Archive for April, 2010

Posted in Uncategorized on April 23, 2010 by shelmi

Kebahagian didapatkan ketika kita memberi … Keberhasilan didapatkan ketika kita menerima … Ketika kita memberi, suatu saat pasti kita menerima imbalannya … Karena hukum Tuhan yang mengaturnya … Ketika kita menerima, belum tentu kita akan memberi sebagai rasa terima kasih dan syukur … Hukum Tuhan mengatur : apa yang kita terima bisa hilang atau diambil seketika … Oleh karena itu berusahalah selalu memberi dengan rasa tulus dan ikhlas … Karena suatu saat keduanya : kebahagian dan keberhasilan akan menjadi milik kita …

source : http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/23/inspirasi-mengenai-kebahagian-dan-keberhasilan/

Advertisements

1. Konsep dan Wawasan Entrepreneurship

Posted in entrepreneur on April 16, 2010 by shelmi

1. Konsep dan Wawasan Entrepreneurship
1.1 Enterpreneur
Enterpreneur didefenisikan sebagai orang yang berani memulai, menjalankan, dan mengembangkan usaha dengan cara memanfaatkan segala kemampuan dalam hal membeli baha baku dan sumber daya yang diperlukan, membuat produk dengan nilai tambah yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, dan menjual produk sehingga bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para karyawan, dia sendiri, perusahaan, dan maasyarakat sekitarnya. Entrepeneur bukanlah sekedar pedagang, namun bermakna jauh lebih dalam , yaitu berkenaan dengan mental manusia, rasa percaya diri, efisiensi waktu, kreativitas, ketabahan, keuletan, kesungguha dan moralitas dalam menjalankan usaha mandiri. Tujuan akhirnya adalah untuk mempersiapkan setiap individu ataupun masyarakat agar hidup layak sebagai manusia.
Enterpreneurship adalah segala hal yang berkaitan dengan sikap, tindakan, dan proses yang dilakukan oleh para entrepreneur dalam merintis, menjalankan, dan mengembangkan usaha mereka. Entrepreneurship tidak dimulai dengan menjual produk dan jasa, tetapi dimulai dengan adnya kesempatan atau peluang yag berasal dari lingkungan yaitu faktor-faktor sosial, ekonomi, politik, hukum dll.

1.2 Karakeristik Entrepreneur
McClelland mangajukan konsep need for achievement ( selanjutnya disingkat N-Ach ). McClelland merinci karakeristik mereka sebagai berikut :
 Lebih menyukai pekerjaan dengan resiko yang realistis
 Bekerja lebih giat dalam tugas-tugas yang memerlukan kemampuan mental
 Tidak bekerja lebih giat karena adanya imbalan uang
 Ingin bekerja pada situasi dimana dapat diperoleh pencapaian pribadi ( Personal Achievement )
 Menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam kondisi yag memberikan umpan-balik yang jelas positif
 Cenderung berpikir ke masa depan serta memiliki pemikiran yang panjang
1.3 Orientasi Entrepreneur
Terdapat 3 pendekatan untuk mengukur orientasi entrepreneurial, yaitu persepsi manajerial, perilaku perusahaan, dan alokasi sumber daya. Orientasi entrepreneurial lebih mengarah pada proses, yaitu bagaimana entrepreneurship tersebut dijalankan yang mencakup metode, praktek, dan gaya pengambilan keputusan untuk bertindak secara entrepreneurial. Orientasi entrepreneurial sangat dipengaruhi oleh faktor budaya. Kemampuan entrepreneurship suatui negara tergantung pada kombinasi yang sangat istimewa dai faktor-faktor budaya, misalnya nilai, sikap, perilaku, norma, serta pranata lainnya yang dapat memperkuat orientasi entrepreneurial.

PASAR DAN TANTANGAN BISNIS AGEN PROPERTI

Posted in marketing on April 16, 2010 by shelmi

A. PASAR BISNIS AGEN BROKER PROPERTI
Jika dilhat dari pasar yang akan di garap oleh marketing agen properti ada dua macam pasar yang m3empunyai prospek cerah di masa yang akan dating, yaitu:
1. Pasar primer (primary)
2. pasar sekunder

B. TANTANGAN BISNIS BROKER PROPERTI
1. Perang Komisi
Beberapa broker atau agen properti teah menurunkan standard komisi dari 2,5 % menjadi 1 % ber5dasarkan nilai transaksi jual beli dan dari 5% menjadi 3% untuk transaksi sewa-menyewa. Hal ini brarti melanggar kode etik umum sistem broker di Indonesia yang biasaya memakai standard komisi 2,5 % untuk penjualan dan 5 % untuk sewa-menyewa.

2. Bajak-membajak
Beberapa marketing atau agen properti telah membajak agen properti lainnya dengan iming-iming pembagian pembagian komisi dan prospek yang lebih cerah bagi broker tersebut.

3 Tindakan Tidak Etis
Penjual dan pembeli bertransaksi sendiri setelah saling mengenal di karenakan kurang control dari pihak broker dari satu agen properti atau dari broker lepas/broker tradisional.

4 Sikap Kurang Bijaksana Principal/Member Broker
Sikap urang bijaksana tersebut antara lain, yaitu:
1) Kurang komunikasi/tidak lanar komunikasi antara pihak manajemen dengan broker.
2) Adanya aturan yang di tetapkan secara mendadak.
3) Banyaknya tuntutan kepada broker tanpa masukan pemecahan masalah
4) Jatuhnya sanksi kepada salah satu broker tanpa tahap yang jelas.
5) Tidak tuntas dalam menyikapi perselisihan antar broker serta perbedaan yang ada antar broker dengan pihak manajemen atau langsung dengan principal/member broker.
6) Tidak peka terhadap perkembangan terahir yang terjadi dan tidak mau ambil pusing terhadap permasalahan.
7) Pembagian komisi yang tidak transparan atau menyimpang dari aturan yang telah di tetapkan.
8) Sikap tidak adil broker di kantor ataupun di lapangan dalam hal pembagian trade area, pembagian komisi, pembagian tugas sesama co-selling, co-listing, atau co-broking.

A. AGEN PROPERTI

Agen properti adalah badan usaha yang berbadan hokum, memilki tempat tinggal yang tetap, memiliki izin usaha property, dan umumnya terdaftar sebagai anggota AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia).

B. FAKTOR-FAKTOR KESUKSESAN AGEN PROPERTI

Yang mempengaruhi suksesnya suatu agen property adalah sumber daya manusia, rekrutmen, pelatihan dasar, materi pelajaran universal, quaterly awards, dan pembagian komisi.

1. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia yang biasa di rekrut oleh suatu agen property adalah minimal pendidikan S-1 (sarjana) dari berbagai jurusan.

2. Rekrutmen
Rekrutmen broker maupun marketing manajer biasanya di lakukan dengan cara :
1) Masal, yaitu mengundang beramai-ramai dating ke kantpr utuk di lakukan pengarahan singkat mengenai perusahaan.
2) Memasang iklan di media massa.
3) Melakukan interviu langsung dengan principal/member broker
4) Lingkungan keluarga
5) Marketer get marketer atau member get member, yakni tenaga marketing merekrut tenaga marketing yang di kenal dari tempat lain.
3. Pelatihan Dasar
Pelatihan dasar berupa semnar singkat selam 5-7 hari dari pagi hingga sore hari di lakukan oleh agen property terhadap tenaga marketing yang baru di terima.
Adapun materi-materi dasar meliputi adalah :
1. pengetahuan dasar (basic knowledge), dan
2. ahli dalam penjualan selling skill).

4. Materi Pelajaran Universal
Setelah menjalani broker property di agen property, para broker mendapatkan pelajaran tambahan berupa ilmu pengetahuan di bidang :
1. property analisis
2. real estate
3. marketing
4. hokum
5. ekonomi
6. instant
7. dan lain-lain

5. Quaterly Awards
Adapun maksud dan tujuan dari quaterly Awards untuk :
1. membangun visi dan misi para marketing yang baru maupun yang lama dengan success story dar manajemen
2. memotivasi para marketing agar lebih meningkatkan kemampuan dan target yang akan di capai
3. memperlihatkan kesuksesan yang telah di capai oleh teman-teman broker dan kiat-kiat sukses perjalanannya
4. Memberikan awards/penghargaan bagi para marketing yang telah berhasil mencapai target yang di tetapkan oleh masing-masing agen property sesuai dengan banyaknya property sales.

6. Pembagian Komisi

C. KEUNTUNGAN MEMAKAI JASA AGEN PROPERTI

1. Cepat
Cepat dalam memasarkan produk jual, sewa, da lelang sertadalam mencari calon pembeli dari manajemen terpadu dan terencana.
1. Jaringan Network
2. Multimedia

2. Tepat
Merupakan langkah yang tepat bagi vendor maupun calon pembeli/buyer yang menggunakan jasa marketing agen property.

3. Nyaman
Memberikan rasa nyaman bagi para vndor maupu buyer apabila memggunakan jasa agen property.

4. Aman
Memberikan rasa aman bagi para vendor maupun buyer apabila menggunakan jasa marketing agen property karena beberapa aspek sebagai berikut :
1. Profesional
2. Intuisi

5. One Stop Service ( Free Consultation)
Memberikan rasa kepusaan (satisfaction) kepada vendor/buyer yang datang ke agen property dan memakai jasa para broker.

1. Defenisi dan Istilah Properti

Real Properti adalah kepentingan keuntungan, dan hak-hak yang menyangkut tanah dan bangunan beserta perbaikan yang menyatu terhadapnya.
Real Estate adalah tanah dan semua benda yang menyatu diatasnya serta benda yang menyatu terhadapnya.

 Property Primer, yaitu property yang dibangun dan dimiliki oleh badan instusi yang tergabung dalam Asosiasi Real Estate Indonesia (REI)

 Property Sekunder, yaitu property yang dibangun dan dimiliki oleh individual.

2. Penggolongan Jenis Properti
a. Bagunan Komersial (Commercial Building)
 Bagunan perkantoran
 Bangunan ruko perkantoran
 Bangunan pertokoan
 Hotel and motel

b. Bangunan Perumahan (Residential)
 Single family
 Multi family

c. Bangunan Industri (Industrial Buiding)
 Industri berat
 Industri ringan dan gudang
 Gudang dan kantor
 Pergudangan

d. Bangunan Fasilitas umum (public facilitas)

A. HAL-HAL POKOK DALAM BISNIS PROPERTI

1. Aspek hukum Surat-surat tanah
Aspek hukum kepemilikan tanah mengandung dua aspek pembuktian agar kepemilikan dapat dikatakan kuat dan sempurna, yaitu bukti surat dan fisik.

a. Bukti surat
Bukti kepemilikan atas tanah yang terkuat adalah setifikat tanah namun tidak mutlak artinya sertifikat tersebut dianggap sah dan benar sepanjang tidak terdapat tuntutan pihak lain untuk membatalkan sertifikat tersebut karena adanya cacat hukum.

b. Bukti fisik
untuk memastikan bahwa orang yang bersangkutan benar-benar mengusai secara fisik tanah tersebut atau hak atas tanah (fisik pembagunan) dan hak atas bawah (surat). Hal ini penting dalam proses pembebasan tanah, khususnya dalam pelepasan hak atau ganti rugi.

Sumber : BISNIS BROKER PROPERTI, Oleh :A. Budi Rafitas

SEKILAS TENTANG BROKER PROPERTI

Posted in marketing on April 16, 2010 by shelmi

SEORANG broker bukanlah sekedar calo yang mehjualkan barang dagangan yang di titipkan kepadanya, namun seorang broker juga mempunyai kapasitas ilmu, komitmen, serta profesionalisme yang cukup tinggi dalam menawarkan juga menjualkan barang dagangannya kepada calon pembeli yang dikenal ataupun belum dikenal melalui cara pemasaran yang dikuasai.
Sedangkan property adalah hak atas tanah dan bangunan yang dimiliki oleh si pemilik dengan bukti sebidang kavling tanah atau bangunan yang ada di atasnya serta surat-surat kepemilikan yang menyertainya.
Dengan system dan cara kerja yang di pelajari oleh seorang broker serta kesuksesan dari pengalaman kerja di lapangan memungkinkan seorang broker mempunyai relasi yang cukup banyak dan taktik strategi pemasaran yang cukup jitu dalam penjualan barang dagangannya dan tetu saja saling berbeda satu sama lain.
Bisnis broker properti adalah bisnis jasa di bidang properti dalam hal jual beli, sewa menyewa, dan lelang properti yang dimiliki dan dikuasai oleh pemilik (vendor) kepada marketing (broker) dengan kesepakatan harga jual dan sewa, besarnya (fee) komisi yang di berikan, dan waktu yang ditentukan bersama.

B. JENIS-JENIS BROKER PROPERTI

1. Tradisional
Broker tradisional adalah broker lepas yang menjalankan system broker properti yang tidak memiliki permainan atau aturan yang jelas (basic rules) serta ilmu dan manajemen broker properti yang sangat terbatas.

2. Modern
Sistem broker properti modern adalah system broker properti yang berbentuk badan usaha (entity) yang dikenal sebagai agen properti dengan metode yang di adopsi atau diterapkan oleh system brokerproperti moder dari luar negri dengan menggunakan metode managemen yang tepat, terarah, dan terkendali, serta pelayanan servis terbaik yang diberikan kepada customer/client berupa penjual atau pembeli yang bekerja samadengan broker atau marketing agen properti tersebut.
Di dalam sebuah agen properti yang professional biasanya terdapat unsure-unsur pelaksana yang menjalankan bisnis broker properti sebagai berikut.
1. Marketing executive (ME)/ marketing associate (MA)/ properti consultan (PC), yakni marketing atau broker yang menjalankan bisnis broker properti dan mrnjadi tulang punggung bagi sukses atau tidaknya suatu agen properti.
2. Principal/member broker (MB), yakni pemimpin teratas dalam bisnis broker properti dan biasanya merangkap sebagai pemilik.
3. Marketing manager (MM)/ properti manager (PM), yakni seseorang yang seseorang yang di tunjuk oleh principal atau member broker untuk mengawasi kerja marketing/broker dari segi target hingga closing.
Sistem broker properti modern terbagi dua, yaitu:
a. Internasional
Agen properti yang didirikan, dimiliki, dan di kelola oleh pihak perusahaan asing yang berada di Indonesia atau agen properti local yang mengadopsi penuh sistem manajemen (franchise) yang di pakai oleh pihak perusahaan asing sebagai pemilik sistem waralaba (franchiser).
b. Lokal
Agen properti yang mempunyai badan hokum dan tempat tinggal yang tetap serta memiliki izin usaha broker properti dan tidak mengadopsi sistem waralaba dari perusahaan asing.

AKTIVITAS POKOK BROKER PROPERTI
Di dalam sistem kerja broker properti terdapat unsure-unsur aktivitas pokok yang biasa di jalankan oleh broker properti, yaitu:

A. LISTING
Listing adalah perjanjian surat kuasa jual atau surat perintah untuk menjualkan properti dari pemlik properti owner/vendor kepada broker/marketing secara personal maupun di dalam suatu agen properti.

1. Macam-macam Listing
Ada beberapa macam listing yang tergantung dengan kesepakatan dari pihak vendor dan broker yang melakukan kerjasama, yaitu sebagai berikut.

a. Exklusif
Exklusif adalah satu bentuk listing yang sifatnya terkait kepada salah satu broker yang ditunjuk oleh vendor, dan vendor tidak boleh memberikan wewenang/mandat penjualan kepada broker atau agen properti lainnya atau bahkan anggota keluarga atau vendor itu sendiri dalam jangka waktu yang di sepakati.

b. Sole Agent
Sole agent adalah salah satu bentuk listing yang sifatnya terikat kepada salah satu broker yang ditunjuk seperti halnya exklusif tetapi vendor juga boleh menjual properti tersebut.

c. Open Listing
Open listing adalah salah satu listing yang sangat flexible, yaitu semua broker secara personal maupun agen properti dapat memasarkan penjualan properti tersebut dan tak terikat perjanjian dengan pihak vendor.

d. Net Listing
Net listing adalah salah satu bentuk listing dimana vendor mematok harga minimal harga jual properti miliknya, di luar biaya yang harus dikeluarkan oleh vendor seperti komisi, pajak penjualan, dan biaya notaries.

e. Promis
Promis bukan merupakan listing tetapi hanya janji yang diberikan oleh vendor tanpa bukti.

2. Mengapa Listing Sangat Penting
Dalam pengalaman kerja saya di kantor Ray White Pondok indah Duta, listing merupakan aktivitas yang sangat di prioritaskan oleh bapak Ir. Hary Jap selaku principal sekaligus guru bagi rekan-rekan broker di kantor dan saya uraikan catatan beliau tentang uraian listing yaitu sebagai berikut.

1. Listing hanyalah satu-satunya aktivitas yang dapat di control oleh broker, principal/MB dan MM.
2. Di ibaratkan seperti pohon uang, semakin banyak listing yang dimiliki broker, akan semakin banyak buah yanga kan di petik di kemudian hari.
3. Aktivitas nyata yang dapat di lakukan (dapat memegang komitmen penjual dan dapat dukungan penuh dari vendor.
4. Lebihg banyak mendapatkan calon pembeli apabila banyak listing karena semakin di kenal dan banyak aktivitasnya.
5. Lebih banyak mendapatkan fatner dan informasi dari broker lainnya karena posisi broker listing lebih kuat ketimbang posisi broker selling jika ingin mengadakan co-broking.

3. Sumber-Sumber Listing
Beberapa sumber listing yang dapat di lacak dan di dapat oleh calon pembeli, penyewa, broker, dan agen properti biasanya di dapat dari:
1. Surat kabar/Koran
2. majalah umum/tabloid
3. majalah khusus properti/majalah lingkungan
4. iklan/advertising
5. yellow page
6. fisbo/papan penjual oleh pemilik
7. persahabatan/relationship
8. call in and walk in
9. fax in/out
10. internet/email
11. sms atau mms dari handphone
12. referensi buyer
13. keluarga
14. club spot andsocial activity
15. aktivitas jamaah ibadah
16. pameran/bazaar/event
17. self personal promotion
18. conjunction/institution/bankl
19. open house
20. lelang
21. brosur-brosur
22. sponsorship

4. Bersaing Mendapatkan Listing
Bersaing sehat dengan broker terbaik adalah salah satu aktivitas utama yang harus dilakukan oleh seorang broker untuk mendapatkan listing di lapangan. Dalam melisting sebuah properti sebaiknya broker melakukan hal-hal sebagai berikut.
1. Membuat hubungan yang lebih baik dengan pesaing.
2. Mencari ilmu dan strtegi yang dipakai oleh pesaing.
3. Mengajak co-broking dan co-listing dengan pesaing.
4. Hindari perselisihan dengan pesaing yang akan menghilagkan kesempatan intuk lebih banyak closing.
5. Penilaian Bobot Listing
Penilaian bobot listing sangat diperlukan dikantor agen properti. Hal ini dimaksudkan untuk dapat memotivasi para broker dalam bekerja untuk memenuhi target dan efisiensi pekerjaan di lapangan.

1. Auction = 5
2. Eksklusif trade area = 4
3. Exklusif nontrde area = 3
4. Open trade area = 2
5. Open nontrade area = 1
6. Reveral = ½
7. VPA = ½

B. SELLING
Aktivitas selling adalah kebalikan dari listing, di mana aktivitas selling adalah mencari calon pembeli (buyer) dari sebuah listing yang ada, baik dari si brokern sendiri ataupun listing dari broker lain.

C. COOPERATION
Cooperation adalah aktivitas broker properti yang utama dalam bentuk kerjasama untuk perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) yang telah mengatur tata cara pembayaran dan kons (fee/ komisi) yang di dapat di bagi rata. Aktivitas cooperation atau kerjasama terdiri dari co-listing, co-selling maupun co-broking yang sering terjadi di lapangan.

D. CLOSING
Closing adalah salah satu bentuk aktivitas terakhir yang harus di capai oleh broker dari suatu agen brokerti atau agen broker properti tradisional /broker lepas yaitu terjadinya deal atau kesepakatan harga barupa perstujuan harga jual dan harga penawaran yang telah di sepakati oleh pihak penjual (vendor) dan pihak pembeli (buyer).

AKTIVITAS PENUNJANG BROKER PROPERTI

A. VENDOR PAID ADVERTISMENT (VPA)
Adalah pemasangan iklan di media massa setempat, Koran, atau internet yang di biayai oleh vendor dan di serahklan kepada broker pada saat listing.

B. PEMASANGAN PAPAN NAMA
Pemasangan papan nama (bill board), papan petunjuk (sign board), maupun spanduk (banner) adalah aktivitas pertama yang dilakukan setelah broker medapatkan listing dan persetujuan pemasangan dari vendor

C. CANVASHING
Salah satu cara mencari listing sebanyak-banyaknya dengan mengkanvas atau menyapu bersih daerah trade area oleh broker untuk mendapatkan keterangan lengkap mengenai detail nama dan nomor telepon dari pemilik bangunan, luas tanah bangunan, fasilitas, surat tanah dan dokumen-dokumen lainnya, serta apakh properti tersebut ingin di jual atau tidak.

D. FARMING
Tujuannya adlah mencari calon pembeli atau selling yang ingin di jual atau disewakan, atau mengetahui animo masyarakat setempat terhadap properti tersebut apakah di minati atau kurang diminati shingga marketing dapat mengambil langkah strategi pemasaran lainnya.

E. OPEN HOUSE
Salah satu kegiatan mencari buyer atau selling terhadap properti yang akan di jual/di sewakan denagan menempati bangunan properti tersebut selama 3-8 jam selama I hari s.d 1 minggu pada waktu yang di tentukan bersama oleh broker dengan vendor untuk menerangkan langsung kepada calon pembeli atau penyewa mengenai kondisi properti tersebut di lapangan.

F. FLOOR TIME
Salah satu benruk aktivitas mencari listing dan selling pada saat bersamaan pada jam tertentu dengan siap sedia (stand by) duduk di ruang muka kantorsuatu agen properti yang telah di tentukan pembagian waktunya kepada broker di kantor agen properti.

G. PROGRESS REPORT
Salah satu bentuk aktivitas broker atau tenaga marketing dalam bentuk laporan tertulis kepada pihak client (vendor) yang memberikan listing dari broker tersebut berupa progress activity selama I minggu atau 2 minggu yang telah berlalu atau berjalan.

H. OFFICIAL WEEKLY MEETING
Salah satu aktivitas yang diadakan oleh kantor agen properti, yaitu mengadakan pertemuan mingguan yang di hadiri oleh principal/member broker, marketing manager, dan broker selama lebih kurang 2 sampai 3 jam pada pagi hari atau sore hari.

I. MARKETING AKTIVITY REPORT
Adalah laporan mingguan dari broker kepada marketing manager/principal/ member broker dari apa saja yang telah di lakukan selama I minggu sebelumnya.

J. SCORING BOARD
Ini adalah salah satu bentuk aktivitas yang ada di kantor agen properti untuk memotivasi broker dalam mencapai target yang diiginkan.

Karakter Kepribadian Menjual

Posted in marketing on April 15, 2010 by shelmi

Dalam penjualan karakter itu sangat penting. Ada dua jenis karakter, yang pertama active character atyau karakter aktif atau menjual dan yang kedua inactive character atau karakter tidak aktif atau melayani. Untuk lebih mudah dan semangat melakukan penjualan, kita harus memiliki lebih banyak mental menjual daripada mental melayani.
Pribadi yang menjual adalah pribadi yang tidak gampang putus asa, kreatif, tidak cengeng, fokus pada hasil, berbagi antar sesama, tidak egois, tidak pesimis, optimis, ulet, tekun, pekerja keras, cerdas, selalu mencari sesuatu dan proaktif.
Untuk membentuk karakter kapribadian menjual, kita harus optimis, tangguh dan tidak mudah putus asa. Kita juga memerlukan niat dan kesungguhan yang kuat untuk mendapatkannya.
Agar menjadi kepribadian yang menjual, kita harus memiliki dua zona kepribadian secara berimbang dan serasi. Zona yang pertama, selling-oriented personality (karakter kepribadian yang berorientasi menjual) yang mengharuskan kita untuk mengoptimalkan karakter aktif dan service-oriented personality (karakter kepribadian yang berorientasi pada pelayanan) yang mengharapkan kita untuk memaksimalkan karakter yang berorientasi pada pelayanan.

selling skill

Posted in marketing on April 15, 2010 by shelmi

Apa Itu Menjual

Misi penjualan terdiri dari tiga bagian yaitu Lock, Keep dan Grow. Lock (sell for yourself) yaitu menjual untuk kepentingan diri sendiri, kemudian keep (Sell for others) yaitu menjual untuk kepentingan orang lain dan terakhir Grow (Sell for God) yaitu menjual karena Tuhan.

Agar penjualan mudah dilakukan, kita harus memahami arti menjual yang sesungguhnya dengan menjalankan konsep Lock, Keep dan Grow. Apapun yang kita lakukan untuk perusahaan semuanya bukan semata-mata dilakukan untuk sekedar memuaskan diri sendiri ataupun orang lain dan pelanggan-pelanggan, tapi juga diperuntukkan bagi kepuasan dan ridho Ilahi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa orang membeli bukan karena logikanya tetapi karena emosinya.

Sebagai penjual sejati kita harus memiliki enam konsep menjual, yaitu :
1. Menjual Berarti Membantu
Penjual yang membantu pelanggan dengan memberi informasi yang tepat, akurat dan harga yang pantas akan menciptakan win-win satisfaction dimana pelanggan dan penjual sama-sama tidak ada yang dirugikan.

2. Menjual Berarti Memberi
Menjual bisa diartikan memberi dimana memberi bisa diartikan segala sesuatu, baik yang berupa materi maupun nonmateri yang diberikan secara cuma-cuma kepada orang lain. Dalam penjualan kita sebagai penjual harus melihat, mendengar dan merasakan apakah seseorang itu berniat untuk membeli atau tidak.

3. Menjual Berarti Bekerja
Menjual merupakan ekspresi rasa percaya diri dan mandiri dari pribadi seseorang, bagaimana dia berkewajiban mencukupi kebutuhan sendiri dan keluarganya dengan menghargai dirinya melalui bekerja dan bekerja keras.

4. Menjual Berarti Mencintai
Menjual berarti mencintai yang berarti mencintai produk dan layanan perusahaan kita, mengerti keinginan, harapan-harapan dan kebutuhan sesama manusia.

5. Menjual Berarti Bersyukur
Salah satu rasa syukur ditunjukan dengan bertindak, yaitu bekerja dan menjual dengan teknik yang lebih baik, lebih cerdas, lebih jitu dan lebih produktif.

6. Menjual Berarti Mempercayai dan Dipercayai
Tiga kunci sukses dalam menjual adalah bagaimana kita disukai, dipercaya dan didengar. Sebagai penjual kita juga harus mempunyai modal kejujuran, karena tanpa kejujuran orang akan ragu untuk membeli. Maka untuk mendapat kepercayaan kita harus memiliki kejujuran dan sekaligus memiliki keahlian.

Lock, Keep dan Grow mengajarkan pada kita betapa pentingnya memiliki citra, kualitas diri yang luar biasa sehingga mudah menjual. Terkoneksi dengan manusia atau pelanggan itu penting, tetapi yang lebih penting kita terkoneksi dengan Tuhan terlebih dahulu ketika memulai setiap pekerjaan.

Memahami Arti Menjual Sesungguhnya

Menjual bukan berarti bekerja tanpa rintangan, karena bagi seorang penjual potensi penolakan akan secepatnya diisolasi dan diperkirakan kedatangannya sebelum mereka melakukan penjualan.
Menjual berarti melayani lebih dulu, lalu menjual. Melayani bukan berarti kita mencari muka kepada calon pembeli. Tetapi sebagai penjual kita harus menunjukkan sikap ramah, kebaikan, sikap menolong dan melayani yang membuat pelanggan tidak berpikir kalau kita hanya melakukan penjualan demi komisi.
Menjual berarti melakukan lebih dari yang diwajibkan. Seorang penjual sukses adalah mereka yang rela berkorban, rela menomorduakan diri mereka demi kepuasan pelanggan dalam situasi apapun. Sebagai penjual kita tidak hanya berpikir lebih dari sekedar ”jualan, asal laku”, tapi kita harus memberikan lebih dari apa yang diwajibkan. Menjual berarti bukan sekedar mengejar komisi, karena menjual merupakan sebuah proses long life learning yang tak terbatas, orang yang berhenti menjual berarti berhenti hidup. Seorang penjual yang andal akan mengarahkan langkahnay denagn menatap ke depan, bukan dengan melihat bagaimana berjalan.
Jika kita menjual demi komisi yang dijanjikan perusahaan, kita hanya akan mendapat capek dan cepat putus asa karena kita menjual hanya demi uang yang ada dihadapan kita. Mereka yang sukses, adalah mereka yang rela menginvestasikan sebagian komisi sebagai ’pancing’ untuk sebuah cita-cita dan kesuksesan yang lebih tinggi.

Menjual berarti juga peduli pada pelanggan, walaupun kebanyakan dari penjual hanya peduli pada pelanggan karena slogan perusahaan mereka saja. Mereka tidak serius untuk peduli pada pelanggan. Padahal rahasia menjual dengan sukses hanya dengan memperhatikan pelanggan kita. Menjual berarti lebih dari sekedar pintar, karena dalam menjual juga diperlukan intuisi untuk melesat jauh ke depan. Seorang penjual hebat disarankan untuk menggunakan intuisi dan instingnya jika ingin lebih berhasil secara dahsyat, maka kita harus melatih intuisi kita dan mempergunakannya untuk tujuan yang baik dan positif. Menjual berarti belajar, sekalipun seorang penjual sukses kita harus tetap belajar. Tidak setiap orang mampu bertahan di bidang pemasaran walaupun banyak orang yang ingin berhasil, tetapi mereka tidak mau bersusah-payah untuk mendapatkannya.
Seorang penjual yang super sukses, adalah mereka yang tahu apa yang menjadi rintangan dan halangan sebelum mereka mendekati calon pembelinya. Namun jiak rintangn yang datang ternyata adalah sesuatu yang asing, maka mereka akan menggakui dan menganggapnya penemuan baru untuk pembelajaran, bukan melakukan penolakan.

Memulai penjualan dengan antusiasme akan mendatangkan keajaiban. Antusiasme adalah modal terbesar yang dapat kita miliki, karena antusiasme membawa kita lebih jauh dari sekedar uang, kekuasaan dan pengaruh.
Menjual lebih dari sekedar meyakinkan orang lain, tetapi juga membuat orang suka dan tertarik dengan apa yang kita tawarkan. Rasa suka dan tertarik saja dari calon pembeli belum sempurna jika dalam penjualan tersebut kita belum mendapatkan sebuah komitmen penjualan. Kita akan memperoleh komitmen penjualan dengan sikap kita yang ramah, baik, sopan dan kita akan di percaya oleh pelanggan.Untuk lebih sukses, usahakan pelanggan memberikan refrensi kepada kita, menyampaikan hal-hal baik tentang produk kita dan perusahaan kita atau disebut testimoni. Jika sudah sampai pada tahap ini, maka menjual merupakan hal yang lebih mudah dan lebih efektif.

Menjual berarti memberi solusi bukan menciptakan jebakan. Sebagai seorang penjual, kita harus tetap menjaga pengalaman pembeli agar suatu saat nanti pembeli tidak takut lagi untuk membeli yang kedua kali atau kesekian kalinya. Sebagai penjual kita juga boleh untuk melakukan upselling, tetapi kita harus tetap memperhatikan pelanggan. Jangan sampai upselling yang kita lakukan membuat pelanggan mereasa tidak enak sehingga tidak mau kembali lagi. Jika ingin menjual dengan berhasil, kita harus membidik hati pelanggan. Dalam sebuah penelitian dibuktikan bahwa tulang hati langsung berkaitan dengan tulang kepala. Maka bidiklah hati pelanggan sebelum ke pikirannya. Selain itu, kunci keberhasilan adalah dengan menerapkan dan menanamkan dalam pikiran dengan beranggapan (assumsing sales) kalau kita benar-benar sudah menjual. Hal itu akan memotivasi kita hingga kita benar-benar melakukan penjualan.

Sumber ; GETTING INTO YOUR CUSTOMERS HEART
(Luthfie Ludino, Jakarta 2008)

Kepemimpinan Jack Welch

Posted in Uncategorized on April 13, 2010 by shelmi

1 Manajer sebagai pemimpin
Terdapat perbedaan antara pemipin dan manajer, hal ini yang merupakan inti dari pidato dan praktik dari Jack Welch. Program tujuh poin Welch untuk mewujudkan manajemen melalui kepemimpinan dinyatakan secara jelas, tidak hanya perkataan tetapi juga tindakannya.
Membangun sebuah visi untuk bisnis yang dijalankan.
Mengubah budaya yang ada untuk mencapai visi tersebut.
Menyetarakan organisasi.
Menghapuskan birokrasi.
Memberdayakan setiap orang.
Meningkatkan kualitas.
Menghilangkan batasan.
Di dalam kepemimpinannya sebagai manajer, ia ingin agar setiap karyawan sampai tingkat yang paling bawah, dapat menjadi seperti dirinya. Melalui pandangan ini juga Welch tekah melawan birokrasi selama puluhan tahun.
Mengendalikan Birokrasi
Perusahaan besar mengembangkan struktur demi struktur, lapisan demi lapisan, birokrasi demi birokrasi. Akan tetapi, Welch percaya pada bentuk minimalis. Welch mengurangi lapisan manajemen, dia menggandakan “jangkauan kendali”. Ia menghapus setiap kepala bisnis yang tidak mempunyai peranan jelas-dan hal ini dianggap membahayakan.
Sebelum ia menjabat, sekitar 300 manajer memikul “tanggung jawab P&L”. Welch melakukan perubahan, jumlah mereka dikurangi menjadi 30 pemimpin. Dengan begitu beban mereka tambah berat dan menjadi lebih terkelola. Namundiantara berbagai sisi baik terdapat juga kelemahan, dimana ada manajer yang tidak mau bekerja sama dengan manajer lainnya. Untuk melindungi hal ini, tentunya mereka terus diawasai oleh petugas keuangan. Kendali segalanya berada di bwah kekuasaan birokrasi perusahaan.
Berbagi Informasi
Welch berhasil memimpin dengan cara memanfaatkan pertemuan-pertemuan dan komite-komite. Sesi pertemuan yang paling penting adalah pertemuan Dewan Eksekutif Perusahaan atau Corporate Executive Council (CEC) setiap 3 bulan sekali. Pertemuan ini dihadari 30 orang, dimana Welch akan memeriksa tingkat kemajuan, menunjukkan kepemimpinannya, sera saling bertugas informasi dan gagasan. Sehingga hal ini yang membuat para eksekutif menjadi pintar, karena ada berbagai informasi yang dapat kita ketahui.Pda 1998, terdapat 750 video dalam delapan bahasa, termasuk Mandarin dan Hungaria; hampir dua per tiga karyawan GE telah menyaksikan rekaman tersebut.
Mencari cara terbaik
Pertemuan-pertemuan merupakan senjata perang bagi Welch, yang telah merupakan filosofi manajemen Welch. Setiap bagian organisasi menyampaikan gagasan dan metode terbaik yang ditemukan, sehingga pekerjaan mereka lebih optimal. Contohnya : Terjadi kenaikan pengembalian investasi sebanyak empat kali; yang telah menarik para manajer GE lainnya. Welch menyukai gagasan-gagasan baru dan berkeras menyebarluaskannya. Namun, dia tidak suka member penjelasan kepada general manager tentang bagaimana menjalankan perusahaan.
Mendelegasikan tanggung jawab
Teori kepemimpinan Welch sangat bergantung pada kekuatan pendelegasian. “Setiap orang berkata bahwa para pegawai berperan penting dalam setiap bisnis,” katanya. Tetapi seberapa pentingnya mereka dan pentingnya pendelegasian menjadi berlipat ganda dalam hal ini karena sifat dasar GE.Tetapi si pemimpin tidak dapat secara langsing menyerahkan seluruh kewenangan kepada para ahli dan melepaskan tanggung jawabnya begitu saja. Welch dengan rapi menyeimbangkan manajemen lepas tangan dengan kepemimpinan turun tangan langsung. Welch akan memonitor kinerja terhadap target, gaya inspeksi Welch ini mampu memberikan gairah di dalam perusahaannya. Memberikan gairah baru merupakan inti kepemimpinannya.
Melampaui komitmen
Kompetisi internal yang kuat merupakan aspek penting dalam kegiatan GE. Gaya Welch menjamin para manajernya untuk siap siaga ketika dipanggil dalam pertemuan empat mata; tidak ada kata pembelaan diri. Para manajernya harus tebal muka, kalau tidak mereka akan terluka. Welch memimpin dengan menetapkan sasaran-sasaran penting yaitu produktivitas, perputaran inventori modal kerja, kepuaasan pelanggan, dan sebagainya. Dengan hal ini, para manajer akan berkompetisi untuk menjadi yang terbaik.
Mengambil hati dan pikiran
Ketika orang menganggap manajer tingkat menengah terancam punah, Welch melihatnya sebagai pemberian kebebasan dan wewenang terhadap mereka sebagai kunci untuk meningkatkan produktivitas. Dalam waktu delapan tahun yang mengalami banyak pemecatan massal, pergantian, dan perubahan menyeluruh. Resep Welch mengambil hati dan pikiran mereka. Bahkan dalam pembagian gaji manajer yang satu dengan yang lain berbeda tajam. Dia tidak setuju pembagian gaji secara merata, karena kita hidup diantara perbedaan.
Mengenal para pegawai
Kemampuan Welch terletak pada kemampuannya untuk menemukan dan mendidik manajer berkemampuan tinggi. Bukan hanya karena insting, tetapi merupakan hasil kerja keras dan terorganisasi. Welchh tahu bagaimana menempatkan bawahannya di tempat yang tepat, karena secara tidak langsung Welch mengenali seribu bawahan manjerialnya. Bagi Welch pemimpin tiu harus memiliki 4E : Energy, Energizing others (memberikan semanngat pada yang lain), competitive Edge (mempunyai sifat kompetitif), Execution (mampu melaksanakan tugas-tugasnya).
Figur yang disegani
Welch menjadi atasan yang paling disegani menurut majalah Fortune. Bagaimana orang tidak gemetar, karena dalam setiap pertemuan Welch bergitu agresif; yang menyerang orang lain, mengkritik, mencemooh, mempermalukan. Namun ia tidak suka dijuluki seperti itu, karena ia juga manusia dan orang yang ramah.
Melihat ke masa depan
Pendekatan Welch untuk mendapatkan orang yang tepat sebagai penerusnya melalui proses. Metode yang digunakan adalah “menempatkan banyak orang pada banyak posisi yang berbeda; apabil ada orang yang berhasil ,belum tentu ia berhasil di situasi yang lain. Ketika Welch menggantikan Reg Jones, Jones sengaja memilih kulitas pemimpin yang apat mengerjakan lebih dari dia; banyak orng yang kalah dari penerusnya. Pemimpin seperti Welch susah didapat karena diagnosa-diagnosa yang dilakukannya tepat, apabila tidak akan mengakibatkan kerugian pada GE.

2
Menggerakkan tenaga kerja
Untuk memuaskan para pemegang saham, seorang chief executive harus bisa menawarkan gagasan-gagasan manajemen sebagai sebuah kemenangan. Namun, untuk menyenangkan para pemegang saham hanyalah menaikkan harga saham setinggi-tingginya seperti yang dilakukan oleh Jack Welch. Namun ada kepentingan yang lebih penting, Jack Welch harus memuaskan para pegawainya yang berjumlah 200rb-300rb.
Mengurangi lemak perusahaan
Saat Jack Welach ingin merekonstruksi perusahaannya, ia mengurangi jumlah tenaga kerja, bukan hanya itu, Welch juga memotong gaji. Hal ini tidak mengakibatkan turunnya semangat kerja, justru Jack Welch optimis untuk membawa perusahaannya masuk dalam pasar dunia. Bagi Welch, kekuatan kompetitif adalah segalanya. Jumlah yang berlebih akan mengurangi cara kerja yang baik dan produktif.
Memperbaiki nilai para pegawai
Kritik kepada kepemimpinan Jack Welch masih mengundang perdebatan. Salah seorang pegawai berkata bahwa para pegawai diperas seperti limau sampai habis kemudian dibuang, I juga berkata bahwa perusahaan tidak memberikan kontibusi apapun kepada para pegawainya. Jack Welch membantah pernyataan sebagai limau tersebut, ia beragrumen bahwa visi pegawai yang dia miliki adalah pegawai yang kompetitif, berusaha keras, dan agresif. Anggaran biaya buat para pegawai mencapai 40%, merupakan angka yang besar bagi kemajuan perusahaan. Untuk itu, Jack Welch mengurangi tenaga kerja “memotong lemak” dan menjadikan perusahaan yang langsing dan sehat.
Menyingkirkan atasan-atasan tradisonal dan mempelajari cara GE
Welch mengajakan kita harus menyingkirkan elemen-elemen yang di atas bukan dengan cambuk ataupun rantai. Karna, tanpa peralihan yang besar, Welch tidak yakin GE dapat mempertahankan tiga idealisasinya “kecepatan, kesederhanaan, dan kepercayaan diri”. Para manajer harus bertindak di luar kotak-kotak fungsional dan garis otoritas tradisional. Hal ini penting untuk meningkatkan produktivitas. Para pengembang mencari celah untuk melompat ke depan, GE mengambilsuatu rencana, bahwa versi produknya yang baru memiliki kelebihan yang berbeda dengan produk lainnya.
Menangani para eksekutif dan Revolusi Budaya
Seoarang manajer memiliki system yang produktif dan ekonomis tidaklah cukup. Seorang manajer harus memiliki nilai-nilai penting perusahaan yang berpusat pada pegawai. Welch berkata “jagoan, tiran” kepada eksekutif GE yang berjalan sesuai dengan nilainya sendiri. Welch memberi penegasan yang kuat kepada para eksekutifnya ini.Beberapa tiran belajar untuk berubah. Karena bagi Welch sebuah perusahaan yang langsing harus memiliki nilai yang kuat agar para pegawai mengubah kebiasaan dan pengharapan mereka jika tidak mereka akan tenggelam dalam tekanan.
Bekerja dengan Work-Out
Efisiensi perusahaan merupakan hasil dari tiga inisiatif: Work-Out ,Cara terbaik, dan pemetaan proses, dalam hal ini sebuah proses harus dijalankan secara diagramatik dari awal sampai akhir, lalu direncanakan dan digambar ulang untuk menyederhanakan dan mempercepat proses. Prinsip kunci Work-Out ,penting baik dari segi psikologi maupun kepraktisan, adalah bahwa si manajer, yang mendengarkan proposal para pegawainya di depan pegwainya.
3
Mendapatkan keuntungan kompetitif
Jack Welch sangat percaya pada kompetisi, tetapi hanya kompetisi yang bisa dia menangkan, bukan jalan dalam gelanggang kekalahan. Prinsip Welch adalah Jadilah nomor satu atau nomor dua dalam pasar anda, atau tidak sama sekali. Perkembangan yang cepat memberikan semangat pada Welch. Perusahaan General Electric telah mengasah Welch menjadi manajer yang baik dalam melewati banyak macam situasi yang terjadi.
Bermain untuk menang
Apa yang dipahami oleh Wlch adalah bahwa perusahaan bisa bermasalah jika kebanyakan investasi modal, dan hanya mendapatkan keuntungan kecil. Di GE, memanfaatkan modal secar efisien merupakan keuntungan. Kerugian menunukkan tidak adanya efisien dalam pemnfaatan modal. Namun, Welch selalu ingin tantangan, dimana ia meresikokan dirinya dalam kerugian. GE bersaing dengan para raksasa yang ada di Amerika, namun Welch tidak takut, ia percaya jika kita membiarkan para pegawai tumbuh dan berkembang, jika kita menggunakan gagasan-gagasan terbaik para karywan kita, maka kita punya kesempatan untuk menang.
Berhasil di seluruh dunia
Keinginan Welch untuk memberikan kebebasan bagi para pegawainya karena hal ini merupakan kebutuhan kompetitif. Welch memahami bahwa dalam perekonomian dunia, tidak ada perusahaan yang dapat mengisolasi diri.Awalnya bisnis GE harus berusaha mendapatkan posisi ini dalam pasar domestic. Welch kemudian menetapkan sasaran ke seluruh pasar dunia. Welch memahami globalisasi sebagai proses tiga tahap. Pertama,”kami memulai dengan mencari pasar dan memperluas pandangan…Lalu kami melangkah ke tahap berikutnya yaitu menglobalkan komponen, produk…yang bersumber dari seluruh dunia.” Langkah ketiga adalah “menglobalkan para ahli”.
Kekuatan produktivitas
Sejak awal, Welch bertekad mencapai tingkat rata-rata pertumbuhan produktivitas tahunan GE hingga tiga kali lipat. Welch berkata “ Ketika sebuah bisnis menjadi produktif ia akan mengendalikan nasibnya sendiri.” Tujuan manajemen adalah menciptakan system, dalam bisnis terstruktur dengan baik, yang membuat para pegawai mampu mencapai produktivitas yang lebih tinggi dan keuntungan kompetitif yang lebih besar.
Pelajaran tentang sukses
Rahasia sukses yang pertama sangatlah penting. Belajar dari kesalahannya, GE bergesar dari apa yang sedang ilakukan menjadi bagaimana hal tersebut dilakukan; dengan kata lain, GE memfokuskan pada bagaimana para pegawai bekerja untuk menghasilkan produk, bukan berapa banyak yang dihasilkan. Bukannya berfokus pada angka, dan menghubungkan hasil dengan sasaran, sementara keseluruhan staf keuangan memeriksa jumlahnya, staf audit justru digembleng hingga separuh auditor menjadi para ahli operasional yang memahami apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki cara kerja para pegawai.
Pendekatan informal
Anda tidak dapat membiarkan formalitas menghalangi anda begitu saja. Welch menilai informalitas sebagai “pemikiran besar”. Dia berkata “Saya tidak mengira semua orang dapat memahami bahwa bersikap informal adalah sesuatu yang penting”. Dengan pendekatan informal akan mendobrak rantai komando, berkomunikasi dengan bebas, mendapatkan kontak pribadi yang luas, melakukan kejutan-kejutan, mengabaikan lapisan-lapisan hirarki.
4
Meningkatkan niali pemegang saham
Peningkatan “nilai pemegang saham” ke posisi puncak dalam persaingan manajemen menjadi sesuatu yang klise pada akhir abad ke-20. Konsep ini belum ada pada 1981, ketika Jack Welch mulai meningkatkan kekayaan para pemegang sahamnya bahkan melampaui apa yang mereka angankan dengan menjadikan General Electric perusahaan yang paling bernilai di dunia.
Menentukan sasaran
Hal ini berarti mencapai dua sub-target dengan ukuran yang sama menyeramkannya. GE telah melampaui pertumbuhan ekonomi AS dan dunia, tingkat pertumbuhannya harus melebihi inflasi.Welch tidak ingin mengulangi pencapaian decade sebelumnya, ketika pertumbuhan perusahaan sedikit melampaui pertumbuhan Produk Domestik Bruto, tetapi kapitalisasi paar tidak menunjukkan adanya pertmbuhan sama sekali. Dia memperhatikan perokonomian nasional dan dunia dengan tajam dan menggali bannyak informasi serta mendorong GE untuk menyesuaikan diri secara dinamis dengan lingkungan tersebut.
Menyeimbangkan portofolio
Di daftar teratas operasi bisnis “di luar” adalah “peralatan rumah tangga”, bisnis perkakas kecil yang didalamnya pemanggang roti, panic, dan setrika telah berperan penting mnyebarkan merekdagang GE ke rumah-rumah di Amerika. Hal ini sama sekali tiddak membuat Welch terkesan. Secara keseluruhan, produk peralatan rumah tangga menempati posisi Nomor Satu di pasar AS: tetapi tidak demikian halnya untuk masing-masing produknya.
Perlindungan mutual
Dengan demikian, Welch dapat menyetujui rencana untuk bisnis yang dapat diandalkan “untuk beranjak dari A menuju B”, mengetahui bagaimana bisnis tersebut akan berjalan, dan sebagai akibatnya dia juga mengetahui bahwa kelompok tersebut sebagai satu kesatuan akan mencapai tujuan yang telah direncanakan. Anda tidak akan pernah merasa pasti bahwa sekelompok bisnis.
Merekonstrukturisasi GE
Kekuatan gabungan dalam bisnis yang beraneka ragam – jika manajemen digerakkan secara baik seperti pengusaha – merupakan kemampuan ang tidak dapat dilihat oleh bursa saham untuk memilih para pemenang sebagai sekutu. Para pemenang dapt bersembunyi di balik industri yang tidak dipandang sebagai industri berkembang, tetapi memiliki elemen-elemen pertumbuhan. Sebagai contoh, Welch berkomentar tentang pertumbuhan bisnis favoritnya, plastik: “Kami ada dalam setiap computer yang dijual saat ini, dengan produk yang bermagarin tinggi. Jadi bisnis plastic sedang tumbuh.”
Mengelola agenda
Tentu saja, perwujudan gagasan ideal mengenai perangkat lunak membutuhkan waktu. Dan usaha Welch selanjutnya untuk meningkatkan nilai pemegang saham – dalam kerangka gagasan “keragaman yang terintegrasi” – sangat idealis. Frasa tersebut menunjuk pada bisnis yang dijalankan secara mandiri, tetapi merupakan kumpulan gagasan, pegawai, pengalaman, dan cara terbaik – semua yang dapat memperbaiki kinerja mereka dan keseluruhan perusahaan.Work-Out dan Enam Sigma merupakan hal yang penting bagi ambisi yang sangat besar ini. Keduanya menuntun kea rah organisasi yang cair, fleksibel, dan inovatif yang dapat mengambil kesempatan untuk mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan jangka panjang.
5
Menghadapi kompetisi
Welch tidak pernah ragu untuk menyatakan kebenaran sebagaimana yang dilihatnya. Pada Oktober 1981, 120 eksekutif puncak diberi ultimatum yang lugas. Permasalahan untuk mereka, yang diberikan oleh CEO yang baru, adalah bahwa mereka harus sadar akan situasi yang memburuk. Hal ini bukanlah sebuah kesulitan untuk Welch dan tim intinya di kantor pusat Fairfield. Welch ingin agar para pemimpin bisnis memahami situasi mereka pada 1981, lalu mencari posisi yang memungkinkan pada 1985 dan pada 1990.
Tantangan perubahan
Perubahan selalu lebih mudah untuk diusulkan daripada untuk diwujudkan, bahkan bagi manajer yang sangat giat. Welch dituduh berjalan terlalu cepat, terlalu jauh. Walau demikian, sering kali dia mengatakan bahwa kesalahannya adalah tidak bergerak terlalu cepat, tetapi terlalu lambat. Dia membedakan antara perubahan evolusioner dan revolusi. Welch dipandang luas oleh mereka yang berada di luar perusahaan sebagai orang gaya revolusioner.
Tidak ada statergi pokok
Bagaimana suntikan seperti itu mampengaruhi budaya GE yang sangat kuat? Dampatk luar biasa dari World Wide Wdb, dengan situ pertama yang dibuat sekitar 1993, menegaskan dua ajaran utama Welch. Pertama, perubahan tidak dapat dikendalikan. Kedua, perubahan tidak dapat dikendalikan. Kedua gagasan diterapkan ini, yang merefleksikan pengabdian Welch dalam perusahaan yang memiliki bisnis yang sangat beragam, telah menuntunnya untuk melakukan pendekatan pragmatis terhadap perubahan budaya dan statergi perusahaan.
Mendidik organisasi
Batasan bagi adanya perubahan budaya ditetapkan melalui perbedaan dalam perbaikan individu dan melalui interaksi yang berbeda antar individu dalam kelompok. Pola tersebut senantiasa berubah seiring dengan waktu, tetapi biasanya perubahan terjadi dengan lambat. Pola ini diubah dengan keras dan tajam oleh Welch : “Untuk waktu yang lama tindakan kita dikotori oleh komunikasi. Kita membuang banyak pegawai. Kita membuang banyak lapisan manajemen. Kita menjual banyak bisnis. Kita mempengaruhi banyak orang”