selling skill

Apa Itu Menjual

Misi penjualan terdiri dari tiga bagian yaitu Lock, Keep dan Grow. Lock (sell for yourself) yaitu menjual untuk kepentingan diri sendiri, kemudian keep (Sell for others) yaitu menjual untuk kepentingan orang lain dan terakhir Grow (Sell for God) yaitu menjual karena Tuhan.

Agar penjualan mudah dilakukan, kita harus memahami arti menjual yang sesungguhnya dengan menjalankan konsep Lock, Keep dan Grow. Apapun yang kita lakukan untuk perusahaan semuanya bukan semata-mata dilakukan untuk sekedar memuaskan diri sendiri ataupun orang lain dan pelanggan-pelanggan, tapi juga diperuntukkan bagi kepuasan dan ridho Ilahi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa orang membeli bukan karena logikanya tetapi karena emosinya.

Sebagai penjual sejati kita harus memiliki enam konsep menjual, yaitu :
1. Menjual Berarti Membantu
Penjual yang membantu pelanggan dengan memberi informasi yang tepat, akurat dan harga yang pantas akan menciptakan win-win satisfaction dimana pelanggan dan penjual sama-sama tidak ada yang dirugikan.

2. Menjual Berarti Memberi
Menjual bisa diartikan memberi dimana memberi bisa diartikan segala sesuatu, baik yang berupa materi maupun nonmateri yang diberikan secara cuma-cuma kepada orang lain. Dalam penjualan kita sebagai penjual harus melihat, mendengar dan merasakan apakah seseorang itu berniat untuk membeli atau tidak.

3. Menjual Berarti Bekerja
Menjual merupakan ekspresi rasa percaya diri dan mandiri dari pribadi seseorang, bagaimana dia berkewajiban mencukupi kebutuhan sendiri dan keluarganya dengan menghargai dirinya melalui bekerja dan bekerja keras.

4. Menjual Berarti Mencintai
Menjual berarti mencintai yang berarti mencintai produk dan layanan perusahaan kita, mengerti keinginan, harapan-harapan dan kebutuhan sesama manusia.

5. Menjual Berarti Bersyukur
Salah satu rasa syukur ditunjukan dengan bertindak, yaitu bekerja dan menjual dengan teknik yang lebih baik, lebih cerdas, lebih jitu dan lebih produktif.

6. Menjual Berarti Mempercayai dan Dipercayai
Tiga kunci sukses dalam menjual adalah bagaimana kita disukai, dipercaya dan didengar. Sebagai penjual kita juga harus mempunyai modal kejujuran, karena tanpa kejujuran orang akan ragu untuk membeli. Maka untuk mendapat kepercayaan kita harus memiliki kejujuran dan sekaligus memiliki keahlian.

Lock, Keep dan Grow mengajarkan pada kita betapa pentingnya memiliki citra, kualitas diri yang luar biasa sehingga mudah menjual. Terkoneksi dengan manusia atau pelanggan itu penting, tetapi yang lebih penting kita terkoneksi dengan Tuhan terlebih dahulu ketika memulai setiap pekerjaan.

Memahami Arti Menjual Sesungguhnya

Menjual bukan berarti bekerja tanpa rintangan, karena bagi seorang penjual potensi penolakan akan secepatnya diisolasi dan diperkirakan kedatangannya sebelum mereka melakukan penjualan.
Menjual berarti melayani lebih dulu, lalu menjual. Melayani bukan berarti kita mencari muka kepada calon pembeli. Tetapi sebagai penjual kita harus menunjukkan sikap ramah, kebaikan, sikap menolong dan melayani yang membuat pelanggan tidak berpikir kalau kita hanya melakukan penjualan demi komisi.
Menjual berarti melakukan lebih dari yang diwajibkan. Seorang penjual sukses adalah mereka yang rela berkorban, rela menomorduakan diri mereka demi kepuasan pelanggan dalam situasi apapun. Sebagai penjual kita tidak hanya berpikir lebih dari sekedar ”jualan, asal laku”, tapi kita harus memberikan lebih dari apa yang diwajibkan. Menjual berarti bukan sekedar mengejar komisi, karena menjual merupakan sebuah proses long life learning yang tak terbatas, orang yang berhenti menjual berarti berhenti hidup. Seorang penjual yang andal akan mengarahkan langkahnay denagn menatap ke depan, bukan dengan melihat bagaimana berjalan.
Jika kita menjual demi komisi yang dijanjikan perusahaan, kita hanya akan mendapat capek dan cepat putus asa karena kita menjual hanya demi uang yang ada dihadapan kita. Mereka yang sukses, adalah mereka yang rela menginvestasikan sebagian komisi sebagai ’pancing’ untuk sebuah cita-cita dan kesuksesan yang lebih tinggi.

Menjual berarti juga peduli pada pelanggan, walaupun kebanyakan dari penjual hanya peduli pada pelanggan karena slogan perusahaan mereka saja. Mereka tidak serius untuk peduli pada pelanggan. Padahal rahasia menjual dengan sukses hanya dengan memperhatikan pelanggan kita. Menjual berarti lebih dari sekedar pintar, karena dalam menjual juga diperlukan intuisi untuk melesat jauh ke depan. Seorang penjual hebat disarankan untuk menggunakan intuisi dan instingnya jika ingin lebih berhasil secara dahsyat, maka kita harus melatih intuisi kita dan mempergunakannya untuk tujuan yang baik dan positif. Menjual berarti belajar, sekalipun seorang penjual sukses kita harus tetap belajar. Tidak setiap orang mampu bertahan di bidang pemasaran walaupun banyak orang yang ingin berhasil, tetapi mereka tidak mau bersusah-payah untuk mendapatkannya.
Seorang penjual yang super sukses, adalah mereka yang tahu apa yang menjadi rintangan dan halangan sebelum mereka mendekati calon pembelinya. Namun jiak rintangn yang datang ternyata adalah sesuatu yang asing, maka mereka akan menggakui dan menganggapnya penemuan baru untuk pembelajaran, bukan melakukan penolakan.

Memulai penjualan dengan antusiasme akan mendatangkan keajaiban. Antusiasme adalah modal terbesar yang dapat kita miliki, karena antusiasme membawa kita lebih jauh dari sekedar uang, kekuasaan dan pengaruh.
Menjual lebih dari sekedar meyakinkan orang lain, tetapi juga membuat orang suka dan tertarik dengan apa yang kita tawarkan. Rasa suka dan tertarik saja dari calon pembeli belum sempurna jika dalam penjualan tersebut kita belum mendapatkan sebuah komitmen penjualan. Kita akan memperoleh komitmen penjualan dengan sikap kita yang ramah, baik, sopan dan kita akan di percaya oleh pelanggan.Untuk lebih sukses, usahakan pelanggan memberikan refrensi kepada kita, menyampaikan hal-hal baik tentang produk kita dan perusahaan kita atau disebut testimoni. Jika sudah sampai pada tahap ini, maka menjual merupakan hal yang lebih mudah dan lebih efektif.

Menjual berarti memberi solusi bukan menciptakan jebakan. Sebagai seorang penjual, kita harus tetap menjaga pengalaman pembeli agar suatu saat nanti pembeli tidak takut lagi untuk membeli yang kedua kali atau kesekian kalinya. Sebagai penjual kita juga boleh untuk melakukan upselling, tetapi kita harus tetap memperhatikan pelanggan. Jangan sampai upselling yang kita lakukan membuat pelanggan mereasa tidak enak sehingga tidak mau kembali lagi. Jika ingin menjual dengan berhasil, kita harus membidik hati pelanggan. Dalam sebuah penelitian dibuktikan bahwa tulang hati langsung berkaitan dengan tulang kepala. Maka bidiklah hati pelanggan sebelum ke pikirannya. Selain itu, kunci keberhasilan adalah dengan menerapkan dan menanamkan dalam pikiran dengan beranggapan (assumsing sales) kalau kita benar-benar sudah menjual. Hal itu akan memotivasi kita hingga kita benar-benar melakukan penjualan.

Sumber ; GETTING INTO YOUR CUSTOMERS HEART
(Luthfie Ludino, Jakarta 2008)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: