4. Mengelola Bisnis Ala Jepang

Untuk menjadi pengusaha yang berhasil, seseorang harus mampu menyesuaikan dirinya dengan masyarakat setempat. Hal ini dapat dilakukan dengan berinteraksi dan berkomunikasi. Jika tidak, maka urusan bisnis akan kesulitan. Kesulitan berbisnis dengan masyarakat Jepang adalah sikap etnosentrisme. Yakni sikap menggap golongan mereka yang lebih unggul. Selain itu, masalah bahasa dan perbedaan budaya. Ada beberapa cara mengatasinya. Pertama mempelajari cara untuk mengawali hubungan dengan usaha Jepang Kedua mengetahui cara menjaga dan memupuk hubungan bisnis yang telah terjalin. Ketiga mencari cara melanggengkan hubungan ini.

Dalam hubungan bisnis dengan orang jepang, kita jangan mengandalkan hubungan surat-menyurat. Usahakan untuk bertatap langsung dengan rekan bisnis. Mereka senang dengan situasi yang tidak terlalu formal. Kita juga harus dapat berkomunikasi dengan bahasa Jepang. Karena bangsa Jepang sangat menghargai bahasa ibunya. Proses perundingan dengan orang Jepang memakan waktu yang lama, karena mereka sangat berhati-hati dan ingin mendapatkan keterangan yang jelas sebelum membuat keputusan. Jangan pernah kita membuang-buang waktu, karena itulah hal yang paling dibenci orang Jepang. Mereka menganggap orang yang dapat mengatur waktulah yang dapat dipercaya dan diharapkan. Berbisnis dengan orang Jepang tidaklah mudah. Kita harus menyiapkan diri terlebih dahulu. Mereka selalu menjalankan bisnis dengan keseriusan. Mereka tidak suka omong kosong karena setiap keputusan bisnis harus dapat berjalan dengan baik disertai keputusan yang tepat pula.

Cara berbisnis orang Jepang berbeda dengan orang Barat. Kata “ya” yang diucapkan bukan berarti setuju terhadap keputusan yang dihasilkan. Hal itu bisa berarti mereka mengerti dengan penjelasan kita ataupun pengertian lainnya. Cara menolak bagi bangsa Jepang juga berbeda. Mereka senantiasa memiliki cara yang halus untuk menolak tanpa menggunakan kata “tidak”. Mereka juga memiliki hati yang pendendam. Sekali kita mengecewakan mereka, maka mereka tidak akan mau berbisnis dengan kita. Orang jepang suka dengan kesenangan. Alangkah baiknya jika kita mengadakan kesepakatan bisnis di pusat-pusat hiburan. Bukan berarti hal ini dapat menyogok mereka. Mereka sangat menjunjung tinggi profesionalitas dalam bekerja.

Jepang juga menggunakan ringi, yaitu sistem pengambilan keputusan dengan mufakat. Dalam sistem ini, suatu usul yang diajukan kepada orang Jepang akan dibicarakan secara bersama-sama sampai menghasilkan kesepakatan yang disetujui bersama. Orang yang berbisnis dengan oranga Jepang harus terbiasa dengan sistem ringi. Terkadang dalam mengambil keputusan, orang Jepang membutuhkan waktu berbulan-bulan. Orang Jepang sangat berhati-hati dan teliti dalam mengambil keputusan. Mereka tidak bersifat terburu-buru dalam memutuskan sesuatu. oleh karena itu, jangan pernah mendesak ataupun menekan mereka. keputusan besar dan kecil dianggap keputusan yang sama penting. Hal ini dianggap dapat menguntungkan pribadi dan perusahaan. Hal lain yang harus kita perhatikan adalah aisatsu dengan rekan bisnis. Hal itu bermakna ucapam selamat yang sangat mendalam. Meskipun singkat, hal itu dapat mempererat hubungan bisnis dengan perusahaan Jepang. Hindari sikap sombong dan tinngi hati. Hal yang wajib kita ketahui adalah perantara atau orang ketiga. Kita harus membina hubungan baik dengan banyak kenalan di Jepang. Hal ini digunakan untuk mempermudah urusan bisnis di sana. Dalam hal ini, keberhasilan dan kegagalan bisnis tergantung pada banyaknya orang jepang yang dikenalinya dan banyaknya orang Jepang yang mengenalnya.

Disiplin Kerja Orang Jepang

Dasarnya, etos kerja orang Jepang tidak jauh berbede dengan bangsa Asia lainnya. Jika bangsa Jepang disebut bangsa pekerja keras, maka negara Cina, Korea, dan lainnya juga lebih pekerja keras. Ukuran fisik bangsa Jepang juga tidak sebanding dengan negara-negara di Asia lainnya. Dari segi makanan juga tidak jauh berbeda. Bangsa lainnya da Asia memiliki porsi makan yang jauh lebih banyak dari bangsa Jepang. Bahkan lingkungan alamnya juga tidak mendukung. Tetapi mengapa bangsa Jepang dapat disejajarkan dengan bangsa Barat yang maju??

Hal ini tidak lain karena etos kerja bangsa Jepang yang sangat tinggi dan disiplin kerja yang patut diacungi jempol.Kedisiplinan mereka kerap dikaitkan dengan harga diri. Jika mereka mengalami kegagalan, maka bukan hanya perusahaan atau organisasi saja yang menanggung malu, melainkan para pekerjanya juga.
Berbeda dengan bangsa Indonesia yang produktivitas kerjanya sangat rendah. Mereka menganggap semakin cepat mereka pulang kerja, semakin bagus posisi mereka dalam perusahaan. Bagi Jepang malah sebaliknya. semakin kita cepat pulang, semakin rendah produktivitas kita di lingkunga kerja.
Ada juga yang bersedia menambah waktu pekerjaannya. Tetapi harus diberikan upah lembur. Jika tidak dibayar, mereka tidak akan melaksanakan pkerjaan tersebut dangan sungguh-sungguh. Bahkan, mereka cenderung mengabaikan pekerjaan tersebut. Di Jepang, tanpa pengawasan yang berarti juga mereka dapat melakukan tugasnya dengan sungguh-sungguh.

Bukan berarti bangsa Jepang tidak memiliki waktu santai. Waktu santai mereka adalah setelah selesai bekerja. Mereka tahan menghabiskan sepanjang malam di pusat-pusat hiburan. Tetapi, sewaktu mereka bekerja selalu tepat waktu. Bukan berarti jika menghabiskan waktu dengan kesenangan pribadi lantas mengabaikan pekerjaan. Inilah yang disebut dengan kedisiplinan tinggi.

judul Buku : Rahasia Bisnis Orang Jepang
Pengarang : Ann Wan Seng, Penerbit : Hikmah

3 Responses to “4. Mengelola Bisnis Ala Jepang”

  1. Rahman salim Harahap Says:

    Artikel ini merupakan khazanah besar buat sumber daya manusia indonesia untuk lebih jauh bergerak…., banzaiii..

  2. somepunk Says:

    very good !!!!!!!! hebat bgt andai saja indonesia bisa menyamai ato melebihi jepag pasti ga’ da pengemis ato sebagainya ……. jadi we have to be better than yesterday !!!!!!!

  3. saya akan mempelajarinya dahulu, tapi saya sangat senang dengan artikel ini, karena saya ingin sekali menjadi pengusaha sukses. dan menurut yang saya tahu ada program dari pemerintah untuk mengirim pemuda indo ke jepang. karena saya sudah 27 tahun jadi nggak masuk nominasi, jd saya pikir saya cari ilmu aja di internet. jadi makasih ya………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: