LIKU – LIKU BISNIS

Ungkapan keuntungan bisnis adalah uang dan resiko bisnis adalah gagal tidak perlu dipermasalahkan. Banyak cerita kesuksesan bisnis yang dibesar – besarkan, dan banyak cerita kegagalan yang disembunyikan. Bisnis adalah bisnis dan bukan ulasan majalah bisnis. Apapun yang terjadi, bisnis pertama merupakan pengalaman yang sangat berharga. Berikut ini beberapa kiat merintis bisnis,

1. MULAILAH DARI AWAL
Memulai dari awal tidak selalu mudah. Tetapi banyak orang yang tidak tahu memulainya. Jaln keluarnya adalah memulai bisnis tanpa modal awal. Modal awal bukan berupa kantor megah boss, ruang pertemuan yang luas, atau segala yang serba mewah. Untuk mengetahui langkah awal, sederhanakan gagasan bisnis. Kemudian sederhanakan lagi. Langkah awal sebaiknya mengantisipasi bentuk bisnis yang diharapkan. Oleh karena itu atasi segala langkah yang menyimpang, sebab setiap penyimpangan merupakan penyebab kegagalan. Jika bisnis harus berkembang, kita juga harus berkembang, baik tindakan, kebiasaan, fungsi, pekerjaan, dan karyawan. Dengan memulai diawal kita dapat mengontrol bisnis dengan baik. Pengabaian langkah tertentu akan menimbulkan masalah, sebab setiap langkah saling menentukan. Sebagian besar bisnis yang sukses dimulai dari langkah awal yang sederhana. Misalnya, John Deere adalah tukang pandai besi dari Vermont yang merancang bajak yang lebih baik setelah berpindah ke Illionis. Bisnisnya sukses pada tahun 1987.

2. PENGUSAHA SUKA BERSPEKULASI
Pengusaha sering dianggap suka berspekulasi. Sekali pengusaha mengetahui cara membuat produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, maka segala resiko akan diabaikan.
Jika kita memandnag ada resiko, kajilah sekali lagi. Jika masih terlihat da resiko dan bukan peluang, tinggalkan, mungkin asumsi kita benar.

3. BISNIS ITU MENAKUTKAN
Apapun cara yang ditempuh guna menghindari resiko, pengusaha sering mengharapkan mengalaminya. Biarpun keluarga, teman, mitra bisnis, dan karyawan semuanya mendukung bisnis kita, biarpun semuanya berjalan dengan baik, kita akan merasakan kejanggalan. Perasaan itu datang ketika muncul ketakutan. Jadi takut gagal sebenarnya berasal dari perkiraan yang terlalu jauh dari kenyataan. Takut gagal mungkin penting dan mungkin tidak, tetapi rasional. Jika pindah dari perusahaan besar yang mantap dan terstruktur keperusahaan milik sendiri, kita tidak mempunyai wadah penampung kesalahan dan kegagalan. Tak satupun rasa gagal ini mudah dipecahkan.

4. BISNIS MENGUJI KARAKTER ANDA
Memasuki dunia bisnis, kita akan mendapatkan banyak peluang yang menguntungkan atau merugikan, menangani orang dengan fair atau sebaliknya, meninggalkan keindahan lingkungan atau menimbulkan polusi. Karakter diri kita akan diuji oleh bisnis. Kita harus berhadapan dengan pelanggan, supplier, dan pengusaha yang sehaluan. Tetapi sebagai pengusaha kita akan menjumpai berbagai perilaku aneh. Orang yang kita anggap baik, ternyata orang yang manipulator ulung. Bisnis adalah kotor. Tidak aneh kalau harapan sering meleset. Sikap bisnis akan muncul. Sebab akan menimbulkan sikap pesimis dalam pemerintahan, bursa efek, diman sikap jahat dapat muncul. Di sisi lain, sinis dapat memacu idealism dan jiwa bisnis. Dan cobalh memiliki jiwa humor.

5. BISNIS ADALAH PERMAINAN
Alas an bisnis gagal yang paling utama adalah tidak ada pelanggan tidak ada tanggapan pasar terhadap tawaran kita. Kita terjun ke dunia bisnis untuk menemukan, mengubah, melayani, menginformasikan, mentransformasikan, meningkatkan, dan menyenangkan seseorang. Tetapi kita belum tentu menjual kepada orang tersebut. Jika kita mempelajari dan mengkajinya lebih lanjut, kita akan menyimpulkan bahwa itu adalah permainan.

6. BISNIS ADALAH PRAKTEK
Ketika memulai bisnis, kita mungkin belum berpengalaman. Tetapi bayangkan sebaliknya. Anadaikan kita mengetahui segalanya, pasti kita tidak mempunyai peluang untuk belajar dan mengubah. Bisnis adalah praktek. Gagasan, intelegensi, dan kreatifitas memang dibutuhkan, tetapi perlu dibarengi dengan praktek. Bisnis tidak ubahnya dengan bermain piano atau bermain selaqncar angin. Disemua aktifitas, tidak ada anggapan yang bagus ditahap awal bisnis. Tetapi santailah bekerja, praktekkan, dan pelajarilah.

7. TERLALU BANYAK UANG LEBIH BERBAHAYA DARIPADA TERLALU SEDIKIT
Terlalu banyak modal saat merintis bisnis menyebabkan kurang kreatif. Perusahaan terlalu mudah menyewa konsultan, pengacara, akuntan, agen umum, studi pemasaran, dan sebagainya. Perusahaan tanpa uang akan bermimpi. Ini akan mempercepat meraih sukses. Bagi perusahaan kecil, uang terlalu banyak mengakibatkan tidak banyak melakukan inovasi. Bahkan pengembangan perusahaan manjadi terhambat. Jika uang dapat mengatasi segala masalah, seharusnya tidak ada perusahaan kecil. Alasannya, perusahaan besar dengan uang dapat mengatasi segalanya. Perusahaan kecil hadir untuk mengatasi permasalahan yang tidak dapat diatasi dengan uang.

8. TAK SEORANG PUN SERBA SEMPURNA
Ketika kita berbisnis dan semakin melibatkan dunia perdagangan dan keuangan, dan berkaitan dengan banker, kita akan mengetahui bahwa tidak ada apa – apa disana. Tidak ada pakar yang sepandai kita sekalipun kita harus menemui orang yang menduduki jabatan paling puncak diperusahaan Amerika, kita akan menjumpai orang – orang seperti kita. Orang – orang akan berbicara dalam jargon, memamerkan pengetahuan yang lebih luas, membanggakan hubungannya yang luas. Keputusan dan pemikiran yang ditawarkan mereka sebenarnya dapat kita temukan dikehidupan sehari – hari. Sebab mereka juga masih berlatih. Tetapi tidak ada yang mengintimidasi.

9. BISNIS SELALU MEMPUNYAI PROBLEM
Problem merupakan sumber peluang. Sayangilah problem itulah stu – stunya jalan keluar. Ini merupakan pelajaran yang berharga, sebab semua orang pasti menghindari problem. Kita diajarkan bahwa kerapian merupakan jalan menuju kesuksesan ini sebenarnya hanya ideal dalam hal konseb. Ketika bisnis bermasalah dan kacau, bersabaralah. Carilah hikmahnya. Salah satu kesalahan yang terbesar dalam literatur bisnis adalah mengemukakan checklist. Prinsib, aksioma, dan yang lainnya. Bisnis yang baik mempunyai problem yang menarik. Bisnis yang jelek mempunyai problem yang membosankan. Manajemen yang baik merupakan seni membuat problem menarik dan solusinya konstuktif, sehingga orang senang mengerjakannya.

sumber : Hawken, Paul, Growing Business,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: