strategi bisnis (4)

Inovasi :Bukanlah Kunci untuk Menyenangkan Pelanggan
Mengelola pasar yang cepat berubah memerlukan kreativitas dan pengawasan yang terus menerus terhadap perubahan ekspektasi pelanggan. Kebutuhan pelanggan selalu sama, namun cara mereka ingin dipuaskan terus berubah akibat paparan dan pengalaman yang mereka peroleh dari pesaing dan organisasi lainnya. Contohnya, kebutuhan manusia untuk menghitung dan mentabulasi selalu ada, namun cara memuaskannya telah berubah selama bertahun-tahun – dari sempoa ke kalkulator, selanjutnya dari mesin hitung uang ke computer, dari laptop ke palmtop, begitu seterusnya. Siklus inovasi terus berjalan.
Pemasar harus peka dan inovatif dalam mengelola kebutuhan segmen yang mereka layani serta menaruh perhatian pada perkembangannya. Keinginannya pelanggan harus dimonitor lebih dekat untuk mengetahui alternatife apa yang tersedia, baik secara local maupun global. Travel dan komunikasi global membuka wawasan pelanggan terhadap semua jenis teknologi dan ide yang mungkin tidak tersedia secara local. Pengembangan produk baru bukan merupakan barang mewah tapi sudah menjadi kebutuhan dalam mempertahankan kepuasan pelanggan. Ada tiga cara untuk melakukannya:
1. Penemuan – menciptakan dari awal melalui penelitian dan pengembangan tradisional
2. Inovasi – mengembangkan produk yang ada atau teknologi yang terbukti mudah dilakukan
3. Meniru – memilih untuk memakai temuan dan inovasi yang telah sukses

Strategi yang diambil tergantung pada ukuran, situasi, dan tujuan strategis pemasar. Contohnya, ceruk dengan keterbatasan sumber daya dapat memilih untuk meniru teknologi dan menyesuaikan solusi untuk memenuhi ketentuan spesifik pelanggan. Seorang pemimpin pasar mungkin lebih suka melakukan lompatan quantum temuan untuk memanjakan pelanggan mereka sambil mengubah aturan permainan. Differentiator mungkin menggunakan inovasi untuk memunculkan produk atau teknologi yang lebih baik dan telah teruji.
Ada dua cara untuk mendapatkan produk atau teknologi baru:
1. Akuisisi – membeli perusahaan, paten, atau lisensi
2. Pengembangan – dapat dilakukan ssecara intern atau mengontrak spesialis

Saat ini trend untuk memperoleh teknologi melalui lisensi atau waralaba terus tumbuh dengan pesat. Lebih jauh lagi, banyak firma menunjuk manufakur kontrak untuk memproduksi produk mereka, dan manufakur ini secara agresif mencari teknologi untuk menjualnya pada pemasar. Skema seperti itu menghasilkan keunggulan yang jelas terlihat, namun pemasar harus memutuskan kapan dan teknologi apa yang digunakan untuk melayani pelanggan. Penting juga untuk merangkul platform teknologi yang terbuka dan dapat diterapkan oleh pemimpin industri yang terkemuka. Dahulu industri computer merupakan industri yang sangat vertical, namun sekarang sangat terbuka, namun terdapat begitu banyak diferensiasi dalam dimensi lain.
Namaun begitu banyak kecelakaan yang muncul. Mungkin pemasar salah berpikir bahwa inovasi saja dapat menyenangkan pelanggan. Untuk memastikan bahwa ide baru diserap dengan cepat, sebuah firma harus menunjuk firma atau orang yang tepat di antara pelanggan terpilih. Selain itu, produk baru harus memiliki karakteristik yang memudahkan adopsi secara cepat. Dalam mengenalkan produk atau ide baru, adalah penting untuk terlebih dahulu mengosongkan pemimpin opini dari produk atau kategori penggunaan. Semua itu merupakan misi pemasar dan sekali produk diterima, mereka akan menjadi pendukung dan penasehat yang kuat bagi orang-orang pencari opini. Contohnya, perusahaan dalam bidang music selalu mengirim rekaman terakhir mereka pada DJ top dan mengundang mereka pada pertunjukkan pendahuluan atau pertemuan khusus dengan para artis. Sekali DJ menyukai apa ayang mereka dengar dan lihat, mereka akan memutarnya dan menyambut baik musik tersebut. Jadi, adalah penting untuk mendapatkan orang atau oraganisasi yang kuat dan berpengaruh,meskipun mereka mungkin pelanggan yang tidak dibayar, untuk “tes-lokasi” pelucuran produk baru.
Produk baru harus memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Produk harus menawarkan keuntungan yang lebih besar daripada produk yang ada
2. Produk harus sesuai dengan nilai dan pengalaman pengguna
3. Produk harus mudah dipahami dan digunakan
4. Produk dapat dicoba pada basis terbatas untuk membuktikan nilainya
5. Produk memiliki hasil yang jelas dan nyata
6. Produk memiliki keuntungan yang melebihi biaya awal dan biaya on-going
7. Produk meyakinkan, tidak meragukan, atau tidak beresiko
8. Kelompok yang direferensikan menyambut dan menerimanya

Ada kalanya tidak perlu menjadi yang pertama dalam memunculkan ide baru, tetapi lebih baikk mengajukan penawaran pada tahap berikutnya. Untuk itu, strategi produk harus ditahan sampai waktu yang sesuai. Sebagai pelaku kecil, mendidik pasar akan mahal bila tidak ada yang memahami inovasi tersebut. Akan lebih murah dan lebih menguntungkan untuk meluncurkan produk baru bila pasar telah siap karena pemilihan waktu yang tepat memaksimalkan peluang dan keuntunga. Konsep daur hidup produk klasik memberikan petunjuk cara memanfaatkan waktu yang tepat.
Pengenalan Ini meruapakan tahap yang tidak mengharapkan keuntungan. Pelaku kecil sebaiknya menghindari memasuki pasar pada tahap ini. Biarkan pelaku besar mendidik pasar untuk menerima produk atau teknologi tersebut.
Pertumbuhan. Inilah di mana persaingan yang sebenarnya dimulai dan banyak pelaku akan memasuki pasar dengan diferensiasi produk. Pemasar harus memanfaatkan tahap ini untuk memperoleh keuntungan yang baik.
Kedewasaan. Pasar akan melalui masa tak menentu dan fragmentasi. Sang pemenang akan bertahan dan mereka perlu mencampur kembali bauran pemasaran mereka, termasuk modifikasi produl. Tujuannya disini adalah untuk mengkonsolidasikan operasional dan mempertahankan pangsa pasar demi memperoleh keuntungan yang masuk akal.
Kemunduran. Sangatlah penting untuk mengidentifikasikan produk yang lemah dan tidak menguntungkan serta membuat keputusan apakah harus dihentikan atau dimodifikasi. Apabila firma memiliki produk lain yang lebih menjanjikan, mereka harus segara menyingkirkan produk yang tidak menguntungkan. Dengan cara ini, beberapa keuntungan mungkin bisa didapat. Memodifikasi produk sangatlah mahal, dan pemasar harus hati-hati dalam mempelajari respons pelanggan atas modifikasi semacam ini dan seberapa besar kelompok sasaran akan menghargainya.
Saran Sun Tzu bahwa waktu adalah esensi masih berlaku sampai sekarang, sama seperti 2500 tahun yang lalu. Posisi mereka untuk mempengaruhi pelanggan pencari opini, namun lebih dari itu adalah soal pemilihan waktu yang tepat.

Menghadiahkan Mungkin Lebih Baik Ketimbang Murah
Dalam beberapa industri, sudah menjadi suatu kebiasaan untuk menghadiahkan produk. Salah satu contohnya adalah dalam industri computer. Beberapa orang menduga ide “pemberian contoh” ini dipelajari dari perusahaan-perusaahaan penyedia barang kebutuhan konsumen yang bergerak cepat. Begitu pelanggan menyukainya, pembelian yang berulang akan terjadi. Itu merupakan ide sederhana untuk mendapatkan pelanggan dan bisnis dengan mereka. Dalam arena piranti keras, sangatlah mahal menghadiakan mesin fotokopi, printer laser, telepon seluler, disk drive, dan sebagainya. Logika dan prakteknya adalah anda harus memiliki piranti keras untuk memenuhi konsumsi para konsumtif. Jika anda tidak memiliki handphone, airtime tidak akan dihitung. Banyak pemasar gagal menyadari hal ini dan berusaha untuk menjajakan produk mereka secara simultan dan menetapkan harga untuk mendapatkan uang dengan dua cara.
Tanpa piranti keras, produk yang dikuasai, anda tidak dapat memperoleh kontribusi pelanggan secara besar-besaran. Berapa biaya yang anda keluarkan untuk kamera, printer laser, atau telepon seluler? Jumlahnya kecil jika dibandingkan dengan jumlah uang yang anda keluarkan untuk film, toner, servis, airtime, dan sebagainya. Strategi back-end agar pelanggan membeli lebih banyak barang konsumsi dan jasa agar keuntungan dapat diraih Sayangnya, ada banyak contoh perusahaan yang tidak menyelaraskan diri dengan strategi ini. Mereka memisahkan piranti keras dan bisnis konsumtif sebagai dua unit bisnis yang terpisah dan membuatnya bersaing di antara mereka sendiri. Akibatnya, semuanya menetapkan harga hanya untuk keuntungan jangka pendek dan agar dapat bertahan.
Kita dapat mengambil pelajaran dari Netscape, perusahaan Internet-browser, tentang cara mereka menangkap hamper setengah dari pengguna internet di seluruh dunia. Strategi mereka sederhana – menghadiahkan browser piranti lunak untuk membangun hubungan dengan pelanggan, Meningkat dan dikaitkan dengan internet, penyediaan informasi spesifik yang menarik dan ruang untuk pengiklan. Strategi penetapan harga front dan back-end memerlukan struktur, produk, dan prosedur agar dapat dilaksanakan dengan sistematis.
Strategi Penetapan Harga
Firma yang mengejar strategi diferensiasi tidak akan menerapkan harga rendah untuk mengurangi strategi posisi-posisinya. Begitu pula over-all cost leader (pemimpin biaya menyeluruh) akan menerapkan sekaligus mendapatkan skala penghematan. Pada dasarnya, ada dua strategi penetapan harga – harga tinggi atau rendah. Praktik harga kompetitif yang sejalan dengan harga dari posisi. Barang tersebut tidak akan terjual jika pelanggan sadar akan kualitas dan merek.
Anda beberapa kondisi yang mendukung penetapan harga rendah atau harga penembusan, yaitu:
1. Pasar besar dan peka harga
2. Produk yang ditawarkan tidak terlalu berbeda
3. Strategi dipakai untuk menghalangi pelaku baru
4. Pelaksanaan yang efektif membantu mendapatkan volume bisnis dan kemudian mengurangi biaya

Kondisi yang memungkinkan untuk ditetapkannya harga tinggi atau skimming:
1. Pasar kecil namun memiliki prospek berkualaitas yang memadai
2. Harga tinggi didukung oleh diferensiasi yang kuat
3. Harga tinggi benar-benar menguatkan posisi produk
4. Biaya tidak akan meningkat dengan harga seperti itu

Memahami kondisi yang menguntungkan untuk setiap strategi akan membantu pemasar menyelaraskan tujuan firma dengan situasi pasar. Harga merupakan satu-satunya komponen dalam pembuatan pemasaran yang menggerakkan pendapatan dan merupakan elemen yang memepengaruhi keuntungan dan pangsa pasar secara langsung. Pertimbangan inio memerlukan:
Tujuan
Firma harus memutuskan apa sebenarnya yang diinginkan, apakah pangsa pasar, keuntungan, atau keduanya. Untuk itu, diperlukan kerangka waktu. Contohnya, pemasar dengan ambisi mendominasi pangsa pasar harus “membeli” basis pelanggan yang besar pada tahun-tahun awalnya sehingga harus mengorbankan keuntungan jangka pendek.
Permintaan
Mengetahui adanya permintaan untuk suatu produk tidaklah cukup. Pemasar harus meneliti elastisitis permintaan tersebut. Apakah potongan 10% dari harga jual meningkatkan konsumsi atau penggunaan? Jika ya, apa yang akan meningkat dan berapa perkiraan dampak keuntungan dari keputusan tersebut? Selain harga, apakah ada “rangsangan” lain yang bisa meningkatkan permainan, terutama untuk produk yang memasuki tahap kematangan dan kemunduran daur hidup produk tersebut. Riset sebab akibat dapat membantu pemasar memahami dampak keuntungan dan pangsa pasar terhadap setiap tidak harga atau stimulasi.
Biaya
Firma dengan pangsa pasar besar menikmati ekonomi skala dan kurva pengalaman yang baik serta keunggulan biaya. Diferensiator atau ceruk tidak memiliki keunggulan seperti itu dan harus membuat nilai lebih pada sisi pelanggan.
Penawaran Pesaing
Firma harus berhati-hati untuk tidak membiarkan tawaran pesaing menentukan harga. Pelanggan sasaran adalah pengambil keputusan dan tentu saja, mereka akan mebandingkan harga. Harga itu sendiri tidak bermakna. Pemasar harus mengkomunikasikan kepada target sasaran keuntungan, posisi, dan keistinmewaan produk yang membuat produk tersebut pantas diberi harga seperti itu.
Tantangannya adalah jangan menyesuaikan diri dengan harga pesaing, tapi berikan nilai tambah yang dihargai pelanggan. beberapa pemasar komponen industri tidak menghargai poin ini, karena mereka percaya bahwa bisnis akan didapat dengan member harga lebih rendah dari pesaing lainnya. Jika hal ini benar, orang akan membeli apa pun yang murah.
Organisasi membeli untuk tiga alas an dasar. Pertama untuk mendapatkan lebih banyak uang dengan barang yang mereka beli. Firma tidak membeli chip, konektor, kabel, striker, dan sebagainya,tapi membeli apa yang dapat dilakukan produk tersebut untuk membuat mereka kaya. Pabrik tidak membeli system CAD/CAM agar terlihat gaya, namun untuk membantu mereka mempersingkat waktu dan biaya produksi. Mereka melakukannya untuk membuat perusahaan lebih kuat, lebih bijaksana, lebih baik, lebih cepat, dan lebih kompetitif.
Pemasar industri harus kembali ke dasar dan mengidentifikasikan bagaimana produk atau layanan mereka dapat memberikan hasil superior bagi pelanggan organisasi mereka.
Dalam lingkungan yang prgmatis dan sangat kompetitif, pemasar harus cukup ulet untuk terlebih dahulu melakukan serangan harga kompetitif yang mungkin terjadi. Anda tidak menggunakan harga untuk menyerang pesaing atau memikat pelanggan pesaing anda. Ini merupakan permainan dari titik awal. Apa yang anda harapkan untuk tercapai adalah menetralisir serangan seperti itu dan mencegah pengurangan pelanggan. karena strategi penetapan harga harus konsisten, strategi tersebut mungkin kekurangan aspek dinamis yang diperlukan dalam mengekang gangguan kompetitif. Beberapa tindakan jangka pendek harus disusun untuk mengatasi interupsi seperti itu dari waktu ke waktu, namun tidak boleh terlalu sering diulangi sehingga membentuk corak permanen penetapan harga anda. Hal ini dapat menjadi boomerang. Berikut ada beberapa taktik:
1. Diskon – untuk pembayaran tunai, pembayaran tepat waktu, jumlah yang banyak, stok lama
2. Pengurangan biaya – untuk performa tententu seperti display, promosi, pencapaian penjualan
3. Promosi – untuk penjualan khusus, event, pelanggan setia, peluncuran produk
4. Transaksi – untuk segmen tertentu, model spesifik, waktu atau lokasi yang telah ditentukan sebelumnya
5. Opsional – pelanggan dapat membeli barang dasar dan barang opsional sesuai pilihan
6. Paket – menawarkan paket total dengan biaya yang sedikit lebih murah disbanding mebeli secara terpisah

Pemasar tidak boleh menggunakan taktik ini sebagai solusi untuk memenuhi semua tantangan penetapan harga. Teliti kembali keinginan pelanggan, situasi pasar, daur kehidupan produk dan bauran pemasaran sebelum memutuskan strategi penetapan harga. Lakukan penghitungan anda denngan ceramat dan cari dampaknya terhadap keuntungan dan pangsa pasar sebelum berencana untuk mengubah harga.
Menjual Kepada Reseller Tidak Akan Membuat Pelanggan Membeli
Mendapatkan produk dan layanan secara efektif biaya dan nyaman bagi pelanggan merupakan persyaratan dasar strategi distribusi efektif. Efektif biaya berarti pemasar memperoleh pengembalian ekonomis optimal sementara pelanggan mendapatkan nilai yang diinginkan tanpa banyak usaha. Distribusi merupakan factor kunci kesuksesan, terutama bagi produk untuk orang dewasa. Banyak contoh yang menunjukkan bahwa perubahan pada area ini dapat meningkatkan bisnis dan kepuasan pelanggan. ambilcontoh bisnis bunga dan keranjang. Sekaran, anda hanya perlu menelpon Noel Hampers dan mereka akan mengirim bunga atau keranjang dalam waktu satu jam.
Dapatkan semua perusahaan melakukan distribusi sendiri? Apakah mereka memiliki keahlian melakukannya? Apakah mereka memiliki kemampuan untuk melakukannya? Apakah akan lebih baik melakukannya sendiri atau lewat orang lain? Karena distribusi memerlukan sumber daya yang sangat besar, suatu firma harus mengidentifikasikan inti kompotensi dan aturan mereka. Apakah firma tersebut ingin bergerak di bidang R&D, manufaktur, distributor, pemasar, atau semuanya? Sebuah firma haru mengalokasikan dan mendedikasikan diri pada area yang menghasilkan keuntungan komaratif.
Ada beberapa bukti yang memperlihatkan bahwa “hollow coporation” menawarkan keuntungan dengan risiko yang lebih rendah. Ambil Reebok sebagai contoh. Sepatu mereka dibuat oleh pabrik kontrak di cina dan Indonesia, kemudian dijual lewat distributor. Hollow company merupakan pemasar murni – mereka mengerti apa yang diinginkan pasar, mencari dan menyediakan solusi; serta melayani pasar melalui nilai tambah penjualan ulang. Capital dari firma semacam ini bukanlah uang, tetapi bagaimana menerapkan ilmu pengetahuan dan rantai nilai firma lain.
Adalah hamper tidak mungkin bagi sebuah firma untuk unggul dalam segala bidang, termasuk distribusi. Hal ini membutuhkan sejarah, jaringan fasilitas, finansial, dan taktis yang hebat. Distribusi harus memutuskan di mana mereka akan menempatkan sumber daya mereka – distribusi atau area lain yang mereka kuasai. Hal ini bukan berarti distribusi tidaklah penting, karena distribusi merupakan bagian integral dari proses pemasaran dan merupakan proses kunci yang harus dilakukan dengan baik. Ada banyak keuntungan melakukan kerja sama dengan mereka, karena dapat:
1. Menyediakan keahlian, jaringan penualan, operasional, logistic
2. Menjadi penyedia dan pengumpul informasi
3. Mentransfer stok dan hak kepada mereka untuk mengurangi risiko dan biaya
4. Memanfaatkan skema finansial mereka yang ditawarkan kepada pelanggan mereka
5. Menggunakan basis pelanggan mereka untuk uji coba dan penjualan cepat

Yang lebih penting, firma dapat mengangkat dedikasi mereka agar menjadi unggul dalam bisnis distribusi. Dedikasi merupakan salah satu kunci criteria seleksi untuk jalur kemitraan. Criteria yang lainnya sangat tergantung pada kelebihan yang ingin dicapai. Reseller harus diyakinkan bahwa ada uang yang akan dihasilkan dan manfaat yang dapat diperoleh dari menjual produk anda. Reseller dapat mendorong sell-in pada perdagangan, namun mereka membutuhkan pelanggan di ujung yang berlawanan untuk menari barang-barang keluar dari jalur.
Banyak pemasar gagal menerima dan menjalankan program permintaan berkelanjutan front-end (front-end demant generation programs). Menjual kepada reseller tidak membuat mereka melayani pelanggan dengan baik; jalur kemitraan harus terus dilatih, dimotivasi, dan ditanamkan untuk memenuhi harapan pelanggan.
Distribusi terlalu penting untuk dipercayakan kepada perwakilan penualan junior. Pemasar senior haru dilibatkan untuk mengatur strategi distribusi dalam kemitraan sejati dengan jalur kemitraan.
Sebelum berkolaborasi dengan jalur kemitraan, pemasar harus mengetahui dengan jelas sebarapa besar kehadiran fisik yang harus dimiliki produk. Kadangkala, penampilan yang berlebihan dapat menyebabkan kebingungan posisi dan konflik channel. Tiga pilihan distribusi adalah:
1. Intensif – produk terjual di sebanyak mungkin outlet
2. Selektif – produk tersedia pada outlet atau lokasi tertentu
3. Ekslusif – produk terjual di satu tempat atau outlet khusus
Distribusi Intensif. Untuk mengejar strategi ini, produk harus dicari oleh banyak pembeli yang cepat beralih merek, bilamana produk kesukaan mereka tidak tersedia. Contohnya, untuk memuaskn dahaga mereka bila merek favorit mereka tidak tersedia. Namun Anda tidak akan beralih merek lain bila anda membeli mobil atau jam.
Distribusi Selektif. Untuk mendistribusikan produk yang berbeda, pastikan produk tersedia di outlet yang dikunjungi calon pelanggan. sebagai tambahan, outlet ini harus mendukung posisi produk dan menawarkan nilai tambah, misalnya layanan. Contohnya, orang yang membeli gaun dan jam akan sangat teliti dengan tempat di mana mereka membeli barang tersebut.
Disstribusi Eksklusif. Produk yang sangat berbeda atau eksklusih harus dijual dengan cara eksklusif. Produk tidak harus langsung tersedia. Perjanjian eksklusif akan membantu meningkatkan keunikan produk. Dapatkah anda bayangkan apa yang akan terjadi bila mobil bermerek Jaguar dapat di beli di bengkel dan di pom bensin mana pun? Merek akan ternoda. Calon pelanggan menginginkan dan menghargai mobil tersebut karena tidak “mudah didapatkan”, dan ini yang menandai perbedaan itu.
Pada tahun-tahunn belakangan ini, waralaba sebagai strategi distribusi tumbuh secara signifikan. Waralaba menawarkan control, integrasi progresif, dan bisnis yang memikat pada pemasar. Franchiser atau pemasar menawarkan pernjanjian kepada pengecer atau Franchisee di mana Franchiser akan menyediakan produk, layanan, pelatihan, manajemen, finansial, dan pengembangan bisnis. Nama perusahaan “dikecilkan” agar merek Fuji menonjol. Tentu saja, toko tersebut menjual film, kerta, proses, kamera, dan sebagainya bermerek fuji,
Franchisee akan memperoleh keuntungan “paying” besar dalam bentuk permintaan, iklan, dan promosi kecakapan teknis, pengembangan manajemen, pembeleian atau negosiasi kolektif, dan dukungan finansial. Pemasar itu sendiri mengontrol jaringan distribusi dan tampil secara kuat tanpa harus mencemaskan apakah pengecer akan berhenti membeli dari mereka. Semuanya dikontrak untuk menjalankan tugas yang menjadi bagiannya agar jalinan kerja sama ini dapat meraih kesuksesan.
Kolaborasi dengan firma yang memiliki spesialisasi berbeda selain reseller tradisional merupakan sumber perwakilan lain-lainnya. Bekerja sama dengan firma lain baik secara temporer atau permanen untuk meraih pelanggan terbukti berhasil. Perusahaan audit bergabung dengan konsultan manajemen; bank bekerja sama dengan klub golf; desainer interior berkolaborasi dengan pengembang perumahan. “solusi” total kenyamanan sambil saling memaksimalkan basis pelanggan masing-masing.
B eberapa pemasar agresif yang ingin maju pesat dapat memilih pendekatan multi-channel untuk menyerap pasar secara efisien. Pemasar dapat terus menerus;
1. Menggunakan distributor menjual produk pada pengecer
2. Memeiliki bagian penjualan untuk menjual secara langsung demi memperoleh keuntungan besar
3. Menjual lewat internet, telepon, mesin penjaja

Dalam menggunakan pendekatan ini, pemasar harus berhati-hati dalam mengindentifikasikan sector spesifik dari pasar sasaran yang ingin dilayani. Kegagalan dalam melakukannya dapat mengakibatkan konflik jaringan dan kekacauan, dan yang terburuk adalah terjadinya balas dendam dari pihak-pihak yang terkait.
Distribusi adalah memberikan produk kepada pelanggan dengan cara yang paling nyaman dan superior sambil meningkatkan finansial firma dan posisi produk. Menjual kepada seller tidak akan membuat pelanggan membeli; tetapi kemitraan dan program distribusilah yang meyakinan pelanggan pulang dengan membawa produk kita.

One Response to “strategi bisnis (4)”

  1. mitra-solusindo…

    […]strategi bisnis (4) « syafrizal Helmi[…]…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: