KECEMBURUAN PROFESI (2)

Kecemburuan profesi memiliki tanda-tanda yang dapat kita lihat dalam sebuah tim kerja di antara anggota-anggotanya. Bukanlah syarat keberadaan salah satu tanda tersebut untuk menunjukkan bahwa di balik itu terdapat kecemburuan profesi. Namun demikian terdapat banyak tanda-tanda, yang jika berkumpul, maka tidak diragukan lagi bahwa terdapat indikasi akan adanya penyakit tersebut. Di antara tanda-tandanya adalah :

1. Meremehkan Usaha Orang Lain
Jiwa yang egaliter akan tersenyum dan senang dengan kesuksesan yang diraih oleh orang lain. Adapun orang yang terjangkit penyakit kecemburuan profesi, mereka akan meremehkan usaha orang lain, dan tingkat kesuksesan yang telah diraihnya. Mereka akan mengatakan bahwa apa yang mereka kerjakan bukanlah sebuah pencapaian, meskipun hal itu tidak diungkapkannya secara langsung. Mereka pun tidak akan menyebarkan berita kesuksesan itu atau menjadikannya sebagai kabar baik terhadap orang lain.

2. Terus Menentang Pendapat Orang Lain Tanpa Landasan yang Objektif
Orang yang merasa cemburu terhadap saingannya akan melukan hal ini jika dirinya merasa semua cara biasa yang ditempuhnya tidak mendapat sambutan, dan tidak berhasil meraih tujuannya melalui cara-cara itu. Ia akan melakukan adu domba, karyawan yang diadukan jika si pemimpin itu memiliki kesiapan untuk menerima aduan, atau si karyawan itu menjadi ancaman pula bagi si pemimpin.
Sebagai dampaknya, bukannya si pemimpin itu mendorong orang-orang yang unggul, justru dirinya akan memberikan bantuannya kepada orang-orang yang ingin menghancurkan mereka yang unggul, dengan dalih ketergesa-gesaan dan tidak adanya pemahaman mereka terhadap atturan-aturan institusi. Si pemimpin itu pun berusaha mengacaukan dan mengejutkan mereka dengan sesuatu yang membatasi gerak mereka dan mengacaukan usaha pencapaiannya.

3. Diam-diam Bahagia dengan Kegagalan Orang-orang yang Unggul
Orang-orang yang menyukai keberhasilan, maka langkahnya luas dan melesat ked pan tanpa ada modulitas atau keterikatan. Kesuksesan itu lahir dari banyak kegagalan di dalam berbagai kesempatan. Namun demikian, jiwa yang cemburu terhadap mereka yang sukses akan merasa bahagia dengan kegagalan ini. Meskipun begitu, ia menyadari bahwa kebahagiannya itu berada di luar konteks yang benar dari kondisi yang berlangsung. Karena itulah ia menyimpannya di dalam dirinya. Ia tidak menceritakannya kecuali terhadap mereka yang dekat, dan mengakui hal itu (bahagia dengan kegagalan orang lain).

4. Tidak Memberika Bantuan
Jika dalam sebuah tim kerja terdapat kecemburuan profesi, maka semua pihak hanya akan menyaksikan kejadian yang berlangsung dan membahayakannya, tanpa sedikitpun mengulurkan bantuan untuk memecahkan permasalahan, apalagi jika sosok yang meminta bantuan itu merupakan orang yang dicemburui oleh yang lainnya. Keadaan mereka seolah mengatakan, “Perlihatkan kepadaku kepandaianmu!” Karena itu mereka meninggalkan dan membiarkannya menghadapi peristiwa dan krisis seorang diri, dengan harapan semoga hal itu menjadi andil besar untuk merintanginya dalam meraih kesuksesan.

5. Merasa Sakit dari Dalam Jiwa Ketika Menyanjung Orang-orang yang Unggul
Ia merasa sakit, dan rasa itu tersimpan di dalam jiwanya. Ia berinteraksi dengan sanjungan itu sebagai pereduksian terhadap kemampuannya secara langsung. Ia menanggung sebuah ungkapan yang tidak dapat ditanggung. Ia berinteraksi terhadap segala persoalan dengan logika terbalik –sebaimana dinyatakan oleh para ulama ushul fikih. Jika seseorang menyanjung kepada seorang lainnya, maka itu berarti orang terserbut sedang mencelanya dan ia tidak mengeeetahui apa yang dilakukannya.
Dan mungkin saja ia terlibat dalam pembicaraan yang panjang bersama dengan mereka yang mengukuhkan realitas ini, atau mereka yang memuji orang-orang yang unggul.

Sumber : ahmad Abdul Jawad, Bening Publishing, 2007
Posted by : Syafrizal Helmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: