Archive for January, 2011

Mengembangkan usaha

Posted in business on January 18, 2011 by shelmi

Menjadi perusahaan yang menguntungkan saja tidak cukup. Perusahaan juga harus tumbuh dan berkembang dengan baik. Perusahaan yang tidak dapat melakukan pertumbuhan adalah bahwa mereka berada di sutau pasar yang sudah jenuh. Sebenarnya bukan pasarnya yang jenuh (eksternal) tetapi karena masalah-masalah internal pada perusahaan itu sendiri yang menyebabkan tidak dapat tumbuh lagi.

Perusahaan Bisa Tumbuh
Larry Bossidy, CEO Honeywell menyatakan “tidak ada pasar yang jenuh”. Karena pertumbuhan adalah sebuah pola pikir. Banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk tumbuh di antaranya dengan memotong biaya dan harga, melakukan peningkatan harga yang efektif, ekspansi dan melakukan akuisisi perusahaan lain melalui produk-produk baru.
Kiat untuk perusahaan agar bisa tumbuh dan kembang, yaitu: fokus dalam menjalankan bisnis. Tekun dan tidak kenal menyerah mewujudkan ambisinya. Komitmen terus mempertahankan bisnis dan mengembangkannya.
Untuk membuat perusahaan bisa tumbuh, para pemimpin dapat mencari peluang-peluang untuk tumbuh melalui cara:
1. Menjual lebih banyak dari produk yang telah ada pada pelanggan-pelanggan sekarang ini dan doronglah pelanggan untuk mengkonsumsi lebih banyak pada setiap kesempatan.
2. Menjual produk-produk tambahan pada pelanggan yang sekarang dan identifikasikan produk lain yang mungkin dibutuhkan oleh pelanggan.
3. Menjual produk-produk yang telah ada pada pelanggan baru dan perkenalkanlah produk ke pasar baru.
4. Menjual produk baru pada pelanggan-pelangan baru dan buatlah bisnis baru untuk melayani pasar baru.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan agar perusahaan sukses melakukan ekspansi untuk menuju pertumbuhan adalah:

a) Tetapkan komitmen
b) Memiliki pengetahuan
c) Kemampuan beradaptasi
d) Pembiayaan
e) Komunikasi
f) SDM yang baik
g) Kapasitas produksi

Menumbuhkan The Best Achiever
Sebuah perusahaan harus memiliki pemimpin yang mau, mampu dan berani menjalankan obsesinya membawa perusahaan menjadi “the best achiever”. Jika pemimpin tidak bisa atau tidak mampu meningkatkan profit and growth perusahaannya dan membuat kerugian atau bangkrut berarti perusahaan telah salah memilih pemimpin. Sebab kesuksesan perusahaan ditentukan oleh kualitas pemimpinnya dalam membawa nasib perusahaan.
Untuk menciptakan pertumbuhan laba dan pertumbuhan bisnis perusahaan adalah:
 Menciptakan budaya the best achiever melalui penciptaan produk yang berkualitas dan tujuannya agar pelanggan mau membeli,
 Menentukan objective keberadaan bisnis berdasarkan profit, growth, and diversification potential.
 Menentukan strategi pencapaian tujuan dengan memperhitungkan bahwa bisnis adalah bagian dari strategi.

Menumbuhkan Manajemen Terpadu
Sebelum memulai diversifikasi bisnis, diperlukan kemampuan menganalisis potensi dan prospek bisnis berdasarkan tiga acuan penting, yaitu:
a) Laba
b) Pertumbuhan
c) Diversifikasi
Bisnis akan prospektif dan mampu memberikan laba dan pertumbuhan yang progresif apabila bisnis memiliki laba, pertumbuhan , dan diversifikasi yang bagus.
Perusahaan-perusahaan besar di pasar dunia banyak melakukan perbaikan melalui manajemen kualitas terpadu (TQM) sebagai salah satu cara untuk menjawab pertanyaan strategi operasional. TQM sangat cocok dilakukan di perusahaan yang tengah melakukan perbaikan kinerjanya melalui pembenahan sistem kepemimpinan dan budaya perusahaan secara evolusi. Pada prinsipnya manajemen kualitas terpadu mengacu pada:
• Untuk menciptakan konsistensi mengenai tujuan peningkatan kualitas pada produk dan layanan agar perusahaan menjadi lebih kompetitif dan dapat bertahan dalam persaingan bisnis.
• Membangun peningkatan kualitas sejak awal.
• Menghilangkan hambatan-hambatan untuk menghargai sistem dan budaya kerja yang buruk.
• Peningkatan kerja dan produktivitas serta mengurangi biaya untuk mencapai tujuan-tujuan di dalam proses pekerjaan di perusahaan.

Membangun UKM Tumbuh
Pengelolaan perusahaan UKM ini sangat sederhana, komponen produksi sifatnya lokal dan tingkat ketergantungan terhadap dolar sanagat rendah. Pada perusahaan kelas ini tumbuh kembang tak ada cara lain kecuali melalui kreativitas dan inovasi. UKM perlu memiliki kapabilitas yang memadai untuk menyerap sesuatu yang baru. Sebab, tanpa fundamental yang kuat, bisnis akan mudah hancur. Tapi dengan fundamental yang baik, para pengusaha UKM dapat membenahi manajemen perusahaannya dan membuat rencana kerja untuk maju.

Advertisements

KEPEMIMPINAN YANG KUAT DAN BIJAKSANA

Posted in leadership on January 18, 2011 by shelmi

Yang dibutuhkan saat ini untuk menghadapi perkembangan zaman adalah bukan pada apa “yang diperlukan” pada masa-masa tertentu, akan tetapi bagaimana mendapatkan “orang-orang kuat dan handal” (pemimpin dan SDM) yang mampu memimpin dan mempunyai keahlian mengatasi masalah bisnis dalam “waktu” yang terus berubah bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Mengasah Kepemimpinan
Bagaimana cara mengasah kepekaan seorang pemimpin dalam mengatasi masalah SDM, pemasaran, produksi, keuangan, dan perubahan-perubahan yang terjadi dalam perusahaannya dengan lincah, dan bagaimana mereka mampu menjadi strategic change leader.
Ada dua hal yang dapat dijadikan landasan bagi seorang pemimpin, yaitu:
 Peranan pemimpin terhadap pengembangan SDM
Kecakapan seorang pemimpin sangat dibutuhkan dalam mengelola karyawan. Oleh karena itu “pemimpin” harus bisa menghadapi tantangan dan siap untuk berjalan, maju, dan bertahan bersama-sama di tengah “ketat”-nya persaingan bisnis.
 Kecakapan seorang pemimpin
Tingkat kecakapan seorang pemimpin dalam ilmu kepemimpinan terbagi dalam 9 area, yaitu:
• Navigator
Yaitu sikap seorang pemimpin yang mampu menangani, memahami masalah dan mengambil peluang dengan cepat.
• Strategist
Mampu menyusun tindakan dan tujuan jangka panjang yang sejalan dengan visi perusahaan.
• Memiliki sikap entrepreneurship
Mampu menciptakan, menemukan, dan mempergunakan berbagai peluang untuk menciptakan produk atau jasa.
• Mobilizer
Secara proaktif mampu menyelaraskan hubungan baik dengan pihak-pihak tertentu, menjaga hubungan kerja yang harmonis dengan karyawan untuk mencapai tujuan dengan cepat.
• Talent advocate
Merekrut, mengembangkan serta mempertahnkan SDM yang memiliki kemampuan dan memotivasi untuk memenuhi kebutuhan bisnis pada saat yang tepat.
• Communicater
Seorang pemimpin harus mampu membangun komitmen terhadap pencapaian tujuan.
• Global thinker
Mampu memadukan berbagai informasi untuk mendapat perspektif yang lengkap.
• Change agent
Mampu menciptakan atmosfer terhadap perubahan dan mampu membantu pihak lain dalam menghadapi perubahan.
• Enterprise guardian
Mampu mempertahankan nilai pasar perusahaan dengan pengambilan keputusan yang tepat.

Membentuk Visi Pemimpin
Visi adalah mimpi atau gambaran terhadap masa depan. Pernyataan visi merupakan upaya sebuah perusahaan mengungkapkan visi melalui kalimat, mampu menghidupkan dan mewujudkan visi tersebut dalam kegiatan perusahaan sehari-hari.
Kualitas pemimpin dapat dilihat dari visinya. Untuk itu pemimpin harus dapat mengintegrasikan visinya yang bermanfaat bagi masa depan perusahaan dan mampu mengkomunikasikannya dengan orang-orang yang mau berpartisipasi untuk merealisasikan visi tersebut. Dengan demikian visi memiliki kekuatan untuk mengubah pekerjaan yang monoton menjadi menyenangkan.
Dalam kaitan dengan pembahasan visi ini, maka seorang pemimpin harus bisa:
 Mengkomunikasikan visi
Seorang pemimpin harus bisa mengkomunikasikan visinya kepada orang-orang yang berada di lingkungannya secara efektif agar menjadi shared vision.
 Melakukan komitmen
Seorang pemimpin harus bisa membuat orang lain melakukan”komitmen” untuk memutuskan apa mereka mau terlibat atau tidak dalam menerima visi tersebut tanpa adanya paksaaan.
 Mampu memberdayakan karyawan
Untuk mengkomunikasikan visi secara akurat perlu diikuti oleh upaya-upaya pemberdayaan terhadap pekerja. Karena itu pemimpin harus melakukan penilaian, membentuk dan memahami pegawainya melalui pengambilan resiko terhadap pemberdayaan.

Dalam menjalankan strategi bisnis ada beberapa hal yang menarik yaitu:
 Keberhasilan seorang pemimpin akan terwujud apabila dirinya mampu mengikuti pola perubahan lingkungan dan perusahaannya dengan mudah.
 Mampu menciptakan kreasi mental.
 Mampu menciptakan kreasi fisik.
 Kemampuan melakukan perencanaan dan menjalin hubungan yang baik hingga melahirkan komitmen, loyalitas, motivasi dan kepercayaan sebagai kunci keberhasilan mereka.

MENGELOLA SIKLUS BISNIS

Posted in business on January 18, 2011 by shelmi

Setiap usaha baru maupun yang sudah berjalan memiliki siklus. Kondisi dan lingkungan bisnis sangat dinamis, sehingga usaha tersebut harus selalu dievaluasi dan diperbaiki siklus usahanya. Agar perusahaan bisa bertahan dan berkembang puluhan tahun, diperlukan proses transformasi usaha. Untuk membuat perusahaan melakukan transformasi secara periodik diperlukan kepiawaian sang pemimpin bisnis. Gaya kepemimpinan dan strategi harus selalu berbeda di setiap periode siklus bisnis dan besarnya organisasi usaha.
Peran aktif seorang pemimpin perusahaan sangat dibutuhkan dalam mengelola usaha agar mampu berdiri kokoh. Seorang pemimpin bisnis harus memiliki jiwa keberanian dalam mengambil risiko, mengasah keterampilan, dan melihat peluang usaha agar mampu menganalisis siklus usaha dengan tepat.
Untuk menjadi pengusaha, seseorang harus bisa menjadi the change creator karena dalam dunia bisnis “perubahan” akan menjadi makanan sehari-hari seorang pengusaha sehingga usaha tersebut bisa selamat di masa permulaan dan menjaga siklus pertumbuhan.

Menjadi Change Creator
Untuk menjadi seorang pengusaha tidak hanya dituntut mampu mengelola atau menguasai perubahan tetapi harus bisa menciptakan siklus bisnis dengan cara:
• Menciptakan perubahan sebagai peluang mencapai sukses.
• Melihat perbedaan antar orang atau fenomena sebagai peluang bukan kesulitan.
• Bereksperimen untuk mencari pembaharuan-pembaharuan menuju pertumbuhan bisnis.
• Menjadi “pakar” untuk usaha sendiri.
• Menjadi pelayan untuk orang lain – memiliki sifat rendah hati dan tidak sombong.

Sebuah perusahaan besar yang tidak mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungannya juga bisa jatuh. Jadi, hindari mis-management. Untuk mencapai keberhasilan mengelola bisnis seorang pemimpin harus bisa menyusun konsep business plan yang jelas bagi perusahaannya dengan tujuan untuk menciptakan sinergi kepada anak buahnya sehingga terfokus pada satu visi, misi, dan business plan perusahaan.

Tujuh Faktor Keberhasilan
Darwin Silalahi dari Booz. Alen dan Hamilton mengemukakan ada tujuh faktor penting yang dapat diraih sebuah perusahaan baru untuk tumbuh dan berkembang dalam jangka waktu panjang, antara lain:
1. Strategic Intent
 Yaitu adanya kesatuan visi dan misi yang mencerminkan tujuan utama dan aspirasi dari pengusaha (pendirinya). Ciri perusahaan yang berhasil adalah yang mampu menerjemahkan visi dan misi dalam praktek manajemen yang efektif dan optimal.
2. Decision Maker
 Kesanggupan seorang pengusaha dalam mengambil suatu keputusan penting dalam waktu cepat dan tepat memiliki nilai lebih yang dapat diunggulkan bagi perusahaan baru.
3. Funding
 Penting bagi pemimpin perusahaan untuk melakukan manajemen keuangan yang terencana dengan memperhitungkan proyeksi cashflow dan mempertimbangkan pengeluaran dalam masa kritis perusahaan.
4. Membuat Business Plan yang Jelas
 Sebuah perusahaan baru akan berhasil jika memiliki perencanaan bisnis yang mantap. Artinya perusahaan tersebut mampu melakukan proyeksi demand, pangsa pasar, harga produksi/jasa yang ditawarkan hingga biaya operasionalisasi seefisien mungkin. Di tengah persaingan bisnis yang demikian ketat, keunggulan pemimpin mengembangkan strategi bisnis dalam perencanaan usaha menjadi nilai yang lebih istimewa.
5. Manajemen Tim
 Kapabilitas dan pengalaman adalah dua unsur utama dalam suatu tim manajemen yang handal. Pada umumnya tim manajemen yang solid dan terpercaya, memiliki kesamaan visi dan tujuan sehingga penentuan strategi dan kebijakan perusahaan dapat berjalan secara optimal.
6. Execution
 Ketika suatu usaha sudah dijalankan, akan tampak sejauh mana kualitasnya. Namun betapa pun bagus dan realistisnya suatu rencana bisnis, jika tidak diikuti dengan eksekusi yang memadai tidak akan ada hasilnya.
7. Timing
 Adalah kemampuan mempertimbangkan saat tepat ketika memasuki usaha baru. Ingat, tidak ada gunanya melaukan investasi besar-besaran apabila ternyata bisnis yang dikelola terlambat pemasarannya.

Untuk membangun bisnis yang sehat, perlu dilakukan empat tips berikut, yaitu:
 Menggali kemampuan diri yang paling diunggulkan. Kemampuan diri tidak harus dari pengetahuan formal bisa juga digali dari pengalaman.
 Memiliki keterampilan yang berkualitas yang didukung oleh iman dan takwa.
 Bersedia belajar dari orang yang berhasil.
 Jangan pernah menipu.

Sumber : Jackie Amadar, Miranty abidin, dan Yanty Isa

Positioning

Posted in marketing on January 18, 2011 by shelmi

Positioning adalah strategi untuk memenangi dan menguasai benak pelanggan melalu produk yang kita tawarkan. Kartajaya (2007) menyebut positioning sebagai the strategy to lead your costomer credibly yaitu upaya mengarahkan pelanggan anda secara kredibel.artinya membangun kepercayaan berarti membangun kredibilitas, membangun kredibilitas berarti membangun positioning.
Positioning merupakan being startegy. Positioning menjadi penentu eksistensi merek, produk dan perusahaan dibenak pelanggan sehingga Positioning merupakan reason for being bagi perusahaan. Michel porter menyebutkan positioning adalah inti dari strategi. Beberapa perusahaan bahkan daerah yang sudah memiliki Positioning yang baik pasti memiliki diferensiasi misalnya Singapore Positioning-nya uniqely singapore, yogyakarta Positioning-nya Never ending ASIA, Malayasia Positioning-nya the Truly Asia.
Memiliki positioning yang baik berarti keluar dari kerumununan merek. Produk Air minum dalam kemasan sangat banyak beredar, dari mulai produk lokal hingga Nasional, Namun Aqua tetap saja menikmati sebagai penjual terbesar (market leader) di Indonesia karena Aqua memiliki positioning yang baik yakni jika anda ingin minum air sehat, sayang (perhatian) dengan keluarga maka minumlah Aqua karena telah diproses 27 kali secara sistem komputer. Iklan ini melekat dibenak pelanggan. Sehingga walaupun banyak pesaing yang harganya lebih murah, konsumen tetap saja membeli Aqua.
Sabun Lux misalnya diposisikan sebagai sabun kecantikan, sabunnya para bintang, hampir disetiap iklannya kita akan melihat bintang-bintang cantik Indonesia seperti Ida Iasha, Desy Ratnasary, Tamara blezinsky, Dian sastro,Luna Maya atau Mariana Renata. Konsumen wanita yang ingin tampil cantik seperti mereka tentu akan menggunakan sabun Lux sebagai sabunnya sehari-hari
Pertarungan Pepsi dan Coca-cola. Coca-cola memposisikan dirinya sebagai “The real thing” cola atau Coca-cola yang asli dan original, Pepsi pun membalas dengan memposisikan dirinya sebagai “The next Genereation” karena mengangap coca-cola sudah terlalu tua karena berumur lebih dari 110 tahun

B. Syarat Positioning yang Baik
Kartajaya (2007) membagi 4 cara dalam membangun positioning, yaitu :
1. positioning mencerminkan keunggulan kompetitif
Dalam melakukan positoning yang paling penting adalah kita mengidentifikasi keunggulan bersaing yang mungkin untuk ditonjolkan. Keunggulan bersaing ini bisa kita temukan lewat analisis internal yang yang mendalam atas perusahaan kita dan produk kita. Biasanya ide tentang keunggulan bersaing ini diproses lewat brainstorming (curah gagasan). Dalam hal apa saja kita bisa “tampil beda”. Kita bisa tampil beda dalam banyak hal, bisa dari produk, pelayanan, citra dari karyawan.
Dalam industri hiburan hal ini sering dilakukan, Para penyanyi yang berhasil banyak mengidentifikasi keunggulan dirinya agar lebih cepat di kenal publik, kita akan melihat nama-nama seperti Inul Daratista dengan ”goyang ngebornya”, dari sini inspirasi bagi para pedangdut lain untuk memunculkan goyangan danggut yang lebih baru misalnya goyang khayang, goyang patah-patah (Annisa Bahar), goyang bngau, goyang macan, dsb. Pendeknya inul berhasil merubah rules of games dunia perdangdutan yang selama ini di dominasi oleh penyanyi senior.

2. Positioning haruslah dipersepsi secara positip oleh pelanggan dan menjadi reason to buy.
Artinya value yang kita berikan kepada pelanggan benar-benar menguntungkan bagi mereka dan menjadi alasan bagi mereka untuk membeli (reason to buy).
Lifebouy misalnya melakukan program memberikan 10 rupiah untuk pembangunan fasilitas kesehatan dan MCK di daerah-daerah setiap pembelian 1 sabun, program ini sambut positif oleh masyakat, selain sabun lifebouy dipersepsi sebagai sabun sehat keluarga, pelangga merasa membeli sabun berarti menolong lain.
Anita Roddick, CEO The body shop, membuat produk kosmetiknya melalui bahan-bahan alami dari tumbuh-tumbuhan, produknya akrab dengan lingkungan dan sering mengkampanyekan isu-isu lingkungan hidup dan sosial kemasyarakatan. Produk ini berhasil di terima dalam benak konsumen.

3.positioning harus bersifat unik sehingga dapat dengan mudah mendiferensiasikan diri dengan pesaing

Saat mengembangkan positioning dan pembedaan (differensiasi) untuk mendukungnya, kita harus mewaspadai satu hal, yaitu janganlah ingin berbeda hanya karena perbedaan itu sendiri! Kita harus berbeda karena itu memang bermanfaat untuk konsumen, yang akhirnya menguntungkan. Untuk itu, perbedaan yang ingin dirasakan konsumen tetap harus mempunyai syarat sebagai berikut:
a. Menguntungkan kita
Positioning yang kita jalankan haruslah pada akhirnya menguntungkan kita. Ia mampu membedakan kita dengan pesaing.
b. Penting bagai konsumen
Ini masih ada kaitannya dengan yang pertama. Ketika perbedaan yang kita tonjolkan dianngap penting oleh konsumen, dengan sendirinya ia akan membeli produk kita (karena seharusnya menguntungkan).
c. Dapat di komunikasikan
Tentu saja perbedaan yang ingin kita tonjolkan harus dapat kita komunikasikan. Hendaknya berbagai alat dan saluran komunikasi dapat kita manfaatkan untuk menyampaikan perbedaan itu pada konsumen. Mulai dengan beriklan, promosi penjualan, sampai dengan desain, kemasan produk, logo, karakter huruf.
d. Tidak mudah untuk di tiru
Sedapat mungkin buatlah perbedaan yang memang sulit di tiru pesaing. Biasanya sebuah konsep, termasuk positioning, yang berhasil akan di tiru pesaing. Meskipun sulit tetapi tetap mengarah kesana.

Starbucks memposisikan diri sebagai “the world’s finest coffee Experience”, jadi starbuck tidak memposisikan gerainya sebagai warung kopi atau restoran kopi. Konsumen yang datang ke starbuck mencari pengalaman atau duduk-duduk nongkrong sambil menikmati kopi. Starbuck menyediakan fasilitas WiFi sehingga konsumen bias berinternet sambil menikmati kopi.
Perhatikan iklan-iklan obat Flu atau obat batuk setelah meminumnya konsumen akan lansung sembuh dan bisa bekerja. Konsepnya benar tetapi hampir semua iklan menggunakan konsep yang sama akibatnya sulit diingat oleh pelanggan.

4. Positioning harus berkelanjutan dan selalu relevan dengan berbagai perubahan dalam lingkungan bisnis, apakah itu perubahan persaingan, perubahan perilaku pelanggan, social budaya dsb. Artinya perusahaan harus melakukan repositioning jika terjadi perubahan lanskap bisnis
Garuda meluncurkan kemudahan dalam penerbangan bagi pelanggannya melalui fasilitas e –travel, Air Asia berhasil tumbuh dibisnis penerbangan melalui penerbangan murah. Dalam bisnis rekaman pita kaset dan CD audio mulai di tinggalkan dengan masuknya teknologi MP3. Sampoerna berhasil mengedukasi pasar untuk merokok dengan low tar yaitu walaupun merokok tetapi tetap memperhatikan kesehatan.

C. Kegagalan dalam positioning.
1. Tidak focus dalam merubah citra
Banyak produk yang gagal dalam mereposisi diri karena tidak fokus dalam merubah citra atau product yang di reposisi tidak bisa keluar dari positioning produk lama.
Green Sand atau Bir Bintang mengeluarkan produk Non Alkohol (alkohol 0%), dengan harapan bisa memperluas pangsa pasarnya produk ini dianggap produk banci, karena positioning Green Sand atau Bir Bintang dianggap minuman beralkohol. Prinsipnya bagi yang muslim ini menimbulkan keraguan-raguan. Karena citranya sebagai produk yang haram. Bagi para peminum jelas produk ini tidak akan menarik.
2. Salah menggunakan media.
Media berperan aktif dalam mengenalkan sebuah produk. Sekarang banyak berkembang produk-produk yang memilih saluran promosinya lewat film. Untuk itu perusahaan harus mampu memilih media yang tepat dan sesuai dengan karakteristik produk yang ingin di komunikasikan. Content produksi acara juga harus disesuaikan dengan karakteristk produk

3.Salah menggunakan endoser
Fungsi selebrity sangat penting dalam mengkomunikasikan produk yang ingin dijual. Misalnya pemakaian bintang iklan (celebrity endoser) Tora Sudiro dianggap tepat dalam mengiklankan APV. Produk APV yang diprediksi tidak laku tenyata cukup diterima oleh masyarakat. Hal terlihat dari tingkat penjualan APV yang cukup lumayan.

1. Memakai statement positioning yang terlalu banyak digunakan orang atau sulit ditepati janjinya.
Kalimat (statement) yang paling sering dijumpai dinegara ini adalah ” kami memang bukan yang pertama, tapi yang terbaik (we are not the first but we are the best). Kalimat ini terlalu umum. Stament positioning haruslah bisa menggambarkan perusahaan kita. Jangan sampai kalimat yang kita buat justru akan merugikan kita, misalnya anda bilang bahwa produk atau layanan anda adalah terbaik. Tetapi tidak tercermin dari perilaku dan layanan perusahaan anda sehari-hari. Statement adalah janji yang harus anda buktikan. Jika anda yang terbaik, maka terbaik dibidang apa?
Lihat cara cerdas yang dimainkan oleh Sampoerna ketika meluncurkan rokok A Mild dengan statement positioning How Low Can You Go, Sampoerna berhasil mengedukasi pasar dengan roko ber tar rendah (rendah nikotin). Setelah sukses banyak produk-produk me-too yang muncul ingin mengikuti sukses A Mild seperti Class Mild, Star Mild, X Mild, U Mild. Setelah produk lain muncul bahkan dengan kadar nikotin lebih rendah, Sampoerna A-Mild tidak lagi menggunakan statement positioning How Low Can You Go, tetapi Other Can Only Follow. Sampoerna A-Mild berhasil menanamkan ke benak pelanggan bahwa yang lain hanya bisa ikut-ikutan. Sekarang Sampoerna A-Mild memiliki statement positioning dalam iklanya yang menarik perhatian publik.

5.positioning atau repositioning yang dilakukan tanpa melalui riset atau memperhatikan kondisi internal atau eksternal.

4. Mengelola Bisnis Ala Jepang

Posted in business on January 11, 2011 by shelmi

Untuk menjadi pengusaha yang berhasil, seseorang harus mampu menyesuaikan dirinya dengan masyarakat setempat. Hal ini dapat dilakukan dengan berinteraksi dan berkomunikasi. Jika tidak, maka urusan bisnis akan kesulitan. Kesulitan berbisnis dengan masyarakat Jepang adalah sikap etnosentrisme. Yakni sikap menggap golongan mereka yang lebih unggul. Selain itu, masalah bahasa dan perbedaan budaya. Ada beberapa cara mengatasinya. Pertama mempelajari cara untuk mengawali hubungan dengan usaha Jepang Kedua mengetahui cara menjaga dan memupuk hubungan bisnis yang telah terjalin. Ketiga mencari cara melanggengkan hubungan ini.

Dalam hubungan bisnis dengan orang jepang, kita jangan mengandalkan hubungan surat-menyurat. Usahakan untuk bertatap langsung dengan rekan bisnis. Mereka senang dengan situasi yang tidak terlalu formal. Kita juga harus dapat berkomunikasi dengan bahasa Jepang. Karena bangsa Jepang sangat menghargai bahasa ibunya. Proses perundingan dengan orang Jepang memakan waktu yang lama, karena mereka sangat berhati-hati dan ingin mendapatkan keterangan yang jelas sebelum membuat keputusan. Jangan pernah kita membuang-buang waktu, karena itulah hal yang paling dibenci orang Jepang. Mereka menganggap orang yang dapat mengatur waktulah yang dapat dipercaya dan diharapkan. Berbisnis dengan orang Jepang tidaklah mudah. Kita harus menyiapkan diri terlebih dahulu. Mereka selalu menjalankan bisnis dengan keseriusan. Mereka tidak suka omong kosong karena setiap keputusan bisnis harus dapat berjalan dengan baik disertai keputusan yang tepat pula.

Cara berbisnis orang Jepang berbeda dengan orang Barat. Kata “ya” yang diucapkan bukan berarti setuju terhadap keputusan yang dihasilkan. Hal itu bisa berarti mereka mengerti dengan penjelasan kita ataupun pengertian lainnya. Cara menolak bagi bangsa Jepang juga berbeda. Mereka senantiasa memiliki cara yang halus untuk menolak tanpa menggunakan kata “tidak”. Mereka juga memiliki hati yang pendendam. Sekali kita mengecewakan mereka, maka mereka tidak akan mau berbisnis dengan kita. Orang jepang suka dengan kesenangan. Alangkah baiknya jika kita mengadakan kesepakatan bisnis di pusat-pusat hiburan. Bukan berarti hal ini dapat menyogok mereka. Mereka sangat menjunjung tinggi profesionalitas dalam bekerja.

Jepang juga menggunakan ringi, yaitu sistem pengambilan keputusan dengan mufakat. Dalam sistem ini, suatu usul yang diajukan kepada orang Jepang akan dibicarakan secara bersama-sama sampai menghasilkan kesepakatan yang disetujui bersama. Orang yang berbisnis dengan oranga Jepang harus terbiasa dengan sistem ringi. Terkadang dalam mengambil keputusan, orang Jepang membutuhkan waktu berbulan-bulan. Orang Jepang sangat berhati-hati dan teliti dalam mengambil keputusan. Mereka tidak bersifat terburu-buru dalam memutuskan sesuatu. oleh karena itu, jangan pernah mendesak ataupun menekan mereka. keputusan besar dan kecil dianggap keputusan yang sama penting. Hal ini dianggap dapat menguntungkan pribadi dan perusahaan. Hal lain yang harus kita perhatikan adalah aisatsu dengan rekan bisnis. Hal itu bermakna ucapam selamat yang sangat mendalam. Meskipun singkat, hal itu dapat mempererat hubungan bisnis dengan perusahaan Jepang. Hindari sikap sombong dan tinngi hati. Hal yang wajib kita ketahui adalah perantara atau orang ketiga. Kita harus membina hubungan baik dengan banyak kenalan di Jepang. Hal ini digunakan untuk mempermudah urusan bisnis di sana. Dalam hal ini, keberhasilan dan kegagalan bisnis tergantung pada banyaknya orang jepang yang dikenalinya dan banyaknya orang Jepang yang mengenalnya.

Disiplin Kerja Orang Jepang

Dasarnya, etos kerja orang Jepang tidak jauh berbede dengan bangsa Asia lainnya. Jika bangsa Jepang disebut bangsa pekerja keras, maka negara Cina, Korea, dan lainnya juga lebih pekerja keras. Ukuran fisik bangsa Jepang juga tidak sebanding dengan negara-negara di Asia lainnya. Dari segi makanan juga tidak jauh berbeda. Bangsa lainnya da Asia memiliki porsi makan yang jauh lebih banyak dari bangsa Jepang. Bahkan lingkungan alamnya juga tidak mendukung. Tetapi mengapa bangsa Jepang dapat disejajarkan dengan bangsa Barat yang maju??

Hal ini tidak lain karena etos kerja bangsa Jepang yang sangat tinggi dan disiplin kerja yang patut diacungi jempol.Kedisiplinan mereka kerap dikaitkan dengan harga diri. Jika mereka mengalami kegagalan, maka bukan hanya perusahaan atau organisasi saja yang menanggung malu, melainkan para pekerjanya juga.
Berbeda dengan bangsa Indonesia yang produktivitas kerjanya sangat rendah. Mereka menganggap semakin cepat mereka pulang kerja, semakin bagus posisi mereka dalam perusahaan. Bagi Jepang malah sebaliknya. semakin kita cepat pulang, semakin rendah produktivitas kita di lingkunga kerja.
Ada juga yang bersedia menambah waktu pekerjaannya. Tetapi harus diberikan upah lembur. Jika tidak dibayar, mereka tidak akan melaksanakan pkerjaan tersebut dangan sungguh-sungguh. Bahkan, mereka cenderung mengabaikan pekerjaan tersebut. Di Jepang, tanpa pengawasan yang berarti juga mereka dapat melakukan tugasnya dengan sungguh-sungguh.

Bukan berarti bangsa Jepang tidak memiliki waktu santai. Waktu santai mereka adalah setelah selesai bekerja. Mereka tahan menghabiskan sepanjang malam di pusat-pusat hiburan. Tetapi, sewaktu mereka bekerja selalu tepat waktu. Bukan berarti jika menghabiskan waktu dengan kesenangan pribadi lantas mengabaikan pekerjaan. Inilah yang disebut dengan kedisiplinan tinggi.

judul Buku : Rahasia Bisnis Orang Jepang
Pengarang : Ann Wan Seng, Penerbit : Hikmah

3. Budaya Kerja Bangsa Jepang

Posted in business on January 11, 2011 by shelmi

Salah satu keistimewaan Jepang adalah kemajuan tidak mengubah sedikit pun cara hidup masyarakatnya. Masyarakat Jepang masih memegang teguh tradisi mereka. Hal ini dapat dilihat dari sikap, cara berpikir, bekerja, berpakaian, bahasa dan makanan mereka. Meskipun demikian, mereka sadarbahwa untuk menjadi negara maju, mereka juga harus busa menyesuaikan dengan keadaan yang baru. Hal ini yang disebut dengan transisi. Tradisi berubah menjadi modern, dan tidak adsatu negara pun yang bisa menghindarinya.

Bangsa yang tidak mampu menghadapi perubahaan akan sulit. Salah satu kelebihan bangsa Jepang adalah mampu menyesuaikan diri dengan segala perubahan tanpa menghilangkan identitas bansa itu sendiri. Adanya peningkatan itu, bangsa Jepang harus berusaha lebih keras lagi. Mereka sanggup menghabiskan waktunya untuk menyeesaikan segala pekerjaan mereka. Tidak mudah untuk menyesuaikan kehidupan dengan negara Jepang. Mereka selalu bergerak gesit dan berjalan cepat. waktu yang ada selalu dimanfaatkan, tidak ada istilah lamban ataupun bermalas-malasan. Sjak dahulu bansa Jepang memang tidak pernah menbuang-buang waktu. Jika ingin mengikuti budaya Jepang, kita juga harus bisa menabung. Karena biaya hidup di Jepang yang sangat tinggi. Perubahan lain adalah teknologi dan industri. Perkembangannya selalu signifikan. Sulit bagi bangsa lain untuk bisa mengejarnya. Makanya Jepang menjadi pemimpin dalam teknologi dan keilmuan.
Jepang juga harus mampu memasarkan teknologi yang mereka hasilkan. Dan inilah salahsatu keunggulan Jepang dari negara Asia lainnya.

Bangsa Jepang yang rajin dan pekerja keras rela mengorbankan segala sesuatu demi pekerjaannya. Karakter dan budaya bekerja keras membuat keberhasilan Jepang dalam bidang ekonomi, industri, dan perdagangan. Tempat kerja mereka dijadikan seperti rumah kedua. Loyalitas terhadap perusahaan melebihi kepada keluargannya sendiri. Budaya keras ini telah ada berabad-abad yang lalu dan telah mengakar dalam kepribadian bangsa Jepang itu sendiri. Cara yang dilakukan bangsa Jepang adalah menjalin hubungan yang erat dengan para pekerja. Mereka memiliki hubungan emosi yang kuat antara astu dengan yang lain. Jam kerja di Jepang merupakan jam kerja tertinggi di dunia. Meskipun demikian, pekerjaan mereka tetap maksimal.
Malaysia sangat ingin mempelajari keberhasilan Jepang tersebut. Mereka menggunakan asas memandang ke timur untuk memunjukkan kecintaannya terhadap loyalitas kerja masyarakat Jepang. Antara lain dengan adanya pencatatan waktu, seman pagi, bekerja dalam tim, dan adanya penjelasan singkat sebelum bekerja.
Harus ada sikap konsisten komitmen yang tinggi untuk menerapkan prinsip hidup bangsa Jepang dalam kehidupan. Kita harus rela mengubah sikap hidup kita. Sikap rajin, optimis, kreatif dab tepat waktu adalah ciri-ciri bangsa maju. Dengan begitu, keberhasilan dan kemajuan yang selama ini kita inginkan bisa tercapai. Berani mengubah sikap menjadikan bangsa Jepang lebih maju dan mampu bersaing.

Meskipun kehebataannya menciptakan produk tidak sahebat bangsa Barat, tetapi bangsa Jepang selalu memiliki potensi untuk meningkatkan mutu produksinya. Jepang juga menanamkan modalnya di negara-negara Asia lainnya. Ii semua dilakukan untuk membantu perekonomiaan negara tersebut.
Etika kerja Jepang bersifat umum dan lebih mengarah kearah Asia. Etika kerja yang baik menghasilkan “buah” yang baik pula dan dapat dinikmati terus-menerus. untuk menerapkan etikanya, diperlukan komitmen yang kuat,konsistensi, dan disiplin diri. Etika Jepang berbeda dengan etika Barat. Bangsa Barat beranggapan bahwa sesuatu dapat dicapai dengan cuma-cuma. Sedangkan Jepang beranggapan bahwa hasil itu didapat dari usaha dan kerja keras. Usaha yang keras dapat dilakukan dengan mengorbankan waktu, tenaga, dan uang. Hal itu dilakukan untuk menghasilkan segala sesuatu yang dapat bersaing dengan yang lainnya.
Perusahaan Jepang mengesampingkan status antara pekerja, baik pekerja eksekutif maupun pekerja biasa. Mereka sama-sama menghabiskan waktu yang sama untuk bekerja. Pengorbanan mereka akan dihargai dengan melibatkan pekerja dalam mengambil keputusan. Hal itu sebagai wujud nyata pengharggaan perusahaan terhadap karyawan.

Rahasia Bisnis Orang Jepang (2. Bagaimana Jepang Menjadi Nomor Satu)

Posted in business on January 11, 2011 by shelmi

Jepang tidak memiliki sumber daya alam sendiri. Jepang selalu mengimport barang-barang alam dari penghasil terbesarnya. Namun begitu, Jepang memiliki hasil pertanian tertinggi di dunia.
Mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Bukannya kondisi alam Jepang tidak mendukung hal tersebut?
Meskipun kondisi alam Jepang tidak memungkinkan untuk bertani, tetapi masyarakat tetap memaksimalkan penggunaan tanah. Karena penggunaan tanah di Jepang sangat tinggi dan ketat. Merka menanam padi di halaman rumah mereka. Mereka tidak membiarkan sejengkal tanah pun menjadi sia-sia.
Bangsa Jepang sukses untuk membuktikan keajaiban mereka dalam bidang ekonomi walaupun dengan kondisi yang serba kekurangan. Akan tetapi, keajaiban itu tidak spontan terjadi. Melainkan buh dari kerja keras dan ketekunan selama ini. Bangsa Jepang tidak pernah menunggu peluang datang, tetapi menciptakan peluang itu sendiri.
Banyak negara-negara di Asia yang menjadikan bangsa Jepang sebagai inspirasi negara mereka. Tetapi, belum ada satu negara pun yang bisa menyamai Jepang. Bahkan Korea Selatan sendiri. Korea Selatan sedang mengikuti Jepang. dibutuhkan waktu yang lama serta kerja keras untuk mewujudkan hal tersebut.

Mengapa negara-negara di Asia tidak ada yang seperti Jepang? Padahal kondisi fisik negara di Asia banyak yang melebihi negara Jepang. Hal itu semua dikarenakan kecekatan, keahlian, dan kecepatan pekerja-pekerja Jepang. Karena itu tidak mengherankan jika perekonomian Jepang bisa tumbuh dengan pesat.
Seorang pekerja di Jepang mampu melakukan pekerjaan lima orang pekerja di negara lain. Oleh karena itu, harga unuk seorang pekerja Jepang jauh lebih mahal dibandinakan negara lainnya. Mereka tidak banyak bicara dalam bekerja. Bagi mereka sangatlah penting mempersiapkan tugas yang diberikan secara maksimal.
Jika ada negara yang ingin menjadi seperti Jepang, maka negara itu harus mamiliki pekerja yang mampu mengerjakan berbagai pekerjaan dalam waktu yang sama. Selain itu, pekerja Jepang tidak terlalu pusing dengan bayaran. Mereka rela tidak dibayar untuk lembur. Yang penting mereka telah mengerjakan tugas denga baik. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi pekerja di Indonesia yang sangat mementingkan gaji. Padahal pekerjaan yang dilakakukan tidak maksimal. Tentu saja hal itu sangat menghambat perkembangan zindonesia sebagai negara maju.

Bangsa Jepang selalu ingin menjadi nomor satu dalam segala bidang. Awalnya barang produksi Jepang kurang diminati. Namun, berkat usaha dan kerja keras dalam menginovasi barang produksinya, produk Jepang mulai mendapat respon positif dari negara-negara di dunia. Bahkan sekarang produk Jepang menjadi produk terlaris di pasar global. Harga Jepang menawarkan srategi perdagangan yang disukain masyarakat. Yaitu produk dengan harga terjangkau tapi memiliki kualitas yang bagus. Beberapa produk Jepang yang sudah diakui di duni adalah jam tangan, kendaraan bermotor, perangkat listrik, kapal, dan tekstil.

Organisasi Jepang

Sifat keorganisasian di Jepang sangat bagus. Karena lebih mementingkan kerja sama kelompok dari pribadi. Perundingan dan pembicaraan dapat menghasilkan hasil baik. Setiap anggota organisasi baik tingkat bawah sampai tingkat atas memiliki peranan dan kewajiban yang sama. Tidak ada pembedanya. Bahkan antara yang satu dengan yang lain saling melengkapi. Dalam organisasi Barat, terdapat jurang pemisah antara atasan dengan bawahan. Sehingga tidak jarang terjadi masalah komunikasi diantara mereka. Untuk bertemu dengan atasan harus membuat janji terlebih dahulu.

Di Jepang, banyak pimpinan perusahaan yang berasal dari golongan bawah dan mengalami kenaikan secara perlahan. Oleh karena itu antara pimpinan dan bawahan lebih akrab dibanding dengan pimpinan AS. Kenaikan pangkat itu disesuaikan dengan prestasi, hasil, kemampuan, sikap terhadap pekerjaan, pengalaman, serta kemampuan dia dalam berorganisasi,. Sehingga para bawahan cenderung setia dengan pimpinannya, karena pekerja telah menjalin hubungan yang sangat baik dengan pimpinan perusahaan. Pimpinan tidak akan merasa malu untuk meminta bantuan kepada karyawannya, bahkan pimpinan perusahaan tersebut selalu menghargai karyawannya. Dengan begitu, antara pimpinan dan karyawan akan saling terbuka. Hal ini akan mengurangi terjadinya konflik diantara mereka. Tim merupakan pondasi dasar dalam organisasiusaha Jepang. Melalui tim kerja yang harmonis, hubungan yang baik akan terjalin sehingga motivasi dan semangat dalam bekerja dapat ditingkatkan.

Seni Pengelolaan Jepang

Bangsa Jepang sangat senang jika dilibatkan terhadap organisasi yang besar dan berprestasi. Mereka bangga jika telah memberikan kesetiaan dan keahlian mereka pada organisasi yang mereka ikuti. Ole karina itu, mereka selalu melakukan hal yang terbaik dalam lingkungan kerja mereka. Bangsa Jepang memiliki semangat kebersamaan yang tinggi. Inilah yang membuat Jepang sebagai negara penguasa ekonomi. Setiap keputusan yang dibuat mencerminkan sikap organisasi yang didukungnya. Mereka sanggup mengorbankan apa pun demi organisasi yang dijalankannya.

Selain itu, kemampuan orang Jepang menjadi hamba organisasi menjadikannya penguasa besar ekonomi. Walaupun dalam pengelolaan melemahkan bagsa Jepang secara individu, tetapi dari sisi lain, menghasilkan organisadi yang mantap dan kuat. pimpinan perusahaan selalu loyal terhadap karyawannya. Dengan demikian, para karyawan akan manyelesaikan pekerjaan yang ada. Seni pengelolaan di Jepang menitikberatkan pada kepentingan setiap anggota tanpa memandang status dan kedudukannya. Individu bukanlah apa-apa dibandingkan dengan organisasi. Dalam mengambil keputusan, individu selalu memandang organisasi sebagai titik tolaknya. Seni pengelolaan Jepang harus dikembangkan untuk memberi perhatian kepada pembangunan manusia dan nilai kemanusiaan dalan pembangunanya. Jika hal ini sudah dilakukan, maka oranisasitidak prrlu khawatir dengan kinerja karyawannya.

Judul Buku : Rahasia Bisnis Orang Jepang
Pengarang : Ann Wan Seng, Penerbit : Hikmah