SKB (bagian 5) aspek tehnik dan produksi

Aspek Teknik dan Produksi

Analisi aspek teknik dan produksi bertujuan untuk menentukan bentuk teknologi yang akan dipakai dengan desain produk yang mau dipasarakan, kebutuhan investasi fisik baik itu mesin, lokasi, kendaraan maupun lainnya. Pada dasarnya aspek ini dapat dibagi kedalam tiga bagian utama, yakni:

  1. Penentuan produk yang akan diproduksi dan bagaimana memproduksinya
  2. Lokasi produksi yang akan digunakan dan layout
  3. Hambatan-hambatan yang perlu diperhatikan dalam menjalankan produksi

 

  1. Penentuan produk dan proses produksi

Rancangan produk adalah suatu proses yang melibatkan semua bagian di perusahaan, karena produk itu akan dipasarkan kekonsumen dan juga mempengaruhi harga dan biaya produksi. Dengan produk yang sudah disetujui dan mau diluncurkan, akan ditentukan keperluan material perunit, harga material perunit, kapasitas sumber daya manusia yang diperlukan, cara penjualan, harga dan keuntungan yang akan didapat.

  1. Lokasi produksi yang digunakan dan layout

Penentuan lokasi merupakan hal yang sangat penting untuk diprtimbangkan dengan baik dan mendalam dengan memperhatikan sumber daya yang mau dipakai baik sumber daya bahan baku, sumber daya manusia, transfortasi, dampak terhadap lingkungan sekitar, dan lainnya.

Begitu juga untuk produk jasa, penentuan lokasi sangat penting sehinga menjadikannya sebagai salah satu P yakni Physical apperance. Penentuan lokasi perusahaan didasarkan atas pertimbagan berikut:

  1. Dekat dengan sumber bahan baku yang akan diproduksi
  2. Dekat dengan sumber daya manusia
  3. Dekat dengan tarnsfortasi
  4. Lokasi sebagaimana ditetapkan oleh pemerintah
  5. Insentif pajak
  6. Harga properti
  7. Biaya tenaga kerja
  8. Sumber permintaan produk
    1. Site analysis

Perlu pengkajian yang sangat mendalam sebelum mebangun sebuah pabrik atau perusahaan, karena harus selalu difikirkan jangka panjang dan dampaknya secara luas. Kadang-kadang kita lupa akan hal yang kecil tapi berakibat fatal. Jika perusahaan mendirikan pabrik di sebuah daerah, akan tetapi didaerah tersebut belum tersedia transfortasi untuk karyawannya, akibatnya karyawan sering terlambat masuk kerja akan tetapi pulang selalu tepat waktu karena tidak adanya kendaraan umum, akibatnya perusahaan harus menyediakan kendaraan pengangkut.

  1. Pengunaan tanah untuk produksi dan penunjang

Dalam setiap pembangunan alat produksi perlu diperhatikan akan pembangunan untuk minimal 5 tahun kedepan, bagaimana dengan dampak lingkungan terhadap limbah, bagaimana dengan keadaan lingkungan kerja yang menyenangkan, sirkulasi udara yang baik, tempat pembuangan, tempat istirahat, tempat makan siang, tempat ibadah dan lainnya.

Disain yang baik, termasuk dalamnya mempertimbangkan akan

  1. Fasilitas utama seperti pabrik, gudang dan kantor
  2. Fasilitas penunjang seperti
    1. Tempat istirahat karyawan
    2. Tempat beribadah
    3. Tempat makan siang karyawan
    4. Transfortasi untuk karyawan
    5. Tempat parkir
    6. Fasilitas pembuangan limbah
    7. Tempat kesehatan karyawan
    8. Fasilitas tambahan lainnya seperti penginapan karyawan
    9. Tata letak (layout) pabrik dan proses produksi

Tata letak menjadi penting karena jika memunculkan hambatan dan bisa meningkatkan biaya produksi, menjadikan penghamburan sumber daya yang sia-sia, tata letak yang ada, penumpukan produk-produk, serta menghambat produksi maka perlu dilakukan pembenahan tata letak. Layout dapat diatur berdasarkan kriteria berikut:

  1. Product oriented layout
  2. Process oriented layout
  3. Standard operating

Untuk memastikan semua proses berjalan sesuai dengan standar yang di tetapkan baik untuk produksi barang dan jasa, diperlukan penetapan akan standar operating prosedur yang ada untuk aktifitas yang krusial dan rutin, sehingga karyawan akan dengan mudah mempelajarinya dan membacanya jika diperlukan.

 

  1. Hambatan-hambatan Dalam Proses Produksi
  2. Jadwal produksi

Jadwal produksi sangat krusial bagi susksenya sebuah produk. Produksi merupakan satu proses yang panjang dan keterkaitan yang tinggi antar bagian mulai dari prediksi penjualan, pencarian bahan baku, pemesanan bahan baku, hingga pemesanan bahan penunjang. Jika salah satu bahannya tidak tersedia sesuai dengan jadwal maka keseluruhan proses produksi akan terganggu.

  1. Jumlah produksi

Terjadinya kelebihan produksi akan menjadi biaya tambahan akibatnya bukan saja apa yang diproduksi tidak laku tatapi juga bisa menimbulkan kerugian.

  1. Skala produksi

Ada kalanya kita menyimpulkan bahwa semakin banyak produksi akan semakin laku dan semakin efesien seperti prinsip biaya tetap produksi, akan tetapi biaya tetap produksi memiliki skala maksimum juga. Seperti mesin produksi jika kita paksakan produksi terus dan tidak ada masa perawatan bisa berakibat fatal.

  1. Kontrol kualitas

Pengawasan akan kualitas produk sangat penting, hampir semua pabrik menyediakan bagian yang diberikan nama quality control atau QC.

 

  • Produk cacat

Pembuangan produk cacat juga wajib di kontro agar tidak terjadi hal-hal yang merusak reputsi perusahaan dan prosuk. Dalam bebrapa produk, melakukan penarikan kembali produknya karena produknya cacat sring kita dengar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: