Archive for February, 2008

Regional Branding

Posted in marketing on February 8, 2008 by shelmi

Kemajuan Teknologi dalam Perekonomian global memungkinkan data mengalir dengan cepat melalui kabel dan serat optik atau transmisi satelit sehingga memungkinkan menembus batas-batas ruang dan waktu. Dalam kondisi ini sebuah wilayah tidak harus diberkati dengan kekayaan alam, populasi besar, militer yang kuat atau lokasi yang strategis untuk menjadi pemain utama dalam panggung bisnis global. India misalnya berhasil menjadi negara hebat karena banyaknya PhD dalam bidang sains. China setelah revolusi kebudayaan berhasil menerapkan agenda otonomi daerahnya sehingga wilayah-wilayah otonom sukses secara ekonomi karena menjalin bisnis dengan negara-negara lain. Perdana Mentri China Wen Jiabao, dalam kongres Rakyat Nasional ke -10 mengatakan akan melakukan tranformasi militer dari mesin-mesin perang menjadi Aplikasi Teknologi informasi. Saat ini China mungkin negara yang paling mendapatkan manfaat dari perkonomian global dengan tingkat pertumbuhan 10% selama 4 tahun terahir (Kompas, 6 Maret 2007). Hal ini terbukti menjadi negara pemilik cadangan devisa terbesar di Dunia setelah Jepang. Irlandia walaupun memiliki letak geografis yang sangat jauh dari pasar potensial (berada diperbatasan eropa barat), mampu menjadi negara berperingkat pertama dalam AT Kearney/Foreign Policy Globalization Indeks hal ini disebabkan pemerintah Irlandia concern terhadap pendidikan serta peningkatan keahlian komputer di semua sektor. Hal ini memungkinkan Irlandia menciptakan ribuan lapangan kerja baru.Finlandia, walaupun berada di bahu timur laut baltik, dimana pelabuhannya jauh dari lalu lintas perdagangan da selalu beku terkena es, mampu menjadi negara yang paling kompetitif mengungguli Amerika Serikat dan Singapura serta meraih nilai tertinggi untuk konektivitas dan kompabilitas dan dipandang paling responsive terhadap IT dan e-business. Saat ini Nokia Menjadi perusahaan Handphone terbesar di Dunia. Sebenarnya pelajaranya apa yang bisa kita tarik, suatu daerah yang terisolasi, jauh dari pasar potensial, kekayaan alam yang minim mampu menjadi pemain global kelas dunia. Ohmae (2005) menyatakan salah satu elemen keberhasilan daerah/negara ini adalah kemampuannya memberikan merek pada dirinya sendiri dan menawarkan sesuatu yang berbeda (unik) dan memisahkannya dari persaingan. Kim dan Mouborgne (2005) menyatakan untuk menghindari persaingan (kompetisi) yang akan berakibat merugikan dibutuhkan stratgei samudra biru (blue ocean strategy) samudra biru ditandai oleh ruang pasar yang belum terjelajahi, penciptaan permintaan, dan peluang pertumbuhan yang sangat menguntungkan. ketimbang dengan cara memperluas batasan-batasan industri yang sudah ada, Dalam samudra biru, kompetisi tidak relevan karena aturan-aturan baru akan dibentuk.

Implementasinya bagi daerah adalah untuk berkompetisi daerah tidak harus menerapkan pajak yang rendah, insentif besar bagi pengusaha dan pebisnis, atau menekan gaji buruh sekecil mungkin. Hal tersebut hanya akan menciptakan samudra merah (penuh dengan kompetisi) yang pada akhirnya hanya akan merugikan daerah itu sendiri dan mengorbankan penduduk daerah yang menjadi tenaga kerja.

Bagi daerah-daerah yang biasa-biasa saja tentu saja tidak akan menjadi pilihan investor untuk menanamkan investasinya. Diperlukan suatu aktivitas pengelolaan image disuatu daerah (brand Image) agar daerah tersebut tidak terkena cap yang jelek bagi investor. Image bangsa kita dahulu dikatakan sebagai negara yang aman, damai, penduduknya ramah-tamah. Sekarang Image negara kita jelek karena dianggap sebagai negara yang tingkat korupsinya tinggi, tidak aman karena seringkali terkena bom atau bencana alam hingga iklim yang tidak baik baik kondisi bisnis (demonstrasi, peraturan yang tumpang tindih dsb). Akibatnya sebagian investor melarikan investasinya kenegara lain seperti Malaysia, Thailand, Vietnam atau RRC. Bisa dibayangkan berapa banyak kesempatan kerja yang hilang, penggangguran yang terjadi akibat persepsi yang buruk mengenai negara ini. Al Ries dan Trout menyebutnya perception is bettter than reality (persepsi lebih baik dari realitas). Bagaimana Menurut anda ?

“Womenomics”

Posted in HRD on February 2, 2008 by shelmi

Womenomics merupakan peristiwa yang fenomenal tentang meningkatnya peran wanita dalam perekonomian dunia. Bukan hanya pertambahan jumlah tenaga kerja wanita, meningkatnya pengaruh wanita dalam perekonomian global juga disebabkan oleh meningkatnya peran wanita sebagai konsumen, pengusaha, manajer, dan investor. Sebagai konsumen, kekuasaan wanita dalam pengambilan keputusan konsumsi rumah tangga makin besar. Posisi-posisi kunci di pemerintahan berbagai negara dan perusahaan besar juga makin banyak diduduki wanita. Selain itu, dalam kenyataannya, memang makin banyak perempuan berada di posisi-posisi penting sebagai pengambil keputusan

Dalam kancah Global Peranan wanita makin diperhitungkan. Terbukti bahwa kepiawaian wanita Indonesia dalam bekerja makin diakui perusahaan-perusahaan multinasional. Negara kita pernah di pimpin oleh seorang wanita yaitu Megawati Soekarnoputri, Dalam bisnis kita mengenal sosok Moeryati Soedibyo, menteri keuangan kita saat ini Sri Mulyani, di Bank Sentral kita mengenal Miranda Swaray Goeltom selaku deputi Gubernur BI. Di dalam bisnis kita mengenal sosok Alm. Annita Roddick sebagai CEO The Body Shop, sebuah perusahaan kosmetik yang dipuja oleh para wanita. Perusahaan ini terkenal karena produk-produknya yang cinta dan ramah lingkungan dan menentang animal testing untuk percobaan kosmetik pada binatang. Dan banyak lagi para wanita hebat kalau kita sebutkan satu persatu.

Mingguan The Economist (April 2006) dalam artikelnya yang bertajuk “ A Guide to Economics” berpendapat, masa depan ekonomi dunia makin berada dalam genggaman wanita. Alasannya, saat ini partisipasi wanita dalam lapangan kerja makin besar. Statistik menunjukkan, jika sebelumnya hanya sepertiga, sekarang dua per tiga lapangan kerja di Amerika Serikat diisi oleh kaum wanita. Meningkatnya jumlah tenaga kerja wanita itu juga terjadi di banyak negara, baik di negara maju maupun di negara sedang berkembang. Banyak perusahaan-perusahaan yang jeli melihat potensi yang belum dimanfaatkan, yaitu ibu-ibu yang ingin fleksibel jam kerjanya. Di beberapa negara seperti Amerika dan India, Bisnis Call Center, Penerjemah, dan Outsourcing Office banyak dilakukan oleh wanita yang terdidik (berpendidikan) dari dalam rumah mereka. Saat ini ada kecenderungan membuat rumah sebagai kantor. Sehingga mereka bekerja dan sekaligus bisa mengawasi dan bermain dengan anak dirumah

Berdasarkan pengalaman saya mengajar dibeberapa perguruan tinggi ekonomi juga terlihat lebih banyak wanita daripada pria. Wanita juga lebih cepat masa studinya dibanding masa studi pria. Artinya dunia bisnis dimasa depan akan banyak di pengaruhi oleh wanita.

Mohammad Yunus, penerima Nobel Perdamaian, Pendiri sekaligus Managing Director Grameen Bank, Bangladesh, dalam kuliahnya diIstana Negara, Jakarta di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan seluruh anggota Kabinet Indonesia Bersatu menegaskan dalam makalah tidak tertulisnya yang diberi judul We Can Put Poverty into Museums.

Dalam paparannya di hadapan para petinggi pemerintah, Yunus mengingatkan pentingnya peranan bank untuk mengentaskan rakyat miskin. Belajar dari pengalamannya, diperlukan langkah berani untuk memihak kepada kalangan rakyat miskin. Ia sendiri tergugah untuk mendirikan Grameen Bank yang dikenal sebagai bank bagi rakyat miskin di pedesaan setelah mengetahui bank konvensional tak mau membantu rakyat miskin.

Bank konvensional hanya terpaku pada prinsip-prinsip standar. Bank hanya mau memberi pinjaman berdasarkan kekayaan yang dimiliki nasabahnya. Sementara, rakyat miskin tidak memiliki apa pun yang bisa dijaminkan di bank. Karena itulah, ia berani mendirikan Grameen Bank dengan prinsip-prinsip yang bertolak belakang dengan bank konvensional. Kalau bank konvensional membidik nasabah laki-laki, maka dia menarget nasabah wanita. Uang yang dimobilisasi Grameen Bank selalu disalurkan untuk penduduk miskin, terutama wanita, di pedesaan setempat

Dari paparan diatas terlihat bahwa peranan wanita dalam sektor perekonomian sangat penting. Jika selama ini kita mengganggap bahwa wanita adalah beban ekonomi dalam rumah tangga ternyata persepsi kita salah, justru Mohammad Yunus, berhasil membuktikan bahwa Grameen Bank berhasil karena nasabahnya kebanyakan wanita dan karena ini ia mendapatkan hadiah nobel. Bagaimana Menurut Anda ?

Keadilan Upah

Posted in HRD on February 2, 2008 by shelmi

Dalam dunia bisnis upah selalu menjadi pembahasan yang tak pernah selesai. Bila kita perhatikan kebanyakan perselihan yang terjadi antara pengusaha dan pekerja disebabkan oleh masalah yang terkait dengan upah/pengupahan Ada berbagai sudut pandang mengenai upah yang bisa dilihat dari bebragai sudut pandang dan kepentingan masing-masing.

Bagi karyawan/pekerja/buruh upah merupakan sumber penghasilan utama dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya serta cerminan kepuasan kerja. Sehingga naiknya upah merupakan angin segar untuk bisa tetap bertahan hidup ditengah-tengah harga yang terus melambung tinggi. Ketika para buruh hanya memiliki sumber pendapatan berupa gaji (upah) maka pencapaikan kesejahteraan tergantung kepada kemampuan gaji memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Dalam kenyataanya jumlah gaji relatif tetap, sementara itu kebutuhan hidup yang selalu bertambah (adanya bencana, sakit, sekolah, tambah anak, harga barang naik, listrik, telepon, biaya transportasi, dan

lain-lain.) Hal ini menyebabkan kualitas kesejahteraan rakyat (termasuk buruh) semakin rendah.

Bagi pengusaha, upah sebagai bagian dari biaya produksi, sehingga harus dioptimalkan penggunaannya dalam meningkatkan produktivitas kerja. Kenaikan upah berarti kenaikan biaya produksi, kenaikan biaya produksi akan berpengaruh terhadap harga pokok produksi. Harga pokok produksi akan berpengaruh terhadap harga pokok penjualan atau harga jual suatu produk. Dalam ilmu ekonomi semakin tinggi harga jual berarti demand (permintaan pelanggan) akan semakin turun. Turunnya demand akan berdampak pada penerimaan penjualan yang berarti pendapatan perusahaan akan menurun . akibatnya pengusaha sering mengeluh karena upah terus naik, padahal kenaikan tersebut merupakan sebuah kewajaran agar sesuai dengan perkembangan inflasi dan situasi ekonomi.

Banyak juga pengusaha yang berfikir bahwa memberikan upah sesuai dengan UMP berarti telah memenuhi kesejahteraan karyawan/buruh sesungguhnya makna dan pengertian upah minimum adalah hanya merupakan jumlah paling kecil/minimum yang harus diberikan pengusaha kepada buruh atau jaring pengaman agar buruh tidak terperosok dalam ketidakberdayaannya di tengah pasar penggangguran yang berlimpah di negeri ini. Sehingga walaupun pengusaha punya kemampuan untuk membayar lebih mereka juga enggan untuk membayar lebih. Kalaupun membayar lebih biasanya dibarengi dengan jam kerja lembur. Karyawan/buruh jarang sekali mendapat bonus jika harga jual atau pendapatan meningkat.

Bagi pemerintah melihat upah, di satu pihak, untuk tetap dapat menjamin terpenuhinya kehidupan yang layak bagi pekerja dan keluarganya, meningkatkan produktivitas pekerja dan meningkatkan daya beli masyarakat. Di lain pihak, untuk mendorong kemajuan dan daya saing usaha. Ada pandangan Upah yang rendah merupakan daya saing suatu bangsa/daerah sehingga akan mendorong investor untukberinvestasi di suatu daerah.

Ketiga sudut pandang ini akan terus saling tarik menarik. Biasanya menjelang hari buruh ( may day) atau pergantian tahunan isu ini akan selalu muncul dan menjadi pembahasan yang tak pernah selesai. Akan terjadi loby dan tawar menawar antara buruh yang diwakili serikat buruh dan pengusaha yang diwakili asosiasi pengusaha dalam menetapkan upah minimum provinsi. Bagaimana Menurut Anda