Archive for November, 2015

The Inovation Killer

Posted in Uncategorized on November 20, 2015 by shelmi

Bagi sebuah perusahaan, inovasi merupakan pengalaman yang didapatkan dengan susah payah. Inovasi merupakan faktor penentu sebuah perusahaan berhasil.  sayangnya banyak  perusahaan inovatif justru harus tersandung dan akhirnya jatuh akibat merasa telah melakukan inovasi. Sederet perusahaan inovatif seperti Siemens, Nokia,  Sony, Research In Motion harus terjungkal dari pasar akibat inovasi.

Ahli ekonomi ternama, William J Baumaol, menulis makalah yang berjudul pendidikan untuk inovasi. Ia menggambarkan dampak negatif pendidikan formal pada kemampuan inovatif. Menurutnya pendidikan formal akan mendoktrin individu untuk menjadi ahli satu bidang saja. Sedangkan inovasi adalah terobosan hasil individu yang relatif memiliki tingkat pendidikan formal yang rendah seperti karya Wilbur wright dan Orville Wright (penemu pesawat terbang hanya dengan ijazah SMA), Steve Jobs, Bill Gates, Michael Dell, Mark Zukerberg (Droupt Out dari universitas).

Cynthia Barton Rabe,  dalam bukunya The Inovation Killer (2014) menyatakan Paradoks keahlian dan pemikiran kelompok yang menghancurkan  inovasi.  Kebiasan untuk membuat keputusan berdasarkan pemikiran kelompok atau pendapat ahli seringkali mengakibatkan mandulnya ide-ide baru. Orang yang kurang pintar akan merasa takut mengeluarkan pendapatnya atau akan merasa sia-sia jika mengeluarkan pendapat. Akibatnya secara perlahan-lahan organisasi mengubah orang-orang cerdas menjadi sekolompok orang-orang penurut. Contoh kasus jatuhnya enron adalah dewan direksi mengabaikan banyak praktek meragukan yang dilakukan oleh manajemen enron pada pemegang saham, rekan bisnis dan pegawai.

Publikasi hasil penelitian California Management Review mencatat bahwa 7 dari 10 karyawan dalam bisnis Amerika berkata bahwa mereka tidak bicara saat pendapat mereka bertentangan dengan Atasan. Bhakan saat kita tahu kita benar, sebagian dari kita hanya diam saja.  Harvard Communication Letter memperkenalkan istilah “Captainitis” untuk menjelaskan kecenderungan yang dimiliki oleh orang-orang untuk tidak mempertanyakan otoritas

Point pentingnya adalah pemikiran kelompok atau pemikiran ahli seringkali merusak sehingga membuat orang  untuk ikut setuju saja dengan keputusan mayoritas, meskipun ada kesadaran bahwa pemikiran ini akan menggangu. Tetapi demi menjaga hubungan baik, ketidaksetujuan hanya disimpan diam-diam. Sedangkan organisasi yang suskes rentan terhadap pemikiran ahli dan efek merusak dan dapat ditimbulkan pada inovasi

Pernah Dengar Kisah Marion Obrien Donovan ? karena tidak ada popok bayi yang tidak bocor, ibu ini mengembangkan popok anti bocor, ia mencoba menjual idenya ke pabrik-pabrik besar pembuat produk bayi. Namun pabrik-pabrik itu menolak dengan alasan tidak ada orang yang menginginkan produknya. Penemuan Marion didiamkan hampir selama 10, hingga seorang bernama Victor Mills membeli paten tersebut dan menciptakan Pampers

Contoh Apple lainnya tidak akan sukses besar jika mengikuti pendapat ahli yang menyatakan dalam Personal Computer fungsionalitas adalah raja. Padahal para marketer menyatakan bahwa desain yang gaya disertai fungsionalitas yang baik dapat menjadi perbedaan faktor kompetitif.

Kisah Marion Obrien Donovan dan Apple menunjukkan bahwa mereka tidak akan sukses jika mengikuti pemikiran kelompok atau pemikiran ahli. Paul Arden pengarang buku laris “What you think, think in Opposite” menyatakan jangan selalu mengikuti orang lain, beranilah berbeda.

Masalah ini dimulai ketika perusahaan selalu mencari yang terbaik dan tercemerlang dibidangnya. Akhirnya perusahaan selalu terfokus pada pendapat ahli.  Dalam diskusi anggota akan selalu menuruti pendapat sang ahli. Pada situasi ini inovasi akan sulit tercapai. Padahal menurut Tom Kelley, GM IDEO,  yang menulis The Ten Faces Of Inovation  mengatakan inovasi optimal akan tercapai jika kelompok kerja dibangun berdasarkan disiplin ilmu dan latar belakang yang berbeda-beda. Pendapat yang sama dari Robert Sutton, akademisi dari stanford University, dalam bukunya Weird Ideas That Work bahwa membangun sebuah budaya manajemen inovasi sebaiknya melibatkan sumber saran-saran dari banyak fihak.  Kombinasi yang tidak biasa akan membongkar pola fikir tradisional, ujar Albert Rothenberg.

Adanya dominasi pemikiran kelompok atau pemikiran ahli, membuat orang didalam kelompok menjadi malas berfikir atau malas mencari tahu. Arthur Scawlow, Ahli Fisika Pemenang Nobel menyimpulkan ilmuwan yang paling sukses seringkali bukanlah yang paling berbakat, namun yang terdorong rasa ingin tahu.  Lewis Teman, Psikologis Stanford University meneliti lebih dari 1000 anak berbakat. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa orang berbakat secara intelektual adalah anak yang dibesarkan dalam keluarga yang memberi pelajaran dalam banyak hal. Rumah mereka  penuh dengan buku dan majalah, mereka berpergian ke berbagai museum, konser atau pameran budaya sehingga mereka mengekspos ide-ide yang berbeda.

Studi yang dilakukan oleh Merton Reznikoff, George Dinamo, Carolyn Bridges dan Merto Honeymoon terhadap 117 anak kembar identik menyimpulkan bahwa kreativitas bukanlah karena faktor genetis.  Pola Asuhlah yang memmainkan peran utama pada berkembangnya kreativitas.

Agar Inovasi berhasil

Proses inovasi haruslah diawali oleh tahapan yang disebut identifikasi problem. Perusahaan perlu melihat program inovasi sebagai program untuk menjawab problem yang ada di pasar. Dan, problem tersebut harus diidentifikasikan dengan tepat. Tujuannya adalah solving the right problem right! Open mindset dan Keberanian mengambil risiko berperan penting di sini, karena sesuatu yang baru pasti rentan kegagalan. karakter yang kreatif dan daya imajinasinya yang tinggi adalah dasar eksplorasi ide, cikal bakal sebuah inovasi.

Selanjutya Penentuan Visi. Dalam menjalankan kreativitas dan menciptakan solusi baru, seorang inovator harus memiliki kemampuan melihat the big picture atau yang sering disebut visi. Ini penting untuk memfokuskan perjalanan inovasi kepada suatu objek sasaran yang jelas dan nyata. (Lihat books 7 dosa mematikan). Berikutnya adalah Komitmen. Komitmen adalah janji pada diri sendiri. Jika memiliki komitmen tinggi terhadap visi, maka proses inovasi akan terus berjalan walaupun mengalami banyak tantangan dan hambatan.

Robert Shelton dan Tony Davilla (2005) dalam bukunya Making Innovation Work, agar inovasi perusahaan berhasil, sangatlah penting untuk mengerti elemen kunci inovasi perusahaan.  Elemen tersebut adalah Masukan : berupa dukungan strategi,struktur, proses, komitmen karyawan dalam inovasi, akses kepada karyawan berbakat; Proses : Portfolio inovasi berimbang, eksekusi efektif proyek, nilai tambah kemitraan, jalur kualitas inovasi; Keluaran : kinerja produk, kepemimpinan teknologi, perbaikan proses, pelanggan baru, pertumbuhan penjualan pelanggan tetap. Ketiga elemen tersebut akan memberikan Hasil yakni : pertumbuhan penjualan, pertumbuhan keuntungan dan nilai pasar perusahaan. Jika dilihat lebih lanjut, terlihat adanya dua dimensi pendukung yang mesti dipenuhi yakni dari sisi Sistem (struktur, teknologi, proses ) serta Budaya (komitmen karyawan, akses karyawan berbakat). Kedua dimensi yang kuat ini akan memberi dukungan penuh lahirnya inovasi sebagai sumber nilai bagi perusahaan.

Advertisements

Inovation

Posted in Uncategorized on November 20, 2015 by shelmi

 

Dalam survey yang dilakukan oleh Mckinsey Quarterly (2205) , tentang Apa yang ekskutif Global pikirkan tentang Teknologi dan Inovasi,  para eksekutif papan atas tersebut menganggap bahwa faktor terpenting dalam sebuah organisasi adalah kemampuan berinovasi. Tak heran konfrensi, seminar, pelatihan, pameran tentang inovasi ramai dikunjungi dan dihadiri orang banyak. Riset yang dilakukan oleh Brooking Institution (2002) telah menunjukkan kecenderungan pasar yang menghargai lebih besar pada aset tidak nyata sampai lima kali lipat dibandingkan satu dekade sebelumnya.

Perubahan pasar yang sangat cepat dan persaingan yang kompleks menuntut inovasi yang terus-menerus.  Bagi perusahaan, investasi dalam inovasi menciptakan peluang untuk tumbuh dengan memberikan produk dan jasa yang lebih baik ke pasar. Dengan kata lain, perusahaan yang mampu berinovasi mampu mengubah peta pasar persaingan.  Sehingga inovasi merupakan the growth engine bagi perusahaan.  Inovasi merupakan kunci keberhasilan. Karena inovasi yang sukses adalah mampu mengubah ide menjadi uang.

 

Coba search kata-kata inovasi di Google, akan muncul jutaan artikel atau defenisi tentang inovasi. Sebenarnya apa itu inovasi ? kamus new Oxford American menjelaskan inovasi sebagai  pembuat perubahan yang sudah ada, terutama dengan cara memperkenalkan metode-metode baru.  Jadi inovasi adalah membuat sesuatu yang berbeda dan berdampak atau sebuah penerapan ide yang menghasilkan kemajuan yang berharga.

Salah satu cara membandingkan kreativitas dan inovasi adalah membandingkan Leonard da Vinci dan Thomas Alva Edison. Keduanya jenius. Leonard da Vinci Seorang seniman yang mampu melihat masa depan. Dia membuat sketsa mirip helikopter atau mampu memetakan tubuh manusia. Namun idenya tidak berdampak atau menghasilkan sesuatu yang bermanfaat pada masanya. Leonard da Vinci adalah seorang jenius yang kreatif. Sedangkan Thomas Alva Edison seorang seorang jenius yang inovatif.

Inovasi muncul dalam berbagai bentuk. Misalnya (1) inovasi lewat pemasaran.  Dengan teknik pemasaran dan serangkaian iklan konsumen diajak untuk mencoba manfaat produk yang ditawarkan.  Sehingga produk dianggap sebagai solusi (2) Inovasi secara bertahap (incremental) atau inovasi proses, para produsen yang ingin meningkatkan penjualannya melakukan inovasi ini seperti menambah varian baru, kategori baru, rasa baru. Sehingga produk/jasa dianggap lebih baik, lebih cepat, lebih murah, lebih sehat/bermanfaat, lebih wangi, lebih sehat) dsb. (3) Inovasi transformasional. Para produsen teknologi seperti smartphone atau mobile device lainnya selalu memperkenalkan inovasi transformasional agar tetap bertahan dipasar. (4) Inovasi Produk baru. Inovasi ini merupakan kategori baru. Orang sering menyebutnya dengan ionovasi distruptif yaitu inovasi ayng mencipatakan pasar dan jejaring baru.

Apple menciptakan model pendapatan baru lewat apple store dimana apple menjual laguan satuan dengan harga yang rendah.  Amazone menciptakan model pendapatan baru dengan cara memperkenalkan belanja online. Ebay menciptakan model pendapatan baru dengan cara mempertemukan pembeli dan penjual. Google menciptakan pendapatan baru dengan cara menggabungkan iklan dan search enggine. Facebook menciptakan pendapatan baru dengan cara jejaring sosial. Tripadvisor menciptakan pendapatan baru melalui pengalaman orang-orang yang berpergian.  Ini adalah sederet contoh inovasi disruptif

Southwest Airlines mengubah model layanannya menjadi penerbangan bertarif murah. Del computer memotong rantai distribusi pemasaran dalam menjual komputer. Mereka tidak menjual lewat distributor atau perantara melainkan langsung ke end users.

Mengapa inovasi bisa dilakukan? Pertama para penelti dan inovator telah menemukan pola-pola atau prinsip-prinsip tentang pelaksanaan inovasi sehingga kita tinggal mengikuti dan mempelajarinya. Untuk lebih jelas, silahkan baca buku Inovator DNA. Kedua Inovasi semakin murah. Adanya teknologi, social media, internet berkecepatan tinggi membuat orang dengan sangat mudah belajar, mencari ide, bertukar ide, mengetes pasar dan mempromosikan produk/jasanya.