<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Shelmi's Weblog</title>
	<atom:link href="http://shelmi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://shelmi.wordpress.com</link>
	<description>Your inspiration to the future</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Oct 2009 03:18:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='shelmi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/665bd57cde18af381103b7116f258d24?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Shelmi's Weblog</title>
		<link>http://shelmi.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title></title>
		<link>http://shelmi.wordpress.com/2009/10/12/246/</link>
		<comments>http://shelmi.wordpress.com/2009/10/12/246/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 03:18:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shelmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shelmi.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[PURPLE COW
TIDAK CUKUP P
Pemasaran tidak menjadi jaminan keberhasilan, tetapi biasanya, jika kita memilih P yang benar, kita akan berhasil. Walaupun demikian, sesuatu yang mengganggu telah terjadi. P yang ada tidak cukup. Buku ini mengenai P yang baru, P yang tiba-tiba menjadi luar biasa penting.
	P yang baru adalah “Purple Cow”. Inti dari Purple Cow adalah bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=246&subd=shelmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>PURPLE COW<br />
TIDAK CUKUP P<br />
Pemasaran tidak menjadi jaminan keberhasilan, tetapi biasanya, jika kita memilih P yang benar, kita akan berhasil. Walaupun demikian, sesuatu yang mengganggu telah terjadi. P yang ada tidak cukup. Buku ini mengenai P yang baru, P yang tiba-tiba menjadi luar biasa penting.<br />
	P yang baru adalah “Purple Cow”. Inti dari Purple Cow adalah bahwa suatu hal harus luar biasa. Buku ini membicarakan apa, mengapa, dan bagaimana luar biasa itu.<br />
SEBELUM, SELAMA, DAN SESUDAH<br />
	Sebelum periklanan, pemasaran dilakukan dari mulut ke mulut. Selama periklanan, gabungan antara kemakmuran yang meningkat, keinginan konsumen yang tak habis-habisnya serta kekuatan media massa dalam periklanan. Sesudah periklanan, kita hampir kembali ke tempat kita mulai.<br />
APAKAH ANDA MEMERHATIKAN REVOLUSI?<br />
	Lebih mudah mempertahankan customer lama daripada mendapatkan customer baru. Caranya adalah ketimbang menerima cara lama yang memudar dengan cepat, sebagian perusahaan menggunakan tehnik baru untuk mempertahankan customer yang lama.<br />
MENGAPA ANDA MEMBUTUHKAN PURPLE COW?<br />
	Beranilah menciptakan produk baru yang lain daripada yang lain. Tetapi jika kita ingin memasarkannya, inilah kenyataan manyedihkan  mengenai pemasaran, baik produk maupaun jasa, baik dipasarkan kepada konsumen maupun perusahaan:Kebanyakan orang tidak dapat membeli produk Anda, entah karena tidak punya uang, waktu atau tidak menginginkannya. Jika audensi tidak punya uang untuk apa yang Anda pasarkan dengan harga yang telah ditetapkan, maka Anda tidak akan mempunyai pasar .Jika audiensi tidak mempunyai waktu, maka Anda akan dianggap seolah-olah tidak ada. Jika audiensi meluangkan waktu untuk mendengarkan penjelasan Anda tetapi memutuskan untuk tidak membelinya, maka Anda tidak berhasil jauh.Dunia telah berubah. Ada jauh lebih banyak pilihan tetapi lebih sedikit waktu untuk menjualnya.<br />
PERIKLANAN<br />
	Sistem ini sederhana. Carilah peluang pasar yang besar yang sedang berkembang dan belum mendominasi. Bangunlah sebuah pabrik. Belilah banyak iklan TV. Iklan tersebut akan menghasilkan penjualan. Penjualan akan membuat pabrik sibuk dan menghasilkan keuntungan. Sebagian keuntungan gunakan membeli iklan lebih banyak lagi agar produk semakin dikenal. Aturan yang baru adalah:<br />
“CIPTAKAN PRODUK LUAR BIASA YANG DICARI OLEH ORANG YANG TEPAT”.<br />
MEMPERTIMBANGKAN BEETLE<br />
	VW BEETLE, penjualanya berhasil karena iklan. Di sisi lain, berhasil karena rupa dan pengalaman yang mengemudikannya. Bentuknya yang tidak biasa, lain daripada yang lain membuatnya laris di pasar.<br />
APA YANG BERHASIL?<br />
	Caranya dalah melihat apa yang sukses di dunia nyata dan memahami apa yang membuat kesuksesan itu. Seperti mengendarai kendaraan yang selalu melihat kaca spion, lihatlah apa yang terjadi di belakang Anda.<br />
MENGAPA WALL STREET JOURNAL SANGAT MENGGANGGU SAYA<br />
Wall street journal merupakan cerminan dari memasarkan gagasan kuno. Setiap hari, iklan satu halaman penuh senilai jutaan dolar dimuat di surat kabar ini. Iklan kuno dengan kata-kata yang sangat tidak menarik memenuhi iklan di surat kabar. Mangapa tidak membuat iklan yang menarik? Tentu akan membantu penjualan kita.<br />
KEMAUAN DAN JALAN<br />
Setiap bisnis Anda mempunyai kesempatan besar untuk maju. Dan Anda mempunyai banyak ide untuk menjalankannya. Tetapi masalahnya Anda tidak berani mengambil resiko. Srtiap bisnis itu mempunyai resiko dan beranilah mengambil resiko itu. Dimana ada kemauan disitu ada jalan.<br />
MENYATU<br />
	Produk dipakai oleh seseorang jika mereka ingin mencoba sesuatu yang baru. Jika produk Anda telah mempunyai pengguna awal, maka pengguna awal yang akan memasarkannya kepada konsumen yang lain. Biasanya orang akan membeli suatu produk jika ada orang lain yang sudah terbukti menggunakannya.<br />
IDE YANG MENYEBAR, MENANG<br />
	Ide yang menyebar mungkin lebih sukses daripada ide yang tidak menyebar. Penyebar virus (sneezer) merupakan agen kunci penularan virus ide. Ini merupakan pengguna awal produk Anda. Jika mereka berhasil menyebarkan virus ide itu kepada konsumen yang lain, maka Anda akan menang.<br />
KESALAHPAHAMAN BESAR<br />
	Pengguna awal akan mengerjakan pekerjaan kita. Ini merupakan hal yang sangat salah. Kita tidak boleh hanya berpangku tangan menunggu pengguna awal menghasilkan keuntungan untuk kita. Bekerjalah, menciptakn sesuatu yang lebih inovatif. Purple Cow bukan merupakan jalan pintas yang murah. Tetapi, merupakan strategi yang baik untuk membuat produk yang lain daripada yang lain seperti Purple Cow “Sapi Ungu”.<br />
SIAPA YANG MENDENGARKAN<br />
	Konsumen adalah yang mendengarkan kita. Banyak iklan yang salah sasaran sehingga tidak efektif. Tak ada gunanya beriklan kepada setiap orang, beriklanlah kepada siapa yang benar-benar membutuhkannya. Sehingga akan memperkecil biaya periklanan.<br />
SIAPA PEDULI<br />
	Anda tidak dapat membuat orang mendengarkan. Tetapi mungkin Anda akan mencari orang yang benar-benar peduli terhadap apa yang Anda pasarkan.<br />
TIDAK SEMUA CUSTOMER SAMA<br />
	Bedakan customer Anda. Temukan kelompok yang paling menguntungkan. Temukan kelompok yang akan menyebar virus. Anda tidak perlu memenuhi kebutuhan massal. Iklan Anda harus memenuhi kebutuhan customer yang telah Anda pilih.<br />
MASALAH DENGAN SAPI<br />
	Sesungguhnya merupakan masalah dengan rasa takut. Orang tidak berani untuk menjadi sesuatu yang baru. Selalu saya mengikuti pola dan aturan yang lama. Hindari resiko dan ikuti aturan. Inilah aturan yang pada akhirnya membawa kepada gagalan. Dalam pasar yang penuh sesak, menyesuaikan diri adalah kegagalan. Dalam pasar yang sibuk, tidak menonjol sama artinya tidak tampak.Jika produk baru Anda menonjol dan sebagian orang tidak berkeinginan untuk menonjol maka Anda menang. Sebagian orang tidak mau dikritik. Mereka menganggap kritik berarti kegagalan. Tetapi Purple Cow adalah berani menerima kritik. Kritik dapat membuat produk kita semakin maju.<br />
IKUTI PEMIMPIN<br />
	Banyak pebisnis yang tidak menyukai resiko, yakin bahwa mereka dapat mengikuti strategi yang sama. Mereka menunggu seorang pemimpin yang akan membuka jalan itu. Dan mereka tinggal mengikuti dan menikmati hasilnya. Bagaimana jika Anda membuka jalan yang baru? Buatlah sesuatu yang berbeda dari pimpinan Anda.<br />
PROYEKSI, LABA, DAN PURPLE COW<br />
	Pemasaran massal menuntut produk massal. Dan produk massal meminta pemasaran massal. Persamaan ini menimbulkan lingkaran setan yang berbahaya, dengan dua bagian:<br />
1.	Produk yang membosankan<br />
2.	Anggaran mengerikan<br />
Anda mendapat sangat sedikit kesempatan untuk meluncurkan produk baru karena masing-masing sangat mahal. Karena itu Anda tidak ingin membuat yang baru lagi dan mempertahankan produk lama yang sangat membosankan. </p>
<p>PEMASAR MASSAL TIDAK SUKA MENGUKUR<br />
	Pengukuran berarti mengakui apa yang salah dan memperbaikinya. Apa yang Anda ukur? Berapa biayanya? Seberapa cepat Anda memperoleh hasilnya? Jika Anda mengukur suatu produk, produk itu akan berkembang.<br />
SIAPA YANG MENANG DI DUNIA SAPI?<br />
	Pemenangnya adalah perusahaan kecil dan menengah yang sedang memperluas pangsa pasar. Mereka dalah perusahaan yang tidak takut rugi, mereka menyadari dengan mengubah peraturan yang berlaku mereka akan memperolh keuntungan yang besar. Beranilah beretindak.<br />
MANFAAT MENJADI SAPI<br />
	Ini semakin menarik karena dunia sedang bergolak, semakin banyak orang yang  ingin merasa aman. Mereka ingin menghilangkan resiko dari bisnis dan karir mereka. Ini salah. Karena semakin sedikit orang yang akan menciptakan Purple Cow. Sekali Anda berhasil menciptakan sesuatu yang benar-benar luar biasa, tantangannya adalah melakukan dua hal berikut secara serempak.<br />
	Perahlah sapi demi sesuatu yang berharga. Temukan cara bagaimana mengembangkan dan meraih keuntungan darinya selam mungkin.<br />
	Ciptakan lingkungan di mana Anda mungkin menemukan Purple Cow yang baru tepat pada waktunya untuk mengganti sapi terdahulu jika manfaatnya sudah habis.</p>
<p>WALL STREET DAN SAPI<br />
	Perusahaan yang berhasil go public adalah perusahaan yang berhasil menciptakan Purple Cow. Mengiklankan produk dengan cara yang berbeda akan meningkatkan penjualan.<br />
KEBALIKAN DARI “LUAR BIASA”<br />
Yaitu “sangat baik”.<br />
	Banyak orang mengira bahwa menciptakan sesuatu yang luar biasa adalah buruk atau jelek. Itu salah. Karena sesuatu yang luar biasa adalah sangat baik.</p>
<p>MUTIARA DALAM BOTOL<br />
	Ada shampo dengan botol bening yang berisi mutiara-mutiara. Tetapi hal ini tidak membawa keuntungan kepada produsennya. Jangan membuat produk dengan tampilan yang sangat berlebihan. Itu tidak kakan menrik mint konsumen. Produk bias luar biasa tetapi sesuai dengan kebutuhan konsumen saja. Ini dapat menghemat biaya produksi.</p>
<p>72 ALBUM  PEARL JAM<br />
	Dari tahun 2001-2002, band ini mengeluarkan 72 album live. Mereka tidak berusaha untuk menjaring orang asing tetapimereka menjual kepada orang yang tertarik. Mereka menghasilkan laba yang sangat besar dari 72 album ini. Beberapa pendengar inti sangat senang dengan produk ini. Sehingga mereka mempengaruhi orang-orang lain untuk mendengarkannya. Maka tumbuhlah Pearl Jam yang sangat besar.</p>
<p>DUDUKLAH, JANGAN HANYA BEKERJA<br />
	Ciptakanlah slogan baru yang dapat mempengaruhi konsumen seperti duduklah, jangan hanya bekerja. Slogan ini akan membawa daya tarik tersendiri bagi pembacanya.</p>
<p>MENCARI OTAKU<br />
	Otaku berasal dari bahasa Jepang yaitu merupakan hasrat yang meluap-luap sehingga membuat seseorang pergi ke daerah lain untuk mendapatkannya. Perusahaan tidak akan berhasil jika hanya memenuhi kebutuhan dasar tetapi menciptakan produk baru yang sangat bagus dan disinilah otaku masuk. Otaku merupakan jantung fenomena dari Purple Cow.</p>
<p>PROSES DAN RENCANA<br />
	Buku ini tidak memuat rencana tetapi proses. Dengan melihat kaca spion, tentu saja kita akan berhasil. Purple Cow yang murni adalah luar biasa dengan cara yang benar. Tetapi juka kita mengalihkan pandangan kita dari kaca spion, maka Purple Cow kita akan sulit. Kejarlah keunggulan. Ketahuilah keunggulan Anda itu kemudian tes keunggulan itu supaya Anda mengetahui seberapa besar itu membawa keuntungan. Tinjau Pricing (penentuan harga) dan Packaging (kemasan). Yang membuat Purple Cow menjadi sangat luar biasa bukanlah rencana tetapi proses yang digunakan untuk membuat produk mereka menjadi luar biasa.</p>
<p>KEKUATAN SLOGAN<br />
	Slogan mempunyai peranan yang sangat kuat. Keberhasilan suatu produk tergantung pada slogan yang kita buat. Karena Slogan kita pakai dalam iklan. Dalam slogan konsumen dapat menemukan alas an mengapa mereka memilih produk itu dan apa kegunaan produk itu.</p>
<p>JUALLAH APA YANG ORANG BELI<br />
	Lebih mudah menjual sesuatu yang ingin dibeli orang. Ciptakanlah produk yang luar biasa tetapi memang benar-benar dibutuhkan. Atau cara lain yang sangat baik adalah dengan menciptakan produk baru yang dapat membantu mereka menmecahkan masalahnya. Maka mereka akan menjadi pengguna awal yang luar biasa.</p>
<p>MASALAH DENGAN KOMPROMI<br />
	Kompromi adalah tentang menghaluskan permukaan kasar untuk memperoleh jumlah besar dari para pemilih. Dengan kompromi yang baik kita bisa melihat peluang apa yang baik. </p>
<p>SIKLUS AJAIB SAPI<br />
	Membawa ide baru ke pangsa pasar tidak akan kacau balau. Inilah siklusnya:<br />
1.	Mintalah izin dari orang yang membuat Anda terkesan pertama kali. Izin dari mereka jika lain kali Anda mempunyai sapi lain.<br />
2.	Bekerja sama dengan penyebar virus yang akan sangat membantu Anda dalam penyebaran produk.<br />
3.	Sekali Anda menyeberang ke produk yang luar biasa, menghasilkan keuntungan yang sangat besar maka perahlah sebisa mungkin dengan cepat.<br />
4.	Investasikan keuntungan itu, dengan sekuat tenaga munculkan Purple Cow yang lebih baik lagi.</p>
<p>APA ARTINYA MENJADI PEMASAR MASA KINI?<br />
	Purple Cow mengubah defenisi pemasaran. Biasanya bagian tehnik menemukan, pabrik mengolah, pemasaran memasarkan dan penjual menjual. Harus ada pembagian tenaga kerja yang jelas. Inilah pemasaran masa kini. The right man on the right place.</p>
<p>PEMASAR, TIDAK LAGI: SEKARANG KAMI ADALAH DESAINER<br />
	Buatlah daftar semua produk yang luar biasa dalam industry Anda. Siapa yang membuat produk tersebut? Bagaimana terjadinya? Buatlah produk Anda sendiri. Jadilah desainer untuk produk anda sendiri.</p>
<p>APA YANG DIKETAHUI HOWARD?<br />
	Howard adalah pemilik Starbucks. Howard mendalami ilmu tentang peracikan kopi yang enak di Itali. Dia menghabiskan banyak waktu dan biaya disana karena dia benar-benar ingin menciptakan kopi dengan cita rasa yang baru lain daripada yang lain. Begitu juga dengan Anda, pelajarilah dengan baik produk apa yang Anda akan buat, maka akan memperoleh hasil yang sangat memuaskan.</p>
<p>APAKAH ANDA HARUS MENJADI NEKAT UNTUK MJENJADI LUAR BIASA?<br />
	Kenekatan harus mempunyai tujuan, dan harus dibangun ke dalam produk. Cobalah untuk menjadi nekat. Ini merupakan praktik yang bagus. Jangan melakukannya berlebihan karena ini tidak akan berhasil. Tetapi ini merupakan hal yang baik untuk dilakukan.</p>
<p>TETAPI BAGAIMANA DENGAN PABRIK?<br />
	Tujuan terbesar dari gagasan Purple Cow adalah perusahaan Anda telah sukses. Mempunyai pabrik yang bias menciptakan produk yang inivatif. Jika perusahaan Anda sedang mengalami kegagalan mka berikannlah buku ini kepada orang-orang yang ada di perusahaan itu. Supaya mereka bisa mengambil tindakan yang tepat dan bangkit daru keterpurukan itu.</p>
<p>MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN MURAH<br />
	Murah adalah salah satu hal yang luar biasa yang tidak pernah kehabisan daya tarik. Barang yang murah akan mendapat pangsa pasar. Murah adalah jalan keluar dari perang tanpa bersusah payah bagi Purple Cow. Murah adalah tempat terakhir bagi produsen yang kehabisan ide bagus. Jika Anda bisa menciptakan produk dengan harga yang murah dan kualitas yang bagus, kenapa Anda tidak melakukannya? Tidak perlu mencari untung yang besar. Yang penting produk kita dapat laris dipasaran. Sehingga perusahaan kita mempunyai siklus produk yang sangat baik.</p>
<p>KETIKA SAPI MENCARI PEKERJAAN<br />
	Jika Anda berpikir untuk menjadi Purple Cow, saat yang tepat melakukannya adalah saat Anda mencari pekerjaan. Langkah menuju pekerjaan aman seumur hidup adalah dengan menjadi luar biasa. Itulah Purple Cow, dari sapi colkat biasa menjadi sapi ungu yang sangat luar biasa. Mengapa Anda tidak?</p>
<p>APAKAH INI MENGENAI GAIRAH?<br />
	Anda tidak membutuhkan gairah untuk menciptakan Purple Cow. Anda juga tidak membutuhkan kreativitas yang sangat banyak. Yang anda butuhkan adalah kemampuan untuk nmenyadari bahwa Anda tidak mempunyai pilihan lain kecuali mengembangkan bisnis atau meluncurkan produk Anda dengan gagasan Purple Cow. Tak ada cara lain yang berhasil. Ingat, ini bukan tentang menjadi aneh. Ini tentang menjadi sangat menarik dengan otaku yang mudah dijangkau. Sangat menarik adalah sangat luar biasa.</p>
<p>Apakah Anda mau maju? Jika ya Anda perlu memasukkan sapi. Anda dapat mempertahankan nama Anda denga cara lama, tetapi satu-satunya jalan mendapatkan pertumbuhan yang sehat adalah produk yang luar biasa “PurpleCow”.</p>
<p>Source : Purple cow, seth godin<br />
Posting by : Syafrizal Helmi</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shelmi.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shelmi.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shelmi.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shelmi.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shelmi.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shelmi.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shelmi.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shelmi.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shelmi.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shelmi.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=246&subd=shelmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shelmi.wordpress.com/2009/10/12/246/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08dec5c467cf81fe0cad1d9c3e48a4fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shelmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tren warna Tempat Usaha</title>
		<link>http://shelmi.wordpress.com/2009/10/10/tren-warna-tempat-usaha/</link>
		<comments>http://shelmi.wordpress.com/2009/10/10/tren-warna-tempat-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 16:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shelmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shelmi.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Dalam bukunya “Feng Shui Praktis Untuk Bisnis”, Simon Brown mengatakan bahwa penataan warna di tempat usaha akan mempengaruhi semangat Anda dalam bekerja.  Penggunaan warna tidak terbatas pada eksterior maupun interior ruang usaha anda, penyusunan komposisi warna juga harus sesuai akan kebutuhan dan kegunaannya. Dengan kata lain, komposisi warna untuk ruang usaha anda harus juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=243&subd=shelmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam bukunya “Feng Shui Praktis Untuk Bisnis”, Simon Brown mengatakan bahwa penataan warna di tempat usaha akan mempengaruhi semangat Anda dalam bekerja.  Penggunaan warna tidak terbatas pada eksterior maupun interior ruang usaha anda, penyusunan komposisi warna juga harus sesuai akan kebutuhan dan kegunaannya. Dengan kata lain, komposisi warna untuk ruang usaha anda harus juga sesuai dengan prinsip “mengikuti fungsi” ( follow from function)<br />
Inilah daftar warna untuk berbagai jenis pekerjaan dan industri :<br />
1. Hijau cerah :  Cocok untuk usaha komputer, elektronika, dan ilmu pengetahuan.<br />
2. Biru / Hijau Tua : Cocok sebagai kantor komunikasi, perjalanan, transportasi,  atau<br />
    media pendidikan.<br />
3. Ungu : kantor penjualan , humas , pemasaran,periklanan,mode,hukum<br />
4. Hitam / Coklat  : cocok untuk usaha real estate , bangunan , barang2 kebutuhan	,   rumah tangga , pertanian , produksi makanan , pakaian.<br />
5. Merah : usaha yang berhubungan dengan akuntansi , keuangan , perbankan , perhiasan , logam , dunia hiburan .<br />
6. Abu-abu : untuk berbagai usaha yang berkait dengan manajemen , konsultan , politik.<br />
7. Krem : usaha minuman , air , kolam renang , pemancingan , seks , kesehatan , pengobatan.<br />
8. Putih : usaha investasi , property , spekulasi.<br />
9. Kuning : usaha berkaitan dengan hokum , perpajakan , pemerintahan.</p>
<p>diposting oleh : Syafrizal Helmi </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shelmi.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shelmi.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shelmi.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shelmi.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shelmi.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shelmi.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shelmi.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shelmi.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shelmi.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shelmi.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=243&subd=shelmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shelmi.wordpress.com/2009/10/10/tren-warna-tempat-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08dec5c467cf81fe0cad1d9c3e48a4fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shelmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bisnis kaki lima</title>
		<link>http://shelmi.wordpress.com/2009/10/10/bisnis-kaki-lima/</link>
		<comments>http://shelmi.wordpress.com/2009/10/10/bisnis-kaki-lima/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 16:13:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shelmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shelmi.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[PENGERTIAN KAKILIMA
 Menurut sejarah, kakilima berasal dari kebijakan Stanford Raffles pada masa penjajahan yang membuka kesempatan bagi kaum pribumi untuk berusaha di emperan atau trotoar yang lebarnya lima kaki. Dalam perjalananya, warung kakilima di tanah air memang banyak yang berawal dari emperan atau trotoar. Tak sedikit pula yang memulai dengan gerobak dorong beroda dua dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=241&subd=shelmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>PENGERTIAN KAKILIMA</p>
<p> Menurut sejarah, kakilima berasal dari kebijakan Stanford Raffles pada masa penjajahan yang membuka kesempatan bagi kaum pribumi untuk berusaha di emperan atau trotoar yang lebarnya lima kaki. Dalam perjalananya, warung kakilima di tanah air memang banyak yang berawal dari emperan atau trotoar. Tak sedikit pula yang memulai dengan gerobak dorong beroda dua dengan satu penopang kayu ditambah dua kaki si empunya usaha. Kebanyakan usaha kakilima bergerak di bidang jasa makanan dan minuman. Yang akan kita bahas kali ini merupakan bisnis usaha kakilima yang bergerak di bidang makanan dan minuman.</p>
<p>KEUNGGULAN USAHA KAKILIMA<br />
	Ada beberapa nilai tambah dari usaha kakilima, yakni modal tidak terlalu besar. Keuntungan pun dapat menjadi dua kali lipat apabila berhasil. Keuntungan yang lain yakni tidak membutuhkan tempat yang besar. Bahkan dengan tidak menyewa tempat pun, usaha ini tetap dapat dijalankan. Yang penting lokasi usaha harus cukup dekat dengan daya beli dan dapat dijangkau oleh konsumen.</p>
<p>TANTANGAN USAHA KAKI LIMA<br />
	Ketekunan dan kreativitas menjadi tuntutan dari usaha kakilima. Karena begitu mudahnya konsep kakilima ini, sering kali pengusaha lupa bahwa kemasan produknya tidak dikerjakan secara kreatif. Selain dapat membuat produk kelihatan tidak menarik, kemasan yang kurang inovatif juga akan memudahkan orang lain untuk meniru. Jadi, walaupun usaha ini termasuk usaha yang sederhana, pengerjaannya tidak boleh dilakukan secara serampangan.<br />
	Pengusaha kakilima juga perlu menyiapkan “tabungan operasional” karena pertama kali usaha dijalankan tidak mungkin langsung mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi.kemungkinan keuntungan baru akan muncul setelah 2 atau 3 bulan. Jadi, para pengusaha perlu mengantisipasinya dengan menyediakan “tabunagn operasional” agar usahanya dapat tetap berjalan pada masa-masa perintisan usaha.</p>
<p>JENIS-JENIS BISNIS KAKILIMA YANG<br />
PALING MENGUNTUNGKAN </p>
<p>	Banyak jenis bisnis kakilima yang menguntungkan apabila di olah dengan tekun, entah yang bergerak di bidang makanan dan minuman ataupun yang di luar makanan dan minuman.<br />
A. MAKANAN DAN MINUMAN<br />
	Pakar manajemen kerap merumuskan prinsip-prinsip pemasaran usaha dengan istilah 4P, yakni Product (produk), Price (harga), Place (tempat), dan Promotian (promosi).	</p>
<p>1.	PRODUK<br />
Menu Unik dan Khas<br />
	Pengusaha kakilima harus membuat menu yang unik, menarik yang menonjolkan ciri khasnya dan membedakannya dari usaha kakilima yang lain.</p>
<p>Rasa yang Konsisten<br />
	Konsistensi menjadi salah satu kunci utama keberhasilan usaha. Konsisten yang dimaksud disini tentu dalam hal rasa. Pelanggan biasanya akan lari jika rasa yang digemarinya diganti. Jadi, jangan sampai mengubah komposisi bumbu atau bahan untuk makanan yang sudah memiliki banyak penggemar.</p>
<p>Pelayanan yang cepat<br />
	Pelayanan yang paling berperan walaupun tidak berwujud. Pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan tentu akan membuat pelanggan merasa senang dan puas sehingga mereka tidah hanya akan kembali, tetapi juga akan membawa  beberapa konsumen lain yamng sangat prospektif menjadi pelanggan Anda.</p>
<p>2.	HARGA<br />
Harga Terjangkau<br />
	Salah satu ciri khas warung kakilima adalah harganya yang kakilima yakni terjangkau. Harga yang di patok tentu harus terjangkau bagi calon konsumen terutama untuk yang menengah ke bawah. Walaupun tidak tertutup kemungkinan suatu saat usaha ini dapat berkembang menjadi semi-modern nantinya, prinsip soal harga ini tetap harus dipertahankan.</p>
<p>Tidak Gampang Menaikkan Harga<br />
	Harga merupakan perkara yang sensitive bagi pelanggan. Oleh sebab itu, kenaikan harga usaha kakilima harus berjalan lambat agar tetap dapat mempertahankan pelanggannya.</p>
<p>Benchmarking dengan Warung Makan Modern<br />
	Agar yakin dengan penetapan harganya, pengusaha kakilima biasanya melakukan survei terhadap usaha sejenis. Dari survei tersebut, pengusaha dapat menentukan harga yang wajar, di bawah harga produk restoran pada umumnya.</p>
<p>3.	TEMPAT<br />
Dekat dengan Konsumen<br />
	Untuk usaha kakilima, tempat usaha yang paling menguntungkan adalah di pinggir jalan dan dekat dengan pusat keramaian.</p>
<p>Lalu-Lintas 24 Jam<br />
	Selain di pusat keramaian, adalah sangat baik apabila tempat usaha kakilima didirikan di area yang dilalui oleh kendaraan dan orang yang beraktivitas.</p>
<p>Parkir yang Mudah<br />
	Tempat parkir yang lega, mudah, dan leluasa menjadi persyaratan berikutnya. Tak jarang orang malas pergi ke suatu tempat jika sudah mengetahui keadaan parkirnya yang susah.</p>
<p>Suasana Informal dan Praktis<br />
	Suasana yang santai, informal, dan praktis akan sangat disukai oleh konsumen. Setiap orang dipersilakan untuk duduk di tempat yang disediakan dan mengambil serta memesan sendiri makanan yang diinginkan.</p>
<p>4.	PROMOSI<br />
Promosi dari Mulut ke Mulut<br />
	Promosi dengan cara ini merupakan cara yang paling efektif bagi perkembangan usaha. Jadi, usahakanlah agar semua konsumen yang datang di tempat Anda tidak merasa rugi sudah datang dan menikmati produk usaha Anda.</p>
<p>Metoda Jemput Bola<br />
	Alih-alih menunggu pelanggan datang ke warung Anda, akan sangat menguntungkan apabila Anda sebagai pemilik usaha juga menawarkan produk Anda ke kantor-kantor, kampus, atau teman-teman dalam komunitas Anda. Biarkan mereka merasakan dan menilai secara obyektif produk yang Anda tawarkan. Sebagai nilai tambah dari metode ini adalah bahwa mereka akan menjadi penilai yang jujur mengenai produk Anda.</p>
<p>Membangun Pelanggan yang Loyal<br />
	Inti dari semua usaha yang bisa Anda lakukan adalah munculnya pelanggan yang tetap. Adanya pelanggan yang loyal menandakan bahwa produk Anda dihargai dan memiliki nilai tambah dibandingkan usaha dan produk sejenis lainnya. Bahkan di mata kompetitor Anda akan dinilai sebagai pengusaha kakilima yang sukses.</p>
<p>	Keempat hal di atas mutlak dibutuhkan saat Anda berniat mengembangkan bisnis kakilima di bidang makanan dan minuman. Banyak jenis makanan dan minuman yang dapat dijadikan produk usaha Anda seperti burger, pecel lele, mi ayam bakso, nasi goring, sate kambing, es buah, aneka gorengan.</p>
<p>diposkan oleh : Syafrizal Helmi</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shelmi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shelmi.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shelmi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shelmi.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shelmi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shelmi.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shelmi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shelmi.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shelmi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shelmi.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=241&subd=shelmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shelmi.wordpress.com/2009/10/10/bisnis-kaki-lima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08dec5c467cf81fe0cad1d9c3e48a4fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shelmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MOTIVASI</title>
		<link>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/25/motivasi/</link>
		<comments>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/25/motivasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 04:50:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shelmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[enterpreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shelmi.wordpress.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Motivasi bisa didefenisikan sebagai perilaku yang berorientasi tujuan. Memotivasi adalah mengajak karyawan mengikuti kemauan untuk menyelesaikan tugas. Memotivasi diri sendiri ialah menetapkan arah diri sendiri dan mengambil tindakan untuk sampai ke tujuan tersebut. Karyawan yang termotivasi sangat mengerti tujuan tindakan mereka dan meyakini akan mencapai tujuan tersebut.
 PROSES MEMOTIVASI
1.	Cara Kerja
Motivasi dimulai seseorang secara sadar mengakui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=238&subd=shelmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Motivasi bisa didefenisikan sebagai perilaku yang berorientasi tujuan. Memotivasi adalah mengajak karyawan mengikuti kemauan untuk menyelesaikan tugas. Memotivasi diri sendiri ialah menetapkan arah diri sendiri dan mengambil tindakan untuk sampai ke tujuan tersebut. Karyawan yang termotivasi sangat mengerti tujuan tindakan mereka dan meyakini akan mencapai tujuan tersebut.</p>
<p> PROSES MEMOTIVASI<br />
1.	Cara Kerja<br />
Motivasi dimulai seseorang secara sadar mengakui sebuah kebutuhan yang tidak terpuaskan. Kebutuhan menciptakan sebuah tujuan dan tindakan yang diharapkan akan dapat menjadi sarana untuk mencapai tujuan.<br />
2.	Kebutuhan: karyawan termotivasi oleh kebutuhan yang belum terpuaskan, misalnya kebutuhan eksistensi, social, kebutuhan untuk mencapai prestasi dan sebagainya.<br />
3.	Tujuan dan Harapan<br />
Tujuan: seseorang memiliki motivasi dan kinerja lebih tinggi apabila memiliki tujuan yang jelas, tujuan tersebut sulit, namun memungkinkan dan apabila terdapat umpan balik atas kinerja.<br />
Harapan: kekuatan motivasi bergantung pada tingkat keyakinan karyawan bahwa usaha-usaha akan menghasilkan imbalan yang layak, yang bisa memuaskan kebutuhan.<br />
     4.    Dua Macam Motivasi<br />
	Karyawan dapat dimotivasi secara positif oleh perusahaan terhadap mereka seperti penggajian, promosi, pelatihan, atau apa yang dilakukan oleh para manajer lini seperti kenaikan gaji, memberi pujian, merekomendasi promosi.<br />
	Karyawan dapat juga termotivasi oleh faktor yang melekat dalam pekerjaannya, tidak dipaksakan dari luar, seperti tanggung jawab, rasa berprestasi, kebebasan bertindak, mengembangkan keterampilan dan kemampuan.</p>
<p> PENDEKATAN MOTIVASI<br />
	Proses motivasi seperti yang dijabarkan di atas menyarankan beberapa hal untuk diingat cara bekerjanya, yaitu:<br />
	Pentingnya arti kebutuhan, karyawan akan termotivasi apabila baik kebutuhan psikologis maupun ekonomisnya.<br />
	Pengaruh tujuan, para individu termotivasi dengan tujuan-tujuan yang spesifik,dapat dicapai, dan disepakati bersama.<br />
	Pentingnya harapan, tingkat motivasi karyawan berhubungan langsung dengan harapan imbalan yang akan diterimanya.<br />
	Relevansi perbedaan antara motivasi ekstrinsik dan instrinsik yaitu imbalan ekstrinsik penting untuk menarik dan mempertahankan karyawan, dan neningkatkan upaya waktu terbatas. Imbalan intrinsic berkaitan dengan tanggung jawab, prestasi, dan pengakuan.</p>
<p> MOTIVASI TINGGI<br />
Tindakan-tindakan yang akan membantu memotivasi karyawan lebih efektif adalah<br />
	Tentukan dan sepakati tujuan yang cukup menantang.<br />
	Beri umpan balik kinerja.<br />
	Ciptakan harapan, bahwa perilaku atau hasil tertentu akan menghasilkan imbalan yang layak.<br />
	Ciptakan pekerjaan yang menuntut penggunaan kemampuan karyawan seoptimal mungkin sehingga akan merasa puas apabila berhasil menyelesaikannya.<br />
	Beri insentif yang layak dan penghargaan untuk pencapaian prestasi.<br />
	Beri imbalan non- finansial seperti pengakuan dan pujian atas keberhasilan pelaksanaan sesuatu tugas.<br />
	Pastikan bahwa karyawan memahami hubungan antara kinerja dengan imbalan sehingga harapan meningkat.<br />
	Pilih dan kembangkan pemimpin tim yang akan menjalankan kepemimpinan dan keterampilan memotivasi.<br />
	Beri bimbingan dan dorongan serta kesempatan pembelajaran untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja, mengembangkan potensi dan karier.</p>
<p>posting :Syafrizal Helmi</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shelmi.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shelmi.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shelmi.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shelmi.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shelmi.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shelmi.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shelmi.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shelmi.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shelmi.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shelmi.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=238&subd=shelmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/25/motivasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08dec5c467cf81fe0cad1d9c3e48a4fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shelmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI</title>
		<link>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/25/membangun-rasa-percaya-diri/</link>
		<comments>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/25/membangun-rasa-percaya-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 03:58:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shelmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[enterpreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shelmi.wordpress.com/2009/09/25/membangun-rasa-percaya-diri/</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Rasa Percaya Diri Begitu Penting
Pengembangan atau penguatan rasa percaya diri Anda adalah dasar untukmeningkatkan kemampuan kepemimpinan Anda. Percaya diri dan kepemimpinan saling melengkapi. Jika orang menganggap Anda penuh rasa percaya diri, mereka kemungkinan besar mau menerima Anda sebagai pemimpin. Jika orang menerima kepemimpinan Anda, maka rasa percaya diri Anda akan membesar. Pada gilirannya, semakin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=237&subd=shelmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mengapa Rasa Percaya Diri Begitu Penting<br />
Pengembangan atau penguatan rasa percaya diri Anda adalah dasar untukmeningkatkan kemampuan kepemimpinan Anda. Percaya diri dan kepemimpinan saling melengkapi. Jika orang menganggap Anda penuh rasa percaya diri, mereka kemungkinan besar mau menerima Anda sebagai pemimpin. Jika orang menerima kepemimpinan Anda, maka rasa percaya diri Anda akan membesar. Pada gilirannya, semakin Anda diakui sebagai pemimpin, semakin bertambah besar rasa percaya diri Anda. Dalam hal ini kecerdasan emosional mulai berperan karena jika Anda bisa menangani emosi Anda dan emosi orang lain secara efektif, anda akan bisa menguasahi banyak orang.</p>
<p>Gunakan Pembicaraan Positif Tentang Diri Sendiri<br />
Langkah-langkah sebelum memulai menggunakan pembicaraan positif pada diri sendiri:<br />
1.	Nyatakan secara objektif insiden yang membuat Anda ragu pada kemampuan Anda sendiri.<br />
2.	Tafsirkan secara objektif apa yang bukan merupakan makna dari insiden. Zizou bisa mengatakan, “Tidak pintar melakukan survei bukan berarti saya tidak bisa melakukan survei yang berguna, atau ini juga bukan berarti saya karyawan yang tidak efektif.<br />
3.	Nyatakan secara objektif apa makna dari insiden itu. Untuk mengimplementasika langkah ini, Anda harus menghindari cap-cap seperti tak kompeten, bodoh, tolol, brengsek, atau otak udang.<br />
4.	Terangkan secara objektif penyebab insiden itu.<br />
5.	Identifikasikan beberapa pikiran positif yang dapat membuat Anda mengalahkan rasa takut terhadap insiden tersebut. Zizou bisa bilang, “Saya akan beli buku tentang survei dan memahaminya dengan hati-hati, “atau” Saya akan mengikuti seminar tentang cara melakukan survei konsumen.<br />
6.	Gunakan pembicaraan positif pada diri sendiridalam interaksi Anda. </p>
<p>Hilangkan Pembicaraan Negatif Tentang Diri Sendiri<br />
Pernyataan yang meremehkan diri sendiri akan menurunkan rasa percaya diri Anda. Jadi, sebaiknya anggap kelemahan Anda sebagai hal yang harus diperbaiki. Memberi cap negatif pada diri sendiri dalam jangka panjang akan membahayakan rasa percaya diri dan kemampuan kepemimpinan Anda<br />
.<br />
     Gapailah Kekuasaan<br />
	Haus kekuasaan adalah karakteristik khas dari pemimpin yang sukses dalam    bisnis dan bidang lainnya. Pemimpin dengan kekuasaan tinggi harus punya empat karakteristik:<br />
1.	Mereka bertindak dengan tegas dan tangkas dalam menjalankan kekuasaannaya<br />
2.	Mereka meluangkan waktu untuk mimikirkan cara mengubah perilaku dan pemikiran orang lain.<br />
3.	Mereka memerhatikan status mereka dibandingkan dengan status orang-orang di sekitarnya.<br />
4.	Mereka menganggap kekuasaan sebagai komoditas hidup yang berharga.<br />
Kemampuan atau potensi untuk memengaruhi keputusan dan kontrol sumber daya adalah tanda dari kekuasaan (power).</p>
<p>Seberapa Kuat Kebutuhan Anda untuk Mendapatkan Kekuasaan<br />
Mengejar kekuasaan secara berlebihan akan membahayakan Anda. Mencari kekuasaan secara berlebihan bisa menimbulkan tindakan yang tidak etis, tak bermoral, dan illegal. Orang terobsesi dengan kekuasaan mungkin akan mencurangi rivalnya. Beberapa orng yang terobsesi dengan kekuasaan bisa menjadi paranoid, mencurigai setiap orang yang dianggapnya ancaman.<br />
Terkadang ketika orang mulai mengkhayal seperti ini, mereka mungkin mengembangkan kebiasaan buruk, yaitu merasa yakin bahwa dirinya lebih baik dari orang lain dan mengharap orang lain menghormati dirinya. Ini adalah kesalaham besar. Yang Anda perlukan adalah agar orang menghormati Anda karena mereka tahu Anda memperhatikan mereka dan mereka menghormati Anda secara sukarela, bukan karena dipaksa.</p>
<p>Mulai dengan Meraih Beberapa Kemengan Kecil<br />
	Taktik “mendapatkan kemenangan kecil-kecilan” akan berhasil karena taktik ini didasarkan pada lingkaran sukses. Setiap kesuksesan kecil Anda membangun rasa percaya diri Anda, yang pada gilirannya akan menghasilkan sukses besar, dan selanjutnya menambah lagi rasa percaya diri, dan selanjutnya.</p>
<p>Bangkit dari Keterpurukan<br />
Berikut ini adalah dua saran untuk bangkit dari keterpurukan yaitu:<br />
Redam Gejolak Emosinal<br />
Beberapa cara untuk mengatasi aspek emosional<br />
	Terimalah kenyataan. Menangani kritis emosi secara konstruktif bukan berarti menyangkal kenyataan bahwa Anda punya masalah.<br />
	Jangan dimasukkan ke hati. Ingat bahwa keterpurukan adalah sesuatu yang tak terhindarkan selama Anda menjalani karier. Jika Anda menganggap ini sebagai persoalan yang pribadi, kepedihan emosional anda bisa berkurang.<br />
	Tidak perlu panik. Akuilah bahwa Anda sedang dalam kesulitan.<br />
	Mintalah bantuan dari kawan Anda. Memperoleh dukungan emosional dari keluarga dan kawan bisa membantu orang untuk mengatasi guncangan emosional yang ditimbulkan oleh keterpurukan ini. Membicarakan persoalan Anda dengan orang lain dan mencari orang yang bisa dipercaya adalah cara yang bagus untuk mengurangi gejolak emosi.<br />
Belajar mengatasi kekalahan bisa menjadi batu loncatan untuk membangun karier Anda sebagai pemimpin. Sungguh memalukan jika Anda tidak bisa bangkit dari kekalahan.<br />
Carilah Solusi Kreatif untuk Persoalan Anda<br />
	Salah satu hal yang harus dilakukan untuk bangkit dari keterpurukan adalah menyelesaikan problem Anda. Biasanya, solusi siap pakai tidak tersedia. Karena itu Anda harus mencari alternatif solusi kreatif. Berikut ini beberapa metode pemecahan masalah yang banyak dipakai orang.<br />
	Diagnosa dan klarifikasi problem.<br />
	Cari alternatif kreatif.<br />
	Buat keputusan.<br />
	Susun rencana dan terapkan.<br />
	Evaluasi hasilnya.</p>
<p>Kembangkan Kecerdasan Emosional<br />
Aspek-aspek dari emosi, motif, dan kepribadian yang bisa membantu menentukan efektivitas, interpersonal digolongkan sebagai kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional berhubungan dengan kepercayaan diri melalui dua cara. Pertama, penghargaan akan martabat diri yang positif dan kuat adalah bagian dari kecerdasan emosional. Kedua, jika Anda merasa nyaman dengan perasaan Anda dan dapat berhubungan dengan orang lain secara efektif, maka Anda akan lebih percaya diri. Kecerdasan emosional yang rendah bisa membahayakan reputasi pemimpin.</p>
<p>Cara mengembangakan kecerdasan emosional<br />
	Titik awal yang realitas untuk meningkatkan kecerdasan emosional adalah bekerja dengan salah satu dari unsurnya, yakni empati.<br />
	Carilah tanggapan sebanyak mungkin dari orang lain yang Anda kenal. Tanyakan apakah mereka menganggap Anda bisa memahami reaksi emosi mereka dan seberapa bagus Anda memahami mereka. Carilah pendapat dari kultur yang berbeda, sebab empati yang lebih tinggi diperlukan untuk berkomunikasi dengan seseorang yang jauh berbeda dengan diri Anda sendiri.<br />
	Jika Anda menemukan kekurangan pada diri Anda, usahakan untuk mengatasinya dengan tekun.<br />
	Beberapa bulan kemudian carilah tanggapan orang lain tentang kemampuan Anda dalam berempati. Jika Anda membuat kemajuan, teruslah berlatih.<br />
	Ulangi ketiga langkah pertama di atas untuk aspek kecerdasan emosional lainnya semisal mangendalikan amarah.<br />
Aspek problematika dari usaha untuk meningkatkan kecerdasan emosional adalah bahwa istilah itu sendiri mencakup banyak bidang. Lebih baik Anda menitikberatkan pada aspek spesifik dari kecerdasan emosional, seperti empati, menciptakan visi, dan memperkaya kerja sama antar-oarang<br />
.<br />
  Source :  leadership, Andrew J Dubrin, Prenada Indonesia<br />
  Posting : Syafrizal Helmi</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shelmi.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shelmi.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shelmi.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shelmi.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shelmi.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shelmi.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shelmi.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shelmi.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shelmi.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shelmi.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=237&subd=shelmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/25/membangun-rasa-percaya-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08dec5c467cf81fe0cad1d9c3e48a4fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shelmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dont Trust your HRD</title>
		<link>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/24/dont-trust-your-hrd/</link>
		<comments>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/24/dont-trust-your-hrd/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 13:10:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shelmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[HRD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shelmi.wordpress.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[ada beberapa alasan mengapa kita tidak bisa memberikan  wewenang penuh  kepada HR dalam menyusun strategi pemenangan bisnis.
1. Lack of business acumen and financial literacy.
Key strategy: Companies are appointing people with line
experience, on a rotational basis, to VP, HR roles to run HR like a professional services business. This includes
clear business objectives and metrics [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=235&subd=shelmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>ada beberapa alasan mengapa kita tidak bisa memberikan  wewenang penuh  kepada HR dalam menyusun strategi pemenangan bisnis.</p>
<p>1. Lack of business acumen and financial literacy.<br />
Key strategy: Companies are appointing people with line<br />
experience, on a rotational basis, to VP, HR roles to run HR like a professional services business. This includes<br />
clear business objectives and metrics for success.<br />
2. Lack of understanding of strategic plan and business<br />
priorities.<br />
Key strategy: HR has a seat at the strategy table to ensure<br />
HR strategic alignment with the overall company strategy.<br />
But this isn ’ t just warming the boardroom chair. This<br />
means that HR performs the role of cross &#8211; functional synthesizer,<br />
looking at ways to marry career development<br />
and succession planning and proactively finding voids<br />
that must be filled by external talent acquisition.<br />
3. Lack of understanding of the skills, behaviors, and experience<br />
required for each role.<br />
Key strategy: HR is moving away from an order taker<br />
role to a business partner role of understanding the<br />
business enough to be proactive in defi ning requirements<br />
for new roles. External help is f ne, but HR must<br />
partner with superb external resources, not merely by<br />
books, software, and experiences.<br />
4. Lack of relationships with internal top talent.<br />
Key strategy: HR is building relationships with high potentials<br />
and monitoring succession plan outcomes to ensure<br />
ready &#8211; now targets for high potentials are achieved. Once<br />
upon at time at the old Chase Bank, Rockefeller had a<br />
locked room with photos of “ Chase Property, ” meaning<br />
the talent that had to be nurtured and retained at any cost.<br />
Supposedly, there were only three keys to the room. HR<br />
had better be living in that room.<br />
5. Lack of relationships with external top talent.<br />
Key strategy: Hold HR accountable for building relationships<br />
with external top talent through involvement with<br />
industry associations and conferences. Some of the best HR<br />
people we ’ ve seen have a direct line to the top recruiters<br />
in the country. The sign of success: The company is presented<br />
with top candidates even though there is no immediate<br />
need, but is given the fi rst right of refusal.<br />
6. Lack of accountability for business results.<br />
Key strategy: Hold HR accountable for outperforming<br />
industry success measures for HR benchmarks. In addition,<br />
HR becomes a partner with several line initiatives<br />
and they succeed or fail together. The traffi c cop mentality<br />
has to end.<br />
7. Lack of decision &#8211; making authority.<br />
Key strategy: Give HR decision &#8211; making authority and<br />
accountability for delivering results similar to external<br />
recruiters. How many companies today are judging<br />
HR leaders by the tenure and performance of the talent<br />
they fi nd outside or recommend from the inside<br />
after 6, 12, or 18 months in the new job? Not many?<br />
Are you?<br />
8. Lack of industry knowledge and key recruiting trends.<br />
Key strategy: provide industry &#8211; related training and<br />
development opportunities to HR professionals. They<br />
have to remove themselves from the HR silos in the<br />
profession and stop listening to academics or gurus<br />
with products to sell and speeches to peddle on how<br />
to implement the latest fad. Instead, they should be at<br />
the Harvard Advanced Management School, and conferences<br />
at INSEAD, and publishing their fi ndings and<br />
intellectual property in business literature.<br />
9. Lack of sales and marketing expertise.<br />
Key strategy: Companies are creating VP roles accountable<br />
for both HR and sales and marketing to break<br />
down the silos and speed up recruiting. No one, but<br />
no one, should spend a career in HR.<br />
 Key strategy.<br />
Consider dispersing HR into the line units. This is the<br />
most radical but we think the most promising and powerful<br />
approach. Stop thinking of HR as a staff unit, but<br />
think of it as a line responsibility for every line leader,<br />
no different from managing sales, or research initiatives,<br />
or product commercialization.</p>
<p>source :The Talent Advantage, ALAN WEISS AND NANCY MacKAY</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shelmi.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shelmi.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shelmi.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shelmi.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shelmi.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shelmi.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shelmi.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shelmi.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shelmi.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shelmi.wordpress.com/235/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=235&subd=shelmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/24/dont-trust-your-hrd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08dec5c467cf81fe0cad1d9c3e48a4fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shelmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen</title>
		<link>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/22/manajemen/</link>
		<comments>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/22/manajemen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 18:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shelmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shelmi.wordpress.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Manajemen sudah semakin dirasakan sebagai suatu kebutuhan pokok, baik oleh sekumpulan individu, kelompok, maupun organisasi untuk mencapai tujuannya. Pengetahuan manajemen telah mengajarkan banyak hal tentang bagaiman tujuan tersebut dapat dicapai secara efisien dan efektif. Namun, dengan perkembangan lingkungan yang selalu bergerak dengan cepat, dewasa ini manajemen konvensional tidak lagi dirasakan mencukupi untuk mencapai tujuan secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=233&subd=shelmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Manajemen sudah semakin dirasakan sebagai suatu kebutuhan pokok, baik oleh sekumpulan individu, kelompok, maupun organisasi untuk mencapai tujuannya. Pengetahuan manajemen telah mengajarkan banyak hal tentang bagaiman tujuan tersebut dapat dicapai secara efisien dan efektif. Namun, dengan perkembangan lingkungan yang selalu bergerak dengan cepat, dewasa ini manajemen konvensional tidak lagi dirasakan mencukupi untuk mencapai tujuan secara optimal.<br />
Manajemen  komitmen diperlukan untuk membangun hubungan dan saling percaya di antara orang di dalam organisasi untuk dapa mencapai tujuan. Sementara itu, proses perubahan yang berlangsung dengan cepat menyebabkan manajer perlu menguasai manajemen stress.</p>
<p>A.	Memahami Manajemen<br />
Untuk dapat memhami manajemen dengan beanr diperlukan adanya penyamaan persepsi tentang pengertian manajemen, fungsi manajemen, peran manajemen, keterampilan manajemen, hierarki manajemen dan tantangan yang dihadapi manajemen.<br />
1.	Pengertian manajemen<br />
Mary Parker Follet menyatakan bahwa manajemen adalah the art of getting things done through people, yaitu sebagai suatu seni untuk mendapatkan segala sesuatu dilakukan melalui orang lain.<br />
Dubrin (1990:5) mengartikan manajemen sebagai suatu proses menggunakan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi melalui fungsi planning dan decision making, organizing, leading, dan controlling.<br />
Manajemen adalah proses prencanaan, pengorganisasian, memimpin, dan mengawasi pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi yang tersedia untuk mencapai tujuan organisasi yang tersedia untuk mencapai tujuan organisasi yang dinyatakan dengan jelas (Stoner dan Freeman, 1992:4)<br />
Sementara itu, Robbins dan Coultar (1996:6) memberikan definisi manajemen sebagai suatu proses untuk membuat aktivitas terselesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain.<br />
Dubrin (1990:5) menyatakan bahwa manajemen mempunyai pengertian lainnya, yaitu sebagai berikut.<br />
a.	Manajemen sebagai disiplin atau bidang studi<br />
b.	Manajemen sebagai orang<br />
c.	Manajemen sebagai karier</p>
<p>2.	Proses Manajemen<br />
Manajemen merupakan suatu proses atau serangkaian tindakan untuk mencapai tujuan dengan menjalankan fungsi manajemen dan menggunakan sumber daya. Dengan demikian, manajer menggunakan sumber daya dan menjalankan empat fungsi utama manajemen, yaitu planning, organizing, leading, dan controlling untuk mencpai tujuan organisasi.<br />
Terdapat empat bentuk sumber daya (Dubrin, 1990 : 13), yaitu sebagai berikut :<br />
a.	Human resources<br />
Human resources adalah pekerja yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan.<br />
b.	Financial resources<br />
Financial resources merupakan uang yang digunakan manajemen dan organisasi untuk membiayai pekerjaan guna mencapai tujuan organisasi<br />
c.	Physical resources<br />
Physical resources merupakan barang dan bangunan, termasuk bahan baku, ruang kantor, fasilitas produksi, dan peralatan kantor yang dipergunakan untuk beroperasinya organisasi.<br />
d.	Informational resources<br />
Informational resources merupakan data yang digunakan manajer dan organisasi sebagai dasar pertimbangan untuk menjalankan pekerjaan dalam mencapai tujuan organisasi.</p>
<p>3.	Fungsi  Manejamen<br />
Pengertian dari masing-masing fungsi manajemen pada intinya dapat dijelaskan sebagai berikut :<br />
a.	Planning<br />
Planning merupakan langkah pertama yang harus dilakukan seorang manajer<br />
b.	Organizing<br />
Organizing merupakan tanggung jawab manajer untuk mendesain struktur organisasi dan mengatur pembagian pekerjaan.<br />
c.	 Staffing<br />
Staffing merupakan pekerjaan manajer untuk mengisi jabatan yang tersedia dalam organisasi.<br />
d.	Leading<br />
Leading atau memimpin merupakan fungsi manajer untuk mengarahkan dan mengoordinasikan orang untuk menjalan pekerjaan agar tujuan dapat dicapai.<br />
e.	Actuating<br />
Actuating berkenaan dengan fungsi manajer untuk menjalankan tindakan dan melaksanakan pekerjaan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi.<br />
f.	Controlling<br />
Controlling merupakan aktivitas untuk meyakinkan bahwa semua hal seperti seharusnya dan memonitor kinerja organisasi. </p>
<p>4.	Peran Manajemen<br />
Mintzberg (Robbins, 2003:5) mengidentifikasi adanya sepuluh peran manajer yang kemudian dikelompokkan menjadi tiga kategori berikut ini.<br />
a.	Interpersonal Roles<br />
Interpersonal roles merupakan peran yang dilakukan manajer dalam menjalankan hubungan antarmanusia, baik internal maupun eksternal. Terdapat tiga macam peran yang dapat dilakukan manajer dalam peran interpersonal, yaitu sebagai figurehead (simbol) leadership (kepemimpinan), dan liaison (penghubung).<br />
b.	Informational Roles<br />
Peran manajer dalam bidang informasional ada tiga macam, yaitu seabgai monitor (mengumpulkan informasi), disseminator (penyebar informasi), dan spoke person ( juru bicara)<br />
c.	Decisional Roles<br />
Terdapat empat macam peran yang harus dilakukan manajer dalam mebuat pilihan, yaitu peran sebagai entrepreneur (wirausaha), disturbance handler (menyelesaikan masalah), resources allocator (mengalokasikan sumber daya), dan negotioator (juru runding).</p>
<p>5.	Keterampilan Manajemen<br />
	Robert Katz (Robbins, 2003:5) mengidentifikasi adanya tiga macam keterampilan penting yang harus dimiliki manajer, yaitu technical skills (keterampilan teknis), human skills (keterampilan kemanusiaan), dan conceptual skills (keterampilan konseptual)<br />
a.	Technical Skills (Keterampilan Teknis)<br />
Technical skills merupakan kemampuan teknis untuk melakukan pekerjaan yang memerlukan pengetahuan atau keahlian khusus.<br />
b.	Human Skills (Keterampilan Kemanusiaan)<br />
Human skills menunjukkan kemampuan bekerja dengan memahami dan memotivasi orang lain, baik secara individu maupun kelompok. </p>
<p>c.	Conceptual Skills (Keterampilan Koseptual)<br />
Conceptual skills merupakan kemampuan mental untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi yang kompleks serta merumuskan konsep.<br />
d.	Diagnostic Skills (Ketarampilan Mendiagnosis)<br />
Manajer sering diminta melakukan investigasi masalah dan mengimplementasikan perbaikan selama melakukan tindakan.<br />
e.	Political Skill (Keterampilan Politis)<br />
Political skill merupakan kemampuan untuk memperoleh kekuasaan yang diperlukan untuk mencapai tujuan.<br />
Sementara itu, Griffin dan Ebert (1999:121) di samping mengemukakan perlunya techical skills, human relation skills, dan conceptual skills, menambahkan keterampilan lain yang perlu dimiliki manajer, yaitu decision-making skills dan time management skills.<br />
f.	Decision –Making Skills (Keterampilan Pengambilan Keputusan)<br />
Ketarampilan membuat keputusan merupakan keterampilan dalam mendefiniskan masalah dan menyeleksi cara untuk melakukan tindakan yang baik.<br />
Terdapat tiga langkah dasar yang dapat dilakukan untuk membuat keputusan, yaitu : (1) mendefinisikan masalah, mengumpulkan fakta, dan mengidentifikasi alternatif solusi, (2) mengevaluasi masing-masing alternatif dan memilih salah satu yang terbaik, (3) mengimplementasikan alternatif yang dipilih, secara periodik menindaklanjuti dan mengevaluasi efektivitas dari pilihan tersebut.<br />
g.	Time Manajement Skills ( Keterampilan Manajemen Waktu)<br />
Keterampilan mengelola waktu merupakan keterampilan yang berkaitan  dengan penggunaan waktu secara produksi. Waktu sangat berharga, dan penggunaan waktu dengan tidak baik akan menyebabkan biaya dan memboroskan produktivitas.</p>
<p>6.	Hirarki Manajemen<br />
Kedudukan manajer terdapat pada beberapa tingkatan organisasi. Pada tingkat tertinggi organisasi sering disebut sebagai top manager (top-level management) selanjutnya di bawahnya adalah middle manager (middle management) dan lower level manager (first-level management). Ada pula yang melanjutkan ke bawah sebagai operational manager.<br />
Dubrin (1990:24) menarik kesimpulan berikut tentang hubungan antara keterapilan dengan hierarki manajemen.<br />
a.	Techical skill menjadi kurang penting apabila seseorang semakin meningkat dalam jenjang hierarki manajemen.<br />
b.	Conceptual skill menjadi semakin penting apabila seseorang meningkat dalam jenjang hierarki manajemen<br />
c.	Human skill penting pada semua tingkatan manajemen, tetapi menjadi prioritas tertinggi bagi first-level menager karena tuntutan berat akan kepemimpinan untuk melakukan pengawasan.<br />
d.	Diagnostic skill diperlukan untuk setiap tingkatan manajem, tetapi yang terpenting adalah pada manajemen mengah dan puncak<br />
e.	Political skill terutama penting di tingkat manajemen menengah karena manajer berada di tengah dua kekuasaannya.</p>
<p>7.	Tantangan Manajemen<br />
Stoner dan Freeman (1992:16) mencirikan adanya empat tantangan penting yang dihadapi dalam manajemen, yaitu sebagai berikut :<br />
a.	The Need for Vision (Perlunya Visi)<br />
b.	The Need for Ethics (Perlunya Etika)<br />
c.	The Need for Cultural Diversity (Perlunya Keberagaman Budaya)<br />
d.	The Need for Training (Perlunya Pelatihan) </p>
<p>B.	Manajemen Berdasarkan Sasaran<br />
Manajemen berdasarkan sasaran merupakan teknik di mana manajer dan bawahannya bekerja bersama menetapkan, kemudian mencapai tujuan organisasi (Greenberg dan Baron, 2003:607). Pengertian lain diberikan Robbins (2001:190) yang menyatakan manajemen berdasar sasaran sebagai suatu program yang mencakup tujuan spesifik, yang secara partisipasi ditetapkan, untuk periode waktu tertentu, dengan umpan balik atas kemajuan pencapaian tujuan.<br />
Terdapat empat kandungan dalam program manajemen berdasar sasaran, yaitu spesifikasi tujuan, pengambilan keputusan partisipatif, periode waktu secara eksplisit, dan umpan balik kinerja.</p>
<p>1.	Mengembangkan action plan<br />
Manajer dan bawahan bekerja bersama menetapkan tujuan spesifik dan dapat diukur. Mereka mengembangkan rencana untuk mencapainya.<br />
2.	Implementasi rencana<br />
Kemajuan pencapaian tujuan dengan hati-hati dimonitor, dan melakukan koreksi apabila diperlukan<br />
3.	Mengevaluasi hasil<br />
Apabila tujuan dapat dicapai, maka ditetapkan tujuan baru. Apabila tidak dicapai, maka perlu mngembangkan rencana baru. </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shelmi.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shelmi.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shelmi.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shelmi.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shelmi.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shelmi.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shelmi.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shelmi.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shelmi.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shelmi.wordpress.com/233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=233&subd=shelmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/22/manajemen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08dec5c467cf81fe0cad1d9c3e48a4fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shelmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perubahan</title>
		<link>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/22/perubahan/</link>
		<comments>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/22/perubahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 17:22:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shelmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shelmi.wordpress.com/2009/09/22/perubahan/</guid>
		<description><![CDATA[Perubahan adalah transformasi dari keadaan sekarang menuju keadaan yang diharapkan di masa yang akan datang, suatu keadaan yang lebih baik. Perubahan merupakan tanda dalam kehidupan yang selalu berlangsung secara tepat. Apabila tidak terjadi perubahan, maka akan terjadi kemandegan dan kehidupan tidak dapat berkembang.
Perubahan dalam skala yang sangat luas dikemukakan oleh Toffler (1980:23) yang menyatakan bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=231&subd=shelmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Perubahan adalah transformasi dari keadaan sekarang menuju keadaan yang diharapkan di masa yang akan datang, suatu keadaan yang lebih baik. Perubahan merupakan tanda dalam kehidupan yang selalu berlangsung secara tepat. Apabila tidak terjadi perubahan, maka akan terjadi kemandegan dan kehidupan tidak dapat berkembang.<br />
Perubahan dalam skala yang sangat luas dikemukakan oleh Toffler (1980:23) yang menyatakan bahwa telah terjadi gelombang pertama sebagai revolusi pertanian, disusul dengan gelombang kedua berupa revolusi industri. Berikutnya diikuti gelombang ketiga yang dengan ragu-ragu dia namakan sebagai datangnya masyarakat super-industrial.<br />
Selanjutnya Toffler mengatakan bahwa kia menghadapi sejumlah lompatan ke depan, menghadapi pergolakan, perombakan dan restruktusasi yang paling mendasar. Sejauh ini manusia telah mengalami dua gelombang besar perubahan, masing-masing secara besar-besaran melenyapkan budaya atau peradaban terdahulunya, dan menggantikannya dengan gaya dan cara hidup yang tidak dapat dibayangkan oleh mereka yang hidup sebelumnya.<br />
Hussey (2002 : 1-4) mengemukakan bahwa perubahan merupakan salah satu aspek yang paling kritis untuk menajemen yang efektif.<br />
Penanganan situasi perubahan yang buruk dapat membawa konsekuensi serius, termasuk : (1) timbulnya frustrasi dan bukan strategi yang baik, (2) biaya implementasi mungkin meningkat, (3) hilangnya manfaat yang diharapkan dan perubahan, (4) konsekuensi perubahan terhadap manusia dapat menjadi lebih besar, (5) motivasi dalam organisasi mungkin menurun karena orang merasa bingung dan kalang kabut, dan (6) resistensi terhadap perubahan ke depan meningkat karena orang merasa takut dengan memerhatikan perubahan yang sedang berjalan.<br />
Oleh karena itu, perubahan perlu dikenal, dipahami, dikelola, dan bahkan diciptakan untuk meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan yang diharapkan, baik oleh individu, kelompok, maupun organisasi. Sumber daya manusia perlu dipersiapkan untuk menerima dan menjalankan perubahan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shelmi.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shelmi.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shelmi.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shelmi.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shelmi.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shelmi.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shelmi.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shelmi.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shelmi.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shelmi.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=231&subd=shelmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/22/perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08dec5c467cf81fe0cad1d9c3e48a4fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shelmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reposisi Keberadaan SDM</title>
		<link>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/14/reposisi-keberadaan-sdm/</link>
		<comments>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/14/reposisi-keberadaan-sdm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 18:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shelmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[HRD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shelmi.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[	Sekitar tahun 90-an, perhatian para peniliti dan praktisi terhadap strategi dan pentignya sistem SDM dalam organisasi semakin besar. Sebelumnya para ahli hanya menguji metodologi dan praktik yang difokuskan pada sisi individu karyawan, jenis pekerjaan, dan praktiknya, seperti dalam hal rekrutmen dan seleksi, pelatihan, dan kompensasi. Pemikirannya sederhana, bahwa perbaikan terhadap kinerja individu karyawan otomatis meningkatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=229&subd=shelmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>	Sekitar tahun 90-an, perhatian para peniliti dan praktisi terhadap strategi dan pentignya sistem SDM dalam organisasi semakin besar. Sebelumnya para ahli hanya menguji metodologi dan praktik yang difokuskan pada sisi individu karyawan, jenis pekerjaan, dan praktiknya, seperti dalam hal rekrutmen dan seleksi, pelatihan, dan kompensasi. Pemikirannya sederhana, bahwa perbaikan terhadap kinerja individu karyawan otomatis meningkatkan kinerja organisasi. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Kini para peneliti dan praktisi mulai semakin mengakui kedudukan SDM, khususnya tentang mutu SDM dalam suatu sistem yang lebih besar, yakni strategi organisasi. SDM karyawan atau pihak manajemen semakin diakui sebagai aset strategis suatu organisasi.<br />
Karyawan dengan SDM nya adalah sosok manusia dalam organisasi, misalnya perusahaan, yang memiliki ciri-ciri sangat berbeda dengan sumber produksi lainnya, seperti dengan kapital atau teknologi, fasilitas, uang, tanah, dan bahkan dengan ternak sebagai unsur produksi. Karyawan adalah manusia yang memiliki intuisi, emosi, akal, ambisi, harga diri, dan kepribadian aktif, sedangkan unsur produksi lainnya tidak demikian. Selain itu, sebagai manusia setiap karyawan memiliki kebutuhan hidup strategis (universal) dan kebutuhan praktis (spesifik) masing-masing.</p>
<p>2. Batasan dan Ciri-Ciri Mutu SDM<br />
a. Batasan Mutu SDM<br />
Dari sudut konsep, definisi tentang mutu dapat diawali dari identifikasi dan penyelesaian masalah atau akar persoalan yang sebenarnya. Menurut Juran (1995), dalam konteks produk, mutu diartikan sebagai ketetapan untuk dipakai dan tekanan orientasi pada pemenuhan harapan pelanggan. Agak berbeda dengan Juran, Crosby dalam Juran (1995) lebih menekankan pada transformasi budaya mutu. Pendekatannya merupakan proses arus atas- bawah, yaitu menekankan kesesuaian individu terhadap perkembangan persyaratan atau tuntutan masyarakat. Sementara itu, Deming dalam Juran (1995) lebih menekankan pada kondisi faktual empiris dan cenderung berorientasi pada arus bawah-atas, yaitu mutu dapat dikembangkan jika didukung oleh SDM yang bermutu.<br />
b. Ciri-ciri Mutu SDM<br />
1. Input, mencakup unsur-unsur berikut :<br />
a.	Tingkat pendidikan dan pegetahuan ( kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial) serta etika kerja.<br />
b.	Sikap atas pekerjaan dan produktivitas sebagai sistem nilai, etos kerja, persepsi, motivasi, dan sikap akan tantangan.<br />
c.	Tingkat keterampilan manjerial dan operasional, kemampuan berkomunikasi, dan termasuk kepemimpinan.<br />
d.	Daya inisiatfif, kreativitas, dan inovatif.<br />
e.	Kepemimpinan manajerial, teknis, mutu, dan kelompok.<br />
f.	Tingkat pengalaman kerja<br />
2. Proses, mencakup unsur-unsur berikut :<br />
a.	Kerja sama secara harmonis sesama rekan kerja dan atasan.<br />
b.	Bekerja dalam sistem yang total.<br />
c.	Perubahan (peningkatan dan pengurangan) motivasi kerja.<br />
d.	Kejadian konflik horizontal dan vertikal.<br />
e.	Frekuensi daya prakarsa, kreativitas, dan inovatif.<br />
f.	Frekuensi dan ketepatan waktu kehadiran kerja.<br />
3. Output, mencakup unsur-unsur berikut :<br />
a.	Pencapaian standar produktivitas kerja.<br />
b.	Pencapaian standar kinerja organisasi (produksi, biaya, dan keuntungan).<br />
c.	Pencapaian omset penjualan.<br />
d.	Kesejahteraan karyawan.<br />
3. Pendekatan MMSDM Modern<br />
	Pemahaman tentang mutu SDM karyawan dalam pendekatan MMSDM modern, dicermati sebagai upaya membangun pendekatan yang lebih holistik dan komprehensif serta integral. Para karyawan tidak dipahami sebagai manusia yang memiliki ciri-ciri yang sama karena dalam kenyataan sifat mereka cenderung beragam dan karyawan tidak mampu bekerja sendiri, tetapi harus bekerja sama. Karena itu, pemahaman tentang karayawan dalam kerangka pengembangan organisasi yang utuh atau dengan pendekatan MMSDM modern dicirikan oleh beberapa karakteristik berikut :<br />
a.	Secara filosofis, pendekatan MMSDM modern memandang mutu SDM sebagai bagian dari kehidupan seseorang.<br />
b.	Pendekatan MMSDM modern berorientasi pada kepentingan perusahaan yang hasil akhirnya adalah dalam bentuk mutu produk yang akan berdampak pada kepentingan konsumen.<br />
c.	Permasalahan dimensi mutu SDM bukanlah hanya urusan departemen atau divisi SDM dan karyawan semata, tetapi seharusnya merupakan tanggung jawab dari seluruh komponen organisasi.<br />
d.	Pendekatan MMSDM modern juga dicirikan oleh adanya kegitan yang lebih berorientasi pada pencegahan penurunan mutu SDM dibanding kegiatan mendeteksi dan memperbaiki penurunan mutu SDM.<br />
e.	Pendekatan MMSDM modern membutuhkan sistem umpan balik yang efektif dan bersinambung.Analisis hubungan mutu SDM dan kinerja karyawan serta kinerja perusahaan menjadi sangat penting dilakukan.<br />
4. MMSDM dan Strategi Bisnis<br />
	Dapat dijelaskan bahwa ilmu manajemen mutu sumber daya manusia (MMSDM) merupakan pengembangan dari ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM). Telaahan pokok dari MMSDM lebih spesifik, yaitu berfokus pada aspek manajemen unsur mutu sumber daya manusia untuk mencapai tujuan organisasi dan tujuan individu.Asumsi yang utama yang dipakai adalah bahwa manusia atau karyawan saling memiliki ciri yang berbeda, baik dalam hal visi, penglaman pendidikan, persepsi, dan harapan menjadi karyawan.<br />
	Untuk meningkatkan mutu SDM maka perusahaan sebagai organisasi pembelajaran perlu mengkaji aspek-aspek manajemen mutu SDM, dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas SDM perusahaan dan memelihara faktor-faktor yang menunjang peningkatan mutu SDM demi peningkatan kinerja perusahaan.<br />
	Sebagai organisasi pembelajaran, perusahaan MMSDM untuk peningkatan mutu karyawan yang dapat dilakukan dalam bentuk program-program yang telah disebutkan di atas. Kemudian, untuk mengetahui efektivitasnya perlu dilakukan penilaian kinerja.Hasil penilaian kemudian menjadi umpan balik untuk pengembangan strategi SDM berikutnya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shelmi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shelmi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shelmi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shelmi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shelmi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shelmi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shelmi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shelmi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shelmi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shelmi.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=229&subd=shelmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/14/reposisi-keberadaan-sdm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08dec5c467cf81fe0cad1d9c3e48a4fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shelmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KOMITEN DAN SEMANGAT KERJA</title>
		<link>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/13/komiten-dan-semangat-kerja/</link>
		<comments>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/13/komiten-dan-semangat-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 15:52:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>shelmi</dc:creator>
				<category><![CDATA[HRD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shelmi.wordpress.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[A. KOMITMEN
Komitmen adalah kecintaan dan kesetiaan, terdiri dari:
o	Penyatuan dengan tujuan dan nilai- nilai perusahaan.
o	Keinginan untuk tetap berada dalam organisasi.
o	Kesediaan untuk berkerja  keras atas nama organisasi.
1. Meningkatkan Komitmen
	Langkah- langkah untuk meningkatkan komitmen:
•	Libatkan karyawan dalam mendiskusikan tujuan dan nilai- nilai organisasi.
•	Berbicaralah kepada para anggota tim secara informal dan formal mengenai apa yang sedang terjadi di dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=227&subd=shelmi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>A. KOMITMEN<br />
Komitmen adalah kecintaan dan kesetiaan, terdiri dari:<br />
o	Penyatuan dengan tujuan dan nilai- nilai perusahaan.<br />
o	Keinginan untuk tetap berada dalam organisasi.<br />
o	Kesediaan untuk berkerja  keras atas nama organisasi.</p>
<p>1. Meningkatkan Komitmen<br />
	Langkah- langkah untuk meningkatkan komitmen:<br />
•	Libatkan karyawan dalam mendiskusikan tujuan dan nilai- nilai organisasi.<br />
•	Berbicaralah kepada para anggota tim secara informal dan formal mengenai apa yang sedang terjadi di dalam departemen, dan recanakanlah masa depan yang akan mempengaruhi mereka.<br />
•	Libatkanlah anggota tim dalam menetapkan harapan bersama sehingga mereka merasa “memiliki” dan melaksanakan tujuan tersebut.<br />
•	Ambillah langkah untuk meningkatkan kualitas kerja dalam departemen, cara melakukan pekerjaan, cara mendesain pekerjaan, gaya manajemen serta lingkup partisipasi.<br />
•	Bantulah karyawan mengembangkan keterampilan dan kompotensinya unuk meningkatkan “ kemampuan kerja” mereka baik di dalam maupun di luar perusahaan<br />
•	Kerangka berpikir mereka tidak selalu sama dengan kerangka berpikir Anda.<br />
Membangun kepercayaan merupakan satu- satunya cara untuk menciptakan komitmen. Kepercayaan dari karyawan tidak akan diperoleh apabila mereka hanya diperlakukan sebagai salah satu faktor produksi, bukan sebagai asset utama perusahaan.</p>
<p>2. Menghargai Karyawan<br />
Menghargai Karyawan adalah upaya untuk menciptakan dan memelihara “iklim organisasi” yang positif. Hal ini menyangkut perasaan:<br />
o	Tanggung jawab, dipercaya untuk menangani pekerjaan penting;<br />
o	Umpan balik, memberikan pengakuan terhadap penyelesaian yang baik dalam pekerjaan;<br />
o	Penghargaan, menyakinkan bahwa karyawan dihargai secara adil sesuai kontribusi, baik menggunakan imbalan finansial maupun non finansial;<br />
o	Identitas, diakui sebagai seorang anggota yang dihargai dalam kelompok kesatuan karyawan;<br />
o	Dukungan, bantuan dari para manajer dan rekan kerja;<br />
o	Mendengarkan, para manajer dan rekan kerja meminta pendapat, mendengarkan perkataannya, memperhatikan dan bertindak sesuai dengan usulannya, memberi penjelasan mengapa usulannya tidak bisa dijalankan.</p>
<p>B. MENINGKATKAN SEMANGAT KERJA<br />
	Semangat kerja kadang kala diartikan sebagai “ semangat kelompok” yaitu persaan yang dimiliki bersama oleh anggota kelompok mengenai situasi yang dihadapinya. Apabila semangat kerja tinggi, maka komitmen, antusiasme, dan kerja sama tim akan menjadi tinggi. Apabila semangat kerja rendah karyawan menjadi tidak kooperatif, cenderung berargumen secara negatif dan mudah berkonflik, baik diantara mereka sendiri maupun dengan manajemen.</p>
<p>1. Menilai Semangat Kerja<br />
	Organisasi dapat menilai semangat kerja dengan menggunakan survei sikap:<br />
	Seberapa baikkah  organisasi dikelola;<br />
	Kualitas organisasi sebagai pihak pemberi kerja;<br />
	Keadilan, yaaitu perlakuan oleh organisasi maupun atasan;<br />
	Jumlah tanggung jawab yang diberikan pada karyawan;<br />
	Dukungan yang diberikan oleh para atasan dan rekan kerja;<br />
	Seberapa jauh prestasi diakui;<br />
2. Meningkatkan Semangat Juang<br />
	Cara terbaik untuk meningkatkan semangat juang adalah dengan mengidentifikasi penyebab masalahnya. Bicaralah dengan karyawan untuk mengetahui berbagai masalah  dan dengarkan usulan tindakan korektif yang mereka ajukan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shelmi.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shelmi.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shelmi.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shelmi.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shelmi.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shelmi.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shelmi.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shelmi.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shelmi.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shelmi.wordpress.com/227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shelmi.wordpress.com&blog=2699451&post=227&subd=shelmi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shelmi.wordpress.com/2009/09/13/komiten-dan-semangat-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08dec5c467cf81fe0cad1d9c3e48a4fd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">shelmi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>