Budaya yang Kuat

Budaya kuat adalah budaya organisasi yang ideal. Kekuatan budaya mempengaruhi intensitas perilaku. Jadi Budaya kuat adalah BO yang dipegang semakin intensif (semakin mendasar dan kukuh), semakin luas dianut, dan semakin jelas disosialisasikan dan diwariskan. Semakin kuat budaya, semakin kuat efek atau pengaruhnya terhadap lingungan dan perilaku manusia.

Budaya Tepat dan Budaya Adaptable

Betapapun kuatnya budaya suatu organisasi, Budaya kuat itu bisa cocok untuk sejumlah situasi atau lingkungan, tetapi tidak untuk situasi lainnya. Kecepatan mengambil keputusan sebagai salah satu ciri Budaya kuat bisa meningkatkan kinerja organisasi pada lingkungan kompetitif, tetapi mungkin merusak kehidupan tradisional suatu perusahaan asuransi. Pada lingkungan tertentu, organisasi berbudaya lemah malahan menunjukkan kemampuan adaptasi yang cepat dengan lingkungan yang kuat. Kotter dan Heskett menarik kesimpulan bahwa hanya BO yang mendukung organisasi untuk mengantisipasi dan menyesuaiakan diri dengan perubahan lingkunganlah yang dapat menunjukkan kinerja yang tinggi.

Dimensi BO: Makro

Dimensi BO dapat dilihat dari sudut makro, organisasi, dan dapat juga dipandang dari sudut individu. Dari sudut makro, Geert Hofstede menggunakan empat set dimensi BO, yaitu:

  1. Power Distance (jarak kekuasaan atau ketimpangan kekuasaan di dalam masyarakat besar atau kecil)
  2. Uncertainty Avoidance (menerima atau menolak ketidakpastian)
  3. Individualism (individual atau kolektif)
  4. Masculinity (maskulin atau feminin)

Dimensi BO: Mikro Organisasional

Bertolak dari definisi BO, dimensi BO menurut Schein ada dua, yaitu:

  1. External Adaptation
  2. Internal Integration

Kedua dimensi ini merupakan tolak ukur terakhir dan tertinggi buat BO yang ideal

Budaya Sebagai Output

Budaya sebagai output (BSO) adalah potret atau rekaman hasil proses budaya yang berlangsung di dalam suatu organisasi atau perusahaan, pada suatu saat. Oleh karena setiap orang atau kelompok, berbudaya, maka ketika orang atau kelompok memasuki Organisasi Sebagai Output atau membentuk Organisasi Sebagai Input, ia membawa budayanya serta nilai yang menjadi muatan budayanya berfungsi sebagai masukan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: