marketing

PENGARUH SOCIAL MEDIA, WORD OF MOUTH DAN SERVICESCAPE TERHADAP MINAT BERKUNJUNG KE TAMAN WISATA ALAM SIBIO-BIO (AEK SABAON) DI KABUPATEN TAPANULI SELATAN

Advertisements
business, enterpreneur, Uncategorized

Persiapan Menjadi Entrepreneur

Syafrizal Helmi Situmorang

Seorang calon entrepreneur yang baik harus mengenali dirinya sendiri. Dia harus memiliki karakter umum yang biasa dimiliki oleh seorang entrepreneur seperti bermotivasi tinggi, suka mencari tantangan, senang bergaul dengan orang lain, dan lain sebagainya. Selain itu calon entrepreneur harus memiliki cita-cita dan motivasi pribadi. Motivasi adalah suatu dorongan dari dalam diri Anda yang mendorong Anda untuk melakukan sesuatu, termasuk untuk menjadi seorang young entrepreneur.

Karakter, motivasi dan cita cita anda merupakan modal untuk memiliki sikap mental positif sebagai kunci sukses dalam hidup. Untuk bisa sukses kita harus memiliki mental baja.Ditembak kanan kiri,tetap tegar, Diterpa kesulitan, tetap tenang, Ada beberapa kondisi tertentu yang dihadapi entrepreneur dan membutuhkan sikap mental tertentu pula. Sikap mental ini nantinya harus dipersiapkan oleh para calon entrepreneur sebelum mulai membuka usaha dan setelah menjalani usaha tersebut. Beberapa sikap mental itu antara lain: Kesiapan menghadapi ketidakpastian, Pantang mengatakan “tidak bisa”, Sikap mental “tidak mau rugi”, Keberanian mengambil risiko, Kesiapan untuk bekerja lebih keras, lebih tekun, dan lebih sabar, Bangga akan usaha anda serta Sabar dan tetap komitmen ketika dilecehkan, dihina atau dianggap tidak mampu dari orang-orang sekeliling kita, dan dianggap gagal dari orang terdekat kita

              Selanjutnya bakat dan kemampuan. Pemahaman akan bakat dan kemampuan diri menjadi sangat penting karena pemahaman ini akan menjadi poin penting dalam pemilihan dan pelaksanaan bisnis Anda. Sebaiknya bakat dan kemmapuan anda terus diasah agar menjadi keterampilan yang akan menjadi kunci sukses anda. Yang terakhir adalah Pengalaman. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Anda akan banyak belajar dari pengalaman Anda dan pengalaman orang lain. Bukan berarti bahwa dalam membuka usaha harus berpengalaman terlebih dahulu. Namun, apabila Anda mempunyai pengalaman terlebih dahulu di bidang yang akan Anda geluti, itu akan sangat membantu.

Do What You Love & Love What You Do

Khalil gibran berkata : bekerjalah dengan rasa penuh cinta. Saat kita sudah mencDo-what-you-love-love-what-you-do-saying-quotesintai sasaran kita,bekerja keras seperti apapun akan kita lakukan dengan penuh gairah. Energi selalu mengalir ke arah sesuatu yang dicintai.Dimana pun ada cinta, energi mengalir mencari” permukaan cinta “ dan terus bergerak.  Dengan memiliki impian kita akan mencintai pekerjaan atau profesi kita, agar impian kita tercapai. saat kita begitu mencintai impian kita, ia akan memandu gerak langkah kita.Apa yang akan kita lakukan akan mengalir begitu saja,tanpa beban.

Cintailah apa yang kamu kerjakan karena itu akan membuat kehidupanmu lebih menyenangkan, jangan melakukan sesuatu dengan alasan kekayaan. Hal terbaik adalah mendengarkan kata hati, karen akata hati akan menuntunmu kearah yang benar. Setiap manusia diberikan pilihan, ketika kita melakukan ssuatu hal yang kita cintai, maka passion hadir dalam diri kita. Passion adalah faktor x yang memberi kita energi untuk berbuat lebih sehingga kita tidak akan berhenti karena rintangan dan halangan.

Passion merupakan syarat utama untuk sukses. Banyak orang yang berfikir secara rasional akan menyerah ketika menghadapi rintangan. Passionlah yang membuat kita tetap berusaha.Passion juga merupakan perasaan cinta yang menggebu-gebu, hasrat atau rasa antusias ketika melakukan suatu kegiatan atau aktivitas. Passion bisa berupa  minat, hobi, bakat, kekaguman atau antusiasisme anda terhadap sesuatu. Adanya passion akan membantu anda memilih pekerjaan terbaik yang anda senangi. Jadi pertanyaannya apakah menjadi seorang entrepreneur passion anda apa tidak? Apakah anda senang bekerja mandiri? Senang berinteraksi dan melayani orang lain? Senang bisa menjadi bos bagi diri sendiri? Menyenangi resiko? Ingin menghasilkan uang yang lebih banyak? Melihat hambatan sebagai peluang? Jika ya mungkin passion anda cocok menjadi seorang entrepreneur.  Memiliki passion berarti akan membuat kita tidak mudah pantang menyerah serta  gigih dalam berusaha. Donal Trump dalam bukunya succes 101, berkata “when there’s a will, there’s a WIN”. selamat mencoba.

 

 

 

enterpreneur

Peran Wirausaha dalam Pembangunan Nasional

Defenisi dan konsep mengenai kewirausahaan sangat banyak sekali kita jumpai pada literatur-literatur ataupun pendapat dari para ahli. Bila kita amati dari berbagai defenisi tersebut kita akan menemukan beberapa pandangan yang sama mengenai kewirausahaan. Pandangan tersebut bila kita satukan akan menjadi nilai-nilai ataupun karakter dari wirausaha.

Berbagai metode dan konsep wirausaha pembentukan dan pengembangan wirausaha mulai diperkenalkan di kampus-kampus. Hal ini dipicu semakin bertambahnya jumlah angkatan kerja dan sedikitnya lapangan pekerjaan, sehingga dikawatirkan lulusan universitas akan menambah jumlah pengangguran. Dengan mempelajari kewirausahan diharapkan lulusan universitas tersebut nantinya akan kreatif dan inovatif dalam mengaplikasikan ilmunya untuk membuka lapangan pekerjaan bukan malah mencari pekerjaan.

Kajian tentang kewirausahaan banyak mendapat perhatian dari para peneliti berbagai disiplin ilmu. Studi budaya dan perilaku dari David McLelland(1961) menunjukkan bahwa percepatan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh perilaku kewirausahaan, yakni sumber daya manusia (SDM) yang memilki motif berprestasi atau need for achievment (nAch) tinggi. “A country can be prosperous if there are entrepreneurs at least 2% of the population”. Suatu negara bisa makmur jika dinegara tersebut memiliki sedikitnya 2% wirausahawan dari total populasi penduduknya

Perekonomian memang memiliki peranan penting dalam pembangunan suatu Negara. Jika perekonomian bangsa kuat tentu saja akan semakin mudah dalam memajukan bangsa. Namun sebaliknya, jika perekonomian lemah sudah barang tentu akan sulit meningkatkan kesejahteraan bangsa yang adil dan merata. Semakin tinggi jumlah entrepreneur maka semakin tinggi pula kesempatan ekonomi untuk tumbuh dan berkembang. jadi pada suatu negara yang sedang berkembang, peranan para wirausahawan tidak dapat diabaikan terutama dalam melaksanakan pembangunan. Suatu bangsa akan berkembang lebih cepat apabila memiliki para wirausahawan yang dapat berkreasi serta melakukan inovasi secara optimal yaitu mewujudkan gagasan-gagasan baru menjadi kegiatan yang nyata dalam setiap usahanya.
Salah satu masalah utama pembangunan ekonomi di Indonesia yang belum terselesaikan adalah tingginya angka pengangguran dan rendahnya pertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk 256 juta jiwa, dibutuhkan minimal 5,3 juta jiwa entrepreneur di Indonesia. Entrepreneur dapat menjadi salah satu solusi masalah pembangunan ekonomi. Data BPS menyebutkan jumlah pengangguran pada Februari 2015 mencapai 7,4 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang mengalami kenaikan untuk tingkat pendidikan tinggi.

Joseph Schumpeter menekankan pentingnya peranan wirausahawan dalam kegiatan ekonomi suatu negara, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, para pengusaha merupakan golongan yang akan terus-menerus membuat pembaruan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi. Inovasi tersebut meliputi memperkenalkan barang-barang baru, mempertinggi efisiensi dalam memproduksi suatu barang, memperluas pasar suatu barang ke pasaran yang baru, mengembangkan sumber bahan mentah yang baru, dan mengadakan perubahan dalam organisasi.
Banyaknya jumlah entrepreneur dalam suatu negara akan membawa banyak manfaat bagi negar tersebut misalnya (1) Entrepreneur membuka jenis usaha baru dalam perekonomian. Usaha-usaha yang dikembangkan menambah heterogenitas usaha di Indonesia. Masyarakat menjadi kreatif dalam mengembangkan jenis usaha. (2) Kedua, menyediakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja. Ketika entrepreneur membuka usaha, berarti membuka langkah untuk mengurangi proporsi pengangguran dan pelamar kerja. (3) Ketiga, meningkatkan output perkapita nasional. Peningkatan produktivitas akibat munculnya usaha-usaha baru meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan pendapatan masyarakat. Dengan kata lain Entrepreneur memiliki peran vital dalam pembangunan ekonomi suatu negara karena entrepreneur merupakan motor penggerak roda perekonomian.
Sebagai suatu disiplin ilmu, maka ilmu kewirausahaan dapat dipelajari dan diajarkan, sehingga setiap individu memiliki peluang untuk tampil sebagai seorang wirausahawan (entrepreneur). Bahkan untuk menjadi Entrepreneur sukses, memiliki bakat saja tidak cukup, tetapi juga harus memiliki pengetahuan segala aspek usaha yang akan ditekuninya. Tugas dari Entrepreneur sangat banyak, antara lain tugas mengambil keputusan, kepemimpinan teknis, dan kepemimpinan, oleh karena itu dibutuhkan sarana dan prasarana, salah satunya pendidikan.

syafrizal helmi situmorang

Uncategorized

The Inovation Killer

Bagi sebuah perusahaan, inovasi merupakan pengalaman yang didapatkan dengan susah payah. Inovasi merupakan faktor penentu sebuah perusahaan berhasil.  sayangnya banyak  perusahaan inovatif justru harus tersandung dan akhirnya jatuh akibat merasa telah melakukan inovasi. Sederet perusahaan inovatif seperti Siemens, Nokia,  Sony, Research In Motion harus terjungkal dari pasar akibat inovasi.

Ahli ekonomi ternama, William J Baumaol, menulis makalah yang berjudul pendidikan untuk inovasi. Ia menggambarkan dampak negatif pendidikan formal pada kemampuan inovatif. Menurutnya pendidikan formal akan mendoktrin individu untuk menjadi ahli satu bidang saja. Sedangkan inovasi adalah terobosan hasil individu yang relatif memiliki tingkat pendidikan formal yang rendah seperti karya Wilbur wright dan Orville Wright (penemu pesawat terbang hanya dengan ijazah SMA), Steve Jobs, Bill Gates, Michael Dell, Mark Zukerberg (Droupt Out dari universitas).

Cynthia Barton Rabe,  dalam bukunya The Inovation Killer (2014) menyatakan Paradoks keahlian dan pemikiran kelompok yang menghancurkan  inovasi.  Kebiasan untuk membuat keputusan berdasarkan pemikiran kelompok atau pendapat ahli seringkali mengakibatkan mandulnya ide-ide baru. Orang yang kurang pintar akan merasa takut mengeluarkan pendapatnya atau akan merasa sia-sia jika mengeluarkan pendapat. Akibatnya secara perlahan-lahan organisasi mengubah orang-orang cerdas menjadi sekolompok orang-orang penurut. Contoh kasus jatuhnya enron adalah dewan direksi mengabaikan banyak praktek meragukan yang dilakukan oleh manajemen enron pada pemegang saham, rekan bisnis dan pegawai.

Publikasi hasil penelitian California Management Review mencatat bahwa 7 dari 10 karyawan dalam bisnis Amerika berkata bahwa mereka tidak bicara saat pendapat mereka bertentangan dengan Atasan. Bhakan saat kita tahu kita benar, sebagian dari kita hanya diam saja.  Harvard Communication Letter memperkenalkan istilah “Captainitis” untuk menjelaskan kecenderungan yang dimiliki oleh orang-orang untuk tidak mempertanyakan otoritas

Point pentingnya adalah pemikiran kelompok atau pemikiran ahli seringkali merusak sehingga membuat orang  untuk ikut setuju saja dengan keputusan mayoritas, meskipun ada kesadaran bahwa pemikiran ini akan menggangu. Tetapi demi menjaga hubungan baik, ketidaksetujuan hanya disimpan diam-diam. Sedangkan organisasi yang suskes rentan terhadap pemikiran ahli dan efek merusak dan dapat ditimbulkan pada inovasi

Pernah Dengar Kisah Marion Obrien Donovan ? karena tidak ada popok bayi yang tidak bocor, ibu ini mengembangkan popok anti bocor, ia mencoba menjual idenya ke pabrik-pabrik besar pembuat produk bayi. Namun pabrik-pabrik itu menolak dengan alasan tidak ada orang yang menginginkan produknya. Penemuan Marion didiamkan hampir selama 10, hingga seorang bernama Victor Mills membeli paten tersebut dan menciptakan Pampers

Contoh Apple lainnya tidak akan sukses besar jika mengikuti pendapat ahli yang menyatakan dalam Personal Computer fungsionalitas adalah raja. Padahal para marketer menyatakan bahwa desain yang gaya disertai fungsionalitas yang baik dapat menjadi perbedaan faktor kompetitif.

Kisah Marion Obrien Donovan dan Apple menunjukkan bahwa mereka tidak akan sukses jika mengikuti pemikiran kelompok atau pemikiran ahli. Paul Arden pengarang buku laris “What you think, think in Opposite” menyatakan jangan selalu mengikuti orang lain, beranilah berbeda.

Masalah ini dimulai ketika perusahaan selalu mencari yang terbaik dan tercemerlang dibidangnya. Akhirnya perusahaan selalu terfokus pada pendapat ahli.  Dalam diskusi anggota akan selalu menuruti pendapat sang ahli. Pada situasi ini inovasi akan sulit tercapai. Padahal menurut Tom Kelley, GM IDEO,  yang menulis The Ten Faces Of Inovation  mengatakan inovasi optimal akan tercapai jika kelompok kerja dibangun berdasarkan disiplin ilmu dan latar belakang yang berbeda-beda. Pendapat yang sama dari Robert Sutton, akademisi dari stanford University, dalam bukunya Weird Ideas That Work bahwa membangun sebuah budaya manajemen inovasi sebaiknya melibatkan sumber saran-saran dari banyak fihak.  Kombinasi yang tidak biasa akan membongkar pola fikir tradisional, ujar Albert Rothenberg.

Adanya dominasi pemikiran kelompok atau pemikiran ahli, membuat orang didalam kelompok menjadi malas berfikir atau malas mencari tahu. Arthur Scawlow, Ahli Fisika Pemenang Nobel menyimpulkan ilmuwan yang paling sukses seringkali bukanlah yang paling berbakat, namun yang terdorong rasa ingin tahu.  Lewis Teman, Psikologis Stanford University meneliti lebih dari 1000 anak berbakat. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa orang berbakat secara intelektual adalah anak yang dibesarkan dalam keluarga yang memberi pelajaran dalam banyak hal. Rumah mereka  penuh dengan buku dan majalah, mereka berpergian ke berbagai museum, konser atau pameran budaya sehingga mereka mengekspos ide-ide yang berbeda.

Studi yang dilakukan oleh Merton Reznikoff, George Dinamo, Carolyn Bridges dan Merto Honeymoon terhadap 117 anak kembar identik menyimpulkan bahwa kreativitas bukanlah karena faktor genetis.  Pola Asuhlah yang memmainkan peran utama pada berkembangnya kreativitas.

Agar Inovasi berhasil

Proses inovasi haruslah diawali oleh tahapan yang disebut identifikasi problem. Perusahaan perlu melihat program inovasi sebagai program untuk menjawab problem yang ada di pasar. Dan, problem tersebut harus diidentifikasikan dengan tepat. Tujuannya adalah solving the right problem right! Open mindset dan Keberanian mengambil risiko berperan penting di sini, karena sesuatu yang baru pasti rentan kegagalan. karakter yang kreatif dan daya imajinasinya yang tinggi adalah dasar eksplorasi ide, cikal bakal sebuah inovasi.

Selanjutya Penentuan Visi. Dalam menjalankan kreativitas dan menciptakan solusi baru, seorang inovator harus memiliki kemampuan melihat the big picture atau yang sering disebut visi. Ini penting untuk memfokuskan perjalanan inovasi kepada suatu objek sasaran yang jelas dan nyata. (Lihat books 7 dosa mematikan). Berikutnya adalah Komitmen. Komitmen adalah janji pada diri sendiri. Jika memiliki komitmen tinggi terhadap visi, maka proses inovasi akan terus berjalan walaupun mengalami banyak tantangan dan hambatan.

Robert Shelton dan Tony Davilla (2005) dalam bukunya Making Innovation Work, agar inovasi perusahaan berhasil, sangatlah penting untuk mengerti elemen kunci inovasi perusahaan.  Elemen tersebut adalah Masukan : berupa dukungan strategi,struktur, proses, komitmen karyawan dalam inovasi, akses kepada karyawan berbakat; Proses : Portfolio inovasi berimbang, eksekusi efektif proyek, nilai tambah kemitraan, jalur kualitas inovasi; Keluaran : kinerja produk, kepemimpinan teknologi, perbaikan proses, pelanggan baru, pertumbuhan penjualan pelanggan tetap. Ketiga elemen tersebut akan memberikan Hasil yakni : pertumbuhan penjualan, pertumbuhan keuntungan dan nilai pasar perusahaan. Jika dilihat lebih lanjut, terlihat adanya dua dimensi pendukung yang mesti dipenuhi yakni dari sisi Sistem (struktur, teknologi, proses ) serta Budaya (komitmen karyawan, akses karyawan berbakat). Kedua dimensi yang kuat ini akan memberi dukungan penuh lahirnya inovasi sebagai sumber nilai bagi perusahaan.