Studi Kelayakan Bisnis (bagian 1)

Pendahuluan

Seiring dengan berkembanganya peradaban manusia, maka kebutuhan manusia akan semakin meninggkat. Awal terbentuknya pasar, hanyalah perdagangan bahan pokok makanan, kemudian kebutuhan sandang dan terakhir kebutuhan tertier, jadilah seperti pasar yang ada sekarang.

            Semakin bertumbuhnya pasar mengakibatkan semakin berputarnya roda perekonomian. Dengan pertumbuhnya perekonomian, semakin sejahtera manusia atau makmurnya sebuah masyarakat, maka kepuasan menjadi semakin tidak terbatas, maka timnullah permintaan akan barang dan jasa baru.

            Kepuasaan manusia tidak ada batasnya, selama kemampuan perekonomian manusia berkembang terus. Manusia memerlukan kepuasan yang berbeda dari masa ke masa dan mencari sensasi yang berbeda juga dari masa ke masa.

            Sebagai tanggapan terhadap kepuasan konsumen, maka timbullah motif untuk mencari keuntungan dengan berusaha memenuhi kepuasan tersebut. Motif di sini adalah bagaimana mencari keuntungan atau kekayaan dengan menggunakan sumber daya secara optimal.

Studi kelayakan usaha bisa disimpulakan untuk menentukan seberapa besar pengembalian sebuah investasi atau suatu aktivitas usaha dan implikasi usaha tersebut. Pengembaliannya adalahperbandingan antara input investasi dengan diperbandingkan dengan output yang akan dihasilakan dengan mempertimbangakan seluruh aspek yang perlu dijalankan. Studi kelayakan dilakukan sebelum usaha benar-benar dijalankan.Studi kelayakan tidak hanya perlu dijalankan untuk usaha baru, tapi juga produk baru yang akan dijalankan oleh perusahaan.

Aspek-aspek yang menjadi pertimbangan dalam studi kelayakan meliputi faktor internal perusahaan atau faktor yang kita miliki dan bisa dikontrol oleh internal kita dan faktor-faktor eksternal baik yang langsung maupun tidak langsung, yang tidak bisa di kontrol. Pada dasarnya untuk memulai sebuah usaha pelaku ekonomi memerlukan:

  1. Faktor Sumber Daya Alam

Sumber daya alam merupakan penyedia bahan baku yang akan dikelola menjadi bahan jadi, sehingga berguna bagi manusia.

  1. Faktor Sumber Daya Manusia

Dengan semakin berkembangnya peradaban, semakin canggih manusia menemukan cara pemuasan dan kehidupan yang lebih baik.

  1. Faktor Modal

Modal merupakan hal yang esensial untuk dimiliki sebelum dimulainya sebuah usaha, akan tetapi besar dan kecilnya modal tidak akan menjadi hambatan untuk memulai sebuah usaha.

  1. Faktor Kewiraswastaan

Diperlukan jiwa kewiraswastaan untuk memulai usaha, mengigat memulainya sebuah usaha selalu mengandung dua sisi, yakni berhasil atau gagal.

 

  1. Pengertian Usaha atau Bisnis

Usaha atau Bisnis didefinisikan sebagai sebuah kegiatan atau aktivitas yang mengalokasikan sumber-sumber daya yang dimiliki ke dalam suatu kegiatan yang menghasilakan barang atau jasa, dengan tujuan bisa dipasarkan kepada konsumen agar dapat memperoleh keuntungan atau pengembalian hasil.

 

  1. Pengertian Barang dan jasa

Barang merupakan sesuatu atau sebuah hasil produk yang berwujud yang dapat memberikan manfaat atau kepuasan secara langsung maupun tidak langsung kepada konsumen atau pembeli. Jasa adalah sesuatu yang tidak berwujud dalam bentuk sebuah aktivitas yang memberikan manfaat atau kepuasan kepada konsumen atau pembeli, yang bisa dikaitkan denga pembelian sesuatu barang atau jasanya.

 

  1. Motif Pengembangan Usaha

Perusahaan pada umunya akan selalu menginginkan tuk berkembang menjadi lebih besar dan lenih menguntungkan sebagaiman juga motif ekonomi setiap pribadi manusia. Untuk mengembangkan diri agar lebih besar, perusahaan akan memepertimbangkan menciptakan sinergi dengan usaha yang ada.

Bagi investor pribadi atau perusahaan investasi, bisa menempuh beberapa cara dalam pengembangan usaha seperti halnya

  1. Membuat perusahaan baru untuk memproduksi sebuah produk di pasar untuk ditawarkan ke pasar.
  2. Mengakui sisi perusahaan telah ada di pasar atau melakukan investasi dalam mebeli sebagian saham perusahaan tersebut.
  3. Meluncurkan produk baru yang akan ditawarkan ke pasar.
  4. Mengakui sisi produk yang telah di pasarkan tanpa perusahaannya, dimana mungkin produk tersebut telah dikenal akan tetapi belum maksimal.

 

  1. Definisi Studi Kelayakan

Studi Kelayakan adalah sebuah studi untuk mengkaji secara kompherensif dan mendalam terhadap kelayakan sebuah usaha.

 

  1. Manfaat Studi Kelayakan

Studi Kelayakan memberi manfaat bagi para pihak terkait dengan usaha yang akan dijalankan, sebagai berikut:

  1. 1.      Pihak Investor, ingin melihat berapa modal yang harus ditanamkan ditambah beberapa potensi dari pada usaha yang dijalankan dan juga nilai tambah yang bisa dihasilan seperti berapa tambahan pendapatan.
  2. 2.      Pihak Kreditor, sebagi pihak penyandang dana eksternal , ingin melihat resiko dana yang akan dipinjamkan dan juga kemampuan pengembalian dana pinjaman untuk jangka waktu beberapa lama dan juga kemampuan secara keseluruhan bentuk bisnis yang dijalankan.
  3. 3.      pihak Manajemen, sebagai pihak yang akan menjalankan usaha, maka pihak manjemen perlu melakukan perencanaan sumber daya yang diperlukan.
  4. 4.      Pihak Regulator, berkepentingan terhadap bentuk usaha yang dijalankan, industri yang akan dijalankan, dan dampak terhadap masyarakat maupun perekonomian nasional.

 

  1. Aspek-aspek Studi Kelayakan Usaha

Aspek yang perlu di perhatikan dapat dikata gorikan sebagai berikut:

  1. Aspek Industri

Menganalis struktur yang akan kita masuki, seperti persaingan yang telah ada, bagaimana dengan kekuatan dan penawaran pembeli, barang subsitusi yang ada, bagaimana kekuatan supplier bahan baku yang diperlukan juga bagaimana dengan kemapuan pesaing masuk ke dalam industri ini.

  1. Aspek Pasar

Semua bisnis pasti akan membutuhkan sebuah pasar, kalau basar tidak besar atau pasar mengalami penurunan, maka usaha yang akan dijalankan dipastikan akan mengalami hambatan untuk berhasil.

  1. Aspek Pemasaran

Aspek pemasaran dalam studi kelayakan akan mengkaji struktur produk atau jasa yang telah ada di pasar serta rencana produk atau jasa yang akan ditawarkan. Adapun pengkajiannya dapat ditinjau dari sisi:

  1. Value Proposition
  2. Bauran Pemasaran
  3. Perilaku Konsumen
  4. Aspek Keuangan

Untuk menentukan layak atau tidak layak sebuah usaha atau bisnis dijalankan setelah menelaah semua faktor produksi dijalankan.

  1. Aspek Manajemen

Terkait dengan fungsi koordinasi dan sinkronisasi antara semua faktor produksi yang ada.

  1. Aspek Produksi

Akan ditentukan sumber produksi sistem peroduksi sumber-sumber daya yang perlu diinvestasikan seperti bahan dasar maupun bahan penunjang lainnya.

  1. Aspek Sumber Daya Manusia

Akan digunakan dan kualitas sumber daya manusia juga berperan penting, termaksud juga dalam pengembangan, kompensasi, serta sistem penilaian karya sumber daya manusia.

  1. Aspek Lingungan

Usaha tidak akan bisa memisahkan diri dari lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

  1. Aspek Hukum dan Yuridis

Bentuk badan hukum usaha, peraturan-peraturan yang berlaku di industri tertentu, perusahaan-perusahaan keuangan yang berlaku.

 

 

  1. Tahap Studi Kelayakan

Sebuah studi kelayakan akan menempuh tahapan-tahapan sebagai berikut:

  1. Inisiatif pengembangan usaha
  2. Penelitian potensi inisiatif pengembangan usaha
  3. Evaluasi
  4. Penentuan
  5. Tahap perencanaan pelaksaan
  6. Pelaksanaa
  7. Tahap pelaksanaan usaha atau bisnis
  8. Tahap evaluasi terhadap perencanaan dibandingkan dengan kenyataan

Pelaksanaan sebuah studi kelayakan juga tidak boleh melupakan kepentigan dari pihak yang baik langsung maupun tidak langsun, yakni para stakeholeders yakni:

  1. Pemilil/Investor

Pihak yang paling berkepentingan karena modal dari pihak pemilik bisa sirna jika perusahaan merugi atau bangkrut.

  1. Kreditur

Pihak yang meminjam uang dan mengharapkan uang pinjaman bisa dikembalikan, jika tidak bisa dikembalikan, maka kreditur akan rugi.

  1. Manajemen

Pihak yang bertanggungjawab terhadap jalannya perusahaan sehari-hari.

  1. Karyawan

Pihak yang mengangtungkan hidupnya pada berjalannya perusahaan, jika terjadi pemutusan hubungan kerja, maka karyawan akan kehilangan sumber penghasilan.

  1. Supplier

Selain menjual produk kepada perusahaan, juga membertikan hutang dagang jangaka pendek kepada perusahaan, jika perusahaan mengalami masalah, maka supplier selain kehilangan pembeli juga bisa macetnya piutang dagang.

  1. Konsumen

Khususnya untuk produk pemakaina jangka panjang dan juga yang diberikan garansi, konsumen memiliki kepentingan perusahaan yang jangka panjang.

  1. Pemerintah

Ketidak stabilan suatu ekonomi, pada kondisi banyaknya perusahaan yang menghadapi masalah keuangan bahkan kebangkturan, akan membawa masalah bagi pemerintah.

  1. Masyarakat sekitar lingkungan

Perusahaan yang akan menjalankan usahanya juga secara tidak langsung menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar, jika perusahaan bermasalah, makan masyarakat sekitar juga mengalami masalah.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: