Uncategorized

Influence Of Servicescape, Customer Satisfaction, WOM, and Social Media to Consumer Loyalty (study case Bali beach)

 

Indonesia has blessed with many beautiful natural sceneries. This beautiful gift of nature must be kept to the best possible so that it can be enjoyed by many people and become a source of local income. The purpose of this study was to determine the influence of Servicescape, Customer satisfaction, Word of Mouth, and Social Media, to visiting interest local and foreign tourist to Bali Beach Lestari, Serdang Bedagai, North of Sumatra, Indonesia. The type of research is causal associative research with data collection techniques in the form of questionnaires. Data were analyzed by using Regression Analysis. Data collection was made through questionnaires and interview. The results show that servicescape has a positive impact and significant to customer satisfaction, Social Media, Word of Mouth, and customer loyalty. Customer satisfaction has a positive impact and significant to, Social Media, Word of Mouth, and customer loyalty. This research also found Facebook is still most widely used social media by the respondents https://www.atlantis-press.com/proceedings/ebic-17/25891513

 

 

Advertisements
Uncategorized

PENGUKURAN BRAND LOYALTY DENGAN NET PROMOTER SCORE PADA YOUTH DAN NETIZEN DI MEDAN

Bertambahnya kelas menengah di Indonesia membuat Indonesia dilirik sebagai pasar yang potensial oleh para pemilik Brand Global. Merek-merek Lokal (Brand Indonesia) mulai dibanjiri pesaing dengan kualitas yang lebih baik dengan merek yang lebih terkenal. Bila merek-merek Indonesia tidak berbenah maka akan terjadi kalah dalam persaingan dalam merebut konsumen. Penelitian ini bertujuan melihat loyalitas merek–merek youth dan netizen di kota Medan. Dengan menggunakan metode Net Promoter Score yang dikembangkan oleh Reicheld. pesehingga titik-titik loyalitas pelanggan akan terlihat. Dimana yang menjadi keuggulan tiap-tiap merek. Merek-merek yang menjadi kategori survey adalah merek-merek Brand Indonesia. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memetakan perilaku konsumen dan loyalitas kelas menengah khususnya kategori Youth dan Netizen dalam hal brand Indonesia. Penelitian ini juga diharapkan mampu melihat persaingan brand-brand di Indonesia. http://repo.polinpdg.ac.id/700/1/ASCNITech_2016_NonREKAYASA_-_Syafrizal_Helmi_Situmorang.pdf

Uncategorized

Peran dan Manfaat Sosial Media Marketing bagi Usaha Kecil

Pertumbuhan pesat situs jejaring sosial saat ini telah menjadi alat yang kuat bagi pemilik bisnis untuk melibatkan pelanggan, juga dapat meningkatkan loyalitas merek dan mendorong pertumbuhan pendapatan bisnis. Media sosial telah mengubah cara orang berhubungan dan berkomunikasi, juga mengubah cara mereka berbisnis. Studi ini meneliti pemanfaatan pemasaran media sosial untuk pengusaha kecil. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif pada anak muda, dan pengusaha kecil yang menggunakan media sosial di Medan. Metode yang digunakan adalah wawancara terstruktur dengan bantuan kuesioner serta observasi media sosial yang digunakan. Wawancara dilakukan kepada pemilik atau pengelola Usaha Kecil, yakni sebanyak 44 responden yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajer bisnis usaha kecil belum memanfaatkan pemasaran media sosial secara maksimal untuk kepentingan bisnisnya.http://perwiraindonesia.com/ajefb/index.php/jurnalAJEFB/article/view/31/7

Uncategorized

Pengaruh Brand Ambassador, Brand Personality Dan Korean Wave Terhadap Keputusan Pembelian Produk Nature Republic Aloe Vera

This study aims to determine the impact of Brand Ambassador, Brand Personality and Korean Wave toward Purchase Decision Nature Republic Aloe Vera skincare product in the Faculty of Culture University Sumatera Utara. This research is associative research and the type of data used is quantitative data. The population of this research is students in the Faculty of culture University Sumatera Utara. The sample in this study amounted to 92 respondent. The technique used is multiple linear regressions. The results of this study showed that Brand Ambassador, Brand Personality and Korean Wave simultaneously, significantly influence towards purchase decision Nature Republic Aloe Vera skincare product in the Faculty of Culture University Sumatera Utara. Partially, Brand Ambassador has a positive and significant effect to purchase decision, Brand Personality has a positive and significant effect to purchase decision, Korean Wave has a positive and significant effect to purchase decision Nature Republic Aloe Vera skincare product in the Faculty of Culture University Sumatera Utara. ………http://fmi.or.id/jmbi/index.php/jurnal/article/view/168/154

Keywords: Brand Ambassador, Brand Personality, Korean Wave, Purchase Decision

experience

BRAND EXPERIENCE ANALYSIS – HOW IT RELATES TO BRAND PERSONALITY, VALUE, SATISFACTION AND LOYALTY IN TV BRANDS

Understanding the relationship between brand experience, brand personality, brand value, brand satisfaction, and brand loyalty is a critical issue for both academics and brand marketers. A sample of 889 respondents Middle-Class Millenial took part in this study. An Empirical investigation was carried out to validate the framework through measurement reliability and validity using PLS SEM model. The findings show very tight competition between TV brands in providing brand experience, value, and satisfaction to consumers. Korean TV brands were able to defeat Japanese TV brands in the millennial middle-class market. The result for this research is direct effect shows brand experience has a positive and significant effect on brand personality, brand value, and brand loyalty. Brand experience has no significant effect on band satisfaction. Indirect Path Coefficient shows brand personality is a mediating variable between brand experience, brand value, brand satisfaction, and brand loyalty. Brand Value also a mediating variable between brand experience, brand satisfaction, and brand loyalty. Brand satisfaction is not mediating variable between brand experience and brand loyalty. This paper also recommends empirical and practical implication.

https://www.researchgate.net/publication/330994699_BRAND_EXPERIENCE_ANALYSIS-HOW_IT_RELATES_TO_BRAND_PERSONALITY_VALUE_SATISFACTION_AND_LOYALTY_IN_TV_BRANDS

http://www.iaeme.com/ijciet/issues.asp?VType=10&IType=01&JType=IJCIET&PageNumber=2

Uncategorized

Menciptakan Peluang

Menciptakan Peluang

Analisis ini penting untuk menciptakan peluang yang baik dalam menjalankan usahanya secara efektif dan efisien antara lain:

(1) Menganalisa produk dan jasa yang telah ada dan yang akan ada. Pesaing adalah sumber inspirasi bagi bisnis anda, karena pesaing mengajarkan apa yang baik dan kurang baik untuk dilakukan. Analisislah pesaing anda, temukan kelemahannya dan buatlah kekurangannya menjadi keunggulan anda. Contoh sederhana di sekeliling kita, yaitu menjual lontong sayur pada malam hari. Biasanya memakan lontong sayur kita lakukan pada pagi hari, saat anda menjual pagi hari nothing special for your business. Beberapa pebisnis/entrepeneur lain melihat peluang jika dijual pada malam hari, maka menu makanan yang biasa saja ketika kita dapatkan hanya dipagi hari menjadi spesial di malam hari. Bahkan harga jual pada malam hari lebih tinggi dibanding membeli pada pagi hari.

(2) Menganalisa pasar yang dapat dilayani secara menguntungkan. Saat ini para konsumen membutuhkan akses kebutuhan super cepat untuk kebutuhan bisnis mereka. Ditengah maraknya pengguna internet broadbrand.  

(3) Mengakses kebutuhan dan keinginan konsumen yang sekarang maupun yang potensial. Berkembangnya teknologi digital telah mengubah banyak hal seperti e- paper, e- magazine atau e- book.

(4) One stop service/shopping. Konsep ini adalah value yang dapat dijadikan sebagai sarana bersaing. Biasanya pelanggan tidak ingin repot. Mereka menginginkan pelayanan yang komplit, misalnya menjualnya tiket pesawat disatukan dengan travel (perjalan wisata), rental mobil, hotel dengan diskon, asuransi dsb. Banyak bisnis yang dilakukan secara parsial, tugas anda tinggal menggabungkannya

(5) Menganalisis struktur harga yang sesuai dengan penerimaan konsumen .Misalnya  PT Triangle Motorindo, produsen sepeda motor Viar memanfaatkan momentum maraknya pasar motor matik nasional. Mereka mengeluarkan varian produknya yakni Viar Motor 125 cc yang dibanderol harga 8 juta, jauh dibawah harga para pesaingnya. Harga ini dilakukan setelah melakukan riset konsumen. Segmen yang dibidik adalah pasar kelas bawah yang belum mampu membeli motor matik. Lewat konsep ekonomi berkualitas PT Triangle Motorindo  yakin bahwa Viar akan merajai pasar otomotif dalam negri.

Kemampuan melihat peluang ini bisa kita lihat perusahaan-perusahaan top dunia seperti IBM, Ford, Coca-Cola, Dell, GE yang mampu me-maintain kinerja  pertumbuhannya di tengah industri yang mulai  jenuh  dan menua.  Noel  Tichy. dalam  buku larisnya, Control  Your  Destiny  or Someone  Else Will dan, Every Business is a  Growth Business mengajarkan setua apa pun bisnis yang dimasuki,  seorang growth leader akan tetap melihatnya sebagai growth business. “They always learn to look beyond their traditional definition of industry and markets,” kata Tichy. Mereka tak pernah kenal yang namanya batas pertumbuhan. Ketika para  growth leader  ini menemukan simtom adanya peluang, dengan cepat  mereka melihat  berbagai  risiko, membangun skill dan  kompetensi  untuk mengeksploitasi  peluang tersebut, dan akhirnya meloncat  meninggalkan peluang-peluang lama yang tak relevan lagi, untuk masuk ke peluang yang baru.

Agar berhasil maka perlu dibangun growth mentality. Membangun growth mentality dibutuhkan groth mindset, Rachman dan savitri ( 20012) menyebutkan growth mindset adalah meyakini bahwa upaya kita bagai menanm benih, pasti tumbuh dan menghasilkan hal-hal yang positif. Kualitas-kualitas seprti kepandaian dan pengetahuan adalah modal awal, sementara suskes akan muncul setelah berbagai uapaya terus didorong.

Ada CEO yang berfikir Fixed Mindset yaitu Orang yang senang dikelilingi dengan orang setuju dan mendukungnya walaupun keputusan yang diambil tidak baik dan tidak kreatif. Orang-orang seperti ini mengangap jika selesai menghasilkan sesuatu maka selesailah usahanya. Sebaliknya ada Ada CEO yang berfikir Growth Mindset yaitu orang yang melihat usaha harus terus di manage, dikembangkan dan dipertahankan. Orang seperti ini akan melawan pesimisme dan ketidakyakinan.

Pemimpin-pemimpin  seperti Bill Gates (microsfot), Steve Jobs (Apple), Jack Welch (GE), Larry Bossidy (Allied Signal), Andy Grove (intel), atau Roberta Goizueta (Coca-Cola) menciptakan  sense of urgency untuk terus tumbuh melalui growt mindset dan growth mentality. Mereka  memiliki  ide  yang jelas ke  mana  transformasi perusahaan  akan dijalankan.  Mereka  punya nilai-nilai yang  akan  menjadi  acuan seluruh  jajaran manajemen untuk menggerakkan perusahaan.

Dalam praktek  sehari-hari,  Banyak bisnis yang berhasil karena meniru bisnis orang lain (Me-too business) dan ternyata juga bisa menghasilkan uang yang memadai, terutama  untuk  bisnis tradisional dan UKM. Untuk bisnis me-too, pada akhirnya bisnis anda akan mencapai stagnasi– tak lagi ada perkembangan yang berarti. Mungkin pada awalnya kesuksesan pada bisnis anda mungkin bisa dicapai  hanya melalui  cara  konvensional.  Akan tetapi segera setelah perusahaan Anda mencapai sukses, orang lain juga akan mempelajari kekuatan  unik Anda dan menirunya (imitation).

 

Steven P Schnaars, dalam bukunya Managing Imitation Strategy menggolongkan imitasi beberapa tingkatan.

  1. Counterfeitsatau pembajakan. Perusahaan yang menjalankan strategi imitasi ini benar-benar menjual produk dengan dengan merek dan desain yang benar-benar sama sehingga sering disebut produk palsu. Imitasi semacam ini sudah tergolong kegiatan ilegal.
  2. Knockoffatau Kloning.   Perusahaan yang menjalankan strategi imitasi ini meniru produk yang sudah ada tetapi memiliki merek lain.
  3. Design copyatau Trade Dress. Strategi ini merupakan kombinasi imitasi dan inovasi.
  4. Creative Adaptation, peniru meniru produk yang sudah ada kemudian mengembangkannya atau mengadaptasinya kepada lingkungan yang baru. Peniru ini disebut Inovative Imitator

Untuk itu perlu anda sadari di era global ini, persaingan di antara sesama pebisnis atau pengusaha sangat ketat dan variatif baik persaingan di skala lokal, regional, nasional maupun internasional. Maka pebisnis atau perusahaan menekankan pada inovasi yang penuh kreativitas yang akan bisa bersaing, bertahan, unggul, dan mempunyai nilai lebih.

Sumber : Situmorang, Syafrizal Helmi (2015) Bisnis : Konsep dan Kasus, USUPress, Medan