Loyo dan Malas

Loyo atau malas merupakan salah satu penyebab negara Indonesia tertinggal dengan negara lain khususnya hubungannya dengan Sumber Daya Manusia (SDM).
Malas bisa berarti banyak hal, malas belajar ataupun malas dalam lingkup yang universal yaitu malas dalam mengerjakan sesuatu. Tapi, dendan cara teratur diikuti dengan kekonsistenan kita mengerjakan metode atau cara mengatasi rasa malas, bisa di atasi dan bukan tak mungkin bisa berubah menjadi rajin.
Ada beberapa cara untuk mengatasi rasa malas, diantaranya ialah :
1. Menimba ilmu lewat bacaan
Jenis bacaanya bisa bermacam-macam, buku, komik, novel, ataupun majalah yang penting adalah benar terlebih dahulu, benar dalam rangka untuk membentuk kebiasaan dan sifat tidak malas karena nanti itu akan menjadi kepribadian dan karakter kita. Dampak dari membaca adalah kita akan berpikir lebih “jauh” dan akan merasa rugi jika membuat waktu kita tidak efektif dan terbuang dengan sia-sia karena telah terbiasa untuk mengefektifkan waktu dengan cara yang benar.
Setelah memaca yang benar, kemudian bertambah tingkatan menjadi baik sehingga menjadi ”membaca yang benar dan baik”. Artinya membaca buku yang bermanfaat dan baik seperti buku tentang pengembangan diri, ilmu pengetahuan maupun agama. Dan setelah membaca kita mempunyai semangat, bacalah buku-buku tentang orang-orang yang sukses atau terkenal, biasanya setelah itu timbul semangat untuk maju.
2. Mengubah cara berpikir dari “malas” ke “tangkas”
Otak secara otomatis akan menerima perintah dan masukan dari kita. Kalau kita berpikiran malas, pasti rasanya malas terus, otak kita akan mencari alasan supaya kita malas terus. Kemudian jika kita melakukan sesuatu harus sesuai mood dan kalau tidak mood maka yang ada hanya malas, yakinlah maka tidak akan sempurna, seharusnya mood atau tidak, kerjakan saja. Masalah penampakan mood itu hanya sebuah alasan sebagai persembunyian akan rasa malas tersebut. Jadi intinya kerjakan saja dan selalu berpikiran positif.
3. Pancangkan arah dalam hidup
Hidup haruslah memiliki tujuan, sebab dengan tujuan itu kita punya impian dan akan mengerahkan upaya untuk mencapai tujuan tersebut sehingga rasa malas akan tersingkirkan. Terus kalau kita malas terus bisa ditebak bagaimana jadinya masa depan kita. Semakin banyak yang kita perbuat semakin nyatalah jati diri kita. Kemudian untuk mengatasi malas, kita juga harus selalu instrospeksi diri sendiri supaya kita terus memperbaharui diri dan memperbaiki kesalahan yang kita perbuat. Dan jangan lupa juga untuk selalu berpikiran ke depan.
4. Merapat dengan Tuhan.
Meskipun dengan semangat yang menggebu, banyak membaca, dan terus mencari cara untuk menghilangkan malas, tetap saja kalau tanpa seizin-Nya, semua itu tidak akan pernah berhasil. Supaya kita tidak jadi orang yang sombong, banyak-banyaklah berdoa karena doa merupakan suatu pengharapan yang akan membuat kita selalu termotivasi khususnya secara psikologis. Sebagai wujud tanggung jawab kita dari doa kita adalah bersungguh-sungguh berusaha mewujudkan doa tersebut.

Mungkin masih banyak cara-cara yang lain, tapi semoga cara-cara diatas bisa menghilangkan atau minimal mengurangi rasa malas kita. Tapi semuanya kembali kepada diri kita sendiri karena rasa malas akan terus menghantui kalau kita sendiri tidak pernah ada keinginan kuat untuk menghilangkannya.
di posting oleh : Syafrizal Helmi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: