
Berikut adalah beberapa pengetahuan Feng Shui yang berkaitan dengan penataan kantor atau tempat usaha :
• Pintu
Bagi orang Tionghoa pintu memilki fungsi dan makna sangat strategis. Mereka tidak akan menghadapkan pintu kesembarangan arah agar tidak menapatkan musibah. Berkaitan dengan maksud mengundang keberunnan, pintu biasanya di hadapkan ke utara.
• Tata Letak Ruang
Ruangan atau tempat bekerja hendaklah di atur sedemikian rupa agar tidak langsung menghadap tangga, lorong jalan, gudang, ataupun bersebelahan dengan toilet. Sebab hal-hal di atas memberikan efek yang kurang menguntungkan.
• Tempat Penyimpanan Kantor
Umumnya untuk mengoptimalkan ruang kantor di pergunakan kabinet. Kabinet dapat menghalangi pergerakan chi kedalam ruang kantor dan ruang kehidupan jika di pasang menghalangi bukaan pintu.
• Lingkungan
Lihat dan pwerhatikan aspek-aspek keseimbangan alam yang terdiri dari air, pohon, dan kontur tanah. Air adalah unsur yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Dalam Feng Shui air membawa chi.
• Cermin Pakua
Cermin pakua ynag di gantungkan pada bagian ruangan tertentu menurut saran ahli Feng Shui biasanya bertujuan untuk menegosiasikan keharmonisan bangunan atau ruang bagian tertentu dengan kekuatan alam sekitar, demi menangkal energi negatif dan mendatangkan hoki. Ying Yang merupakan konsep dasar filosofi Tiongkok lainnya yang merujuk pada keseimbangan alam dan tidak bisa di remehkan.
Kegiatan bisnis juga tidak lepas dari hukum alam, oleh karena itu jika di imbangkan tidak ada, masalahpun di percaya akan datang menimpa. Imbangan yang di maksud dalam hal ini yaitu bisnis tidak semata-mata merupakan kegiatan mencari untung.

16 PRINSIP BERBISNIS TAO CHU KUNG

1) Rajinlah dan Tekun Berusaha, Kemalasan Berakibat Petaka.
Faktor terpenting di balik keberhasilan bisnis adalah berusaha dengan konsisten. Hadiah yang di peroleh tanpa keringat mudah menyebabkan orang malas berpikir, mals bekerja, dan suka mencari jaln pintas.

2) Hematlah dalam Pengeluaran, Pemborosan Menggerogoti Modal.
Keluarkan uang terutama untuk tujuan-tujuan produktif, kecerobohan dan sifat senang berfoya-foya hanya akan mengakibatkan perusahaan bangkrut karena tidak di perhatikan.
3) Ramahlah pada Setiap Orang, Ketidaksabaran Mendatangkan Kerugian.
Banyak kebiaaan buruk yang tidak saja menggerogoti uang, tetapi juga merusak hubungan baik dengan orang-orang di sekitar. Cara paling efektif untuk menghindari kebiasaan buruk adalahtidak pernah memulainya dan bahkan jangan pernah memikirkannnya.
4) Janganlah Menyia-nyiakan Kesempatan, Penundaan Menghilangkan Peluang.
Gagasan cemerlang biasaanya sederhana, penting, mudah di terima, dan selalu mengacu pada tindakan yang nyata. Kadangkala penundaan gagasan yang cemerlang membuat anda kehilangan segalanya.
5) Lugaslah dalam Transaksi, Keraguan Membawa Pertikaian
Tegas dean jelaslah dalam negosiasi agar semua jai serba pasti. Sederetan angka dalam transaksi dan pembukuan sesungguhnya bisa menjelaskan sejuta situasi. Dengan menghargai hal-hal yang ditail itu pula orang dapat melakukan efesiensi dan memaksimalkan akumulasi kekayaannya.
6) Berhati-hatilah dalam Memberi Hutang.
Jangan mudah percaya karena data atau kepercayaan umum belum tentu benar. Segala sesuatu ada konsekuensinya. Siapa yang menabur akan menuai,namun menabur bibit yang buruk di tanah yang buruk akan menuai hasil yang buruk juga.
7) Periksalah Semua Catatan Keuangan dengan Cermat, Kelalaian Menghambat Rezeki.
Asal percaya saja berartikelalaian, orang tidak bisa memenangi persaingan bisnis baru dengan menggunakan strategi lama. Ujilah senantiasa sistem kerja dan keuangan yang anda terapkan. Kalau perlu ubahlah segera sehingga memberi kepastian bahwa anda aman secara finansial.
8) Bedakanlah yang Baik dari yang Jahat, Ketidak pedulian Melumpuhkan Usaha.
Keberadaan seorang pengusaha di tentukan oleh bagaimana ia merespon perubahan yang muncul maupun belum kelihatan. Setiap orang bisa mempelajari bagaimana sebuah perubahan datang tetapi tidak bisa mengambil keuntungan darinya tanpa kepedulian dan adaptasi.
9) Kendalikanlah Sediaan dengan Sistematis.
Satu-satunya yang menjamin rasa aman di dunia ini adalah pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan. Tanpa tiga hal tersebut kekayaan dan modal yang sekarang ada di tangan akan cepat terkikis habis.
10) Adillah dan Tidak Pilih Kasih terhadap Karyawan, Prasangka Menimbulkan Kemalasan.
Jangan hanya pandai menuntut karyawan, sebab akan tiba juga gilirannya bagi pemilik perusahaan untuk membayar kesalahannya denagn harga yang jauh lebih besar di saat-saat yang tidak mereka duga.

11) Periksalah dengan Cermat Semua Nota Pengeluaran dan Pemasukan, Kealpaan Berakibat Mahal.
Bedakan antara tujuan produktif denfgan konsumtif, keuangan perusahaan dengan keuangan rumah tangga. Mereka yang sukses pada umumnya cenderung mengarahkan uangnya untuk tujuan-tujuan produktif dan memenuhi kebutuhan konsumsinya dengan secukupnya.
12) Periksalah Dagangan Sebelum Di terima, Kesembronoan Mendatangkan Kemalangan.
Jangan mudah di kelabui siapa pun. Periksalah dan uji sendiri kebenaran mutu barang yang hendak di jual sebab bisnis adalah soal hidup dan mati.
13) Kajilah dengan Teliti Setiap Perjanjian, Ingkar Menghancurkan Kekayaan
Untuk menjadi orang yang berhasil dalam bisnis kerja keras saja tidak cukup. Kerja keras harus di imbangi dengan kecerdasan dalam menemukan dan membedakan hal-hal yang menguntungkan atau merugikan, kecepatan dalam mengambil keputusan, tingkat ketelitian serta akurasi yang tinggi.
14) Bijaksanalah dan Jujur dalam Usaha, Manajemen yang Buruk Membuka Peluang bagi Korupsi.
Kontrol keuangan anda, sekalipun anda sudah mempercayai seseorang haruslah selalu melakukan pengawasan dan pengendalian agar orang anda tidak menganggap anda lengah.
15) Tunjukkanlah Rasa Tanggung jawab, Sikap Tidak Bertanggung Jawab Mengundang Kesulitan.
Sekalipun orang wajib tahu bagaimana haus hidup dan mengisi kehidupan agar hidupnya menjadi berarti dan berharga. Orang-orang yang sukses umumnya memilki kesamaan karakter yaitu mengetahui tujuan hidup mereka, mempunyai strategi, aksi terencana,dan tekad baja untuk mencapainya.

16) Bersikaplah Tenang dan Penuh Percaya Diri, Sikap Nekad Menghambat Perkembangan.
Benar, belum tentu menang dan salah belum tentu kalah. Orang yang memilki kekuasaan biasanya pandai memanipulasi kebenaran sekehendak hatinya. Oleh karena itu hendaknya jangan suka mencari perkara terutama dengan orang-orang yang berkuasa, sikap gegabah hanya mengundang bencana. Orang tidak akan berhasil kalau hanya memikirkan uang. Tujuan utama orang-orang berhasil sesungguhnya adalah mewujudkan gagasannya dan membuat gagasannya di terima oleh banyak orang.

Orang Tionghoa di Asia umumnya menjunjung tinggi etika bisnis Tao Chu Kung ini agar bisnis mereka membuahkan hasil. Tewtapi dalam kenyataannya sering kali di kesampingkan untuk keuntungan sesaat. Untuk itulah nasehat di atas di sertai pula dengan catatan atau peringatan yang selalu mungkin di perlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Inti dari setiap keputusan strategis maupun operasional dalam bisnis etnis Tionghoa adalah berharap sukses dalam bisnis, tercapai pula cita-citanya menjadi manusia berbudi mulia.

JUDUL : RAHASIA SUKSES BISNIS ETNIS TIONGHOA
KARANGAN : THOMAS LIEM TJOE
PENERBIT : MEDIA PRESSINDO

SUKSES BISNIS MODAL DENGKUL

Posted in enterpreneur on December 29, 2011 by shelmi

Mendefenisikan sukses adalah pekerjaan yang sulit. Tidak mungkin semua orang sepakat, bahkan jika didiskusikan berhari-hari pun tidak akan selesai. Pengembang real estate, Donald Trump berkata;”Ukuran sukses sebenarnya adalah seberapa bahagia anda.”Namun pencaharian kebahagiaan secara terus menerus merupakan alasan utama mengapa orang banyak merasa sengsara. Banyak orang percaya bahwa jika mereka banyak mengumpulkan uang, mereka akan sukses. Namun kenyataannya kekayaan tidak membawa kepuasan atau kesuksesan.
Menurut Jhon Maxwell sukses sejati adalah sebuah perjalanan yang harus ditempuh sepanjang hidup. Sukses tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai uang atau bakat tertentu, sukses juga tidak tergantung padapengalaman mistik. Sukses tersedia bagi siapa saja yang mau belajar beberapa prinsip praktis dan mengikutinya setiap hari. MenurutJhon, ada tiga kunci sukses : 1)Mengetahui tujuan hidup anda; 2)Menumbuhkan potensi anda semaksimal mungkin; 3)Menaburkan benih yang bermanfaat bagi orang lain.

Modal Dengkul
Di Indonesia ada istilah yang sering mempunyai konotasi negatif dan menjadi bahan olok-olok serta sinisme masyarakat yaitu modal dengkul. Padahal bila modal dengkul itu diartikan sebagai modal keringat atau modal seadanya, ada yang mengatakan mulai dengan kecil-kecilan, maka I merupakan sumber daya yang penting.

Lingkungan yang Memaksa
Ada anggapan bahwa lingkungan yang merupakan ancaman, paksaan dan bahaya yng terus menerus membuat manusia menjadi jauh berkemampuan; segala akalnya menjadi jauh lebih hidup; segala pikirannya menjadi lebih tergugah.
Inilah resep yang harus ditiru oleh wirausaha yang ingin sukses bisnis modal dengkul. Selain maju terus, tidak ada titik kembali karena pada titik terbawah keadaan tidak bisa lebih buruk lagi.

Selamat Datang di Dunia Bisnis

Sebagian besar pemuda, apalagi lulusan perguruan tinggi, berpikiran bahwa menjadi pedagang adalah pilihan paling akhir ketika sudah tidak ditemukan lagi lembaga pemerintahan atau perusahaan yang mau menampung mereka untuk bekerja.
Walaupun sudah ada industri, sebagian besar penduduk indonesia masih hidup sebagai petani sehingga pola pikir agraris pun masih sangat kental mewarnai kehidupan masyarakat. Petani cenderung tidak ingin mengambil resiko. Lahan pertanian yang terus menyempit digarapnya secara hati-hati agar mampu memberikan hasil panen buat kehidupan keluarga.

Dibutuhkan Seorang Pelopor
Pada tahun 80-an, muncul nama DR.Suparman Sumahamijaya. Beliau menawarkan gagasan untuk membangun masa depan yang gemilang dengan jalan pendidikan dan pengembangan kepribadian unggul (kewiraswastaan). Ia menawarkan, kalau seseorang ingin merdeka, maju, kaya, dan berhasil jadilah wirausaha.
Shibusawa Eiichi adalah orang yang membangun bisnis Jepang. Shibusawa memainkan peranan utama dalam membentuk perekonomian negara. Salah satu kemashurannya adalah citranya sebagai leluhur Dai-Ichi Kangyo Bank, yaitu sebuah bank yang total asetnya paling tinggi diantara bank-bank yang ada di dunia sekarang ini.
Shibusawa lahir dan dibesarkan di ladang pertanian. Ayahnya adalah seorang petani sekaligus pengusaha. Eiichi tidak pernah mendapatkan pendidikan formal, namun sejak umur enam tahun dia mendapatkan pengajaran ayahnya yang kemudian tugas pengajarannya di ambilalih saudara sepupunya yang bernama Odaka Ranko. Sambil belajar, Eiichi mendapat pelatihan keras karena dilibatkan juga dalam urusan keluarga. Dan karena ia dapat menangkap pelajaran dengan cepat, maka ia menunjukkan kematangan yang terlampau dini dalam memahami persoalan bisnis. Pada usia tiga belas tahun, ia sudah mampu transaksi bisnis, membeli sendiri nilai mentah.
Shibusawa berhenti dari dunia pemerintahan pada tahun 1873 dan berkarier dalam bisnis, denagn pernyataan yang keras :”Jika engkau seorang yang berkemampuan jadilah pedagang, namun jika engkau mutunya setengah-setengah jadilah pegawai.”Sejak saat itu ia mencurahkan tenaganya untuk peningkatkan mutu para usahawan dan menumbuhkan kesadaran bertanggung jawab sosial dan kesadaran internasional diantara mereka.

Di Indonesia kepekaan untuk menjadi wirausaha harus ditumbuhkan sejak Sekolah Dasar sampai Perguruan tinggi. Di Sekolah Dasar sudah diberikan mata pelajaran prakarya bermacam ragam, dilanjutkan di Sekolah Menengah. Pengertian pendidikan keterampilanmasih dipusatkan pada kemampuan membuat sesuatu, berproduksi sesuatu, dan menciptakan sesuatu. Itulah prasyarat yang harus dilakukan agar di Indonesia tumbuh wirausaha-wirausaha yang handal. Sekolah-sekolah etika populer itulah yang mengajarkan: disiplin keras, bekerja dengan rajin, hemat adalah tuntutan mutlak, kemalasan dan pemborosan adalah sia-sia. Inilah dasar-dasar kepribadian yang diperlukan untuk menjadi wirausaha tangguh.

Menjadi Wirausaha

Menurut McClelland ada ciri-ciri pokok kewirausahaan :
• Perilaku kewirausahaan
o Memiliki resiko-resiko yang tidak terlalu besar sebagai akibat dari keahlian, bukan karena kebetulan.
o Kegiatan yang penuh semangat dan berdaya cipta.
o Tanggung jawab pribadi.
o Pengetahuan tentang hasil-hasil keputusan; uang sebagai ukuran hasil.
• Minat terhadap pekerjaan kewirausahaan sebagai akibat dari martabat dan sikap beresiko mereka.

Pengambilan Resiko
Dunia bisnis mengandung banyak unsur yang tidak dapat atau dikendalikan. Menjual barang dipasar yang relatif bebas itu tidak gampang. Seorang wirausaha harus dapat meramal sikap para pembeli, namun yang dapat dilakukan hanya memperkecil ketidakpastian. Singkatnya peranan kewirausahaan meliputi pengambilan keputusan-keputusan dalam keadaan yang tidak pasti.
Pengambilan resiko dalam bisnis jelas berbeda dengan pengambilan resiko dalam perjudian. Secara analitis perbedaan itu sangat penting.Para penjudi tidak memiliki kendali terhadap hasil kegiatan mereka,kecuali jika mereka berbuat curang. Sedangkan seorang wirausaha dapat mempengaruhi melalui tindakannya, apakah keputusan yang diambilnya pada akhirnya akan berhasil atau gagal.

Kegiatan yang Penuh Semangat dan Berdaya Cipta atau Inovasi
Para wirausaha sering kali digambarkan sebagai orang yang bekerja keras. Apakah bekerja yang lebih lama itu meruypakan bagian yang terpenting dari semua orang yang berhasil? Beberapa penulis berpendapat bahwa permasalahan dan stres yang disebabkan yang ketidakpastian situasi bisnis memaksa para wirausaha bekerja lebih keras daripada orang-orang yang mengerjakan pekerjaan lainnya.
Menurut Drucker, inovasi adalah alat spesifik kewirausahaan. Inovasi adalah tindakan yang memberi sumber daya kekuatan dan kemampuan baru untuk menciptakan kesejahteraan. Tidak sesuatu apapun yang menjadi sumber daya sampai orang menemukan manfaat dari sesuatu yang terdapat di alam,sehingga memberinya nilai ekonomis.

Tanggung Jawab Pribadi
Beberapa orang menganggap bahwa seorang wirausaha adalah orang pada akhirnya bertanggung jawab atas pengambilan keputusan secara pribadi, karena itu bagi seorang wirausaha, mereka sendirilah yang harus menerima penghargaan atas keberhasilanmaupun tumpuan kesalahan jika mengalami kegagalan. Sampai tingkat tertentu keberhasilan sebagai seorang wirausaha bergantung pada kesediaan dirinya untuk bertanggung jawab atas pekerjaannya sendiri.

Pengetahuan tentang Hasil-Hasil Keputusan
Seorang wirausaha biasanya memiliki pengetahuan apakah ia telah mengambil keputusan yang tepat atau tidak. Ukuran keberhasilan itu berwujud: Laba, laju pertumbuhan dan sebagainya.

Perwatakan Pribadi Para Wirausaha
Menjadi wirausaha berarti memiliki kemampuan menemukan dan mengevaluasi peluang-peluang, mengumpulkan sumber-sumber daya yang di perlukan dan bertindak untuk memperoleh keuntungan dari peluang-peluang itu. Watak-watak yang seharusnya dimiliki dan dikembangkan jika ingin menjadi wirausaha yaitu besar kemungkinannya bahwa wirausaha yang anda temui akan mendapatkan angka tinggi untuk kebanyakan sifat-sifat ini, seperti kepercayaan pada diri sendiri, kemampuan mengambil resiko, keinginan untuk mencapai sesuatu, dan keinginan untuk tidak bergantung pada orang lain.


Integritas

Diperlukan – orang yang berwatak?
Di setiap jabatan, setiap pekerjaan, orang yang berwatak itulah yang diperlukan. Karena orang yang demikian itu tidak mungkin ikut-ikutan dengan banyak orang, ia punya keberanian dan keyakinan yang kuat. Ia berani mengatakan “Ya”, tetapi juga berani mengatakan”Tidak”.
Dari sebuah laporan yng disampaikan oleh seorang arsitek bernama Charles Schreiber dalam bukunya Live and Be Free Thru Psycho-Cybernetics; kita mendapat kesimpulan yang berharga yaitu pendidikan formalmelalui sekolah dari sekolah dasar sampai universitas hanyalah akan membentuk 15% dari seluruh masa depan kita; sedangkan yang 85% dari masa depan kita akan sangat ditentukan oleh nilai-nilai kepribadian yang kita miliki.
Nilai-nilai kepribadian itu terutama adalah integritas diri. Integritas di defenisikan dalam Websters New Universal Unabridged Dictionari sebagai kepatuhan kepada prinsip moral dan etika; kekuatan karakter moral; dan kejujuran. Integritas adalah kualitas yang paling dibutuhkan untuk keberhasilan dalam bisnis.

Manfaat Integritas : Kepercayaan
Di dalam bisnis, terutama bisnisn modal dengkul kepercayaan adalah modal utama. Tanpa kepercayaan anda tidak tidak memiliki apa-apa. Kepercayaan aadlah factor terpenting dari hubungan pribadi maupun profesional. Kepercayaan adalah kunci, karena itu anda harus mambuktikan bahwa diri anda layak dipercaya. Itulh yang membuat integritas begitu penting karena inti integritasmemungkinkan orang lain mempercayai
anda. Dr.Rhenald Kasli dalam sebuah pengantar buku yang berjudul: 50 Usahawan Tahan Banting, Kiat Sukses di Masa Krisis, yang di tulis Burhanuddin Abe, menjelaskan mengapoa seorang pengusaha berhasil mencapai sukses, tak lain karena adanya syarat pertama yang berupa reputasi yang sering disebut citra atau nama baik.
Karena itu reputasi sangat berharga.

Integritas adalah Pekerjaan dari Dalam Batin
Perhatikan tiga kebenaran berikut ini mengenai integritas yang berlawanan dengan cara berfikir yang lazim :
1. Integritas tidak ditentukan oleh keadaan
Dua orang dapat tumbuh dan berkembang di lingkunagn yang sama. Bahkan dalam rumah tangga yang sama, namun bisa saja yang satu memiliki integritas ,dan yang satu tidak. Akhirnya orang itu harus bertanggung jawab terhdap pilihannya, tanggung jawab karakter anda ibarat sebuah cemin yang bertanggung jawab atas penampilan anda. Apa yang anda lakukan mencerminkan siapa anda.
2. Integritas tidak didasarkan pada ijazah
Karakter timbul dari dalam diri kita, tetapi orang dinilai tidak berdasarkan siapa mereka, melainkan ajazah atau gelar maupun jabatan yang sudah diperoleh, terlepas dari sifat dan karakter mereka. Akan tetapi ijazah tidak pernah dapat mencapai apa yang dapat diraih oleh karakter. Tidak ada title, gelar, jabatan, pangkat, hadiah atau surat kepercayaan lain yang dapat menggantikan integritas dasar yang jujur dalam hal meraih kepercayaan dari orang lain.
3. Integritas tidak boleh disamakan dengan reputasi
Sebagian orang keliru menekankan pentingnya reputasi atau citra. Dengarkan yang William Hersey Davis katakana tentang perbedaan karakter dan cerminannyayaitu reputasi: Lingkungan tempat Anda hidup menentukan reputasi Anda, kebenaran yang Anda yakini menentukan karakter Anda.

Menurut Jhon C. Maxwell dan Jim Dornan babarapa cara untuk mengembangkan kualitas integritas yang perlu untuk dilakukan sehari-hari :
a. Teladankan karakter yang konsisten
b. Gunakan komuniksi yang jujur
c. Hargai keterusterangan
d. Teladankan kerendahan hati
e. Perlihatkan dukungan kepada orang lain
f. Penuhi janji anda
g. Miliki sikap melayani]
h. Doronglah partisipasi dua arah dengan orang yang anda pengaruhi

Berpikir Positif

Pikiran adalah sesuatu kekuatan yang jika disertai tujuan yang jelas, kemauan yang menyala-nyala dapat mewujudkan suatu impian (cita-cita) menjadi nyata. Seperti berhasil dalam sekolah, posisi yang lebih tinggi, usaha yang lebih maju, singkatnya suatu keberhasilan dan kekayaan. Orang harus menyadari bahwa daya piker manusia adalah kunci untuk mencapai kemajuan dan kekayaan. Dengan ketekunan dalam memperjuangkan keinginan yang keras itu, maka akan menemukan kesempatan baik untuk melaksanakan yang diinginkannya dan akhirnya akan mencapai cita-citanya.

Rumus yang Menyebabkan Berhasil
Rahasia yang menyebabkan seseorang terus maju, menanjak, berhasil melipat gandakan kebahagiaan dan kekayaannya yaitu pelajarilah orang-orang yang pernah mendapatkannya dan kemudian pelajarilah terutama dirimu sendiri, riwayat hidupmu, jatuh bangunmu, penderitaanmu, kemalanganmu, kemiskinanmu, singkatnya persoalanmu. Ketahuilah bahwa dalam hidup ini kalau ingin mendapatkan sesuatu maka harus diperjuangkan.
Sebuah rumus untuk belajar apa dan bagaimana mamperjuangkannya, perhatikanlh bahwa semua keberhasilan, semua kekayaan dan kemajuan berbenih pada satu cetusan gagasan atau bisa disebut ide, cita-cita, impian, tujuan atau harapan, atau disebut apa saja;sesuatu yang tergambar jelas ingin dimiliki atau dilakukan.
Demikianlah setiap orang yang ingin berhasil dan mendapat gekar berwirausaha (entrepreneur) hanya akan mencapainya, jika ia pantang putus asa, ulet, punya kemampuan menahan penderitaan adalah unsure kekuatan yang dapat dipergunakan untuk kemajuan dan keuntungan diri kita.

Peranan Otosugesti atau swasaran
Otosugesti adalah suatu proses di mana segala macam saran pendoronbg dimasukkan ke dalam pikiran melalu panca indra. Otosugesti menghubungkan alam pikiran dari yang halus kesadarannya dengan bagian tempat timbulnya pikiran yang belum disadari.

Tiga Hal yang Penting untuk Membentuk Pikiran Positif
Ada tiga hal yang memberi pengaruh menentukan dalam meningkatkan kualitas pikiran kita :
1. Mutu bacaan kita
Seperti buku-buku yang mencerdaskan yakni buku ilmu pengetahuan, buku-buku yang menghaluskan perasaan, buku-buku yang mendorong kehendak untuk berani bertindak, buku-buku tentang agama.
2. Mutu denagn siapa kita bergaul
Pikiran kita adalah sebuah sistem yang sangat mengagumkan. Jika pikiran kita bekerja dengan benar, ia dapat membawa kita bekerja denagn benar, ia dapat membawa kita menuju keberhasilan yang luar biasa. Akan tetapi pikiran yang sama yang beroperasi dengan cara yang berbeda dapat mengakibatkan kegagalan total.
Besar-kecilnya pikiran kita, tujuan dan kepribadian sesungguhnya di bentuk oleh lingkungan kita. Karena itu, disamping bergaul dengan ide-ide besar yang kita peroleh dalam buku, bergaullah denagn orang-orang yang berwatak baik.
3. Cara kita memelihara pikiran-pikiran positif
Produksi dalam pabrik pikiran kita di bawah pengawasan dua mandor. Satu kita sebut tuan kemenangan, dan yang satunya lagi tuan kekalahan. Tuan kemenangan bertanggung jawab menghasilkan pikiran-pikiran yang positif. Dengan segala alas an-alasannya, mengapa anda dapat, mengapa anda berhasil melakukan sesuatu dan lain-lain. Tuan kekalahan menghasilkan pikiran-pikiran yang negative juga dengan alasa-alasannya, menagpa kita tidak dapat, mengapa kita lemah dan sebagainya. Spesialisasinya adalah rangkaian pikiran, mengapa anda gagal. Masukkan dalam diri anda pikiran-pikiran yang memperbesar ketabahan, semangat, ketegasan, keberanian. Usahakanlah selalu agar anda memperkuat batin dan menambah kecakapan pribadi anda. Timbulkan dan peliharalah pikiran-pikiran yang memperkuat percaya diri anda. Semua pikiran positif adalah fondasi yang kokoh bagi bangunan rumah sukses modal dengkul.

Punya Perencanaan Bisnis yang Baik

Menurut pengamatan penulis hampir semua wirausahawan sukses bisnis modal dengkul mempunyai tiga ciri : pertama punya integritas diri, kedua punya perencanaan bisnis, ketiga mau bekerja keras. Integritas berakibat timbulnya kepercayaan dari pihak lain dan ini modal yang tidak ternilai. Perencanaan memberi arah kemana bisnis akan melangkah. Bekerja keras itulah modal terbesar dari sukses bisnis modal dengkul.

Visi dan Misi
Menurut Jansen H. Sinamo dalam artikelnya Menciptakan Visi Motivatif secara ringkas visi adalah apoa yang kita dambakan dalam hal ini secara organisasional tentunya untuk kita miliki atau peroleh di masa depan. Sedangkan misi adalah dambaan tentang kita ini ingin menjadi apa di masa depan.
Menurut Jansen H. Sinamo ada enam sebab mengapa visi dan misi tidak terwujud :
Pertama, kerancuan pengertian visi dan misi; Kedua, visi dan misi tidak betul-betul di dambakan, secara intrinsic ternyata kita tidak sungguh-sungguh mendambakan tercapainya visi dan misi itu sendiri. Visi dan misi kita sering hanya sekedar cita-cita anak kecil tanpa sungguh-sungguh mau memiliki dan mencapainya; Ketiga, visi dan misi kita tidak mewakili penderitaandan harapan kita; Keempat, visi dan misi tidak di yakini dapat dicapai, banyak rumusan visi dan misi tidak dianggap sebagai hal yang realistis dapat dicapai.Visi dan misi kemudian hanya dianggap rumusan kata-kata indah yang mendatangkan sinisme di kalangan karyawan; Kelima, visi dan misi kita tidak fleksibel,Visi dan misi haruslah dinamik tanpa kehilangan esensi ideal dan transidentalnya, maka perumusannya pun harus up to date dalam menggambarkan visi dan misi itu sendiri; Keenam, visi dan misi kita tidak didukung oleh strategi bisnis dan sistem manajemen yang tepat, perilaku manusia dalam organisasi sangat dipengaruhi oleh sistem-sistem yang di pakai dalam organisasi tersebut.

Bekerja keras

Sukses adalah hasil dari integritas diri, perencanaan, dan kerja keras. Jika anda mempunyai ketiga itu anda akan berhasil. Jika tidak anda akan gagal, meskipun anda memimpikan dan menginginkannya. Sukses yang tahan lama lebih sering dicapai karena kerja keras dari pada hasil enerji atau prestasi jenius yang cemerlang. Siapa yang mudah putus asa dan mau dirintangi oleh kesukaran-kesukaran kecil, akan tertinggal di belakang, dimana mereka lenyap atau harus hidup atas bantuan orang lain. Akan tetapi mereka tidak mau didorong dan didesak kebelakang, yang maju terus, tidak pernah putus asa, selalu mengejar keterbelakangannya dan tidak mau berhenti sebelum merebut kembali daerah yang lepas dari tangannya, hidup makin lama makin sejahtera dan berbahagia. Manusia biasa menetapkan tekad untuk bekerja keras pada setiap saat dalam hidupnya, dan sekali-kali tidak boleh mengkhianati tekadnya itu.

Makoto atau Kesungguh-sungguhan
Dalam majalah manajemen no.13 tahun III 1982. Artikel yang ditulis Sayidiman Suryohadiprojo itu berjudul : Sikap Kesungguh-sungguhan, Salah Satu Sumber Sukses Jepang, atau dalam bahasa jepangnya “makoto”.
Kesungguh-sungguhan seperti apa yang menjadi modal utama untuk mencapai sukses bangsa Jepang dalam berbagai bidang sekarang ini. Menurut Sayidiman Suryohadiprojo, rakyat jepang sejak dahulu kala mempunyai satu sikap hidup yang dinamakan makoto atau dapat diterjemahkan menjadi Kesungguh-sungguhan. Yang dimaksud dengan sikap makoto adalah sikap yang menjunjung tinggi kemurnian dalam batin dan motivasi, dan menolak adanya tujuan yang semata-mata hanya berguna bagi diri sendiri. Dalam sikap itu yang dipentingkan bukan sasaran, melainkan cara bertindak seseorang untuk mencapai sasaran itu, yaitu apakah dilakukan dengan penuh kejujuran dan kesungguh-sumgguhan.
Meskipun makoto atau kesungguh-sungguhan ini nampaknya kurang memntingkan sukses dalam kehidupan, namun dalam kenyataan, sikap itu justru mendatangkan kesuksesan bagi bangsa Jepang.
Di samping itu, penulis yang beragama islam tentu banyak memperoleh inspirasi dari Al-Qur’an umpamanya : QS. Al-Qashash (28) : 77 :
“Carilah pada apa yang dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat; dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Janganlah kamu membuat kerusakan di bumi.

Tumbuh Dari Bawah

Sebuah bisnis yang stabil tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi harus melalui tahapan demi tahapan. Bisnis yang baik tidak pernah tiba-tiba menjadi besar, jika itu terjadi biasanya fondasinya mudah keropos, tentu mudah roboh. Sering kita melihat seorang wirausaha memulai usaha dengan baik, tampak-tampaknya akan berkembang namun tiba-tiba usahanya macet karena ia tidak sabar melewati tahapan demi tahapan.
Ada sebauh cerita tentang petualangan Robinson Crusoe yang sangat tepat untuk menggambarkan perjuangan seorang sukses bisnis modal dengkul. Cerita ini ditulis oleh DR. Sri Edi Swasono dalam artikel di Majalah Pustaka, No.8 Tahun II September 1978 berjudul : Kasus Manusia Indonesia di Dalam Proses Pembangunan. Cerita ini juga yang memotivasi penulis untuk bakarja keras untuk mewujudkan hidup yang lebih baik.

Apa yang di lakukan pelopor kewirausahaan Robinson Crusoe ini mari kita simak :
1. Apa yang dilakukannya pada hari keempat sampai hari keenam, yaitu menyisihkan sebagian pendapatannya untuk ditabung, denagn pengertian bahwa ia yang lapar itu, toh berani lebih lapar lagi demi membuat jala, iniyang disebut “austerity”
2. Yang perlu diperhatikan adalah tingkah laku Robinson Crusoe tahap berikutnya. Pada hari kedelapan sampai hari kesepuluh, seluruh pendapatannya dimakan semua, tidak ada satu ikan pun yang disisihkannya, ini adalah gejala wajar sampai batas-batas tertentu, karena itulah sifat manusia.Yaitu sehabis menderita dan mendapat cobaan keras, muncullah sifat berlebihan semacam itu. Tetapi hal ini tidak berarti harus dibiarkan berkembang tanpa pengendalian dan pengawasan.
3. Tahap berikutnya yang perlu disoroti adalah pola hidup Robinson Crusoe pada hari-hari keempatbelas dan kelimabelas. Pada hari sebelumnya, yaitu pada hari-hari keempat, kelima, dan keenam, untuk membuat satu jala ia perlu 3 ekor ikan, namun tahap ini 12 ekor ikan hanya digunakan untuk 2 hari dan meghasilkan 2 jala, sehari ia menghabiskan 6 ekor ikan, ini adalah pola hidup barunya. Kebiasaan yang ada sebelum hari keempatbelas sejak ia dalam tahap kemaruk, ia telah membentuk pola hidup baru itu. Aspirasi hidp Robinson Crusoe berubah, dan perubahan itu disebabkan penghasilan yang meningkat. Namun perlu dijaga meningkatnya penghasilan itu jangan sampai meningkatnya aspirasi yang melebihi kemampuan ekonomi untuk mendukungnya.
4. Kepeloporan Robinson Crusoe didalam kewirausahaan nyata pada hari keenambelas dan selanjutnya. Dimana ia menyelesaikan dua jala ayng baru dan dapat lebih banyak lagi, bahkan sanggup malepas pantai menuju dunia baru. Ini adalah proses lepas landas dalm proses kewirausahaan.

Makin mampu kita menghayati arti “austerity” makin cepat bisnis kita tumbuh. Mkin berani atau makin banyak kita mengorbankan konsumsi, dan sebagian besar kita gunakan untuk investasi, berarti makin cepat pertumbuhan usaha kita.
Sebenarnya semua orang tahu, tetapi tidak semua orang mau melakukan. Karena bisnis modal dengkul biasanya tidak ada pemisahan antara uang pribadi dan uang untuk usaha, maka yang harus dilakukan dalah menata ekonomi basic, yaitu ekonomi rumah tangga. Sudah banyak sebuah bisnsi menjadi gagal, karena pengeluaran untuk kebutuhan pribadi atau disebut konsumsi tidak terkontrol. Besar pengeluaran dari pada penghasilan. Anjuran yang paling bijak adalah menabung.

Konsentrasi Pada Bisnis yang Dikuasai

Wirausaha yang berhasil biasanya bergerak di bisnis yang benar-benar dikuasainya. Bidang yang dikuasainya itu biasa karena pengalaman yang terus menerus dan cukup lama, bisa karena pendidikan, bisa berasal dari sekedar hobi, dan lain sebagainya.
Mengelola bisnis apa pun harus dengan kesungguh-sungguhan, ditekuni, mengelola bisnis yang tampaknya gampang pun sebenarnya memerlukan konsentrasi, dan keterlibatan segenap potensi jiwa : cipta, rasa, karsa, tanpa hal itu tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Menata Ekonomi Basis
Kita semua tahu hampir semua bisnis di kaki lima tidak ada pemisahan antara uang pribadi dengan uang perusahaan, karena itu godaan-godaan yang merangsang (snob appeal) yakni godaan kemudah-kemudahan yang ditawarkan oleh gaya hidup yang serba cepat atau konsumerisme yang menyerbu rumah tangga atau keluarga, apabila tidak dapat dilawan akan menghancurkan struktur perekonomian keluarga tersebut.
Menurut Alfons Sitorus dalam Majalah Manajemen No.30 tahun VI 1985, yang menjadi masalh dalam pengendalian ekonomi basis adalah bagaimana keluarga itu harus mempertahankan keseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan yang wajar. Untuk itu pengeluaran keluarga memang harus diatur, uang yang dihasilkan memang harus dikendalikan, jika tidak uang itu lah yang justru akan mengendalikan keluarga, artinya motivasi dan perilakunya ditentukan oleh uang.
Dalam pengaturan ekonomi keluarga, tidaklah penting apakah jumlah uang yang dihasilkan sedikit atau banyak. Yang penting adalah bagaimana uang yang ada dianggarkan secara benar. Diperlukan manajemen keuangan dalam keluarga. Jika pesoalan dasar, yakni pengendalian pengeluaran belum diatur dengan benar, maka bertambahnya pendapatan tidak bermakna apa-apa.
Menurut George S. Clason ada tujuh cara untuk membangun peruntungan, menggemukkan pundit-pundi emas untuk menjadi kaya-raya :
1. Mulailah dengan memanfaatkan sumber kekayaan yang telah dibangun. Simpanlah sepersepluh dari seluruh pendapatan.
2. Anggarkan pengeluaran-pengeluaran kalian sehingga kalian dapat memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan, dan untuh memenuhi keinginan yang bernilai, tanpa membelanjakan lebih dari sembilan persepuluh pendapatan kalian.
3. Buatlah setiap keeping uangmu bekerja menghasilkan uang lagi, seperti hewan ternak di padang serta memberimu pendapatan, yakni aliran kekayaan yang akan terus mengisi pundi-pundi kalian.
4. Jagalah harta kalian dari kerugian, dengan hanya menanamkan modal di mana modal pokoknya terjamin aman, dapat ditarik kembali jika diinginkan dan terjamin bunga yang adil. Mintalah nasehat dari orang-orang yang berpengalaman dalam memutar uang secara menguntungkan.
5. Milikilah rumah sendiri, banyak berkah yang didapat jika memiliki rumah sendiri dan ini akan mengurangi biaya hidupnya, dan membuat lebih banyak pendapatan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan.
6. Sejak jauh-jauh hari, sediakan kebutuhan-kebutuhan masa tua serta perlindungan bagi keluarga kalian.
7. Belajarlah agar lebih bijaksana, menjadi lebih terampil, dan bertindak sedemikian rupa agar kehormatan terjaga.

Demikianlah topik bab konsentrasi pada bisnis yang dikuasai ini. Menjadi kewajiban wirausaha untuk terus menerus melibatkan pikiran dan hatinya,terutama menumbuhkan rasa bisnis yaitu kepekaan pada usaha yang digelutinya, karena setiap bisnis mempunyai kekhususannya sendiri-sendiri. Setelah bisnis berjalan yang paling penting adalah menata ekonomi basis, setelah tertata lalu bagaimana mengelola keuangan agar berkembang dengan baik.

Modal Uang Hanya Pelengkap

Dalam berbisnis modal uang bukanlah segalanya. Integritas, kerja keras, pengetahuan tentang pasar, penguasaan tentang teknologi, keahlian dan seterusnya adalah modal yang sama pentingnya dengan modal uang. Kalau kita berwatak saudagar; artinya manusia dengan seribu akal, kita memulai bisnis tanpa modal uang sepeser pun tetap bisa. Pertama kita mulai dengan menjadi pedagang perantara (makelar) lebih dulu. Kedua kita minta konsumen membayar dimuka sebelum transaksi. Ketiga dengan system bagi hasil, kita punya ketrampilan orang lain punya modal.
Purdi E. Chandra mengatakan, kalau kita tidak punya modal kuncinya adalah “BODOL”, itu singkatan dari : Berani, Optimis, Duit, Orang lain.
Adakalanya kita salah menganalisis, kita menganggap bahwa yang sangat kita butuhkan adalah modal uang, dengan demikian diperlukan dana pinjaman baik dari bank ataupun dari perorangan. Padahal yang sesungguhnya dibutuhkan adalah ketrampilan manajemen. Sebagian orang jarang sadar begitu kita mendapat pinjaman dana dari bank berarti kita harus lebih bekerja keras, karena kita harus membayar “karyawan yang tidak kelihatan” yaitu bunga bank.

Contoh kasus : Pasar buku Shopping Center (SC) Yogyakarta, akhir tahun ’80-an
Berdagang buku di SC sangat mudah, asal punya kios, modal datang sendiri. Banyak distributor yang datang sendiri menawari hutang dengan jatuh tempo sampai dua bulan. Pada waktu itu walaupun banyak penerbit muncul dan banyak buku-buku diterbitkan, namun struktur pasar buku masih pasar penjual yaitu suatu keadaan pasar di mana permintaan lebih besar dari pada penawaran sehingga buku-buku asil kredit dari distributor biasanya belum satu bulan sudah habis terjual. Penulis sebenarnya yakin yang diperlukan pedagang buku bukanlah modal uang pinjaman dari bank, namun semacam pengetahuan tentang menata ekonomi basis.
Sementara itu, pengambilan keuntungan yang sangat tipis membuat pedagang sulit berkembang. Sebaliknya perkembangan dunia perbukuan demikian cepatnya, sehingga pedagang tertatih-tatih mengikutinya. Inilah yang menyebabakan mundurnya pasar buku SC. Faktor-faktor lain seperti ukuran kios yang kecil sehingga pedagang sulit untuk memprioritaskan buku-buku yang akan dipajang. Penerbit, distributor dan konsumen telah memperoleh keuntungan, namun pedagang buku sebagai pengecertidak dapat menggunakan sumber-sumber pendapatan yang tersedia bagi dirinya karena persaingan antar teman. Masalah seperti ini menurut penulis selama struktur social tidak ada perubahan, tambahan modal dari bank justru akan memberatkan.
Demikianlah sebuah contoh kasus bahwa modal uang khususnya pinjaman dari bank bukanlah segala-galanya. Kalau kita jeli, justru menggunakan hutang dagang adalah pilihan yang paling baik.

Menemukan Triggers Tugas Yang Paling Penting Bagi Wirausaha

Menurut Geoffrey G. Meredith para wirausaha adalah orang yang mempunyai kemamapuan melihat dan menilai peluan-peluang bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya, dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses. Namun memaksimalkan peluang adalah definisi yang tepat untuk tgas kewiraushaan. Dengan tugas itu menurut Petter F. Drucker berarti yang paling penting dalam perusahaan adalah keefektifan bukannya efesiensi. Pertanyaan yang relevan bukannya bagaimana melakukan sesuatu dengan cara yang benar, melainkan mencari segala sesuatu yang benar untuk dilakukan dan memusatkan segala sumber daya da upaya padanya.
Seorang wirausaha sebaiknya melakukan sesuatu dengan efesien, yaitu melakukan sesuatu dengan cara yang benar yakni menjalankan usahanya menurut praktek-praktek bisnis sesuai prosedur yang paling baik seperti : kebijakan penjualan yang tepat, teknik-teknik produksi yang murah. Namun hal itu belum menjamin keberhasilannya, bisa saja ia gagal jika hasil produksinya tidak diterima konsumen. Tetapi jika ia bertindak efektif, yaitu mencari segala sesuatu yang benar untuk bisa dilakukan, maka ia pasti akan selamat karena produk yang ia buat adalah sesuatu yang dibutuhkan atau diminta konsumen.

Menciptakan Ledakan Permintaan
Tugas seorang wirausaha yang paling penting adalah menciptakan permintaan. Seorang wirausaha dianggap berhasil, jika produk yang diciptakannya berhasil meledak dipasar. Jika ternyata permintaan yang diciptakannya biasa-biasa saja, berarti ia kurang berhasil. Dengan tekun dan seksama, seorag wirausaha harus mencari trigger (pelatuk) yang diharapkan kelak mampu meledakkan permintaan.

Namun perlu diingat, Trigger suatu permintaan bukanlah pekerjaan sederhana. Menurut Anis Gunawan, ada 3 cara yang bisa ditempuh yaitu :
1. Penguasaan atas informasi pemasaran
Penguasaan atas informasi pemasara sangat membantu. Bisa lewat iklan radio,Koran, dan sebagainya.
2. Brand positioning yang tepat
Topik lesu darah mampu menerobos dan menarik para konsumen. Untuk mengetahui apakah itu benar-benar trigger atau bukan dibutuhkan informasi pasar sebagai alat pembantu.
3. Pemantauan jaringan distribusi
Hal ini sangat penting untuk mengetahui nasib produk yang kita edarkan. Disini yang perlu diperhatikan adalah potensi setiap penyalur besar atau grosir. Harus diketahui mana-mana grosir yang kuat dan yang berpengaruh dan mana yang tidak, sehigga permintaan yang meledak karena trigger bisa terus berkembang karena tersedia secara luas di pasar

Pengarang : MAS’AUD CHASAN
PENERBIT : PUSTAKA PELAJAR

Rich Dad Poor Dad for Teens Rahasia Tentang Uang-yang Tidak Kau Pelajari di Sekolah

Posted in enterpreneur on December 29, 2011 by shelmi

Ayah Kaya Ayah Miskin
Buku ini mencakup beberapa hal sangat penting yang saya pelajari saat tumbuh dewasa. Ayah saya mengajarkan untuk memperoleh pendidikan lewat sekolah (ialah yang saya sebut sebagai ayah miskin saya). Ayah sahabat saya Mike memberi saya pekerjaan dan mengajarkan saya suatu pendidikan lain, yang saya pelajari dalam dunia nyata (ialah yang saya sebut sebagai ayah kaya saya).
Saya belajar banyak dari keduanya dan masing-masing memberikan pndangan yang sangat berbeda tentang uang. Yang satu sangat peduli dengan uang (ayah Mike), dan yang satunya lagi sama sekali tidak terlalu peduli dengan uang (ayah saya). Yang satu merasa khawatir karena tidak pernah memiliki cukup uang (ayah saya). Yang lain berpikir tentang uang dan cara untuk menguasainya(ayah Mike).
Ayah saya berpendidikan sangat tinggi, walaupun begitu ia selalu berkata bahwa ia tidak akan pernah menjadi kaya. Uang tidak penting baginya. Hidupnya hanya diabdikan untuk mengajar. Ia adalah seorang pimpinan yayasan pendidikan. Sedangkan ayah kaya saya (ayah Mike) bekerja di perkebunan gula di kota. Ia tidak memiliki pendidikan yang begitu tinggi. Tetapi ia selalu mencari peluang bisnis.berkata bahwa uang adalah kekuatan. Ia juga salalu berkata pada saya, “kalau kau iangin melakukan sesuatu-dan menurutmu kau bisa-kesempatannya adalah , kau akan bisa melakukannya”. Ia selalu berpikir bahwa ia akan menjadi kaya-dan ia benar-benar manjadi kaya. Saya memerlukan kedua ayah saya. Mereka mengajarkan ada banyak cara menjadi kaya. Pendidikan adalah salah satu cara menjadi kaya. Kemakmuran finansial adalah cara lain menjadi kaya.

Melek Finansial
Melek Finansial,biasanya yang mereka maksud hanyalah tau cara membaca dengan baik. Sebenarnya, melek berarti berarti menguasai sesuatu. Ada banyak cara menguasai sesuatu. “menguasai”uang tidak selalu datang dengan mudah. Harus dipelajari dan dipraktikkan. Mungkin di seklah kau belajar ekonomi atau belajar menyeimbangkan neraca,tetapi itu lebih merupakan pelajaran finansial sebagai bagian dari kurikulum. Banyak yang di ajarkan hanya sebuah “teori” dan bukannya kosa kata sebenarnya untuk menghadapi dunia nyata. Sekolah lebih sering mempelajari dari pada mempraktikkan.
Melek finansial membuatmu tidak takut akan masalah-masalah keuangan dan melihat nilai uang yang sebenarnya. Kemakmuran yang sebenarnya mempunyai makna yang lebih mendalam dan tidak hanya di ukur dengan uang. Sukses dalam hidup lebih dari sukses secara finansial.

Kecerdasan Finansial:
Sebuah Cara Belajar Baru
Setiap anak memiliki kecerdasan tertentu. Walaupun saya tidak selalu bagus di sekplah, saya tidak bodoh. Saya hanya belajar dengan cara yang berbeda dari yang diharapkan oleh guru saya.
Kita semua belajar dengan cara yang berbeda. Triknya adalah mencari cara belajar terbaik bagimu. Saat kau melakukannya,kau akan menemukan kejeniusan pribadimu.
Orang jenius adalah orang yang hebat dalam suatu hal. Namun orang jenius tidak harus bagus dalam semua hal. Nyatanya, seorang jenius biasanya memilik kemampuan khusus dalam suatu bidang dan hanya rata-rata di bidang lain.
Seorang Albert Einstein, yang mencetuskan teori relativitas (E=mc2) tidak pernah mendapat nilai bagus di sekolah. Ia tidak bagus dalam mengingat, tetapi tumbuh menjadi satu tokoh bidang matematika terbesar sepanjang masa. Otaknya lebih terfokus pada gagasan daripada fakta. Fakta dapat ditemukan di buku, sehinggga ia tidak merasa perlu menyimpannya dalam fikiran. Ia iangin agar otaknya bisa berfikir secara kreatif.
Keberhasilan kita di sekolah diukur dengan cara yang sangat sedikit berkaitan dengan kecerdasan kita yang sebenarnya atau kesuksesan yang mungkian akan kita peroleh. Keberhasilan di sekolah biasanya hanya merupakan ukuran kemampuan mengerjakan sebuah tes! Itu bukanlah ukuran yang sebenarnyaatas jecerdasan yang kau miliki sejak lahir.
Beberapa metode cara belajar yang berhubungan dengan kecerdasan kita yaitu :
 Kecerdasan verbal-linguistik
Kalau kau selalu membawa buku di dalam tas ranselmu. Jenis kecerasan ini berhubungan dengan membaca,menulis, dan bahasa. Ini juga disebut “kecerdasan kata”.
 Kecerdasan numerik
Kalau kau satu dari orang-orang yang memecahakn soal matematika dalam benakmu. Kecerdasan ini ditemukan pada orang-orang yang dengan mudah menangkap data dan angaka. Mereka juga biasanya merupakan pemikir yang rasional dan tenang.
 Kecerdasan ruang
Kalau danganmencoret-coret kau bisa lebih mendengarkan pelajaran di kelas, atau kau selalu melihat benda-benda yang ingin terfoto. Kecerdasan ini terbiasa melihat pola, desain, dan ruang—ini ditemukan pada banyak seniman,arsitek dan koreografer yang bisa memvisualisasikan objek atau kejadian dua atau tiga dimensi menjadi nyata.
 Kecerdasan musikal
Bila kau termasuk orang yang suka mengetukkan pensil atau jarimu. Jenis necerdasan ini bisanya berhubungan dengan suara, ritme, dan rima.
 Kecerdasan fisik
Kalau kau suka pelajaran olahraga di sekolah, tubuh dan staminamu kuat, atau kalau kamarmu tampak seperti toko peralatan olahraga, berarti kau cerdas secara fisik—dengan kesadaran kau menggunakan tubuhmu dangan baik, seperti banyak tlet dan penari.
 Kecerdasan interpersonal
Ini adalah orang-orang yang sangat mudah membina suatu persahabatan. Kecerdasan ini mengtuca pada caea seseorang bergaul dengan orang orang lain. Disebut juga cerdas mengenai orang lain.
 Kecerdasan intrapersonal
Ini adalah “cerdas mengenai diri sendiri”, atau sadar diri. Ini juga disebut necerdasan emosional, karena berhubungan dengan ceramu mengatasi emosi, misalnya rasa takut dan marah.
 Kecerdasan natural
Kecerdasan ini mendefinisikan kepekaan seseorang terhadap dunia sekitarnya. Kalau kau menikmati berada di alam setiap akhir pekan atau terlibat dalam komunitas yang mengurusi masalah lingkuangan.
 Visi
Ini adalah yang kecerdasan yang menentukan apakah seseorang akan menjadi pemmpin atau pengikut. Pemimpin-pemimpin besar dapat melihat situasi yang akan terjadi dan mengambil tindkan tepat untuk menanggapinya.

Gaya belajar dan kecedasan pribadimu adalah langkh awal untuk mendapatkan lepercayanna diri—kepercayaan diri yang memungkinkanmu melihat dan mengejar kesempatan-kesempatan, danmengambil resiko.
Cara terbaik mendapatkan apa yang kau inginkan adalah percaya bahwa kau dapat memperolehnya. Pikiran memiliki kekuatan. Kau bisa membuat sesuatu terjadi bila kau memusatkan perhatianmu pada hal itu. Percayalah bahwa kau bisa.

Rahasia Uang Ayah Kaya :
Aturan-aturan Baru untuk Menghasilkan Uang
Berikut satu “aturan” yang mungkin sudah pernah kau dengar : Kalau kau belajar dengan tekun dan mendapat nilai baik di sekolah, kau bisa masuk universitas yang bagus, belajar di jurusan yng bagus, lulus, mendaptkan pekerjaan yang bagus, menghasilkan banyak uang, dan memperoleh hidup yang sukses.
Itu adalah aturan lama. Sekarang saya berpendapat bahwa memiliki pekerjaan buknlah satu-satunya cara memperoleh uang—terutama kalau kau ingin memperoleh banyak uang. Bekerja tentu saja memberimu nafkah, tetepi bekerja dengan gaji bukanlah jalan yang paling efektif. Kau bekerja intuk mendapatkan uang dan bekerja lebih keras untuk mendapatkan lebih banyak uang dan akhirnya mati kelelahan.

Orang Kaya Berfikir Secara Beda
Ayah saya adalah orang dengan jabatan yang cukup tinggi di bidang pendidikan di negara bagian Hawaii. Walawpun sangat dihargai, ayah saya tidak menghasilkan banyak uang—setidaknya tidak sebanyak ayah anak-anak lain,yang mengendarai mobil-mobil bagusdan memiliki rumah pantai.
Bersekolah dengan anak-anak kaya membuat saya melihat bahwa mereka memiliki cara pandang berbeda mengenai uang. Ayanah saya selalu khawati memikirkan cara memenuhi kebutuhan dan masa depan. Orang tua teman-teman saya sepertinya sangat yakin akan masa depan. Mereka belajar memiliki sikap percaya diri mengenai uang. Di keluarga saya uang adlah topik yang tabu untuk dibicarakan.
Ayah Mike dan ayah saya sangatlah berbeda. Kata ayah saya, “Cinta akan uang adalah akar semua kejahatan”. Kata ayah Mike, “Kekurangan uang adalah akar semus kejahatan”.

Apa yang kau fikirkan adalah apa yang kau dapatkan
Pandangan kedua ayah saya mengenai uang yang sangat berbeda mengajar saya bahwa “apa yang kau fikirkan adalah apa yang kau dapatkan”.
Apa yang dikatakan ayah kya dan ayah miskin saya mengenai uang :
Ayah Miskin : “Belajarlah dengan tekun supaya kau bis amenemukan perusahaan yang bagus”.
Ayah kaya : “Belajarlah dengan tekun supaya kau bisa menemukan perusahaan bagus dan membelinya”.
Ayah Miskin :“Alasanku tidak menjadi kaya adalah aku punya kalian, anak-anak”.

Ayah Kaya : “Alasanku menjadi kaya adalah aku punya kalian, anak-anak.”
Ayah Miskin : “Kalau sudah berurusan dengan uang jangan smbil resiko.”
Ayah Kaya : “Belajarlah untuk mengelola resiko.”
Ayah Miskin : “Bekerjalah untuk mendapatkan bayaran.”
Ayah Kaya : “Jadilah mandiri secara finansial..”
Ayah Miskin : “Tabung.”
Ayah Kaya : “Investasikan.”
Ayah Miskin : “Tulislah daftar riwayat hidup yang bagus untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus.”
Ayah Kaya : “Tulislah rencana finansial dan bisnis yang kuat untuk menciptakan perusahaan yang bagus.”

Rahasia Uang Ayah kaya :
Bekerjalah Untuk Belajar Bukan Untuk Memperoleh
Hidup adalah guru terbaik. Dalam sebagian besar waktu, hidup tidak berbicara padamu. Hidup hanyalah tekanan-tekanan disekelilingmu. Setiap tekanan adalah hidup yang berkata, “Bangun dan belajarlah.”
Hal itu membuat say berfikir tentang apa yang sudah saya pelajari. Sejak mulai bekerja yang say fikirkan hanylah uang. Saya berfikir tentang betapa sedikitnya saya memperoleh uang untuk setiap hri kerja keras. Sata tidak ingin uang memiliki kontrol atas diri saya, tetapi sebaliknya, saya ingin menjadi “Bos atas Uang”.
Ayah kaya berkata ketika hidup menekan dan dan mempermainkan saya, saya harus membalas dan saya telah belajar untuk balik menekan. Tidak selalu, walaupun ayah kaya mengajari saya untuk “balik menekan”, ia juga mengajarisaya untuk tidak membirkan emosi–terlebih rasa takut—membuat keputusan bagi saya. Bekerjalah untuk belajar dan biarkan uangmu bekerja untukmu. Ayah kaya ingin saya menemukan kekuatan untuk menghasilkan uang daripada bekerja untuk uang.

Rahasia Uang Ayah Kaya :
“Uangku Bekerja Untukku”
Waktu saya masih anak-anak, saya dan sahabat saya Mike bekerja di toko ayah Mike yang tidak lain adalah ayah kaya saya. Karena ia akan mengajari kami bagaimana menjadi kaya. Tetapi entah bagaimana kami harus percaya bahwa membersihkan dan menata kaleng akan mengajari kami sesuatu karena kami tidak memperoleh uang sepeserpun untuk waktu kami yang terpakai. Ayah kaya hanya menguji kami untuk menunggu sesuatu yang lebih besar.
Ayah kaya berkata, “Teruskan Nak,tetapi semakin cepat kau lipa bahwa membutuhkan bayaran,semakin mudah hidupmu saat kau dewasa nanti. Tetaplah gunakan otakmu, bekerjalah dengan bebas, dan fikiranmu akan segera menunjukkan cara-cara menghasilkan uang jauh lebih banyak daripada yang bisa aku bayar. Kau akan melihat hal-hal yang tidak pernah dilihat orang lain. Peluang ada tepat di depan hidung merewka tetapi mereka tidak pernah melihat peluang itu karena mereka mencari uang dan keamanan, maka hanya itulah yng mereka dapatkan. Saat kau melihat satu peluang, kau akanmulai melihat banyak peluang selama sisa hidupmu.”
Melihat apa yang tidak pernah dilihat orang lain…kedengarannya keren. Segera setelah itu, saya dan Mike mendapat peluang melihat sesuatu yang dilewatkan orang lain. Kami mampu menciptakan peluang bisnis kami yang pertama.

Perputaran Komik
Suatu hari, beberapa minggu kemudian, saya meeperhatikan Bu Martin menggunting setengah halaman depan sebuah buku komik dan melemparkan sisanya ke sebuah kotak karton besar. Ia memberitahu saya bahwa ia akan memberi laporan tentang buku komik yang tidak terjual. Distributor hanya perlu melihat bagian dari halaman depan yang ia kembalikan itu. Sisqanya tidak diperlukan olehnya dan distributor. Namun ini bisa menjadi tambang emas untuk saya dan Mike.

Sebuah Peluang Bisnis yang Pasti
Inilah yang kami bayangkan : sebuah komik seharga sepuluh sen waktu itu. Kabanyakan anak mampu membaca lima sampai enam komik sekali duduk. Itu berarti enam puluh sen kalau mereka membelinya. Namun, kalau mereka datang kesebuah tempat yang memungkinkan mereka hanya membaca tanpa perlu membelinya, dan kalau kami mengenakan biaya masuk pada mereka, mereka akan segera menyebarkannya—dan begitu pula kami.
Saya membersihkan ruang tidak terpakai di basement dan disitu kami membuka perpustakaan komik dan ruang baca kami. Kami mengenakan tarif sepuluh sen untuk setiap anak yang ingin datang dan membaca komik selama dua jam.
Baguan terbaik dari bisnis buku komik adalah kami menghasilkan uang walaupun kami tidak berada di sana. Kami memperkerjakan adik Mike sebagai penjaga perpustakaan. Pelaksanaannya sangat lancar—yang harus ia lakukan hanyalah menjaga sesuatunya tetp rapi dan menerima uang dari setiap orang yang datang. Bisnis ini pada praktiknya berjalan sendiri. Uang bekerja untuk kami

Rahasia Uang Ayah kaya:
Menghasilkan Uang

Jenis-jenis Pendapatan
Ada beberapa cara untuk menghasilkan uang. Pergi bekerja adalah salah satunya. Namun,ada cara lain untuk menghasilkan uang yang sebenarnya lebih efektif.
Tiga jenis dasar pendapatan :
 Pendapatan yang diperoleh. Adalah pendapatan yang diterima dari bekerja. Saat kau bekerja, kau akandiberi gaji—biasanya berupa uang yang kau terima setiap minggu atau satu bulan.
 Pendapatan Pasif. Pendapatan pasif diperoleh bahkan ketika kau tidak secara fisik melakukan pekerjaan.
Pendapatan pasif bisa datang dari bisnis yang kau atur dan dijalankan oleh orang lain. Pendapatan pasif juga berasal dari royalti—pemasukan dari menulis buku atau lagu dan lain-lain.
Orang kaya biasanya bagus dalam menghasilkan pendapatan pasif. Uang mereka bekerja sementara mereka bekerja dengan cara lain—mengatur fortofolio, memulai bisnis lain dan menikmati hidup.
 Pendapatan Fortofolio. Kalau kau memiliki uang yang diinvestasikan dalam aset kertas (saham, obligasi, atau reksa dana), artinya kau memiliki pendapatan fortofolio. Pda prinsipnya sma dengan pendapatan pasif. Uangmu bekerja bahkan saat kau sedang tidur.

Ayah kaya memberitahu kapada kami kalau kami iangin kaya, hanya ada hal yang perlu kami iangat : “Tau bedanya antara aset dan liabilitas”.
“Orang kaya memperoleh aset, orang miskin dan kelas menengah memperoleh liabilitas, tetapi mereka mengira bahwa itu adalah aset”.

Aset = Uang di dalam Kantongmu
Definisi pertama ayah kaya, aset adalah memasukkan uang ke dalam kantongmu. Aset seharusnya memberi pendapatan secara teratur.
Definisi tradisional aset adalah segala sesuatu yang kau miliki yang memiliki harga tertentu—yang bisa “berubah manjadi uang” kalau kau memerlukannya. Lihatlah ke sekeliling kamarmu, adakah sesuatu yang mungkin memiliki harga tertentu, misalkan TV, komputer, Hp, koleksi boneka, dan lain-lain.
Asetmu secara teknis juga mencakup rekening bank yang tercatat atas namamu, atau harga saham atau obligasi yang kau beli atau diberikan padamu. Dan tentu saja uang yang kau miliku dalam dompet.
Akan tetapi, ini dia jebakannya : sementara kau berfikir bahwa segala sesuatu yang mamiliki nilai di kamarmu adalah “aset” (karena kau bisa menjualnya untuk harga yang layak), semua itu bukanlah benar-benr aset sebelum dijual. Karena mereka tidak memasukkan uang di kantongmu sebelum dijual. (kemudian itu semua tidak lagi menjadi aset karena bukan milkmu lagi). Hal yang sama brlaku pada uang dalam dompetmu: dengan duduk dalam dompetmu, uang tidaklah secara diam-diam menjadi ganda dengan senirinya.
Dalam hal ini, ada tampat-tempat selain selain dompetmu yang memungkinkan uang “menggandakan dirinya”—ketika diinvestasikan pada aset yang memberimu pendapatan pasif dan portofolio. Apapun milikmu yang menghasilkan pendapatan pasif dan portofolio adalah aset.

Liabilitas = Uang Keluar dari Kantongmu
Liabilitas adalah kebalikan dari aset. Liabilitas mambuat uang keluar dri kantongmu. Banyak benda yang disebutkan sebelumnya—TV atau komputer dianggap “aset”—sebenarnya saat ini adalah liabilitas, karena untuk mendapatknnya kau harus mengeluarkan uang dari kantongmu. Dan banyak dari benda-benda itu, saat ditukar dengan uang tunai, akan memberikan lebih kecil uang daripada yang kau keluarkan saat membelinya.
Liabilitas juga mencakup semua pinjamanmu. Kalau orang tuamu menggadaikan rumah dan harus melakukan beberapa pembayaran, itu adlah liabilitas juga. Dan kalau kau membayar menggunakan kartu kredit, menciptakan utang, dan tentu saja pajak yang kau bayar, itu merupakan liabilitas juga.

Aset atau Liabilitas?
Ayah Miskin : “Rumah kita adalah investasi terbesar dan aset terbaik kita.”
Ayah Kaya : “Rumah ku adalah liabilitas, dan kalau rumahmu adalah investasi terbesarmu, kau ada dalam masalah.”

Aset dapat menipu. Sesuatu yang mungkin kelihatannya seperti aset dapat berubah menjadi liabilitas. Ini sebagai contoh :
Sepasang suami istri memustuskan untuk tinggal di apartemen yang ditempati salah satu dari mereka ketika belum menikah. Mereka memutuskan untuk menabung uang supaya suatu hari dapat membelirumah impian mereka. Mereka mulai membangun sebuah keluarga.
Pasangan itu memili dua pendapatan dan menghabiskan beberapa tahun mereka untuk bekerja keras. Pandapatan mereka terus bertambah dan pajak mereka juga meningkat. Kenyataannya, semakin besar penghasilan mereka, semakin besar pajak yang harus bayar. Pengeluaran mereka juga meningkat. Setiap kali salah satu dari mereka memperoleh kenaikan gaji,mereka merayakannya. Mereka membeli tv yang lebih besar, menukar mobil dengan keluaran terbaru dan mereka menabung sedikit uang.
Akhirnya mereka membeli rumah baru. Mereka merasa bangga dengan aset mereka. Walaupun begitu, mereka menyadari bahwa nereka harus membayar pajak properti yang sangat besar. Mereka juga membeli furnitur, kompor, lemaqri es, mesin pencuci piring, mesin pengering, AC, tagihan listrik mereka melonjak selama bulan-bulan musim panas. Dan setiap bulan mereka mereka membayar cicilan ke bank untuk pinjaman pembelian rumah.
Rumah mereka yang indah, yang mereka sebut aset, telah menjadi liabilitas. Alasannya karena rumah iu membuat uang keluar dari kantong mereka.
Jalan keluarnya adalah membeli asetyang menghasilkan pendapatan. Misalnya bangunan apartemen yang saya milikki dan sewakan mungkin membutuhkan uang untuk pemeliharaanya, tetapi memberikan pendapatan tetap juga.
Jadi, aset memasukkan uang ke dalam kantongmu. Liabilitas mengeluarkan uang dari kantongmu. Dan belilah aset yang menghasilakan pemasukan.

Rahasia Uang Ayah Kaya:
Semuanya Mengenai Arus Kas
“Kalau ingin kaya, kalian harus membaca dan mengerti angka”.
Laporan keungan menunjukkan antara apa yang kaumiliki dan apa yang kau pinjam/utang. Ini adalah sesuatu yang diandalakan para akuntan dan pelaku bisnis (baik yang kecil maupun yang besar) untuk melakukan pekarjaan dan menjaga bisnis mereka tetap berjalan dengan lancar. Laporan keuangan adalah potret kondisi keuanganmupada suatu saat.
Pola uang masuk dan keluar disebut juga dengan arus kas.
Laporan keuangan memberitahu posisi uang kita. Dan idelnya, kita menginginkan lebih banyak pendapatan daripada pengeluaran dan lebih banyak aset dari pada liabilitas.

Rahasia Uang Ayah Kaya:
Bermainlah untuk Belajar

Ayah Miskin: “Studilah untuk belajar.”
Ayah Kaya : “Bermainlah untuk belajar.”
Ayah kaya biasa berkata, “permainan adalah refleksi dari kehidupan nyata. Semakin banyak kau bermain, kau akan menjadi semakin kaya.” Konsep yang sangat bagus—hidup diwakili dangan papan permainan. Seperti bermain monopoli.

Bekerjalah untuk Belajar, Bukan Memperoleh
Ada banyak hal untuk menghasilkan uang. Ayah kaya memberitahu saya, “Kau bisa memperoleh apapun yang kau inginkan kalau kau mau menukarkan sesuatu yang berharga dengan hal yang kau inginkan.” Bagi saya itu berarti bahwa semakin banyak saya memberi, semakin banyak saya menerima balasannya. Dengan bekarja tanpa dibayar pada usia sembilan tahun itu saya belajar mengenai pertukaran ini. Saya menunjukkan pada Ayah Kaya bahwa saya bersedia bekerja dan sebagai balasnnya ia mengajari saya uang.
Untuk dapat menciptakan pertukaran yang adil, kau harus mempelajari seberapa berharga setiap pekerjaan bagimu. Kau harus mencari kesempatan, dan bukannya upah. Kalau kau berhenti di kantongmu setelah menerima upah, maka itu bukanlah pertukaran yang baik. Bekerja untuk mendapatkn upah berarti kau memberikan sejumlah waktumu dan biasanya memperoleh sejumlah uang yang setara (atau malah kurang) dengan harga waktumu tersebut. Bekerja untuk belajar beraeti bahwa kau biasanya mendapatkan kembali sesuatu yang jauh lebih besar daripada waktu yang telah kau berikan—sebagai tanbahan dari uang tunainya.

Mengelola Asetmu
Pendekatan Celengan
Tidak peduli berapapun usiamu, kau harus memiliki celengan—dan bukn hanya satu. Ayah Kaya menyarankan saya memiliki tiga celengan, masing-masing unuk tujuan tertentu.
Celengan # 1 = Beramal
Salah satu hal yang benar-benar hebat darimenjadi kaya adalah kemampuan menolong orang lain. Untuk itu perlu memiliki kemampuan memberi seperti halnya menerima. Menyumbangkan uang adalah salah satu cara membetulkan apa yang salah di dunia ini. Membeli barang untuk dirimu sendiri adalah hebat, tetapi memberikan uang kepada orang lain adalah perasaan terbaik di dunia.

Celengan # 2 = Tabungan
Celengan kedua saya adalah tabungan. Ayah Kaya merasa penting untuk memiliki uang cukup untuk menutupi pengeluaran selama satu tahun. Celengan ini mewakili keamanan. Sekalipun menyimpan uang di celengan ini penting, tidaklah penting menyimpan semua uang lebihmu di sutu. Berikut alasannya:
Kebanyakn rekening di bank meberikan bunga—yaitu persentase dari total rekeningmu—tiap bulan. Ini adalah cara untuk mendorongmu menyimpan uang di bank—sehingga bank dapat menggunakannya. Kelihatannya cukup menari melihat uang ditambahkandalam rekenikgmu tiap bulan bagaikan sihir. Namun, sebenarnya bunga itu biasanya tidak terlalu besar. Tempat yang akan kau lihat memberikan hasil nyata adalah asetmu.

Celengan # 3 = Investasi
Celengan saya yang ketiga adalah untuk investasi, yang mewakili resiko dan belajar, dan membeli dan membangun aset. Celengan yang ketiga inilah yang oleh Ayah Kaya harus menjadi fokus saya. Celengan kedua adalah yang kebanyakan orang fikir perlu menjadi fokus mereka. Namun, karena biasanya investasi menghasilkan lebih banyak uang daripada rekening tabungan, Ayah Kaya tau bahwa celengan ketiga layak mendapatkan perhatian lebih dalam rangka menciptakan kemakmuran.

Kesimpulan
Titik Awal untuk Meraih Kebebasan Finansialmu
Pada tahun 1990, sahabat saya, Mike, mengambil alih kerajaan ayahnya, dan nyatanya, melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada ayahnya. Ia sekarang melatih anaknya untuk mengambil alih posisinya, seperti yang dilakukan ayahnya. Karena berkeras bekerja untuk belajar(bukan untuk menghasilakan) mulai dari usia 9 tahun. Mike memperoleh kecerdasan finansial. Ia adalah yipe orang yang menciptakan keberuntungannya sendiri dan ia menciptakan uangnya sendiri.
Pensiun tidak berarti tidak bekerja. Kita dapat bekerja atau tidak sesuai pilihan kita, dan kemakmuran kita bertumbuh secara otomatis. Aset kita tumbuh dengan sendirinya.
Saat ini saya hanya memiliki satu nasehat terakhir untukmu: pilihlah teman dan mentormu dengan bijak. Hati-hati memilih orang yang nasehatnya akan kau ikuti. Kalau kau ingin pergi ke suatu tempat, yang paling baik adalah mencari seseorang yang sudah pergi ke sana.
Ayah Kaya memberanikan saya untuk selalu memiliki seorang pelatih atau mentor. Ia terus berkata bahwa para profesinal memiliki pelatih,amatir tidak.
Jadi pilihlah mentomu dengan bijaksana. Itu adalah salah satu hal penting bisa kau lakukan. Hal penting lainnyaaalah memilih teman-teman yang bijaksana.

Judul : Rahasia Tentang Uang_yang Tidak Kau Pelajari di Sekolah
Pengarang : Robert T. kiyosaki bersama Sharon L. lechter, C.P.A

KAYA DENGAN BISNIS KAKI LIMA

Posted in enterpreneur on December 28, 2011 by shelmi

 

Dewasa ini, dalam mencari suatu pekerjaan, kita dipaksa untuk lebih cerdik nelihat peluang usaha. Salah satunya membuka usaha kaki lima. Bila dijalankan dengan tekun akan menghasilkan penghasilan yang belipat ganda

Anggapan bahwa kaya berasal dari keturunan belum tentu benar. Banyak sosok pengusaha sukses berangkat dai kelurga yang sederhana.

Kesuksesan selalu berawal dari impian yang besar. Jangan pernah nejadikan takdir sebagai alasan kemiskinan.

 

Semua berawal dari gagasan kreatif

“80% pengusaha sukses adalah mereka yang memulai usaha dari hobi…”

 

Melalui sebuah survei, diketahui ternyata 80% pengusaha sukses adalah mereka yang memulai usaha dari hobi. Hobi ini kemudian dikembangkan hingga menjadi bisnis komersil.

Tetangga kanan kiri, teman atau saudara bisa menjadi sasaran awal. Kita bisa memberikan kue buatan kitan secara gratis untuk menjajaki respon mereka. Hal ini merupakan strategi pemasaran yabng efektif.

J.K Rowling senang menulis khayakan-khayalan di kertas tisu. Dia tidak pernah mengira bahwa coretan-coretan itu suatu saat akan menjadi salah satu karya yang paling digemari di dunia. Harry Potter tercipta. Sangat sederhana.

Hal kedua yang tidak kalah penting adalah sasaran pasar yang tepat. Kenalin pasar  atau konsumen potensial disekitar anda dan buatlah sesuatu hal yang menarik.

Hal ketiga yaitu jangan pernah meremehkan pesaing. Jadilah kompetitor sebagai kawan bukan lawan. Berilah pelayanan yang lebih baik tetapi tidak harus mahal.

 

Peluang bisnis kaki lima.

“Tanpa menyewa tempat usaha pun, bisnis kaki lima dapat dijalankan”.

 

Kelebihan dari usaha kaki lima adalah udah dijalankan dan tidak membutuhkan modal yang besar,asalkan memiliki ketekunan,kesabaran dan kreatifitas yang tinggi.

Beberapa contoh usaha kaki lima yang sukses :

  • Bakmi Raos
  • Es teller 77
  • Bisnis kue kering dan catering
  • Ayam bakar dan ayam goreng
  • Dan kain-lain

 

Jenis-jenis bisnis kaki lima yang menguntungkan

Salah satu ciri bisnis kaki lima adalah harganya yang murah”.

 

Jenis-jenis usaha kaki lima yang paling menguntungkan di sini dibagi 2 jenis,yaitu :

  1. Makanan dan minuman

Bagi perusahaan kaki lima, khususnya yang bergerak di bidang makanan dan minuman, prinsip-prinsip pemasaran diternemahkan sebagai berikut :

  1. produk
    • Menu unik  dan khas

Bila ingin sukses dalam bisnis ini, seorang pengudsa harus membuat menu yang unik,menarik, dan mampu menonjolkan ciri khasnya.

  • Rasa yang konsisten

Konsisten dalam rasa menjadi hal yang vital. Jangan sampai mengubah komposisi bumbu,, atau bahan yang sudah digemari pelanggan.

  • Pelayanan yang cepat

 

  1. Harga
    • Harga yang terjangkau
    • Tidak gampang menaikkan harga
    • Benchmarking dangan warung makan yang moderen

 

  1. Tempat
    • Dekat dengan konsumen
    • Lalu lintas 24 jam
    • Parkir yang mudah
    • Suasana informal dan praktis

 

  1. Promosi
    • Promosi dari nulut ke mulut

Apa yang akan konsumen katakan mengenai produk anda kepada orang lain akan sangat menentukan apakah anda akan untung atau rugi.

  • Metode jemput bola

Selain menunggu pelanggan datang ke warung anda, akan sangat nenguntungkan apabila

anda menawarkan produk anda ke kampus, kantor, atau teman dalam komunitas anda.

  • Membangun pelanggan yang loyal

Hal ini berarti, produk anda dihargai dan memiliki nilai lebih dibanding produk sejenis lainnya.

 

Jenis-jenis bisnis kaki lima dibidang  makanan dan minuman yang prospeknya mendatangkan keuntungan antara lain:

  • Aneka gorengan
  • Burger
  • Mie ayam bakso
  • Pecel lele, ayam tempe, tahu dan telur
  • Dan lain-lain

 

jenis-jenis bisnis kaki lima di bidang lainnya antara lain :

  • Voucer pulsa isi ulang
  • Agen tiket dan tour
  • Kerajinan
  • Stiker
  • Aksesoris
  • Dan lain-lain

 

 

Kunci sukses bisnis kaki lima

Kunci sukses berbisnis kaki lima yaitu :

  1. Modal usaha

Ada beberapa cara yang dapat diusahakan untuk memperoleh modal,misalnya sistem bagi hasil dengan pihak lain (bisa dengan orang terdekat atau perusahaan). Cara lain adalah dengan meminjam dana dari bank-bank yang peduli terhadap perkembangan usaha kecil dan menengah (UKM). Pilihlah Bank yang mau memberikan pinjaman dangan bunga yang ringan. Beberapa aabank yang direkomendasikan untuk pinjaman dana usaha kecil menengah adalah BRI,BPR dan Danamon. Hati-hati dengan Bank-bank “plecit” atau renternir yang meskipun tasmpak mau membantu dengan cara mudah dan cepat namun dalam prosesnya justru mencekik leher.

Berbicara mengenai modal usaha,alangkah baiknya anda memiliki simpanan usaha. Paling tidak sediakan 25% dari seluruh dana operasional.

 

  1. Membangun kemampuan bersaing

Bangunlah kompetensi yang hebat dengan kompetiter. Jangan hindari atau mencurigai mereka, tetapi perlakukukan mereka dangan sebagai rekan yang nanpu mendorong anda berkarya lebih baik/kratif. Kreatifitas disini bukan sekedar berbicara masalah penyajian dan pengemasan produk, tetapi hingga manajemen usaha.

 

  1. Menciptakan pelanggan yang loyal

Bagi konsumen, kualitas pelayanan suatu usaha pada saat pertemuan pertama akan sangat menentukan pandanganmereka terhadap usaha tersebut pada masa yang akan datang. Jika konsumen puas, sangat mungkin mereka akan datang lagi.

Jangan hindari kritikan dari konsumen anda. Kritikan harus disikapi dengan positif dan diselesaikan dengan 3M,yaitu merasakan kekecewaan pelanggan, mengakui jika ada kesalahan, dan meminta maaf atas situasi yang terjadi. Dangan bersahabat engan konsumen, maka anda sudah mempersiapkan mereka menjadi pelanggan loyal anda.

  1. Pemasaran

Beberapa tips memasarkan bisnis kaki lima:

  • Pilihlah lokasi penjualan yang tepat sasaran yaitu yang dekat dengan konsumen seperti pasar pembelanjaan, kampus atau perumahan. Intinya tempat dimana terdapat aktifitas publik.
  • Jagalah kebersihan tempat usaha anda. Sediakan tempat sampah dan perlengkapan yang berkaitan dengan kebersihan, sepeti tempat cuci tangan, tisu dan serbet.
  • Bila anda bergerak dibidang jasa boga, buatlah paket menu yang unik dengan harga yang ekonomis.
  • Ada baiknya melakukan kerja sama dengan perusahaan yang lebih mapan. Misalkan sebuah warung sate ayam yang membutuhkan kecap intuk bumbunya dapat bekerja sama dengan salah satu perusahaan kecap. Di sisi lain, kecap akan mendapatkan produksi tidak langsung apabila kecap di pajang di meja-meja pembeli.
  • Jagalah mutu warung, saat anda sudah berhasil.

 

  1. Efesiensi biaya operasional dan manajemen stok

Pembukuan tetap mutlak diperlukan agar anda mengetahui data seberapa besar pemasukan dan pengeluaran, sekaligus menekan pengeluaran yang tidak diperlukan.

 

MARKETING PLUS ALA KAKI LIMA

Aktifitas pemasaran adalah proses yang berkesinambungan. Setelah survei di lakuka, perencanaan sudah cukup matang, promosi sudah di lakukan, dan konsumen sudah mengkonsumsi, tidak berarti kemudian proses itu selesai. Anda harus melihat bagaimana tanggapan konsumen serta kritik dan saran.

Terdapat 3 komponen dalam strategi pemasran, yaitu:

  1. Sekmentasi pasar

Berarti membagi pasar menjadi kelompok pembeli khas yang mungkin membutuhkan produk  pemasaran sendiri. Ada beberapa variabel sekmentasi pasar yaitu:

  • Sekmentasi geograis

Yaitu membagi pasar dalam  unit geografis yang berbeda seprti bangsa, daerah, kota,dan sebagainya.

  • Sekmentasi demografis

Yaitu membagi pasar berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya.

  • Sekmentasi Psikografis

Yaitu membagi pasar berdasarkan gaya hidup atau kepribadian.

  • Sekmentasi perilaku

Yaitu pengelompokan pasar berdasarkan pengetahuan, sikap, atau tanggapan mereka terhadap produk.

 

  1. Membidik pasar

Yaitu proses mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen dan memilih satu atau beberapa yang dinilai paling efektif dan profitabel.

  1. Menetapkan posisi pasar

Adalah mengembangkan posisi bersaing bagi produk dan bauran pemasaran yang tepat.

 

NILAI_NILAI DALAM PEMASARAN

1)      Apapun bisnis yang anda jalankan, anda harus memandang sebagai bisnis jasa.

2)      Setiap orang yang ada di dalam bisnis anda harus terlibat dalam proses pemuasan pelanggan.

3)      Dri pemuasan pelanggan anda harus mengembangkan merek. Karna tidak jarang merek di pandang lebih penting dari produk.

 

MEMELIHARA PELANGGAN

Kontak pertama merupakan saat yang menentukan apakah mereka akan kembali atau tidak. Untuk membuat kontak pertama berhasil ada beberapa strategi yaitu:

-          Begitu anda melihat seorang pelanggan, jangan abaikan dia.

-          Usahakan untuk segera menjawab panggilan telepon dan bersikaplah sopan dan lembut.

-          Buatlah mereka senang karena mernjadi pelanggan anda.

 

 

 

TREN WARNA UNTUK USAHA

Dalam bukunya FenShui Praktis untuk Bisnis, Simon Brown mengatakan bahwa penataan warna di tempat usaha akan mempengaruhi semangat kerja.

Inilah berbagai warna untuk jenis pekerjaan dan industri :

  • Hijau cerah

Cocok untuk usaha komputer, elektronika dan ilmu pengetahuan.

  • Biru

Sesuai untuk kantor komunikasi, perjalanan, tranportasi, media periklanan.

  • Ungu

Baik untukkantor penjualan, humas, pemasaran, periklanan, mode dan hukum.

  • Hitam / coklat

Sesuai untuk real estate, bangunan, barang-barang kebutuhan Rumah Tangga, pertanian, produksi makanan, pakaian,tembikar.

  • Merah

Cocok untuk  usaha yang berhubungan dengan akuntansi, keuangan, perbankan, perhiasan, logam, dunia hiburan.

  • Abu-abu

Baik untuk usaha yang berhubungan dengan manajemen, konsultan, dan politik.

  • Krem

Sesuai untuk usaha minuman, air, kolam renang, pemancingan, kesehatan, dan pengobatan.

  • Putih

Cocok untuk usaha investasi,properti, dan spekulasi.

  • Kuning

Baik untuk usaha yang terkait dengan hukum, perpajakan, pemerintahan.

 

Pilihan warna selain semakin membuat ruang usaha kita semakin menarik, juga akan meamberikan kenyamanan psikologis kepada pelanggan sehinggaakan memancing mereka untuk berkunjung kembali

 

Judul          : Kaya dengan Bisnis Kaki Lima

Pengarang : Dion Christian Nugroho

Tebal         : 80 halaman

 

 

 

Jurus 10: Matilah dengan Tenang

Posted in enterpreneur on June 6, 2011 by shelmi

Compassion
Untuk menggapai sukses,seorang individu hendaklah menyandang dua bekal yang saling bertolak belakang. Yaitu compassion dan passion. Passion berkaitan dengan tingginya cita-cita, bulatnya tekad, nomor-satunya ikhtiar, dan militannya aktivitas. Sebaliknya, compassion erat hubungannya dengan kerendahan hati, keikhlasan untuk berbagi, keengganan untuk menyakiti, dan kerelaan untuk mengalah .
Dari segi kepribadian dan perilaku, barangkalil sosok yang passionate akan tampak begitu koleris. Manakala sosok yang compassionate akan terlihat begitu plegmatis. Bukankah Tuhan memang sengaja menciptakan segala sesuatunya saling berlawanan, namun saling berpasangan? Jadi, nothing’s wrong with contradiction! Tidak ada yang salah dengan Passion dan compassion. Namun, ironisnya, hanya 10% figur yang dilengkapi dengan Passion dan compassion sekaligus, semisal Konosuke Matsushita (pendiri panasonic), Sudhamek (CEO Garuda Food), dan Bung Hatta (Proklamator republic ini).

Charity
Puspo Wardoyo, ppendiri Wong Solo pernah mengatakan bahwa salah satu kunci keberhasilan bisnisnya terletak pada kesediaannya untuk berderma (charity) dan jumlahnya tidak tanggung-tanggung, 30% dari laba. Padahal, agama saja menganjurkan dan mengajarkan 2,5% hingga 10%.
Mungkin anda akan bertanya-tanya, apa sebenarnya korelasi antar berderma dengan keberhasilan berbisnis? Pertama, melalui pendekatan spiritual. Pendekatan ini lebih menekankan pada keberadaan hidden stakeholder. Siapa itu hidden stakeholder? jawabannya tidak lain adalah Yang Maha Kuasa. Umat beragama mana pun percaya, hidden stakeholder inilah yang membalas setiap amalan, termasuk balasan bagi mereka yang menyumbang.
Kedua, memalui pendekatan rasional. Begini, sebenarnya setiap kali kita memberi, maka pada waktu yang sama kita akan membuang “energy negatif” keluar dari diri kita, sekaligus menghimpun “energy positif” ke dalam diri kita. Anda tidak percaya? Coba saja perhatikan, selepas menyumbang, ada semacam perasaan plong kemudiaan akumulasi “energi positif” itu membuat kita feel good dan feel good itu pun memancar. Dengan demikian, ketika kita berhubungan dengan pelanggan, pemasok,atau siapa pun, mereka juga merasakan hal yang sama, yaitu feel good.
Conscience
Sebenarnya tampa kita sadari, selama ini persepsi kita terhadap bisnis dan agama sering kali salah kaprah. Setidak-tidaknya itulah persepsi kebanyakan orang. Korelasi antara bisnis dan agama tersebut akan dipaparkan melalui tiga sudut pandang.
Pertama, separation. Mereka yang menganut paradigm ini secara fulgar mengganggap bisnis itu kiri dan agama itu kanan. Maka, terjadilah pemisahan antara bisnis dan agama. Tidak heran jika pada akhirnya mereka mengeruk keuntungan tanpa mengindahkan etika-etika bisnis.
Kedua, Concession. Berpegang pada paradigm ini, maka praktik-praktik bisnis yang jelas-jelas melanggar hukum coba diimbangi dengan amalan-amalan agama. Misalnya, laba dari hasil kolusi didermakan kepada anak yatim piatu dan tempat ibadah. Di sini giliran nalar yang berbicara.
Pastilah anda berpendapat bahwa kedua paradigm tersebut adalah keliru. Terus, apa jalan keluarnya? Paradigma yang ideal adalah unification. Dalam paradigm ini, prinsip-prinsip bisnis melebur dengan nilai-nilai agama. Pokoknya, mesti legal, mesti halal. Di sini mulailah nurani (conscience) yang angkat bicara. Membahas soal nurani, rasa-rasanya kita tidak boleh melewatkan temuan V.S. Ramachandran dari California University. Yaitu eksistensi got spot di setiap otak manusia. Banyak ahli yang meyakini di situlah nurani bersemayam. Belakangan ini kepekaan nurani dan kecerdasan spiritual (SQ) diakui sebagai factor penentu kesuksesan, mengimbangi bahkan mengungguli EQ, IQ dan AQ. Hal ini dikarenakan nurani berhubungan langsung dengan Yang Maha Menentukan Segalanya. Dan dengan nurani manusia bisa tetap saling menjaga hati sesamanya. Bukankah sifat manusia memang begitu? Nah, jadi, bersyukurlah anda menjadi manusia yang memiliki hati nurani.

sumber : Ipho santoso, 10 Jurus terlarang

Jurus 9: Waspadai Zaman Edan

Posted in enterpreneur on June 6, 2011 by shelmi

Positivity di Tengah Persaingan
Pada bab ini anda akan menjadi saksi perseteruan antara tiga besar, yakni Scott Paper, Kimberly-Clark, dan Procter & Gamble (P&G). Begini ceritanya. Pada awalnya, Scott menguasai produk berbasis kertas, pemain lainnya adalah Kimberly. Nah, pada akhir tahun 1960-an, P&G mulai merambah produk berbasis kertas. Kemudian, bagaimana reaksi Scott? Melihat reputasi P&G yang tak terkalahkan, mereka malah merasa kalah dan menyerah. Tanpa perlawanan, mereka pun mundur teratur dari posisi nomor satu.
Bagaimana pula dengan Kimberly? Dalam satu rapat internal, direktur Kimberly pernah berkata, “Marilah kita berdiri, menundukkan kepala dan diam sejenak.” Menghadapi suasana mengheningkan cipta seperti itu, hadirin pun bertanya-tanya dalam hatinya, “Oh, siapa yang meninggal, ya?” setelah hening beberapa saat, sang direktur mengangkat kepalanya dan berujar dengan nada sedih, “rekan-rekan sekalian, itu adalah untuk P&G!” suasana di ruangan itu pun langsung heboh! Secepat angin, optimism dan rasa percaya diri si direktur membakat semangat bawahannya. Memang, mindset first, then strategy berlaku dalam segala aspek.
Positivity itu pun menggelora terus menerus. Terbukti, 25 tahun kemudian Kimberly berhasil mengambil alih Scott sepenuhnya dan mengalahkan P&G dalam enam dari delapan produk. Sungguh mengagumkan!
Padahal sebelumnya, di pasar, Scott adalah jawara dan Kimberly tidak ada apa-apanya. Namun, tatkala diusik oleh raksasa seperkasa P&G, Scott malah berpikir negative. Sebaliknya, Kimberly justru berpikir positif-dalam artian lebih optimis serta lebih percaya diri.
Untuk dapat berpikir dalam kerangka yang positif secara total, ada tiga tahapan yang mesti dilalui. Pertama-tama, cobalah berpikir positif kepada Yang Maha Kuasa. Artinya, kita sungguh-sungguh percaya bahwa apa saja yang kita alami adalah pemberian Tuhan yang terbaik bagi kita. Langkah kedua, cobalah berpikir secara positif terhadap diri sendiri. Di tangan-Nya, tak diragukan lagi, segala sesuatu adalah mungkin. Dan yang terakhir, sepenuh hati saya berharap, sebagai pelaku bisnis, jangan pernah sekalipun ande meremehkan visi dan potensi anda. Jika terlintas di benak anda sekali saja bahwa sesuatu itu tidak mungin, maka percayalah sesuatu itu akan benar-benar tidak mungkin terealisasi.
Positivity di Tengah Zaman Edan
Mungkin anda merasa heran, kenapa saya sebut dangan zaman edan? Karena semua berjalan dengan berbalik arah. Dalam zaman edan ini, ada setidaknya lima tren bisnis yang dapat ditelusuri.
Pursuit for Spirituality, itulah tren bisnis yang pertama. Konon pada zaman nabi, spesies manusia adalah makhluk spiritual. Namun, sepeninggal nabi, perlahan-;ahan spesies ini menjelma menjadi makhluk rasional. Tidak cukup sampai di situ! Seiring perjalanan waktu, spesies manusia berubah lagi, dari makhluk rasional menjadi makhluk emosional. Proses inmi masih terus berlanjut. Anehnya, memasuki mileniium kedua prosesnya seolah-olah berbalik arah. Spesies manusia malah kembali menjadi makhluk spiritual. Setidak-tidaknya, spesies manusia mulai kangen sentuhan-sentuhan spiritual, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berbisnis.
Tren bisnis yang kedua tidak lain ialah Societal Marketing, yang merupakan turunan dari Pursuit for Spirituality. Dahulu, sembari menjalankan usahanya, seorang pedagang amat peka dengan lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Piker si pedagang, “jangan sampai saya mengotori lingkungan, jangan sampai saya mengganggu masyarakat.” Begitulah kira-kira. Kemudian, tibalah Revolusi Industri. Lalu, gampang ditebak, perkara-perkara tersebut pun terabaikan. Nah, bagaimana dengan lima tahun terakhir? Tanpa disangka-sangka, semuanya malah berjalan berbalik arah! Atas nama Social Marketing, di samping dituntut untuk menjaga integritasnya, kini pelaku bisnis juga didesak untuk melek akan lingkungan dan masyarakat di sekelilingnya.
Tren bisnis yang ketiga adalah People Power. Sebelum Revolusi Industri, missal seorang konsumen membutuhkan sebuah kemeja. Apa yang perlu ia lakukan adalah mendatangi penjahit kenalannya-nukan toko pakaian, karena belum lazim kala itu. Si penjahit pun dengan senang hati menyambut dan melakukan tawar-menawar harga. Kemeja pun jadi dengan ukuran, rancangan, dan warna yang dikehendaki konsumen. Ada empat kata kunci di sana, yaitu layanan perorangan, kesepakatan harga, produk kkhusus, dan cerita dari mulut ke mulut. Kemudian, setelah Revolusi Industri mulai datang, semua fenomena tersebut lenyap! Dan tidak ada lagi layanan perorangan. Semuanya serba ditentukan secara sepihak oleh pabrik demi setu-satunya tujuan, yakni produksi secara masal, tidak memikirkan apakah konsumen suka atau tidak suka. Lha, dewasa ini apa yang terjadi? Segalanya justru berjalan berbalik arah. Inilah masa ketika konsumen dianugerahi kekuatan yang luar biasa. Lantaran tumpah ruahnya informasi dan pilihan.
Tren bisnis yang ke empat adalah Pursuit for Simplicity. Dulu, waktu luang yang tersedia amatlah banyak. Barang yang tersedia sangatlah sedikit. Walhasil, konsumen memilih sesuatu yang sederhana karena mwmang hanya itulah yang ada. Lima tahun belakangan ini, yang terjaadi justru sebaliknya, waktu luang yang tersedia amatlah sedikit. Barang yang tersedia sangatlah banyak. Terus, apa yang menjadi preference konsumen? Ternyata, konsumen tetap menyukai sesuatu yang sederhana. Dengan perilaku konsumen seperti itu, maka tantangan bagi pelaku bisnis adalah bagaimana menjadikan kesederhanaan itu sebagai suatu keunikan.
Tren bisnis ke lima adalah Positivity Insurrection. Indicator-indikator ekonomi nasional, layaknya pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, tingkat investasi, tingkat pengangguran, dan lain-lain, tidak satu pun menunjukkan digit yang terlalu stimewa. Lalu, apakah itu semua mampu melunturkan semangat pelaku bisnis? Akhir 90-an itulah yang menghantui masyarakat Indonesia. Akan tetapi, belakangan ini yang terjadi justru sebaliknya, pelakubisnis tidak lagi memusingkan apa-apa yang tidak bisa ia kendalikan. Mereka malah memusatkan perhatian pada apa-apa yang bisa ia kendalikan. Sebenarnya pola piker mereka sederhana saja, positifkan yang negative! Ujung-ujungnya, roda bisnis pun kembali berputar.

sumber : Ipho santoso, 10 Jurus terlarang

Jurus 8: Biarkan Kudeta Terjadi

Posted in enterpreneur on June 6, 2011 by shelmi

Nama dan Identitas Pembeda
Tahukah anda, atu kelebihan manusia yang tidak dimiliki oleh malaikat? Konon, malaikat sempat terkagum-kagum manakala adam pertama kali menunjukkannya. Bahkan kelebihan ini pula yang menjadi salah satu alasan mengapa manusia-bukan malaikat atau yang lainnya-yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi wakil-Nya di muka bumi. Ternyata, manusia mampu memberi nama untuk segala sesuatu.
Tanpa anda sadari, mayorita umat beragama-terutama islam dan Kristen-menjunjung tinggi arti sebuah nama. Seorang muslim yang saleh akan menempatkan nama itu sebagai permohonan doa, manakala seorang nasrani yang taat menganggapnya lebih berharga daripada harta yang berlimpah.
Akan tetapi, perlu diingat pula bahwa menyandang nama yang alami tidak secara otomatis menjadikannya merek yang sejati. Keduanya adalah dua hal yang berbeda. Nah, apabila anda berminat dan berhasrat untuk mengubah nama yang alami menjadi merek yang sejati, berarti metamorphosis menjadi satu proses yang tak terelakkan. Memang, tidak segampang kecebong, karena metamorfosis yang ini membutuhkan waktu yang lebih lama-bahkan tidak mengenal batas waktu.
Apakkah manfaat konkretnya? Dengan berbekal merek, berarti anda telah mewartakan satu identitas yang unik kepada konsumen. Dengam demikian, pada akhirnya konsumen mampu membedakan produk Anda dengan pesaing dan mudah mencarinya. Secara keseluruhan, itu akan mengurangi risiko bagi konsumen.
Nama dan Nilai Komersial
Ada sebuah pepatah yang mengatakan, “apalah arti sebuah nama.” Mungkin hal ini ada benarnya, tetapi saya sangat tidak setuju dengan pepatah tersebut. Kalau menurut saya, pepatah yang benar itu, “sungguh berarti sebuah nama.” Dalam dunia bisnis, nama sebuah merek sangatlah berarti. Memang, untuk mengurusinya perlu biaya dan waktu yang cukup menyita, seperti registrasi dan pajak, memang itulah konsekuensi dari sebuah merek. Di samping itu, merek yang bersinar juga akan memancing perhatian pesaing. Nah, itulah kabar buruk tentang merek.
Tetapi, walaupun terdapat beberapa kerugian, kita akan mendapat belasan manfaat dari pembuatan merek. Bukankah dengan terdaftarnya merek, anda dapat mengurangi risiko menjiplak hingga 60%? Bukankah dengan wujudnya sebuah merek, Anda merkesempatan untuk mengeksposnya? Lagi pula, adakah bisnis yang sanggup mendunia tanpa merek? Setahu saya, tidak ada! Kecuali bisnis illegal! Belum lagi, apabila merek tersebut sudah menjelma menjadi merek yang kuat. Dan inilah manfaat yang ditunggu-tunggu oleh pelaku bisnis manapun. Maksudnya? Meningkatnya nilai komersial (dan margin tentunya.) komoditas seperti apel, tepung, kopi, atau air sekalipun bisa dijual lebih mahal, asal ditempelkan merek sekuat Washington, Bogasari, Kapal Api, dan Evian di kemasannya.
Begitulah, nama itu penting! Teramat penting, malah! Pada awalnya, pelaku bisnis memfungsikan nama itu sebagai identitas pembeda. Kemudian barulah pelaku bisnis me-menage nama alami tersebut menjadi merek sejati, supaya memancarkan nilai komersial tersendiri. Yah, memang demikianlah seharusnya.
Nama dan manfaat lainnya
Selain berperan sebagai identitas pembeda dan nilai komersial, merek juga berimbas langsung terhadap penjualan. Terutama merek yang kuat. Hanya itukah manfaatnya? Tenang, masih banyak manfaat lainnya. Pertama, besarnya loyalitas konsumen. Kedua, kebalnya perusahaan terhadap persaingan dan krisis. Ketiga, solidnya dukungan orang tengah. Keempat, mulusnya proses komunikasi pemasaran. Kelima, terbukanya peluang lisensi dan perluasan merek. Dan masih banyak seabrek manfaat lainnya.
Ini semua jelas-jelas menguntungkan si empunya merek. Betul begitu? Meskipun saya tidak melihat anda mengangguk, tetapi saya yakin anda sependapat dengan saya. Memang, manfaat-manfaat tersebut tidak dapat dituai dalam waktu singkat. Jadi, bersabarlah dan terus berusaha!
sumber : Ipho santoso, 10 Jurus terlarang

Jurus 7: Masuklah ke Surga Paling Dulu

Posted in enterpreneur on June 6, 2011 by shelmi

Jadilah penjual
Mengawali bab ini, saya ajak Anda mengingat-ingat kembali hukum kekekalan energy yang pernah diajarkan di bangku sekolah. Tahu tidak, uang juga bekerja seperti itu? Maksudnya, uang tidak pernah musnah! Uang hanya berpindah! Apakah ke kantong orang lain, ke bank yang lain, atau ke negara yang lain.
Dalam kitab saja dituliskan bahwa 90% rejeki itu berasal dari berjualan. Nah, jika kita sudah mulai berjualan sejak lama, maka dari penjual maka akan naik level menjadi pengusaha. Tetapi, tahukah anda, ada beberapa persamaan antara penjual dengan pengusaha. Apa itu? Pertama, baik penjual maupun pengusaha sering ber-networking dan deal langsung denga pasar. Sesuatu yang jarang dialami oleh mereka yang tidak terjun dalam bidang penjualan. Selain itu, penawaran produk kepada konsumen pun tidak asing lagi bagi penjual dan pengusaha.
Berikutnya, mari kita amati risikonya. Penjual mana yang tidak pernah ditolak? Pengusaha mana yang tidak pernah jatuh? Dengan kata lain, ketidakpastian sudah menjadi makanan sehari-hari penjual dan pengusaha. Persamaan yang terakhir, baik penjual maupun pengusaha dikondisikan untuk memperoleh income berdasarkan transaksi, bukan berdasarkan gaji semata.
Apakah anda melihat apa yang saya lihat? Batapa salesmanship itu berkorelasi positif dengan entrepreneurship! Nah, dengan adanya persamaan-persamaan tersebut, mestinya tidaklah ruwet bagi seorang penjual berpindah kuadran, dari kuadran kiri ke kuadran kanan. Dari pekerja menjadi pengusaha. Satu-satunya yang dibutuhkan oleh penjual adalah kenekatan untuk mengundurkan diri dan merintis bisnis sendiri. Hanya itu!
Jadilah pengusaha
Lagi pula, menurut saya, menjadi pengusaha itu hamper-hampir wajib hukumnya! Sebenarnya terdapat segudang manfaat di balik entrepreneurship. Pertama, alih-alih mencari lowongan pekerjaan, pngusahan malah membuka lapangan kerja bagi khalayak. Asal tahu saja, seorang pengusaha yang berpengalaman mampu mengaryakan belasan hungga puluhan orang. Yah, paling tidak, ia membuka kesempatan kerja untuk dirinya sendiri. Bagi Anda yang berkarier, begitu anda mengundurkan diri dan menjadi pengusaha, maka posisi yang anda tinggalkan bisa diisi oleh orang lain. Dengan kata lain, anda telah memberikan peluang kerja kepada sesame. Mulia bukan?
Manfaat kedua, dengan menjadi pengusaha, pendapatan kita tidak lagi dipatok. Pendek kata, pendapatan kita akan lebih besar. Lazimnya semakin besar pendapatan seseorang, semakin besr pula sumbangannya. Lihatlah di sekitar anda. Tidak terkira jumlah sekolah, kampus, rumah sakit, dan tempat ibadah yang dirintis oleh pengusaha. Itu bukan Cuma mulia, tetapi sangat mulia!
Manfaat selanjutnya, dengan menjadi pengusaha, kita memiliki keleluasaan waktu. Berkumpul dengan keluarga? Bisa. Jalan bareng teman? Bisa. Termasuk keleluasaan beribadah. Itu artinya, tuhan pun turut melihat kita menjadi pengusaha. Selain itu, dangan adanya keleluasaan waktu, kita juga bisa menggali dan mengasah potensi diri. Tidak sedikit orang yang dianugerahi kelebihan yang menakjubkan dan mengejutkan, namun ia tidak pernah menyadarinya bahkan sengaja melupakannya, lantaran ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Sayang ‘kan? Siapa tahu anda menyimpan bakat sebagai penulis buku, perancang busana, pencipta lagu, dan masih banyak lagi.
Pokoknya begitu banyak menfaat dari entrepreneurship. Itulah perbedaan nyata antara kuadran kanan dengan kuadran kiri. Makanya saya berani mengemukakan, menjadi pengusaha itu hamper-hampir wajib hukumnya!
Jadilah Pemimpin
Dalam usia yang masih 20-an, John Schnatter sudah mulai berwiraswasta dengan membuka toko pizza. Ketika harus memilih merek, ia lebih suka mengusung namanya sendiri, yakni John. Jadilah Papa John’s pada tahun 1984. Saking tenar dan terkenalnya, di Indonesia merek ini ditiru menjadi Papa Ron’s. berkat ngeyel dan ngengkel, ia berhasil membuka cabang menjadi 46 outlet pada tujuh tahun petama. mangagumkan? Namun itu belum seberapa. Justru yang paling mengesankan adalah apa yang terjadi pada tujuh tahun berikutnya, ketika jumlah outletnya melonjak secara eksponensial menjadi lebih dari 1600 unit! Wow, luar biasa!
Selain itu, rata-rata penjualan per outletnya bahkan sanggup mengalahkan nama-nama besar layaknya Pizza Hut, Domino’s, dan Litlle Caesar’s. kok bisa sehebat dan sedahsyat itu, ya? Ternyata John Schnatter cukup lihai dan piawai dalam memimpin. Hanya itukah? Tidak juga, dia tidak sembarang memimpin. Dia memimpin para pemimpin. Tidak kurangk figure-figur kelas satu seperti Wade Oney, Blaine Hurst, Robert Waddell, dan lain-lain yang digandengnya.
Lantas, bagaimana caranya? Pertama-tama, bentuklah sebuah tim. Kedua, lantiklah anggota tertentu sebagai leader untuk menggerakkan anggota yang lainnya. Bukankah leader yang bijak adalah leader yang bisa menciptakan para leder di bawahnya? Idealnya begitu. Inilah yang disebut dengan Hukum Reproduksi Kepemimpinan. Ketiga, berdayakanlah mereka semua. Dengan demikian, pada akhirnya, kendali tidak lagi terpusat pada diri anda. Di sini nama permainannya adalah empowerment, di mana wewenang telah anda percayakan dan titipkan pada mereka.
Sekali lagi, untuk tumbuh secara dramatis dan fantastis, seorang leader harus sanggup memimpin para leader. Ingatlah, a great business needs a great leader. dengan One-man show, anda sebagai pelaku bisnis hanya akan mencetak skor penjualan-katakanlah-10 unit. Padahal, dengann menjadi seorang leader, anda bisa mengumpulkan skor 100 unit.
Kembangkan usaha
Tidak perlu bertele-tele. Selama ini, ada dua scenario dalam pengembangan usaha. Pertama, bisnis anda laku terlebih dahulu, kemudian barulah anda membuka cabang di mana-mana. Kedua, anda langsung membuka cabang di mana-mana, tanpa menghiraukan apakah bisnis laku atau tidak. Gila tuh! Sama sekali tidak. Dengan adanya cabang di mana-mana, bisnis anda akan terkesan laku.
Nah, scenario pertama sering ditulis di buku-buku bisnis dan-tentu saja-sering pula dijalani oleh pelaku-pelaku bisnis. Bagaimana dengan yang kedua? Anehnya, kendati sangat jarang dibahas di buku-buku bisnis, namun scenario yang kedua cukup sering ditetapkan oleh pelaku-pelaku bisnis.
Katakanlah, vbisnis restoran. Semestinya, hidangan yang lezat yang membuat orang-orang berkunjung dan mobil-mobil berjejer-jejer. Namun, tidak ada salahnya jika skenarionya dibalik. Missal, usahakanlah restoran anda tampak penuh dengan orang-orang yang antre dan mobil-mobil yang parker. Sehingga masyarakat beranggapan, “Wah, pastinya masakan di restoran itu enak sekali. Buktinya, banyak yang datang ke sana.” Pada akhirnya, restoran anda akan ramai dengan sendirinya. Yah, setidak-tidaknya untuk permulaan.

sumber : Ipho santoso, 10 Jurus terlarang

Jurus 6: Gantilah Gelar dan Jabatan

Posted in enterpreneur on June 6, 2011 by shelmi

Cara gila meraih gelar
Orang Indonesia ini gila gelar. Ah, apa ia hanya orang Indonesia? Ternyata sindrom ini juga merasuk dan merusak segenap penjuru bumi, termasuk negara adidaya layaknya Amerika Serikat. oleh karena memang banyak peminatnya, walhasil penjaja gelar secara illegal pun berkembang-biak bak hewan ternak. By the way, gelar mereka, mulai dari akademisi, professional, hingga birokrat. Bahkan gelar “haji” pun turut jadi incaran (padahal Nabi Muhammad saja tidak pernah memamerkan gelar tersebut meskipun beliaulah manusia yang paling sempurna melaksanakannya).
Terlepas dari itu semua, MBA temasuk gelar yang favorit, ngalah-ngalahin gelar MM. Padahal kedua-duanya setara. Kesannya gimana gitu. Pokoknya lebih apik, lebih menarik! Terus, bagaimana dengan PhD? Wah, ini mantap juga! Terkadang lebih digandrungi ketimbang Dr.
Cuma ada satu hal yang mengganjal pikiran saya, kok malah pihal lain-seperti kampus, agama, pemerintah, dan masyarakat-yang selalu memberikan gelar kepada diri kita? Mbok ya sekali-kali kita yang memberikan gelar kepada diri kita sendiri. Dan inilah cara yang paling gila untuk meraih gelar!
Tahun 2005 yang lalu saya menganugerahkan kelar PhG kepada diri saya sendiri. Lengkapnya Ippho Santosa, PhG. Wah, nyaingin gelar PhD dan MM, ya? Salah besar! PhG tidak lain adalah Pengusaha Gila. Namun, jangan buru-buru menuding saya orang sableng dan gendeng lho! Toh, saya tidak sendiri. Buktinya, motivator Andrie Wongso juga punya predikat SDTT TBS alias Sekolah Dasar Tidak Tamat Tetapi Bisa Sukses.
Cara gila memilih jabatan
Seorang penjual produk perbankan akan memanggil dirinya Account Executive. Seorang penjual produk perumahan akan menyebut dirinya Property Agent. Seorang penjual produk kedokteran akan mengklaim dirinya Medical Representative. Seorang penjual produk kecantikan akan mengaku dirinya Beauty Consu;tant.
Dan masih banyak lagi gelar-gelar yang lain. Padahal jelas-jelas mereka semua adalah salesman atau salesforce- tanpa terkecuali! Akan tetapi, pernahkan anda mendengar mereka menyapa, “Selamat siang, Pak! Perkenalkan, saya Anton, salesman dari perusahaan asuransi.” Mustahil sapaan itu terdengar di planet ini. Dan tahukah anda, biang masalahnya adalah malu! Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu, boleh-boleh saja job tittle Anda otak atik. Mungkin karena latar belakang organisasi, keluwesan tanggung jawab, persepsi masyarakat dan lain-lain. Namun, satu hal yang pasti, jangan pernah anda merasa enggan-apa lagi malu-mengaku sebagai seorang salesman. Malah, mestinya anda bangga. Karena salesman itu menyandang keunggulan-keunggulan tersendiri.
Bukankah salesman itu kaya akan relasi? Bukankah salesman itu terlatih menangani ketidakpastian? Bukankah salesman itu mengantongi income berdasarkan transaksi, bukan berdasarkan gaji semata? Semua keunggulan tersebut tidak akan dirasakan oleh mereka yang berkutat di bidang lainnya.
Cara gila menyapa pelanggan
Bagian penutup untuk bab ini, saya buat di atas pesawat Singapore Airlines. Ketika dalam perjalanan menuju Hong Kong, cuaca sagak buruk. Untunglah SQ menyediakan TV pribadi, handuk hangat, selimut,dan bantal, sehingga kegelisahan dan keresahan penumpang pun sedikit diredam karenanya.
Sejenak saya teringat pada saat check-in di bandara Changi beberapa jam sebelumnya. Kala itu saya disapa oleh seorang staf dari SQ di konter, “Pak, bagasinya ada nggak?” perhatikan kalimat barusan baik-baik. Apakah nmungkin seorang Melayu Singapura melontarkan kalimat khas Insonesia sedemikian rupa? Rasa-rasanya sih tidak mungkin. Pasti ada alasan di balik kitu. Ya, apa lagi kalau bukan untuk membuat si pelanggan merasa homy dan cozy. Ya akrab, ya hangat!
Konon, sabuah call centre di Bangalore India yang karyawannya juga orang-orang India, mampu menyapa dan menjawab pertanyaan pelanggan-pelanggan dari seluruh penjuru bumi dengan beragam aksen, mulai dari aksen Amerika, kanada, inggris, dan lain sebagainya. Dan asal tahu saja, mereka sungguh-sungguh dilatih untuk itu.
Nah, jadi, kesimpulannya sapaan itu krusial. Amat krusial malah. Namun, bukan sembarang sapaan. Selain penuh hospitality dan customization, sapaan juga harus mamatuhi ketepatan nama. Pokoknya, error-free setiap abjadnya!

sumber : Ipho santoso, 10 Jurus terlarang

Jurus 5: Duduklah Sama Rendah

Posted in enterpreneur on June 5, 2011 by shelmi

Indahnya Cinta
Selama ini jamak diketahui, kekuatan cinta itu teramat dahsyat. Dengan cinta, orang rela berbagi bahkan berkorban apa saja. Akan tetapi dengan cinta pula, orang dapat membenci, bahkan membunuh. Cinta juga dapat mengelabui. Coba saja telisik kisah Romeo dan Juliet. Hampir seluruh penjuru bumi menobatkannya sebagai kisah cinta yang sejati. Orang hamper-hampir tidak percaya bahwa cerita itu sebenarnya tidak pernah terjadi! Itu hanya fiksi, buah pena dari sastrawan Inggris William Shakespeare. Namun hal tersebut sekaligus mengisyaratkan betapa universalnya cinta itu sendiri.
Ketika anda sudah mencintai bisnis anda, maka anda tidak akan kepikiran lagi untuk menyia-nyiakan, apalagi meninggalkan bisnis tersebut. Alih-alih menelantarkan, malah anda akan bersikap penuh hormat, penuh perhatian dan penuh tanggung jawab atas bisnis anda. Teringin pula Anda mengetahui lebih banyak lagi.
Kesimpulannya, cinta itu memang indah. Mencintai itu memang lumrah. Akan tetepi tidaklah boleh anda semata-mata mengatasnemakan cinta untuk melegalkan atau menghalalkan segalanya. Tak pelak lagi, kuncinya adalah kepekaan nurani. Bahkan, tanyakan terlebih dahulu kepada Yang Maha Menaburkan Cinta di hati setiap manusia. Apa kata-Nya? Apa pula kehendak-Nya?
Indahnya kebersamaan
Pernah dengar team in love? Team in love tidak lain adalah sebuah yang kaya akan unsur-unsur cinta. Yaitu hormat, perhatian, tanggung jawab, dan pengetahuan. Kisah tentang team in love konon berasal dari seekor kuda yang mampu menarik beban seberat dua ton. Sekali lagi, hanya dua ton. Kemudian berapa ton yang mungkin diangkut oleh dua ekor kuda? Empat ton? Enam ton? Atau sepuluh ton? Percaya atau tidak, ternyata dua ekor kuda sanggup menyeret beban seberat 23 ton! Di situlah letak keampuhan sebuah tim.
Lihatlah angsa! Mereka adalah makhluk yang lemah. Namun, dengan membentuk formasi ‘V’ dan terbang mengelompok, mereka bahkan sanggup menembus badai sekalipun. Ternyata, suara-suara yang mereka keluarkan menjadi seruan pembangkit semangat di antara mereka. Nah, di sinilah letak kedahsyatan suatu tim. Namun, kebanyakan tim penjualan adalah kumpulan individu yang saling sikut, saling menelikung, dan saling menjelekkan. Pokoknya tidak ada kekom[akkan sama sekali!
Coba bayangkan yang sebaliknya! Salesman Andi berbicara sesuatu yang positif tentang rekannya di depan prospek, “saya salut dengan Bobby, pak! Setiap kali bertemu dengan pelanggan, ia senantiasa menunjukkan sikap empati. ” sementara salesman Bobby berbicara sesuatu yang positif pula soal Andi di depan prospek yang lain, “Wah, saya kagum pada andi, Bu! Dia memiliki komitmen yang total terhadap pelanggan.” Lalu, apa yang terjadi? Saya jamin catatan penjualan mereka berdua akan melambung gila-gilaan melampaui kolega-kolega mereka yang saling menjelek-jelekkan. Kok bisa? Jawabannya tentu bumbu penyedap yang mereka sebarkan. Tak ayal lagi, itu menjadi promosi silang di antara mereka.
sumber : Ippho Santosa, 10 jurus terlarang

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 52 other followers