Tantangan budaya

Tantangan budaya adalah tantangan yang akan dan dapat dihadapi oleh suatu lingkungan budaya tatkala berkomunikasi dengan berbagai lingkungan budaya yang lain yang memuat nilai yang berbeda, dalam situasi dan kondisi perubahan sosial yang semakin pesat dan global, misalnya:

  1. pribadi dengan pribadi
  2. antarunit kerja suatu organisasi
  3. organisasi dengan organisasi
  4. pusat dengan daerah
  5. Negara dengan Negara, bangsa dengan bangsa

Tantangan Budaya Antarpribadi

Tantangan budaya antarpribadi dihadapi dalam rangka membentuk semangat tim (team work). Dalam manajemen modern, teamwork sangatlah penting. Nilai tim lebih tinggi daripada kerjasama semata-mata.

Tantangan Budaya Antarorganisasi

Tantangan budaya antarorganisasi (perusahaan) dihadapi tatkala orang berusaha menyelesaikan konflik dan memacu persaingan (pertandingan, perlombaan) sehat antarorganisasi yang budayanya berbeda-beda.

Tantangan Budaya antara Pusat dengan Daerah

Kebhinnekaan dikelola melalui sistem pemerintahan berdasarkan asas dekonsentrasi, desentralisasi, dan pembantuan. Urusan yang didesentralisasikan kepada daerah, misalnya kesehatan, pendidikan dasar, pekerjaan umum, pertanian rakyat, perkebunan rakyat, perikanan rakyat, dan peternakan rakyat, pada umumnya bersifat pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, urusan yang bersifat money-making dipegang oleh Pusat (Negara) dan “dikembalikan” kepada daerah sesuai keinginan Pusat. Agar daerah terkesan achieving, daerah membebani masyarakat lapisan bawah dengan ratusan jenis pajak, retribusi dan pungutan, baik resmi maupun tidak resmi.

Tantangan Budaya dari Luar: Tantangan Global

Yang dimaksud budaya dari luar di sini adalah budaya regional dan global dengan muatannya berupa nilai-nilai yang berbeda dengan nilai yang selama ini dianut oleh masyarakat Indonesia, yang masuk melalui Informasi Teknologi (IT) berbagai media. Nilai-nilai tersebut dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Sistem Nilai Politik (seperti demokrasi, HAM, liberalisme, imperialisme, oposisi, kontrol sosial, kebebasan pers, sosiolisme)
  2. Sistem Nilai Ekonomi (seperti kapitalisme, pasar bebas, persaingan)
  3. Sistem Nilai Sosial (seperti perikemanusiaan, keadilan, kedamaian, solidaritas)
  4. Sistem Nilai Lingkungan (seperti kelestarian, SDA, ambangbatas toleransi alam, studi dampak lingkungan)

Sistem nilai di atas seyogianya dijadikan topik-topik penelitian tentang tantanagn budaya global guna mengantisipasi sejauh mungkin masa depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: