ORANG BERMOTIVASI AKBAR

Setiap manajer dan eksekutif tahu benar bahwa karyawan bermotivasi akbar merupakan aset sejati, sedangkan yang bermotivasi rendah adalah sumber masalah dan penyakit. Yang terakhir ini membuat pusing rekan sekerjanya, membuat susah atasanya dan membuat marah atasanya. Mengapa orang bermotivasi akbar merupakan menjadi asset? Setidaknya karena sepuluh alasan berikut.

Pertama Orang bermotivasi akbar adalah bagian dari penyelesaian masalah, andalan bagi upaya mengejar prestasi, sedangkan orang bermotivasi rendah adalah bagian dari masalalah, tidak bisa diandalakan untuk proyek-proyek rintisan karena sikap mentalnya yang kurang.

Kedua, orang bemotivasi akbar bekerja dengan semangat sehingga kualitas kerjanya tinggi. Nilai tambah dirinya tinggi. Tetapi oarang bermotivasi rendah bekerja seandanya, ala kaarnya, minimalis. Pekerjaanya tidak bermutu.

Ketiga, orang bermotivasi akbar memiliki disiplin tinggi, sehingga ia bisa menjadi contoh bagi orang lain. Ia bersemangat, menularkan antusiasme kepada orang-orang di sekitarnya. Tetapi orang-orang bermotivasi rendah bersikap seenaknya, malas, dan gemar mencari kambing hitam.

Keempat, orang bermotivasi akbar berani menghadapi masalah, kreatif memecahkan masalah, dan jeli melihat peluang dalam setiap kesulitan. Tetapi orang bemotivasi rendah gampang menyerah, tidak kreatif, dan selalu melihat kesulitan dalam seiap peluang.

Kelima, orang bemotivasi akbar cepat maju kariernya karena ia rajin belajar, gemar berguru dan senang mengasah kemampuan dirinya. Tetapi orang bermotivasi rendah lambat majunya karena ia malad belajar dan segan memperbaharui ketrampilan. Ia tergantung pada orang lain sehingga menjadi beban bagi pimpinanya.

Keenam, orang bermotivasi akbar masuk kantor lebih awal dan plang kantor lebih sore sampai tugasna tuntas. Tetapi orang bermotivasi rendah selalu datang terlambat, dan tidak sabar menunggu jam kantor usai.

Ketujuh, orang bermotivasi akbar mempunyai sense of beloning yang besar. Ia turut memelihara, merawat dan membesaarkan perusahaan dengan sikap menyayangi. Tetapi orang bermotivasi rendah tidak peduli pada organisasinya dan memperlakukan perusahaan sebagai sapi perahan.

Kedelapan, orang bermotivai akbar tidak memerlukan pengawasan. Ia dapat bekerja secara mandiri sehingga energi dan watu pemimpin dapat diprioritaskan utnuk hal lain yang lebih penting. Tetapi orang bemotivasi akbar bagaikan kuda liar yang senantiasa memerlukan tali les dan kekang. Waktu atasan banyak untuk mengawai mereka.

Kesembilan, orang bemotivasi akbar, hatinya dipenuhi oleh motivasi gembira, semangat dan suka cita dengan loyalitas yang tulus. Tetapi orang bemotivasi rendah tidak pernah puas dan selalu resah. Loyalitasnya hanya sebatas ada kesempatan baru di tempat lain dan siap meloncat bila keadaan menguntungkan.

Terakhir, orang bermotivasi akbar dapat berkonsentrasi pada pekerjaaanya sehingga hasilya bermutu baik. Tetapi orang bermotivasi rendah gampang kejangkitan isu, takut kepada banyak hal, cepat merasa bosan, dan selalu berpikiran negatif.

 

Hakekat Motivasi Akbar

Motivasi adalah sebuah dorongan, bebentuk energi psiko-spritual dari dalam hati yang membuat kita melakukan kegiatan tertentu. Ada motivasi yang sngat kuat yang kita sebut motivasi superior, sehingga halangan sebesar apapun bisa dilalui. Tetapi ada pula motivasi yang sangat rendah sehingga halangan sekecil apapun telah cukup menhalanginya atau membuatnya berhenti. Bukti dari motivasi yang rendah ini adlah menggunungnya hal –hal yang kita tunda, terbengkalainya proyek yang kita pegang, batalnya niat-niat yang mulia.

Tiga modus motivasi yakni:

  • Motivasi demi hasil

Manusia jenis ini adalah melakukan sesuatu demi maksud akan memperoleh hasil tertentu. Persoalan terbesar disini adalah bagaiman mempertahankan dan meningkatakan motivasi yang mampu mengatasi tidak menyenangka itu demi hasil akhir yang menyenangkan.

  • Motivasi demi menghindari sesuatu

Manusia jenis ini melakukan sesuatu, walaupun proses dan akibatnya tidak menyenangkan demi menhindari esutu yang tidak menyenangkan. Yang menjadi persoalan dengan motivasi jenis ini ialah bahwa sesuatu yang dihindari itu seringkali merupkan hal yang sebenarnya tidak boleh dihindari.

  • Motivasi poses

Manusia jenis ini melakukan sesuatu karena proses melakukanya menyenagkan. Idealnya bagaimana kita bisa melakukan pekerjaan dengan sangat menggairahkan dan dengan melakukanya kita terhindar dari hal-hal yang tidak kita sukai, dan diujung prosesnya kita memperoleh hal-hal yang kita inginkan.

 

Untuk menemukan senar motivasi akbar anda maka anda harus meneliti hasrat anda, apa keinginan anda, da apa kerinduan anda. Rumuskan hasrat anda tersebut secara positif dalam bentuk cita-cita, visi, atau sasaran. Rumuskan hasarat anda tersebut secara negatif dalam bentuk ketakutan yang harus anda hindari..integrasikan hasrat dan keinginan anda di atas dalam pilihan pekerjaan, aktivitas dalam bidang profesi yang akan anda tekuni dan carilah model dari hasrat dan keinginan anda itu dalam diri tokoh-tokoh panutan.

Jadi untuk menemukan bidang di mana anda bisamemfokuskan diri secara tuntas sehingga timbul passion, motivasi dan kecintaan yang hebat, dianjurkan kepada anda untuk melakukan hal-hal berikut ini:

  1. carilah hal-hal yang dapat anda sukai dalam pekerjaan. Di sini anda harus dapat melihat keterkaitan dalam bakat dan kelebiahan anda.
  2. berusahalah menyukuri dan mengapresiasi tugas-tugas tersebut sehingga akhirnya tumbuh rasa cinta, yang pada giliranya akan memberikan rasa senang yang lebih besar lagi.
  3. jika adna secara jujur tidak kedua butir di atas, itulah petunjuk bahwa anda sedanng mengerjakan apa yang bukan darma anda. Artinya anda berada di tempat yang salah, bersama orang yang keliru, dan melakukan pekerjaan yang tidak tepat. Segerlalah cari pekerjaan lain yang sesuai dengan bakat, panggilan dan darma pribadi anda.
  4. temukan hubungan antara pekerjaan anda dengan pekerjaan orang dan bagian lain, bahkan dengn sistem yang lebih besar lagi, termasuk dunia di luar pekerjaan anda. Kesadara ini akan menolong anda untuk memahami bahwa pekerjaan anda bukanlah  sekedar bau dan mur dalam mesin raksasa, melainkan unsur vital dari suatu konsep dan realitas yang lebih tinggi dan agung.
  5. hubungkan pekerjaan anda dengan apa saja yang indah dan penting di hati anda. Dari sisnilsh munculnya rasa keterpanggilan yang kuat dan mantap. Dan bila itu terjadi, maka anda sudah menemukan senar motivasi yang bisa anda singung kapan saja anda mau.

 

Mentalitas para maestro

Untuk mencapai sebuah prestasi unggu, apalagi prestasi kelas dunia, seorang pasti dihadapakan pada tantangan yang juga kelas dunia. Tantangan inilah yang harus dijawab dengan sikapa mental kelas dunia juga. Selain itu diperlukan stamina yang prima. Untuk itulah diperlukan seperangkat motivasi akabar. Apakah motivasi ini terbit dari dalam atau sesuatu di dalam diri kita tidakalah terlalu penting. Yang penting kemudian orang merasa terpanggil untuk berbuat dan melakukan kegiatan yang akbar.

Studi mengenai perilaku para maestro, manusia bermaotivasi akbar, menunjukkan bahwa mereka pada umumnya memiliki mentalitas yang khas yang disarikan sebagai berikut ini:

  1. Ambisius. Merka ingin mencapai hasil besar atau sesuatu yang bekualita tinggi. Mereka ingin menciptakan atau mencetak prestasi yang lain dari pada yang lain.
  2. Berani tampil beda, tidak asal ikut arus. Mereka tidak puas menjadi  sekedar peniru, pengikut jejak atau penerus. Sebaliknya mereka ingin menciptakan hal yang baru.
  3. Bekerja melebihi standar umum. Mereka menetapkan standar yang sangat tinggi dan tidak puas dengan yang biasa-biasa, orientasi mereka adalah kesempurnaan.
  4. Mereka mempunyai visi, impian besar, cita-cita agung. Hati mereka dipenuhi impian dan idealisme. Mereka ingin memperbaharui sesuatu, bahkan menciptakan secar baru.
  5. Kreatif, proaktif, imajinatif, inovatif. Kepala mereka dipenuhi oleh daya cipta, gagasan-gagasan revolusioner dan ide-ide baru. Mereka tidak tahan menunda dorongan batin itu dan mengenjawantahkanya sampai tuntas.
  6. Mampu bekerja dengan sangat intensif. Mereka memiliki semaca mood kerja yang positif yaitu roh keberhasilan yang menguasai diri mereka.

 

Jika mentalitas para maestro itu ditelusuri sampai ke akar-akarnya, maka kita akan menemukan sehimpunan keyakinan dasar yang mereka anut kuat-kuat. Ini sebagian kredo sukses mereka, sistem percaya mereka: mereka tidak akan menyerah sepanjang mereka yakin bahwa cita-cita dan tujuan mereka benar dan berharga. Mereka menyakini bahwa segala sesuatu bekerja sama menbantu mereka untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Mereka tidak gentar menghadapi tantangan sesulit apapun karena kesulitan yang tidak mampu mematahkan mereka pada akhirnya menguatkan mereka, dan tidak mengijinkan orang lain mematahkan semangat dalam mencapai visi dan tujuan mereka.

Mereka tidak menyerah pada ketakutan, tidak peduli berapa besar ketakutan itu. Mereka akn terus bertindak berani karena mereka tahu baha keberuntungan selalu berpihak kepada para pemberani. Tidak ada kata mustahil dalam kamus mereka, semua mungkin tercapai asal kita mau mencoba, terus percaya, dan menjaga apai harapan kita.  Demikianlah motivasi akbar timbul dari kepercayaan yang paling dalam akan pentingngnya sesuatu untuk diekerjakan, sebuah tujuan untuk dicapai, sebuah misi untuk ditunaikan.

Sumber : Jansen Sinamo,  2006, Mengubah Pasir menjadi mutiara, Penerbit: Institut darma Mahardika,  

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: