10 JurusTerlarang (Jurus 1: mulailah dari yang kanan)

Jurus 1: mulailah dari yang kanan
Orang kanan
Malam itu saya berjumpa dengan Guru of the Rich. Robert Kiyosaki di Singapura. Dilanjutkan pertemuan dengan Purdi Chandra di Batam dan di Banjarmasin. Kebetulan, saya dan Purdi Chandra menjadi pembicara seminar di dua kota tersebut. Bersua dengan figure-figur terkenal seperti Robert Kiyosaki dan Purdi Chandra, salah-salah pola pikir anda bisa berubah. Tidak percaya? Setidak-tidaknya itu telah “menimpa” teman-teman saya. Betapa tidak? Dalam waktu singkat, Purdi Chandra mampu mengubah persepsi mereka mengenai business owner dan investor, yang mendiami kuadran kanan dalam cashflow quadrant. Mereka seperti tersadarkan!
Selama ini, Purdi Chandra _selain dikenal sebagai pendiri bembingan belajar Primagama dengan ratusan outlet di Indonesia_ ia juga diakui sebagai pengusaha yang mengandalkan pendekatan-pendekatan yang di luar pakem alias tidak lumrah. Tak terkecuali ketika ia mendirikan Entrepreneur University yang kini sudah berjalan di lebih dari 10 kota di Indonesia. Terlepas dari segala kelemahannya, di sini peserta sama sekali tidak diberikan ujian, akreditasi, status dan ijazah. Sebaliknya, mereka berhak berkomunikasi dengan para mentor seumur hidup! Mereka hanya diwisuda setelah menjadi pengusaha. Aneh dan nyeleneh bukan? Namun, tak urung orang berbondong-bondong mendaftarkan diri. Tidak heran jika akhrinya Purdi Chandra dianugerahi MURI Award.
Satu poin mutlak yang diajarkan dan dianjurkan di Entrepreneur University adalah bagaimana mengoptimalkan otak kanan. Seperti yang dirumuskan oleh seorang ahli yang bernama Daniel Goleman, hemisfer otak kanan adalah otak emosional (erat kaitannya dengan EQ) yang bersifat intuitif, kreatif dan ekstensif_alias meluas. Sedangkan itu hemisfer otak kiri adalah otak rasional (erat kaitannya dengan IQ) yang lebih memuat analisis, kalkulasi dan perincian. Lateral versus linear.
Nah, manakah yang lebih utama, otak kanan atau otak kiri? Tentu saja, kedua-duanya berguna. Karena tidak mungkin Tuhan menciptakan otak kanan dan otak kiri kalau ternyata salah satunya tidak bermanfaat? Serupa dengan mouse komputer, baik klik kiri maupun klik kanan sama-sama berguna.
Adapun saya pribadi mengimbau siapapun untuk lebih memberdayakan otak kanan. Apa latar belakangnya? Begini, saat saya tampil di suatu forum bersama Kak Seto, ia mengingatkan betapa kerapnya otak kanan dilalaikan dan diabaikan dalam dunial pendidikan selama ini. Itu patut disayangkan! Pendidikan konvensional, mulai sekolah dasar sampai perguruan tinggi, selalu dan terlalu banyak mencerdaskan otak kiri. Hanya proses pembelajaran di playgroup dan TK yang menaruh perhatian pada otak kanan. Akibatnya, tak dapat dielakkan, mayoritas manusia kuat otak kirinya. Hanya segelintir manusia yang kuat otak kanannya. Mereka adalah minoritas. Repotnya, alur pikiran minoritas yang sangat intuitif, kreatif, dan ekstensif ini, jelas-jelas tidak nyambung dengan alur pikiran orang mayoritas. Ujung-ujungnya, golongan minoritas sering dicap “gila” oleh golongan mayoritas.
Maklumlah, dalam aspek apapun apabila seseorang tidak sependapat dengan kelompok mayoritas, tentu orang itu akan dianggap tidak waras. Padahal, menjadi intuitif, kreatif, dan ekstensif itu penting! Dengan kata lain, otak kanan itu penting. Saya tidak tahu apakah anda mengerti atau tidak dengan rambu di jalan raya yang betuliskan “gunakan lajur kanan untuk mendahului.” Dalam perspektif bisnis, perintah itu juga berlaku seratus persen. Tepatnya, “gunakan otak kanan untuk mendahului yang lain.” Begitulah, otak kanan dapat dikatakan sebagai tiket untuk berada di posisi yang terdepan.
Di atas segalanya, peganglah selalu kutipan religious ini, “mulailah dengan yang kanan.” Penafsirannya menurut Ary Ginanjar dalam ESQ-nya adalah, “mulailah dengan otak kanan.” Kemudian barulah dijabarkan oleh otak kiri. Itu artinya, intuisi dulu, baru analisis. Pebisnis mana sih yang berani dan bernyali menyepelekan intuisi? Asal tahu saja, adalah susah untuk menetapkan keputusan jika hanya mengharapkan otak kiri yang mengharuskan data yang lengkap. Persis seperti seorang Jendral yang tengah menjajaki kekuatan musuhnya. Petunjuk-petunjuk sering tidak komplet. Walhasil, tidak jarang sang Jendral mengira-ngira berdasarkan intuisinya.
Selain intuisi, ada pula kreativitas. Ciputra_seorang raja property sekaligus satu dari sepuluh tokoh bisnis yang paling berhasil di Indonesia menurut majalah Forbes_pernah berargumen, “bangsa yang maju adalah bangsa yang kreatif.” suatu ketika teman saya, seorang Program director di sebuah radio, pernah mengungkapkan bahwa kreativitas itu tidak bisa dicangkok dan dipaksakan. Apa yang mungkin dilakukan hanyalah mamancingnya agar muncul. Maksudnya adalah, di satu sisi, menjadi kreatif itu memang tidak gampang!
Komponen otak kanan yang terakhir adalah berfikir meluas, termasuklah merekayasa big picture, impian, dan visi. Sebagai contoh, visi yang jauh kedepanlah yang membuat Trihatma Haliman, satu dari lima tokoh bisnis yang paling berpengaruh sepanjang 2006 menurut majalah Warta Ekonomi, berani membangnun belasan proyek raksasa dalam setahun, dengan masing-masing proyek menelan biaya tidak kurang dari Rp. 200 Miliar, seumpana senayan city, the peak, dan the pakubuwono residence. Padahal, pada awalnya banyak pihak yang meremehkan visinya tersebut.
Ngomong-ngomong visi itu apa sih? Sesungguhnya, nama lain dari visi adalah niat. Sebagai tambahan, masyarakat Indonesia sendiri mengenal serentetan istilah serba kanan yang seluruhnya identik dengan kebaikan, contohnya, “tangan kanan” dan “langkah kanan.” Tidak terkecuali “golongakn kanan” dalam kitab suci. Malah dalam bahasa inggris, kebetulan kata “kanan” dan “benar” diterjemahken dengan “right.” Maka, tidaklah mengada-ada apabila saya mengartikan kanan itu hamper selalu benar, Right?

sumber : Ippho Santosa, 10 jurus terlarang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: