Archive for the manajemen Category

MANAJEMEN MELAWAN ARUS

Posted in manajemen on December 29, 2011 by shelmi

Manajemen bukanlah tongkat sihir, yang dipegang oleh direktur atau pemimpin, yang dapat merubah segala sesuatu menjadi lebih baik dalam sekejap. Arus berlawanan yang dibahas dalam uraian ini—yang menjadi kendala bagi tugas dan fungsi manajemen dalam memajukan perusahaan—tercermin dalam beberapa penyakit dan bencana yang menciptakan polusi dalam iklim di sekeliling kita, menjadi kendala pertumbuhan dan bahkan membunuhnya, serta menanti pembahabuan, pengembangan dan inovasi. Di posisi teratas adalah masalah kecenburuan profesi yang sangat memalukan, dan dipastikan nilai-nilainya yang salah. Bukannya kecemburuan ini berubah menjadi kerja sama dan persaingan yang sehat yang berpedoman pada hal-hal yang objektif, hingga tekad semua pihak terfokus untuk mendorong institusi ke arah yang benar, justru ke-cemburuan ini akan menyebabkan semua orang akan keindahan sebuah persaingan, menghilangkan tolong menolong dan memunculkan individualisme. Dalam arus berlawanan yang mengacaukan pendapat manajemen, terdapat berbagai penyakit dan persoalan di lingkungan kerja seperti “gosip”, “pengkubuan”, “memerangi orang-orang yang memiliki kemampuan”, “memegang kelemahsn para pemimpin”, atau “menimbulkan fitnah”. Sehingga sering lari dari tanggung jawab. Hal itu semua mengatasnamakan “kepentingan kerja”. Karena ungkapan itulah semua orang merasakan terintimidasi secara moral, dan para direktur berlindung di balik ungkapan tersebut dari berbagai keputusan yang benar. Kecemburuan Profesi Di antara aturan-aturan sukses dalam hidup adalah aturan jasa. “ serangan atas imbalan anda akan berhubungan langsung dengan nilai jasa yang anda berikan untuk orang lain. Setiap kali anda menggunakan, mempelajari dan menumbuhkan kemampuan anda secara lebih dalam kehidupan orang lain, setiap itu pula kehidupan anda menjadi semakin lebih baik dalam berbagai bidang”. Sebab-sebab kecemburuan Profesi 1. Kehilangan Pandangan yang Komprehensif Pandangan yang bersifat indiviual-secerdas apapun-sering bersifat hanya satu sisi ( parsial ). Begitu pula dengan organisasi yang sukses dalam dunia kerja. Kesuksesan selalu menjadi kesuksesan bersama dan bukan kesuksesan satu divisi tertentu. Upaya untuk meraih pandangan yang komprehensif ini akan membuat motif-motif kecemburuan tertutup. Sebab kesuksesan itu bersifat kolektif, meskipun orang lain tau dangan jelas bahwa yang memunculkan tujuan akhir itu hanyalah satu orang. Namun di balik itu ada kerja keras kolektif dan kondisi yang bersih dan indah, dan ikut memberikan andil dalam memunculkan tujuan akhir itu. 2. Minimnya Sumber dan Tidak merata dalam Pendistribusian Hal ini acap kali di anggap sebagai penyebab munculnya perselisihan dalam sebuah organisasi. Mungkin persoalan ini tidak ada di kalangan manajemen tinggi. Tetepi di tingkat-tingkat pengawasan dan pengoperasian da dalam institusi, hal tersebut dapat menimbulkan kecemburuan terhadap sosok yang mampu mendapatkan bagian terbesar dalam penguasaan sunber-sumber. Padahal sesungguhnya mereka lemah di banyak kesempatan; sebab sasaran yang dituju sangat besar, semantara kemampuan dan sumber-sumber yang ada sangat terbatas, baik dari sumber materi maupun sumber daya manusianya. 3. Kritik yang Keras Jika kritik yang di arahkan sangat tajam, semua tim berusaha untuk menghindarinya. Jalan yang ditempuh untuk meraih keselamatan ari kritikan itu adalah dengan melaksanakan perannya. Demikian juga kriti yang lahir akibat tidak adanya pemahaman dan pengetahuan terhadap persoalan, hal itu akan menimbulkan persoalan-persoalan hati, yang kadang kecemburuan profesi tumbuh subur disana. 4. Manajemen yang Buruk Seharusnya manajer yang bijak adalah pemimpin yang baik dalam membantu setiap orang dalam tim kerjanya untuk mencaai tujuannya, serta baik dalam meramu jadwal-jadwal untuk menyalurkan kemampuan yang ada. Ia tidak suka memecah suatu kelompok sampai berhasil menguasainya. Ia justru berusaha menyatukannya,serta berusaha mengarahkan pandangan mereka sampai tujuan akhir dan memotifasinya untuk mencapai hasil akhir itu. 5. Lemah dalam Pengawasan Pengawasan yang efektif adalah sinyal kuat yang membuat kita mampu mengenali diri kita secara detail, dan mengenali sebab-sebab penyelewengan. Jika pengawasan itu lemah, maka akan banyak penyakit yang bermunculan. Karena itu, hendaknya para direktur memperbaaki perannya dalam membersihkan udara yang mengelilingi tim-tim kerja, supaya tidak bermunculan penyakit seperti kecemburuan profesi. Karena mencegah adalah lebih baik dari pada mengobati. 6. Membersihkan Ruh Individualitas Seorang pemimpin harus pandai membaca bahasa situasi yang sedang berkembang di dalam organisasinya, serta harus mengganti bahasa “ saya” dangan bahasa “kami”. 7. Tidak memahani perbedaan Individual Setiap manusia diciptakan berbeda dalam kekuatan dan kemampuannya. Juga dalam dunia kerja, setiap orang mempunyai bidang mereka msing-masing. Seharusnya setiap orang yang terlibat dalam sebuah tim, dapat merasakan keunggulannya dalam sisi tertentu. Sisi itulah yang membuat dirinya unggul dari kelompok yang lain. Karena itu setiap keunggulan harus dapat membantu kelompok dan menyempurnakannya, bukan malah sebaliknya, menjadi sesuatu yang membuat mereka keluar dari kelompok tersebut. 8. Lemah pendidikan Keimanan Jika seseorang yang beriman tidak menilai hidup secara sempit. Ia pun tidak akan measa sesak dengan keberhasilan yang diraih oleh orang lain. Ia justru akan menilai bahwa hidup itu luas untuk semua orang. Bahkan seandainya ia cemburu pun, kecemburuan adalah kebaikan, memotifasi diri sendiri untuk lebih baik, dan persaingannya adalah persaingan yang sehat. Tanda- tanda Kecemburuan Profesi Di antara tanda-tandanya adalah: 1. Meremehkan Usaha Orang Lain Jiwa yang egaliter akan tersenyum dan senang dengan keberhasilan orang llain. Ia akan bahagia, mendukung, dan menyebarkannya pada orang lain lagi. Tetapi orang-orang yang terjangkit kecemburuan profesi, akan meramehkan usaha orang lain. Mereka akan mengatakan bahwa apa yang di raih orang yang sukses bukanlah sebuah pencapaian, meskipun hal ersebut tidak di ungkapkan secara langsung. Jika orang lain mengerjakan sesuatu—menurut mereka—itu dikarenakan mereka memiliki keleluasan waktu. 2. Terus Menentang Pendapat Orang Lain Dalam hal ini menentang pendapat orang lain bukan berarti cemburu tetapi bil teru-terusan atau selalu bahkan pertentangan itu memili tujuan untuk menghancurkan orang lain. 3. Diam-diam Bahagia dengan Kegagalan Orang-orang yang Unggul 4. Tidak Memberikan Bantuan Jika dalam sebuah tim kerja terdapat kecemburuan profesi, maka semua pihak hanya akan menyaksikan kejadian yang berlangsung, tanpa sedikitpun mengulurkan bantuan untuk memecahkan permasalahan, apalagi jika sosok yang meminta bantuan itu adalah sosok yang dicemburui oleh yang lainnya. 5. Merasa Sakit dalam Jiwa ketika Menyanjung Orang-orang yang Unggul Dampak Kecemburuan Profesi Jika kecemburuan profesi ini ditemukan dalam komunitas kerja, akan muncul dampak negatif, di antaranya: 1. ketidak Ada nyamanan dan Ketentraman Jiwa Ketika jiwa seseorang dilanda oleh rasa cemburu, maka potensi yang ada dalam dirinya akan tertutup. Ia akan mulai meninggalkan keunggula-keunggulannya dan bergerak dalam kebiasaan buruk. 2. Memperbesar masalah Kecil Setiap komunitas tidak pernah luput dari persoalan. Persoalan ini selalu melindungi dan mengingatkan kita akan poin-poin yang harus dipelajari dan dihadapi. Dalam sebuah komunitas yang individunya telah terjangkit oleh rasa cemburu antara satu dengan yang lainnya, maka permasalahan ini akan membesar. 3. Pengkubuan dan Menari Pendukung Orang-orang yang cemburu akan measakan bahwa kemampuan dirinya tidak cukup untuk menandingi sosok yang Ia cemburui. Karena itulah Ia akan mencari orang-orang yang akanmendukungnya, kepala-kepala yang dapat melindunginya, dan beralih untuk menciptakan opini publik dimana dirinya bersembunyi di belakangnya. 4. Menjauhi Sejumlah Kemampuan karena Mengutamakan Keselamatan Diri 5. Hilang Konsentrasi dan Disibukkan oleh Hal-hal Sepele 6. Muncul Ekspresi pribadi dan hilangnya Ekspresi sosial Dalam suasana seperti ini orang akan menumumkan dirinya : Sayalah yang aling berhak, sayalah yang paling awal, saya bebas dari cacat, saya paling menemukan. Karena itulah akan memusnahkan semangat kolektif. 7. Tidak Bersatu dan Kehilangan semangat Tim ketika Menghadapi Krisis 8. Tidak Enjoy dalam Bekerja dan Lemah dalam Produksi Terapi Kecemburuan Profesi Hal yang dapat dilakukan terlebih dahulu dalam meminimalisasi kecemburuan profesi dalam dunia kerja di antaranya adalah: 1. Memenej Proyek dan Tugas Melalui Tim Kerja Ketika seorang pemimpin melihat adanya persaingan yang tidak sehat, kecemburuan profesi atau insiden yang tidak terpuji, ia bisa menghentikan malapetaka yang menghancurkan itu dan membiarkan semua orang menguasai diri, sampai jiwa mereka tenang. Sebagai ganti dari rotasi kerja dengan divisi atau individu, maka ia haris merotasikan melalui sebuah tim kerja atau komisi-komisi penting. 2. Memahami Permasalahan dan Solusinya Pemimpin yang baik adalah mereka yang baik dalam memahami permasalahan, dan memahami sebab-sebab sebelum meng-arahkan telunjuk klaim terhadap stu divisi atau sosok tertentu. Bahwa permasalahan terkadang di luar kehendak orang-orang itu. Kaeana itu, anda harus memberikan solusi yang detail, renungan yang luas, dan pelajaran yang mendalam. 3. Memenej Pertemuan-pertemuan secara Benar Bahwa keputusan-keputusan tepat yang kita ambil dalam pertemun-pertamuan tidak lain kecuali hasil dari pemikiran dan pemahaman terhadap persoalan yang tengah dihadapi. Dan ini tidak akan teerjaditanpa adanya keadilan bagi semua pihak. Pemimpin harus melindungi individu yang lemah, membantu mereka mengekspresikan pendapat-pendapatnya. Pemimpin juga harus membatasi kekuasaan orang-orang kuat atau dominasi sebuah pemikiran tertentu. Itulah yang membuat semua pihak merskan keadilan pemimpinnya. 4. Me-rolling Tanggung Jawab dan Tugas Rotasi tanggung jawab memungknkan semua orang untuk mengenal karakter pekerjaan oreng lain. Rotasi tanggung jwab memberikan peluang kepada setiap penanggung jawab untuk menerapkan pemikiran dan kreasi, yang menurutnya layak untuk diterapkan. Semua pihak akan merasakan adnya keadilan dalam memikul beban kerja. Karena itu, mereka akan membantu orang yang ber-tanggung jawab atau mewakili divisinya. Sebab mereka menyaksikan dangan mata kepalamereka sendiri akan persoalan yang sedang dihadapi, apalagi jika mengingat bahwa suatu hari mereka akan mengerjakan tugas di tempat tersebut. 5. Memfungsikan Kemampuan dan Memberikan Penjadwalan Tim kerja harus saling melengkapi dalam kesatuannya. Karenaitu, kemampuan semua orang harus difungsikan pada osisinya yang tepat, sehingga ia dapat berkreasi dan tidak lari pada sebuah persaingan atas sesuatu yang bukan menjadi keterampilan dan kapabilitasnya. Judul : Manajemen Melawan Arus Pengarang : Ahmad Abdul Jawwad Manajemen bukanlah tongkat sihir, yang dipegang oleh direktur atau pemimpin, yang dapat merubah segala sesuatu menjadi lebih baik dalam sekejap. Arus berlawanan yang dibahas dalam uraian ini—yang menjadi kendala bagi tugas dan fungsi manajemen dalam memajukan perusahaan—tercermin dalam beberapa penyakit dan bencana yang menciptakan polusi dalam iklim di sekeliling kita, menjadi kendala pertumbuhan dan bahkan membunuhnya, serta menanti pembahabuan, pengembangan dan inovasi. Di posisi teratas adalah masalah kecenburuan profesi yang sangat memalukan, dan dipastikan nilai-nilainya yang salah. Bukannya kecemburuan ini berubah menjadi kerja sama dan persaingan yang sehat yang berpedoman pada hal-hal yang objektif, hingga tekad semua pihak terfokus untuk mendorong institusi ke arah yang benar, justru ke-cemburuan ini akan menyebabkan semua orang akan keindahan sebuah persaingan, menghilangkan tolong menolong dan memunculkan individualisme. Dalam arus berlawanan yang mengacaukan pendapat manajemen, terdapat berbagai penyakit dan persoalan di lingkungan kerja seperti “gosip”, “pengkubuan”, “memerangi orang-orang yang memiliki kemampuan”, “memegang kelemahsn para pemimpin”, atau “menimbulkan fitnah”. Sehingga sering lari dari tanggung jawab. Hal itu semua mengatasnamakan “kepentingan kerja”. Karena ungkapan itulah semua orang merasakan terintimidasi secara moral, dan para direktur berlindung di balik ungkapan tersebut dari berbagai keputusan yang benar. Kecemburuan Profesi Di antara aturan-aturan sukses dalam hidup adalah aturan jasa. “ serangan atas imbalan anda akan berhubungan langsung dengan nilai jasa yang anda berikan untuk orang lain. Setiap kali anda menggunakan, mempelajari dan menumbuhkan kemampuan anda secara lebih dalam kehidupan orang lain, setiap itu pula kehidupan anda menjadi semakin lebih baik dalam berbagai bidang”. Sebab-sebab kecemburuan Profesi 1. Kehilangan Pandangan yang Komprehensif Pandangan yang bersifat indiviual-secerdas apapun-sering bersifat hanya satu sisi ( parsial ). Begitu pula dengan organisasi yang sukses dalam dunia kerja. Kesuksesan selalu menjadi kesuksesan bersama dan bukan kesuksesan satu divisi tertentu. Upaya untuk meraih pandangan yang komprehensif ini akan membuat motif-motif kecemburuan tertutup. Sebab kesuksesan itu bersifat kolektif, meskipun orang lain tau dangan jelas bahwa yang memunculkan tujuan akhir itu hanyalah satu orang. Namun di balik itu ada kerja keras kolektif dan kondisi yang bersih dan indah, dan ikut memberikan andil dalam memunculkan tujuan akhir itu. 2. Minimnya Sumber dan Tidak merata dalam Pendistribusian Hal ini acap kali di anggap sebagai penyebab munculnya perselisihan dalam sebuah organisasi. Mungkin persoalan ini tidak ada di kalangan manajemen tinggi. Tetepi di tingkat-tingkat pengawasan dan pengoperasian da dalam institusi, hal tersebut dapat menimbulkan kecemburuan terhadap sosok yang mampu mendapatkan bagian terbesar dalam penguasaan sunber-sumber. Padahal sesungguhnya mereka lemah di banyak kesempatan; sebab sasaran yang dituju sangat besar, semantara kemampuan dan sumber-sumber yang ada sangat terbatas, baik dari sumber materi maupun sumber daya manusianya. 3. Kritik yang Keras Jika kritik yang di arahkan sangat tajam, semua tim berusaha untuk menghindarinya. Jalan yang ditempuh untuk meraih keselamatan ari kritikan itu adalah dengan melaksanakan perannya. Demikian juga kriti yang lahir akibat tidak adanya pemahaman dan pengetahuan terhadap persoalan, hal itu akan menimbulkan persoalan-persoalan hati, yang kadang kecemburuan profesi tumbuh subur disana. 4. Manajemen yang Buruk Seharusnya manajer yang bijak adalah pemimpin yang baik dalam membantu setiap orang dalam tim kerjanya untuk mencaai tujuannya, serta baik dalam meramu jadwal-jadwal untuk menyalurkan kemampuan yang ada. Ia tidak suka memecah suatu kelompok sampai berhasil menguasainya. Ia justru berusaha menyatukannya,serta berusaha mengarahkan pandangan mereka sampai tujuan akhir dan memotifasinya untuk mencapai hasil akhir itu. 5. Lemah dalam Pengawasan Pengawasan yang efektif adalah sinyal kuat yang membuat kita mampu mengenali diri kita secara detail, dan mengenali sebab-sebab penyelewengan. Jika pengawasan itu lemah, maka akan banyak penyakit yang bermunculan. Karena itu, hendaknya para direktur memperbaaki perannya dalam membersihkan udara yang mengelilingi tim-tim kerja, supaya tidak bermunculan penyakit seperti kecemburuan profesi. Karena mencegah adalah lebih baik dari pada mengobati. 6. Membersihkan Ruh Individualitas Seorang pemimpin harus pandai membaca bahasa situasi yang sedang berkembang di dalam organisasinya, serta harus mengganti bahasa “ saya” dangan bahasa “kami”. 7. Tidak memahani perbedaan Individual Setiap manusia diciptakan berbeda dalam kekuatan dan kemampuannya. Juga dalam dunia kerja, setiap orang mempunyai bidang mereka msing-masing. Seharusnya setiap orang yang terlibat dalam sebuah tim, dapat merasakan keunggulannya dalam sisi tertentu. Sisi itulah yang membuat dirinya unggul dari kelompok yang lain. Karena itu setiap keunggulan harus dapat membantu kelompok dan menyempurnakannya, bukan malah sebaliknya, menjadi sesuatu yang membuat mereka keluar dari kelompok tersebut. 8. Lemah pendidikan Keimanan Jika seseorang yang beriman tidak menilai hidup secara sempit. Ia pun tidak akan measa sesak dengan keberhasilan yang diraih oleh orang lain. Ia justru akan menilai bahwa hidup itu luas untuk semua orang. Bahkan seandainya ia cemburu pun, kecemburuan adalah kebaikan, memotifasi diri sendiri untuk lebih baik, dan persaingannya adalah persaingan yang sehat. Tanda- tanda Kecemburuan Profesi Di antara tanda-tandanya adalah: 1. Meremehkan Usaha Orang Lain Jiwa yang egaliter akan tersenyum dan senang dengan keberhasilan orang llain. Ia akan bahagia, mendukung, dan menyebarkannya pada orang lain lagi. Tetapi orang-orang yang terjangkit kecemburuan profesi, akan meramehkan usaha orang lain. Mereka akan mengatakan bahwa apa yang di raih orang yang sukses bukanlah sebuah pencapaian, meskipun hal ersebut tidak di ungkapkan secara langsung. Jika orang lain mengerjakan sesuatu—menurut mereka—itu dikarenakan mereka memiliki keleluasan waktu. 2. Terus Menentang Pendapat Orang Lain Dalam hal ini menentang pendapat orang lain bukan berarti cemburu tetapi bil teru-terusan atau selalu bahkan pertentangan itu memili tujuan untuk menghancurkan orang lain. 3. Diam-diam Bahagia dengan Kegagalan Orang-orang yang Unggul 4. Tidak Memberikan Bantuan Jika dalam sebuah tim kerja terdapat kecemburuan profesi, maka semua pihak hanya akan menyaksikan kejadian yang berlangsung, tanpa sedikitpun mengulurkan bantuan untuk memecahkan permasalahan, apalagi jika sosok yang meminta bantuan itu adalah sosok yang dicemburui oleh yang lainnya. 5. Merasa Sakit dalam Jiwa ketika Menyanjung Orang-orang yang Unggul Dampak Kecemburuan Profesi Jika kecemburuan profesi ini ditemukan dalam komunitas kerja, akan muncul dampak negatif, di antaranya: 1. ketidak Ada nyamanan dan Ketentraman Jiwa Ketika jiwa seseorang dilanda oleh rasa cemburu, maka potensi yang ada dalam dirinya akan tertutup. Ia akan mulai meninggalkan keunggula-keunggulannya dan bergerak dalam kebiasaan buruk. 2. Memperbesar masalah Kecil Setiap komunitas tidak pernah luput dari persoalan. Persoalan ini selalu melindungi dan mengingatkan kita akan poin-poin yang harus dipelajari dan dihadapi. Dalam sebuah komunitas yang individunya telah terjangkit oleh rasa cemburu antara satu dengan yang lainnya, maka permasalahan ini akan membesar. 3. Pengkubuan dan Menari Pendukung Orang-orang yang cemburu akan measakan bahwa kemampuan dirinya tidak cukup untuk menandingi sosok yang Ia cemburui. Karena itulah Ia akan mencari orang-orang yang akanmendukungnya, kepala-kepala yang dapat melindunginya, dan beralih untuk menciptakan opini publik dimana dirinya bersembunyi di belakangnya. 4. Menjauhi Sejumlah Kemampuan karena Mengutamakan Keselamatan Diri 5. Hilang Konsentrasi dan Disibukkan oleh Hal-hal Sepele 6. Muncul Ekspresi pribadi dan hilangnya Ekspresi sosial Dalam suasana seperti ini orang akan menumumkan dirinya : Sayalah yang aling berhak, sayalah yang paling awal, saya bebas dari cacat, saya paling menemukan. Karena itulah akan memusnahkan semangat kolektif. 7. Tidak Bersatu dan Kehilangan semangat Tim ketika Menghadapi Krisis 8. Tidak Enjoy dalam Bekerja dan Lemah dalam Produksi Terapi Kecemburuan Profesi Hal yang dapat dilakukan terlebih dahulu dalam meminimalisasi kecemburuan profesi dalam dunia kerja di antaranya adalah: 1. Memenej Proyek dan Tugas Melalui Tim Kerja Ketika seorang pemimpin melihat adanya persaingan yang tidak sehat, kecemburuan profesi atau insiden yang tidak terpuji, ia bisa menghentikan malapetaka yang menghancurkan itu dan membiarkan semua orang menguasai diri, sampai jiwa mereka tenang. Sebagai ganti dari rotasi kerja dengan divisi atau individu, maka ia haris merotasikan melalui sebuah tim kerja atau komisi-komisi penting. 2. Memahami Permasalahan dan Solusinya Pemimpin yang baik adalah mereka yang baik dalam memahami permasalahan, dan memahami sebab-sebab sebelum meng-arahkan telunjuk klaim terhadap stu divisi atau sosok tertentu. Bahwa permasalahan terkadang di luar kehendak orang-orang itu. Kaeana itu, anda harus memberikan solusi yang detail, renungan yang luas, dan pelajaran yang mendalam. 3. Memenej Pertemuan-pertemuan secara Benar Bahwa keputusan-keputusan tepat yang kita ambil dalam pertemun-pertamuan tidak lain kecuali hasil dari pemikiran dan pemahaman terhadap persoalan yang tengah dihadapi. Dan ini tidak akan teerjaditanpa adanya keadilan bagi semua pihak. Pemimpin harus melindungi individu yang lemah, membantu mereka mengekspresikan pendapat-pendapatnya. Pemimpin juga harus membatasi kekuasaan orang-orang kuat atau dominasi sebuah pemikiran tertentu. Itulah yang membuat semua pihak merskan keadilan pemimpinnya. 4. Me-rolling Tanggung Jawab dan Tugas Rotasi tanggung jawab memungknkan semua orang untuk mengenal karakter pekerjaan oreng lain. Rotasi tanggung jwab memberikan peluang kepada setiap penanggung jawab untuk menerapkan pemikiran dan kreasi, yang menurutnya layak untuk diterapkan. Semua pihak akan merasakan adnya keadilan dalam memikul beban kerja. Karena itu, mereka akan membantu orang yang ber-tanggung jawab atau mewakili divisinya. Sebab mereka menyaksikan dangan mata kepalamereka sendiri akan persoalan yang sedang dihadapi, apalagi jika mengingat bahwa suatu hari mereka akan mengerjakan tugas di tempat tersebut. 5. Memfungsikan Kemampuan dan Memberikan Penjadwalan Tim kerja harus saling melengkapi dalam kesatuannya. Karenaitu, kemampuan semua orang harus difungsikan pada osisinya yang tepat, sehingga ia dapat berkreasi dan tidak lari pada sebuah persaingan atas sesuatu yang bukan menjadi keterampilan dan kapabilitasnya. Judul : Manajemen Melawan Arus Pengarang : Ahmad Abdul Jawwad

Advertisements

BERSAING SECARA SEHAT

Posted in manajemen on October 23, 2011 by shelmi

Anda dan tim anda itu belum bisa dibilang hebat, kompak, dan teguh dalam mencapai cita-cita bila belum diuji ketangguhanya. Jangan pernah merasa belum diap untuk menghadapi tantangan seberat apapun, tetaplah memandang ke depan dan pikiran dengan positif bahwa kalian sanggup berkompetisi dengan lawan sekuat mereka. Orang ayng sukses selalu bersikap optimis dan penuh kepercayaan diri dengan tetap menggunakan perhitungan yang amntap dan terencana.

Sebaiknya anda merenungkan kembali pembahasan yang sudah-sudah, bahwa apa saja yang kalian lakukan tidak selalu berakhir dengan menang atau kalah. Jiwa orang sukses adalah selalu merasa menang pada setiap kompetisi yang mereka lakukan walaupum mereka mengalami kegagalan. Sebab makna dari kata menang adalah sinergis dengan kata kalah. Anda harus paham masalah ini, mak jangan takut untuk berlaga dalam kompetisi, dan raih kemenangan yang gemilang tanpa harus membuat pihak lawan merasa dikalahkan. Ambillah sikap yang bijak, tawari mereka untuk bekerjasama, sebab meeka juga mempunyai potensi yang bsar untuk maju.

Tantangan, kompetisi, atau persaingan sebenarnya adalah sebuah peluang buat anda agar daripada menunjukkan jati diri anda dan juga tim anda. Di sinilah kemampuan tim anda diuji dan diasah, dan juga diseleksi secara alami apakah tim anda itu alayak untuk dikatakan sebagai dream team atau tidak. Langkah terbaik yang dapat anda lakukan unutk menghadapi tantangan adalah menyingkapi tantangan itu searif mungkin dan berupaya untuk menjadi dinamika dari bagian kompetisi, lalu membaca peluang yang tersibak dengan sendirinya dari hasil kompetisi itu. Untuk itu anda ahrus melakukan inovasi ayng gencar untuk dapat membendung atau mengatasi tantangan yang datang. Dari situlah anda dapat melihat banyak hal yang dapat dilakukan oleh tim anda agar tetap eksis dalam persaingan.

Adapun upaya-upaya yang dapat anda lakukan untuk menghadapi sebuah tantangan dan bagaiman kiatnya untuk bisa memenagkan kompetisi, baiknya anda simak beberapa poin berikut ini.

v  Kuasai pasar dan upayakan untuk mempromosikan degan gencar merek dari produk atau nama dari tim anda itu.

v  Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja tim.

v  Tingkatkan kemampuan anggota tim.

v  Membuat jaringan bisnis yang lebih luas dan kokoh.

v  Sering-seringlah mengikuti pameran atau kejuaraan.

v  Jangan takut untuk meminjam modal usaha.

 

Bagaiman kita bisa mengukur kapasitas diri kalau kita masih belum berani untuk bersaing dalam sebuah kompetisi. Karena dari sinilah kita bisa melihat kemampuan diri kita yang sesungguhnya dan akan memberikan sebuah pencerahan yang bagus, bahwa kita telah melakukan banyak kemajuan dalam hidup kita dan akan melengkapi hal apa saja ayng belum kita lakukan. Kita mendapatkan itu bukan hanya dengan duduk diam, tapi kita dapati dan peroleh dari arena gelanggang yang bernama kompetisi.

Ketika kita merasa lemah dalam kesendirian, maka bergabunglah dalam kelompok anda, rasakan bagaiman energi kehangatan hidup yang ditawarkan merka dalam ssetiap senyuman dan derai tawa persahabatan. Di situlah sumber kekuatan energi hidup anda.  Kesuksesan adalah milik orang yang benar-benar tahu alasan mengapa mereka harus sukses.

 

 

 

Falsafah Lebah

Posted in manajemen on October 23, 2011 by shelmi

Bagaimanapun team harus punya sistem yang tangguh, pekerja-pekerja yang serius, ulet, penuh dedikasi, dan vivioner ke depan. Di asmping itu, tim harus mempunyai kekuatan ke dalam yang kuat, kokoh, dan mengikat dengan dasar r asa keprcayaan tenggang rasa, saling menghargai perbedaan dinamisme dan selalu bersikap efisien dalam setiap tindakan. ah mengajarkan kepada kita bagaimana cara kita bekerja sama membangun kerajaan yang baik. Pelajaran besar yang sangat dibutukan oleh pencapaian tujuan,membina kerja sama tim yang mengangumkan. Lebah selalu melakukan hal-hal terbaik sebagai berikut.
1. Bekerja sehebat mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik.
Setelah melkukan penelitian yang mendalam, para ahli matematika menemukan jawaban yang menarik. Di antara semuabentuk bangunan geometris, ternyta segi enam adalah bentuk terbaik untuk menyimpan kapasitas terbesar dengan bangun yang paling hemat.

2. Bekerja sama untuk setiap tujuan yang jelas
Pelajaran yang anda dapat ambil adalah setiap tujuan pada seharusnya di dasarkan pada tujuan-tujuan dan cita-cita yang diinginkan oleh setiap anggota tim. Sinergisitas tujuan adalah bagian terpenting dari sebuah dream team untuk meraih kesuksesan gemilang.
3. Menjalin komunikasi dengan baik
Jangan membiarkan semua berjalan dengan sendiri-sendiri tanpa adanya sering informasi dan tegur sapa. Sebab bagaimanapun juga setiap anggota tim harus informasi yang terbaru,kondiserel sedaang terjadi, dan terlalu besarnya peluang yag berada di depan atau berita penting yang mereka harus mereka ketahui. Tapi bagaimana bisa semua itu didapatkan dengan mudah dan lancar jika setiap anggota tim saling menahan informasi penting yang mereka miliki. Bersikap terbuka dan saling memberitahukan perkembangan yang terjadi dengan komunikasi yang baik dan lancar mutlak diperlukan, maka buat kondisi di mana komunikasi terjadi dengan lancar antara anggota setiap tim tanpa saling menahan informasi penting.

Manajemen Satu Menit

Posted in manajemen on October 23, 2011 by shelmi

Secara perinsipnya,”Manajemen Satu Menit” terbagi atas 3 bagian yang saling terkait, saling melengkapi, dan menguatkan.

1. Penetapan Sasaran-Sasaran Satu Menit Satu menit pertama pada sistem manajemen adalah hal dasar yang penting dan utama. Tak banyak lagi waktu terbuang untuk sebuah pertanyaan yang membingungkan, dapat menjawab keraguan-keraguan dari kening-kening yang berkerut, dan semua kelebihan waktu itu dapat dimanfaatkan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat lagi. Muatan-muatan dari penetapan sasaran satu menit adalah berisikan persetujuan sasaran-sasaran anda, melihat seperti apa perilaku yang baik, menulis setiap sasaran anda, membaca ulang setiap sasaran, sekali-sekali sisihkan satu menit untuk melihat apa yang telah anda laksanakan, melihat apakah perilaku anda itu cocok dengan sasaran anda atau tidak.

2. Pujian-Pujian Satu Menit mekanisme dari memberikan pujian ini biasanya dilakukan sesegera mungkin setelah anda mengetahui kalau rekan tim anda telah membuat sebuah kemajuan yang berarti bagi tim dan ia berhasil melakukannya. Mungkin anda dan anggota tim anda yang lain merasa agak terbebani bila harus terus mengawasi anggota tim yang lain apakah mereka telah membuat sebuah kemajuan atau keberhasilan. Secara garis besar, pujian satu menit ini akan berhasil jika anda mengatakan kepada tim anda jauh-jauh hari sebelumya bahwa anda akan memberi tau mereka bagaimana cara mereka bekerja. Mengatakan kepada anggota tim apa yang mereka telah lakukan benar-benar secara spesifik da bagaimana hal itu membantu tim dam anggota tim yang lainnya.

3. Teguran Satu Menit Teguran diberikan agar sikap keteledoran, bukan pribadinya dan anda memberikan harapan anda yang tulus kalau dia tak sepatutnya melakukan kesalahan sekecil itu. Karena anda tau betul kalau dia itu sangat kompeten dan ahli untuk urusan itu. Tegur dia dengan baik dan sopan, buat dia sadar. Dalam sistem manajemen satu menit, teguran satu menit ini akan berhasil kalau dilakukan dengan cara mengatakan sebelumnya kepada anggota tim bahwa anda akan memberitau mereka cara mereka melakukan sesuatu dengan kata-kata yang tegas, mengatakan kesalahan apa yang mereka sedang lakukan langsung pada kesalahannya. Bagaimana perasaan anda mengenai kesalahan yang yang telah mereka lakukan dengan kata yang tegas.

Sikap Positif : Bawaan Lahir atau Bisa Dipelajari

Posted in manajemen on June 24, 2010 by shelmi

Apakah Yang Membentuk Sikap Positif?
Kadang-kadang, pemahaman mengenai yang sebenarnya dari suatu hal dapat dilakukan dengan memahami yang bukan sebenarnya dari hal itu. Maka, kita tidak mengatakan bahwa orang yang bersikap positif adalah orang selalu tersenyum atau selalu penuh canda dan tawa ke mana pun ia pergi; tidak juga orang yang tidak pernah melihat sisi negative dari suatu hal. Setelah selesai membaca buku ini, Anda akan tahu bahwa orang yang sungguh bersikap positif tidak sekadar melihat sisi-sisi negative suatu hal tetapi sekaligus punya kecakapan menangani sisi-sisi negative itu. Mari kita bahas apa yang dimaksud dengan berikap positif. Ada beberapa kunci dan frasa yang dapat kita gunakan untuk menggambarkan sikap positif.
 Bersikap netral.
 Mampu mengendalikan diri maupun situasi.
 Kreatif dalam berpikir dan berencana.
 Mampu menangani dan mengelola perubahan.
 Optimis
 Mampu mengkomunikasikan secara efektif semua sifat di atas.

Bersikap Netral
Orang yang bersikap positif cenderung menggunakan pendekatan yang netral baik terhadap orang lain maupun terhadap situasi yang dihadapinya. Mereka cenderung melihat sisi baik orang lain daripada sisi buruknya, dan berusaha melakukan sesuatu sebaik mungkin walau dalam situasi yang buruk. Dalam bidang manajemen, pendekatan seperti itu sangat berharga. Sikap netral akan membantu terwujudnya penilaian yang efektif ketika tampaknya tidak ada cara lain untuk mengatakan sesuatu yang buruk mengenai seseorang.
Mampu Mengendalikan Diri Maupun Situasi
Orang yang bersikap positif cenderung manampakkan kepercayaan terhadap diri dan kemampuan mereka sendiri. Mereka yang bersikap positif dapat mengendalikan orang lain karena mereka tidak mempunyai rintangan perihal kekuasaan mereka sendiri. Oleh karena itu, para manajer yang bersikap positif biasanya mampu melakukan pendelegasian secara efektif.
Kreatif Dalam Berpikir Dan Berencana
Dalam kaitannya dengan kecakapan manajemen, menjadi kreatif berarti mampu berpikir secara kreatif, dan itu berarti mempunyai kemampuan menghasilkan gagasan-gagasan segar, memberi pemecahan dan strategi untuk menghadapi masalah serta tantangan yang timbul. Orang yang bersikap positif berwawasan ke depan; mereka cenderung tahu apa tujuan mereka.
Mampu Menangani Dan Mengelola Perubahan
Orang yang bersikap positif cenderung menyukai kemungkinan terjadinya perubahan karena perubahan memberi peluang untuk menjelajahi bidang-bidang baru, untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman baru, dan mematahkan rintangan-rintangan yang mungkin ada.
Optimis
Sikap positif berakar kuat dalam dunia nyata dan memperhitungkan segala sesuatu apa adanya, bukannya secara samar-samar menggambarkan bagaimana seharusnya. Manajer yang bersikap positif menunjukkan optimisme yang berlandaskan kenyataan.
Mampu Mengkomunikasikan Secara Efektif Semua Sifat Di Atas
Komunikasi yang efektif merupakan unsur penting dari sikap positif. Boleh jadi kita punya rencana manajemen yang gemilang, sangat efektif, dan berwawasan ke depan yang belum pernah ada, namun bila kita tidak dapat mengkomunikasikannya maka tidak akan terlaksana.
Sikap Positif : Bawaan Lahir atau Bisa Dipelajari?
Buku ini akan mengetengahkan empat asumsi yang merupakan tema utama buku ini.
 Sikap positif bukan bawaan lahir Anda.
 Sikap positif adalah pilihan.
 Sikap positif bisa dipelajari.
 Anda bisa mempraktekkan sikap positif, bisa juga tidak—itu pilihan Anda.
Mungkin Anda berpendapat semua ini agak ekstrem. Tetapi, bila Anda yakin bahwa sikap positif atau negative adalah bawaan lahir, dan kebetulan Anda sendiri atau karyawan Anda punya sikap negative, maka tidak ada sesuatu pun yang dapat dilakukan untuk mengubahnya. Tidak demikian sebetulnya. Memang, factor genetis juga berperan. Misalnya semua orang bisa berlari, tetapi hanya sedikit yang mampu menjadi pelari kelas dunia. Sekalipun demikian, melalui praktek atau latihan kita akan mampu berlari lebih cepat daripada biasanya. Pada dasarnya, cara Anda berpikir, selera Anda, dan kecenderungan politik Anda adalah hasil belajar dan akan terus berkembang selama hidup Anda. Jadi, dengan berpikir positif Anda akan dapat menjadi semakin baik dalam hal-hal yang Anda geluti.
Sesungguhnya, Apa yang Dimaksud dengan “Sikap”?
Secara umum disetujui bahwa definisi tentang sikap harus mencakup ciri-ciri pokok tertentu, yaitu:
• Keyakinan atau pendapat yang dianut secara sadar.
• Positif atau negative.
• Bermuatan emosi atau paling tidak mengandung unsur perasaan.
• Rangsangan atau kecenderungan untuk bertindak.

Sumber : Phil Clements, bersikap positif : panduan para manajer

Asal Usul Sistem Manajemen

Posted in manajemen on June 22, 2010 by shelmi

Manajemen merupakan salah satu fenomena sosial tertua, seusia sejarah peradaban manusia. Pada zaman Tiongkok Kuno sudah ada catatan tentang manajemen. Dalam buku Strategi Militer Sun Zi, juga dapat ditemukan pembahasan tentang manajemen perencanaan, organisasi, komando, serta penggunaan sumber daya manusia.
Seiring dengan perkembangan masyarakat, kian meluasnya praktik manajemen, serta perkembangan produktivitas dan peningkatan kualitas organisasi, fenomena manajemen telah dikaji secara sistematis, selain karena masyarakat semakin sadar akan pentingnya fungsi manajemen. Hanya dengan manajemen yang ilmiah dan andal, suatu organisasi dapat tepat sasaran. Itulah sebabnya mengapa peran sistem manajemen semakin signifikan dalam bidang politik, sosial dan perekonomian.
Dalam filsafat manajemen, ada tiga wilayah berbeda yang perlu kita ketahui, yaitu:
1. Filsafat manajemen berdasarkan hati nurani.
2. Filsafat manajemen berdasarkan individu.
3. Filsafat manajemen berdasarkan kekuasaan.
Ketiga wilayah filsafat manajemen menjadikan manusia sebagai objek, sehingga manajemen tidak bisa dipisahkan dari filsafat humaniora, psikologi, struktur kekuasaan, dan lain-lain sehingga pada akhirnya cabang-cabang ilmu tersebut sangat bermanfaat dalam menata hubungan antar manusia.
Filsafat Manajemen Berdasarkan Hati Nurani
Jika kita ingin mengelola sekelompok orang, maka terlebih dahulu kita harus bisa mengelola diri sendiri.
Dengan demikian kita bisa menghayati bagaimana rasanya dikelola oleh orang lain sehingga kita mengetahui cara yang tepat untuk mengelola orang lain. Kiat utama dalam mengatur diri sendiri adalah mengendalikan kemudian mengatur perilaku kita. Kong Zi menegaskan bahwa segala sesuatu harus dimulai dari mengisi diri sendiri terlebih dahulu, membangun keluarga, mengelola Negara, dan kemudian menjaga perdamaian dunia.
Pemimpin yang berwibawa dan bijak dicirikan dengan atau tanpa kehadirannya mampu menumbuhkan energi dari semangat sehingga bawahannya bisa melaksanakan tugas dengan sadar dan baik. Dalam bahasa Inggris hal ini disebut present in absence.
Lao Zi dalam Dao De Jing berkata:
“Tanpa aku berbuat, rakyat sudah bisa mengurus diri
Tanpa aku bergerak, rakyat sudah bisa mandiri
Tanpa usahaku, rakyat sudah sejahtera sendiri
Tanpa komandoku, rakyat sudah bisa mengatur sendiri.” (Bab 57:LZ)
Pemimpin yang bermoral tinggi, bijaksana, berwibawa, dan mampu menjadi panutan merupakan ciri dari manajemen berdasarkan hati nurani.
Demikianlah yang diajarkan oleh para bijak bahwa hidup tidak untuk dirinya sendiri namun terutama untuk kesejahteraan lingkungan dan orang banyak. Hidup yang tidak memperkaya diri sendiri, justru menjadikan kita kaya. Hidup yang tidak menganggap dirinya besar, justru membuat kita menjadi besar.
Langit dan Bumi menjadi kekal justru bukan demi kepentingannya sendiri, melainkan demi segala sesuatu yang berada di dalamnya.
Sekali lagi perlu saya tegaskan, bahwa segala sesuatu diawali dari diri sendiri. Dalam struktur kemasyarakatan, individu merupakan unsure terkecil, ibarat sebuah atom. Individu atau atom tersebut harus aktif berinteraksi dengan atom atau individu lain agar mampu bersinergi dan menghasilkan kekuatan baru. Itulah prinsip dasar dan persoalan inti dalam ilmu manajemen.
Filsafat Manajemen Berdasarkan Individu Manusia
Dalam mengelola perusahaan, umumnya terdapat dua konsep yang berbeda. Pertama, perusahaan yang berorientasi pada kepentingan konsumen, member pelayanan yang terbaik, serta harga yang pantas. Strategi yang dilakukan yaitu mengejar volume penjualan yang tinggi alih-alih margin besar.
Konsep kedua adalah perusahaan yang berorientasi pada keuntungan pribadi dimana perusahaan ini selalu berusaha menaikkan harga jual tanpa memikirkan kepentingan pelanggan. Strategi yang diprioritaskan adalah mendapatkan profit terbanyak.
Kita tidak bisa menentukan mana yang terbaik dari kedua konsep tersebut. Namun, pengalaman membuktikan bahwa perusahaan yang berorientasi kepada pelayanan pelangganlah yang cenderung menjadi perusahaan yang lebih besar. Sebab, bila konsumen merasa puas, maka akan tercipta loyalitas pelanggan. Dengan demikian, akan sulit bagi competitor untuk bersaing. Hal tersebut juga berlaku untuk pejabat Negara yang senantiasa meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Rakyat yang sejahtera membuat Negara menjadi perkasa dan tak terkalahkan.
Lao Zi sering mengumpamakan orang bijak, para pejabat dan petinggi Negara sebagai air.
Tapi tidak banyak orang yang mampu menjalankan teori ini. Maka banyak orang bijak berkata, “Sesuai sifat air yang penuh toleransi dan mampu membersihkan sesuatu yang kotor, sehingga barangsiapa yang mampu menahan diri dalam menerima penghinaan maupun sanggup membersihkan aib bangsa, maka ia pantas disebut pemimpin bangsa. Orang yang mampu mengatasi malapetaka dan bencana alam, patut disebut pemimpin dunia.”
Namun, banyak orang yang menganggap teori tersebut tidak realistis dan sulit dipraktikkan. Misalnya, anjuran untuk bersikap lemah lembut dan toleran. Tak banyak orang yang mampu menerima ataupun mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga dengan ajaran untuk bersikap rendah hati, tidak angkuh, tidak mau menang sendiri, seperti sifat air yang selalu memberi tanpa mengharap kembali. Utamakan kepentingan orang banyak alih-alih kepentingan dan kedudukan sendiri. Itulah inti ajaran manajemen yang berdasarkan Individu Manusia.
Filsafat Manajemen Berdasarkan Kekuasaan
Unsur-unsur pembentuk manajemen kekuasaan, yaitu:
1.Kekuasaan membuat peraturan,
2.Kekuasaan penegakan hukum,
3.Kekuasaan member penghargaan (reward) dan hukuman (punishment),
4.Kekuasaan pemanfaatan sumber daya manusia,
5.Kekuasaan pengelolaan keuangan,
6.Kekuasaan pemeriksaan.
Untuk melaksanakan enam unsure tersebut, pemimpin harus memiliki seni dan strategi kebijakan sebagai berikut:
1. Seni pelaksanaan hukum (boleh banyak cara namun menuju satu kebenaran).
2. Tekad menegakkan hukum (menjadi teladan dan tidak gegabah menjatuhkan keputusan).
3. Niat untuk terus meningkatkan kualitas diri (mampu mengendalikan diri dari segala bentuk godaan).
4. Menguasai pengetahuan dan wawasan tentang substansi dan fungsi hukum (alat untuk mencari keadilan, membela kebenaran tanpa pandang bulu).
Apabila seorang pemimpin dapat memahami dan melaksanakan prinsip-prinsip tersebut, maka ia akan dapat mengembangkan fungsi dan efisiensi manajemen secara maksimal. Pada dasarnya, perbedaan manajemen Negara dengan manajemen perusahaan hanya pada ukuran organisasinya saja. Hal lainnya tidak banyak berbeda.
Sumber : “Filsafat Kuno Dan Manajemen Modern”, Dr. Mochtar Riady

Lesson #2# Peninjauan Yang Realistis Atas Pekerjaan Mendatang : Yang Anda Lihat Adalah Yang Anda Dapatkan

Posted in manajemen on January 15, 2010 by shelmi

Kebanyakan manajer saat melakukan wawancara pekerjaan, selalu berfokus pada aspek-aspek positif. Mereka membahas tentang tugas pekerjaan yang menarik, persekutuan diantara rekan kerja, kesempatan untuk maju, tunjangan yang besar dan sejenisnya.
Para manajer sebenarnya melakukan kesalahan dengan mengelakkan sisi negatif dari pekerjaan dan organisasi. Mereka sedang menempatkan diri untuk menerima kekecewaan atas pengunduran diri yang mendadak dan mengejutkan. Semua waktu untuk menelaah para pelamar dan melakukan wawancara menjadi sia-sia karena setelah beberapa minggu atau bulan karyawan tersebut berhenti mendadak.
Manajer harus cerdik menyiasati hal ini. Peninjauan pekerjaan secara realistis memberikan informasi menyenangkan dan tidak menyenangkan bagi para pelamar sebelum penawaran dilakukan. Tidak ada pekerjaan atau organisasi yang sempurna. Dengan demikian, kemungkinan mempertahankan karyawan baru lebih besar.
Bila informasi yang disampaikan kepada pelamar dilebih-lebihkan maka akan berdampak buruk pada organisasi. Pertama, pelamar yang salah penempatan mungkin menjadi tidak puas dengan pekerjaannya dan berhenti. Kedua, ketiadaan informasi negatif akan membangun harapan yang tidak jelas. Karyawan cenderung kacau dan kurang berkomitmen kepada organisasi jika menghadapi hambatan dalam pekerjaan.
Bukti menunjukkan, para pelamar yang diberi peninjauan realistis atas pekerjaan memegang harapan lebih rendah, mempunyai pengertian yang diperlukan dan siap menangani pekerjaan serta unsur-unsur yang membuat frustasi. Hasilnya adalah makin berkurangnya pengunduran diri karyawan yang tidak terduga.