KECERDASAN SPIRITUAL
Kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya atau kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup sesorang lebih bermakna disbanding yang lain (zohar dan marshal, 2000). Sementara menurut Shinetar dan Kavari, kecerdasan spiritual merupakan pikirang yang mendapat insppirasi, dorongan dan efektivitas yang terinspirasi penghayatan ketuhanan di mana kita menjadi bagian di dalamnya. Kecerdasan spiritual yang sejati merupakan kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, tidak saja manusia, tetapi juga di hadapan ALLAH.
Menurut Donah Zohar dan Ian Marshall, IQ dan EQ secara terpisah ataupun bersama-sama, tidaklah cukup untuk menjelaskan keseluruhan kompleksitas kecerdasan manusia dan juga jiwa serta imajinasinya. Computer memiliki IQ tinggi karena dapat menegtahui aturannya dan mengikutinya tanpa salah. Banyak hewan memiliki EQ tinggi karena dapat mengenali situasi yang ditempatinya dan mengetahui cara mengatasi situasi tersebut dengan tepat. Akan tetapi, computer dan hewan tidak pernah bertanya mengapa kita memiliki aturan atau situasi, atau apakah aturan atau situasi itu dapat diubah atau diperbaiki.

Pemimpin membutuhkan kecerdasan spiritual (SQ) yang dapat mengevektifkan IQ dan EQ. kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup seorang pemimpin dengan konteks makna yang lebih luas dan kaya serta kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup sesorang lebih memiliki makna dibandingkan orang lain.
Nilai-nilai spiritual yang umum, antara lain kebenaran, kejujuran, keesederhanaan, kepedulian, kerjasama, kebebasan, kedamaian, cinta, pengertian, afanal baik, tanggungjawab, tenggang rasa, integritas, rasa percaya, kebersihan hati, kerendahan hati, kesetiaan, kecermatan, kemuliaan, keberanian, kesatuan, rasa syukur, humor, ketekunan, kesabaran, keadilaan, persamaan, keseimbangan, ikhlas, hikmah, dan keteguhan. Nabi Muhammad SAW membagi waktunya menjadi tiga bagian. Sepertiga untuk tuhannya, sepertiga untuk masyarakat, dan sepertiga untuk keluarganya. Aisyah r.a berkata, “nabi saw bangun sholat malam hingga merekah kakinya, maka saya tegur,mengapakah berbuat demikian padahal tuhan telah mengampunkan bagimu dosa yang telah lalu dan yang akan datang?” jawab nabi, “tidaklah sudah selayaknya saya menjadi hamba yang bersyukur padanya.”
Sebagai pemimpin, nabi Muhammad sangat dicintai sahabatnya. Allah menjadikan beliau sebagai pemimpin orang-orang terdahulu dan orang-orang terakhir. Allah menjadikan sahabat beliau sebagai sebaik-baiknya sahabat para nabi. “sebaik-baiknya umatku adalah orang-orag yang mencintai kalian dan kalian cintai. Dan seburuk-buruknya umatku adalah orang-orang melaknat kalian.” Sabda Rasulullah. Oleh karena itu beliau sangat mencintai umatnya, ucapak terakhir beliau sebelum wafat adalah “umatku…..umatku.”
Rasulullah SAW gemar mengajak bersenda gurau istrinya dan mengikuti jalan pikiran mereka sesuai derajat pikiran mereka dalam perbuatan dan akhlak. Rasulullah SAW mencintai anak-anaknya, beliau sering menyapa mereka ketika di jalan dan bermain dengan mereka. Cucunya, Hasan dan Husin, sering menaiki punggung nabi ketika sholat dan nabi tidak merasa terganggu dengan kelincahan mereka. Seringkali nabi menciumi cucunya itu. Dalam rumah tangganya Nabi bersabda “rumahku laksana surga bagiku.”

KESABARAN
Dalam kitab mukasyafatul qulub, al-gazali menuliskan bahwa “barang siapa yang bersabar untuk taat kepada Allah akan memberinya tiga ratus tingkat di surga, kelak di hari kiamat. Setiap tingkat seluas jarak di antara langit dan bumi. Barang siapa yang bersabar dalam menghindari larangan-larangan Allah, maka Allah akan memberinya enam ratus tingkat di surga kelak di hari kiamat. Setiap tingkat seluas jarak langit ke tujuh dan bumi ke tujuh. Dan barang siapa sabar menghadapi musibah, Allah akan memberinya tujuh ratus tingkat di surga. Setiap tingkatnya seluas jarak antara arasy dan bumi.”

MEMBERI
Rahasia kehidupan adalah member. Kata Antony Robins dalam bukunya yang berjudul unlimited power. Sebagian besar orang hanya memikirkan cara untuk menjadi pemimpin yang efektif. Kadangkala proses menjadi pemimpin sering terlewatkan, padahal itu penting. Mereka hanya memikirkan cara mendapatkan, bukan cara member. Salah seorang pimpinan perguruan tinggi berkata kepada saya. “pak yanto, anak buah saya sulit sekali untuk diajak bekerja keras,maunya malas-malasan saja.” Akan tetapi, ketika saya menanyakan alasan mereka tidak mau bekerja keras, mereka menjawab “bapak pimpinan tidak pernah memerhatikan kami.” Di sini pimpinan dan anak buahnya sama-sama berusaha untuk mendapatkan bukan member.

JANGAN MARAH
Menurut Promod Batta dalam bukunya born to win. Kita di suruh belajar dari sebatang korek api yang sederhana. Korek api memiliki kepala tetapi tidak memiliki otak. Oleh karena itu setiap ada gesekan kecil korek api langsung terbakar. Kita memiliki kepada dan juga memiliki otak. Kita tidak perlu kebakaran jenggot hanya karena gesekan kecil. Dengan menggunakan otak kita bisa menghindari marah dan juga stress. Setiap 10 menit kita kehilangan 600 detik kebahagiaan.
Dari abu darda “aku berkata, ya rasulullah tunjukkan aku suatu amalan yang dapat memasukkan aku ke dalam surga.” Rasulullah bersabda. “jangan marah, maka kamu akan masuk surga.”

Sumber : M.Suyanto. 15 rahasia mengubah kegagalan menjadi kesuksesan dengan kecerdasan spiritual.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: