Proses Karier

Karier adalah proses. Ada cara dan jalur untuk mengembangkannya. Perusahaan-perusahaan berkualitas selalu berupaya menciptakan jenjang karier yang sesuai dengan kapasitas, kualitas dan dedikasi karyawan demi kontribusi dan prestasi kerja yang prima.

Karier merupakan bagian dari perjalanan dan tujuan hidup seseorang. Setiap orang berhak dan berkewajiban untuk sukses mencapai karier yang baiik, itulah obsesinya. Angapan yang sudah mapan dan nyata sering kita jumpai dalam kehidupan masyarakat, bahwa seseorang akan berhasil atau sukses dalam kariernya bilamana seseorang tersebut sudah menjadi atau menempati posisi manager atau kepala pada suatu instansi, baik di pemerintahan maupun di swasta. Dengan persepsi semacam ini seseorang mendapat pengakuan dan merasa dihargai, dihormati baik di lingkungan kerja, di keluarga maupun di masyaraka. Status dan martabat menjadi terangkat serta menjadi suatu kebanggaan tersendiri.

Apapun alasannya, yang jelas dengan posisi yang telah diraihnya merupakan suatu “yardstick” dan power bagi dirinya, juga dapat diangap sebagai sumber legitimasi untuk berbuat sesuatu, untuk dapat mencapai karier ke posisi yang lebih tinggi.

Memang benar posisi seseorang berdasarkan legitimasi merupakan power. Mungkin juga bagi seseorang mengangap materi, koneksi, referensi dianggap sebagai sumber power, ini tergantung lingkungan social budaya dan latar belakang masyarakat yang membentuk sistem nilai dan persepsi.

Masalahnya apakah persepsi semacam itu masih relevan di era globalisasi yang penuh kompetisi dewasa ini, dimana konsep, ide, informasi dan expertise merupakan sumber power. Kiranya kita perla reorientasi sehingga penafsiran yang keliru dimana posisi yang berorientasi vertical satu-satunya kesuksesan karier seseorang dapat segera diluruskan agar dampak negatifnya bisa ditangulangi. Mengana, sebagai contoh bilas suatu organisasi yang beroerientasi dan memfokuskan pengembangan kariernya hanya ke arah posisi struktural, padahal struktural sifatnya terbatas, serta proses karier dan pengembangannya sendiri tidak jelas arah dan kriterianya apa yang menjadi, yang jelas profesionalisme tidak akan tumbuh karena berbicara “informal Standard group”.

Tingkah laku yang dipaskakan searah posisi struktural dapat menjadikan iklim organisasi sebagai sistem politik yang mengarah pada “Political Behavuor” di mana hubungan kerja, peran, karier seseorang dalam organisasi tidak jelas, tidak searah dan selaras dengan tujuan organisasi.

Dalam organisasi yang flexible dan dinamis pengembangan jenjang karier dan proses promosi tidak dilakukan secara vertical tetapi lebih sering horizontal, keahlian seseorang dari jenjang akan dilihat dari deskripsinya bukan dalam jabatan organisasi semata. Setiap orang dalam suatu organiasi pasti mempunyai potensi untuk mencapai prestasi dan karier. Yang penting semua diarahkan pada jalur atau arah yang tepat dan cocok dengan kemampuan, Bakau dan cita-citanya sehingga karyawan dengan prestasi yang cukup baik, tidak merasa dirinya tidak meningkat kariernya dan seolah-olah macet.

Dengan demikian, manajemen dihadapkan pada suatu tantangan untuk menghadapi dan mampu menangani karier karyawan. Untuk itu perla konsep proses karier dan pengembangannya yang jelas, sistematis dan terencana dengan baik. Kalau ini lalai dilakukan tidak mustahil karyawan yang bepotensi dan berprestasi baik akan meninggalkan perusahaan. Proses karier perla dikembangkan sebagai suatu kebutuhan untuk menjawab dan menaggapi persoalan ini. Karier sebagai sarana yang memiliki desempatan untuk membentuk seseorang membuat perencanaan kariernya dengan mempertemukan antara keahlian, keinginan dan tujuannya dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan. Azas “The Win-Win Situation” akan menciptakan suatu kondisi yang seimbang antara karyawan dan perusahaan dalam menghadapi masa depan yang penuh dengan perubahan-perubahan dan tantangan. Saya yakin untuk berpartisipasi dalam proses karier khususnya untuk kepuasan dan peningkatan karyawan.

Proses karier adalah suatu proses yang sengaja diciptakan perusahaan untuk membantu karyawan agar lebih meningkatkan karier. Karier adalah bagian yang penting dan akan berubah secara terus menerus terjadi dalam perjalanan dan kehidupan karyawan yang bekerja.

Performance Management, Continuos Improvement dan karier semuanya membantu menciptakan partisipasi di tempat kerja, dimana tujuan perusahaan.

Proses karier, suatu kerangka yang dibangun dalam upaya membantu karyawan, seperti :

  • Menggambarkan secara jelas keahlian, nilai, tujuan karier serta kebutuhan untuk pengembangan.
  • Merencanakan untuk mencapai tujuan karier
  • Secara kontinyu mengevaluasi. Merevisi dan meningkatkan rancangan.

Dengan demikian membuka hubungan komunikasi antara karyawan dengan manajemen atau perusahaan merupakan tujuan utama proses karier. Tentunya untuk mencapai proses karier yang baik kita perla memperhatikan prinsip-prinsip :

  • Karyawan bertangung jawab terhadap kariernya sendiri
  • Keahlian karywan didasarkan pada usaha perjuangannya sendiri
  • Perencanaan karier dibuat secara sadar dan sukarela
  • Mengunakan Continuos Improvement untuk menumbuhkan pribadinya
  • Sukses dijabarkan dengan baik oleh diri karyawan sendiri

Intinya proses karier adalah suatu proses kemitraan interaksi dalam tahap dan kerja sama antara mitra-mitra perusahaan, yaitu : perusahaan atau manajemen, atasan langsung dan karyawan sendiri. Masing-masing mitra mengharapkan hasil atau perolehanan yang jelas manfaatnya bagi karyawan dapat meningkatkan pertumbuhan karier. Semua perusahaan merupakan perangkat dan sumber yang berpartisipasi aktif dalam proses karier dan pengembangannya. Perangkat karier dapat disiapkan dan direncanakan melalui suatu wadah lembaga pelatihan.

Perangkat lunak karier merupakan perangkat assement dan planning dalam membantu dan dapat memecahkan permasalahan karier serta dapat mempedomani melalui pengembangan action plan. Kalau karyawan itu sendiri mengeksplorasi nilai-nilai kariernya, jelas akan membantu karyawan itu sendiri menjabarkan secara jelas dan nyata tujuannya, dengan menjabarkan rencana karier, tujuan dan sasaran spesifik kita akan menjadi mudah untuk dicapai.

Pilihan Pengembangan Karier

Pengembangan karier itu sendiri mempunyai arah atau jalur-jalur serta pilihan yang akan memberikan kepada setiap karyawan untuk mengembangkan kariernya sepanjang arah itu mencerminkan tujuan dan kemampuannya.  Pilihan arah yang ingin dikembangkan merupakan kesempatan yang baik bagi karyawan itu sendiri di manapun dan kapan pun.

Pilihan arah atau jalur pengembangan karier meliputi :

  • Enrichment yaitu pengembangan dan peningkatan melalui pemebrian tugas atau assignment secara khusus, ini merupakan bentuk umum dari pengembangan karier.
  • Lateral yaitu pengembangan kea rah samping sesuatu pekerjaan yang lain yang mungkin lebih cocok dengan ketrampilannya dan memberi pengalaman yang lebih luas, tantangan baru serta memberikan kepercayaan dan kepuasan lebih besar.
  • Vertical yaitu pengembangan kea rah atas pada posisi yang mempunyai tangung jawab dan wewenang kebih besar di banding keahlian khusus atau keahlian khusus yang baru.
  • Relocation, yaitu perpindahan secara fisik ke unit organisasi lain atau ke tempat yang dapat melengkapi kesempatan pertumbuhan dan peningkatan keinginan dan kemampuan karyawan untuk tetap pada pekerjaan yang sama.
  • Exploration, yaitu menjelajah kea rah yang lebih luas lagi kepada pilihan karier di dalam unit organisasi maupun di luar unit organisasi untuk mencari dan mengumpulkan informasi sehingga dapat menjawab pertanyaan ean membuat suatu keputusan tentang potensi karier yang akan dipilih.
  • Realigement, yaitu pergerakan kea rah bawah yang mungkin dapat merefleksikan sesuatu peralihan atau pertukaran prioritas pekerjaan bagi karyawan untuk mengurangi resiko, tanggung jawan dan stress, menempatkan posisi karyawan tersebut kea rah yang lebih tepat yang sekaligus sebagai kesempatan atau peluang yang baru.

Proses dan pengembangan karier yang dikembangkan melalui jalur-jalur seperti diatas merupakan paduan kekuatan dan kepentingan antara perusahaan dengan karyawan berdasarkan nilai-nilai kemitraan sionalisme. Artinya pengembangan karier karyawan tidak semata kea rah struktural tetapi juga mengembangkan expertise kea rah fungsional,d engan demikian posisi fungsional mempunyai peran sebagai “equal partner” posisi struktural.

Proses dan pengembangan karier yang ditumbuhkan perusahaan sangat membantu setiap individu karyawan dalam memecahkan masalah karier, tidak ada masalah bagi diri karyawan dalam meniti kariernya. Sesuatu yang sangat baik di mana proses dan pengembangan karier yang dapat menjanjikan berbagai pilihan atas jalur-jalur karier.

sumber : proses dan jalur pengembangan karier,  oleh soendoro dalil

One Response to “Proses Karier”

  1. terimakasi artikelnya pak sungguh luar biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: