TIMING

Banyak gagasan tidak berhasil bukan karena gagasan itu jelak, bukan karena gagasan itu dijalankan dengan jelek, tapi karena timing yang tidak tepat. Banyak sales people terlalu cepat membuang gagasan yang baik sederhananya karena timing mereka jelek. Jika seseorang mengatakan tidak pada sebuah proyek atau gagasan, memang selalu tidak karena ia tidak menyukai gagasan atau proyek itu. Mungkin sederhananya karena alasan ekonomis atau karena alasan internal lainya anda tidak tahu mengenai hal itu tidak berjalan untuk orang khusus ini pada momen khusus itu.

Timing memiliki nomor aplikasi langsung dengan menjual. Ia bisa mengatur apapun dari jangka waktu terhadap mana penjualan dilakukan, untuk kapan percakapan khusus untuk menyampaikan sesuatu, untuk kapan dalam keadaan khusus itu berbuat sesuatu. Timing itu sendiri tidak pragmatis. Ia bukan ajaran atau aturan yang bisa diikuti tapi perintah sinyak sensorik yang diambil oleh otak dan kemudian diterapkan pada situasi menjual.
Kenyataan objektif penjualan sifat-sifatnya, kompleksitasnya, kepada siapa anda jual, dan informasi tertentu yang anda pelajari sejalan dengan cara itu bisa mengatakan pada anda banyak hal dari apa yang perlu anda ketahui tentang timing.

Jika customer anda tidak kenal anda atau perusahaan anda, memang jelas bahwa penjualan akan memakan waktu lebih lama daripada jika ia lakukan. Jika sang pembeli tidak tertarik dengan prestasi pendahuluan anda, jelas anda lebih baik mengambil waktu untuk mengganti beberapa gagasan sebelum mempresentasikannya lagi. Salesman mengontrol timing penjualan, tapi ia memperoleh kuncinya dari si pembeli. Jelas tempat hal ini menempatkan premi pada mendengarkan ketimbang membicarakan, pada benar-benar mendengarkan apa yang si pembeli itu sedang katakan pada anda ketimbang memasang “pelayanan telinga”.

Timing penjualan bisa jadi sentral untuk mendapatkan komitmen seperti sebenarnya yang dikatakan dan lakukan. Jika semua variabel menjual yang menentukan timing harus secara terpisah diukur dan dipertimbangkan secara analitis, timing yang tepat menjawab bahkan pada transaksi yang paling sederhana yang akan menghendaki beberapa komputer.

Proses itu lebih mudah jika anda memimpikan kerangka waktu sebagai “jangka waktu” sebuah transaksi, atau seperti terpisah dari transaksi itu sendiri, pihak ketiga untuk transaksi itu. Kebayakan transaksi kelihatannya memiliki inti rahasia yang mengikuti tipe naskah yang ditentukan. Siapa saja yang pernah “membunuh seseorang” dengan menyelesaikan terlalu cepat atau terlalu lambat, dengan memperpendek atau memperluas penjualan di bawah “kehidupan alamiahnya” barangkali menyokong hal ini.

Kesabaran, sebagaimana secara konvesional dipahami, mencakup bahwa menjual adalah permainan angka yang keras, masalah bagaimana pintu anda ketok dan berapa kali anda kembali mengetoknya lagi.
Ada sejumlah kesempatan timing yang jatuh dal pangkuan anda. Sementara anda tidak harus menjadi tukang ramal untuk meramalnya, anda harus terbiasa secara sensitif dengan pentingnya menyesuaikan peristiwa itu untuk keuntungan anda. Memperpanjang, memperbaharui atau menegosiasikan kembali kontrak pihak lain “paling senang”, bukan bila kontrak itu siap berakhir. Kapan saja kami telah melakukan kesepakatan yang luas bisa untuk klien, saya mendorong eksekutif itu bertanggung jawab untuk membicarakan perpanjangan persetujuan representasikan klien kemudian, sekalipun masih memiliki setahun atau masih berjalan.

Timing yang buruk atau sial dari orang lain bisa menciptakan semua jenis kesempatan untuk anda. Anda sering menyaksikan hal ini pada tahun pemilihan, dengan setiap calon berhati-hati dengan kapan melemparkan topinya ke dalam ring itu.Banyak usaha penjualan kami, sebenarnya, dijadwalkan untuk mendapatkan keuntungan event olahraga tahunan yang utama, baik untuk mengikatnya atau untuk menggunakannya sebagai media untuk hiburan customer.

Orang terbaik untuk menjual adalah orang yang baru saja memasuki sebuah perusahaan baru atau baru saja berhenti. Eksekutif yang baru saja mulai bekerja ingin tahu untuk berbuat sesuatu, untuk membuat kreditnya, dan ia biasanya bicara sebebas-bebasnya. Eksekutif yang siap berhenti dan tahu ia tidak akan panik lagi, tidak peduli. Kadang kala memberi pemberian deadline hal yang tidak bisa dihindari. Tapi deadline merupakan ancaman, dan orang yang merasa diancam akan keluar jalur mereka untuk meminta anda memberikanya. Deadline hanya harus diminta sebagai ukuran.

Timing bisa digunakan untuk memperlunak permintaan akan keputusan. Jika anda meragukan ketulusan “mungkin” beri seseorang konflik waktu yang masuk akal yang mana menginginkan resolusi.
Memberi mereka deadline merupakan ancaman. Ketimbang kita mengindikasikan bahwa jika kita tidak memiliki jawaban pada minggu depan hal ini akan menjadi jauh lebih sulit dan barangkali tidak mungkin bagi kami untuk menunda beberapa komitmen turnamenya. Karena hal ini padam, jawabannya negatif, tapi memang lebih baik untuk mengetahuinya daripada mengulur-ngulurnya dengan tidak pasti. Dengan menyarankan konflik waktu kita memaksa masalah itu tanpa membuatnya kedengarannya seperti ”ambil saja atau tinggal”.
Salah satu cara terbaik untuk menanamkan kesan pada pembeli adalah mengambil waktunya setengah jam bila ia mengharapkan anda untuk mengambil waktu satu jam. Satu hal terjelek adalah mengambil waktu satu setengah jam.
sumber : LANGKAH KEPEMIMPINAN MENUJU SUKSES, MARK H. MC CORMACK

One Response to “TIMING”

  1. haloo..salam kenal.. blognya keren artikelnya juga bermanfaat ..

    di tunggu kunjungan baliknya..

    thanks..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: