“Womenomics”

Womenomics merupakan peristiwa yang fenomenal tentang meningkatnya peran wanita dalam perekonomian dunia. Bukan hanya pertambahan jumlah tenaga kerja wanita, meningkatnya pengaruh wanita dalam perekonomian global juga disebabkan oleh meningkatnya peran wanita sebagai konsumen, pengusaha, manajer, dan investor. Sebagai konsumen, kekuasaan wanita dalam pengambilan keputusan konsumsi rumah tangga makin besar. Posisi-posisi kunci di pemerintahan berbagai negara dan perusahaan besar juga makin banyak diduduki wanita. Selain itu, dalam kenyataannya, memang makin banyak perempuan berada di posisi-posisi penting sebagai pengambil keputusan

Dalam kancah Global Peranan wanita makin diperhitungkan. Terbukti bahwa kepiawaian wanita Indonesia dalam bekerja makin diakui perusahaan-perusahaan multinasional. Negara kita pernah di pimpin oleh seorang wanita yaitu Megawati Soekarnoputri, Dalam bisnis kita mengenal sosok Moeryati Soedibyo, menteri keuangan kita saat ini Sri Mulyani, di Bank Sentral kita mengenal Miranda Swaray Goeltom selaku deputi Gubernur BI. Di dalam bisnis kita mengenal sosok Alm. Annita Roddick sebagai CEO The Body Shop, sebuah perusahaan kosmetik yang dipuja oleh para wanita. Perusahaan ini terkenal karena produk-produknya yang cinta dan ramah lingkungan dan menentang animal testing untuk percobaan kosmetik pada binatang. Dan banyak lagi para wanita hebat kalau kita sebutkan satu persatu.

Mingguan The Economist (April 2006) dalam artikelnya yang bertajuk “ A Guide to Economics” berpendapat, masa depan ekonomi dunia makin berada dalam genggaman wanita. Alasannya, saat ini partisipasi wanita dalam lapangan kerja makin besar. Statistik menunjukkan, jika sebelumnya hanya sepertiga, sekarang dua per tiga lapangan kerja di Amerika Serikat diisi oleh kaum wanita. Meningkatnya jumlah tenaga kerja wanita itu juga terjadi di banyak negara, baik di negara maju maupun di negara sedang berkembang. Banyak perusahaan-perusahaan yang jeli melihat potensi yang belum dimanfaatkan, yaitu ibu-ibu yang ingin fleksibel jam kerjanya. Di beberapa negara seperti Amerika dan India, Bisnis Call Center, Penerjemah, dan Outsourcing Office banyak dilakukan oleh wanita yang terdidik (berpendidikan) dari dalam rumah mereka. Saat ini ada kecenderungan membuat rumah sebagai kantor. Sehingga mereka bekerja dan sekaligus bisa mengawasi dan bermain dengan anak dirumah

Berdasarkan pengalaman saya mengajar dibeberapa perguruan tinggi ekonomi juga terlihat lebih banyak wanita daripada pria. Wanita juga lebih cepat masa studinya dibanding masa studi pria. Artinya dunia bisnis dimasa depan akan banyak di pengaruhi oleh wanita.

Mohammad Yunus, penerima Nobel Perdamaian, Pendiri sekaligus Managing Director Grameen Bank, Bangladesh, dalam kuliahnya diIstana Negara, Jakarta di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan seluruh anggota Kabinet Indonesia Bersatu menegaskan dalam makalah tidak tertulisnya yang diberi judul We Can Put Poverty into Museums.

Dalam paparannya di hadapan para petinggi pemerintah, Yunus mengingatkan pentingnya peranan bank untuk mengentaskan rakyat miskin. Belajar dari pengalamannya, diperlukan langkah berani untuk memihak kepada kalangan rakyat miskin. Ia sendiri tergugah untuk mendirikan Grameen Bank yang dikenal sebagai bank bagi rakyat miskin di pedesaan setelah mengetahui bank konvensional tak mau membantu rakyat miskin.

Bank konvensional hanya terpaku pada prinsip-prinsip standar. Bank hanya mau memberi pinjaman berdasarkan kekayaan yang dimiliki nasabahnya. Sementara, rakyat miskin tidak memiliki apa pun yang bisa dijaminkan di bank. Karena itulah, ia berani mendirikan Grameen Bank dengan prinsip-prinsip yang bertolak belakang dengan bank konvensional. Kalau bank konvensional membidik nasabah laki-laki, maka dia menarget nasabah wanita. Uang yang dimobilisasi Grameen Bank selalu disalurkan untuk penduduk miskin, terutama wanita, di pedesaan setempat

Dari paparan diatas terlihat bahwa peranan wanita dalam sektor perekonomian sangat penting. Jika selama ini kita mengganggap bahwa wanita adalah beban ekonomi dalam rumah tangga ternyata persepsi kita salah, justru Mohammad Yunus, berhasil membuktikan bahwa Grameen Bank berhasil karena nasabahnya kebanyakan wanita dan karena ini ia mendapatkan hadiah nobel. Bagaimana Menurut Anda ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: