pelajaran manajemen #1#. Lupakan Sifat Bawaan; Perilaku-lah Yang Patut Diperhitungkan

Saat mewawancarai para pelamar untuk mengisi posisi pekerjaan pada sebuah perusahaan, biasanya manajer akan menetapkan kriteria tertentu. Manajer menginginkan pekerja keras, tekun, yakin dan dapat diandalkan. Masalahnya adalah bahwa sifat tidak selalu merupakan peramal prestasi yang baik atas pekerjaan di masa mendatang.
Sering kali ada anggapan yang kuat pada kekuatan sifat untuk meramalkan perilaku. Meski diketahui bahwa orang memiliki kelakuan berbeda pada situasi berbeda. Jika manajer benar-benar percaya situasi menentukan perilaku, mereka akan mempekerjakan orang hampir secara sembarangan saja dan membuat struktur situasi supaya cocok dengan kekuatan para pegawai tersebut.
Ada dua masalah yang terkait dengan penggunaan sifat dalam proses mempekerjakan. Pertama, kondisi organisasi merupakan situasi kuat yang berdampak luas pada perilaku karyawan. Kedua, orang-orang sangat mudah beradaptasi dan sifat kepribadian berubah-ubah dalam rangka merespon situasi organisasi.
Kondisi organisasi cenderung menjadi situasi kuat karena memiliki aturan dan peraturan formal lainnya yang mendefenisikan perilaku yang dapat diterima dan menghukum perilaku yang menyimpang, juga terkandung norma-norma untuk mendikte perilaku yang cocok.
Sifat individu diubah oleh organisasi di mana ia berpartisipasi. Biasanya orang masuk ke banyak organisasi, yang sering kali meliputi bermacam anggota dan mereka beradaptasi terhadap situasi berbeda tersebut. Kenyataannya setiap orang bukanlah tahanan dari kerangka kerja kepribadian yang kaku dan stabil. Mereka menyesuaikan perilaku agar mencerminkan tuntutan beraneka situasi.
Peramal terbaik atas perilaku seseorang di masa mendatang adalah perilaku masa lampaunya, bukan sifat. Sebaiknya sewaktu wawancara, manajer menanyakan pertanyaan yang berfokus pada pengalaman sebelumnya yang relevan dengan lowongan pekerjaan saat ini. Contohnya: Pada pekerjaan yang terakhir, apakah yang paling ingin Anda capai, tapi tidak bisa? Mengapa Anda tidak bisa mencapainya?

sumber : the truth about managing people
posted by : Syafrizal Helmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: