MOTIVASI

Motivasi bisa didefenisikan sebagai perilaku yang berorientasi tujuan. Memotivasi adalah mengajak karyawan mengikuti kemauan untuk menyelesaikan tugas. Memotivasi diri sendiri ialah menetapkan arah diri sendiri dan mengambil tindakan untuk sampai ke tujuan tersebut. Karyawan yang termotivasi sangat mengerti tujuan tindakan mereka dan meyakini akan mencapai tujuan tersebut.

PROSES MEMOTIVASI
1. Cara Kerja
Motivasi dimulai seseorang secara sadar mengakui sebuah kebutuhan yang tidak terpuaskan. Kebutuhan menciptakan sebuah tujuan dan tindakan yang diharapkan akan dapat menjadi sarana untuk mencapai tujuan.
2. Kebutuhan: karyawan termotivasi oleh kebutuhan yang belum terpuaskan, misalnya kebutuhan eksistensi, social, kebutuhan untuk mencapai prestasi dan sebagainya.
3. Tujuan dan Harapan
Tujuan: seseorang memiliki motivasi dan kinerja lebih tinggi apabila memiliki tujuan yang jelas, tujuan tersebut sulit, namun memungkinkan dan apabila terdapat umpan balik atas kinerja.
Harapan: kekuatan motivasi bergantung pada tingkat keyakinan karyawan bahwa usaha-usaha akan menghasilkan imbalan yang layak, yang bisa memuaskan kebutuhan.
4. Dua Macam Motivasi
Karyawan dapat dimotivasi secara positif oleh perusahaan terhadap mereka seperti penggajian, promosi, pelatihan, atau apa yang dilakukan oleh para manajer lini seperti kenaikan gaji, memberi pujian, merekomendasi promosi.
Karyawan dapat juga termotivasi oleh faktor yang melekat dalam pekerjaannya, tidak dipaksakan dari luar, seperti tanggung jawab, rasa berprestasi, kebebasan bertindak, mengembangkan keterampilan dan kemampuan.

PENDEKATAN MOTIVASI
Proses motivasi seperti yang dijabarkan di atas menyarankan beberapa hal untuk diingat cara bekerjanya, yaitu:
 Pentingnya arti kebutuhan, karyawan akan termotivasi apabila baik kebutuhan psikologis maupun ekonomisnya.
 Pengaruh tujuan, para individu termotivasi dengan tujuan-tujuan yang spesifik,dapat dicapai, dan disepakati bersama.
 Pentingnya harapan, tingkat motivasi karyawan berhubungan langsung dengan harapan imbalan yang akan diterimanya.
 Relevansi perbedaan antara motivasi ekstrinsik dan instrinsik yaitu imbalan ekstrinsik penting untuk menarik dan mempertahankan karyawan, dan neningkatkan upaya waktu terbatas. Imbalan intrinsic berkaitan dengan tanggung jawab, prestasi, dan pengakuan.

MOTIVASI TINGGI
Tindakan-tindakan yang akan membantu memotivasi karyawan lebih efektif adalah
 Tentukan dan sepakati tujuan yang cukup menantang.
 Beri umpan balik kinerja.
 Ciptakan harapan, bahwa perilaku atau hasil tertentu akan menghasilkan imbalan yang layak.
 Ciptakan pekerjaan yang menuntut penggunaan kemampuan karyawan seoptimal mungkin sehingga akan merasa puas apabila berhasil menyelesaikannya.
 Beri insentif yang layak dan penghargaan untuk pencapaian prestasi.
 Beri imbalan non- finansial seperti pengakuan dan pujian atas keberhasilan pelaksanaan sesuatu tugas.
 Pastikan bahwa karyawan memahami hubungan antara kinerja dengan imbalan sehingga harapan meningkat.
 Pilih dan kembangkan pemimpin tim yang akan menjalankan kepemimpinan dan keterampilan memotivasi.
 Beri bimbingan dan dorongan serta kesempatan pembelajaran untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja, mengembangkan potensi dan karier.

posting :Syafrizal Helmi

2 Responses to “MOTIVASI”

  1. sangat bagus dan perlu dipelajari oleh perusahaan/hrd

  2. BCA tidak tahu cara memotifasi satpam sewaannya. lebih cinderung memaksa dgn sejuta ancaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: