PENYAKIT DAN PERSOALAN DI LINGKUNGAN KERJA”

Para karyawan menghabiskan banyak waktu bersama di lingkungan kerja, yang tidak dihabiskan bersama anak-anak mereka. Di lingkungan kerja itulah mereka mengenal dan mengetahui titik-titik kemampuan dan kelemahan orang lain. Di sana pula mereka banyak berbicara dan berdialog secara menawan dalam sebuah tim kerja yang efektif, memahami kemampuan orang-orangnya dan dapat memfungsikannya dengan baik, yang pada gilirannya akan mendatangkan kemanfaatan, baik secara pribadi maupun kelompok.
Namun sangat disayangkan institusi itu berubah menjadi tempat konflik. Semua orang yang cakap dan memiliki kemampuan merasakan bahwa suasana ini tidak kondusif untuk sebuah pembaruan, inovasi dan sarana untuk menonjolkan kemampuan. Dalam suasana seperti ini pun berbagai penyakit dan persoalan bersarang dan menggerogoti tubuh, hingga menyisakan pengaruh yang sangat mendalam.
Jika kita berusaha membaca persoalan ini sekaligus penyebabnya, maka kita akan menemukan bahwa penyakit itu sangatlah banyak. Antara lain penyakit gossip, adu domba, pengkubuan, memerangi orang-orang yang memiliki kemampuan, atau memegang kelemahan para pemimpin.
Sangat banyak penyakit yang dihadapi oleh perusahaan kita. Penyakit yang banyak itu menimbulkan berbagai penyakit lainnya, yang tercermin dalam: mencari perlindungan dengan aturan-aturan dan instruksi-instruksi serta penyikapannya, menampakkan hal yang ironi dengan apa yang tersimpan di dalam jiwa dalam pergaulan sehari-hari bersama teman-teman, menonton, tidak memiliki inisiatif, kreativitas, dan selalu menunggu arahan-arahan, tidak terafiliasi ke dalam institusi dan hanya melihatnya sebagai tempat mencari makan, apalagi untuk bangkit berkreasi dan melakukan pembaruan, serta penyakit lari dari tanggung jawab.

Gosip’.
Gosip mengandung arti bahwa semua orang dengan niat dan pekerjaan masing-masing merupakan barang rampasan yang dibolehkan untuk kita. Dalam kondisi seperti ini semua orang berbicara tentang segalanya, tetapi dengan cara sendiri-sendiri, yang mungkin saja sang pemilik topic atau pemilik persoalan tidak mengetahui akan masalah yang ada. Karenanya, pembicaraan seperti itu menjadi tidak positif.
Kendati penyakit ini merupakan penyakit umum, akan tetapi kita harus memerangi dan merubahnya. Perubahan pertama adalah dengan menolak dan mengingkarinya dengan hati Anda. Anda harus merasa sakit ketika Anda mendengarkannya. Adapun perubahan yang tertinggi adalah dengan menguasai pemikiran orang yang bergosip, memposisikan diri Anda di tempatnya, dan menjelaskan alasan-alasan mengapa ia melakukan hal ini.

mengadu-domba
Mengadu-domba lebih berbahaya dari gossip. Sebab melalui cara inilah sosok yang mempunyai penilaian tidak baik akan menandatangani para pemimpinnya untuk membuat perselisihan antara mereka dengan teman yang diadukan.
Ia melakukan praktik adu domba itu berdasarkan pendapatnya. Ia beralasan bahwa dirinya melakukan sesuatu yang baik. Namun motif yang tersembunyi di dalam dirinya mendorong untuk melakukan dosa ini.
Ia mengadu kepada pemimpin atau direktur itu dengan dirinya sendiri atau bersama orang yang diperkirakan memiliki tujuan yang sama dengan dirinya, serta akan membantunya melakukan adu domba itu demi menundukkan pihak lain terhadap dirinya.

Kubu
Adapun penyakit “pengkubuan”, penyakit ini banyak ditemukan di lingkungan kerja. Penyakit ini terjadi akibat sejumlah orang yang mempunyai kepentingan bersama antara satu dengan yang lainnya, melakukan penggabungan. Mereka merasa bahwa kemampuan mereka tersimpan dalam perkumpulan tersebut. Mereka merasa bahwa ide-ide mereka merupakan ide yang layak untuk diterapkan di dalam bekerja.
Di sisi lain, bukti yang ada di lingkungan kerja kita menyatakan bahwa penyakit ini merupakan tradisi yang membelah para buruh menjadi dua kelompok atau dua keranjang. Mereka berusaha menggait lainnya yang tersisa, dan menekan mereka untuk bersatu ke dalam kelompoknya.
Tidak jarang pimpinan merupaka orang pertama yang bertanggung jawab atas pengkubuan ini. Namun para anggota ini tampu berterus terang. Karena itulah pembicaraan hanya terjadi di antara mereka, dengan pertimbangan bahwa kemampuan tersebut harus menemukan penyalurannya.
Hal yang perlu untuk dijelaskan adalah, tidak setiap kelompok yang terafiliasi kepada sebagian lainnya mempunyai kubu. Tidak boleh mengkategorikan setiap orang yang menentang sebagai sosok yang berpenampilan negative. Karena itu, harus dipelajari jenis penentangan yang mereka usung.
Demikian pula seorang pemimpin tidak boleh memilah-milah tanggung jawab dan pekerjaan yang harus dipikul oleh para pegawainya. Ia pun tidak boleh menciptakan iklim yang mendorong kemunculan hal seperti itu.
Di antara penyakit yang terdapat di lingkungan kerja kita adalah orang-orang yang berusaha mendekati para pemimpin. Mereka mendekati para pemimpin pada suatu hari melalui pengungkapan rasa takut, suatu hari dengan hadiah, dan suatu hari lainnya dengan memberikan sejumlah kemaslahatan bagi pemimpin.
Di antara karyawan yang berperan dalam menghancurkan iklim kerja adalah mereka mereka yang mahir dalam menggunakan segala macam perangkap. Mereka pandai mengubah warna kulitnya sesuai denagn situasi. Mereka bisa Anda jumpai di berbagai tempat dimana di sana terdapat para pemimpin.
Mereka selalu ingin terlihat dalam potret. Mereka selalu mencari keuntungan dalam setiap kondisi. Mereka tidak mencintai pekerjaan, bahkan mereka lari dari tanggung jawab.
Anda dapat menemukan mereka di tempat mana pun yang di sana terdapat kepentingannya. Mereka pandai menampakkan diri bukan dalam bentuk yang sebenarnya. Karena keberadaan merekalah orang-orang yang memiliki kapabilitas dan orang yang bekerja menghilang. Merekalah yang berbicara, mereka yang berkata-kata, mereka yang menyebabkan orang lain keluar karena pendekatannya terhadap para pimpinan. Mayoritas dari mereka adalah orang-orang yang mencintai diri sendiri.

fitnah,
hati dan jiwa mereka itu sakit. Mereka ahli dalam menghancurkan kehidupan yang ada di sekeliling kita. Mereka tidak merasa nyaman bila hidup dalam iklim yang sehat dan aman. Mereka selalu mencari cacat, menginspeksikan pembatalan-pembatalan, mereka selalu menghancurkan dan tidak pernah membangun, dan mereka harus Anda jauhi.
Mereka selalu gemar untuk menyikapi setiap berita. Mereka selalu mempunyai sikap tertentu di tempat mana pun. Dengan muslihat dan kata-kata manis, mereka selalu berusaha memikatsejumlah orang, sampai mereka menjadi temannya dalam memperoleh berita-berita baru.
Mayoritas orang yang memiliki jiwa yang sehat akan menghindari para pembuat fitnah. Mereka tidak akan mendengarkannya. Namun sebagian lainnya berusaha mendekati mereka, karena rasa takut dan ngeri terhadap mereka.
Di antara penyakit yang ditemukan di lingkungan kerja kita, yang mengancam terjadinya penyelewengan segala hal dari arahnya yang benar adalah “persaingan yang tidak sehat”.
Persoalan dalam persaingan ini adalah, semua orang yang terlibat dalam persaingan merupakan mereka yang layak untuk bersaing. Namun karena kesampitan diri dan dada mereka, mereka menggunakan cara-cara yang tidak dibenarkan untuk memenangkan pertarungan dengan pihak lain. Contohnya adalah mengklaim niat orang lain dengan niat yang buruk, enggan memuji pesaing yang ada di depan, dan tidak bisa menyimpan sisi negative pesaingnya.
Sumber : ahmad Abdul Jawad, Bening Publishing, 2007
Posted by : Syafrizal Helmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: