enterpreneur

Peran Wirausaha dalam Pembangunan Nasional

Defenisi dan konsep mengenai kewirausahaan sangat banyak sekali kita jumpai pada literatur-literatur ataupun pendapat dari para ahli. Bila kita amati dari berbagai defenisi tersebut kita akan menemukan beberapa pandangan yang sama mengenai kewirausahaan. Pandangan tersebut bila kita satukan akan menjadi nilai-nilai ataupun karakter dari wirausaha.

Berbagai metode dan konsep wirausaha pembentukan dan pengembangan wirausaha mulai diperkenalkan di kampus-kampus. Hal ini dipicu semakin bertambahnya jumlah angkatan kerja dan sedikitnya lapangan pekerjaan, sehingga dikawatirkan lulusan universitas akan menambah jumlah pengangguran. Dengan mempelajari kewirausahan diharapkan lulusan universitas tersebut nantinya akan kreatif dan inovatif dalam mengaplikasikan ilmunya untuk membuka lapangan pekerjaan bukan malah mencari pekerjaan.

Kajian tentang kewirausahaan banyak mendapat perhatian dari para peneliti berbagai disiplin ilmu. Studi budaya dan perilaku dari David McLelland(1961) menunjukkan bahwa percepatan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh perilaku kewirausahaan, yakni sumber daya manusia (SDM) yang memilki motif berprestasi atau need for achievment (nAch) tinggi. “A country can be prosperous if there are entrepreneurs at least 2% of the population”. Suatu negara bisa makmur jika dinegara tersebut memiliki sedikitnya 2% wirausahawan dari total populasi penduduknya

Perekonomian memang memiliki peranan penting dalam pembangunan suatu Negara. Jika perekonomian bangsa kuat tentu saja akan semakin mudah dalam memajukan bangsa. Namun sebaliknya, jika perekonomian lemah sudah barang tentu akan sulit meningkatkan kesejahteraan bangsa yang adil dan merata. Semakin tinggi jumlah entrepreneur maka semakin tinggi pula kesempatan ekonomi untuk tumbuh dan berkembang. jadi pada suatu negara yang sedang berkembang, peranan para wirausahawan tidak dapat diabaikan terutama dalam melaksanakan pembangunan. Suatu bangsa akan berkembang lebih cepat apabila memiliki para wirausahawan yang dapat berkreasi serta melakukan inovasi secara optimal yaitu mewujudkan gagasan-gagasan baru menjadi kegiatan yang nyata dalam setiap usahanya.
Salah satu masalah utama pembangunan ekonomi di Indonesia yang belum terselesaikan adalah tingginya angka pengangguran dan rendahnya pertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk 256 juta jiwa, dibutuhkan minimal 5,3 juta jiwa entrepreneur di Indonesia. Entrepreneur dapat menjadi salah satu solusi masalah pembangunan ekonomi. Data BPS menyebutkan jumlah pengangguran pada Februari 2015 mencapai 7,4 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang mengalami kenaikan untuk tingkat pendidikan tinggi.

Joseph Schumpeter menekankan pentingnya peranan wirausahawan dalam kegiatan ekonomi suatu negara, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, para pengusaha merupakan golongan yang akan terus-menerus membuat pembaruan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi. Inovasi tersebut meliputi memperkenalkan barang-barang baru, mempertinggi efisiensi dalam memproduksi suatu barang, memperluas pasar suatu barang ke pasaran yang baru, mengembangkan sumber bahan mentah yang baru, dan mengadakan perubahan dalam organisasi.
Banyaknya jumlah entrepreneur dalam suatu negara akan membawa banyak manfaat bagi negar tersebut misalnya (1) Entrepreneur membuka jenis usaha baru dalam perekonomian. Usaha-usaha yang dikembangkan menambah heterogenitas usaha di Indonesia. Masyarakat menjadi kreatif dalam mengembangkan jenis usaha. (2) Kedua, menyediakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja. Ketika entrepreneur membuka usaha, berarti membuka langkah untuk mengurangi proporsi pengangguran dan pelamar kerja. (3) Ketiga, meningkatkan output perkapita nasional. Peningkatan produktivitas akibat munculnya usaha-usaha baru meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan pendapatan masyarakat. Dengan kata lain Entrepreneur memiliki peran vital dalam pembangunan ekonomi suatu negara karena entrepreneur merupakan motor penggerak roda perekonomian.
Sebagai suatu disiplin ilmu, maka ilmu kewirausahaan dapat dipelajari dan diajarkan, sehingga setiap individu memiliki peluang untuk tampil sebagai seorang wirausahawan (entrepreneur). Bahkan untuk menjadi Entrepreneur sukses, memiliki bakat saja tidak cukup, tetapi juga harus memiliki pengetahuan segala aspek usaha yang akan ditekuninya. Tugas dari Entrepreneur sangat banyak, antara lain tugas mengambil keputusan, kepemimpinan teknis, dan kepemimpinan, oleh karena itu dibutuhkan sarana dan prasarana, salah satunya pendidikan.

syafrizal helmi situmorang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s