MARKETING IN CRISIS (bag.2)

Di Luar Awan Nan Gelap, Ada Matahari

 Mashab Awan Gelap

Program – program pemerintah dibentuk untuk membantu rakyat miskin agar mereka tidak frustasi. Perusahaan – perusahaan pun didorong melakukan aksi sosial (CSR). Namun bagi bisnis, pertumbuhan adalah bagus sehingga inovasi bergarak cepat, siklus hidup produk (product life cycle) begitu pendek. Anak – anak muda lebih cepat tampil, dan keterampilan yang dimiliki kaum tua cepat menjadi usang (obsolete).

Di puncak terang benderang itu, orang sering lupa bahwa energi yang diperlukan sangatlah besar. Dan ketika sekelompok orang mulai merasakan nikmatnya duduk di puncak dengan jalan yang enak, mereka lupa bahwa jalan yang enak itu menandakan penurunan. Betul, kita mulai turun dari puncak gunung dan menuju lambah di bawah. Matahari perlahan – lahan memudar, kembali kepangkuan, dan gelap pun tiba. Itulah hukum alam, itu pulalah hukum siklus ekonomi.

Orang – orang yang biasa hidup di bawah sinar matahari yang berlimpah, biasanya sama sekali tidak dipersiapkan untuk hidup dalam gelap gulita. Mereka bahkan tidak memiliki teknologi sederhana senter berbatu – baterai untuk memandu di jalan yang gelap.

Di tengah – tengah kegelapan, awan gelap menyelimuti bumi yang tadinya terang benderang, disertai kilatan petir sambar – menyambar yang begitu menakutkan. Angin puting beliung merontokkan banyak bangunan dan menghancurkan harapan. Ia hancurkan kekayaan yang telah dibangun.

Awan gelap itu bisa jadi tidak berlangsung lama karena ia berarak – arak ditiup angin berpindah ketempat lain, karena itu Kurangi rasa takut, tinggikan harapan; Kurangi makan, tarik nafas dalam – dalam; Kurangi cakap – cakap, banyaki perbuatan; Cintai lebih banyak, maka segala kehebatan akan mendatangi Anda (Pepatah Swedia)

 Mashab Terang – Gelap

            Mashab Terang-Gelap percaya bahwa Tuhan telah menciptakan alam semesta ini berpasang-pasangan. Pada saat yang bersamaan selalu ada bagian bumi yang terang dan ada bagian lain yang gelap.    Jadi gelap yang disertai petir itu terjadi terpisah dengan suasana yang terang karena keduanya selalu ada pada waktu yang bersamaan. Pada saat berada di tengah-tengah awan yang gelap dan pekat, kita tidak bisa melihat terangnya matahari. Tetapi di luar awan gelap itu, ada yang hidup dalam terang yang tidak akan terimbas awan gelap karena alam sudah mengaturnya sedemikian rupa sehingga gelap itu datang sendiri menurut siklusnya.

 

Interaksi Terang – Gelap

George Soros (The New Paradigm for Financial Markets: The Credit Crisis of 2008 and What It Means) praktisi investasi keuangan dunia menunjukkan betapa dunia ini telah mengalami perubahan yang sangat fundamental. Soros membuat sebuah hukum yang disebutnya hukum refleksivitas (saling mempengaruhi). Dunia yang terkait satu sama lain telah mengakibatkan hasil yang dicapai berubah dari menit ke menit. Soros melihat bahwa manusia selalu membaca data untuk dua kemungkinan.

  1. Untuk memahami (to Understand)
  2. Untuk berpartisipasi, sekaligus memanipulasinya (semula Soros menggunakan kata to Participate, lalu diganti menjadi to Manipulate)

Akibatnya segala sesuatu cepat berubah, dan info yang dibaca beberapa menit yang lalu segera usang karena manusia telah memanipulasi atau melakukan treatment tertentu kepadanya.

Perilaku orang – perorangan yang sangat berbeda – beda membuat dunia semakin kompleks dan semakin penting bagi kita untuk memahami cara kerja dunia baru ini. Interaksi antar kedua faktor itu menimbulkan:

  1. Segala sesuatu serba paradoks
  2. Tuntutan untuk Relaksasi Constraint
  3. Tuntutan adanya Fleksibilitas
  4. Kemampuan beradaptasi (menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah).

Keempat hal diatas merupakan dasar dari setiap orang Indonesia untuk memahami, memakai, sekaligus mengambil kendali rill dalam menghadapi krisis.

 

Serba Paradoks

Paradoks adalah suatu pertentangan, kontradiks, dan ketidak konsistensian seperti Anda bertanya: “Kalau benar – benar cinta mengapa membenci?”

Pikiran Paradoks adalah pikiran inkonsisten dan segala hal yang inkonsisten sering dianggap idiot, bodoh, atau bahkan ada yang mengatakan tidak bermoral. Semua itu muncul karena manusia sangat menghargai konsistensi dan tradisi.

Relaksasi Konstrain

Ada 3 jenis constraint yaitu:

  1. 1.      Structural Constraint: menyangkut skala dan skop usaha
  2. 2.      Resource Constraint: keterbatasan sumber daya seperti uang / modal, aset, SDM, waktu, teknologi, keterampilan, dsb.
  3. 3.      Strategic Constraint: keterbatasan menyangkut produk dan pasar.

Untuk sebuah perusahaan baru dan UKM, masalah terbesar yang dihadapi adalah Resource Constraint, yaitu terbatasnya anggaran, tenaga, dan kemampuan untuk melayani atau mengepung pasar. Namun, semakin besar dan semakin tua perusahaan, ia akan menghadapi dua constraint lagi, yaitu Structural dan Strategic Constraint.

Yang menjadi masalah, kedua constraint tersebut biasanya sengaja diciptakan oleh orang – orang tertentu yang menghendaki adanya keteraturan dan kemudian kontrol. Dengan kata lain constraint adalah bentuk lain dari kontrol.

Relaksasi constrain bukan sekadar prosedur, melainkan sebuah langkah strategis yang didasarkan pemahaman bahwa cara kita melihat alam semesta ini telah berubah sama sekali. Sebuah alam yang dipenuhi ketidakpastian, keterkejutan-keterkejutan dan tentu saja banyak kejadian yang paradoks.

 

Tuntutan Fleksibilitas

Fleksibilitas mengandung sejumlah karakteristik, yaitu:

  1. 1.      Keterbukaan: Dengan keterbukaan, setiap orang dituntut untuk selalu sadar untuk berpikir, bukan sekedar menjalankan perintah.
  2. 2.      Menyajikan Pilihan (alternatif): Orang – orang yang berpikir akan mampu menyajikan alternatif. Dengan alternatif, resource yang ada tidak digunakan sia – sia.
  3. 3.      Menghargai Realitas di Lapangan: Para perencana, pengawas yang duduk di atas kursi bukanlah orang sakit dengan sikap seperti polisi yang merasa sudah bekerja dengan menangkap orang-orang yang tidak menjalankan tugas, tetapi mereka orang – orang yang harus mengerti keadaan dilapangan dan tidak hanya diukur dari satu cara saja.
  4. 4.      Fleksibilitas Tetap Terbatas: Ada batas – batas tertentu yang tidak bisa dilanggar, sehingga tidak disalahtafsirkan sebagai kebebasan sebebas – bebasnya.
  5. 5.      Menuntut Entrepreneurship: Menuntut berpikir inovatif seperti orang entrepreneur yang berani mengambil tindakan dimasa – masa yang sulit, spontan, banyak pilihan, dan luwes dalam menghadapi berbagai hambatan.

Fleksibilitas adalah sebuah keputusan strategis yang diberikan oleh pemimpin dan mendapatkan dukungan.

 

Kemampuan Beradaptasi (Change)

Bangsa ini memang menerima warisan yang sangat nikmat. Semua yang dibutuhkan manusia selalu mudah diperoleh, matahari bersinar dengan energi yang berlimpah. Tanpa krisis kita akan terbelenggu oleh kenikmatan dan sulit untuk berkembang. Jadi, bangsa Indonesia harus bersyukur dengan adanya krisis karena krisis mendorong kita untuk berpikir dan segera bertindak.

Tindakan apa yang diambil?

Setidaknya ada 4 area yang harus menjadi perhatian eksekutif yang harus diadaptasikan. Keempat area itu adalah teknologi:

  1. 1.      Perubahan Teknologi

Perubahan diperlukan untuk membuat produksi menjadi lebih efisien, lebih memilik kapabilitas, baik dari segi volume maupun kemampuannya menghasilkan produk-produk bernilai labih tinggi. Salah satu perusahaan yang tengah berjuang memperbaiki teknologinya adalah Pertamina.

  1. 2.      Perubahan Produk dan Jasa

Krisis juga menyadarkan manusia untuk mengubah produk atau jasa yang sudah tidak efisian lagi atau sudah ketinggalan zaman. Contohnya 2 negara yang masih menggunakan bahan bakar minyak tanah bagi masyarakatnya. Selain subsidi yang terlalu besar , energinya masih kalah dengan bahan bakar lain yang lebih murah. Diera globalisasi yang penuh persaingan ini, hampir tidak dapat dihindari lagi masuknya produk – produk bermerek global keseluruh penjuru Nusantara. Jasa – jasa menjadi sangat modern, kental dengan teknologi, dibekali dengan standar dan manual operasi, dengan dukungan SDM yang sangat andal pelayanan prima.

  1. 3.      Perubahan Struktur dan Sistem

Di Indonesia banyak perusahaan mulai menerapkan metode balance score-card yang mewajibkan setiap atasan mengevaluasi setiap atasannya dengan kriteria yang disepakati.

  1. 4.      Perubahan SDM

Perubahan SDM bukan semata – mata perubahan orang, melainkan juga perilaku dan nilai – nilainya. Bahkan sering dikatakan, perubahan belum tentu akan berhasil sebelum kita berhasil mengubah cara berpikir manusia.

 

Pengaruh Friedman

            Friedman mencatat sepuluh kejadian yang telah mendatarkan dunia. Kesepuluh kejadian atau keberadaan teknologi ini benar-benar telah membuat dunia menyatu. Ia memudahkan mobilitas manusia, produk dan jasa; kolaborasi produksi dan pengambilan keputusan, serta kesatuan konsumsi.

            Kesepuluh kejadian itu adalah:

  1. Robohnya tembok Berlin (9 November 1989)
  2. Dunia terhubung oleh Web dan Netscape (6 Agustus 1991)
  3. Pekerjaan Antarmesin terhubung
  4. Uploading
  5. Outsourcing
  6. Offshoring
  7. Modernisasi mata rantai pemasok (Supply Chaining)
  8. Kolaborasi Horizontal untuk menciptakan Nilai Tambah (Insourcing)
  9. Terciptanya mesin pencari dan klarifikasi (Informing)
  10. Berkembangpesatnya teknologi-teknologi supercanggih

Kesepuluh hal di atas dipercaya Friedman telah mendatarkan dunia, sehingga dunia itu tidak lagi terbagi-bagi menurut suku, agama, warna kulit, letak bbumi terhadap matahari, jarak geografis dan sebagainya. Itu pula lah yang tampaknya mewarnai para analis dan pengamat yang begitu cepat meraih keuntungan dari pasar modal dan pasar uang, namun sama-sama menahan rasa pahit saat harga-harga sahamnya anjlok.

Gelap Bisa Terjadi di Tempat yang Seharusnya tidak Gelap

Segala sesuatu yang gelap bisa terjadi ditempat yang seharusnya tidak gelap. Artinya di bawah matahari yang terang benderang di siang hari, orang bisa saja tidak melihat cahaya. Mengapa demikian? Karena:

  1. Manusia melihat sesuatu terutama bukan oleh matanya, melainkan oleh pikirannya.
  2. Pikiran itu menular dan dapat membentuk semacam kepercayaan umum.
  3. Di tengah – tengah cuaca yang terang, selalu ada perusahaan yang sakit, salah kelola, tak terurus dengan baik, dan segalanya.
  4. Krisis bisa saja terjadi bukan karena krisis yang sesungguhnya, melainkan pemerintah daerah yang terlalu berambisi, pungutan – pungutan liar yang berlebihan, aparat – aparat penegak hukum yang berebut tampil secara berlebihan, peraturan yang tidak kondusif, dan sebagainya.
  5. Karena berita – berita negatif melemahkan mental, membuat kurang bersemangat, dan mengakibatkan kita enggan bekerja lebih keras, memelopori sesuatu, melakukan ekspansi.
  6. Kalau semua orang ikut menahan, terjadilah krisis seperti yang ada di dalam pikiran. Media massa lalu memotret dan menyajikan kepada publik. Siklus ini menjadikan semua sebagai suatu “faktor”

Dengan demikian, para pemimpin perlu menjaga kesadaran para karyawan dan pengikutnya agar selalu terjaga dan tidak terhipnotis oleh berita-berita negatif. Kesadaran itu adalah paradoks yang menyelamatkan agar semua orang berpikir realistis, yaitu disaat terang yang sesungguhnya.

 

Kritik Terhadap Thomas Friedman

            Di dunia ini, kendati pasar telah dibuka lebar-lebar, ketidakadilan masih masih kerap terjadi. Negara-negara maju yang seharusnya bisa membeli lebih banyak produk dan jasa dari negara berkembang, ternyata masih memberlakukan cara-cara tidak fair.

            Karena itu tidaklah mengherankan kalau penerima hadiah  Nobel Ekonomi, Joseph Stiglitz menandaskan: “dalam banyak hal, dunia itu justru berkembang ke arah menjauh dari datar.” (Wikipedia, 2008)

 

Pemerintah (Indonesia) yang terbelenggu Constraint

            Untuk melihat kokohnya belenggu (constraint) di pemerintahan, dapat diberikan contoh sebagai berikut:

–          Pengadaan barang harus melalui tender

–          Rekrutmen pegawai

–          Rekrutmen pejabat

–          Jenjang kepangkatan didesain sangat kaku

–          Pengambilan keputusan lebih bersifat dilempar ke atas

–          Belenggu gaji

–          Tradisi menghabiskan anggaran

–          Proses perumusan anggaran sangat panjang

–          Pengangkatan jabatan lebih digariskan menurut kepangkatan

–          Rapat internal secara detail jarang dilakukan

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: