Author Archive

The Inovation Killer

Posted in Uncategorized on November 20, 2015 by shelmi

Bagi sebuah perusahaan, inovasi merupakan pengalaman yang didapatkan dengan susah payah. Inovasi merupakan faktor penentu sebuah perusahaan berhasil.  sayangnya banyak  perusahaan inovatif justru harus tersandung dan akhirnya jatuh akibat merasa telah melakukan inovasi. Sederet perusahaan inovatif seperti Siemens, Nokia,  Sony, Research In Motion harus terjungkal dari pasar akibat inovasi.

Ahli ekonomi ternama, William J Baumaol, menulis makalah yang berjudul pendidikan untuk inovasi. Ia menggambarkan dampak negatif pendidikan formal pada kemampuan inovatif. Menurutnya pendidikan formal akan mendoktrin individu untuk menjadi ahli satu bidang saja. Sedangkan inovasi adalah terobosan hasil individu yang relatif memiliki tingkat pendidikan formal yang rendah seperti karya Wilbur wright dan Orville Wright (penemu pesawat terbang hanya dengan ijazah SMA), Steve Jobs, Bill Gates, Michael Dell, Mark Zukerberg (Droupt Out dari universitas).

Cynthia Barton Rabe,  dalam bukunya The Inovation Killer (2014) menyatakan Paradoks keahlian dan pemikiran kelompok yang menghancurkan  inovasi.  Kebiasan untuk membuat keputusan berdasarkan pemikiran kelompok atau pendapat ahli seringkali mengakibatkan mandulnya ide-ide baru. Orang yang kurang pintar akan merasa takut mengeluarkan pendapatnya atau akan merasa sia-sia jika mengeluarkan pendapat. Akibatnya secara perlahan-lahan organisasi mengubah orang-orang cerdas menjadi sekolompok orang-orang penurut. Contoh kasus jatuhnya enron adalah dewan direksi mengabaikan banyak praktek meragukan yang dilakukan oleh manajemen enron pada pemegang saham, rekan bisnis dan pegawai.

Publikasi hasil penelitian California Management Review mencatat bahwa 7 dari 10 karyawan dalam bisnis Amerika berkata bahwa mereka tidak bicara saat pendapat mereka bertentangan dengan Atasan. Bhakan saat kita tahu kita benar, sebagian dari kita hanya diam saja.  Harvard Communication Letter memperkenalkan istilah “Captainitis” untuk menjelaskan kecenderungan yang dimiliki oleh orang-orang untuk tidak mempertanyakan otoritas

Point pentingnya adalah pemikiran kelompok atau pemikiran ahli seringkali merusak sehingga membuat orang  untuk ikut setuju saja dengan keputusan mayoritas, meskipun ada kesadaran bahwa pemikiran ini akan menggangu. Tetapi demi menjaga hubungan baik, ketidaksetujuan hanya disimpan diam-diam. Sedangkan organisasi yang suskes rentan terhadap pemikiran ahli dan efek merusak dan dapat ditimbulkan pada inovasi

Pernah Dengar Kisah Marion Obrien Donovan ? karena tidak ada popok bayi yang tidak bocor, ibu ini mengembangkan popok anti bocor, ia mencoba menjual idenya ke pabrik-pabrik besar pembuat produk bayi. Namun pabrik-pabrik itu menolak dengan alasan tidak ada orang yang menginginkan produknya. Penemuan Marion didiamkan hampir selama 10, hingga seorang bernama Victor Mills membeli paten tersebut dan menciptakan Pampers

Contoh Apple lainnya tidak akan sukses besar jika mengikuti pendapat ahli yang menyatakan dalam Personal Computer fungsionalitas adalah raja. Padahal para marketer menyatakan bahwa desain yang gaya disertai fungsionalitas yang baik dapat menjadi perbedaan faktor kompetitif.

Kisah Marion Obrien Donovan dan Apple menunjukkan bahwa mereka tidak akan sukses jika mengikuti pemikiran kelompok atau pemikiran ahli. Paul Arden pengarang buku laris “What you think, think in Opposite” menyatakan jangan selalu mengikuti orang lain, beranilah berbeda.

Masalah ini dimulai ketika perusahaan selalu mencari yang terbaik dan tercemerlang dibidangnya. Akhirnya perusahaan selalu terfokus pada pendapat ahli.  Dalam diskusi anggota akan selalu menuruti pendapat sang ahli. Pada situasi ini inovasi akan sulit tercapai. Padahal menurut Tom Kelley, GM IDEO,  yang menulis The Ten Faces Of Inovation  mengatakan inovasi optimal akan tercapai jika kelompok kerja dibangun berdasarkan disiplin ilmu dan latar belakang yang berbeda-beda. Pendapat yang sama dari Robert Sutton, akademisi dari stanford University, dalam bukunya Weird Ideas That Work bahwa membangun sebuah budaya manajemen inovasi sebaiknya melibatkan sumber saran-saran dari banyak fihak.  Kombinasi yang tidak biasa akan membongkar pola fikir tradisional, ujar Albert Rothenberg.

Adanya dominasi pemikiran kelompok atau pemikiran ahli, membuat orang didalam kelompok menjadi malas berfikir atau malas mencari tahu. Arthur Scawlow, Ahli Fisika Pemenang Nobel menyimpulkan ilmuwan yang paling sukses seringkali bukanlah yang paling berbakat, namun yang terdorong rasa ingin tahu.  Lewis Teman, Psikologis Stanford University meneliti lebih dari 1000 anak berbakat. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa orang berbakat secara intelektual adalah anak yang dibesarkan dalam keluarga yang memberi pelajaran dalam banyak hal. Rumah mereka  penuh dengan buku dan majalah, mereka berpergian ke berbagai museum, konser atau pameran budaya sehingga mereka mengekspos ide-ide yang berbeda.

Studi yang dilakukan oleh Merton Reznikoff, George Dinamo, Carolyn Bridges dan Merto Honeymoon terhadap 117 anak kembar identik menyimpulkan bahwa kreativitas bukanlah karena faktor genetis.  Pola Asuhlah yang memmainkan peran utama pada berkembangnya kreativitas.

Agar Inovasi berhasil

Proses inovasi haruslah diawali oleh tahapan yang disebut identifikasi problem. Perusahaan perlu melihat program inovasi sebagai program untuk menjawab problem yang ada di pasar. Dan, problem tersebut harus diidentifikasikan dengan tepat. Tujuannya adalah solving the right problem right! Open mindset dan Keberanian mengambil risiko berperan penting di sini, karena sesuatu yang baru pasti rentan kegagalan. karakter yang kreatif dan daya imajinasinya yang tinggi adalah dasar eksplorasi ide, cikal bakal sebuah inovasi.

Selanjutya Penentuan Visi. Dalam menjalankan kreativitas dan menciptakan solusi baru, seorang inovator harus memiliki kemampuan melihat the big picture atau yang sering disebut visi. Ini penting untuk memfokuskan perjalanan inovasi kepada suatu objek sasaran yang jelas dan nyata. (Lihat books 7 dosa mematikan). Berikutnya adalah Komitmen. Komitmen adalah janji pada diri sendiri. Jika memiliki komitmen tinggi terhadap visi, maka proses inovasi akan terus berjalan walaupun mengalami banyak tantangan dan hambatan.

Robert Shelton dan Tony Davilla (2005) dalam bukunya Making Innovation Work, agar inovasi perusahaan berhasil, sangatlah penting untuk mengerti elemen kunci inovasi perusahaan.  Elemen tersebut adalah Masukan : berupa dukungan strategi,struktur, proses, komitmen karyawan dalam inovasi, akses kepada karyawan berbakat; Proses : Portfolio inovasi berimbang, eksekusi efektif proyek, nilai tambah kemitraan, jalur kualitas inovasi; Keluaran : kinerja produk, kepemimpinan teknologi, perbaikan proses, pelanggan baru, pertumbuhan penjualan pelanggan tetap. Ketiga elemen tersebut akan memberikan Hasil yakni : pertumbuhan penjualan, pertumbuhan keuntungan dan nilai pasar perusahaan. Jika dilihat lebih lanjut, terlihat adanya dua dimensi pendukung yang mesti dipenuhi yakni dari sisi Sistem (struktur, teknologi, proses ) serta Budaya (komitmen karyawan, akses karyawan berbakat). Kedua dimensi yang kuat ini akan memberi dukungan penuh lahirnya inovasi sebagai sumber nilai bagi perusahaan.

Inovation

Posted in Uncategorized on November 20, 2015 by shelmi

 

Dalam survey yang dilakukan oleh Mckinsey Quarterly (2205) , tentang Apa yang ekskutif Global pikirkan tentang Teknologi dan Inovasi,  para eksekutif papan atas tersebut menganggap bahwa faktor terpenting dalam sebuah organisasi adalah kemampuan berinovasi. Tak heran konfrensi, seminar, pelatihan, pameran tentang inovasi ramai dikunjungi dan dihadiri orang banyak. Riset yang dilakukan oleh Brooking Institution (2002) telah menunjukkan kecenderungan pasar yang menghargai lebih besar pada aset tidak nyata sampai lima kali lipat dibandingkan satu dekade sebelumnya.

Perubahan pasar yang sangat cepat dan persaingan yang kompleks menuntut inovasi yang terus-menerus.  Bagi perusahaan, investasi dalam inovasi menciptakan peluang untuk tumbuh dengan memberikan produk dan jasa yang lebih baik ke pasar. Dengan kata lain, perusahaan yang mampu berinovasi mampu mengubah peta pasar persaingan.  Sehingga inovasi merupakan the growth engine bagi perusahaan.  Inovasi merupakan kunci keberhasilan. Karena inovasi yang sukses adalah mampu mengubah ide menjadi uang.

 

Coba search kata-kata inovasi di Google, akan muncul jutaan artikel atau defenisi tentang inovasi. Sebenarnya apa itu inovasi ? kamus new Oxford American menjelaskan inovasi sebagai  pembuat perubahan yang sudah ada, terutama dengan cara memperkenalkan metode-metode baru.  Jadi inovasi adalah membuat sesuatu yang berbeda dan berdampak atau sebuah penerapan ide yang menghasilkan kemajuan yang berharga.

Salah satu cara membandingkan kreativitas dan inovasi adalah membandingkan Leonard da Vinci dan Thomas Alva Edison. Keduanya jenius. Leonard da Vinci Seorang seniman yang mampu melihat masa depan. Dia membuat sketsa mirip helikopter atau mampu memetakan tubuh manusia. Namun idenya tidak berdampak atau menghasilkan sesuatu yang bermanfaat pada masanya. Leonard da Vinci adalah seorang jenius yang kreatif. Sedangkan Thomas Alva Edison seorang seorang jenius yang inovatif.

Inovasi muncul dalam berbagai bentuk. Misalnya (1) inovasi lewat pemasaran.  Dengan teknik pemasaran dan serangkaian iklan konsumen diajak untuk mencoba manfaat produk yang ditawarkan.  Sehingga produk dianggap sebagai solusi (2) Inovasi secara bertahap (incremental) atau inovasi proses, para produsen yang ingin meningkatkan penjualannya melakukan inovasi ini seperti menambah varian baru, kategori baru, rasa baru. Sehingga produk/jasa dianggap lebih baik, lebih cepat, lebih murah, lebih sehat/bermanfaat, lebih wangi, lebih sehat) dsb. (3) Inovasi transformasional. Para produsen teknologi seperti smartphone atau mobile device lainnya selalu memperkenalkan inovasi transformasional agar tetap bertahan dipasar. (4) Inovasi Produk baru. Inovasi ini merupakan kategori baru. Orang sering menyebutnya dengan ionovasi distruptif yaitu inovasi ayng mencipatakan pasar dan jejaring baru.

Apple menciptakan model pendapatan baru lewat apple store dimana apple menjual laguan satuan dengan harga yang rendah.  Amazone menciptakan model pendapatan baru dengan cara memperkenalkan belanja online. Ebay menciptakan model pendapatan baru dengan cara mempertemukan pembeli dan penjual. Google menciptakan pendapatan baru dengan cara menggabungkan iklan dan search enggine. Facebook menciptakan pendapatan baru dengan cara jejaring sosial. Tripadvisor menciptakan pendapatan baru melalui pengalaman orang-orang yang berpergian.  Ini adalah sederet contoh inovasi disruptif

Southwest Airlines mengubah model layanannya menjadi penerbangan bertarif murah. Del computer memotong rantai distribusi pemasaran dalam menjual komputer. Mereka tidak menjual lewat distributor atau perantara melainkan langsung ke end users.

Mengapa inovasi bisa dilakukan? Pertama para penelti dan inovator telah menemukan pola-pola atau prinsip-prinsip tentang pelaksanaan inovasi sehingga kita tinggal mengikuti dan mempelajarinya. Untuk lebih jelas, silahkan baca buku Inovator DNA. Kedua Inovasi semakin murah. Adanya teknologi, social media, internet berkecepatan tinggi membuat orang dengan sangat mudah belajar, mencari ide, bertukar ide, mengetes pasar dan mempromosikan produk/jasanya.

Peranan Mahasiswa dan Masa Depan Bangsa

Posted in slide on August 14, 2014 by shelmi

Peranan Pemuda dalam Pembinaan Politik Bangsa

PENGARUH HARGA, KEMASAN, DAN IKLAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MINUTE MAID PULPY ORANGE PADA SISWA SMA NEGERI 1 MEDAN

Posted in Jurnal PDF, Uncategorized on August 14, 2014 by shelmi

jurnal

SKB ( bagian akhir) aspek lingkungam dan hukum

Posted in Uncategorized on June 12, 2013 by shelmi

Aspek Lingkungan

Dalam setiap pelaksaan usaha, setiap perusahaan tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari tanggung jawab lingkungan sekitarnya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa aspek lingkungan yang perlu kita perhatikan adalah:

 

  1. Aspek Ekonomi

Aspek ekonomi merupakan faktor yang sangat penting. Jika aspek ekonomi sedang membaik dan sektor rill yang sedang berjalan kondisinya baik, total perekonomiaanya sedang booming, maka permintaan produk dan konsumsi masyarakat juga meningkat sehingaa di istilahkan kalau kita jualan apa saja bisa laku.

Ketika terjadi krisis global, hampir semua perekonomian di dunia menggalami pertumbuhan yang negatif, hanya indonesia cina dan india yang masih mencatat pertumbuhan positif di tahun 2009.

Ekspor indonesia diluar negeri menggalami pertumbuhan negatif karena negara-negara yang tadi mengimpor dari indonesia menggalami resisi.

 

  1. Aspek Sosial Budaya

Perhatian akan faktor sosial menjadi penting, hasil produk atau jasa kita, wajib memperhatikan akan budaya masyarakat setempat. Setiap masyarakat memiliki ciri khas dan budaya yang berbeda-beda.

Selain itu, perusahaan juga bisa menjalankan progam corporate social resposibility yakni menunjukan tanggung jawab pada lingkungan sekitar baik melalui sumbangsih untuk masyarakat maupun penggembangan komunitas.

 

  1. Aspek Politik

Pertumbuhan usaha akan tergantung juga pada suhu politik. Jika terjadi ketidak stabilan politik maka permintaan akan produk akan menurunse hingga perusahaan juga akan menggalami hambatan dalam menjual.

Selain kondisi politik secara makro, perlu diperhatikan juga kondisi regulasi disetiap bidang industri.

 

  1. Aspek Lingkungan Hidup

Bagi kebanyakan perusahaan terutama yang bersifat manufaktur dan pertambangan, aspek lingkungan hidup menjadi sangat penting, berbagai lembaga swadaya masyarakat juga berfungsi sebagai kontrol akan lingkungan seperti halnya green peace.

 Aspek Hukum

Semua warga harus taat pada hukum yang berlaku dinegara dimana warga negara berdomisili begitu juga setiap usahan yang didalam bentuk perusahaan. Setiap usaha yang berjalan tanpa adanya pencatatan atau pendaftaran secara hukum, akan dianggap sebagai usaha ilegal dan akan dikenai sanksi jika terdeteksi dikemudian hari.

  1. Bentuk Badan Usaha

Hal pertama yang harus dilakukan adalah bentuk badan usaha yang mau dijalankan, dalam penentuan bentuk badan usaha, kita perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kepentingan pemegang saham
  2. Keterbatasan akan kewajiban pemegang saham
  3. Masa jangka panjang usaha

Adapaun bentuk-bentuk badan usaha adalah sebagai berikut:

  1. Perusahaan pribadi
  2. Perusahaan CV atau kerjasama Partnership
  3. Perusahaan Terbatas (PT)

Selain bentuk di atas, ada satu lagi bentuk badan usaha lainnya yakni perusahaan milik pemerintah.

Khususnya untuk Perseroan Terbatas, ada pengaturannya di Undang-undang Nomer 40 Tahun 2004 tentang Perseroan Terbatas beserta penjelasanya.

Bab I                           Ketentuan Umum

Bab II                          Pendirian, Anggaran Dasar dan Perubahan Anggaran Dasar, Daftar Perseroan dan Pengumuman.

Bab III            Modal dan Saham

Bab IV            Rencana Kerja, Laporan Tahunan dan Penggunaan Laba

Bab V                         Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Bab VI            Rapat Umum Pemegang Saham

Bab VII          Direksi dan Dewan Direksi

Bab VIII         Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan dan Pemisahan

Bab IX            Pemeriksaan terhadap Perseroan

Bab X                         Pembubaran, Likuidasi dan Berakhir Status Badan Hukum

Bab XI            Biaya

Bab XII          Ketentuan Lain-lain

Bab XIII         Ketentuan Peralihan

Bab XIV         Ketentuan Penutup

Setelah kita menetapkan akan badan usahan, selanjutnya kita wajib mempelajari akan UU ataupun peraturan berlaku di Industri masing-masing baik secara nasional maupun daerah.

Untuk Industri tertentu akan ada peraturan atau undang-undang tertentu yang wajib ditaati, tingkatan peraturan yang berlaku bisa berbentuk Undang-undang maupun Keputusan Menteri Keuangan.

Dalam pengaturannya beberapa bidang di atur dalam bentuk Undang-undang seperti Undang-undang perbankan, ada juga Undang-undang Kehutanan. Selain regulasi yang wajib diikuti, biasanya untuk bidang tertentu ada badan khusus yang mengawasi kegiatan usaha kita, seperti bidang perbankan di bawah pengawasan dan peraturan Bank Indonesia. Sedangkan untuk lembaga keuangan di bawah pengawasan menteri keuangan.

Selain regulasi dalam industri, kita juga harus memperhatikan beberapa peraturan yang memiliki keterkaitan dengan bidang usaha terutama perizinan.

Pada dasarnya setiap usaha harus memiliki izin usaha sebagai berikut:

  1. Surat izin Usaha Perdagangan
  2. Tanda Daftar Perusahaan
  3. Nomor Pokok Wajib Pajak

Sesudah berjalannya usaha, maka perusahaan perlu memperoleh izin dari instansi terkait seperti:

  1. Perizinan dari departemen tenaga kerja, atas jumlah tenaga kerja.
  2. Perizinan pemda setempat.
  3. Pendaftaran jamsostek.
  4. Perpajakan.

Setelah kelengkapan izin semuanya, perusahaan juga memerlukan adanya pemebentukan anggaran dasar perusahaan yang disahkan oleh para pemegang saham dan membentuk organ-organ organisasi seperti dewan direksi dan dewan komisaris untuk Perseroan Terbatas.

 

  1. Anggaran Dasar Perusahaan

Dalam Aggaran Dasar Perusahaan akan mengatur mengenai hal-hal sebagai berikut:

  1. Tujuan Pemebentukan Organisasi
  2. Izin dan Industri bergeraknya Organisasi
  3. Fungsi-fungsi Organ seperti Dewan Direksi dan Dewan Komisaris
  4. Kewajiba, Hak dan Wewenang masing-masing organ organisasi
  5. Proses pemilihan dan pengunduran diri organ organisasi
  6. Proses Penggambilan Keputusan
  7. Proses Pelaksanaan Rapak Dewan Direksi, Dewan Komisaris dan Pemegang Saham
  8. Proses Likuidasi Perusahaan

 

 

 

  1. Pendaftaran Nama dan Merk

Semua perusahaan diharuskan memiliki nama perusahaan, nama perusahaan ini harus didaftarkan ke departemen kehakiman untuk mendapatkan pengesahan. Dalam pendaftaran, kita harus mencantumkan kategori industri apa yang akan kita golongkan, dan dari situ kita akan melakukan registrasi dan menunggu waktu tertentu untuk mendapatkan pengesahan, sampai tidak adanyha nama mendekati atau sejenis yang melakukan klaim.

Begitu juga merk harus kita daftarkan sehingga tidak terjadi sengketa kemudian, menggigat belakangan ini banyak timbul sengketa merek di pengadilam karena adanya pihak lain yang klaim akan kepemilikan terutama yang telah dikenal secara internasional, tapi juga nama lokal yang mendekati kesamaan nama.

 

SKB (bagian 6) aspek financial

Posted in Uncategorized on June 12, 2013 by shelmi

Aspek Financial

Untuk memulai maupun mengembangkan usaha, kita memerlukan modal baik dari sumber internal maupun eksternal. Modal besar dan kecil tidak akan menjadi hambatan, asal selama model bisnis kita menarik, investor pasti ingin berinvestasi ke proposal bisnis kita.

  1. Sumber Modal

Kita bisa memperoleh modal dengan beberapa cara yakni

  1. Meminjam kepada lembaga keuangan
  2. Mengajak investor lainnya.

 

  1. Cara Perolehan Dana

Kita mesti mempersiapkan proposal studi kelayakan yang lengkap termaksud anggaran dan proyeksi keuangan, minimal sampai dengan jangka waktu menengah. Kreditor akan menganalisis kesehatan usaha dan kemampuan untuk mengembalikan hutangnya. Sumber dana tidak ada yang gratis semakin beresiko sebuah bisnis maka bunga yang dikenakan akan semakin tinggi.

 

  1. Bunga

Biaya bunga merupakan biaya penting dalam investasi. Kreditur mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman namun perusahaan peminjam dana menanggung beban bunga pinjaman. Bunga pinjaman yang tinggi akan membebankan keuntungan perusahaan bahka bisa merugikan perusahaan.

 

  1. Jaminan

Hampir semua pinjaman memerlukan jaminan. Dengan adanya jaminan, bank atau keridut akan menilai jaminannya dan memberikan pinjaman. Bank melihat pinjamannya itu memiliki resiko dan agar meminimalkan resiko, jaminan dinilai harganya. Biasanya bank hanya memberikan nilai pinjaman maksimal 80% dari nilai jaminan tersebut.

 

  1. Perjanjian

Dalam pinjaman akan diatur beberapa hal sebagai berikut:

  1. Jumlah dan tipe pinjaman
  2. Jangka waktu pinjaman
  3. Jaminan yang diberikan
  4. Bunga yang dikenakan
  5. Kewajiban dan hak pihak peminjam
  6. Kewajiban dan hak pihak yang meminjamkan
  7. Keabsahan para pihak
  8. Antisifasi kemungkinan sengketa para pihak
  9. Keadaan force majeure
  10. Pihak yang mewakili

Sedangkan untuk infestor, biasanya dibuatkan perjanjian join yang memuat hal-hal berikut:

  1. Usaha yang akan dijalankan
  2. Hak dan kewajiban para pihak
  3. Pembagian hasil
  4. Penyelesaian sengketa
  5. Cara penjualan saham dan pembelian saham
  6. Cara pembubaran
  7. Masa hidup perusahaan

 

  1. Persiapan Investasi Awal

Dalam perencanan, kite perlu mempersiapkan hal berikut:

  1. Asumsi kondisi makro perekonomian. Sebagaimana dibahas dalam bab sebelumnya bahwa pasar dan pemasaran kita tidak bisa lepas dari kebijakan ekonomi makro, sehingga kita perlu menggumpulkan data makro ekonomi seperti kurs rupiah dengan mata uang asing.
  2. Analisa industri. Kita akan menelusuri pertumbuhan industri secara keseluruhan dan implikasi makro terhadap industri.
  3. Proyeksi pasar. Kita akan menganalisa pasar yang menjadi target terkait faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dan potensi pertumbuhan pasar.
  4. Proyeksi pemsaran. Akan berisikan mengenai pangsa pasar, harga yang akan diterapkan, wilayah pemasaran, cara distribusi produknya. Proyeksi atau angaran pemasaran ini harus bisa sejalan dengan ketiga proyeksi sebelumnya.
  5. Proyeksi atau kapasitas produksi. Setelah mengetahui jumlah pemasaran selanjutnya kita aklan menetapkan jumlah produksi yang diperlukan beserta dengan bahan bakunya dan bahan variabelnya masing-masing dan juga variasi produksi.
  6. Anggaran biaya termaksud biaya investasi atau kapital expenditure, selanjutnya adalah biaya-biaya yang diperlukan termaksud juga investasi tambahan yang diperlukan seperti pendirian pabrik atau pembelian alat produksi baru karena kapasitas tidak mencukupi untuk menunjang penjualan yang di tetapkan.
  7. Proyeksi laba atau rugi. Setelah semua data tersebut didapatkan, kita kan mendapatkan angka proyeksi keuntungan tahun berjalan.
  8. Proyeksi neraca, ini akan menunjukan kepada kita menggenai posisi perusahaan dari segi aset, hutang dan modal yang dimiliki.
  9. Proyeksi arus kas. Dalam proyeksi ini kita akan menentukan jumlah modal tambahn yang diperlukan atau tidak diperlukannya tambahn modal.

Setelah selesai dengan penggangaran maka tahap berikuitnya adalah melakukan analisis terhadap berjalannya kelayakan usaha atau bisnis ini bagaimana akan menjadi layak, jika layak maka dijalankan, jika tidak, perlu dipertimbangkan kembali, misalnya:

  1. Meninjau kembali pasar yang akan dimasuki
  2. Meninjau kembali pengeluaran biaya-biaya
  3. Alternatifnya adalah menaikan harga jual produk, jika biaya tidak bisa dikurangi
  4. Meninjau kembali struktur industri lainnya.

 

  1. Alat Analisi Kelayakan

Untuk menganalisis kelayakan aspek keuangan pengembangan usaha ada beberapa alat atau metode analisis keuangan yang mempunyai kelebihan dan kelemahan. Metode tersebut adalah.

  1. Pengembalian investasi
  2. Penyesuaian nilai sekarang
  3. Indeks keuntungan
  4. Tingkat balikan interal

Penjelasan metode analisis keuangan secara ringkas.

  1. Metode pengembalian investasi

Merupakan metode analisis kelayakan onvestasi dengan menjumlahkan semuia yang di hasilkan dalam jangka waktu tertentu di bandingkan dengan modal atau investasi awal. Metode ini menggunakan kreteria kelayakan sebagai berikut :

–            Proyek dinyatakan layak jika mesa pemulihan modal onvestasi lebih pendek Dari usia ekonomis.

–            Proyek dinyatakan tidak layak jika masa pemulihan modal investasi lebih lama di bandingkan usia ekonomisnya.

Kelebihannya :

–            Mudah dalam penggunaan dan penghitungan

–            Berguna untuk memilih proyek yang mempunyai masa pemulihan tercepat.

–            Masa pemulihan modal dapat digunakan untuk alat prediksi resiko ketidakpastian pada masa mendatang.

Kelemahannya :

–        Mengabaikan adanya perubahan nilai uang dari waktu ke waktu.

–        Mengabaikan arus kas setelah periode pemulihan modal di capai.

–        Mengabaikan nilai sisa proses.

 

  1. Metode nilai sekarang (Net Present Value )

Merupakan metode analisis keuangan yang memasukan faktor nilai waktu uang karena nilai uang akan bertambah sejalan dengan jalannya waktu.

Kreteria kelayakan :

–        Proyek dinilai layak jika net prisent value bernilai posotip

–        Di nilai tidak layak dari aspek keuangan jika net prisent value bernilai negatip

Kelebihannya :

–       Memperhitungkan nilai uang karna faktor waktu sehingga lebih realistik terhapat perubahan harga.

–       Memperhitungkan arus kas selama usia ekonomis proyek.

–       Memperhitungkan adanya nilai sisa proyek.

Kelemahannya :

–       Lebih sulit dalam penggunaan perhitungan

–       Derajat kelayakan selain di pengaruhi arus kas juga oleh faktor usia ekonomis proyek.

 

  1. Profitability Index

Index profitabilitas adalah rasio atau perbandingan antara jumlah nilai sekarang arus kas selama umur ekonimisnya dan pengeluaran awal proyek. Jumlah nilai sekaran g arus kas selama umur ekonomis hanaya memperhitungkan arus kas pada tahun pertama hingga tahun terakhir, dan tidak termasuk pengeluaran awal.

 

  1. Metode tingklat balikan internal ( internal read of reten – IRR )

Merupakan metode penilaian kelayakan proyek dengan menggunakan perluasan metode nilai sekarang.

Kreteria kelayakan :

–       Proyek di nilai layak jika IRR lebih besar dari presentase iaya modal atau sesuai dengan presentase keuntungan yang di tetapkan investor.

–       Proyek di nilai tidak layak jika IRR lebih kecil dari biaya modal atau lebih rendah dari tingkat keuntungan yang diinginkan investor.

Kelebihan :

–       Sudah memperhitungkan nilai uang yang di sebabkan oleh faktor waktu.

–       Memperhitungkan usia ekonomis proyek.

–       Memperhitungkan adanya nilai sisa proyek.

–       Bank lebih mudah menentukan presentase tingkat suku bunga maksimum yang bisa di tutup proyek.

Kekurangannya :

–       Lebih sulity dalam proses penghitungannya, namun dengan program komputer, mnasalah kesulitan perhitungan ini bisa di atasi

  1. Analisa rasio keuangan

Guna menilai usaha kesehatan sebuah perusahan atau usaha, kita perlu menilai rasio- rasio keuangan dan arus kas yang di gasilkan oleh usaha yang di jalankannya. Rasio- rasio tersebut di kelompokan ke dalam :

PENILAIAN LIKUIDITAS

  1. Rasio likuiditas

Penilaian likuiditas adalah mengukur kemampuan pengusaha, perorangan atau badan dalam menghadapi hutang jangka pendek dari harta atau aktiva jangka pedek.

  1. Inventory trun over dan sales trunover

Rumusan ini digunakan untuk mengukur perputaran barang.

  1. Acid tes ratio

Pengukuran ini dilakukan dengan menghitung aktiva lancar diluar persediaan yang bisa digunakan untukj membayar hutang jangka pendek yang akan jatuh tempo.

 

PENILAIAN PROFITABILITAS

Penilaian prifitabilitas adalah penilaian tentang ukuran kemampuan perusahaan perorangan atau badan untuk menghasilkan laba dengan memperhatikan modal yang di gunakan.

Ada tiga metode yang sering di gunakan dalam menganalisa profitabilitas yaitu :

  1. ROE ( RETUN ON EQUITY )

Adalah perbandingan antara laba bersih dengan modal sendiri.

  1. ROI ( RETURN ON INVESTMENT )

Adalah pembanding antara bersih dan bunga pinjaman dengan modal sendiri dan modal pinjaman.

  1. ROA ( RETURN ON ASSET )

Adalah perbandingan antara laba bersih dengan total altiva yang ada di neraca.

PENILAIAN SOLVABILITAS

Penilaian solvabilitas adalah pengukuran kemampuan perusahaan baik perorangan atau badan untuk mebayar hutang – hutangnya baik hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang.

     PENILAI ACID TEST

Acid test ratio (ATR ) merupakan kemampuan perushaan dalam membayar hutang lancar. Rasio keuanga n ini umumnya di pergunakan pada perusahaan supplier atau perdangangan atau industri yang jumlah hutang jangka panjangnya kecil.

 

 

 

PENILAIAN LEVERAGE

Rasio ini dipakai untuk mengukur kemampuan atau ketahanan perusahaan terhadap hutang yang di  peroleh dengan membagi total hutang perusahaan dengan total modal perusahaan.

EBITDA ( EARNING BEFORE INTEREST, TAX, DEPRECIATION, AND AMORTIZATION )

Pada laba rugi perusahaan tidak bisa mencerminkan kondisi sebenarnya, karna pemberlakuan metode menyusutan dan amortisasi sebagai komponen biaya banyak jenisnya dan juga umur ekonomis barang modal dapat di perlambat atau di percepat yang mengakibatkan besaran biaya penyusutan berbeda. Karena itu para analis bisnis menggunakan ebitda sebagai salah satu pengganti analisa laporan laba rugi.

INTEREST COVERAGE RATIO on  EBITDA

Interet coverage ratio adalah perbandingan ebitda dengan interet expenses. Rasio ini merupakan analisa terhadap kemamopuan perusahaan dalam pembayaran bunga dan hutan. Besar nilai rasio yang layak berbeda setiap negara, tergantung besar bunga yang berikan. Untuk indonesia pada kondisi normal nilai rasio yang layak minimal 2 hingga 3 kali.

  1. AKUISISI BISNIS BARU

Dalam penyusunan anggaran di atas lebih kebentuk usaha baru dan usaha yang akan di jalankan, sedangkan dalam pembelian atau akuisisi perusahaan baru, maka kita perlu melakukan proyeksi laporan keuangan ke depan. Khusus untuk penilai perusahaan yang sedang berjalan bisa di tempuh dengan beberapa metode seperti di bawah ini :

 

Discounted cash flow

Dalam sebuah investasi kita pasti mengharapkan adanya return atau pengembalian hasil dari yang kita investasikan.

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam discounted chas flow ini :

  1. Usahanya akan berjalan terus menerus sehingga chas flow yang kita analisa biasanya cukup panjang kurang lebih 10 tahun.
  2. Firn valuation

Yang biasanya di sebutkan dengan free chas flows to the firn dijalankan dengan menilai keseluruhan bisnis perusahaan baik aset maupun pertumbuhan asetnya.

  1. Equity valuation, dimana free chas flow to equity yakini arus kasnya setelah pembayaran hutang dan keperluan investasi yang di kenal dengan sebutan free chas flow to equity.

 

 

 

Relative valuation

Dalam penilaian perusahaan, kita juga bisa melakukan perbandingan dengan perusahaan sejenis atau usaha sejenis yang ada di pasar, yakini dengan melihat retrun dan hasil yang di hasilkan. Biasanya di lakukan pengelompokan sebelum  di lakukan perbandimngan sebagai berikit ini :

  1. Direct comparison

Mebandingkan langsung dengan perusahaan sejenis atau yang paling mendekati, bisa hanya satu perusahaan atau dua perusahaan.

  1. Peer group average

Membandingkannya dengan satu kelompok perusahaan yang ada di pasar dan di paki rata- ata industri nya untuk di jadikan rujukan.

  1. Peer group average adjusted for differences

Beberapa analis juga melakukan pengelompokan seperti rata –rata dalam kelompok industri dengan dilakukannya penyesuaian mengingat adanya perusahaan yang berada di atas atau di bawah range yang tidak sesuai dengan industri total.

Ada beberapa keuntungan dengan mengaku sisi usaha yang telah berjalan bagai inbestor dari pada ,enjalankan usha yang abru sama sekali yakini :

  1. Usaha telah berjalan dengan perijinan yan g telah ada
  2. Sumber daya manusia.
  3. Suplayer dan konsumen yang ada.
  4. Pengembakian hasil yang lebih cepat.
  5. Mendapatkan modal tambahan.

Akan tetapi dalam kenyataannya kita juga harus berhati – hati dengan pembelian perushaan berjalan karna dalam perudahaan berjalan biasanya ada hal – hal yang tersembunyi yang tidak di ketahui sampai kita membelinya seperti :

  1. Kemungkinan adanya contingent liabilities
  2. Masalah karyawan dan budaya kerja yang tidak kondusip
  3. Adanya kasus dalam pengadilain yang harus di selesaikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

SKB (bagian 5) aspek tehnik dan produksi

Posted in Uncategorized on June 12, 2013 by shelmi

Aspek Teknik dan Produksi

Analisi aspek teknik dan produksi bertujuan untuk menentukan bentuk teknologi yang akan dipakai dengan desain produk yang mau dipasarakan, kebutuhan investasi fisik baik itu mesin, lokasi, kendaraan maupun lainnya. Pada dasarnya aspek ini dapat dibagi kedalam tiga bagian utama, yakni:

  1. Penentuan produk yang akan diproduksi dan bagaimana memproduksinya
  2. Lokasi produksi yang akan digunakan dan layout
  3. Hambatan-hambatan yang perlu diperhatikan dalam menjalankan produksi

 

  1. Penentuan produk dan proses produksi

Rancangan produk adalah suatu proses yang melibatkan semua bagian di perusahaan, karena produk itu akan dipasarkan kekonsumen dan juga mempengaruhi harga dan biaya produksi. Dengan produk yang sudah disetujui dan mau diluncurkan, akan ditentukan keperluan material perunit, harga material perunit, kapasitas sumber daya manusia yang diperlukan, cara penjualan, harga dan keuntungan yang akan didapat.

  1. Lokasi produksi yang digunakan dan layout

Penentuan lokasi merupakan hal yang sangat penting untuk diprtimbangkan dengan baik dan mendalam dengan memperhatikan sumber daya yang mau dipakai baik sumber daya bahan baku, sumber daya manusia, transfortasi, dampak terhadap lingkungan sekitar, dan lainnya.

Begitu juga untuk produk jasa, penentuan lokasi sangat penting sehinga menjadikannya sebagai salah satu P yakni Physical apperance. Penentuan lokasi perusahaan didasarkan atas pertimbagan berikut:

  1. Dekat dengan sumber bahan baku yang akan diproduksi
  2. Dekat dengan sumber daya manusia
  3. Dekat dengan tarnsfortasi
  4. Lokasi sebagaimana ditetapkan oleh pemerintah
  5. Insentif pajak
  6. Harga properti
  7. Biaya tenaga kerja
  8. Sumber permintaan produk
    1. Site analysis

Perlu pengkajian yang sangat mendalam sebelum mebangun sebuah pabrik atau perusahaan, karena harus selalu difikirkan jangka panjang dan dampaknya secara luas. Kadang-kadang kita lupa akan hal yang kecil tapi berakibat fatal. Jika perusahaan mendirikan pabrik di sebuah daerah, akan tetapi didaerah tersebut belum tersedia transfortasi untuk karyawannya, akibatnya karyawan sering terlambat masuk kerja akan tetapi pulang selalu tepat waktu karena tidak adanya kendaraan umum, akibatnya perusahaan harus menyediakan kendaraan pengangkut.

  1. Pengunaan tanah untuk produksi dan penunjang

Dalam setiap pembangunan alat produksi perlu diperhatikan akan pembangunan untuk minimal 5 tahun kedepan, bagaimana dengan dampak lingkungan terhadap limbah, bagaimana dengan keadaan lingkungan kerja yang menyenangkan, sirkulasi udara yang baik, tempat pembuangan, tempat istirahat, tempat makan siang, tempat ibadah dan lainnya.

Disain yang baik, termasuk dalamnya mempertimbangkan akan

  1. Fasilitas utama seperti pabrik, gudang dan kantor
  2. Fasilitas penunjang seperti
    1. Tempat istirahat karyawan
    2. Tempat beribadah
    3. Tempat makan siang karyawan
    4. Transfortasi untuk karyawan
    5. Tempat parkir
    6. Fasilitas pembuangan limbah
    7. Tempat kesehatan karyawan
    8. Fasilitas tambahan lainnya seperti penginapan karyawan
    9. Tata letak (layout) pabrik dan proses produksi

Tata letak menjadi penting karena jika memunculkan hambatan dan bisa meningkatkan biaya produksi, menjadikan penghamburan sumber daya yang sia-sia, tata letak yang ada, penumpukan produk-produk, serta menghambat produksi maka perlu dilakukan pembenahan tata letak. Layout dapat diatur berdasarkan kriteria berikut:

  1. Product oriented layout
  2. Process oriented layout
  3. Standard operating

Untuk memastikan semua proses berjalan sesuai dengan standar yang di tetapkan baik untuk produksi barang dan jasa, diperlukan penetapan akan standar operating prosedur yang ada untuk aktifitas yang krusial dan rutin, sehingga karyawan akan dengan mudah mempelajarinya dan membacanya jika diperlukan.

 

  1. Hambatan-hambatan Dalam Proses Produksi
  2. Jadwal produksi

Jadwal produksi sangat krusial bagi susksenya sebuah produk. Produksi merupakan satu proses yang panjang dan keterkaitan yang tinggi antar bagian mulai dari prediksi penjualan, pencarian bahan baku, pemesanan bahan baku, hingga pemesanan bahan penunjang. Jika salah satu bahannya tidak tersedia sesuai dengan jadwal maka keseluruhan proses produksi akan terganggu.

  1. Jumlah produksi

Terjadinya kelebihan produksi akan menjadi biaya tambahan akibatnya bukan saja apa yang diproduksi tidak laku tatapi juga bisa menimbulkan kerugian.

  1. Skala produksi

Ada kalanya kita menyimpulkan bahwa semakin banyak produksi akan semakin laku dan semakin efesien seperti prinsip biaya tetap produksi, akan tetapi biaya tetap produksi memiliki skala maksimum juga. Seperti mesin produksi jika kita paksakan produksi terus dan tidak ada masa perawatan bisa berakibat fatal.

  1. Kontrol kualitas

Pengawasan akan kualitas produk sangat penting, hampir semua pabrik menyediakan bagian yang diberikan nama quality control atau QC.

 

  • Produk cacat

Pembuangan produk cacat juga wajib di kontro agar tidak terjadi hal-hal yang merusak reputsi perusahaan dan prosuk. Dalam bebrapa produk, melakukan penarikan kembali produknya karena produknya cacat sring kita dengar.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 65 other followers