Kepemimpinan Jack Welch

1 Manajer sebagai pemimpin
Terdapat perbedaan antara pemipin dan manajer, hal ini yang merupakan inti dari pidato dan praktik dari Jack Welch. Program tujuh poin Welch untuk mewujudkan manajemen melalui kepemimpinan dinyatakan secara jelas, tidak hanya perkataan tetapi juga tindakannya.
Membangun sebuah visi untuk bisnis yang dijalankan.
Mengubah budaya yang ada untuk mencapai visi tersebut.
Menyetarakan organisasi.
Menghapuskan birokrasi.
Memberdayakan setiap orang.
Meningkatkan kualitas.
Menghilangkan batasan.
Di dalam kepemimpinannya sebagai manajer, ia ingin agar setiap karyawan sampai tingkat yang paling bawah, dapat menjadi seperti dirinya. Melalui pandangan ini juga Welch tekah melawan birokrasi selama puluhan tahun.
Mengendalikan Birokrasi
Perusahaan besar mengembangkan struktur demi struktur, lapisan demi lapisan, birokrasi demi birokrasi. Akan tetapi, Welch percaya pada bentuk minimalis. Welch mengurangi lapisan manajemen, dia menggandakan “jangkauan kendali”. Ia menghapus setiap kepala bisnis yang tidak mempunyai peranan jelas-dan hal ini dianggap membahayakan.
Sebelum ia menjabat, sekitar 300 manajer memikul “tanggung jawab P&L”. Welch melakukan perubahan, jumlah mereka dikurangi menjadi 30 pemimpin. Dengan begitu beban mereka tambah berat dan menjadi lebih terkelola. Namundiantara berbagai sisi baik terdapat juga kelemahan, dimana ada manajer yang tidak mau bekerja sama dengan manajer lainnya. Untuk melindungi hal ini, tentunya mereka terus diawasai oleh petugas keuangan. Kendali segalanya berada di bwah kekuasaan birokrasi perusahaan.
Berbagi Informasi
Welch berhasil memimpin dengan cara memanfaatkan pertemuan-pertemuan dan komite-komite. Sesi pertemuan yang paling penting adalah pertemuan Dewan Eksekutif Perusahaan atau Corporate Executive Council (CEC) setiap 3 bulan sekali. Pertemuan ini dihadari 30 orang, dimana Welch akan memeriksa tingkat kemajuan, menunjukkan kepemimpinannya, sera saling bertugas informasi dan gagasan. Sehingga hal ini yang membuat para eksekutif menjadi pintar, karena ada berbagai informasi yang dapat kita ketahui.Pda 1998, terdapat 750 video dalam delapan bahasa, termasuk Mandarin dan Hungaria; hampir dua per tiga karyawan GE telah menyaksikan rekaman tersebut.
Mencari cara terbaik
Pertemuan-pertemuan merupakan senjata perang bagi Welch, yang telah merupakan filosofi manajemen Welch. Setiap bagian organisasi menyampaikan gagasan dan metode terbaik yang ditemukan, sehingga pekerjaan mereka lebih optimal. Contohnya : Terjadi kenaikan pengembalian investasi sebanyak empat kali; yang telah menarik para manajer GE lainnya. Welch menyukai gagasan-gagasan baru dan berkeras menyebarluaskannya. Namun, dia tidak suka member penjelasan kepada general manager tentang bagaimana menjalankan perusahaan.
Mendelegasikan tanggung jawab
Teori kepemimpinan Welch sangat bergantung pada kekuatan pendelegasian. “Setiap orang berkata bahwa para pegawai berperan penting dalam setiap bisnis,” katanya. Tetapi seberapa pentingnya mereka dan pentingnya pendelegasian menjadi berlipat ganda dalam hal ini karena sifat dasar GE.Tetapi si pemimpin tidak dapat secara langsing menyerahkan seluruh kewenangan kepada para ahli dan melepaskan tanggung jawabnya begitu saja. Welch dengan rapi menyeimbangkan manajemen lepas tangan dengan kepemimpinan turun tangan langsung. Welch akan memonitor kinerja terhadap target, gaya inspeksi Welch ini mampu memberikan gairah di dalam perusahaannya. Memberikan gairah baru merupakan inti kepemimpinannya.
Melampaui komitmen
Kompetisi internal yang kuat merupakan aspek penting dalam kegiatan GE. Gaya Welch menjamin para manajernya untuk siap siaga ketika dipanggil dalam pertemuan empat mata; tidak ada kata pembelaan diri. Para manajernya harus tebal muka, kalau tidak mereka akan terluka. Welch memimpin dengan menetapkan sasaran-sasaran penting yaitu produktivitas, perputaran inventori modal kerja, kepuaasan pelanggan, dan sebagainya. Dengan hal ini, para manajer akan berkompetisi untuk menjadi yang terbaik.
Mengambil hati dan pikiran
Ketika orang menganggap manajer tingkat menengah terancam punah, Welch melihatnya sebagai pemberian kebebasan dan wewenang terhadap mereka sebagai kunci untuk meningkatkan produktivitas. Dalam waktu delapan tahun yang mengalami banyak pemecatan massal, pergantian, dan perubahan menyeluruh. Resep Welch mengambil hati dan pikiran mereka. Bahkan dalam pembagian gaji manajer yang satu dengan yang lain berbeda tajam. Dia tidak setuju pembagian gaji secara merata, karena kita hidup diantara perbedaan.
Mengenal para pegawai
Kemampuan Welch terletak pada kemampuannya untuk menemukan dan mendidik manajer berkemampuan tinggi. Bukan hanya karena insting, tetapi merupakan hasil kerja keras dan terorganisasi. Welchh tahu bagaimana menempatkan bawahannya di tempat yang tepat, karena secara tidak langsung Welch mengenali seribu bawahan manjerialnya. Bagi Welch pemimpin tiu harus memiliki 4E : Energy, Energizing others (memberikan semanngat pada yang lain), competitive Edge (mempunyai sifat kompetitif), Execution (mampu melaksanakan tugas-tugasnya).
Figur yang disegani
Welch menjadi atasan yang paling disegani menurut majalah Fortune. Bagaimana orang tidak gemetar, karena dalam setiap pertemuan Welch bergitu agresif; yang menyerang orang lain, mengkritik, mencemooh, mempermalukan. Namun ia tidak suka dijuluki seperti itu, karena ia juga manusia dan orang yang ramah.
Melihat ke masa depan
Pendekatan Welch untuk mendapatkan orang yang tepat sebagai penerusnya melalui proses. Metode yang digunakan adalah “menempatkan banyak orang pada banyak posisi yang berbeda; apabil ada orang yang berhasil ,belum tentu ia berhasil di situasi yang lain. Ketika Welch menggantikan Reg Jones, Jones sengaja memilih kulitas pemimpin yang apat mengerjakan lebih dari dia; banyak orng yang kalah dari penerusnya. Pemimpin seperti Welch susah didapat karena diagnosa-diagnosa yang dilakukannya tepat, apabila tidak akan mengakibatkan kerugian pada GE.

2
Menggerakkan tenaga kerja
Untuk memuaskan para pemegang saham, seorang chief executive harus bisa menawarkan gagasan-gagasan manajemen sebagai sebuah kemenangan. Namun, untuk menyenangkan para pemegang saham hanyalah menaikkan harga saham setinggi-tingginya seperti yang dilakukan oleh Jack Welch. Namun ada kepentingan yang lebih penting, Jack Welch harus memuaskan para pegawainya yang berjumlah 200rb-300rb.
Mengurangi lemak perusahaan
Saat Jack Welach ingin merekonstruksi perusahaannya, ia mengurangi jumlah tenaga kerja, bukan hanya itu, Welch juga memotong gaji. Hal ini tidak mengakibatkan turunnya semangat kerja, justru Jack Welch optimis untuk membawa perusahaannya masuk dalam pasar dunia. Bagi Welch, kekuatan kompetitif adalah segalanya. Jumlah yang berlebih akan mengurangi cara kerja yang baik dan produktif.
Memperbaiki nilai para pegawai
Kritik kepada kepemimpinan Jack Welch masih mengundang perdebatan. Salah seorang pegawai berkata bahwa para pegawai diperas seperti limau sampai habis kemudian dibuang, I juga berkata bahwa perusahaan tidak memberikan kontibusi apapun kepada para pegawainya. Jack Welch membantah pernyataan sebagai limau tersebut, ia beragrumen bahwa visi pegawai yang dia miliki adalah pegawai yang kompetitif, berusaha keras, dan agresif. Anggaran biaya buat para pegawai mencapai 40%, merupakan angka yang besar bagi kemajuan perusahaan. Untuk itu, Jack Welch mengurangi tenaga kerja “memotong lemak” dan menjadikan perusahaan yang langsing dan sehat.
Menyingkirkan atasan-atasan tradisonal dan mempelajari cara GE
Welch mengajakan kita harus menyingkirkan elemen-elemen yang di atas bukan dengan cambuk ataupun rantai. Karna, tanpa peralihan yang besar, Welch tidak yakin GE dapat mempertahankan tiga idealisasinya “kecepatan, kesederhanaan, dan kepercayaan diri”. Para manajer harus bertindak di luar kotak-kotak fungsional dan garis otoritas tradisional. Hal ini penting untuk meningkatkan produktivitas. Para pengembang mencari celah untuk melompat ke depan, GE mengambilsuatu rencana, bahwa versi produknya yang baru memiliki kelebihan yang berbeda dengan produk lainnya.
Menangani para eksekutif dan Revolusi Budaya
Seoarang manajer memiliki system yang produktif dan ekonomis tidaklah cukup. Seorang manajer harus memiliki nilai-nilai penting perusahaan yang berpusat pada pegawai. Welch berkata “jagoan, tiran” kepada eksekutif GE yang berjalan sesuai dengan nilainya sendiri. Welch memberi penegasan yang kuat kepada para eksekutifnya ini.Beberapa tiran belajar untuk berubah. Karena bagi Welch sebuah perusahaan yang langsing harus memiliki nilai yang kuat agar para pegawai mengubah kebiasaan dan pengharapan mereka jika tidak mereka akan tenggelam dalam tekanan.
Bekerja dengan Work-Out
Efisiensi perusahaan merupakan hasil dari tiga inisiatif: Work-Out ,Cara terbaik, dan pemetaan proses, dalam hal ini sebuah proses harus dijalankan secara diagramatik dari awal sampai akhir, lalu direncanakan dan digambar ulang untuk menyederhanakan dan mempercepat proses. Prinsip kunci Work-Out ,penting baik dari segi psikologi maupun kepraktisan, adalah bahwa si manajer, yang mendengarkan proposal para pegawainya di depan pegwainya.
3
Mendapatkan keuntungan kompetitif
Jack Welch sangat percaya pada kompetisi, tetapi hanya kompetisi yang bisa dia menangkan, bukan jalan dalam gelanggang kekalahan. Prinsip Welch adalah Jadilah nomor satu atau nomor dua dalam pasar anda, atau tidak sama sekali. Perkembangan yang cepat memberikan semangat pada Welch. Perusahaan General Electric telah mengasah Welch menjadi manajer yang baik dalam melewati banyak macam situasi yang terjadi.
Bermain untuk menang
Apa yang dipahami oleh Wlch adalah bahwa perusahaan bisa bermasalah jika kebanyakan investasi modal, dan hanya mendapatkan keuntungan kecil. Di GE, memanfaatkan modal secar efisien merupakan keuntungan. Kerugian menunukkan tidak adanya efisien dalam pemnfaatan modal. Namun, Welch selalu ingin tantangan, dimana ia meresikokan dirinya dalam kerugian. GE bersaing dengan para raksasa yang ada di Amerika, namun Welch tidak takut, ia percaya jika kita membiarkan para pegawai tumbuh dan berkembang, jika kita menggunakan gagasan-gagasan terbaik para karywan kita, maka kita punya kesempatan untuk menang.
Berhasil di seluruh dunia
Keinginan Welch untuk memberikan kebebasan bagi para pegawainya karena hal ini merupakan kebutuhan kompetitif. Welch memahami bahwa dalam perekonomian dunia, tidak ada perusahaan yang dapat mengisolasi diri.Awalnya bisnis GE harus berusaha mendapatkan posisi ini dalam pasar domestic. Welch kemudian menetapkan sasaran ke seluruh pasar dunia. Welch memahami globalisasi sebagai proses tiga tahap. Pertama,”kami memulai dengan mencari pasar dan memperluas pandangan…Lalu kami melangkah ke tahap berikutnya yaitu menglobalkan komponen, produk…yang bersumber dari seluruh dunia.” Langkah ketiga adalah “menglobalkan para ahli”.
Kekuatan produktivitas
Sejak awal, Welch bertekad mencapai tingkat rata-rata pertumbuhan produktivitas tahunan GE hingga tiga kali lipat. Welch berkata “ Ketika sebuah bisnis menjadi produktif ia akan mengendalikan nasibnya sendiri.” Tujuan manajemen adalah menciptakan system, dalam bisnis terstruktur dengan baik, yang membuat para pegawai mampu mencapai produktivitas yang lebih tinggi dan keuntungan kompetitif yang lebih besar.
Pelajaran tentang sukses
Rahasia sukses yang pertama sangatlah penting. Belajar dari kesalahannya, GE bergesar dari apa yang sedang ilakukan menjadi bagaimana hal tersebut dilakukan; dengan kata lain, GE memfokuskan pada bagaimana para pegawai bekerja untuk menghasilkan produk, bukan berapa banyak yang dihasilkan. Bukannya berfokus pada angka, dan menghubungkan hasil dengan sasaran, sementara keseluruhan staf keuangan memeriksa jumlahnya, staf audit justru digembleng hingga separuh auditor menjadi para ahli operasional yang memahami apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki cara kerja para pegawai.
Pendekatan informal
Anda tidak dapat membiarkan formalitas menghalangi anda begitu saja. Welch menilai informalitas sebagai “pemikiran besar”. Dia berkata “Saya tidak mengira semua orang dapat memahami bahwa bersikap informal adalah sesuatu yang penting”. Dengan pendekatan informal akan mendobrak rantai komando, berkomunikasi dengan bebas, mendapatkan kontak pribadi yang luas, melakukan kejutan-kejutan, mengabaikan lapisan-lapisan hirarki.
4
Meningkatkan niali pemegang saham
Peningkatan “nilai pemegang saham” ke posisi puncak dalam persaingan manajemen menjadi sesuatu yang klise pada akhir abad ke-20. Konsep ini belum ada pada 1981, ketika Jack Welch mulai meningkatkan kekayaan para pemegang sahamnya bahkan melampaui apa yang mereka angankan dengan menjadikan General Electric perusahaan yang paling bernilai di dunia.
Menentukan sasaran
Hal ini berarti mencapai dua sub-target dengan ukuran yang sama menyeramkannya. GE telah melampaui pertumbuhan ekonomi AS dan dunia, tingkat pertumbuhannya harus melebihi inflasi.Welch tidak ingin mengulangi pencapaian decade sebelumnya, ketika pertumbuhan perusahaan sedikit melampaui pertumbuhan Produk Domestik Bruto, tetapi kapitalisasi paar tidak menunjukkan adanya pertmbuhan sama sekali. Dia memperhatikan perokonomian nasional dan dunia dengan tajam dan menggali bannyak informasi serta mendorong GE untuk menyesuaikan diri secara dinamis dengan lingkungan tersebut.
Menyeimbangkan portofolio
Di daftar teratas operasi bisnis “di luar” adalah “peralatan rumah tangga”, bisnis perkakas kecil yang didalamnya pemanggang roti, panic, dan setrika telah berperan penting mnyebarkan merekdagang GE ke rumah-rumah di Amerika. Hal ini sama sekali tiddak membuat Welch terkesan. Secara keseluruhan, produk peralatan rumah tangga menempati posisi Nomor Satu di pasar AS: tetapi tidak demikian halnya untuk masing-masing produknya.
Perlindungan mutual
Dengan demikian, Welch dapat menyetujui rencana untuk bisnis yang dapat diandalkan “untuk beranjak dari A menuju B”, mengetahui bagaimana bisnis tersebut akan berjalan, dan sebagai akibatnya dia juga mengetahui bahwa kelompok tersebut sebagai satu kesatuan akan mencapai tujuan yang telah direncanakan. Anda tidak akan pernah merasa pasti bahwa sekelompok bisnis.
Merekonstrukturisasi GE
Kekuatan gabungan dalam bisnis yang beraneka ragam – jika manajemen digerakkan secara baik seperti pengusaha – merupakan kemampuan ang tidak dapat dilihat oleh bursa saham untuk memilih para pemenang sebagai sekutu. Para pemenang dapt bersembunyi di balik industri yang tidak dipandang sebagai industri berkembang, tetapi memiliki elemen-elemen pertumbuhan. Sebagai contoh, Welch berkomentar tentang pertumbuhan bisnis favoritnya, plastik: “Kami ada dalam setiap computer yang dijual saat ini, dengan produk yang bermagarin tinggi. Jadi bisnis plastic sedang tumbuh.”
Mengelola agenda
Tentu saja, perwujudan gagasan ideal mengenai perangkat lunak membutuhkan waktu. Dan usaha Welch selanjutnya untuk meningkatkan nilai pemegang saham – dalam kerangka gagasan “keragaman yang terintegrasi” – sangat idealis. Frasa tersebut menunjuk pada bisnis yang dijalankan secara mandiri, tetapi merupakan kumpulan gagasan, pegawai, pengalaman, dan cara terbaik – semua yang dapat memperbaiki kinerja mereka dan keseluruhan perusahaan.Work-Out dan Enam Sigma merupakan hal yang penting bagi ambisi yang sangat besar ini. Keduanya menuntun kea rah organisasi yang cair, fleksibel, dan inovatif yang dapat mengambil kesempatan untuk mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan jangka panjang.
5
Menghadapi kompetisi
Welch tidak pernah ragu untuk menyatakan kebenaran sebagaimana yang dilihatnya. Pada Oktober 1981, 120 eksekutif puncak diberi ultimatum yang lugas. Permasalahan untuk mereka, yang diberikan oleh CEO yang baru, adalah bahwa mereka harus sadar akan situasi yang memburuk. Hal ini bukanlah sebuah kesulitan untuk Welch dan tim intinya di kantor pusat Fairfield. Welch ingin agar para pemimpin bisnis memahami situasi mereka pada 1981, lalu mencari posisi yang memungkinkan pada 1985 dan pada 1990.
Tantangan perubahan
Perubahan selalu lebih mudah untuk diusulkan daripada untuk diwujudkan, bahkan bagi manajer yang sangat giat. Welch dituduh berjalan terlalu cepat, terlalu jauh. Walau demikian, sering kali dia mengatakan bahwa kesalahannya adalah tidak bergerak terlalu cepat, tetapi terlalu lambat. Dia membedakan antara perubahan evolusioner dan revolusi. Welch dipandang luas oleh mereka yang berada di luar perusahaan sebagai orang gaya revolusioner.
Tidak ada statergi pokok
Bagaimana suntikan seperti itu mampengaruhi budaya GE yang sangat kuat? Dampatk luar biasa dari World Wide Wdb, dengan situ pertama yang dibuat sekitar 1993, menegaskan dua ajaran utama Welch. Pertama, perubahan tidak dapat dikendalikan. Kedua, perubahan tidak dapat dikendalikan. Kedua gagasan diterapkan ini, yang merefleksikan pengabdian Welch dalam perusahaan yang memiliki bisnis yang sangat beragam, telah menuntunnya untuk melakukan pendekatan pragmatis terhadap perubahan budaya dan statergi perusahaan.
Mendidik organisasi
Batasan bagi adanya perubahan budaya ditetapkan melalui perbedaan dalam perbaikan individu dan melalui interaksi yang berbeda antar individu dalam kelompok. Pola tersebut senantiasa berubah seiring dengan waktu, tetapi biasanya perubahan terjadi dengan lambat. Pola ini diubah dengan keras dan tajam oleh Welch : “Untuk waktu yang lama tindakan kita dikotori oleh komunikasi. Kita membuang banyak pegawai. Kita membuang banyak lapisan manajemen. Kita menjual banyak bisnis. Kita mempengaruhi banyak orang”

One Response to “Kepemimpinan Jack Welch”

  1. adityafacilitator Says:

    artikelnya bagus dan lengkap.. nambah sedikit saja untuk cara pendelegasian klik di blog saya ya.. biar ranknya naik.. terimakasih diberi kesempatan mejeng di blog yang keren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: