Keadilan Upah

Dalam dunia bisnis upah selalu menjadi pembahasan yang tak pernah selesai. Bila kita perhatikan kebanyakan perselihan yang terjadi antara pengusaha dan pekerja disebabkan oleh masalah yang terkait dengan upah/pengupahan Ada berbagai sudut pandang mengenai upah yang bisa dilihat dari bebragai sudut pandang dan kepentingan masing-masing.

Bagi karyawan/pekerja/buruh upah merupakan sumber penghasilan utama dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya serta cerminan kepuasan kerja. Sehingga naiknya upah merupakan angin segar untuk bisa tetap bertahan hidup ditengah-tengah harga yang terus melambung tinggi. Ketika para buruh hanya memiliki sumber pendapatan berupa gaji (upah) maka pencapaikan kesejahteraan tergantung kepada kemampuan gaji memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Dalam kenyataanya jumlah gaji relatif tetap, sementara itu kebutuhan hidup yang selalu bertambah (adanya bencana, sakit, sekolah, tambah anak, harga barang naik, listrik, telepon, biaya transportasi, dan

lain-lain.) Hal ini menyebabkan kualitas kesejahteraan rakyat (termasuk buruh) semakin rendah.

Bagi pengusaha, upah sebagai bagian dari biaya produksi, sehingga harus dioptimalkan penggunaannya dalam meningkatkan produktivitas kerja. Kenaikan upah berarti kenaikan biaya produksi, kenaikan biaya produksi akan berpengaruh terhadap harga pokok produksi. Harga pokok produksi akan berpengaruh terhadap harga pokok penjualan atau harga jual suatu produk. Dalam ilmu ekonomi semakin tinggi harga jual berarti demand (permintaan pelanggan) akan semakin turun. Turunnya demand akan berdampak pada penerimaan penjualan yang berarti pendapatan perusahaan akan menurun . akibatnya pengusaha sering mengeluh karena upah terus naik, padahal kenaikan tersebut merupakan sebuah kewajaran agar sesuai dengan perkembangan inflasi dan situasi ekonomi.

Banyak juga pengusaha yang berfikir bahwa memberikan upah sesuai dengan UMP berarti telah memenuhi kesejahteraan karyawan/buruh sesungguhnya makna dan pengertian upah minimum adalah hanya merupakan jumlah paling kecil/minimum yang harus diberikan pengusaha kepada buruh atau jaring pengaman agar buruh tidak terperosok dalam ketidakberdayaannya di tengah pasar penggangguran yang berlimpah di negeri ini. Sehingga walaupun pengusaha punya kemampuan untuk membayar lebih mereka juga enggan untuk membayar lebih. Kalaupun membayar lebih biasanya dibarengi dengan jam kerja lembur. Karyawan/buruh jarang sekali mendapat bonus jika harga jual atau pendapatan meningkat.

Bagi pemerintah melihat upah, di satu pihak, untuk tetap dapat menjamin terpenuhinya kehidupan yang layak bagi pekerja dan keluarganya, meningkatkan produktivitas pekerja dan meningkatkan daya beli masyarakat. Di lain pihak, untuk mendorong kemajuan dan daya saing usaha. Ada pandangan Upah yang rendah merupakan daya saing suatu bangsa/daerah sehingga akan mendorong investor untukberinvestasi di suatu daerah.

Ketiga sudut pandang ini akan terus saling tarik menarik. Biasanya menjelang hari buruh ( may day) atau pergantian tahunan isu ini akan selalu muncul dan menjadi pembahasan yang tak pernah selesai. Akan terjadi loby dan tawar menawar antara buruh yang diwakili serikat buruh dan pengusaha yang diwakili asosiasi pengusaha dalam menetapkan upah minimum provinsi. Bagaimana Menurut Anda

One Response to “Keadilan Upah”

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: