Peranan Mahasiswa dan Masa Depan Bangsa

Posted in slide on August 14, 2014 by shelmi

Peranan Pemuda dalam Pembinaan Politik Bangsa

PENGARUH HARGA, KEMASAN, DAN IKLAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MINUTE MAID PULPY ORANGE PADA SISWA SMA NEGERI 1 MEDAN

Posted in Jurnal PDF, Uncategorized on August 14, 2014 by shelmi

jurnal

SKB ( bagian akhir) aspek lingkungam dan hukum

Posted in Uncategorized on June 12, 2013 by shelmi

Aspek Lingkungan

Dalam setiap pelaksaan usaha, setiap perusahaan tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari tanggung jawab lingkungan sekitarnya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa aspek lingkungan yang perlu kita perhatikan adalah:

 

  1. Aspek Ekonomi

Aspek ekonomi merupakan faktor yang sangat penting. Jika aspek ekonomi sedang membaik dan sektor rill yang sedang berjalan kondisinya baik, total perekonomiaanya sedang booming, maka permintaan produk dan konsumsi masyarakat juga meningkat sehingaa di istilahkan kalau kita jualan apa saja bisa laku.

Ketika terjadi krisis global, hampir semua perekonomian di dunia menggalami pertumbuhan yang negatif, hanya indonesia cina dan india yang masih mencatat pertumbuhan positif di tahun 2009.

Ekspor indonesia diluar negeri menggalami pertumbuhan negatif karena negara-negara yang tadi mengimpor dari indonesia menggalami resisi.

 

  1. Aspek Sosial Budaya

Perhatian akan faktor sosial menjadi penting, hasil produk atau jasa kita, wajib memperhatikan akan budaya masyarakat setempat. Setiap masyarakat memiliki ciri khas dan budaya yang berbeda-beda.

Selain itu, perusahaan juga bisa menjalankan progam corporate social resposibility yakni menunjukan tanggung jawab pada lingkungan sekitar baik melalui sumbangsih untuk masyarakat maupun penggembangan komunitas.

 

  1. Aspek Politik

Pertumbuhan usaha akan tergantung juga pada suhu politik. Jika terjadi ketidak stabilan politik maka permintaan akan produk akan menurunse hingga perusahaan juga akan menggalami hambatan dalam menjual.

Selain kondisi politik secara makro, perlu diperhatikan juga kondisi regulasi disetiap bidang industri.

 

  1. Aspek Lingkungan Hidup

Bagi kebanyakan perusahaan terutama yang bersifat manufaktur dan pertambangan, aspek lingkungan hidup menjadi sangat penting, berbagai lembaga swadaya masyarakat juga berfungsi sebagai kontrol akan lingkungan seperti halnya green peace.

 Aspek Hukum

Semua warga harus taat pada hukum yang berlaku dinegara dimana warga negara berdomisili begitu juga setiap usahan yang didalam bentuk perusahaan. Setiap usaha yang berjalan tanpa adanya pencatatan atau pendaftaran secara hukum, akan dianggap sebagai usaha ilegal dan akan dikenai sanksi jika terdeteksi dikemudian hari.

  1. Bentuk Badan Usaha

Hal pertama yang harus dilakukan adalah bentuk badan usaha yang mau dijalankan, dalam penentuan bentuk badan usaha, kita perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kepentingan pemegang saham
  2. Keterbatasan akan kewajiban pemegang saham
  3. Masa jangka panjang usaha

Adapaun bentuk-bentuk badan usaha adalah sebagai berikut:

  1. Perusahaan pribadi
  2. Perusahaan CV atau kerjasama Partnership
  3. Perusahaan Terbatas (PT)

Selain bentuk di atas, ada satu lagi bentuk badan usaha lainnya yakni perusahaan milik pemerintah.

Khususnya untuk Perseroan Terbatas, ada pengaturannya di Undang-undang Nomer 40 Tahun 2004 tentang Perseroan Terbatas beserta penjelasanya.

Bab I                           Ketentuan Umum

Bab II                          Pendirian, Anggaran Dasar dan Perubahan Anggaran Dasar, Daftar Perseroan dan Pengumuman.

Bab III            Modal dan Saham

Bab IV            Rencana Kerja, Laporan Tahunan dan Penggunaan Laba

Bab V                         Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Bab VI            Rapat Umum Pemegang Saham

Bab VII          Direksi dan Dewan Direksi

Bab VIII         Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan dan Pemisahan

Bab IX            Pemeriksaan terhadap Perseroan

Bab X                         Pembubaran, Likuidasi dan Berakhir Status Badan Hukum

Bab XI            Biaya

Bab XII          Ketentuan Lain-lain

Bab XIII         Ketentuan Peralihan

Bab XIV         Ketentuan Penutup

Setelah kita menetapkan akan badan usahan, selanjutnya kita wajib mempelajari akan UU ataupun peraturan berlaku di Industri masing-masing baik secara nasional maupun daerah.

Untuk Industri tertentu akan ada peraturan atau undang-undang tertentu yang wajib ditaati, tingkatan peraturan yang berlaku bisa berbentuk Undang-undang maupun Keputusan Menteri Keuangan.

Dalam pengaturannya beberapa bidang di atur dalam bentuk Undang-undang seperti Undang-undang perbankan, ada juga Undang-undang Kehutanan. Selain regulasi yang wajib diikuti, biasanya untuk bidang tertentu ada badan khusus yang mengawasi kegiatan usaha kita, seperti bidang perbankan di bawah pengawasan dan peraturan Bank Indonesia. Sedangkan untuk lembaga keuangan di bawah pengawasan menteri keuangan.

Selain regulasi dalam industri, kita juga harus memperhatikan beberapa peraturan yang memiliki keterkaitan dengan bidang usaha terutama perizinan.

Pada dasarnya setiap usaha harus memiliki izin usaha sebagai berikut:

  1. Surat izin Usaha Perdagangan
  2. Tanda Daftar Perusahaan
  3. Nomor Pokok Wajib Pajak

Sesudah berjalannya usaha, maka perusahaan perlu memperoleh izin dari instansi terkait seperti:

  1. Perizinan dari departemen tenaga kerja, atas jumlah tenaga kerja.
  2. Perizinan pemda setempat.
  3. Pendaftaran jamsostek.
  4. Perpajakan.

Setelah kelengkapan izin semuanya, perusahaan juga memerlukan adanya pemebentukan anggaran dasar perusahaan yang disahkan oleh para pemegang saham dan membentuk organ-organ organisasi seperti dewan direksi dan dewan komisaris untuk Perseroan Terbatas.

 

  1. Anggaran Dasar Perusahaan

Dalam Aggaran Dasar Perusahaan akan mengatur mengenai hal-hal sebagai berikut:

  1. Tujuan Pemebentukan Organisasi
  2. Izin dan Industri bergeraknya Organisasi
  3. Fungsi-fungsi Organ seperti Dewan Direksi dan Dewan Komisaris
  4. Kewajiba, Hak dan Wewenang masing-masing organ organisasi
  5. Proses pemilihan dan pengunduran diri organ organisasi
  6. Proses Penggambilan Keputusan
  7. Proses Pelaksanaan Rapak Dewan Direksi, Dewan Komisaris dan Pemegang Saham
  8. Proses Likuidasi Perusahaan

 

 

 

  1. Pendaftaran Nama dan Merk

Semua perusahaan diharuskan memiliki nama perusahaan, nama perusahaan ini harus didaftarkan ke departemen kehakiman untuk mendapatkan pengesahan. Dalam pendaftaran, kita harus mencantumkan kategori industri apa yang akan kita golongkan, dan dari situ kita akan melakukan registrasi dan menunggu waktu tertentu untuk mendapatkan pengesahan, sampai tidak adanyha nama mendekati atau sejenis yang melakukan klaim.

Begitu juga merk harus kita daftarkan sehingga tidak terjadi sengketa kemudian, menggigat belakangan ini banyak timbul sengketa merek di pengadilam karena adanya pihak lain yang klaim akan kepemilikan terutama yang telah dikenal secara internasional, tapi juga nama lokal yang mendekati kesamaan nama.

 

SKB (bagian 6) aspek financial

Posted in Uncategorized on June 12, 2013 by shelmi

Aspek Financial

Untuk memulai maupun mengembangkan usaha, kita memerlukan modal baik dari sumber internal maupun eksternal. Modal besar dan kecil tidak akan menjadi hambatan, asal selama model bisnis kita menarik, investor pasti ingin berinvestasi ke proposal bisnis kita.

  1. Sumber Modal

Kita bisa memperoleh modal dengan beberapa cara yakni

  1. Meminjam kepada lembaga keuangan
  2. Mengajak investor lainnya.

 

  1. Cara Perolehan Dana

Kita mesti mempersiapkan proposal studi kelayakan yang lengkap termaksud anggaran dan proyeksi keuangan, minimal sampai dengan jangka waktu menengah. Kreditor akan menganalisis kesehatan usaha dan kemampuan untuk mengembalikan hutangnya. Sumber dana tidak ada yang gratis semakin beresiko sebuah bisnis maka bunga yang dikenakan akan semakin tinggi.

 

  1. Bunga

Biaya bunga merupakan biaya penting dalam investasi. Kreditur mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman namun perusahaan peminjam dana menanggung beban bunga pinjaman. Bunga pinjaman yang tinggi akan membebankan keuntungan perusahaan bahka bisa merugikan perusahaan.

 

  1. Jaminan

Hampir semua pinjaman memerlukan jaminan. Dengan adanya jaminan, bank atau keridut akan menilai jaminannya dan memberikan pinjaman. Bank melihat pinjamannya itu memiliki resiko dan agar meminimalkan resiko, jaminan dinilai harganya. Biasanya bank hanya memberikan nilai pinjaman maksimal 80% dari nilai jaminan tersebut.

 

  1. Perjanjian

Dalam pinjaman akan diatur beberapa hal sebagai berikut:

  1. Jumlah dan tipe pinjaman
  2. Jangka waktu pinjaman
  3. Jaminan yang diberikan
  4. Bunga yang dikenakan
  5. Kewajiban dan hak pihak peminjam
  6. Kewajiban dan hak pihak yang meminjamkan
  7. Keabsahan para pihak
  8. Antisifasi kemungkinan sengketa para pihak
  9. Keadaan force majeure
  10. Pihak yang mewakili

Sedangkan untuk infestor, biasanya dibuatkan perjanjian join yang memuat hal-hal berikut:

  1. Usaha yang akan dijalankan
  2. Hak dan kewajiban para pihak
  3. Pembagian hasil
  4. Penyelesaian sengketa
  5. Cara penjualan saham dan pembelian saham
  6. Cara pembubaran
  7. Masa hidup perusahaan

 

  1. Persiapan Investasi Awal

Dalam perencanan, kite perlu mempersiapkan hal berikut:

  1. Asumsi kondisi makro perekonomian. Sebagaimana dibahas dalam bab sebelumnya bahwa pasar dan pemasaran kita tidak bisa lepas dari kebijakan ekonomi makro, sehingga kita perlu menggumpulkan data makro ekonomi seperti kurs rupiah dengan mata uang asing.
  2. Analisa industri. Kita akan menelusuri pertumbuhan industri secara keseluruhan dan implikasi makro terhadap industri.
  3. Proyeksi pasar. Kita akan menganalisa pasar yang menjadi target terkait faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dan potensi pertumbuhan pasar.
  4. Proyeksi pemsaran. Akan berisikan mengenai pangsa pasar, harga yang akan diterapkan, wilayah pemasaran, cara distribusi produknya. Proyeksi atau angaran pemasaran ini harus bisa sejalan dengan ketiga proyeksi sebelumnya.
  5. Proyeksi atau kapasitas produksi. Setelah mengetahui jumlah pemasaran selanjutnya kita aklan menetapkan jumlah produksi yang diperlukan beserta dengan bahan bakunya dan bahan variabelnya masing-masing dan juga variasi produksi.
  6. Anggaran biaya termaksud biaya investasi atau kapital expenditure, selanjutnya adalah biaya-biaya yang diperlukan termaksud juga investasi tambahan yang diperlukan seperti pendirian pabrik atau pembelian alat produksi baru karena kapasitas tidak mencukupi untuk menunjang penjualan yang di tetapkan.
  7. Proyeksi laba atau rugi. Setelah semua data tersebut didapatkan, kita kan mendapatkan angka proyeksi keuntungan tahun berjalan.
  8. Proyeksi neraca, ini akan menunjukan kepada kita menggenai posisi perusahaan dari segi aset, hutang dan modal yang dimiliki.
  9. Proyeksi arus kas. Dalam proyeksi ini kita akan menentukan jumlah modal tambahn yang diperlukan atau tidak diperlukannya tambahn modal.

Setelah selesai dengan penggangaran maka tahap berikuitnya adalah melakukan analisis terhadap berjalannya kelayakan usaha atau bisnis ini bagaimana akan menjadi layak, jika layak maka dijalankan, jika tidak, perlu dipertimbangkan kembali, misalnya:

  1. Meninjau kembali pasar yang akan dimasuki
  2. Meninjau kembali pengeluaran biaya-biaya
  3. Alternatifnya adalah menaikan harga jual produk, jika biaya tidak bisa dikurangi
  4. Meninjau kembali struktur industri lainnya.

 

  1. Alat Analisi Kelayakan

Untuk menganalisis kelayakan aspek keuangan pengembangan usaha ada beberapa alat atau metode analisis keuangan yang mempunyai kelebihan dan kelemahan. Metode tersebut adalah.

  1. Pengembalian investasi
  2. Penyesuaian nilai sekarang
  3. Indeks keuntungan
  4. Tingkat balikan interal

Penjelasan metode analisis keuangan secara ringkas.

  1. Metode pengembalian investasi

Merupakan metode analisis kelayakan onvestasi dengan menjumlahkan semuia yang di hasilkan dalam jangka waktu tertentu di bandingkan dengan modal atau investasi awal. Metode ini menggunakan kreteria kelayakan sebagai berikut :

-            Proyek dinyatakan layak jika mesa pemulihan modal onvestasi lebih pendek Dari usia ekonomis.

-            Proyek dinyatakan tidak layak jika masa pemulihan modal investasi lebih lama di bandingkan usia ekonomisnya.

Kelebihannya :

-            Mudah dalam penggunaan dan penghitungan

-            Berguna untuk memilih proyek yang mempunyai masa pemulihan tercepat.

-            Masa pemulihan modal dapat digunakan untuk alat prediksi resiko ketidakpastian pada masa mendatang.

Kelemahannya :

-        Mengabaikan adanya perubahan nilai uang dari waktu ke waktu.

-        Mengabaikan arus kas setelah periode pemulihan modal di capai.

-        Mengabaikan nilai sisa proses.

 

  1. Metode nilai sekarang (Net Present Value )

Merupakan metode analisis keuangan yang memasukan faktor nilai waktu uang karena nilai uang akan bertambah sejalan dengan jalannya waktu.

Kreteria kelayakan :

-        Proyek dinilai layak jika net prisent value bernilai posotip

-        Di nilai tidak layak dari aspek keuangan jika net prisent value bernilai negatip

Kelebihannya :

-       Memperhitungkan nilai uang karna faktor waktu sehingga lebih realistik terhapat perubahan harga.

-       Memperhitungkan arus kas selama usia ekonomis proyek.

-       Memperhitungkan adanya nilai sisa proyek.

Kelemahannya :

-       Lebih sulit dalam penggunaan perhitungan

-       Derajat kelayakan selain di pengaruhi arus kas juga oleh faktor usia ekonomis proyek.

 

  1. Profitability Index

Index profitabilitas adalah rasio atau perbandingan antara jumlah nilai sekarang arus kas selama umur ekonimisnya dan pengeluaran awal proyek. Jumlah nilai sekaran g arus kas selama umur ekonomis hanaya memperhitungkan arus kas pada tahun pertama hingga tahun terakhir, dan tidak termasuk pengeluaran awal.

 

  1. Metode tingklat balikan internal ( internal read of reten – IRR )

Merupakan metode penilaian kelayakan proyek dengan menggunakan perluasan metode nilai sekarang.

Kreteria kelayakan :

-       Proyek di nilai layak jika IRR lebih besar dari presentase iaya modal atau sesuai dengan presentase keuntungan yang di tetapkan investor.

-       Proyek di nilai tidak layak jika IRR lebih kecil dari biaya modal atau lebih rendah dari tingkat keuntungan yang diinginkan investor.

Kelebihan :

-       Sudah memperhitungkan nilai uang yang di sebabkan oleh faktor waktu.

-       Memperhitungkan usia ekonomis proyek.

-       Memperhitungkan adanya nilai sisa proyek.

-       Bank lebih mudah menentukan presentase tingkat suku bunga maksimum yang bisa di tutup proyek.

Kekurangannya :

-       Lebih sulity dalam proses penghitungannya, namun dengan program komputer, mnasalah kesulitan perhitungan ini bisa di atasi

  1. Analisa rasio keuangan

Guna menilai usaha kesehatan sebuah perusahan atau usaha, kita perlu menilai rasio- rasio keuangan dan arus kas yang di gasilkan oleh usaha yang di jalankannya. Rasio- rasio tersebut di kelompokan ke dalam :

PENILAIAN LIKUIDITAS

  1. Rasio likuiditas

Penilaian likuiditas adalah mengukur kemampuan pengusaha, perorangan atau badan dalam menghadapi hutang jangka pendek dari harta atau aktiva jangka pedek.

  1. Inventory trun over dan sales trunover

Rumusan ini digunakan untuk mengukur perputaran barang.

  1. Acid tes ratio

Pengukuran ini dilakukan dengan menghitung aktiva lancar diluar persediaan yang bisa digunakan untukj membayar hutang jangka pendek yang akan jatuh tempo.

 

PENILAIAN PROFITABILITAS

Penilaian prifitabilitas adalah penilaian tentang ukuran kemampuan perusahaan perorangan atau badan untuk menghasilkan laba dengan memperhatikan modal yang di gunakan.

Ada tiga metode yang sering di gunakan dalam menganalisa profitabilitas yaitu :

  1. ROE ( RETUN ON EQUITY )

Adalah perbandingan antara laba bersih dengan modal sendiri.

  1. ROI ( RETURN ON INVESTMENT )

Adalah pembanding antara bersih dan bunga pinjaman dengan modal sendiri dan modal pinjaman.

  1. ROA ( RETURN ON ASSET )

Adalah perbandingan antara laba bersih dengan total altiva yang ada di neraca.

PENILAIAN SOLVABILITAS

Penilaian solvabilitas adalah pengukuran kemampuan perusahaan baik perorangan atau badan untuk mebayar hutang – hutangnya baik hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang.

     PENILAI ACID TEST

Acid test ratio (ATR ) merupakan kemampuan perushaan dalam membayar hutang lancar. Rasio keuanga n ini umumnya di pergunakan pada perusahaan supplier atau perdangangan atau industri yang jumlah hutang jangka panjangnya kecil.

 

 

 

PENILAIAN LEVERAGE

Rasio ini dipakai untuk mengukur kemampuan atau ketahanan perusahaan terhadap hutang yang di  peroleh dengan membagi total hutang perusahaan dengan total modal perusahaan.

EBITDA ( EARNING BEFORE INTEREST, TAX, DEPRECIATION, AND AMORTIZATION )

Pada laba rugi perusahaan tidak bisa mencerminkan kondisi sebenarnya, karna pemberlakuan metode menyusutan dan amortisasi sebagai komponen biaya banyak jenisnya dan juga umur ekonomis barang modal dapat di perlambat atau di percepat yang mengakibatkan besaran biaya penyusutan berbeda. Karena itu para analis bisnis menggunakan ebitda sebagai salah satu pengganti analisa laporan laba rugi.

INTEREST COVERAGE RATIO on  EBITDA

Interet coverage ratio adalah perbandingan ebitda dengan interet expenses. Rasio ini merupakan analisa terhadap kemamopuan perusahaan dalam pembayaran bunga dan hutan. Besar nilai rasio yang layak berbeda setiap negara, tergantung besar bunga yang berikan. Untuk indonesia pada kondisi normal nilai rasio yang layak minimal 2 hingga 3 kali.

  1. AKUISISI BISNIS BARU

Dalam penyusunan anggaran di atas lebih kebentuk usaha baru dan usaha yang akan di jalankan, sedangkan dalam pembelian atau akuisisi perusahaan baru, maka kita perlu melakukan proyeksi laporan keuangan ke depan. Khusus untuk penilai perusahaan yang sedang berjalan bisa di tempuh dengan beberapa metode seperti di bawah ini :

 

Discounted cash flow

Dalam sebuah investasi kita pasti mengharapkan adanya return atau pengembalian hasil dari yang kita investasikan.

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam discounted chas flow ini :

  1. Usahanya akan berjalan terus menerus sehingga chas flow yang kita analisa biasanya cukup panjang kurang lebih 10 tahun.
  2. Firn valuation

Yang biasanya di sebutkan dengan free chas flows to the firn dijalankan dengan menilai keseluruhan bisnis perusahaan baik aset maupun pertumbuhan asetnya.

  1. Equity valuation, dimana free chas flow to equity yakini arus kasnya setelah pembayaran hutang dan keperluan investasi yang di kenal dengan sebutan free chas flow to equity.

 

 

 

Relative valuation

Dalam penilaian perusahaan, kita juga bisa melakukan perbandingan dengan perusahaan sejenis atau usaha sejenis yang ada di pasar, yakini dengan melihat retrun dan hasil yang di hasilkan. Biasanya di lakukan pengelompokan sebelum  di lakukan perbandimngan sebagai berikit ini :

  1. Direct comparison

Mebandingkan langsung dengan perusahaan sejenis atau yang paling mendekati, bisa hanya satu perusahaan atau dua perusahaan.

  1. Peer group average

Membandingkannya dengan satu kelompok perusahaan yang ada di pasar dan di paki rata- ata industri nya untuk di jadikan rujukan.

  1. Peer group average adjusted for differences

Beberapa analis juga melakukan pengelompokan seperti rata –rata dalam kelompok industri dengan dilakukannya penyesuaian mengingat adanya perusahaan yang berada di atas atau di bawah range yang tidak sesuai dengan industri total.

Ada beberapa keuntungan dengan mengaku sisi usaha yang telah berjalan bagai inbestor dari pada ,enjalankan usha yang abru sama sekali yakini :

  1. Usaha telah berjalan dengan perijinan yan g telah ada
  2. Sumber daya manusia.
  3. Suplayer dan konsumen yang ada.
  4. Pengembakian hasil yang lebih cepat.
  5. Mendapatkan modal tambahan.

Akan tetapi dalam kenyataannya kita juga harus berhati – hati dengan pembelian perushaan berjalan karna dalam perudahaan berjalan biasanya ada hal – hal yang tersembunyi yang tidak di ketahui sampai kita membelinya seperti :

  1. Kemungkinan adanya contingent liabilities
  2. Masalah karyawan dan budaya kerja yang tidak kondusip
  3. Adanya kasus dalam pengadilain yang harus di selesaikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

SKB (bagian 5) aspek tehnik dan produksi

Posted in Uncategorized on June 12, 2013 by shelmi

Aspek Teknik dan Produksi

Analisi aspek teknik dan produksi bertujuan untuk menentukan bentuk teknologi yang akan dipakai dengan desain produk yang mau dipasarakan, kebutuhan investasi fisik baik itu mesin, lokasi, kendaraan maupun lainnya. Pada dasarnya aspek ini dapat dibagi kedalam tiga bagian utama, yakni:

  1. Penentuan produk yang akan diproduksi dan bagaimana memproduksinya
  2. Lokasi produksi yang akan digunakan dan layout
  3. Hambatan-hambatan yang perlu diperhatikan dalam menjalankan produksi

 

  1. Penentuan produk dan proses produksi

Rancangan produk adalah suatu proses yang melibatkan semua bagian di perusahaan, karena produk itu akan dipasarkan kekonsumen dan juga mempengaruhi harga dan biaya produksi. Dengan produk yang sudah disetujui dan mau diluncurkan, akan ditentukan keperluan material perunit, harga material perunit, kapasitas sumber daya manusia yang diperlukan, cara penjualan, harga dan keuntungan yang akan didapat.

  1. Lokasi produksi yang digunakan dan layout

Penentuan lokasi merupakan hal yang sangat penting untuk diprtimbangkan dengan baik dan mendalam dengan memperhatikan sumber daya yang mau dipakai baik sumber daya bahan baku, sumber daya manusia, transfortasi, dampak terhadap lingkungan sekitar, dan lainnya.

Begitu juga untuk produk jasa, penentuan lokasi sangat penting sehinga menjadikannya sebagai salah satu P yakni Physical apperance. Penentuan lokasi perusahaan didasarkan atas pertimbagan berikut:

  1. Dekat dengan sumber bahan baku yang akan diproduksi
  2. Dekat dengan sumber daya manusia
  3. Dekat dengan tarnsfortasi
  4. Lokasi sebagaimana ditetapkan oleh pemerintah
  5. Insentif pajak
  6. Harga properti
  7. Biaya tenaga kerja
  8. Sumber permintaan produk
    1. Site analysis

Perlu pengkajian yang sangat mendalam sebelum mebangun sebuah pabrik atau perusahaan, karena harus selalu difikirkan jangka panjang dan dampaknya secara luas. Kadang-kadang kita lupa akan hal yang kecil tapi berakibat fatal. Jika perusahaan mendirikan pabrik di sebuah daerah, akan tetapi didaerah tersebut belum tersedia transfortasi untuk karyawannya, akibatnya karyawan sering terlambat masuk kerja akan tetapi pulang selalu tepat waktu karena tidak adanya kendaraan umum, akibatnya perusahaan harus menyediakan kendaraan pengangkut.

  1. Pengunaan tanah untuk produksi dan penunjang

Dalam setiap pembangunan alat produksi perlu diperhatikan akan pembangunan untuk minimal 5 tahun kedepan, bagaimana dengan dampak lingkungan terhadap limbah, bagaimana dengan keadaan lingkungan kerja yang menyenangkan, sirkulasi udara yang baik, tempat pembuangan, tempat istirahat, tempat makan siang, tempat ibadah dan lainnya.

Disain yang baik, termasuk dalamnya mempertimbangkan akan

  1. Fasilitas utama seperti pabrik, gudang dan kantor
  2. Fasilitas penunjang seperti
    1. Tempat istirahat karyawan
    2. Tempat beribadah
    3. Tempat makan siang karyawan
    4. Transfortasi untuk karyawan
    5. Tempat parkir
    6. Fasilitas pembuangan limbah
    7. Tempat kesehatan karyawan
    8. Fasilitas tambahan lainnya seperti penginapan karyawan
    9. Tata letak (layout) pabrik dan proses produksi

Tata letak menjadi penting karena jika memunculkan hambatan dan bisa meningkatkan biaya produksi, menjadikan penghamburan sumber daya yang sia-sia, tata letak yang ada, penumpukan produk-produk, serta menghambat produksi maka perlu dilakukan pembenahan tata letak. Layout dapat diatur berdasarkan kriteria berikut:

  1. Product oriented layout
  2. Process oriented layout
  3. Standard operating

Untuk memastikan semua proses berjalan sesuai dengan standar yang di tetapkan baik untuk produksi barang dan jasa, diperlukan penetapan akan standar operating prosedur yang ada untuk aktifitas yang krusial dan rutin, sehingga karyawan akan dengan mudah mempelajarinya dan membacanya jika diperlukan.

 

  1. Hambatan-hambatan Dalam Proses Produksi
  2. Jadwal produksi

Jadwal produksi sangat krusial bagi susksenya sebuah produk. Produksi merupakan satu proses yang panjang dan keterkaitan yang tinggi antar bagian mulai dari prediksi penjualan, pencarian bahan baku, pemesanan bahan baku, hingga pemesanan bahan penunjang. Jika salah satu bahannya tidak tersedia sesuai dengan jadwal maka keseluruhan proses produksi akan terganggu.

  1. Jumlah produksi

Terjadinya kelebihan produksi akan menjadi biaya tambahan akibatnya bukan saja apa yang diproduksi tidak laku tatapi juga bisa menimbulkan kerugian.

  1. Skala produksi

Ada kalanya kita menyimpulkan bahwa semakin banyak produksi akan semakin laku dan semakin efesien seperti prinsip biaya tetap produksi, akan tetapi biaya tetap produksi memiliki skala maksimum juga. Seperti mesin produksi jika kita paksakan produksi terus dan tidak ada masa perawatan bisa berakibat fatal.

  1. Kontrol kualitas

Pengawasan akan kualitas produk sangat penting, hampir semua pabrik menyediakan bagian yang diberikan nama quality control atau QC.

 

  • Produk cacat

Pembuangan produk cacat juga wajib di kontro agar tidak terjadi hal-hal yang merusak reputsi perusahaan dan prosuk. Dalam bebrapa produk, melakukan penarikan kembali produknya karena produknya cacat sring kita dengar.

SKB ( bagian 4) Aspek Manajemen dan SDM

Posted in Uncategorized on June 12, 2013 by shelmi

Aspek Manajemen

Aspek manajeman merupakan faktor yang terpenting. Diaspek inilah ide pengembangan usaha akan menjadi kenyataan di bawah kepemimpinan sebuah tim manajemen. Pada saat awal, manajemwen akan menentukan visi, misi dan nilai – nilai dasar dari perusahaan. Visi dan misi akan manjadi pegangan dan arahan seluruh organisasi bergerak dalam pencapaian tujuan. Nilai – nilai dasar akan menjadi pegangan bagi seluruh anggota organisasi dalam menjalankan usaha.

Ketiga hal tersebut di ataslah, yang akan membentuk budaya organisasi, budaya yang agresif, budaya yang kekeluargaan, budaya yang kompetitif, budaya yang invidualistis.

  1. Planning

Perencanaan merupakan tahapan pertama bagi sebuah tim manajemen dalam menjankan pungsinya. Perencanaan ini meliputi perencanaan bisnis mulai dari pruduksi, perencanaan anggaran keuanggan, sampai dengan biaya –biaya produksi, penjualan dan administrasi. Dalam menyusun perencanaan, adfa beberapa pendekatan yakni :

  1. Pendekatan dari atas ke bawah
  2. Pendekatan dari bawah ke atas
  3. Pendekatan bersama – sama

Dalam penyusunan sebuah studi kelayakan,perlu disusun nya sebuah perencanaan anggaran jangka pendek sampai minilmal jangka menengah, jika tidak bisa merencanakan anggaran jangka panjang.

  1. Perencanaan jangka pendek
  2. Perencanaan jangka menengah
  3. Perencanaan jangka panjang

Dalam beberapa kondisi tertentu, perencanaan ini di perlukan untuk restrukturisasi utang sampai sebuah hutang bisa lunas. Adapun jenis – jenis perencanaan yang harus di siapkan sebelum sebuah usaha dimulai, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Rencana pemasaran

Rencana ini berisi tentang target pasar, karakteristik produk, strategi harga, cara penjualan, salurn distribusi dan strategi promosi.

  1. Rencana keuangan

Rencana ii berisikan sumber pendanaan, kelayakan secara keunagan, proyeksi arus kas, proyeksi neraca, proyeksi laba rugi.

  1. Rewncana produksi

Dalam rewncan ini akan di cantumkan mengani rencana produksi, rencana keperluan  bahan baku, bahan penunjang danrencana hasil produksi.

  1. Rencana sumber daya manusia (Man Power Planning )

Rencana sumber daya manusia mencantumkan akan keperluan jumlah sumber daya manusia yang di perlukan dan waktu kapan di perlukannya.

 

  1. Organizing

Organizing menyangkut pengorganisasian sumber daya yang terarah, sehingga tercipta sebuah orkestra yang harmonis guna mancaopai tujuan yang di inginkan. Berikut ini adalah beberpa bentuk organisasi :

  1. Organisasi garis

Organisasi ini merupakan organisasi garis paling sederhana dalam menjalankan tugasnya, dengan jumlah karyawan yang sedikit dan organisasi yang kecil.

  1. Organisasi fungsional

Organisasi ini di bentuk atas dasar fungsi masing – masing bagian atau kelompok dalam menjalankan tugasnya.

  1. Organisasi staf

Organisasi ini merupakan pengembangan dari organisasi garis, dimana para pengambil keputusan memerlukan beberapa staf untuk memberikan nasehat kepadanya seblum mengambil keputusan.

  1. Matriks

Sejalan semakin kompleknya sebuah organisasi maka munculah organisasi matriks yang mana seorang menejer bisa melapor kepasa dua orang atasan karna fungsi dan dudukannya. Dala penentuan organisasi tipe apa yang akan kita gunakan, kita perlu mempertimbangkan beberapa hal yakni :

  1. Pendelegasian wewenang

Penentuan akan wewenang dalam sebuah organisasi, apakah dalam bentuk sentralisasi wewenang ataupun dalam bentuk desentralisasi wewenang.

  1. Pembagian kerja

Pembagian kerja yang jelas antar bagian akan memudahkan dalam memilih organisasi seperti apa yang akan di bentuk.

  1. Koordinasi

Perlu koordinasi antar bagian yang melakukan kegiatan termasuk tersedianya forum komunikasi formal dan informal.

  1. Sistem komunikasi

Semakin lebar dan panjang jenjang organisasinya, semakin sulit terjadinya komunikasi antar bagian.

  1. Rentang kendali

Jumlah bawahan dalam satu organisasi perlu di pertimbangkan, semakin banyak jumlah bawahan maka semakin tidak efesien rentang kendali.

  1. Jenjang organisasi

Jenjang organisasi juga penting, semakin tinggi jenjang organisasi makan komunikasi semakin sulit.

  1. Fleksibilitas

Organisasi harus cukup fleksibel dan sesual dengan perkembangan jaman, organisasi juga tidak bisa kaku.

  1. Kompetensi pasar

Organisasi juga harus sesuai dengan kompetensi pasar dan reaksi terhadap permintaan konsumen.

 

  1. Leading

Dalam tahapan ini kepemimpinan menjadi faktor terpenting bagaimana memotofasi, mengarahkan dan menggerkan semua faktor organisasi yang ada untuk mencapai sasaran. Pemimpin juga di katagorikan dalam beberapa tipe seperti :

  1. Autocratic

Wewenang ada pada level pengambi, keputusan, bawahan memiliki sedikit wewenag maupun kemampuan untuk mempengaruhi keputusan pimpinan.

  1. Free rein

Tipe ini cenderung kebalikan dari autocratic dan mendelegasikan hampir semua wewenag kepada lever bahawan untuk mengambil keputusan.

  1. Participative

Meminta masukan dari bawahan dalam pengambilan keputusan aklan tetapi keputusan akhir tetap ada pada pimpinan.

 Manajemen memerlukan empat keahliaan untuk menunjukan kinerja yang baik

  1. Keahlian konseptual
  2. Keahlian interpersonal
  3. Keahlian teknis
  4. Keahlian pengambilan keputusan

 

  1. Controlling

Dalam kenyataanya pelaksanan harus selalu diikuti denga pengawas atau perbandingan kedalam rencana awal. Pelaksanan akan selalu menimbulkan hal –hal yang belum di perkirakan dalam perencanaan awal, yang mana bisa menimbulkan biaya –biaya tambahan mauoun resiko- resiko tambahan.

Beberapa organisasi besar membentuk beberapa bagian yang berfungi untuk mengendalikan fungsi organisasi seperti bagian internal kontrol, audit dan juga bagian antisipasi resiko, selain itu untuk perusahaan publik juga menunjuk anggota direksi yang independen dan juga anggota komisaris yang independen.

 

 

 

 

 

Bab 7

Aspek Sumber Daya Manusia

Dalam setiap pelaksanaan ide usaha, kita pasti memerlukan adanya aspek sumber daya yang akan menjalankan usaha atau ide menjadi usaha. Dalam beberapa perencanaa sumber daya manusia, perlu menganalisis hal-hal berikut:

 

  1. Desain Pekerjaan

Setelah penentuan organisasi, maka kita akan menjalankan design pekerjaan apa saja yang diperlukan untuk menjalankan organisasi. Perusahaan di bidang jasa akan sangat berbeda dengan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur, apalahi untuk manufaktur teknologi tinggi.

 

  1. Deskripsi Pekerjaan.

Deskripsi pekerjaan wajib dilakukan menggingat fungsi setiap departemen harus jelas, tidak terjadi tumpang tindih dalam kegiatan pekerjaan dan menghindari adanya pengulangan pekerjaan yang sama oleh bagian yang berbeda.

 

  1. Job Value

Tujuan dari job value adalah penentuan nilai jabatan dengan kapasitas atas orang yang diperlukan. Nilai jabatannya akan dihubungkan dengan penghasilan yang akan diterima dengan tunjangan-tunjangan yang akan diterima, termaksud juga kesempatan jenjang karier.

 

  1. Kapasitas Sumber Daya Manusia

Kapasitas akan menentukan produktivitas dan profitabilitas perusahaan, kapasitas yang sesuai dengan kemampuan produksi perusahaan menjadi sanggat penting.

 

  1. Rekrutmen

Pencarian sumber daya manusia menjadi penting karena disinilah dimulainya tahapan pertama penggenalan usaha kita. Sumber daya yang tepat akan bertumbuh di posisi yang tepat dalam organisasi yang tetap.

Perusahaan akan menentukan kriteria penyeleksian karyawan baru baik untuk nilai indeks prestasi waktu kuliah, harus lulus psikologi test dan wawancara serta harus lulus test kesehatan.

Dalam rekrutmen perusahaan juga harus menganut beberapa hal yang harus diperhatikan seperti misalnya:

  1. Pemberian kesempatan yang sama untuk semua golongan dan ras
  2. Pemberian kesempatan kepada kelompok wanita untuk bisa serta kerja dengan kaum pria
  3. Memperhatikan himbauan pemerintah setempat untuk mempekerjakan karyawan yang berasal dari daerah setempat

 

  1. Productivity

Setelah seseorang bergabung dalam organisasi, maka produktivitasnya menjadi perhatian kita, karena konstribusi positif daripada setiap individu akan menghasilakan organisasi yang positif dan bertumbuh.

Sejalan dengan kapasitas yang sesuai, maka produktivitas menjadi penting karena pengukuran produktivitas harus terprnuhi agar perusahaan efisien.

 

  1. Training and Development

Sejalan dengan tuntutan lingkungan dan perkembangan teknologi, maka setiap sumber daya semetinya diberikan pelatihan dan pengembangan yang sesuai dengan tuntutan jaman dan pekerjaan. Pelatihan dan pengembangan juga akan membawa apresiasi kepada sumber daya manusia karena merasa dihargai dan dibimbing.

Pelatihan bisa diberikan dalam bentuk soft skil dan hard skil. Soft skil adalah pelatihan untuk memperkaya pengetahuan karyawan akan hal-hal yang berhubungan dengan personal karywana seperti motivasi. Sedangkan hard skil lebih ke pelatihan yang berhubungan langsung dengan pekrjaan agar bisa bekerja lebih lagi dari waktu ke waktu.

 

  1. Performance Appraisal

Biasanya dalam masa setahun, setiap karyawan akan mengalami masa-masa konsultasi dengan mendapatkan umpan balik dan kinerja yang dicapai selama masa waktu tertentu. Dalam penilaian karyawan ini, yang dinilai tidak semata-mata pencapaian hasil yang kuantitatif tapi juga faktor-faktor process dan kuantitati lainnya. Yang akan dinilai ada faktor kepuasan konsumen, cara management dan juga kerja sama team.

 

  1. Compensation and Benefit

Dalam setiap industri pasti terdapat struktur kompetisi yang akan diberikan kepada karyawannya. Setiap perusahaan harus bisa memberikan kompetisi yang kompetitif kepada karyawannya yang terbaik. Selain gaji dasar, perusahaan juga akan memberikan tunjangan-tunjangan yang disesuaikan dengan tingkat jabatan dan kompetisi di pasar.

Selain tunjangan, perusahaan juga biasanya memberikan tunjangan kesehatan, tunjangan jamsostek dan tunjangan dana pensiun. Biasanya juga karyawan yang berperstasi bagus akan diberikan bonus pada akhir tahun.

 

  1. Career Planning

Selain pengembangan akan kemampuan karyawan, perlu diperhatikan juga penggembangan karir yang akan dicapai karyawan. Sebelum penentuan karir, perusahaan biasanya juga akan mengkatagorikan karyawan kedalam beberapa kelompok misalnya kelompok bintang. Kompensasi dan tunjangan-tunjangan bukan satu-satunya yang dicari karyawan, mereka juga ingin mencapai kemajuan untuk dipromosikan ke jabatan yang semakin tinggi, maka diperlukan sebuah perencanaan karir yang lebih jelas untuk setiap individu yang ada dalam perusahaan, khusunya untuk karyawan yang sangat bagus.

 

  1. Retrenchment

Setelah seorang karywan berbakti dalam waktu tertntu, maka karywan juga akan memasuki tahapan berpisah yakni pensiun. Dalam hal pemutusan hubungan kerja ini, perusahaan semestinnya memberikan kompensasi yang sesuai baik itu uang jasa maupun uang pisah sesuai dengan perundang-undang berlaku.

Dalam rangkan memgembangkan dan mempertahankan karyawan agar karyawan tidak mudah tertarik untuk pindah kerja keperusahaan lain, selain memberikan kompensasi dan tunjangan, karyawan juga bisa di motivasi dengan

  1. Memperluan cangkupan pekerjaan (job enlargement)
  2. Rotasi pekerjaan (job rotation)
  3. Pemberdayaan dan partipasi management
  4. Open book management

Pada saat ini, perusahaan memiliki dua jenis kerja sama dengan karyawan takni:

  1. Karyawan telah berpengalaman kerja biasanya akan diterima dengan memberikan masa percobaan selama 3 bulan untuk melihat perstasi kerjannya.
  2. Karyawan yang belum berpengalaman akan diterima dengan masa kerja kontrak untuk masa tertentu seperti 12 bulan misalnya. Kontrak bisa diperpanjang dengan maksimal satu kali untuk jangka waktu yang sama dengan sebelumnya.

Selain kedua tipe tersebut, beberapa perusahaan menempuh cara out sourcing untuk pekerjaan yang di anggap penting, biasanya out sourcing yang dilakukan seeperti untuk bagian keamanan perusahaan, bagian general affaier tetapi ada juga untuk bagian pembayaran gaji.

Semua hal tersebut dilakukan harus sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dimana saat ini yang berlaku adalah undang-undang No.13 tahun 2003.

 

 

 

 

SKB ( bagian 3) aspek Industri, Pasar dan Pemasaran

Posted in Uncategorized on June 12, 2013 by shelmi

           Aspek Industri

Setiap perusahaan dipastikan berada dalam satu struktur industri persaingan yang memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan industri lainnya, terkecuali kalau perusahaan tersebut memang melakukan monopoli sehingga hanya ada satu perusahaan dalam satu industri.

Sebagai titik awal setelah penemuan akan ide, maka kita wajib menentukan visi dan misi dari produk atau perusahaan kita ini, karena hal ini yang nantinya membedakan usaha atau produk kita dengan kompetitor terdekat kita.

Penentuan visi dan misi yang jelas dan tepat, akan menentukan posisi kompetisi kita di industri persaingan dan membedakan barang atau jasa yang kita tawarkan dengan pesaing terdekat. Bila didalam barang dan jasa kita terdapat sebuah jiwa visi dan misi kita, maka setiap produk atau jasa kita akan dengan mudah dikenali dan dibeli oleh konsumen.

Penentuan stategi usaha dan bisnis model menjadi penting, karena hal ini akan menentukan semua aspek studi kelayakan usahan selanjutnya, jika salah penentuan maka kita akan tejebak dalam analisa yang keliru juga.

  1. Persaingan Industri

Agar tidak terjebak dalam kompetisi yang ada maka kita wajib untuk menentukan posisi pasar kita.

  1. Kekuatan dan Penawaran Pembeli

Setelah mengetahui mengenai struktur persaingan yang telah ada, maka tahapan berikutnya adalah mengganalisa bagaimana kekuatan dan penawaran pembeli. Jika pada industri, yang mana pembeli mempunyai kekuatan yang menentukan pilihan dan industri yang sanggat kompetitif dan efesien, dimana diperisisasi produk sanggat kecil perbedaanya dan pembeli dengan mudah menggantikan suplayer dari yang satu ke yang lainnya, maka perusahaan baru yang akan masuk perlu mempertimbangkan dengan sanggat matang. Sebaliknya untuk industri yang kekuatan pembeli masih lemah, maka secara tidak langsung kekuatan penjual masih kuat, dan memunggkinnkan keuntungan yang didapatkan lebih tinggi, sehingga industri ini memunggkinkan untuk dimasuki.

 

  1. Bentuk Barang Subsitusi

Di samping persainggan industri dan kekuatan pembeli, maka selanjutnya adalah barang subsitusi yang ada untuk produk yang akan ditawarkan, dan bagaimana stategi dan kompetisi dari barang subsitusi yang ada termasuk bauran pemasarannya. Kita menggenal adanya Ipot yang mana bentuknya jauh lebih kecil dan juga data pemuatan lagu yang banyak. Setelah munculnya Ipot maka banyak juga perusahaan pembuat alat telekomunikasi seperti Handphone juga memberikan vitur untuk memutar lagu.

Selain produk, penjualan jasa juga ada yang subsitusi, kita jika membeli voucer handphone prabayar kita bisanya bisa membeli di kios telekomunikasi atau wartel. Akan tetapi pada saat ini beberapa bank juga menawarkan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sebagai salah satu tempat pembelian voucer handphone.

  1. Kekuatan Suplayer

Selanjutnya bagaimana dengan kekuatan suplayer bahan baku, apakah ada perusahaan yang sebenarnya telah terjadi integrasi vertikal, sehingga perusahaan lain yang masuk sebenarnya sanggat tergantung pada suplayer yang monopoli atau oligopoli.

  1. Kemampuan Pesaing Baru Untuk Masuk

Selain keempat hal tersebut diatas, selanjutnya perlu dipertimbangkan akan hambatan dalam industri untuk jangka pendek, menenggah dan panjang. Jika dalam janggak pendek, industri ini sanggat tidak mudah dimasuki, maka kompetisi akan sedikit, sehingga profitabilitas akan mengguntungkan.

Sebelum kita memutuskan untuk masuk dalam industri seperti apa, maka kita perlu menentukan terlebih dahulu menggenai bisnis model atau model usaha yang akan dijalankan. Dalam hal ini termaksud penentuan misi dan visi dari usaha kita. Visi dan misi produk atau usaha, harus jelas dan harus bisa diturunkan kepada seluruh jajaran manajemen dan karyawan. Jika visi dan misi tidak jelas, maka perjalanan perusahaan akan menggalami kebinggunggan kompetisi dan posisi didalam industri, sehinggta kita akan kehilanggan arah persainggan dan mejadi tidak fokus pada produk apa yang sebenarnya kita jual

 

Aspek Pasar

  1. Penggertian Pasar

Pasar merupakan tempat berkumpul para penjual yang menawarkan barang ataupun jasa kepada para pembeli yang mempunyai keingginan dan kemampuan untuk memiliki barang atau jasa tersebut hingga terjadinnya kesepakatan transaksi atau transfer atas kepemilikan barang atau kenikmatan jasa.

 

  1. Permintaan dan Penawaran

Permintaan disini merupakan perkiraan akan kemunggkinan kebutuhan konsumen yang bisa kita penuhi dengan produk kita. Penawaran merupakan jumlah produk yang akan kita tawarkan kepada pasar berdasarkan kemampuan produk kita, perkiraan akan permintaan dan penawaran sanggat diperlukan terutama akurasinnya, jika permintaan melebi penawaran, maka konsumen aka kecewa dan berdampak jelek pada proses berikutnya. Sebaliknya juka penawaran melebihi permintaan, juga akan tidak baik, karena kerugiian financial akan muncul, karena barang akan menjadi bertumpuk dan tidak laku, akhirnya kiyta harus meberikan discount atau harus dibuang jika barangnnya telah kadarluasa.

Permintaan barang dan penawaran produk akan ditentukan oleh hal-hal sebagai berikut:

  1. Nilai produk yang diberikan kepada konsumen

Setiap produk harusnya memberikan satu nilai kepuasan kepada konsumen yang memakainnya atau menikmatinya.

  1. Harga yang dikenai kepada konsumen

Harga ini akan dihubungkan dengan nilai kepuasan yang dinikmati, semakin tinggi nilai kepuasan maka meninggkat pula kesedian konsumen untuk membelu dengan harga lebih.

  1. Harga produk sejenis maupun subsitusi

Sebuah produk bisa dihargai lebih kalau produk tersebut memberikan nilai lebih dibandingkan produk sejenis maupun produk subsitusinya.

  1. Kualitas produk yang ditawarkan

Kualitas produk yang ditawarkan akan mempernggaruhi juga hargannya dan permintaan. Harga rendah dengan kualitas rendah bisa laku diminati oleh konsumen yang memang memerlukan produk tersebut. Sebaliknya jika harga tinggi dan kualitas super maka permintaan akan juga meninggkat.

  1. Teknologi yang dipergunakan

Untuk beberapa jenis produk, teknologi memegang peranan penting, maka teknologi yang dipakai akan sanggat mempenggaruhi biaya produksi, dengan biaya produksi yang tinggi, amak harga penjualan akan tinggi. Akibatnya permintaan dan penawaran akan ikut terpenggaruhi juga.

 

  1. Bentuk Pasar

Untuk katagori pasar, bisa dibagi kedalam dua katagori yakni katagori pasar produsen dan pasar konsumen.

Pasar produsen dikatagorikan sebagai berikut:

  1. Pasar Persaingan Sempurna
  2. Pasar Monopoli
  3. Pasar Ogopoli
  4. Pasar Persaingan Monopolistik

Dari segi konsumen, maka pasdar bisa digolongkan ke dalam beberapa pasar konsumen sebagai berikut ini:

  1. Pasar Konsumen
  2. Pasar Industri
  3. Pasar Penjual Kembali
  4. Pasar Pemerintah

 

  1. Meramal Permintaan
    1. Mengukur permintaan dan penawaran pasar saat ini.

Sebelum melakukan suatu usaha, kita perlu mempelajari permintaan dan penawaran pasar saat ini. Bagaimana dengan kondisi pasar saat ini, apakah over supply atau under supply. Salah satu cara paling memudahkan melihat permintaan penawaran saat ini adalah melihat sales turnover daripada produknya.

  1. Meramal permintaan mendatang

Untuk memulai peramalan permintaan, kita perlu melakukan penelitian dengan

  1. Sumber dari internal
  2. Sumber dari eksternal
    1. Sumber konsumen sendiri

 

Aspek Pemasaran

  1. Proposisi Nilai Produk atau Jasa di Pasar

Kita perlu menentukan proposisi nilai (value proposition) produk atau jasa pesaing kita di pasar, melalui:

  1. Segmentasi

Kita perlu menentukan dengan jelas segmentasi dipasar, segmen seperti apa yang ada dan yang akan kita masuki. Beberapa jenis segmentasi, yaitu:

  1. Segmentasi geographis
  2. Segmentasi demographis
  3. Segmentasi psikotrapis
  4. Segmentasi perilaku
  5. Pasar Target

Pasar sasaran di kata gorikan dalam tiga kelompok, yakni:

  1. Pemasaran serba sama
  2. Pemasaran serba aneka
  3. Pemasaran terpadu
  4. Posisi Pasar

Dalam sebuah pasar, kita bisa memposisikan produk kita dan perusahaan kita, mau mencari posisi apa, apakah kita ingin menjadi market lider, atau follower ataupun juga hanya main di market niche. Semua posisi pasar tersebut akan menentukan stategi produk kita maupun bauran pemasaran yang akan kita lakukan. Guana menentukan posisi pasar, kita harus menggetahui juga menggenai kemampuan bersaingnya produk kita dibandingkan dengan pesaing.

 

  1. Sikap, Perilaku dan Kepuasan Konsumen

Selanjutnya kita akan menentukan bagaimana sikap konsumen, perilaku konsumen, kepuasan konsumen dalam pasar ini.

  1. Sikap konsumen

Sikap konsumen didasarkan pada hal-hal di bawah ini :

  1. Karakteristik sikap
  2. Sumber sikap
  3. Fungsi sikap
  4. Komponen sikap
  5. Perilaku konsumen

Perilaku konsumen merupakan suatu proses yang dinamis ditunjukan dalam bentuk peilaku yang diperlihatkan oleh konsumen baik perorangan maupun kelompok dalam mencari, mengevaluasi, membeli, menggunakan dan membuang suatu produk, jasa dan ide yang mereka harapkan akan memuasakan kebutuhan mereka. Adapun beberapa karakteristik yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah :

  1. Faktor budaya
  2. Faktor sub budaya
  3. Faktor sosial
  4. Faktor kepribadian
  5. Faktor psikologi
  6. Kepuasan konsumen

Kepuasan konsumen merupakan sebuah ukuran dari apa yang dirasakan oleh konsumen setelah menikmati atau menggunakan produk yang kita jual.

 

  1. Bauran pemasaran

Setelah jelas dengan segmentasi, target dan posisi pasar, maka selanjutnya adalah penentuan strategi pemasaran. Dalam hal ini kita perlu menentukan :

  1. harga

atas dasar struktur harga di pasar saat ini, dan kualitas yang ada, maka selanjutnya kita akan menentukan strategi harga untuk produk kita.

Ada beberapa hal yang akan mempengaruhi posisi harga yakni :

  1. Tujuan dalam menentukan posisi pasar
  2. Tujuan memaksimalkan laba
  3. Tujuan merangsang permintaan barang
  4. Tujuan mempengaruhi persaingan
  5. Promosi

Kita juga harus menentukan mengenai promosi yang ada, bagaimana efesiensi dan efektifitas komunikasi yang ada sekarang, dan bagaimana dengan rencana komunikasi yang kita lakukan serta bagaimana penyampaiaan informasi sehingga bisa sampai ke konsumen dan menjadikan pembelian.

  1. Produk

Produk akan menjadi hal yang penting, karna produk akan dinikmati oleh para konsumen sehingga penentuaan kualitas dan kuantitas sangat prusial. Setiap produk memiliki siklus hidup produk (product life cycle) siklus hidup produk bisa dikatagorikan sebagai berikut ;

  1. Tahap pengenalan ( Introduction )
  2. Tahap pertumbuhan ( Growth )
  3. Tahap kedewasaan ( Maturity )
  4. Tahap menurun ( Decline )
  5. Pleace

Jalur distribusi produk dan jasa akan menentikan sukses tidaknya penyampaian samopai ke tangan konsumen. Kalau jalur distribusi terlalu jauh makan biaya akan menjadi mahal dan memerlukan waktu yang panjang. Berikut ini adalah beberapa contoh jalur distribusi :

  1. Produsen langsung ke konsumen
  2. Produsen – retailer – konsumen
  3. Produsen – distributor – retailer – konsumen

Untuk jasa, selain keempat bauran pemasaran tersebut di atas, kita juga mengenal adanya tambahan tiga bauran pemasaran lainnya yakni :

  1. People

Untuk jasa, halini menjadi penting untuk kita pelajari dalam studi kelayakan, bagaimana pasar yang ada dan bagaimana kemampuan orang dalam memproduksi jasa.

  1. Physical

Jasa biasanya akan mengundang kosumen untuk datang dan langsung meniknmati jasa di tempat, sehingga lokasi atau tempat terjadi transaksi menjadi sangat penting karna konsumen harus merasakan cukup nyaman saat terjadi transaksi.

 

 

 

  1. Process

Setelah orang dan physical, proses, mengingat jasa itu adalah senuah pengalaman dan kenikmatan langsung oleh konsumen, maka kita perlu siapkan sebuah proses yang nyaman buat konsumen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 54 other followers