Archive for March, 2010

Kecerdasan Finansial

Posted in entrepreneur on March 28, 2010 by shelmi

APakah kecerdasan finansial lebih menyerupai bakat atau pembawaan sejak lahir? Kecerdasan finansial bukanlah bakat. Kecerdasan finansila bisa dipelajari,bisa diasah, disempurnakan, dipertajam terus- menerus. Jika tidakdiasaah terus,iaakan cepat usang. Apakah kecerdasan finansial semata-mata hanya berfokus pada uang? Tidak. Kecerdasan finansial sesungguhnya berfokus pada manusia.

Fokus pada Tujuan yang Jelas
Sebelum menempa diri menjadi cerdas secara finansial, anda harus memiliki tujuan yang jelas. Berikut ini daftar tujuan wajar yang anda bisa gunakan:
1. Ingin menikmati masa tua yang mudah, dan tidak membebani cucu-cucu.
2. Ingin bebas secara finansial. (bisa memenuhi kebutuhan hidup normal tmpa harus bekerja secara fisik).
3. Menjadi kaya (memiliki banyak aset yang produktif).
4. Bisa menolong orang lain.
5. Ingin membahagiakan keluarga.
Semua itu adalah contoh-contoh tujuan yang jelas dan cukup spesifik. Yang perlu dicatat, kecerdasan finansial adalah senjata yang akan sangat merusak jika berada ditangan orang salah. Jadi anda tidak boleh memilikitujuan yang buruk. Tema finansial bukan semata-mata dunia rasional, melainkan normatif. Kekayaan akan menjadi mulia kalau ditujukan untuk sesuatu yang positif bagi umat manusia.

PersepsiMengenai Uang
Perbaharuilah persepsi mengenai uang. Uang bukan segalanya. Kita bekerja bukan semata-mata demimendapatkan uang. Kita bekerja untuk melayani sesama. Kitabekerja, berfikir, bertindak, untuk kebaikan bersama. Uang adalah konsekuensi. Kalau kita bekerja dengan baik, berdasarkan tujuan yang baik, maka hasilnya akan yang baik pula.
Uang bukan tujuan . uang adalh sarana mencapai tujuan. Yang trpenting adalah apakah anda memiliki Rp 1 milyar saat ini, melainkan apa yang akan anda lakukan dengan uang Rp 1 milyar saat ini (kalau uang itu sudah benar-benar ada ditanga anda).
90% orang merencanakanhal-hal konsumtif begitu mendapatkan Rp 1 milyar tunai. Mereka berfikir tentang liburan mewah ke Eropa, naik kapal pesiar, mobil mewah, busana rancangan desainer, pesta, dll.jarang yangpunya rencana untuk membagi dua uang tersebut: separuh untuk beramal dan separuh untuk modal kerja.
Persepsi Mengenai Bekerja
Anda juga harus mengubah persepsi mengenai bekerja. Sekali lagi, bekerja jangan untuk cari uang. Uang addalah konsekuensi. Bekerjaadalah menciptakan nilai tambah yang bermamfaat bagi semua pihak. Bagi diri anda sendiri, bekerja adalahbelajar. Dimanapun anda bekerja, pasti ada sistem dimana uang diciptakan. Nah, pelajarilah sistem itu. Jadi, kelak anda bekerja tidak untuk mencari uang, tetapi menciptakan uang.

Antusiasme
Menjadi kaya dan bebas secara finansial merupakan perjalanan panjang yang tak kenal henti. Ibarat seorang pelari merathon, anda memerlukan langkah-langkah konsisten dalam jangka panjang. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi kaya.
Disinilah antusiasme berperan penting. Anda harus memelihara antusiasme tersebut dalam jangka panjang. Jangan pernah kehilangan gairah. Hanya dengan rasa ketertrikan yang tinggi, rasa ingin tahu yang begitu besar, anda bisamenemukansuatu cara mengakumulasikan aset yang efektif.

Kesenangan Belajar
Mengasah kecerdasan finansial membutuhkan kesenanga belajar terus-menerus. Jagalah agar kesenangaitu tidak menguap. Selalu menggali hal-hal baru, cara baru, mencari tentang fenomena baru, adalah hal-hal yang bisa mengasah terus kecerdasan anda. Teruslahberfikir mengenai caraanda berfikir.
Dunia berubah perilaku manusia juga berubah. Kalau kita percaya bahwa kecerdasan finansial adalah sesuatu yang menyangkut perilaku manusia, maka tidak ada ruang sedikitpun untuk mengistirahatkan otak.
Kecerdasan finansial bukanlah berapa aset yang telah anda akumulasi. Melainkan seberapa canggih carayang anda temukan, sistem yang anda bangun, dan pola berfikiryang anda terapkan.

Pendidikan skolastikdan profesional tidak mengajari kita cerdas secara finansial. Kita belajar kita belajar akunting disana. Namun kita disiapkan untuk jadi book- keeper bagi aset-aset orang lain. Kita tidak belajar untuk mengembangbiakkan aset sendiri. Para guru dan dosen mengajari kita bekerja untuk mencari uang, bukan menciptakan uang.
Disekolah kita belajar menjadi pegawai yang baik, taat, loyal, dan produktif. Dikampus, kita dipersiapkan menjadi skrup-skrup dari mesin uang milik orang lain. Diberbagai kursus terang-terangan kita dilatih bekerja untuk orang lain. Tak satupun yang mengajari kita bebas secara finansial. Itulah kelemahan sistem pendidikan kita sekarang.
Tapi, hanya karena sekolah tidak menyediakan tempat bagi kecerdasan finansial didalam kurikulum, apakah lantas kita tidak mempelajarinya?kita tetap harus mempelajarinya. Mungkin secara langsung didunia nyata. Mungkin juga kita mempelajarinya secara empirik, dengan pengalaman kongkrit. Atau, mungkin kita bisa memetik pelajaran dari pengalaman orang lain, entah pengalaman gagal atau sukses.

Belajar dari Dunia Nyata
Banyak orang cerdas secara finansial seelah bertahun-tahun berkecimpung dialam nyata. Mereka tahunikmatnya passive income, lantas terus mencoba meningkatkan aset produktif untuk memperbesar pipa saluran kekayaan. Mungkin awalnya tidak sengaja, tetapi setelah berhasil menemukan polanya, mereka menjadi ketagihan.
Memang, tidak semua pengalaman itu manis. Ada pulayang harus lebih dulu jatuh bangun dan babak belur, sebelum akhirnya bisa membalik kegagaln menjadi kesuksesan. Walaupun harus jatuh bangun terlbih dahulu, mereka masih lebih mendingan dibandingkan mereka yang tidak mengalaminya.
Para pemilik bisnis dari berbagai perusahaan yang arus kasnya positif, pemilikproperti yang disewakan, pemilik mobil ataubarang-barang lain yang disewakan ;mungkin saja merupakan orang-orangyang mempelajari kecerdasan finansial dari tindakan nyata mereka sehari-hari. Mereka bertransaksi, menjual, membeli, dan melakukan dealing setiap saat. Kadang-kadang rugi. itu biasa. Asalkansaja secarakeseluruhan arus kasnya masih positif. Merekapun akhirnya mampu mengompensasi kerugian disatu transaksi dengankeuntungan pada transaksi lain.
Mereka menggunakan trial and error, learning by doing untuk membangun kecerdasan finansial mereka. Nilai plusnya, mereka benar-benar bisa merasakan dan menghayati proses yang sedang dilakukan. Negatifnya, tentu saja, harusmenanggung learning cost yang tidak kecil.

Belajar dari Menthor
Kelompokyang kedua ini secara konseptual sudah memahami prinsip-prinsip kecerdasan finansial. Mereka hanya membutuhkan contoh nyata, yaitu seseorang yang mereka kenal, yang bisa berinteraksi langsung. Belajar dari menthor memang bisa mengeleminasi kemungkinan gagal.setidaknya, ada yang bisa diajak ngomong kalau mau bermanuver kalau mau menjual atau membeli aset. Ada yang memberi petunjuk-petunjuk berdasarkan pengalaman nyata.
Namun disisi lain, belajarlangsung dari menthor jugaada ruginya. Yang paling riskan adalah besar kemungkinan murid yang meng-copy sang guru. Entah strateginya, way of life, maupun nilai-nilai dalam berbisnis. Kalau yang ditiru merupakan sosokyang sempurna luar dalam (cerdas sekaligus eis). Tapi bagaimana kalausang guru ternyata suka berprilaku tidak etis dalam berbisnis, walaupun dia cerdas luar biasa?.
Hal lain yang harus diperhitungkan adalah besarnya kemungkinan untuk menjadi follower seumur hidup. Sehingga tidak berani untuk menerapkan ide-ide orisinal sendiri, atau kurang percaya diri untuk bersikap kreatif. Padahal, perubahan yang kian cepat menuntut kita untuk selalu kreatif dan lebih kreatif lagi.

Belajar dari Ahlinya
Anda bisa belajar dari kursus-kursus singkat mengenai kecerdasan finansial. Anda bisa mengikuti short course, training atau seminar mengenai bagaimana meraih kebebasan finansial dalam waktu dingkat. Anda bisa berinteraksi langsung dengan sang pembicara, yang mungkin saja pemotivasi terkenal atau pakar dibidang ilmu menjadi kaya.
Keuntungannya, anda bisa berdialog langsung dengan mereka. Anda bisa menyerap ilmunya. Anda bisa tertular motivasinya yang meledak-ledak. Anda akan tergerak untuk melakukan hal yang sama persis seperti yang disarankan oleh pembicara. Bukanlah semanga adalah satu jenis “virus” yang menular?.
Ruginya sang pembicara tidak berfokus pada diri anda. Ada ratusan peserta seminar lainnya. Sang ahli hanya mencoba merumuskan resep yang bersifat generik. Padahal, penerapan berbagai strategi finansial harusmempertimbangkan karakter khusus masing-masing orang. Jadi belum tentu apa yang dibicarakan sang pembicara secara berapi-api itu bisa anda lakukan secara sempurna.
Kelemahan lainnya, tidak semua pakar benar-benar mampu menerapkan teori dalam praktiknya. Banyakpakar atau pengamat bisnis yang tak becus mengelolaperusahaan banyak pula penasihat financial yang hidupnya justru terbelit hutang. Jadi, berhati-hatilah.

Belajar dari Buku
Anda juga bias belajar dari buku.belakangan inibanyak buku beredar mengenai kecerdasan financial parapenulis menyajikan berbagai resep, rumus, dan kiat praktis. Baik dengan gaya bahasa simple praktis dan mudah dicerna, sampai kalimat-kalimat akademis yang sulit dimengerti. Dari uraian dengan kosa kata sehari-hari yang gampang dikunyah, sampai rumus-rumus dan angka yang rumit seperti bikin bom nuklir.
Seperti halnya ikut training atau seminar tentang pengelolaan kekayaan pribadi, belajar dari buku juga banyak kelemahannya. Teori dan trik yang ada di buku, kadang-kadang tidak realistis. Apalagi jika ditulis oleh penulis asing, yang memiliki pengalaman nyata diluar negri. Sebabdunia bisnis dan perekonomian di indonesiamemiliki corak yang berbedadengan amerika serikat. Policyekonominya berbeda, inflasi dan suku bunganya beda, dan prilaku manyarakatnya ( konsumen ) jelas sangat berbeda.

Lakukan Sekarang
Cermati bagaimana uang diciptakan. Amati bagaimana asset berpindah tangan. Seraplah ilmu mengenai kecerdasan financial. Entah melalui pengalaman nyata, pola menthoring, menyerap ilmu sang guru, atau membaca buku, yang jelas ada banyak cara untuk mengasah kecerdasan financial anda.

Advertisements

Jenis- Jenis Kecerdasan

Posted in enterpreneur on March 28, 2010 by shelmi

Dunia pendidkan formal sangat cocok bagi mereka yang ber-IQ tinggi. Jadi, menurut paradigma lama, mereka yang prestasinya buruk disekolah pasti akan hidup miskin kelak setelah keluar dari bangku pendidikan. Padahal, cukup banyak bukti bahwa mereka yang meraih prestasi sekoalh bagus, belum tentu kaya dan sukses. Begitu juga sebaliknya, yang prestasi nsekolahnya buruk belum tentu bermasa depannya seperti nilai rapornya.
Untungnya, seorang psikolog jempolan bernama Howard Gardner pada tahun 1983 menerbitkan buku yang menarik yang berjudul Frames of Mind. Didalamnya, ia menjelaskan bahwa IQ seseorang dapat berubah setiap saat. Jadi, IQ bukan sesuatu yang statis. Yang lebih menarik, Howard Gardner juga berpendapat bahwa sesungguhnya ada 7 jenis kecerdasan manusia yang sama pentingnya, yaitu:
1. Kecerdasan verbal-linguistik
Yaitu berkaitan dengan kepan daian membaca, menulis, bahasa, dan berbicra. Jenis kecerdasan ini dibuthkan dalam nyaris semua bidang dalam pendidikan formal.
2. Kecerdasan numerik
Merupakan kecerrdasan dalam menagkap serta mengolah data dan angka. Orang-orang dengan kecerdasan numeric, mampu membaca angka-angka sama jelasnya dengan membaca huruf. Mereka pun mampu berpikir logis dengan angka-angka. Jenis kecerdasan numerik ini sangat diperlukan sebagai pilar kecerdasan financial. Selaain itu, juga diperlukan kecerdasan berpikir logis. Dalam ilmu menjadi kaya, ketajaman mencerna logika sebab-akibat sangatlah penting. Orang-orang terkaya didunia adalah orang-orang paling imajinatif, karna mereka mampu membayangkan sesuatu yang tidak terbayangkan oleh jutaan orang lainnya.
3. Kecerdasan uang
Jenis kecerdasan ini menyangkut kemampuan untuk menangkap bentuk, pola, ruang, dan desain. Kecerdasan visual termasuk didalamnya. Orang-orang yang memiliki kelebihan dibidang ini, biasanya memiliki kepekaan untuk menangkap desain, bentuk, dan warna. Mereka juga mempunyai instink mengenai apa yang akan menjadi tren dimasa depan.
4. Kecerdasan musical
Yaitu kederdasan yang menyangkut suara, nada, ritme, atau suara. Mereka yang dikaruniai talenta dibidang ini, biasanya sangat peka terhadap nada suara yang indah. Mereka cepat menangkap keindahan dibalik nada dan suara. Yang lebih penting bagi karir mereka nanti, mereka juga bisa tahu secara public. Biasanya, mereka akan meraih sukses besar kalau berkecimpung dibidang music atau seni suara.
5. Kecerdasan fisik
Yaitu kepandaian untuk mengolah tubuh dengan baik, reflek tubuh, dan kelenturan. Proposi antara talenta yang terberi dan latihan keras adalah sama besar. Biasanya mereka berprestasi kalau berkarir dibidang olahraga atau aktivitas yang mengandalkan fisik.
6. Kecerdasan interpersonal
Yaitu menyangkut kemampuan atau cara seseorang bergaul dengan orang lain, atau disebut juga dengan kecerdasan mengenai orang. Mereka sangat memahami orang lain, atau disebut juga kecerdasan mengenai orang. Mereka sangat memahami orang lain: interes-nya
7. Kecerdasan intrapersonal
Menyangkut kepandaian mengelola diri sendiri, atau disebut juga kecerdasan emosional. Mereka sangat pandai mengendalikan diri sendiri, karena mereka sangat mengenali diri mereka sendiri. Mereka yang memiliki kecerdasan intrapersonal, biasanya memiliki perkembangan karir yang melesat cepat, sebab cepat tanggap dan menyesuaikan diri terhadap perkembangaan yang ada.
Apa yang diungkapkan gardner dalam bukunya merupakan jawaban tentang pertanyaan kenapa orang-orang yang gagal dalam system pendidika formal, ternyata justru sangat berhasil didalam karir dan keuangan. Contoh yang paling klasik adaalah Bill Gates, yang drop out dari bangku kuliah, tetapi justru berhasil menjadi orang terkaya didunia. Keberhasilan Bill Gates bukan karena ia mampu mengikuti cara berpikir orang, melainkan karena berhasil memaksa orang mengikuti cara berpikirnya.

MEMBENTUK MENTAL

Posted in HRD on March 17, 2010 by shelmi

Tahapan-tahapan yang perlu dilakukan dalam membentuk mental Anda adalah sbb:

A. BENTUK KEPRIBADIAN
1. Bijaksana
Langkah awal dalam membangun mental Anda, dapat dimulai dengan memperbaiki sikap dan perilaku diri sendiri.Misalnya dengan bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan, sehingga tidak ada pihak yang akan dirugikan.Semuanya akan merasakan keuntungan bersama.Oleh karena itu diperlukan keterbukaan dalam berpikir, di mana tidak hanya satu titik saja yang mendapat perhatian serius,tetapi juga titik lainnya, sehingga akan muncul berbagai macam alternative jawaban yang dapat dipilih.

2. Berintegritras
Uang bukanlah segalanya untuk menunjukkan suatu prestasi dalam mencapai keberhasilan.Tetapi lebih kepada caranya untuk berkarya berintegritas dan bekerja secara total dengan semangat yang tinggi.Atau dengan kata lain, memikirkan apa yang akan diberi, bukan apa yang akan diterima.

3. Rasa Aman
Salah satu sifat manusia yang dapat merugikan dirinya sendiri yaitu tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah diperolehnya.Ketidakpuasan tersebut menjadikan mereka tidak mempunyai prinsip yang kuat, sehingga gampang menjadi lemah, terkontaminasi, roboh dan bahkan merasa tidak aman dalam setiap langkahnya.
Rasa aman dapat muncul seiring dengan kuatnya prinsip yang dimiliki, seperti yang diungkapkan oleh Stephen R. Covey bahwa,”Rasa aman kita berasal dari pengetahuan bahwa, prinsip itu berbeda dengan pusat-pusat lain yang didasari pada orang atau sesuatu yang selalu dan seketika berubah, prinsip yang benar tidaklah berubah.

4. Kepercayaan Diri
Dalam meningkatkan suatu karier diperlukan kepercayaan diri yang tinggi.Dengan adanya kepercayaan diri, seseorang akan mampu melihat barbagai kesempatan yang ada, tanpa muncul rasa takut,yang sebenarnya dapat menarik diri menuju jurang kegagalan.
Kepercayaan tidak hanya diberikan pada diri sendiri, tetapi juga orang lain, baik teman-teman Anda yang bersedia membantu dan memberi pertolongan pada Anda, saudara-saudara Anda sebagai motivator dalam setiap langkah yang dijalani dan juga orang yang menjadi lawan Anda dalam persaingan bisnis yang telah membuat Anda menjadi lebih bijaksana dalam bertindak dan mengambil keputusan.
Metode yang dapat dilakukan untuk membangkitkan kepercayaan dalam diri,yaitu:
• Jangan pernah menghindari kontak mata.Pada umumnya orang yang menghindari kontak mata dengan lawan bicara tidak memiliki keberanian dan kepercayaan diri yang kuat.
• Biasakanlah untuk berdiri di barisan paling depan.Hal tersebut dapat mengusir rasa takut yang ada di dalam diri Anda.
• Cobalah berjalan lebih cepat 25% dari biasanya.Adanya kecepatan dalam gerakan tubuh,maka akan mempengaruhi kecepatan berpikir Anda.
• Biasakanlah untuk tersenyum lebar.Mungkin Anda sulit membayangkan tersenyum di saat sedang takut atau gelisah.
• Satu hal lagi yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri yaitu membiasakan diri berbicara cepat.Semakin banyak Anda berbicara, maka akan semakin besar kepercayaan diri yang akan muncul dan semakin mudah Anda berbicara pada kesempatan lainnya.

5. Pembangun Motivasi
Berpikirlah yang maju dan langkahkan kaki Anda menuju kesuksesan.Jika Anda mengalami kegagalan dalam langkah Anda, maka bangkitlah dan perbaiki diri untuk menyusun kembali strategi apa yang sebaiknya Anda lakukan,Jangan pernah sekalipun menjadi orang yang mudah putus asa, karena sesungguhnya Anda dapat meraih apa yang menjadi cita-cita atau keinginan Anda. Cobalah untuk menjadi motivator bagi diri Anda sendiri.

PENGENDALIAN EMOSI

Posted in HRD on March 17, 2010 by shelmi

A. KEKUATAN PRINSIP
Prinsip bagi seseorang merupakan kekuatan untuk mempertahankan dan meningkatkan apa yang sudah ada. Sebuah prinsip menjadi sebuah kekuatan dalam menyemangati dirinya sendiri, sehingga apa yang sudah tercapai tidak akan mudah terkikis.
Prinsip bersifat tetap, tidak mudah berubah, abadi.Walaupun lingkungan kita sering mengalami perubahan,dengan adanya prinsip,perubahan itu tidak akan menjadikan kita terjepit, celaka ataupun sengsara.Karena disinilah peran serta prinsip dalam menjaga diri dan memberikan rasa aman.
Apabila seseorang berada dalam kesulitan, seringkali sulit mengendalikan situasi.Akhirnya melakukan tindakan-tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.Melalui kekuatan prinsip yang dimiliki, segala tindakan akan mudah diarahkan sampai akhirnya menemukan suatu penyelesaian yang optimal.
Setipa manusia mempunyai kebebasan untuk memilih tindakan yang akan dilakukan, apakah itu bersifat merugikan atau justru menguntungkan, bersifat baik atau buruk, bersifat reaktif atau proaktif, bersifat benar atau salah dsb.Semuanya bebas dilakukan dan menjadi tanggung jawab penuh masing-masing individu.Kini segala sesuatu yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab, tanpa ada ada rasa takut sekalipun.Itulah kekuatan dari sebuah prinsip.

B. PENGENDALIAN DIRI
Manusia di mata Tuhan adalah sempurna bila dibandingkan dengan makhluk lainnya, namun dalam pelaksanannya manusia seringkali melakukan kesalahan-kesalahan yang justru merugikan manusia itusendiri.Adanya kesalahan tersebut dikarenakan dalam melakukan suatu tindakan, manusia itu sendiri tidak menggunakan suara hati yang sebenarnya jalan untuk memperoleh kebenaran.
Suara hati yang merupakan jalan untuk mencapai kebenaran akan merangsang pikiran Anda dengan nilai-nilai yang positif dan baik dan nilai-nilai tersebut cenderung berkembang secara internal.
Adanya pemasukan dalam pikiran kita dapat memberikan pengaruh yang sangat besar bagi kejiwaan dan kondisi tubuh.Adanya pemasukan-pemasukan yang bersifat negative mengakibatkan negativitas lebih besar dan itu sangat merugikan dirinya sendiri.Berbeda jika Anda berpikir positif, maka segala tindakan yang dilakukan tidak merugikan diri sendiri.
Pengendalian diri diperlukan agar terbentuk hati dan pikiran yang bersih.Sehingga perbuatan yang sekiranya dapat merugikan dapat segera dicegah.

C. KETULUSAN MEMBERI
Pada zaman sekarang tidak sedikit orang yang bekerja demi materi, mau melakukan sesuatu asalkan ada imbalannya.Mereka umumnya tidak mau bekerja sebelum jelas apa yang akan mereka dapatkan.
Adanya perilaku yang demikian sebenarnya sangat merugikan orang itu sendiri,karena secara tidak langsung dia sudah menanamkan dalam dirinya sifat pamrih.Jika sudah demikian apa yang akan dikerjakannya hanya berorientasi pada hasil yang akan diterima, bukan pada visinya ke depan.

D. HUBUNGAN USAHA DENGAN HASIL
Hubungan antara usaha dengan hasil sangat erat dan harus diperhatikan agar tetap seimbang.Namun dalam kenyataannya perusahaan seringkali hanya memperhatikan hasil yang akan diperoleh, sementara usaha apa yang akan dilakukan sering diabaikan.Pendapat Stephen R. Covey, bahwa efektifitas yang sebenarnya adalah apa yang dihasilkan atau diproduksi (telur) dan aset yang menghasilkan atau kapasitas produksi (ayam).Keduanya harus diperhatikan agar tetap seimbang dan menghasilkan sesuatu yang optimal.
Satu hal yang perlu diingat dalam mengembangkan usaha Anda dalam mencapai hasil harus dikerjakan dengan dorongan suara hati.Adanya keseimbangan antara penggunaan suara hati dengan pikiran, akan menghasilkansesuatu dengan lebih baik daripada hanya menggunakan pemikiran saja, karena di sini segala sesuatunya dilakukan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan.

PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSI DAN SPIRITUAL

Posted in HRD on March 17, 2010 by shelmi

A. KECERDASAN EMOSI
Dahulu orang lebih mengandalkan sesuatu berdasarkan pada kecerdasan intelektual (IQ).Seiring dengan perkembangan zaman kondisi tersebut berubah dengan keberadaan EQ (Emotional Quotient).Dahulu banyak yang berpendapat bahwa orang yang memiliki IQ tinggi akan memberikan pengaruh sangat besar bagi peradaban dunia.Sekarang pernyataan tersebut dibantah dengan kenyataan yang menunjukkan bahwa IQ tinggi bukanlah jaminan seseorang agar dapat sukses,melainkan harus pula dengan dukungan EQ.Riset membuktikan bahwa seorang eksekutif atau professional yang memiliki EQ tinggi adalah orang yang mampu mengatasi konflik yang sedang dihadapinya.
Dalam berbagai situasi,EQ mempunyai pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan IQ,seperti dalam penetapan sebuah visi,cara untuk berkomitmen dll.Pengembangan EQ dalam dunia pendidikan masih tergolong lemah,semuanya lebih dialihkan pada kemampuan atau kecerdasan intelektual (IQ) semata.Padahal IQ hanyalah suatu “kemampuan dasar” yang cenderung terbatas pada ketermpilan standar dalam melakukan suatu aktivitas.
Berbeda jika EQ diterapkan dalam pendidikan formal maupun nonformal,maka adanya dorongan untuk menjadi orang yang sukses bukan sesuatu yang sulit diraih.Goleman menerangkan dalam bukunya tentang keunggulan EQ dalam mencapai prestasi.Alhasil,dari teori tersebut banyak diciptakan orang-orang sukses,tidak hanya di negaranya,bahkan di seluruh dunia,seperti yang terjadi pada Bill Gates,orang terkaya di dunia.
Berdasarkan hasil survey di Amerika Serikat pada tahun 1918 tentang IQ,ternyata ditemukan sebuah paradoks yang membahayakan.Sementara skor IQ anak-anak makin tinggi,kecerdasan emosi mereka justru menurun.Yang paling mengkhawatirkan adalah data hasil survey besar-besaran terhadap orang tua dan guru bahwa anak-anak generasi sekarang lebih sering mengalami masalah emosi bila dibandingkan dengan generasi terdahulunya.Ditemukan inti kemampuan pribadi dan social yang sama,yang terbukti kemudian menjadi inti utama keberhasilan yaitu Kecerdasan Emosi.
Apa yang dimaksud dengan kecerdasan emosi (EQ), yang dipercaya mempunyai peranan penting dalam usahanya mencapai suatu kesuksesan? Robert K.Cooper, Ph.D. menjawab bahwa “Kecerdasan Emosi adalah kemampuan merasakan,memahami dan secara efektif menerapkan daya serta kepekaan emosi sebagai sumber energi,informasi,koneksi dan pengaruh yang manusiawi.”
Jadi,jelas sekali bahwa kecerdasan emosi (EQ) bersumber dari hati yang sebenarnya adalah kekuatan yang melebihi kemampuan dari intelektual (IQ) yang mampu mengarahkan manusia untuk mencapai apa yang menjadi keinginannya.
Satu hal yang harus diperhatikan dari EQ ini yaitu jangan hanya menjadikannya sebagai suatu ilmu saja tanpa adanya realisasi yang nyata.Artinya,terkadang kita tahu tentang hal yang baik dan buruk.Di sinilah pentingnya realisasi atau pelatihan dari apa yang sudah dipelajari.
Karyawan cenderung bersemangat untuk mempraktikkannya secara nyata.Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama,karena mereka kembali pada keadaan sebelumnya dengan alasan tertentu.Sehingga apa yang pernah dipelajari pada waktu pelatihan seakan tidak pernah terjadi.
Di samping itu,melatih kecerdasan emosi tidak cukup hanya dengan membaca buku atau dipraktikkan selama beberapa kali saja,tetapi harus dilakukan secara berkesinambungan sampai akhirnya membentuk suatu karakter bagi manusia itu sendiri.Seperti yang diungkapkan oleh Stephen R. Covey,yaitu”Taburlah gagasan, petiklah perbuatan, taburlah perbuatan, petiklah kebiasaan, taburlah kebiasaan, petiklah karakter, taburlah karakter, petiklah nasib.”

B. KECERDASAN SPIRITUAL (SQ)
Kecerdasan spiritual berhubungan dengan perlindungan dan pengembangan jiwa, yang dalam Kamus Bahasa Inggris Oxford didefinisikan sebagai “identitas moral dan emosional” serta intensitas dari “energi intelektual dan emosional”.
Kecerdasan spiritual (SQ), pertama kali dicetuskan oleh Danah Zohar dari Harvard University dan Ian Marshall dari Oxford University yang diperoleh berdasarkan penelitian ilmiah yang sangat komprehensif.Pada tahun 1977, seorang ahli syaraf, V.S. Ramachandran bersama dengan timnya dari California University, menemukan keberadaan God Spot dalam jaringan otak manusia dan ini adalah pusat spiritual (spiritual center) yang terletak di antara jaringan syaraf dan otak.
Kemudian dari spiritual center ini akan menghasilkan suara hati yang memiliki kemampuan lebih dalam menilai suatu kebenaran bila dibandingkan dengan pancaindra.Begitu hebatnya kekuatan dari suara hati yang berada di dalam God Spot, tetapi bagaimana bentuk dan jenisnya itu, belum ada satu orang penulis barat yang dapat mengidentifikasi suara hati tersebut.
Dilihat dari sejarahnya,antara EQ dan SQ memiliki jalan yang bertolak belakang, di mana pendukung aliran spiritual mencoba untuk menghalangi realitas ilmu.Walaupun keduanya berbeda, namun sebenarnya antara EQ dan SQ mempunyai kemampuan yang sama pentingnya dan saling mengisi antara satu dengan yang lainnya, yang kemudian terangkum ke dalam ESQ (Emotional and Spiritual Quotient), yaitu tingkat pemikiran baru yang dapat mengatasi permasalahan dalam hal pengembangan emosi dan spiritual berdasarkan prinsip.Adanya penggabungan ini dapat membentuk pribadi yang optimis, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, berkreativitas, memiliki ketahanan mental, berintegrasi dan sebagainya yang kemudian dapat memberikan kesuksesan dalam kehidupan.

C. MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSI DAN SPIRITUAL (ESQ)
Kecerdasan emosi (EQ) ataupun Kecerdasan Spiritual (SQ), memiliki kekuatan yang lebih besar untuk mencapai kesuksesan dalam karier bila dibandingkan dengan kecerdasan intelektual (IQ).Tetapi, bagaimana caranya untuk meningkatkan ESQ yang ada di dalam diri? Daniel Goleman, seorang ahli dan peneliti tentang kecerdasan emosi, menjawab bahwa dalam meningkatkan EQ sangat berbeda dengan IQ, yang umumnya hampir tidak berubah selama kita hidup.Bila kemampuan murni kognitif relative tidak berubah,kecakapan emosi dapat dipelajari kapan saja.Tidak peduli orang yang tidak peka, pemalu, pemarah, kikuk atau sulit bergaul dengan orang lain, dengan motivasi dan usaha yang benar kita dapat mempelajari dan menguasai kecakapan emosi.
Peningkatan EQ menurut Robert K. Cooper, Ph.D. dan Ayman Sawaf,yaitu: ”Duduklah dengan tenang, pasang telinga hati Anda, keluarlah dari pikiran Anda dan masuklah ke dalam hati.- yang penting di sini menulis apa yang Anda rasakan.”
Tujuan utama dari cara tersebut yaitu agar dapat masuk ke dalam hati dan keluar melalui pikiran.Keterkaitan yang erat antara ESQ dengan suara hati dapat menumbuhkan kekuatan yang tersembunyi di dalam jiwa dan mencerdaskan emosi serta spiritual Anda.

PROSES PEMBELAJARAN

Posted in HRD on March 17, 2010 by shelmi

1.Bacalah
Untuk menentukan strategi apa yang akan dijalankan dalam mencapai tujuan akhir diperlukan pengetahuan yang lebih.Pengetahuan dapat diperoleh dari hasil membaca informasi yang ada.Terkadang orang enggan untuk membaca, karena bagi mereka membaca adalah perbuatan yang paling membosankan.Paradigma seperti ini harus diubah mengingat mambaca dapat membuat orang menjadi sukses.
Dengan membaca orang akan dapat menambah pengetahuan yang sangat berharga dalam meningkatkan kreativitas pada dirinya sendiri.Meningkatkan karier menuju kesuksesan bukanlah pekerjaan yang mudah, karena dalam kenyataannya Anda akan menghadapi berbagai hambatan, baik yang berasal dari dalam atau luar diri Anda.Di sinilah Anda harus membaca perkembangan kondisi yang terjadi, agar sesuai dengan penerapanstrategi yang akan dijalankan.
Banyak hal yang akan diterima oleh Anda dari membaca perkembangan kondisi yang sedang terjadi.Selain dapat menentukan langkah apa yang akan dilakukan, Anda juga akan semakin matang dalam kepribadian, tindakan dan juga mental yang semakin dewasa.

2. Belajarlah
Dalam kehidupan ini banyak yang harus Anda pelajari lagi, karena masih banyak ilmu yang harus digali untuk memantapkan langkah Anda dalam meningkatkan karier.Semakin banyak ilmu yang Anda dapatkan, maka semakin banyak pula kemungkinan yang dapat diterapkan dalam menyelesaikan berbagai macam masalah.
Melatih otak Anda sejak dini, maka akan sangat baik untuk perkembangan otak.Sama halnya dengan otot-otot fisik yang jika dilatih secara berkesinambungan, maka akan semakin berisi dan kuat.Begitupun dengan otak yang memiliki kekuatan luar biasa.Jika terus diisi, maka kemampuannya juga akan semakin besar dan semakin banyak yang Anda dapatkan.
Banyak hal yang dapat Anda pelajari, mulai dari ilmu pengetahuan yang tersurat atau tersirat dalam sebuah buku.Dengan semangat belajar yang tinggi, maka kesempatan untuk meraih keberhasilan juga akan semakin besar.
Satu hal yang perlu Anda ingat dalam menggunakan ilmu pengetahuan yaitu harus didasari pada suara hati sebagai sumber dari kebenaran dan merupakan pintu komunikasi dengan Tuhan.

3. Berpikirlah
Setelah Anda membahas mengenai kekuatan dan kinerja otak Anda, maka saatnya Anda mengendalikan pikiran ke arah yang lebih sukses.Meskipun pada dasarnya Anda tidak mengetahui kapan dan bagaimana keberhasilan tersebut akan dating.Jangan pernah berpikir kalau Anda tidak akan dapat meraih sukses atau bahkan berpikir bahwa sukses hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang mempunyai materi lebih.Berpikirlah bahwa segala sesuatu dapat diraih termasuk keberhasilan apabila ada kemauan yang besar dalam diri serta mau mewujudkannya, karena pikiran adalah kekuatan bagi Anda dalam mencapai kesuksesan.Seperti yang diungkapkan oleh Claude M. Bristol,”Pikiran merupakan sumber semua kekayaan,semua kesuksesan,semua perolehan materi,semua penemuan besar dan semua pencapaian.”

4. Mengevaluasi Hasil
Sebagai langkah terakhir dalam proses pembelajaran yaitu mengevaluasi apa yang telah diperolehnya.Dengan demikian, Anda akan mengetahui apa yang menjadi kekurangan dalam diri sendiri.Dengan banyaknya Anda mengevaluasi diri, maka akan semakin tanggap terhadap berbagai situasi yang menyulitkan Anda, untuk selanjutnya dicari solusi yang tepat.

MEMBENTUK SIKAP

Posted in HRD on March 17, 2010 by shelmi

1. Bersikap Disiplin
Untuk membentuk mental Anda diperlukan suatu kedisiplinan.Karena dengan disiplin, maka secara tidak langsung Anda sudah melatih diri sendiri untuk bertanggung jawab.Artinya, seberat apa pun tugas yang diemban, Anda tetap melakukannya dengan senang hati dan penuh rasa tanggung jawab.Seperti yang diungkapkan Elbert Hubbard,”Disiplin diri merupakan kemampuan yang mendorong Anda melakukan apa yang seharusnya Anda kerjakan, kapan Anda harus melakukannya, tidak peduli Anda menyukainya atau tidak.”
Ketika Anda melakukan sesuatu dengan disiplin, maka akan terasa perbedaannya dimana pada saat yang bersamaan harga diri Anda akan meningkat dan ini akan memberikan kepercayaan diri yang lebih bagi Anda.
Orang yang sukses juga akan dapat mengembangkan dirinya untuk tetap terus berpegang teguh pada tujuan semula, tidak mudah terpengaruh pada segala hal dan di samping itu, orang yang sukses juga memiliki kemampuan dalam mengontrol dirinya dan menguasai emosinya dengan lebih baik.
Kesuksesan yang Anda rasakan akan sesuai dengan pengorbanan yang diberikan dalam mendisiplinkan diri.Orang disiplin berarti dia memiliki integritas yang tinggi, bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, mematuhi aturan yang sudah ditetapkan perusahaan dan kemungkinan untuk terselesainya pekerjaan menjadi lebih besar.Dengan bersikap disiplin, maka langkah Anda untuk meraih kesuksesan tidak akan terhambat, begitupun sebaliknya.Jadi biasakanlah untuk bersikap disiplin terhadap segalanya, terutama dalam hal waktu.

2. Berkomitmen
Sikap selanjutnya yang perlu mendapatkan perhatian adalah berkomitmen.Janganlah Anda berjanji sekiranya tidak mampu untuk menepatinya.Namun jika janji tersebut sudah terlanjur diucapkan,maka Anda harus berkomitmen dengan segala konsekuensinya.Pegang teguh komitmen Anda dan kerjakan dengan baik apa saja yang telah menjadi keputusan Anda tersebut.Dengan demikian, Anda akan menjadi manusia yang berkualitas baik dan potensial dalam menyikapi hidup ini.

3. Tidak Egois
Setiap manusia mempunyai sifat egois dan ini berbeda-beda kadarnya pada masing-masing individu.Sifat egois ini tumbuh dan berkembang dalam diri manusia, karena pada dasarnya mereka ingin menjadi yang terbaik dalam segala bidang.Jika Anda termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang bersifat egois, sebaiknya mulai sekarang rubahlah, karena itu akan merugikan diri Anda sendiri.Orang lain akan memandang Anda tamak, serakah dan tidak dapat diajak untuk bekerja sama.Keadaan seperti ini sungguh tidak baik untuk Anda yang ingin meningkatkan karier yang justru membutuhkan orang lain untuk membantunya.
4. Bersikap Jujur
Sikap jujur merupakan salah satu sikap positif yang diperlukan untuk dapat meningkatkan karier di masa yang akan dating.Kebiasaan untuk bersikap jujur menimbulkan ketenangan dalam diri.
Memperoleh kepercayaan dari orang lain adalah suatu dorongan dan keinginan setiap orang.Namun, memperoleh kepercayaan tanpa didasari oleh nilai-nilai kebenaran, tetap membuahkan sesuatu yang tidak baik, bahkan berakhir dengan sebuah kegagalan.
Pada zaman era globalisasi saat ini sangatsulit untuk mencari orang yang jujur.Dikarenakan adanya keinginan manusia yang haus terhadap harta sehingga kejujuran dapat dibeli dengan mudah.
Adanya kejujuran atau bersikap jujur pada diri seseorang tidak membuat semua orang lain senang.Ada di antara mereka yang mengecam bila kejujuran itu dikatakan, maka akan menimbulkan perselisihan dan masalah bagi orang tersebut.Oleh karena itu,kejujuran yang diungkapkan sebaiknya dengan menggunakan bahasa yang sopan dan halus sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain.Kejujuran merupakan suara hati yang membimbing pada kebenaran dan memberikan hasil yang baik bagi dirinya.

5. Bergaul
Karakter seseorang cenderung ditentukan pada ruang lingkup pergaulannya.Artinya, jika bergaul dengan orang-orang yang sukses, maka pola pikir Anda akan tertuju pada kesuksesan.Begitupun sebaliknya.Charlie Jones mengungkapkan,”Anda akan menjadi pribadi yang sama lima tahun akan dating, kecuali bagi orang-orang yang Anda temui dan buku-buku yang And abaca.” Dengan luasnya pergaulan, maka dapat memudahkan Anda untuk memperoleh peluang dalam meningkatkan karier.

6. Mampu Memimpin
Seorang pemimpin mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam mengendalikan, mengarahkan dan menguasai orang lain.Oleh karena itu, seorang pemimpin hendaknya berhati-hati dalam mengeluarkan suatu keputusan,tindakan atau perintah, karena salah sedikit dalam melangkah dapat memberikan pengaruh besar yang bersifat merugikan bagi orang lain.
Muncul pertanyaan: Bagaimana menjadi pemimpin yang maju?Berdasarkan studi yang dilakukan diketahui bahwa pemimpin yang maju adalah pemimpin yang memiliki kepribadian yang baik, sehingga akan mudah disenangi oleh banyak orang.Seorang pemimpin adalah pusat prhatian bagi orang lain.Di dalam kepemimpinannya, seorang pemimpin akan sulit melaksanakan semua program tanpa adanya bantuan dari bawahan atau orang lain.Di sinilah dibutuhkan suatu komunikasi yang baik, di mana diperlukan suatu pengertian antara satu dengan yang lainnya.
Seperti apa komunikasi yang baik itu?Terlebih dahulu Anda harus mengetahui apa yang dimaksud dengan komunikasi.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi yaitu pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan tersebut dapat dipahami.Komunikasi tersebut juga dapat diartikan sebagai hubungan atau kontak antar sesame manusia.
Menrut D. Lawrence Kincaid dan Wilbur Schramm,komunikasi sebagai proses saling membagi atau menggunakan informasi secara bersama dan pertalian antara para peserta dalam proses informasi.
Sedangkan Carld I Hoveland mengatakan komunikasi sebagai proses dimana seorang individu (komunikator) mengoperkan stimulasi (biasanya menggunakan lambing-lambang bahasa) untuk mengubah tingkah laku individu (komunikator) yang lain.
Diambil kesimpulan bahwa komunikasi merupakan suatu proses pemindahan informasi atau gagasan dari seseorang ke orang lain sehingga informasi yang dimaksud dapat dipahami atau dimengerti.
Unsur-unsur komunikasi menurut Aristoteles dirimuskan secara sederhana dengan model S – M – R (S = Source, M = Message dan R = Receiver).Artinya komunikasi terdiri dari tiga unsure yaitu sumber – pesan – sasaran.
Rumus ini dikembangkan lagi oleh Wilbur Schramm yaitu source – encoder – signal – decoder – destination.Berlo juga merumuskan unsur dari proses komunikasi tersebut dengan source – encoder – message – channel – decoder – receiver.
Rumus yang biasa digunakan oleh banyak orang adalah S – M – C – R – E (Source – Message – Channel – Receiver – Effect).Prosesnya adalah suatu sumber (S) menyampaikan pesan (M) melalui saluran (C) kepada penerima (R) dan menghasilkan efek (E) tertentu.Atau seperti yang dikatakan oleh Lasswell yaitu siapa,berkata apa,kepada siapa,melalui saluran apa dan bagaimana efeknya.
Menurut Astrid Susanto, suatu efek dalam komunikasi yang terjadi pada setiap individu dapat dibedakan ke dalam beberapa bagian, di antaranya yaitu:
• Gagasan diterima, dilaksanakan dan dianjurkan ke orang lain.
• Gagasan diterima dan dilaksanakan tetapi tidak dianjurkan ke orang lain.
• Gagasan diterima tetapi pelaksanaannya masih dipikirkan.
• Gagasan tidak diterima.
• Gagasan tidak diterima tetapi masih memikirkan kemungkinan diambilnya saran
atau anjuran dari pihak lawan A yaitu B.
• Gagasan A tidak diterima tetapi mengambil dan melaksanakan gagasan B.
• Gagasan A tidak diterima tetapi menerima dan menganjurkan gagasan B kepada
orang lain.

Proses suatu efek dalam komunikasi dijelaskan oleh E. Rogers dan Schoemaker sbb:
• Kesadaran
• Minat
• Penilaian
• Coba-coba
• Mengambil

Untuk dapat menghasilkan efek yang baik, maka komunikasi harus memiliki kekuatan yang menonjol agar dapat menarik minat dari pendengar.Wilbur Schramm menjelaskan bagaimana caranya agar suatu komunikasi dapat berhasil dan diterima dengan baik, yaitu:
• Komunikasi harus direncanakan dan disampaikan sebaik mungkin agar dapat
menarik perhatian sasaran yang menjadi tujuannya.
• Komunikasi haruslah menggunakan tanda-tanda yang didasarkan pada pengala-
man yang sama antara sumber dan sasaran, sehingga kedua pengertian itu berte-
mu.
• Komunikasi haruslah membangkitkan kebutuhan pribadi daripada sasaran dan
menyarankan cara-cara untuk mencapai kebutuhan itu.
• Komunikasi harus menyarankan sesuatu jalan untuk memperoleh kebutuhan
yang layak bagi situasi kelompok dimana kesadaran pada saat digerakkan untuk
memberikan jawaban yang dikehendaki.

7. Keyakinan
Dalam meningkatkan karier, Anda dituntut untuk memiliki keyakinan yang lebih.Bagaimana mungkin Anda dapat meraih keberhasilan kalau Anda sendiri tidak memiliki keyakinan yang kuat?Semuanya akan menjadi kacau, karena yang menjadi penghalang bagi jalan Anda adalah Anda sendiri dimana setiap langkah yang dijalankan tidak diikuti dengan keyakinan dan kepercayaan pada diri sendiri.
Sesungguhnya keyakinan seseorang merupakan kunci utama pikiran yang bisa mendorong seseorang kepada otosugesti.Otosugesti sebagai perantara antara bagian pikiran seseorang yang berada pada alam sadar dengan bagian pikiran yang dikendalikan oleh alam bawah sadar orang tersebut, baik yang bersifat positif maupun negative.
Alam bawah sadar merupakan kumpulan segala macam kesan yang masuk ke dalam pemikiran Anda melalui pancaindra.Ini hanya tersimpan dalam memori tanpa adanya realisasi yang baik.
Kelemahan yang ada pada diri dikarenakan tidak adanya kepercayaan pada diri sendiri.Ini akan menjadi masalah yang besar bagi dirinya untuk mencapai keberhasilan dalam hidup.

8. Bertanggung Jawab
Satu hal yang harus dimiliki pada diri sendiri dalam upaya meningkatkan karier Anda yaitu tanggung jawab.Tanggung jawab manusia tidak hanya seputar pekerjaan saja, tetapi juga menyangkut hidupnya sendiri, yaitu tanggung jawab pada Tuhan terhadap perbuatan yang dilakukannya selama hidup, tanggung jawab terhadap pemikiran dan mentalitas Anda untuk terus maju ke arah yang lebih baik, tanggung jawab terhadap keluarga dan orang lain serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan alam sekitar.
Manusia seringkali mencari-cari alasan ataupun menyalahkan orang lain atas kesalahan yang telah diperbuatnya.Hal tersebut dikarenakan dia tidak bertanggung jawab penuh terhadap perbuatan yang dilakukannya.Terimalah semua kesalahan dan kekurangan Anda dengan penuh tanggung jawab.
Jika diperhatikan pola pikir orang-orang yang telah meraih kesuksesan, mereka adalah orang-orang yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap apa yang menjadi tugas dan kewajibannya.Alhasi, mereka menjadi sosok pribadi yang dihormati dan disegani oleh orang lain, baik dalam lingkungan perusahaan, organisasi ataupun lingkungan masyarakat sekitarnya.

posted by : Syafrizal Helmi