Strategi Bisnis (1)

Pemasaran Bukan Sekadar untuk Mendapatkan Bisnis Saja
Pemasaran dianggap sebagai suatu proses untuk memuaskan pelanggan. Banyak pelanggan telah mendapatkan kepuasan dan mereka menginginkan lebih dari itu. Mereka harus disenangkan dan dimanjakan sedemikian rupa, sehingga mereka akan kembali kepada Anda berulang kali. Keuntungan hanya bisa direalisasikan bila pelanggan kembali. Aset terpenting dalam bisnis bukanlah teknologi, produk, pabrik, atau merek. Pelanggan, terutama yang setia, merupakan asset anda yang paling berharga. Tantangannya adalah mengembangkan sebuah program pemasaran untuk memenangkan hati pelanggan.
Pemasaran bukanlah melakukan hal sama yang telah mendatangkan kesuksesan di masa lalu, tapi mengubah aturan permainan dengan memanfaatkan perubahan. Perencanaan tahunan tradisional pemasaran tidak sesuai untuk tugas ini. Pemasar harus melihat ke depan dan bertanya perubahan apa yang akan terjadi, bagaimana perubahan tersebut mempengaruhi bisnis, dan apa yang harus dilakukan untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan keuntungan. Organisasi harus berusaha untuk terus membentuk diri agar sesuai dengan kondisi yang terus berubah.
Pemasar harus menyelaraskan kemampuan dan keterbatasan firma untuk meraih peluang sambil menahan ancaman-ancaman yang muncul akibat perubahan ini. Pemasar harus mengenali kemampuan dan kelemahan firma serta mencari peluang dan pelanggan yang sesuai. Tidaklah ada gunanya menangani pelanggan yang tidak menghargai kemampuan firma, dan yang terburuk adalah, mereka menginginkan hal-hal yang tidak dapat dipenuhi firma anda dengan baik. Pemasaran bukanlah untuk mendapatkan pangsa bisnis yang menguntungkan dengan menarik pelanggan yang dapat menghargai kemampuan anda dan tidak keberatan dengan kelemahan anda.
Tujuan bisnis adalah untuk menciptakan nilai dan arti, setidaknya bagi tiga kelompok—pelanggan, pegawai, dan pemilik. Ketiganya harus terpuaskan untuk mencapai keseimbangan. Bila salah satu pihak tidak terpuaskan, keseimbangan dapat terganggu. Pegawai harus dipuaskan agar mereka menemukan makna dalam pekerjaan mereka dan memiliki semangat untuk berprestasi. Pemasar tidak dapat mengabaikan pentingnya peranan pegawai dalam menerapkan inisiatif pemasaran secara efektif.
Banyak pemilik dan pemegang saham sangat memikirkan uang, dan hanya sedikit yang dapat mentolerir keuntungan yang kecil atas investasi yang telah mereka tanamkan. Satu-satunya sumber penghasil uang yang baik adalah dengan menawarkan sesuatu yang berharga kepada pelanggan. Tidak ada yang mau membayar harga yang baik untuk sesuatu yang dianggap tidak berharga.
Pemasaran bukan hanya mendapatkan bisnis, tapi terkait dengan banyak hal lainnya. Untuk mengingatkan kembali pemahaman kita tentang pemasaran saat ini, kesimpulannya sebagai berikut: “Pemasaran merupakan penyesuaian kemampuan dan keterbatasan perusahaan dengan perubahan situasi untuk menciptakan nilai bagi pelanggan, staf, dan pemilik saham sambil menghinndari dan mengontrol konflik dengan pesaing.”

Strategi Bukanlah Mengalahkan Pesaing Anda
Menurut Michel Robert kita perlu membuat profil strategis, sebuah gambaran mental dari bentuk masa depan bisnis sebagai titik awal pengembangan strategi kita. Strategi yang dikemukakan Jhon Czepiel adalah tentang mendapatkan keuntungan yang tidak adil dalam situasi yang mendukung. Ia juga memperingatkan bahwa beberapa kondisi benar-benar tidak mendukung untuk memperoleh keuntungan, tidak peduli seberapa besar potensi yang dimiliki sebuah perusahaan dibandingkan para pesaingnya.
Gary Hamel, seorang guru strategi terkemuka mengamati bahwa kita telah sampai pada akhir dari upaya untuk meningkatkan, terutama dalam hal menciptakan bisnis baru, aliran pendapatan baru, dan kekayaan baru. Ia setuju dengan pendapat Kenichi Ohmae yang mengatakan “Lakukan lebih banyak, lebih baik” bukanlah merupakan obat mujarab. Kualitas, biaya, waktu pemasaran, proses, dan peningkatan lainnya dapat dilakukan sampai semuanya mencapai ke titik berkurangnnya pendapatan. Menurut majalah Fortune, banyak pemimpib bisnis memprediksikan bahwa pesaing terberat yang mereka hadapi adalah pendatang baru, bukan pelaku lama yang sama.
Michael Dell dari Dell Computers menantang pelaku computer besar dengan menjual komputernya dengan basis garapannya sendiri melaluli pemasaran langsung.
Amazon.com, toko buku terbesar di dunia, tidak membuka toko buku secara fisik serta menunggu pelanggan dating ke toko mereka dan melihat-lihat. Amazon menggunakan internet untuk memajang koleksi bukunya yang luar biasa banyak serta memberikan synopsis untuk para pelanggannya agar dapat dibaca dengan nyaman di rumah dan di kantor.

Keunggulan Kompetitif Tidak Menjamin Kemenangan
Pankaj Ghemawat mengemukakan tiga kategori keunggulan pendukung: keuntungan ukuran, keunggulan dalam hal akses sumber daya atau pelanggan, dan pembatasan pada pilihan pesaing. Untuk memainkan permainan ukuran, sebuah firma akan memanfaatkan skala, pengalaman, dan ruang lingkup ekonomis, yaitu berfokus pada produktivitas untuk meningkatkaan keuntungan biaya yang tidak dimiliki pemain lain karena ukuran mereka. Firma yang ingin bersaing dengan Intel dan Microsoft harus melakukan banyak hal dengan sangat cepat jika benar-benar ingin bermain di arena tersebut. Para pelaku yang ada menggunaka dalil tipuan Sun Tzu – yaitu menggiring para pesaing untuk meyakini sesuatu yang akan melumpuhkan tujuan mereka.
Beberapa keunggulan kompetitif dan pelaksanaannya.
 Performa Produk – fokusnya adalah muncul nya dengan produk yang lebih fantastis dan dapat melakukan keajaiban. Jika A membuat printer yang dapat mencetak 8 halaman per menit, yang lain akan menanggapinya dengan memproduksi printer yang dapat mencetak 12, 16, 24 halaman per menit.
 Teknologi Kepemilikan – triknya adalah memiliki sesuatu yang tidak dimiliki firma lain. Orang yang mendasarkan pada produk/layanan – penekanannya bukan pada produk, tapi pada layanan dan pemberi layanan yang menyertainya.
 Posisi, Merek, Reputasi – ini merupakan permainan pikiran. Pemasar harus menananamkan pada pelanggan alasan mengapa produknya merupakan yang terbaik bagi mereka.
 Membayar untuk Hasil, Bukan Solusi – keseluruhan ide tak-ada-perawatan-tak-ada-bayaran merupakan proposisi dan keunggulan kompetitif yang sangat menarik.
 Spesialisasi Produk untuk Rangkaian Kesatuan Komiditas – Pemasar paham bahwa evolusi produk yang bersifat khusu atau unik pada akhirnya akan menjadi komoditas berkenaan dengan semakin berkembangnya penawaran yang sejenis.
 Produktivitas – upayanya adalah untuk mendapatkan potongan besar pasar agar memiliki volume untuk menikmati skala ekonomis ditambah kurva pengalaman.
 Posisi yang Terlindung/Istimewa – jika anda adalah satu-satunya pelaku dalam pasar tersebut dan ada penghalang tinggi untuk memasuki pasar, maka keunggulan ini akan menjadi sangat signifikan.
 Hubungan yang sangat erat – praktek “gunaxi” atau hubungan dapat menghasilkan keunggulan yang sangat besar. Dalam hal ini, bukan hanya hubungan pribadi yang penting. Hubungan pelanggan dengan merek, perusahaan penjual, distributor dan sebagainya bukanlah sesuatu yang bisa dibangun dengan cepat oleh pesaing mana pun.
Sekarang setelah kita dapat mengatasi rintangan bagaimana bersaing, kita perlu memusatkan perhatian pada masalah dimana akan bersaing. “Bagaiman” membuat kita harus memilih di antara pilihan yang akan member kita keunggulan yanbg bekesinambungan dalam keterbatasan dan kemampuan unti kita. “Di mana” member lebih banyak pilihan lokasi, industry,segmen,grup,ceruk,pelanggan. Semua ini tidak dating dengan laba atau akses yang sama. Pilihan pada di mana akan bersaing sama pentingnya dengan pilihan bagaimana bersaing, namun banyak yang mengabaikan hal kritikal ini.
Tidak banyak perusahaan dan pemasar yang mendedikasikan dirinya untuk memelihara strategi ini dan mendukung keunggulan mereka. Memiliki keunggulan kompetitif tidak menjamin kemenangan yang pasti, namun memelihara keunggulan pendukung untuk meraih target laba akan menghasilkan kemenangan yang besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: