Ide Bisnis

Dalam dunia non linear, hanya ide-ide yang non linearlah yang menciptakan kekayaan baru (Gary Hamel, Leading the revolution)

Sebuah rencana bisnis bisa datang secara tiba-tiba (ide) baik melalui pengamatan maupun pengalaman, bisa juga melalui perencanaan yang matang. Ide-ide sering sekali muncul dalam bentuk untuk menghasilkan suatu barang dan jasa baru. Ide itu sendiri bukan peluang dan tidak akan muncul bila wirausaha tidak mengadakan evaluasi dan pengamatan secara terus-menerus. Banyak ide yang betul-betul asli, tetapi sebagian besar peluang tercipta ketika wirausaha memiliki cara pandang baru terhadap ide yang lama.

Gary Hamel dalam bukunya Leading the revolution (2000) mengungkapkan saat ini kita berada pada era revolusi dimana era kemajuan selalu dimulai dengan harapan dan diakhiri dengan kecemasan. Hal ini terjadi karena tidak ada lagi perubahan yang bergerak secara linear (garis lurus). Tanda-tandanya terlihat seperti meningkatnya jumlah telepon seluler, meningkatnya pengguna internet dan munculnya para pemain baru dalam bidang bisnis yang sama sekali tidak diperhitungkan dan tiba-tiba merajai pasar seperti amazon.com, google atau e-bay.

Pelajaran apa yang bisa kita petik ? Artinya sejumlah pergeseran yang sudah tampak jelas bagi kita adalah pergeseran dari ekonomi industri menjadi knowledge-based economy, dari input-driven growth ke innovation-driven growth, dari scarcity of resources ke abundance of knowledge (Thurow, 1999), dari diminishing returns ke increasing returns, dari stability ke discontinuous change, dari perfecting the known ke imperfectly seizing the unknown (Prahalad, 1998) dan dari red ocean strategy ke blue ocean strategy (Kim dan Mouborgne, 2005).

Apa yang harus dimanfaatkan oleh pebisnis atau calon pebisnis. Munculnya ide-ide yang selama ini dianggap gila ( tak masuk akal) malah berhasil dipasar. Untuk itu jika anda memiliki sebuah rencana bisnis dan dianggap tidak masuk akal oleh orang lain jangan keburu menyerah. Simpan ide anda dengan baik, karena ide yang datang secara tiba-tiba (ide) baik melalui pengamatan maupun pengalaman, bisa juga melalui perencanaan yang matang akan cepat hilang bila tidak anda catat.

Ide-ide sering sekali muncul dalam bentuk untuk menghasilkan suatu barang dan jasa baru. Ide itu sendiri modal/ peluang bagi anda untuk berhasil dan ide anda harus dimatangkan melalui evaluasi dan pengamatan secara terus-menerus. ide baru juga bisa muncul ketika wirausaha memiliki cara pandang baru terhadap ide yang lama.

Dalam era revolusi bukan hanya pengetahuan baru yang menciptakan peluang dan kekayaan baru, namun pendalaman dan inovasi akan ide-ide lama juga akan menciptakan peluang dan kekayaan baru, demikian ungkap Gary Hamel. Sumber peluang potensial bisnis dapat digali dengan cara:

a. Menciptakan Produk Baru yang Berbeda (New Different product)

Dalam menciptakan produk baru yang benar-benar berbeda pebisnis sering mengalami hambatan baik hambatan pasar maupun hambatan ide. Ada banyak kisah sukses dan kisah kegagalan. Pemunculan Aqua misalnya sebagai produk air minum dalam kemasan juga pada awalnya di anggap sebagai ide gila. Bayangkan harga air minum pada saat itu lebih mahal dibanding dengan minyak. Sekarang para pengamat menganggap Aqua sebagai produk yang sangat sulit untuk dikalahkan. Walaupun semakin hari produk Aqua dikepung dengan munculnya produk AMDK baik secara lokal, regional atau dari perusahan besar tetap tidak menggoyahkan aqua sebagai pangsa pasar.

b. mencari peluang bisnis (Looking Oppurtunity)

Peluang bisnis bisa lahir dari mana saja misalnya pengalaman seseorang atau hobi. Misalnya kisah Agus Cahyadi, awalnya bekerja diperusahaan penerbitan sebagai manajer sirkulasi. Setelah melihat banyaknya majalah yang menjadi klien perusahaanya, akhirnya terpikir untuk membuka bisnis sablon. Ide ini muncul karena setiap majalah pasti membutuhkan promosi untuk setiap edisi baru mereka. Hasilnya tak sia-sia, berkat kerja keras dan usaha yang gigih usahanya berkembang. Beberapa perusahaan besar kini menjadi kliennya.

Selain contoh diatas saat ini muncul peluang-peluang bisnis baru yang sedang tren seperti tanaman hias, lapangan futsal, home schooling, digital printing, Wedding Organizer, bioskop mini, isi ulang tinta, sampai enceng gondok. yang terpenting adalah Ide-ide yang telah kita realisir akan menciptakan peluang bisnis karena peluang bisnis itu sebenarnya ada di sekitar kita dan banyak sekali macam bisnis yang bisa diraih. Namun, untuk menangkap peluang bisnis, diperlukan keberanian, kejelian dan kreativitas bisnis, dan kita harus betul-betul memahami kebutuhan masyarakat konsumen.

Beberapa keadaan yang dapat menciptakan peluang, yaitu: Produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat, Kerugian teknik harus rendah, Bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya, Pesaing tidak memiliki teknologi canggih, Pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam memperhatikan posisi pasarnya Perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumber-sumber untuk menghasilkan produk barunya.

c. Menganalisa produk (Analyze your product)

Analisis ini penting untuk menciptakan peluang yang baik dalam menjalankan usahanya secara efektif dan efisien antara lain: (1) Menganalisa produk dan jasa yang telah ada dan yang akan ada. (2) Menganalisa daerah pasar yang dapat dilayani secara menguntungkan. (3) Mengakses kebutuhan dan keinginan konsumen yang sekarang maupun yang potensial dalam berbagai daerah pasar untuk dilayani. (4) Menganalisa kemampuan organisasi untuk melayani permintaan konsumen pada basis setelah penjualan. (5) Menggerakkan sumber-sumber organisasi untuk memuaskan kebutuhan konsumen. (6) Menganalisis struktur harga yang sesuai dengan penerimaan konsumen dan juga menyediakan pengoperasian bisnis yang aktif dalam hal keuntungan dan penghargaan pada pemilik.

Kemampuan ini bisa kita lihat perusahaan-perusahaan top dunia–IBM, Ford, Coca-Cola, Dell, GE–yang mampu me-maintain kinerja pertumbuhannya di tengah industri yang mulai jenuh dan menua. Noel Tichy. dalam buku larisnya, Control Your Destiny or Someone Else Will dan , Every Business is a Growth Business mengajarkan setua apa pun bisnis yang dimasuki, seorang growth leader akan tetap melihatnya sebagai growth business. “They always learn to look beyond their traditional definition of industry and markets,” kata Tichy. Mereka tak pernah kenal yang namanya batas pertumbuhan. Ketika para growth leader ini menemukan simtom adanya peluang, dengan cepat mereka melihat berbagai risiko, membangun skill dan kompetensi untuk mengeksploitasi peluang tersebut, dan akhirnya meloncat meninggalkan peluang-peluang lama yang tak relevan lagi, untuk masuk ke peluang yang baru.

Agar berhasil maka perlu dibangun growth mentality.. Pemimpin-pemimpin seperti Jack Welch (GE), Larry Bossidy (Allied Signal), Andy Grove (intel), atau Roberta Goizueta (Coca-Cola) menciptakan sense of urgency untuk terus tumbuh melalui growth mentality. Mereka memiliki ide yang jelas ke mana transformasi akan dijalankan. Mereka punya nilai-nilai yang akan menjadi acuan seluruh jajaran manajemen untuk menggerakkan perusahaan.

Bagaimana Pendapat anda ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: