MANAJEMEN MELAWAN ARUS

Manajemen bukanlah tongkat sihir, yang dipegang oleh direktur atau pemimpin, yang dapat merubah segala sesuatu menjadi lebih baik dalam sekejap. Arus berlawanan yang dibahas dalam uraian ini—yang menjadi kendala bagi tugas dan fungsi manajemen dalam memajukan perusahaan—tercermin dalam beberapa penyakit dan bencana yang menciptakan polusi dalam iklim di sekeliling kita, menjadi kendala pertumbuhan dan bahkan membunuhnya, serta menanti pembahabuan, pengembangan dan inovasi. Di posisi teratas adalah masalah kecenburuan profesi yang sangat memalukan, dan dipastikan nilai-nilainya yang salah. Bukannya kecemburuan ini berubah menjadi kerja sama dan persaingan yang sehat yang berpedoman pada hal-hal yang objektif, hingga tekad semua pihak terfokus untuk mendorong institusi ke arah yang benar, justru ke-cemburuan ini akan menyebabkan semua orang akan keindahan sebuah persaingan, menghilangkan tolong menolong dan memunculkan individualisme. Dalam arus berlawanan yang mengacaukan pendapat manajemen, terdapat berbagai penyakit dan persoalan di lingkungan kerja seperti “gosip”, “pengkubuan”, “memerangi orang-orang yang memiliki kemampuan”, “memegang kelemahsn para pemimpin”, atau “menimbulkan fitnah”. Sehingga sering lari dari tanggung jawab. Hal itu semua mengatasnamakan “kepentingan kerja”. Karena ungkapan itulah semua orang merasakan terintimidasi secara moral, dan para direktur berlindung di balik ungkapan tersebut dari berbagai keputusan yang benar. Kecemburuan Profesi Di antara aturan-aturan sukses dalam hidup adalah aturan jasa. “ serangan atas imbalan anda akan berhubungan langsung dengan nilai jasa yang anda berikan untuk orang lain. Setiap kali anda menggunakan, mempelajari dan menumbuhkan kemampuan anda secara lebih dalam kehidupan orang lain, setiap itu pula kehidupan anda menjadi semakin lebih baik dalam berbagai bidang”. Sebab-sebab kecemburuan Profesi 1. Kehilangan Pandangan yang Komprehensif Pandangan yang bersifat indiviual-secerdas apapun-sering bersifat hanya satu sisi ( parsial ). Begitu pula dengan organisasi yang sukses dalam dunia kerja. Kesuksesan selalu menjadi kesuksesan bersama dan bukan kesuksesan satu divisi tertentu. Upaya untuk meraih pandangan yang komprehensif ini akan membuat motif-motif kecemburuan tertutup. Sebab kesuksesan itu bersifat kolektif, meskipun orang lain tau dangan jelas bahwa yang memunculkan tujuan akhir itu hanyalah satu orang. Namun di balik itu ada kerja keras kolektif dan kondisi yang bersih dan indah, dan ikut memberikan andil dalam memunculkan tujuan akhir itu. 2. Minimnya Sumber dan Tidak merata dalam Pendistribusian Hal ini acap kali di anggap sebagai penyebab munculnya perselisihan dalam sebuah organisasi. Mungkin persoalan ini tidak ada di kalangan manajemen tinggi. Tetepi di tingkat-tingkat pengawasan dan pengoperasian da dalam institusi, hal tersebut dapat menimbulkan kecemburuan terhadap sosok yang mampu mendapatkan bagian terbesar dalam penguasaan sunber-sumber. Padahal sesungguhnya mereka lemah di banyak kesempatan; sebab sasaran yang dituju sangat besar, semantara kemampuan dan sumber-sumber yang ada sangat terbatas, baik dari sumber materi maupun sumber daya manusianya. 3. Kritik yang Keras Jika kritik yang di arahkan sangat tajam, semua tim berusaha untuk menghindarinya. Jalan yang ditempuh untuk meraih keselamatan ari kritikan itu adalah dengan melaksanakan perannya. Demikian juga kriti yang lahir akibat tidak adanya pemahaman dan pengetahuan terhadap persoalan, hal itu akan menimbulkan persoalan-persoalan hati, yang kadang kecemburuan profesi tumbuh subur disana. 4. Manajemen yang Buruk Seharusnya manajer yang bijak adalah pemimpin yang baik dalam membantu setiap orang dalam tim kerjanya untuk mencaai tujuannya, serta baik dalam meramu jadwal-jadwal untuk menyalurkan kemampuan yang ada. Ia tidak suka memecah suatu kelompok sampai berhasil menguasainya. Ia justru berusaha menyatukannya,serta berusaha mengarahkan pandangan mereka sampai tujuan akhir dan memotifasinya untuk mencapai hasil akhir itu. 5. Lemah dalam Pengawasan Pengawasan yang efektif adalah sinyal kuat yang membuat kita mampu mengenali diri kita secara detail, dan mengenali sebab-sebab penyelewengan. Jika pengawasan itu lemah, maka akan banyak penyakit yang bermunculan. Karena itu, hendaknya para direktur memperbaaki perannya dalam membersihkan udara yang mengelilingi tim-tim kerja, supaya tidak bermunculan penyakit seperti kecemburuan profesi. Karena mencegah adalah lebih baik dari pada mengobati. 6. Membersihkan Ruh Individualitas Seorang pemimpin harus pandai membaca bahasa situasi yang sedang berkembang di dalam organisasinya, serta harus mengganti bahasa “ saya” dangan bahasa “kami”. 7. Tidak memahani perbedaan Individual Setiap manusia diciptakan berbeda dalam kekuatan dan kemampuannya. Juga dalam dunia kerja, setiap orang mempunyai bidang mereka msing-masing. Seharusnya setiap orang yang terlibat dalam sebuah tim, dapat merasakan keunggulannya dalam sisi tertentu. Sisi itulah yang membuat dirinya unggul dari kelompok yang lain. Karena itu setiap keunggulan harus dapat membantu kelompok dan menyempurnakannya, bukan malah sebaliknya, menjadi sesuatu yang membuat mereka keluar dari kelompok tersebut. 8. Lemah pendidikan Keimanan Jika seseorang yang beriman tidak menilai hidup secara sempit. Ia pun tidak akan measa sesak dengan keberhasilan yang diraih oleh orang lain. Ia justru akan menilai bahwa hidup itu luas untuk semua orang. Bahkan seandainya ia cemburu pun, kecemburuan adalah kebaikan, memotifasi diri sendiri untuk lebih baik, dan persaingannya adalah persaingan yang sehat. Tanda- tanda Kecemburuan Profesi Di antara tanda-tandanya adalah: 1. Meremehkan Usaha Orang Lain Jiwa yang egaliter akan tersenyum dan senang dengan keberhasilan orang llain. Ia akan bahagia, mendukung, dan menyebarkannya pada orang lain lagi. Tetapi orang-orang yang terjangkit kecemburuan profesi, akan meramehkan usaha orang lain. Mereka akan mengatakan bahwa apa yang di raih orang yang sukses bukanlah sebuah pencapaian, meskipun hal ersebut tidak di ungkapkan secara langsung. Jika orang lain mengerjakan sesuatu—menurut mereka—itu dikarenakan mereka memiliki keleluasan waktu. 2. Terus Menentang Pendapat Orang Lain Dalam hal ini menentang pendapat orang lain bukan berarti cemburu tetapi bil teru-terusan atau selalu bahkan pertentangan itu memili tujuan untuk menghancurkan orang lain. 3. Diam-diam Bahagia dengan Kegagalan Orang-orang yang Unggul 4. Tidak Memberikan Bantuan Jika dalam sebuah tim kerja terdapat kecemburuan profesi, maka semua pihak hanya akan menyaksikan kejadian yang berlangsung, tanpa sedikitpun mengulurkan bantuan untuk memecahkan permasalahan, apalagi jika sosok yang meminta bantuan itu adalah sosok yang dicemburui oleh yang lainnya. 5. Merasa Sakit dalam Jiwa ketika Menyanjung Orang-orang yang Unggul Dampak Kecemburuan Profesi Jika kecemburuan profesi ini ditemukan dalam komunitas kerja, akan muncul dampak negatif, di antaranya: 1. ketidak Ada nyamanan dan Ketentraman Jiwa Ketika jiwa seseorang dilanda oleh rasa cemburu, maka potensi yang ada dalam dirinya akan tertutup. Ia akan mulai meninggalkan keunggula-keunggulannya dan bergerak dalam kebiasaan buruk. 2. Memperbesar masalah Kecil Setiap komunitas tidak pernah luput dari persoalan. Persoalan ini selalu melindungi dan mengingatkan kita akan poin-poin yang harus dipelajari dan dihadapi. Dalam sebuah komunitas yang individunya telah terjangkit oleh rasa cemburu antara satu dengan yang lainnya, maka permasalahan ini akan membesar. 3. Pengkubuan dan Menari Pendukung Orang-orang yang cemburu akan measakan bahwa kemampuan dirinya tidak cukup untuk menandingi sosok yang Ia cemburui. Karena itulah Ia akan mencari orang-orang yang akanmendukungnya, kepala-kepala yang dapat melindunginya, dan beralih untuk menciptakan opini publik dimana dirinya bersembunyi di belakangnya. 4. Menjauhi Sejumlah Kemampuan karena Mengutamakan Keselamatan Diri 5. Hilang Konsentrasi dan Disibukkan oleh Hal-hal Sepele 6. Muncul Ekspresi pribadi dan hilangnya Ekspresi sosial Dalam suasana seperti ini orang akan menumumkan dirinya : Sayalah yang aling berhak, sayalah yang paling awal, saya bebas dari cacat, saya paling menemukan. Karena itulah akan memusnahkan semangat kolektif. 7. Tidak Bersatu dan Kehilangan semangat Tim ketika Menghadapi Krisis 8. Tidak Enjoy dalam Bekerja dan Lemah dalam Produksi Terapi Kecemburuan Profesi Hal yang dapat dilakukan terlebih dahulu dalam meminimalisasi kecemburuan profesi dalam dunia kerja di antaranya adalah: 1. Memenej Proyek dan Tugas Melalui Tim Kerja Ketika seorang pemimpin melihat adanya persaingan yang tidak sehat, kecemburuan profesi atau insiden yang tidak terpuji, ia bisa menghentikan malapetaka yang menghancurkan itu dan membiarkan semua orang menguasai diri, sampai jiwa mereka tenang. Sebagai ganti dari rotasi kerja dengan divisi atau individu, maka ia haris merotasikan melalui sebuah tim kerja atau komisi-komisi penting. 2. Memahami Permasalahan dan Solusinya Pemimpin yang baik adalah mereka yang baik dalam memahami permasalahan, dan memahami sebab-sebab sebelum meng-arahkan telunjuk klaim terhadap stu divisi atau sosok tertentu. Bahwa permasalahan terkadang di luar kehendak orang-orang itu. Kaeana itu, anda harus memberikan solusi yang detail, renungan yang luas, dan pelajaran yang mendalam. 3. Memenej Pertemuan-pertemuan secara Benar Bahwa keputusan-keputusan tepat yang kita ambil dalam pertemun-pertamuan tidak lain kecuali hasil dari pemikiran dan pemahaman terhadap persoalan yang tengah dihadapi. Dan ini tidak akan teerjaditanpa adanya keadilan bagi semua pihak. Pemimpin harus melindungi individu yang lemah, membantu mereka mengekspresikan pendapat-pendapatnya. Pemimpin juga harus membatasi kekuasaan orang-orang kuat atau dominasi sebuah pemikiran tertentu. Itulah yang membuat semua pihak merskan keadilan pemimpinnya. 4. Me-rolling Tanggung Jawab dan Tugas Rotasi tanggung jawab memungknkan semua orang untuk mengenal karakter pekerjaan oreng lain. Rotasi tanggung jwab memberikan peluang kepada setiap penanggung jawab untuk menerapkan pemikiran dan kreasi, yang menurutnya layak untuk diterapkan. Semua pihak akan merasakan adnya keadilan dalam memikul beban kerja. Karena itu, mereka akan membantu orang yang ber-tanggung jawab atau mewakili divisinya. Sebab mereka menyaksikan dangan mata kepalamereka sendiri akan persoalan yang sedang dihadapi, apalagi jika mengingat bahwa suatu hari mereka akan mengerjakan tugas di tempat tersebut. 5. Memfungsikan Kemampuan dan Memberikan Penjadwalan Tim kerja harus saling melengkapi dalam kesatuannya. Karenaitu, kemampuan semua orang harus difungsikan pada osisinya yang tepat, sehingga ia dapat berkreasi dan tidak lari pada sebuah persaingan atas sesuatu yang bukan menjadi keterampilan dan kapabilitasnya. Judul : Manajemen Melawan Arus Pengarang : Ahmad Abdul Jawwad Manajemen bukanlah tongkat sihir, yang dipegang oleh direktur atau pemimpin, yang dapat merubah segala sesuatu menjadi lebih baik dalam sekejap. Arus berlawanan yang dibahas dalam uraian ini—yang menjadi kendala bagi tugas dan fungsi manajemen dalam memajukan perusahaan—tercermin dalam beberapa penyakit dan bencana yang menciptakan polusi dalam iklim di sekeliling kita, menjadi kendala pertumbuhan dan bahkan membunuhnya, serta menanti pembahabuan, pengembangan dan inovasi. Di posisi teratas adalah masalah kecenburuan profesi yang sangat memalukan, dan dipastikan nilai-nilainya yang salah. Bukannya kecemburuan ini berubah menjadi kerja sama dan persaingan yang sehat yang berpedoman pada hal-hal yang objektif, hingga tekad semua pihak terfokus untuk mendorong institusi ke arah yang benar, justru ke-cemburuan ini akan menyebabkan semua orang akan keindahan sebuah persaingan, menghilangkan tolong menolong dan memunculkan individualisme. Dalam arus berlawanan yang mengacaukan pendapat manajemen, terdapat berbagai penyakit dan persoalan di lingkungan kerja seperti “gosip”, “pengkubuan”, “memerangi orang-orang yang memiliki kemampuan”, “memegang kelemahsn para pemimpin”, atau “menimbulkan fitnah”. Sehingga sering lari dari tanggung jawab. Hal itu semua mengatasnamakan “kepentingan kerja”. Karena ungkapan itulah semua orang merasakan terintimidasi secara moral, dan para direktur berlindung di balik ungkapan tersebut dari berbagai keputusan yang benar. Kecemburuan Profesi Di antara aturan-aturan sukses dalam hidup adalah aturan jasa. “ serangan atas imbalan anda akan berhubungan langsung dengan nilai jasa yang anda berikan untuk orang lain. Setiap kali anda menggunakan, mempelajari dan menumbuhkan kemampuan anda secara lebih dalam kehidupan orang lain, setiap itu pula kehidupan anda menjadi semakin lebih baik dalam berbagai bidang”. Sebab-sebab kecemburuan Profesi 1. Kehilangan Pandangan yang Komprehensif Pandangan yang bersifat indiviual-secerdas apapun-sering bersifat hanya satu sisi ( parsial ). Begitu pula dengan organisasi yang sukses dalam dunia kerja. Kesuksesan selalu menjadi kesuksesan bersama dan bukan kesuksesan satu divisi tertentu. Upaya untuk meraih pandangan yang komprehensif ini akan membuat motif-motif kecemburuan tertutup. Sebab kesuksesan itu bersifat kolektif, meskipun orang lain tau dangan jelas bahwa yang memunculkan tujuan akhir itu hanyalah satu orang. Namun di balik itu ada kerja keras kolektif dan kondisi yang bersih dan indah, dan ikut memberikan andil dalam memunculkan tujuan akhir itu. 2. Minimnya Sumber dan Tidak merata dalam Pendistribusian Hal ini acap kali di anggap sebagai penyebab munculnya perselisihan dalam sebuah organisasi. Mungkin persoalan ini tidak ada di kalangan manajemen tinggi. Tetepi di tingkat-tingkat pengawasan dan pengoperasian da dalam institusi, hal tersebut dapat menimbulkan kecemburuan terhadap sosok yang mampu mendapatkan bagian terbesar dalam penguasaan sunber-sumber. Padahal sesungguhnya mereka lemah di banyak kesempatan; sebab sasaran yang dituju sangat besar, semantara kemampuan dan sumber-sumber yang ada sangat terbatas, baik dari sumber materi maupun sumber daya manusianya. 3. Kritik yang Keras Jika kritik yang di arahkan sangat tajam, semua tim berusaha untuk menghindarinya. Jalan yang ditempuh untuk meraih keselamatan ari kritikan itu adalah dengan melaksanakan perannya. Demikian juga kriti yang lahir akibat tidak adanya pemahaman dan pengetahuan terhadap persoalan, hal itu akan menimbulkan persoalan-persoalan hati, yang kadang kecemburuan profesi tumbuh subur disana. 4. Manajemen yang Buruk Seharusnya manajer yang bijak adalah pemimpin yang baik dalam membantu setiap orang dalam tim kerjanya untuk mencaai tujuannya, serta baik dalam meramu jadwal-jadwal untuk menyalurkan kemampuan yang ada. Ia tidak suka memecah suatu kelompok sampai berhasil menguasainya. Ia justru berusaha menyatukannya,serta berusaha mengarahkan pandangan mereka sampai tujuan akhir dan memotifasinya untuk mencapai hasil akhir itu. 5. Lemah dalam Pengawasan Pengawasan yang efektif adalah sinyal kuat yang membuat kita mampu mengenali diri kita secara detail, dan mengenali sebab-sebab penyelewengan. Jika pengawasan itu lemah, maka akan banyak penyakit yang bermunculan. Karena itu, hendaknya para direktur memperbaaki perannya dalam membersihkan udara yang mengelilingi tim-tim kerja, supaya tidak bermunculan penyakit seperti kecemburuan profesi. Karena mencegah adalah lebih baik dari pada mengobati. 6. Membersihkan Ruh Individualitas Seorang pemimpin harus pandai membaca bahasa situasi yang sedang berkembang di dalam organisasinya, serta harus mengganti bahasa “ saya” dangan bahasa “kami”. 7. Tidak memahani perbedaan Individual Setiap manusia diciptakan berbeda dalam kekuatan dan kemampuannya. Juga dalam dunia kerja, setiap orang mempunyai bidang mereka msing-masing. Seharusnya setiap orang yang terlibat dalam sebuah tim, dapat merasakan keunggulannya dalam sisi tertentu. Sisi itulah yang membuat dirinya unggul dari kelompok yang lain. Karena itu setiap keunggulan harus dapat membantu kelompok dan menyempurnakannya, bukan malah sebaliknya, menjadi sesuatu yang membuat mereka keluar dari kelompok tersebut. 8. Lemah pendidikan Keimanan Jika seseorang yang beriman tidak menilai hidup secara sempit. Ia pun tidak akan measa sesak dengan keberhasilan yang diraih oleh orang lain. Ia justru akan menilai bahwa hidup itu luas untuk semua orang. Bahkan seandainya ia cemburu pun, kecemburuan adalah kebaikan, memotifasi diri sendiri untuk lebih baik, dan persaingannya adalah persaingan yang sehat. Tanda- tanda Kecemburuan Profesi Di antara tanda-tandanya adalah: 1. Meremehkan Usaha Orang Lain Jiwa yang egaliter akan tersenyum dan senang dengan keberhasilan orang llain. Ia akan bahagia, mendukung, dan menyebarkannya pada orang lain lagi. Tetapi orang-orang yang terjangkit kecemburuan profesi, akan meramehkan usaha orang lain. Mereka akan mengatakan bahwa apa yang di raih orang yang sukses bukanlah sebuah pencapaian, meskipun hal ersebut tidak di ungkapkan secara langsung. Jika orang lain mengerjakan sesuatu—menurut mereka—itu dikarenakan mereka memiliki keleluasan waktu. 2. Terus Menentang Pendapat Orang Lain Dalam hal ini menentang pendapat orang lain bukan berarti cemburu tetapi bil teru-terusan atau selalu bahkan pertentangan itu memili tujuan untuk menghancurkan orang lain. 3. Diam-diam Bahagia dengan Kegagalan Orang-orang yang Unggul 4. Tidak Memberikan Bantuan Jika dalam sebuah tim kerja terdapat kecemburuan profesi, maka semua pihak hanya akan menyaksikan kejadian yang berlangsung, tanpa sedikitpun mengulurkan bantuan untuk memecahkan permasalahan, apalagi jika sosok yang meminta bantuan itu adalah sosok yang dicemburui oleh yang lainnya. 5. Merasa Sakit dalam Jiwa ketika Menyanjung Orang-orang yang Unggul Dampak Kecemburuan Profesi Jika kecemburuan profesi ini ditemukan dalam komunitas kerja, akan muncul dampak negatif, di antaranya: 1. ketidak Ada nyamanan dan Ketentraman Jiwa Ketika jiwa seseorang dilanda oleh rasa cemburu, maka potensi yang ada dalam dirinya akan tertutup. Ia akan mulai meninggalkan keunggula-keunggulannya dan bergerak dalam kebiasaan buruk. 2. Memperbesar masalah Kecil Setiap komunitas tidak pernah luput dari persoalan. Persoalan ini selalu melindungi dan mengingatkan kita akan poin-poin yang harus dipelajari dan dihadapi. Dalam sebuah komunitas yang individunya telah terjangkit oleh rasa cemburu antara satu dengan yang lainnya, maka permasalahan ini akan membesar. 3. Pengkubuan dan Menari Pendukung Orang-orang yang cemburu akan measakan bahwa kemampuan dirinya tidak cukup untuk menandingi sosok yang Ia cemburui. Karena itulah Ia akan mencari orang-orang yang akanmendukungnya, kepala-kepala yang dapat melindunginya, dan beralih untuk menciptakan opini publik dimana dirinya bersembunyi di belakangnya. 4. Menjauhi Sejumlah Kemampuan karena Mengutamakan Keselamatan Diri 5. Hilang Konsentrasi dan Disibukkan oleh Hal-hal Sepele 6. Muncul Ekspresi pribadi dan hilangnya Ekspresi sosial Dalam suasana seperti ini orang akan menumumkan dirinya : Sayalah yang aling berhak, sayalah yang paling awal, saya bebas dari cacat, saya paling menemukan. Karena itulah akan memusnahkan semangat kolektif. 7. Tidak Bersatu dan Kehilangan semangat Tim ketika Menghadapi Krisis 8. Tidak Enjoy dalam Bekerja dan Lemah dalam Produksi Terapi Kecemburuan Profesi Hal yang dapat dilakukan terlebih dahulu dalam meminimalisasi kecemburuan profesi dalam dunia kerja di antaranya adalah: 1. Memenej Proyek dan Tugas Melalui Tim Kerja Ketika seorang pemimpin melihat adanya persaingan yang tidak sehat, kecemburuan profesi atau insiden yang tidak terpuji, ia bisa menghentikan malapetaka yang menghancurkan itu dan membiarkan semua orang menguasai diri, sampai jiwa mereka tenang. Sebagai ganti dari rotasi kerja dengan divisi atau individu, maka ia haris merotasikan melalui sebuah tim kerja atau komisi-komisi penting. 2. Memahami Permasalahan dan Solusinya Pemimpin yang baik adalah mereka yang baik dalam memahami permasalahan, dan memahami sebab-sebab sebelum meng-arahkan telunjuk klaim terhadap stu divisi atau sosok tertentu. Bahwa permasalahan terkadang di luar kehendak orang-orang itu. Kaeana itu, anda harus memberikan solusi yang detail, renungan yang luas, dan pelajaran yang mendalam. 3. Memenej Pertemuan-pertemuan secara Benar Bahwa keputusan-keputusan tepat yang kita ambil dalam pertemun-pertamuan tidak lain kecuali hasil dari pemikiran dan pemahaman terhadap persoalan yang tengah dihadapi. Dan ini tidak akan teerjaditanpa adanya keadilan bagi semua pihak. Pemimpin harus melindungi individu yang lemah, membantu mereka mengekspresikan pendapat-pendapatnya. Pemimpin juga harus membatasi kekuasaan orang-orang kuat atau dominasi sebuah pemikiran tertentu. Itulah yang membuat semua pihak merskan keadilan pemimpinnya. 4. Me-rolling Tanggung Jawab dan Tugas Rotasi tanggung jawab memungknkan semua orang untuk mengenal karakter pekerjaan oreng lain. Rotasi tanggung jwab memberikan peluang kepada setiap penanggung jawab untuk menerapkan pemikiran dan kreasi, yang menurutnya layak untuk diterapkan. Semua pihak akan merasakan adnya keadilan dalam memikul beban kerja. Karena itu, mereka akan membantu orang yang ber-tanggung jawab atau mewakili divisinya. Sebab mereka menyaksikan dangan mata kepalamereka sendiri akan persoalan yang sedang dihadapi, apalagi jika mengingat bahwa suatu hari mereka akan mengerjakan tugas di tempat tersebut. 5. Memfungsikan Kemampuan dan Memberikan Penjadwalan Tim kerja harus saling melengkapi dalam kesatuannya. Karenaitu, kemampuan semua orang harus difungsikan pada osisinya yang tepat, sehingga ia dapat berkreasi dan tidak lari pada sebuah persaingan atas sesuatu yang bukan menjadi keterampilan dan kapabilitasnya. Judul : Manajemen Melawan Arus Pengarang : Ahmad Abdul Jawwad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: