1. Konsep dan Wawasan Entrepreneurship

1. Konsep dan Wawasan Entrepreneurship
1.1 Enterpreneur
Enterpreneur didefenisikan sebagai orang yang berani memulai, menjalankan, dan mengembangkan usaha dengan cara memanfaatkan segala kemampuan dalam hal membeli baha baku dan sumber daya yang diperlukan, membuat produk dengan nilai tambah yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, dan menjual produk sehingga bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para karyawan, dia sendiri, perusahaan, dan maasyarakat sekitarnya. Entrepeneur bukanlah sekedar pedagang, namun bermakna jauh lebih dalam , yaitu berkenaan dengan mental manusia, rasa percaya diri, efisiensi waktu, kreativitas, ketabahan, keuletan, kesungguha dan moralitas dalam menjalankan usaha mandiri. Tujuan akhirnya adalah untuk mempersiapkan setiap individu ataupun masyarakat agar hidup layak sebagai manusia.
Enterpreneurship adalah segala hal yang berkaitan dengan sikap, tindakan, dan proses yang dilakukan oleh para entrepreneur dalam merintis, menjalankan, dan mengembangkan usaha mereka. Entrepreneurship tidak dimulai dengan menjual produk dan jasa, tetapi dimulai dengan adnya kesempatan atau peluang yag berasal dari lingkungan yaitu faktor-faktor sosial, ekonomi, politik, hukum dll.

1.2 Karakeristik Entrepreneur
McClelland mangajukan konsep need for achievement ( selanjutnya disingkat N-Ach ). McClelland merinci karakeristik mereka sebagai berikut :
 Lebih menyukai pekerjaan dengan resiko yang realistis
 Bekerja lebih giat dalam tugas-tugas yang memerlukan kemampuan mental
 Tidak bekerja lebih giat karena adanya imbalan uang
 Ingin bekerja pada situasi dimana dapat diperoleh pencapaian pribadi ( Personal Achievement )
 Menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam kondisi yag memberikan umpan-balik yang jelas positif
 Cenderung berpikir ke masa depan serta memiliki pemikiran yang panjang
1.3 Orientasi Entrepreneur
Terdapat 3 pendekatan untuk mengukur orientasi entrepreneurial, yaitu persepsi manajerial, perilaku perusahaan, dan alokasi sumber daya. Orientasi entrepreneurial lebih mengarah pada proses, yaitu bagaimana entrepreneurship tersebut dijalankan yang mencakup metode, praktek, dan gaya pengambilan keputusan untuk bertindak secara entrepreneurial. Orientasi entrepreneurial sangat dipengaruhi oleh faktor budaya. Kemampuan entrepreneurship suatui negara tergantung pada kombinasi yang sangat istimewa dai faktor-faktor budaya, misalnya nilai, sikap, perilaku, norma, serta pranata lainnya yang dapat memperkuat orientasi entrepreneurial.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: