Mengelola waktu dengan bijak

Pernahkah anda merasa dikejar-kejar oleh waktu ? bangun pagi buru-buru, sampai-sampai anda mungkin tidak sempat sarapan pagi. Atau sewaktu mengikuti ujian sejak detik pertama dimulai, ada yang sudah berkeringat sambil melihat ke arah arloji. Saat itu waktu berjalan begitu cepat. Dilain waktu misalnya sedang menunggu antrian yang cukup panjang, atau menunggu seseorang waktu berjalan terasa begitu lama, panjang dan membosankan. Kira-kira mengapa bisa berbeda? Peristiwa yang kita sebut ini, pada dasarnya hanyalah beberapa kasus , atau kejadian kecil dalam perjalanan hidup. Kebanyakan orang pernah merasakan atau mengalami berbagai situasi diatas. Kondisi pertama kita sebut Krisis waktu dimana suatu kondisi anda merasa dalam situasi keterdesakan. Suatu kondisi seolah-olah esok adalah hari kiamat dan kita merasa ketertinggalan dalam yang cukup jauh, kesempatan yang tersedia hanya sedikit, sementara masih banyak hal yang harus dilakukan.

Krisis waktu kita bagi dalam dua tingkatan , yakni yang menyangkut krisis waktu yang terjadi pada individu atau pada pribadi dan krisis waktu yang dialami suatu bangsa atau masyarakat (lingkungan) kita.

Apa ciri dari krisis waktu ini? Ciri-cirinya waktu kita tidak pernah merasa cukup seperti dikejar-kejar waktu oleh deadline pekerjaan, pekerjaan yang menuntut anda harus menyelesaikannya dengan segera. Pekerjaan jenis ini mendikte seluruh hidup anda, dan memaksa anda untuk ikut, tanpa bisa menolak , kecuali bila anda dibaringkan diatas tempat tidur oleh keadaan (sakit). Pada kondisi ini barulah kita sering bertanya pada diri kita “Apa sebetulnya yang saya cari sehingga saya haris sampai terbaring disini seperti ini”

Anda mersa banyak pekerjaan belum bisa diselesaiakan padahal hari terus berganti ,minggu berubah bulan berjalan dan tahun bertambah. Anda merasa waktu begitu cepat berlalu , tanpa terasa , padahal banyak pekerjaan yan belum terselesaikan.Anda berada dalam kebingungan, mana yang lebih dahulu dikerjakan. Anda sulit menentukan prioritas. ketidakmampuan menentukan prioritas, menetukan mana yang harus lebih didahulukan mana yang harus dinomorduakan, pada dasarnya adalah suatu proses ketidakmampuan dalam memberikan makna dari aktivitas anda. Tiba-tiba saja anda sudah merasa tua , dan merasa banyak kehilangan kesempatan.Dan ketika anda menyadarinya kesempatan tidak akan terulang lagi. Bila anda merasa kehabisan waktu ,lantas kemana seluruh waktu anda selama ini ?

Tingkatan yang kedua adalah krisis waktu yang sedang melanda sebuah bangsa. Misalya bangsa kita. Ketika reformasi terjadi kita berharap negara yang kita cintai ini akan bangkit membusungkan dadanya, seraya kita berbangga sebagai anak bangsa inilah indonesia. Inilah harapan kita. Ternyata apa yang terjada ? hampir sepuluh tahun berlalu harapan tinggal menjadi harapan, bahkan harapan tadi kayaknya semakin menjauh. Harga terus melambung tinggi, korupsi terus berkembangbiak dan bila kita lihat produk yang kita pakai sehari-hari, adalah barang buatan negara lain, sehingga kita hanya mengimport, dan menjadi konsumennya. Banyak yang menggangap sepuluh tahun ini waktu berjalan sia-sia.

Untuk mengatasi krisis waktu terpulang kepada komitmen kita kembali akan masa depan yang ingin kita ciptakan.ada beberapa pertanyaan yang dapat anda jawab sendiri antar lain: misalnya Apakah anda memahami segala perkembangan yang sedang terjadi, apakah anda menyediakan waktu khusus untuk reflleksi mengambil jarak dari segala aktivitas yand dilakukan, untuk memahami lebih mendalam. Siapakah yang mengatur masa depan kita, siapakan teman-teman kita dsb.

Bila anda menemukan jawaban-jawaban terhadap pertanyaan diatas, maka anda mengetahui posisi dan kondisi anda maka anda akan lebih mudah dalam mengatur diri, menyusun siasat , dan membuat rencana untuk masa depan anda sendiri, yang bukan hanya berguna bagi anda tetapi juga dapat memberi makna pada manusia lain.

Lalu bagaimana sebenarnya menggunakan waktu dengan baik ? setidaknya ada beberapa dimensi yang harus diperhatikan . (1) Eefisien dan efektif, berarti apapun tindakan yang hendak kita lakukan, haruslah didasrkan ada keinginan mengembangkan diri, membuka peluang untuk maju dan melebarkan jalan yang ada dihadapan kita, sehingga bukan hanya kita yang bisa menikmatinya , tetapi juga bermanfaat bagi orang lain (2) .Menetapkan arah atau tujuan :apa yang hendak dicapai. Kepastian akan tempat yang dituju membuat anda relatif tenang, dan relatif bisa menduga apa yang terjadi. (3) .Menetapkan standard pencapaian. Indikator capaian ini dibutuhkan agar Anda dengan jelas membuat alokasi waktu, kualitas pekerjaan, capaian yang diperoleh dsb. (4) Mengembangkan situasi yang kondusif untuk pencapaian. Setiap orang pasti pernah gagal mengatur waktu? Pengalaman ini kita jadikan pelajaran tersendiri, agar tidak mengganggu jadwal yang sudah anda susun dengan seksama.

MEMBANGUN MAKNA DALAM GERAK WAKTU

Kita ingin setiap jengkal waktu yang dijalani, memiliki makna mendalam, yang kita dapat menarik pelajaran darinya, meskipun perbuatan yang kita lakukan sangat sederhana. Katakan saja kita pergi ke kamar ridur, untuk beristirahat ; apa ini perbuatan tanpa makna? Apa yang terjadi bila anda tidak pergi tidur selama tiga hari? Anda akan sakit ! Pergi tidur bukan hanya ritual hidup, ada makna dan guna yang sangat mandalam, tentu jika anda dapat menarik pelajaran darinya. Begitulah yang sebaiknya kita lihat dan kembangkan, agar dalam setiap gerak waktu kita dapat memperoleh manfaat dan tidak sekedar kehampaan.

Beberapa hal dalam membangun makna dalam gerak waktu adalah Mengorganisasi waktu. Mengorganisasi waktu hanya mungkin bila anda “menguasinya”. Hal ini berarti bahwa anda sudah memiliki kejelasan mengenai masa depan anda. Apa yang dimaksud mengenai kejelsan masa depan? Yakni kejelasan mengenai apa yang henbdak anda capai, batas-batas pencapaiannya, bagaimana ,mencapainya sekaligus kejelasan mengenai apa yang akan terjadi jika pencapaian itu tidak dilampaui.

Mengorganisasi waktu bukan berarti membuat jadwa kerja anda secara kaku, melainkan memperjelas apa yang ingin anda capai dan ketersediaan sarana untuk pencapaian tujuan tersebut.

Kalau anda diburu waktu, tentu tidak selalu berarti sesuatu yang buruk, sebaliknya. Jika anda termasuk golongan orang yang punya disiplin dengan waktu, dan sangat berhemat dengan waktu, tentu adalah hal yang sangat positif. Hal yang menjadi perhatian kita adalah manakala anda dikejar waktu, tetapi anda sendiri tidak begitu jelas dengan makna dari target waktu yang hendak anda capai itu. Mengusahakan agar waktu yang mengikuti kita adalah hal yang terbaik. Membuat waktu mengikuti kita berarti bahwa segala keputusan dalam pengaturan ada sepenuhnya pada diri kita. Ada dua kemungkinan utuk kasus seperti ini. Pertama, kita bukanmenjadi bagian ornag lain, dan kita benar-benar terlepas dari lingkungan.

Kemudian melakukan refleksi sebagai kebiasaan. Dari refleksi ini kita ingin melakukan perbaikan dan perubahan dalam diri. Dibutuhkan tekad kuat dan langkah konkrit dan drastis untuk melakukan perubahan.Pada awalnya mungkin anda merasa canggung. Namun setelah itu , anda akan merasakan bagaiman kekuatan ketetapan hati. Mereka yang berkemauan baja akan sulit untuk ditundukan, bahkan oleh ancaman kematian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: