Archive for the Uncategorized Category

Studi Kelayakan Bisnis (bagian 1)

Posted in Uncategorized on June 12, 2013 by shelmi

Pendahuluan

Seiring dengan berkembanganya peradaban manusia, maka kebutuhan manusia akan semakin meninggkat. Awal terbentuknya pasar, hanyalah perdagangan bahan pokok makanan, kemudian kebutuhan sandang dan terakhir kebutuhan tertier, jadilah seperti pasar yang ada sekarang.

            Semakin bertumbuhnya pasar mengakibatkan semakin berputarnya roda perekonomian. Dengan pertumbuhnya perekonomian, semakin sejahtera manusia atau makmurnya sebuah masyarakat, maka kepuasan menjadi semakin tidak terbatas, maka timnullah permintaan akan barang dan jasa baru.

            Kepuasaan manusia tidak ada batasnya, selama kemampuan perekonomian manusia berkembang terus. Manusia memerlukan kepuasan yang berbeda dari masa ke masa dan mencari sensasi yang berbeda juga dari masa ke masa.

            Sebagai tanggapan terhadap kepuasan konsumen, maka timbullah motif untuk mencari keuntungan dengan berusaha memenuhi kepuasan tersebut. Motif di sini adalah bagaimana mencari keuntungan atau kekayaan dengan menggunakan sumber daya secara optimal.

Studi kelayakan usaha bisa disimpulakan untuk menentukan seberapa besar pengembalian sebuah investasi atau suatu aktivitas usaha dan implikasi usaha tersebut. Pengembaliannya adalahperbandingan antara input investasi dengan diperbandingkan dengan output yang akan dihasilakan dengan mempertimbangakan seluruh aspek yang perlu dijalankan. Studi kelayakan dilakukan sebelum usaha benar-benar dijalankan.Studi kelayakan tidak hanya perlu dijalankan untuk usaha baru, tapi juga produk baru yang akan dijalankan oleh perusahaan.

Aspek-aspek yang menjadi pertimbangan dalam studi kelayakan meliputi faktor internal perusahaan atau faktor yang kita miliki dan bisa dikontrol oleh internal kita dan faktor-faktor eksternal baik yang langsung maupun tidak langsung, yang tidak bisa di kontrol. Pada dasarnya untuk memulai sebuah usaha pelaku ekonomi memerlukan:

  1. Faktor Sumber Daya Alam

Sumber daya alam merupakan penyedia bahan baku yang akan dikelola menjadi bahan jadi, sehingga berguna bagi manusia.

  1. Faktor Sumber Daya Manusia

Dengan semakin berkembangnya peradaban, semakin canggih manusia menemukan cara pemuasan dan kehidupan yang lebih baik.

  1. Faktor Modal

Modal merupakan hal yang esensial untuk dimiliki sebelum dimulainya sebuah usaha, akan tetapi besar dan kecilnya modal tidak akan menjadi hambatan untuk memulai sebuah usaha.

  1. Faktor Kewiraswastaan

Diperlukan jiwa kewiraswastaan untuk memulai usaha, mengigat memulainya sebuah usaha selalu mengandung dua sisi, yakni berhasil atau gagal.

 

  1. Pengertian Usaha atau Bisnis

Usaha atau Bisnis didefinisikan sebagai sebuah kegiatan atau aktivitas yang mengalokasikan sumber-sumber daya yang dimiliki ke dalam suatu kegiatan yang menghasilakan barang atau jasa, dengan tujuan bisa dipasarkan kepada konsumen agar dapat memperoleh keuntungan atau pengembalian hasil.

 

  1. Pengertian Barang dan jasa

Barang merupakan sesuatu atau sebuah hasil produk yang berwujud yang dapat memberikan manfaat atau kepuasan secara langsung maupun tidak langsung kepada konsumen atau pembeli. Jasa adalah sesuatu yang tidak berwujud dalam bentuk sebuah aktivitas yang memberikan manfaat atau kepuasan kepada konsumen atau pembeli, yang bisa dikaitkan denga pembelian sesuatu barang atau jasanya.

 

  1. Motif Pengembangan Usaha

Perusahaan pada umunya akan selalu menginginkan tuk berkembang menjadi lebih besar dan lenih menguntungkan sebagaiman juga motif ekonomi setiap pribadi manusia. Untuk mengembangkan diri agar lebih besar, perusahaan akan memepertimbangkan menciptakan sinergi dengan usaha yang ada.

Bagi investor pribadi atau perusahaan investasi, bisa menempuh beberapa cara dalam pengembangan usaha seperti halnya

  1. Membuat perusahaan baru untuk memproduksi sebuah produk di pasar untuk ditawarkan ke pasar.
  2. Mengakui sisi perusahaan telah ada di pasar atau melakukan investasi dalam mebeli sebagian saham perusahaan tersebut.
  3. Meluncurkan produk baru yang akan ditawarkan ke pasar.
  4. Mengakui sisi produk yang telah di pasarkan tanpa perusahaannya, dimana mungkin produk tersebut telah dikenal akan tetapi belum maksimal.

 

  1. Definisi Studi Kelayakan

Studi Kelayakan adalah sebuah studi untuk mengkaji secara kompherensif dan mendalam terhadap kelayakan sebuah usaha.

 

  1. Manfaat Studi Kelayakan

Studi Kelayakan memberi manfaat bagi para pihak terkait dengan usaha yang akan dijalankan, sebagai berikut:

  1. 1.      Pihak Investor, ingin melihat berapa modal yang harus ditanamkan ditambah beberapa potensi dari pada usaha yang dijalankan dan juga nilai tambah yang bisa dihasilan seperti berapa tambahan pendapatan.
  2. 2.      Pihak Kreditor, sebagi pihak penyandang dana eksternal , ingin melihat resiko dana yang akan dipinjamkan dan juga kemampuan pengembalian dana pinjaman untuk jangka waktu beberapa lama dan juga kemampuan secara keseluruhan bentuk bisnis yang dijalankan.
  3. 3.      pihak Manajemen, sebagai pihak yang akan menjalankan usaha, maka pihak manjemen perlu melakukan perencanaan sumber daya yang diperlukan.
  4. 4.      Pihak Regulator, berkepentingan terhadap bentuk usaha yang dijalankan, industri yang akan dijalankan, dan dampak terhadap masyarakat maupun perekonomian nasional.

 

  1. Aspek-aspek Studi Kelayakan Usaha

Aspek yang perlu di perhatikan dapat dikata gorikan sebagai berikut:

  1. Aspek Industri

Menganalis struktur yang akan kita masuki, seperti persaingan yang telah ada, bagaimana dengan kekuatan dan penawaran pembeli, barang subsitusi yang ada, bagaimana kekuatan supplier bahan baku yang diperlukan juga bagaimana dengan kemapuan pesaing masuk ke dalam industri ini.

  1. Aspek Pasar

Semua bisnis pasti akan membutuhkan sebuah pasar, kalau basar tidak besar atau pasar mengalami penurunan, maka usaha yang akan dijalankan dipastikan akan mengalami hambatan untuk berhasil.

  1. Aspek Pemasaran

Aspek pemasaran dalam studi kelayakan akan mengkaji struktur produk atau jasa yang telah ada di pasar serta rencana produk atau jasa yang akan ditawarkan. Adapun pengkajiannya dapat ditinjau dari sisi:

  1. Value Proposition
  2. Bauran Pemasaran
  3. Perilaku Konsumen
  4. Aspek Keuangan

Untuk menentukan layak atau tidak layak sebuah usaha atau bisnis dijalankan setelah menelaah semua faktor produksi dijalankan.

  1. Aspek Manajemen

Terkait dengan fungsi koordinasi dan sinkronisasi antara semua faktor produksi yang ada.

  1. Aspek Produksi

Akan ditentukan sumber produksi sistem peroduksi sumber-sumber daya yang perlu diinvestasikan seperti bahan dasar maupun bahan penunjang lainnya.

  1. Aspek Sumber Daya Manusia

Akan digunakan dan kualitas sumber daya manusia juga berperan penting, termaksud juga dalam pengembangan, kompensasi, serta sistem penilaian karya sumber daya manusia.

  1. Aspek Lingungan

Usaha tidak akan bisa memisahkan diri dari lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

  1. Aspek Hukum dan Yuridis

Bentuk badan hukum usaha, peraturan-peraturan yang berlaku di industri tertentu, perusahaan-perusahaan keuangan yang berlaku.

 

 

  1. Tahap Studi Kelayakan

Sebuah studi kelayakan akan menempuh tahapan-tahapan sebagai berikut:

  1. Inisiatif pengembangan usaha
  2. Penelitian potensi inisiatif pengembangan usaha
  3. Evaluasi
  4. Penentuan
  5. Tahap perencanaan pelaksaan
  6. Pelaksanaa
  7. Tahap pelaksanaan usaha atau bisnis
  8. Tahap evaluasi terhadap perencanaan dibandingkan dengan kenyataan

Pelaksanaan sebuah studi kelayakan juga tidak boleh melupakan kepentigan dari pihak yang baik langsung maupun tidak langsun, yakni para stakeholeders yakni:

  1. Pemilil/Investor

Pihak yang paling berkepentingan karena modal dari pihak pemilik bisa sirna jika perusahaan merugi atau bangkrut.

  1. Kreditur

Pihak yang meminjam uang dan mengharapkan uang pinjaman bisa dikembalikan, jika tidak bisa dikembalikan, maka kreditur akan rugi.

  1. Manajemen

Pihak yang bertanggungjawab terhadap jalannya perusahaan sehari-hari.

  1. Karyawan

Pihak yang mengangtungkan hidupnya pada berjalannya perusahaan, jika terjadi pemutusan hubungan kerja, maka karyawan akan kehilangan sumber penghasilan.

  1. Supplier

Selain menjual produk kepada perusahaan, juga membertikan hutang dagang jangaka pendek kepada perusahaan, jika perusahaan mengalami masalah, maka supplier selain kehilangan pembeli juga bisa macetnya piutang dagang.

  1. Konsumen

Khususnya untuk produk pemakaina jangka panjang dan juga yang diberikan garansi, konsumen memiliki kepentingan perusahaan yang jangka panjang.

  1. Pemerintah

Ketidak stabilan suatu ekonomi, pada kondisi banyaknya perusahaan yang menghadapi masalah keuangan bahkan kebangkturan, akan membawa masalah bagi pemerintah.

  1. Masyarakat sekitar lingkungan

Perusahaan yang akan menjalankan usahanya juga secara tidak langsung menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar, jika perusahaan bermasalah, makan masyarakat sekitar juga mengalami masalah.

 

 

 

 

 

 

 

TALENT

Posted in Uncategorized on May 8, 2012 by shelmi

 Membuat Orang-Orang Anda mempunyai Keunggulan kompetitif

Dalam beberapa dekade terakhir kita dihujani buku bisnis, artikel, pidato, dan seminar telah menekankan pentingnya sumber daya manusia  dan  orang-orang dalam memperoleh keunggulan kompetitif.  Menurut survei terbaru dari Eksekutif senior dari seluruh dunia, dua dari yang paling penting adalah  tantangan manajemen seperti:

  • Perekrutan tinggi untuk kualitas masyarakat di beberapa wilayah, terutama sebagai persaingan untuk tumbuh berkembang lebih intens.
  • Meningkatkan daya tarik budaya perusahaan dan bekerja di lingkungan yang menyenangkan.

Sebagian besar organisasi masih dikelola dengan birokrasi, struktur  secara sentris, dan mereka telah dikelola dengan cara tersebut selama beberapa dekade. Dalam perusahaan-perusahaan ini, Anda akan sering mendengar manajer di semua tingkatan berbicara tentang pentingnya orang, tapi seiring dengan berjalannya waktu  “persolaan ini” benar-benar tidak dapat  menindaklanjuti  pembicaraannya. Para manajer mereka melakukan upaya-upaya untuk melihat bahwa mereka menarik dan mempertahankan orang-orang yang mereka perlukan untuk membuat struktur birokrasi mereka beroperasi secara efisien , namun mereka tidak dirancang untuk membuat sumber daya manusia mereka yang bersaing dengan keuntungan.

Untuk menjadi jelasnya birokrasi, struktur  pendekatan sentris untuk manajemen masih bisa bekerja. Sebuah upaya sederhana untuk menarik, mempertahankan, dan memotivasi bakat adalah semua yang  diperlukan dalam beberapa organisasi, karena mencapai kinerja yang cukup baik dari modal manusia mereka, dan orang yang bukan sumber utama keunggulan kompetitif mereka. Tapi untuk perusahaan yang benar-benar bersaing pada kinerja orang-orang  mereka, sumber daya  manusia mereka itu saja tidak cukup. Mereka perlu untuk mengadopsi HC atau istilah untuk  pendekatan sentris yang berguna untuk mengorganisir manajemen mereka. Hal ini bukan hanya tentang cara mengontrol biaya orang karena mereka adalah utama dari biaya tersebut dan itu adalah tentang bagaimana orang-orang baik melakukan, karena kinerja mereka adalah faktor penting dalam menentukan apakah organisasi berjalan dengan  efektif.

 

Realitas kompetitif

Salah satu faktor adalah akses terhadap modal finansial. Memiliki akses  financial modal digunakan untuk menjadi sumber utama keunggulan kompetitif. Financial mudah diperoleh dan karena itu jarang ditemukannya  potensi sumber keunggulan kompetitif tersebut. Di negara maju,  financial modal bergerak cepat dan  efisien dan mudah  diakses. Bukti tersedianya modal adalah lazim digunakan. Semakin banyak perusahaan membeli kembali saham mereka karena  mereka memiliki banyak uang tunai, dan dana ekuitas swasta membeli  utama perusahaan dengan posisi kas yang besar.

Teknologi informasi (TI) telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan kebutuhan untuk pengetahuan teknis serta pengembangan baru pengetahuan teknis dan bisnis. Yang sama pentingnya  adalah dampak TI pada kemampuan organisasi untuk bergerak  bekerja melintasi batas-batas internal, eksternal, dan geografis. Hal ini  sekarang digunakan untuk melakukan outsourcing manufaktur, rekayasa perangkat lunak,  dan banyak kegiatan lain untuk perusahaan lain dan negara, dan  untuk mengkoordinasikan hasil pada basis global. TI telah memungkinkan banyak orang untuk bekerja lebih fleksibel dan untuk mengubah apa mereka bekerja pada dengan kecepatan meningkat. Hal ini juga dapat memberi orang pemahaman yang lebih baik dari apa yang mereka lakukan dan mengapa mereka melakukannya.

Faktor lain dalam penciptaan sebuah lanskap kompetitif baru adalah hasil dari perubahan yang baru saja dijelaskan: Ekonomi AS semakin maju dengan layanan yang didorong oleh IBM, misalnya, komputer dan pejabat produsen peralatan computer, telah berkembang menjadi yang didominasi oleh  layanan dan organisasi yang berorientasi. Ada juga telah luar biasa pertumbuhan dalam organisasi pelayanan makanan, seperti McDonald ‘s,dan pengecer, seperti Wal – Mart. Sebagai hasilnya, pekerjaan manufaktur sekarang hanya mewakili 8 persen dari tenaga kerja AS, turun dari lebih dari 30 persen hanya beberapa dekade yang lalu.

Mengapa pertumbuhan organisasi pelayanan penting? Beberapa alasan utama adalah tatap muka (face to face) dengan pelanggan. Satu hal yang membedakan layanan organisasi dari organisasi manufaktur adalah pentingnya hubungan antara pelanggan dan layanan penyedia. Ini menjadi khas pribadi dan sangat penting untuk keberhasilan organisasi. Hal ini terasa berbeda dari hubungan antara karyawan manufaktur dan produk. Apa yang bekerja dari sudut pandang manajemen untuk memproduksi produk sering tidak bekerja ketika masalah berinteraksi dengan pelanggan. Karena jumlah perubahan yang telah terjadi di beberapa dekade terakhir, maka semakin jelas bahwa sumber kompetitif keuntungan dalam banyak industri telah bergeser dari efektif pelaksanaan dan proses dapat diandalkan untuk kemampuan untuk berinovasi dan perubahan. Dan itu telah berubah dari kemampuan untuk memberikan dan memuaskan layanan pelanggan dengan kemampuan untuk unggul dalam bidang pelanggan hubungan dalam skala besar.

Bakat sebagai Keunggulan yang Kompetitif

Memperoleh bakat yang tepat menjadi suatu yang semakin kompleks dan menantang aktivitas. Tenaga kerja itu sendiri telah menjadi lebih global, virtual, dan beragam daripada yang pernah telah ada. Semakin tinggi, surplus modal investasi mengejar kelangkaan orang berbakat. Masa depan pasti untuk menyimpan lebih dari yang sama; demikian, organisasi yang unggul dalam manajemen bakat akan terus untuk menikmati keunggulan kompetitif. Ada juga alasan yang baik untuk percaya bahwa, di Amerika Serikat Amerika setidaknya, sistem pendidikan tidak menjaga dengan kebutuhan yang diharapkan untuk berbakat, baik karyawan berpendidikan. Sementara itu, pasokan pekerja berpendidikan di luar Amerika diperkirakan akan terus tumbuh. Semakin tinggi, layanan pelanggan perwakilan, ahli radiologi, insinyur, pengembang perangkat lunak, dan editor dapat bersumber banyak tempat di dunia. Tantangannya untuk organisasi.

Organisasi sebagai Keunggulan Kompetitif

Mencari, memperoleh, dan mempertahankan bakat yang tepat adalah perlu, tapi bukan kompetisi yang efisien, langkah dalam menciptakan sebuah organisasi dengan berkelanjutan yang memerlukan  keunggulan kompetitif. Untuk melakukan hal ini, organisasi juga harus memiliki struktur yang tepat, sistem, proses, dan praktik di tempat. Semua organisasi sering  memiliki orang-orang hebat, tapi tidak mengelola atau mendukung mereka dengan benar. Banyak orang orang tertekan oleh sistem dan proses yang membatasi eksperimen, belajar yang terbatas dan menghambat transfer pengetahuan, gagal untuk memotivasi, dan menekan inovasi yang ingin mereka ciptakan. Akibatnya, organisasi gagal untuk memanfaatkan bakat yang mereka miliki dan dalam jangka panjang berkinerja buruk. Mengapa ini terjadi? Karena Sistem birokrasi dan proses yang dibuat dalam nama eksekusi, kontrol, dalam jangka pendek dan jangka.

Bakat dan Optimasi kinerja.

Dalam waktu perubahan yang lambat atau sedikit perubahan, inovasi tidak mungkin menjadi sumber penting dari kompetitif keuntungan, sehingga pendekatan birokratis mungkin yang terbaik. Menjadi berbeda adalah mungkin hanya jika organisasi dapat menjadi kreatif dan inovatif. Hal ini memerlukan penekanan yang kuat pada belajar dan mengumpulkan pengetahuan baru dari internal dan eksternal proses tersebut. Ini juga membutuhkan organisasi dan pemahaman yang luas bahwa setiap keunggulan kompetitif yang didasarkan pada produk baru atau taktik mungkin akan relatif singkat. Mereka dapat disalin, dan pertumbuhan yang berkelanjutan berarti pengetahuan dan inovasi yang produk yang lebih baik dan layanan akan muncul dengan cepat. Fokus yang diperlukan berada dengan menciptakan sebuah organisasi yang dapat terus berinovasi dan perubahan maju, yang tidak hanya datang dengan sebuah produk baru atau layanan baru yang  menawarkan keuntungan.

Kinerja dan Perubahan

Secara sederhana  cara terbaik bagi organisasi untuk mendapatkan keunggulan kompetitif yang berkeuntungan dan mempertahankan dalam lingkungan bisnis saat ini adalah untuk tampil sangat baik dan berubah begitu cepat sehingga mereka sering bersama sebagai suatu serangkaian keunggulan kompetitif sementara. Tak perlu dikatakan, ini adalah mudah untuk mengatakan tetapi sangat susah untuk dilakukan. Hal ini membutuhkan kombinasi khusus antara sumber daya manusia dan kebijakan organisasi, praktek, dan desain. Justru karena susahnya untuk menciptakan organisasi dengan perubahan yang cepat dan mudah yang mampu melakukannya adalah seperti sumber yang kuat dan berkelanjutan dengan keunggulan kompetitif. Jika itu adalah mudah dilakukan, tidak akan menjadi keuntungan kompetitif dan sebuah signifikan untuk menjadi penghalang masuknya.

Namun, satu hal untuk mengetahui bakat adalah penting dan sama sekali lain untuk membuat bakat sumber kompetitif keuntungan. Hal ini membutuhkan hal yang baik dan menarik untuk  mempertahankan hak bakat dan mengatur serta mengelola secara efektif.  Menarik, menciptakan dan  mempertahankan bakat yang tepat adalah tidak mudah, tetapi sebagian besar organisasi dapat mendapatkannya dilakukan jika mereka mengabdikan sumber daya yang cukup untuk itu. Sebenarnya berkembang dengan  menggunakan struktur organisasi dan manajemen praktek-praktek yang mengarah ke bakat menjadi sumber kompetitif keuntungan adalah cerita lain. Yang utama dibutuhkan adalah perubahan dalam perilaku manajerial serta perubahan di sebagian besar pilar utama sebuah organisasi. Struktur perlu mengubah, dan praktek perlu berubah, tetapi bahkan tidak cukup. Orang-orang di dalam dan di luar organisasi perlu mengubah cara mereka berpikir tentang organisasi.

 

HC sebagai pendekatan Organisasi Central

Apa sebuah HC pendekatan  organisasi sentris terlihat seperti apa. Untuk mulai diawal, itu penting untuk memahami adalah apa intinya. Di atas segalanya, sebuah HC pendekatan sentris adalah salah satu organisasi yang sejalan fitur-fiturnya (pelaporan sistem, kompensasi, divisi dan departemen struktur, informasi sistem, dan sebagainya) menuju penciptaan hubungan kerja yang menarik individu-individu berbakat dan memungkinkan mereka untuk bekerja bersama-sama secara efektif. Tinggal di tingkat yang tinggi deskripsi untuk saat ini, di sini terdepat adalah beberapa fitur utama dari HC pendekatan organisasi sentris. Dalam HC pendekatan organisasi sentris.:

Strategi bisnis ditentukan oleh pertimbangan bakat, dan pada gilirannya
menuju ke praktek manajemen sumber daya manusia.

Setiap aspek organisasi terobsesi dengan bakat dan lebih banyak bakat manajemen. HC pendekatan organisasi sentris melakukan segala yang mereka bisa untuk menarik, mempertahankan, dan mengembangkan bakat yang tepat. Mereka membuat kuat perusahaan merek yang terkenal yang ditargetkan untuk merekrut bakat yang mereka butuhkan. Mereka hati-hati dalam menilai, mengembangkan, dan merekrut bakat yang baik bahwa keterampilan sangat menjadi kebutuhan organisasi. Untuk memastikan bakat yang dikelola dengan benar,  HC pendekatan organisasi sentris memiliki sistem pengukuran yang canggih yang menilai keadaan bakat mereka dan memfasilitasi pengambilan keputusan tentang pembangunan dan alokasi. Penelitian yang cermat dilakukan untuk memastikan bahwa pelatihan dan pengembangan terbaik pendekatan yang digunakan dan bahwa pendekatan ini membenarkan dalam hal kinerja perbaikan dan pengembangan. Posisi kunci yang diperkenalkan berdasarkan dampaknya pada kinerja organisasi dan perhatian khusus yang dibayar untuk mengisi posisi tersebut dengan bakat yang benar.

Sistem informasi memberikan jumlah yang sama perhatian dan ketelitian
untuk ukuran biaya bakat, kinerja, dan kondisi seperti halnya untuk langkah-langkah
peralatan, bahan, bangunan, perlengkapan, dan aset
keuangan.

Sistem informasi melihat bagaimana organisasi tersebut melakukan di daerah-daerah kritis di mana bakat adalah kunci penentu kinerja efektivitas, dan laporan tentang kondisi sumber daya manusia. Itu tidak hanya laporan keuangan tradisional nomor, karena mereka sering menyesatkan dalam organisasi yang sangat banyak terdapat sumber daya manusia.

Departemen HRD adalah kelompok staf yang paling penting.

Sumber Daya Manusia memiliki bakat terbaik dan sumber daya Teknologi Informasi terbaik, dan eksekutif serta seluruh manusia menggunakannya sebagai sumber pakar ketika datang ke strategi bisnis, perubahan organisasi- organisasi desain, dan manajemen bakat. Hal ini dikelola dengan sebaik mungkin bagi masing-masing individu, dan itu adalah titik kritis karir berhenti untuk siapa saja yang bercita-cita untuk manajemen senior dalam organisasi.

Kebutuhan untuk HC - Organisasi Central

Banyak yang percaya bahwa kecuali organisasi yang lebih dan lebih mengadopsi HC pendekatan sentris, kesenjangan sudah besar antara berapa banyak digunakan dan berapa banyak harus digunakan akan meningkat. Alasannya untuk ini adalah sederhana dunia bergerak lebih dan lebih ke arah satu di mana keunggulan kompetitif tergantung pada organisasi yang melakukan dengan cara yang membutuhkan berada di HC pendekatan sentris. Tidak ada cara untuk mencapai tingkat perubahan, jumlah inovasi, dan fokus pada pelanggan yang diperlukan dalam peningkatan jumlah usaha tanpa mengadopsi HC pendekatan sentris untuk manajemen.

 

MARKETING IN CRISIS (bag.2)

Posted in Uncategorized on May 5, 2012 by shelmi

Di Luar Awan Nan Gelap, Ada Matahari

 Mashab Awan Gelap

Program – program pemerintah dibentuk untuk membantu rakyat miskin agar mereka tidak frustasi. Perusahaan – perusahaan pun didorong melakukan aksi sosial (CSR). Namun bagi bisnis, pertumbuhan adalah bagus sehingga inovasi bergarak cepat, siklus hidup produk (product life cycle) begitu pendek. Anak – anak muda lebih cepat tampil, dan keterampilan yang dimiliki kaum tua cepat menjadi usang (obsolete).

Di puncak terang benderang itu, orang sering lupa bahwa energi yang diperlukan sangatlah besar. Dan ketika sekelompok orang mulai merasakan nikmatnya duduk di puncak dengan jalan yang enak, mereka lupa bahwa jalan yang enak itu menandakan penurunan. Betul, kita mulai turun dari puncak gunung dan menuju lambah di bawah. Matahari perlahan – lahan memudar, kembali kepangkuan, dan gelap pun tiba. Itulah hukum alam, itu pulalah hukum siklus ekonomi.

Orang – orang yang biasa hidup di bawah sinar matahari yang berlimpah, biasanya sama sekali tidak dipersiapkan untuk hidup dalam gelap gulita. Mereka bahkan tidak memiliki teknologi sederhana senter berbatu – baterai untuk memandu di jalan yang gelap.

Di tengah – tengah kegelapan, awan gelap menyelimuti bumi yang tadinya terang benderang, disertai kilatan petir sambar – menyambar yang begitu menakutkan. Angin puting beliung merontokkan banyak bangunan dan menghancurkan harapan. Ia hancurkan kekayaan yang telah dibangun.

Awan gelap itu bisa jadi tidak berlangsung lama karena ia berarak – arak ditiup angin berpindah ketempat lain, karena itu Kurangi rasa takut, tinggikan harapan; Kurangi makan, tarik nafas dalam – dalam; Kurangi cakap – cakap, banyaki perbuatan; Cintai lebih banyak, maka segala kehebatan akan mendatangi Anda (Pepatah Swedia)

 Mashab Terang – Gelap

            Mashab Terang-Gelap percaya bahwa Tuhan telah menciptakan alam semesta ini berpasang-pasangan. Pada saat yang bersamaan selalu ada bagian bumi yang terang dan ada bagian lain yang gelap.    Jadi gelap yang disertai petir itu terjadi terpisah dengan suasana yang terang karena keduanya selalu ada pada waktu yang bersamaan. Pada saat berada di tengah-tengah awan yang gelap dan pekat, kita tidak bisa melihat terangnya matahari. Tetapi di luar awan gelap itu, ada yang hidup dalam terang yang tidak akan terimbas awan gelap karena alam sudah mengaturnya sedemikian rupa sehingga gelap itu datang sendiri menurut siklusnya.

 

Interaksi Terang – Gelap

George Soros (The New Paradigm for Financial Markets: The Credit Crisis of 2008 and What It Means) praktisi investasi keuangan dunia menunjukkan betapa dunia ini telah mengalami perubahan yang sangat fundamental. Soros membuat sebuah hukum yang disebutnya hukum refleksivitas (saling mempengaruhi). Dunia yang terkait satu sama lain telah mengakibatkan hasil yang dicapai berubah dari menit ke menit. Soros melihat bahwa manusia selalu membaca data untuk dua kemungkinan.

  1. Untuk memahami (to Understand)
  2. Untuk berpartisipasi, sekaligus memanipulasinya (semula Soros menggunakan kata to Participate, lalu diganti menjadi to Manipulate)

Akibatnya segala sesuatu cepat berubah, dan info yang dibaca beberapa menit yang lalu segera usang karena manusia telah memanipulasi atau melakukan treatment tertentu kepadanya.

Perilaku orang – perorangan yang sangat berbeda – beda membuat dunia semakin kompleks dan semakin penting bagi kita untuk memahami cara kerja dunia baru ini. Interaksi antar kedua faktor itu menimbulkan:

  1. Segala sesuatu serba paradoks
  2. Tuntutan untuk Relaksasi Constraint
  3. Tuntutan adanya Fleksibilitas
  4. Kemampuan beradaptasi (menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah).

Keempat hal diatas merupakan dasar dari setiap orang Indonesia untuk memahami, memakai, sekaligus mengambil kendali rill dalam menghadapi krisis.

 

Serba Paradoks

Paradoks adalah suatu pertentangan, kontradiks, dan ketidak konsistensian seperti Anda bertanya: “Kalau benar – benar cinta mengapa membenci?”

Pikiran Paradoks adalah pikiran inkonsisten dan segala hal yang inkonsisten sering dianggap idiot, bodoh, atau bahkan ada yang mengatakan tidak bermoral. Semua itu muncul karena manusia sangat menghargai konsistensi dan tradisi.

Relaksasi Konstrain

Ada 3 jenis constraint yaitu:

  1. 1.      Structural Constraint: menyangkut skala dan skop usaha
  2. 2.      Resource Constraint: keterbatasan sumber daya seperti uang / modal, aset, SDM, waktu, teknologi, keterampilan, dsb.
  3. 3.      Strategic Constraint: keterbatasan menyangkut produk dan pasar.

Untuk sebuah perusahaan baru dan UKM, masalah terbesar yang dihadapi adalah Resource Constraint, yaitu terbatasnya anggaran, tenaga, dan kemampuan untuk melayani atau mengepung pasar. Namun, semakin besar dan semakin tua perusahaan, ia akan menghadapi dua constraint lagi, yaitu Structural dan Strategic Constraint.

Yang menjadi masalah, kedua constraint tersebut biasanya sengaja diciptakan oleh orang – orang tertentu yang menghendaki adanya keteraturan dan kemudian kontrol. Dengan kata lain constraint adalah bentuk lain dari kontrol.

Relaksasi constrain bukan sekadar prosedur, melainkan sebuah langkah strategis yang didasarkan pemahaman bahwa cara kita melihat alam semesta ini telah berubah sama sekali. Sebuah alam yang dipenuhi ketidakpastian, keterkejutan-keterkejutan dan tentu saja banyak kejadian yang paradoks.

 

Tuntutan Fleksibilitas

Fleksibilitas mengandung sejumlah karakteristik, yaitu:

  1. 1.      Keterbukaan: Dengan keterbukaan, setiap orang dituntut untuk selalu sadar untuk berpikir, bukan sekedar menjalankan perintah.
  2. 2.      Menyajikan Pilihan (alternatif): Orang – orang yang berpikir akan mampu menyajikan alternatif. Dengan alternatif, resource yang ada tidak digunakan sia – sia.
  3. 3.      Menghargai Realitas di Lapangan: Para perencana, pengawas yang duduk di atas kursi bukanlah orang sakit dengan sikap seperti polisi yang merasa sudah bekerja dengan menangkap orang-orang yang tidak menjalankan tugas, tetapi mereka orang – orang yang harus mengerti keadaan dilapangan dan tidak hanya diukur dari satu cara saja.
  4. 4.      Fleksibilitas Tetap Terbatas: Ada batas – batas tertentu yang tidak bisa dilanggar, sehingga tidak disalahtafsirkan sebagai kebebasan sebebas – bebasnya.
  5. 5.      Menuntut Entrepreneurship: Menuntut berpikir inovatif seperti orang entrepreneur yang berani mengambil tindakan dimasa – masa yang sulit, spontan, banyak pilihan, dan luwes dalam menghadapi berbagai hambatan.

Fleksibilitas adalah sebuah keputusan strategis yang diberikan oleh pemimpin dan mendapatkan dukungan.

 

Kemampuan Beradaptasi (Change)

Bangsa ini memang menerima warisan yang sangat nikmat. Semua yang dibutuhkan manusia selalu mudah diperoleh, matahari bersinar dengan energi yang berlimpah. Tanpa krisis kita akan terbelenggu oleh kenikmatan dan sulit untuk berkembang. Jadi, bangsa Indonesia harus bersyukur dengan adanya krisis karena krisis mendorong kita untuk berpikir dan segera bertindak.

Tindakan apa yang diambil?

Setidaknya ada 4 area yang harus menjadi perhatian eksekutif yang harus diadaptasikan. Keempat area itu adalah teknologi:

  1. 1.      Perubahan Teknologi

Perubahan diperlukan untuk membuat produksi menjadi lebih efisien, lebih memilik kapabilitas, baik dari segi volume maupun kemampuannya menghasilkan produk-produk bernilai labih tinggi. Salah satu perusahaan yang tengah berjuang memperbaiki teknologinya adalah Pertamina.

  1. 2.      Perubahan Produk dan Jasa

Krisis juga menyadarkan manusia untuk mengubah produk atau jasa yang sudah tidak efisian lagi atau sudah ketinggalan zaman. Contohnya 2 negara yang masih menggunakan bahan bakar minyak tanah bagi masyarakatnya. Selain subsidi yang terlalu besar , energinya masih kalah dengan bahan bakar lain yang lebih murah. Diera globalisasi yang penuh persaingan ini, hampir tidak dapat dihindari lagi masuknya produk – produk bermerek global keseluruh penjuru Nusantara. Jasa – jasa menjadi sangat modern, kental dengan teknologi, dibekali dengan standar dan manual operasi, dengan dukungan SDM yang sangat andal pelayanan prima.

  1. 3.      Perubahan Struktur dan Sistem

Di Indonesia banyak perusahaan mulai menerapkan metode balance score-card yang mewajibkan setiap atasan mengevaluasi setiap atasannya dengan kriteria yang disepakati.

  1. 4.      Perubahan SDM

Perubahan SDM bukan semata – mata perubahan orang, melainkan juga perilaku dan nilai – nilainya. Bahkan sering dikatakan, perubahan belum tentu akan berhasil sebelum kita berhasil mengubah cara berpikir manusia.

 

Pengaruh Friedman

            Friedman mencatat sepuluh kejadian yang telah mendatarkan dunia. Kesepuluh kejadian atau keberadaan teknologi ini benar-benar telah membuat dunia menyatu. Ia memudahkan mobilitas manusia, produk dan jasa; kolaborasi produksi dan pengambilan keputusan, serta kesatuan konsumsi.

            Kesepuluh kejadian itu adalah:

  1. Robohnya tembok Berlin (9 November 1989)
  2. Dunia terhubung oleh Web dan Netscape (6 Agustus 1991)
  3. Pekerjaan Antarmesin terhubung
  4. Uploading
  5. Outsourcing
  6. Offshoring
  7. Modernisasi mata rantai pemasok (Supply Chaining)
  8. Kolaborasi Horizontal untuk menciptakan Nilai Tambah (Insourcing)
  9. Terciptanya mesin pencari dan klarifikasi (Informing)
  10. Berkembangpesatnya teknologi-teknologi supercanggih

Kesepuluh hal di atas dipercaya Friedman telah mendatarkan dunia, sehingga dunia itu tidak lagi terbagi-bagi menurut suku, agama, warna kulit, letak bbumi terhadap matahari, jarak geografis dan sebagainya. Itu pula lah yang tampaknya mewarnai para analis dan pengamat yang begitu cepat meraih keuntungan dari pasar modal dan pasar uang, namun sama-sama menahan rasa pahit saat harga-harga sahamnya anjlok.

Gelap Bisa Terjadi di Tempat yang Seharusnya tidak Gelap

Segala sesuatu yang gelap bisa terjadi ditempat yang seharusnya tidak gelap. Artinya di bawah matahari yang terang benderang di siang hari, orang bisa saja tidak melihat cahaya. Mengapa demikian? Karena:

  1. Manusia melihat sesuatu terutama bukan oleh matanya, melainkan oleh pikirannya.
  2. Pikiran itu menular dan dapat membentuk semacam kepercayaan umum.
  3. Di tengah – tengah cuaca yang terang, selalu ada perusahaan yang sakit, salah kelola, tak terurus dengan baik, dan segalanya.
  4. Krisis bisa saja terjadi bukan karena krisis yang sesungguhnya, melainkan pemerintah daerah yang terlalu berambisi, pungutan – pungutan liar yang berlebihan, aparat – aparat penegak hukum yang berebut tampil secara berlebihan, peraturan yang tidak kondusif, dan sebagainya.
  5. Karena berita – berita negatif melemahkan mental, membuat kurang bersemangat, dan mengakibatkan kita enggan bekerja lebih keras, memelopori sesuatu, melakukan ekspansi.
  6. Kalau semua orang ikut menahan, terjadilah krisis seperti yang ada di dalam pikiran. Media massa lalu memotret dan menyajikan kepada publik. Siklus ini menjadikan semua sebagai suatu “faktor”

Dengan demikian, para pemimpin perlu menjaga kesadaran para karyawan dan pengikutnya agar selalu terjaga dan tidak terhipnotis oleh berita-berita negatif. Kesadaran itu adalah paradoks yang menyelamatkan agar semua orang berpikir realistis, yaitu disaat terang yang sesungguhnya.

 

Kritik Terhadap Thomas Friedman

            Di dunia ini, kendati pasar telah dibuka lebar-lebar, ketidakadilan masih masih kerap terjadi. Negara-negara maju yang seharusnya bisa membeli lebih banyak produk dan jasa dari negara berkembang, ternyata masih memberlakukan cara-cara tidak fair.

            Karena itu tidaklah mengherankan kalau penerima hadiah  Nobel Ekonomi, Joseph Stiglitz menandaskan: “dalam banyak hal, dunia itu justru berkembang ke arah menjauh dari datar.” (Wikipedia, 2008)

 

Pemerintah (Indonesia) yang terbelenggu Constraint

            Untuk melihat kokohnya belenggu (constraint) di pemerintahan, dapat diberikan contoh sebagai berikut:

-          Pengadaan barang harus melalui tender

-          Rekrutmen pegawai

-          Rekrutmen pejabat

-          Jenjang kepangkatan didesain sangat kaku

-          Pengambilan keputusan lebih bersifat dilempar ke atas

-          Belenggu gaji

-          Tradisi menghabiskan anggaran

-          Proses perumusan anggaran sangat panjang

-          Pengangkatan jabatan lebih digariskan menurut kepangkatan

-          Rapat internal secara detail jarang dilakukan

 

 

 

 

MARKETING IN CRISIS (bag.1)

Posted in Uncategorized on May 5, 2012 by shelmi

Awan Itu Terlalu Gelap

Sebatang lilin tidak bisa menyinari awan gelap yang pekat. Menurut Rhenald Kasali, awan gelap tentu tak selalu terlihat kasat mata. Banyak orang yang melihat dengan lensa yang berbeda. Sebagian mungkin sedang berada di tengah-tengah awan pekat, namun pasti sebagian lagi berada di luar awan pekat itu, sehingga yang dilihat hanyalah sinar mentari yang terang benderang. Misalnya sektor rumah makan. Kala rumah makan di sekitar kawasan gedung Bursa Efek Jakarta dilanda sepi, beberapa rumah makan di daerah kota justru mengalami ledakan pengunjung. Jadi pasti ada industri atau bisnis yang diuntungkan dengan adanya krisis. Itulah yang menjadi sorotan penting bahwa di tengah awan gelap selalu ada sinar.

 

Pekat di Tengah Awan Gelap

            Awan yang gelap itu berada di Amerika Serikat dan sebagian besar negara Eropa. Menurut catatan George Soros (2008), total kerugian sektor keuangan Amerika Serikat dari bisnis derivatif saja minimal telah mencapai nilai sebesar US$42.6 Triliun.          Untuk memahami lebih jelas lagi arti kerugian sebesar US$42.6 Triliun itu, mari kita bandingkan dengan uang yang dihabiskan oleh semua orang yang melancong di atas muka bumi ini. Kalaupun digabung-gabungkan dengan sektor-sektor terkaitnya (usaha-usaha kecil menengah, cindera mata, entertainment, pendidikan, kesehatan, retail, kelautan) total uang yang beredar dari bisnis pariwisata global pada tahun 2007 diperkirakan baru mencapai US$7 Triliun. Jadi, bisa dibayangkan betapa dahsyatnya krisis keuangan global kali ini.

            Jadi, sekali lagi, dunia ini menjadi gelap karena awannya memang benar-benar gelap. Percuma saja kita menerangi awan yang pekat itu dengan sebatang lilin harapan, karena badainya luar biasa kuat. Tapi, dimanakah awan gelap itu? Ia bisa pindah, bisa juga berubah, mencair, mencabik-cabik cakrawala dengan kilatan petir, lalu menghilang berganti menjadi awan putih. Sementara awan yang gelap telah berpindah ketempat yang lain.

 

Kegusaran Melanda Dunia

            Besarnya pengaruh ekonomi Amerika Serikat sangat terasa di masa krisis. Kerugian yang terjadi di sektor keuangan dengan cepat melanda berbagai sektor lainnya. Kala ekonomi pasar terguncang, masyarakat sudah terlanjur hidup konsumtif dan materialistis, dan mereka kehilangan harapan. Kegusaran, ketakutan dan ancaman-ancaman riil menyebar begitu cepat ke seluruh dunia termasuk ke Singapura, Malaysia, Australia dan Indonesia. Tetu saja ada ketakutan-ketakutan riil dan ada ketakutan perseptual yang belum tentu benar adanya. Semua pesan itu seakan-akan ditujukan ke satu titik, yaitu kepada setiap pemerintah yang berkuasa: Cepat lakukan sesuatu, saatnya melakukan perubahan dan bertindak agar selamat.

Proyeksi Laurentia Pasaribu

Memasuki tahun 2009, semua orang merasa was-was tak terkecuali Laurentia Pasaribu, atau yang sangat kita kenal sebagai Mama Laurent. Ramalan-ramalannya banyak dipercaya publik, baik awam, pengusaha maupun politisi. Meski ia bukan peramal akademis, proyeksi Mama Laurent diturunkan di sini karena nasehatnya didengar oleh publik. Lebih dari itu, proyeksi Mama Laurent berikut ini sejalan dengan hal-hal yang disampaikan peramal akademis yang didukung oleh data-data faktual:

  1. Akan ada banyak pengangguran pada pertengahan 2009
  2. Perusahaan-peruahaan akan mengalami banyak kesulitan setelah melewati pertengahan 2009
  3. Perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor akan mengalami kesulitan menembus pasar, sementara importir akan kesulitan memasukkan barang-barangnya karena dihambat pemerintah
  4. Kesulitan-kesulitan itu baru akan berangsur-angsur membaik setelah melewati paling cepat satu setengah tahun

 

Ekonom pun Mengatakan Ekonomi akan Gelap

Proyeksi yang diberikan ekonom di tahun 2009:

-          Pengagguran akan meluas

-          Perusahaan besar dan kecil akan kesulitan keuangan dan mengalami kebangkrutan

-          Penjualan menurun dan daya beli konsumen merosot

-          Sekitar 30-50% dai total kekayaan menghilang tergerus krisis

-          Bank-bank akan bersikap menghindari risiko dengan lebih selektif dalam memberi pinjaman

-          Perbankan akan mengalami kredit macet

-          Pertumbuhan negara-negara maju akan sangat melambat

-          Semua negara melakukan stimulasi perekonomian secara progresif untuk menggerakkan sektor riil

 

Mereka Melihat Negeri Kita tidak Berawan Tebal

Meskipun ketakutan-ketakutan terhadap bencana resesi keuangan global telah menular dan menjadi epidemi di mana-mana, pengusaha dari negeri yang sedang menghadapi badai berkabut tebal itu (Amerika Serikat dan Eropa Barat) justru melihat peluang ada di sini.  Ekonomi perputaran adalah awal bagi ekonomi daya beli dan keinginan membeli. Dari negara-negara yang sudah terkena dampak krisis keuangan global, para pelaku usaha melihat ruang yang besar untuk tumbuh itu justru ada di sini. Yang masih jadi masalah adalah ekonomi perputaran, bukan daya beli itu sendiri. Dan perputaran masih terhambat oleh birokrasi yang terkesan kuno dan penug belenggu.

 

sumber : Marketing in crisis, Renald Khasali

Si Cerdas yang Logis dan Si Cerdik yang Imajinatif

Posted in Uncategorized on May 5, 2012 by shelmi

            Seorang yang kreatif memang selalu banyak ide, cenderung berani mengambil risiko, peka terhadap keadaan sekitar, mampu mengutarakan imajinasi, dan terbuka terhadap pendapat orang lain. Namun, orang yang kreatif sering kali sulit untuk dibatasi dengan peraturan. Misalnya, seorang seniman atau pelukis. Seniman biasanya bekerja dengan waktu yang bebas karena menunggu datangnya inspirasi. Akan sulit bagi para seniman untuk bekerja terjadwal! Ketat dan dipaksa mendatangkan inspirasi.

Ciri-ciri si kreatif

  • Imajinatif
  • Rasa ingin tahu yang tinggi
  • Kritis
  • Berani ambil risiko
  • Peka terhadap situasi lingkungan
  • Terbuka terhadap kritik
  • Mampu mengartikulasikan ide
  • Umumnya sulit kerja terjadwal

 

Seorang yang analitis memiliki kecenderungan untuk hidup terjadwal, penuh kendali terhadap dirinya sendiri, disiplin, sistematis, penuh logika, dan konvensional. Contoh profesi yang membutuhkan sifat analitis pada diri pekerjanya adalah akuntan publik. Tugas seorang akuntan publik adalah mencari keganjilan-keganjilan pada laporan keuangan suatu perusahaan. Biasanya, pekerjaan mereka memiliki deadline yang tegas, membutuhkan pola berpikir yang sistematis, dan pola kerja disiplin. Akan sulit apabila seorang akuntan publik memiliki pola kerja yang bebas dari deadline dan menunggu inspirasi atau mood kerja layaknya seorang seniman.

 ciri-ciri si analitis     :

v  berpikir sistematis

v  disiplin tinggi

v  menghargai fakta yang disampaikan secara logis

v  menyukai orang –orang yang terorganisasi

v  teliti dan focus pada detail masalah

v  cenderung by book

v  lama dalam mengambil

 

Pembentukan karakter dipengaruhi oleh :

  • Karakter dasar/bakat alam
  • Pola didikan orangtua
  • Pola didikan institusi/sekolah

Selain didasari faktor “bakat alam” yang merupakan pemberian Tuhan, pembentukan karakter seseorang menjadi kreatif atau analitis juga dipengaruhi oleh pola pendidikan di rumah. Anak yang kreatif harus diberikan kebebasan berekpresi, namun tetap perlu diawasi agar imajinasinya terarah. Anak kreatif memang sulit melakukan kegiatan yang terjadwal. Oleh karena itu, Ibu Cerdi selalu membiasakan anaknya untuk bertanggung jawab agar mampu berkegiatan dengan  lebih terstruktur.

 

Menjebatani perbedaan karakter dalam bekerja ternyata tidak mudah. Apalagi dalam masa remaja. Dari kisah Cerdi dan Cerda tersebut, kita bisa mempelajari sumber-sumber perselisihan antara keduanya. Orang kreatif memang tidak mudah berhadapan dengan deadline. Tapi, ini harus diperbaiki. Bayangkan jika Anda suatu saat bekerja sebagai desainer grafis dalam suatu majalah. Pekerjaan itu memang membutuhkan inspirasi dan kreativitas, tapi kalau terus menerus menunggu ilham datang, semua majalah bulanan bisa terbit enam bulan sekali. Sebaliknya remaja analitis cenderung kaku terhadap rencana-rencana dasar dan kurang menghadapi stres.

            Gabungan antara sifat analitis dan kreatif dibutuhkan dalam memecahkan masalah secara efektif. Cerdi dan Cerda sebenarnya tim yang sempurna. Ide selalu lancar dari Si Cerdi dan sistematika bekerja dilaksanakan oleh Cerda. Cerda

 

mampu berpikir sistematis dalam mencari akar masalah dan Cerdi mampu menggunakan imajinasinya dalam mencari solusi. Asyik banget jika Anda punya teman kerja sama yang saling mengisi seperti Cerdi dan Cerda.

            Untuk memecahkan masalah secara efektif, pertama Anda harus mengidentifikasi akar permasalahan yang ada. Diperlukan analisis dan sistem berpikir yang terstruktur seperti Cerda untuk dapat mengenali akar suatu masalah.

            Pemecahan masalah efektif yaitu :

  • Menidentifikasi akar masalah, pola pikir sistematis dan analitis
  • Mencari solusi kreatif
  • Implementasi solusi kreatif

Pada saat Cerdas terus menerus mengingatkan Cerdik perihal deadline desain kostum, Cerdik malah kesal karena Cerdik bawel dan “nggak ngerti kerja kreatif” sehingga terus menerus mengejar Cerdik akan deadline. Peringatan-peringatan dan ocehan Cerdas sebenarnya hanya gejala dari akar masalah. Tanpa Cerdik sadari, akar permasalahan sebenarnya ada pada dirinya sendiri, tidak bisa mengontrol waku dan inspirasi dalam bekerja harus dikejar-kejar terus oleh Cerda.

Setelah kita mengetahui akar dari suatu masalah, sekarang saatnya kita mengeluarkan “ke-Cerdikan” kita! Kreativitas sangat dibutuhkan dalam mencari solusi sebuah permasalahan. Kreativitas juga bisa dikombinasikan dengan riset informasi guna menmabah inspirasi solusi kita. Riset bila dilakukan melalui berbagai cara dan media: buku, majalag, internet,bertanya kepada orang lain yang telah berhasil menghadapi masalah serupa, sampai observasi.

Setelah melakukan riset, baru kita kembangkan penemuan sesuai dengan gaya dan kreativitas yang kita miliki. Akar masalah Cerdik adalah, tidak bisa mengontrol waktu dan inspirasinya dalam bekerja. Setelah tahu akar permasalahannya, Cerdik bisa melakukan riset dengan mencoba buku atau artikel yang membahas kerja kreatif berdeadline. Setelah kita tahu akar permasalahan dan solusi kreatif, sekarang saatnya untuk implementasi. Mungkin ini yang paling sulit dan membutuhkan disiplin tinggi. Tapi, ketika solusi yang tepat sudah bisa diimplementasikan, penyelesaian masalah sudah ada di tangan kita.

Sumber : Breakthrough Thingking, bagaimana cara para innovator berpikir

Si Cerdas yang Logis dan Si Cerdik yang Imajinatif

Posted in Uncategorized on May 5, 2012 by shelmi

Seorang yang kreatif memang selalu banyak ide, cenderung berani mengambil risiko, peka terhadap keadaan sekitar, mampu mengutarakan imajinasi, dan terbuka terhadap pendapat orang lain. Namun, orang yang kreatif sering kali sulit untuk dibatasi dengan peraturan. Misalnya, seorang seniman atau pelukis. Seniman biasanya bekerja dengan waktu yang bebas karena menunggu datangnya inspirasi. Akan sulit bagi para seniman untuk bekerja terjadwal! Ketat dan dipaksa mendatangkan inspirasi.

Ciri-ciri si kreatif

  • Imajinatif
  • Rasa ingin tahu yang tinggi
  • Kritis
  • Berani ambil risiko
  • Peka terhadap situasi lingkungan
  • Terbuka terhadap kritik
  • Mampu mengartikulasikan ide
  • Umumnya sulit kerja terjadwal

 

Seorang yang analitis memiliki kecenderungan untuk hidup terjadwal, penuh kendali terhadap dirinya sendiri, disiplin, sistematis, penuh logika, dan konvensional. Contoh profesi yang membutuhkan sifat analitis pada diri pekerjanya adalah akuntan publik. Tugas seorang akuntan publik adalah mencari keganjilan-keganjilan pada laporan keuangan suatu perusahaan. Biasanya, pekerjaan mereka memiliki deadline yang tegas, membutuhkan pola berpikir yang sistematis, dan pola kerja disiplin. Akan sulit apabila seorang akuntan publik memiliki pola kerja yang bebas dari deadline dan menunggu inspirasi atau mood kerja layaknya seorang seniman.

 

ciri-ciri si analitis     :

v  berpikir sistematis

v  disiplin tinggi

v  menghargai fakta yang disampaikan secara logis

v  menyukai orang –orang yang terorganisasi

v  teliti dan focus pada detail masalah

v  cenderung by book

v  lama dalam mengambil

 

Pembentukan karakter dipengaruhi oleh :

  • Karakter dasar/bakat alam
  • Pola didikan orangtua
  • Pola didikan institusi/sekolah

Selain didasari faktor “bakat alam” yang merupakan pemberian Tuhan, pembentukan karakter seseorang menjadi kreatif atau analitis juga dipengaruhi oleh pola pendidikan di rumah. Anak yang kreatif harus diberikan kebebasan berekpresi, namun tetap perlu diawasi agar imajinasinya terarah. Anak kreatif memang sulit melakukan kegiatan yang terjadwal. Oleh karena itu, Ibu Cerdi selalu membiasakan anaknya untuk bertanggung jawab agar mampu berkegiatan dengan  lebih terstruktur.

 

Menjebatani perbedaan karakter dalam bekerja ternyata tidak mudah. Apalagi dalam masa remaja. Dari kisah Cerdi dan Cerda tersebut, kita bisa mempelajari sumber-sumber perselisihan antara keduanya. Orang kreatif memang tidak mudah berhadapan dengan deadline. Tapi, ini harus diperbaiki. Bayangkan jika Anda suatu saat bekerja sebagai desainer grafis dalam suatu majalah. Pekerjaan itu memang membutuhkan inspirasi dan kreativitas, tapi kalau terus menerus menunggu ilham datang, semua majalah bulanan bisa terbit enam bulan sekali. Sebaliknya remaja analitis cenderung kaku terhadap rencana-rencana dasar dan kurang menghadapi stres.

            Gabungan antara sifat analitis dan kreatif dibutuhkan dalam memecahkan masalah secara efektif. Cerdi dan Cerda sebenarnya tim yang sempurna. Ide selalu lancar dari Si Cerdi dan sistematika bekerja dilaksanakan oleh Cerda. Cerda

 

mampu berpikir sistematis dalam mencari akar masalah dan Cerdi mampu menggunakan imajinasinya dalam mencari solusi. Asyik banget jika Anda punya teman kerja sama yang saling mengisi seperti Cerdi dan Cerda.

            Untuk memecahkan masalah secara efektif, pertama Anda harus mengidentifikasi akar permasalahan yang ada. Diperlukan analisis dan sistem berpikir yang terstruktur seperti Cerda untuk dapat mengenali akar suatu masalah.

            Pemecahan masalah efektif yaitu :

  • Menidentifikasi akar masalah, pola pikir sistematis dan analitis
  • Mencari solusi kreatif
  • Implementasi solusi kreatif

Pada saat Cerdas terus menerus mengingatkan Cerdik perihal deadline desain kostum, Cerdik malah kesal karena Cerdik bawel dan “nggak ngerti kerja kreatif” sehingga terus menerus mengejar Cerdik akan deadline. Peringatan-peringatan dan ocehan Cerdas sebenarnya hanya gejala dari akar masalah. Tanpa Cerdik sadari, akar permasalahan sebenarnya ada pada dirinya sendiri, tidak bisa mengontrol waku dan inspirasi dalam bekerja harus dikejar-kejar terus oleh Cerda.

Setelah kita mengetahui akar dari suatu masalah, sekarang saatnya kita mengeluarkan “ke-Cerdikan” kita! Kreativitas sangat dibutuhkan dalam mencari solusi sebuah permasalahan. Kreativitas juga bisa dikombinasikan dengan riset informasi guna menmabah inspirasi solusi kita. Riset bila dilakukan melalui berbagai cara dan media: buku, majalag, internet,bertanya kepada orang lain yang telah berhasil menghadapi masalah serupa, sampai observasi.

Setelah melakukan riset, baru kita kembangkan penemuan sesuai dengan gaya dan kreativitas yang kita miliki. Akar masalah Cerdik adalah, tidak bisa mengontrol waktu dan inspirasinya dalam bekerja. Setelah tahu akar permasalahannya, Cerdik bisa melakukan riset dengan mencoba buku atau artikel yang membahas kerja kreatif berdeadline. Setelah kita tahu akar permasalahan dan solusi kreatif, sekarang saatnya untuk implementasi. Mungkin ini yang paling sulit dan membutuhkan disiplin tinggi. Tapi, ketika solusi yang tepat sudah bisa diimplementasikan, penyelesaian masalah sudah ada di tangan kita.

Sumber : Breakthrough Thingking, bagaimana cara para innovator berpikir


PERUBAHAN

Posted in Uncategorized on October 23, 2011 by shelmi

Perubahan adalah transformasi dari keadaan yang sekarang menuju keadaan yang diharapkan di mas yng akan datang, suatu keadaan yang lebih baik.Perubahan dalam skala yang sangat luas dikemukakan oleh Toffler (1980:23) yang menyatakan bahwa telah terjadi gelombang pertama sebagai revolusi pertanian, disusul dengan gelombang kedua berupa revolusi industri. Dalam melihat adanya gejala perubahan, terdapat beragam pandangan tentang bagaimana terjadinya perubahan tersebut, ada yang memandang perubahan sebagai suatu proses, ada yang melakukan dalam bentuk tahapan, ada pula yang melakukan dengan pendekatan sistem, dan ada pula yang mengajukan perubahan sebagai suatu model.

Penangan situasi perubahan yang buruk dapat membawa konsekuensi, termasuk : (1) timbulnya frustasi dan bukan strategi yang baik; (2) biaya implementasi mungkin meningkat; (3) hilangnya manfaat yang diharapkan dari perubahan; (4) konsekuensi perubahan terhadap manusia dapat menjadi lebih besar; (5) motivasi dalam organisasi mungkin menurun karena orang merasa bingung dan kalang kabut; (6) resistensi tehadap perubahan ke depan meningkat karena orang merasa takut dengan memerhatikan perubahan yang sedang berjalan. Dengan demikian, pemahaman segenap sumber daya manusia tentang fungsi, peran, keterampilan, aktivitas, dan pendekatan dalam menjalankan manajemen mempunyai arti penting untuk mencapai tujuan organisasi, terutama dalam kondisi lingkungan yang selalu berubah.

A. FAKTOR PENDORONG PERUBAHAN

diantara para pakar ada yang menyebut faktor pendorong perubahan ini sebagai kebutuhan akan perusahaan (Hussey, 2000:6;Kreiner dan Kincki, 2001:659). Sementara itu, Robbins (2001:540) dan Greenberg dan Baron (2003:593) menyebutkan sebagai kekuatan untuk perubahan. Terminologi tersebut mengandung makna bahwa kebutuahn akan perubahan lebih bersifat faktor interna organisasi, sedangkan kekuatan untuk perubahan dapat bersumber dari faktor internal dan ekternal. 1. Kebutuhan Perubahan Hussey Menurut Hussey (200:6) terdapat enam faktor yang menjadi pendorong bagi kekuatan akan perubahan, yaitu sebagai berikut. a. Perubahan teknologi terus meningkat b. Persaingan semakin intensif dan menjadi lebih globlal c. Pelanggan semakin banyak tuntutan d. Profil demografis negara berubah e. Privatisasi bisnis milik masyarakat berlanjut f. Pemegang saham minta lebih banyak nilai 2. Kebutuhan Perubahan Kreitner dan Kinicki Sementara itu Kreitner dan Kinicki (2001:659) memerhatikan bahwa kebutuhan akan perubahan dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu kekuatan eksternal dan kekuatan internal. 3. Kekuatan Perubahan Greenberg dan Baron Greenberg dan Baron (1997:550) berpendapat bahwa terdapat beberapa faktor yang erupakan kekuatan di belakang kebutuhan akan perubahan.Mereka memisahkan antara perubahan terencana dan perubahan tidak terencana. 4. Kebutuhan Untuk Perubahan Robbins Robbins (2001:540) mengungkapkan adanya 6 faktor yang merupakan kekuatan untuk perubahan yaitu sebagai berikut. a. Sifat tenaga kerja b. Teknologi c. Kejutan ekonomi d. Persaingan e. Kecendrunga sosial f. Politik dunia

B. MEMAHAMI PERUBAHAN

Kebanyakan organisasi yang berhasil adalah mereka yang memfokus pada mengerjakan apa saja yang menerima perubahan kondisi. Organisasi yang sukses dalam mendapatkan, menanamkan, dan menerapkan pengetahuan yang dapat dipergunakan untuk membantu menerima perubahan dinamakan Learning Organization

Perlunya Perubahan Perubahan adlah sesuatu yang tidak dapat dihindari karena kuatnya doronganeksternal dan karena adanya kebutuhan internal.Perubahan juga berpeluang menghadapi resistensi, baik individual maupun organisasional.

Tujuan dan Sasaran Perubahan Tujuan perubahan terencana di suatu sisi untuk memperbaiki kemampuan organisasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan di sisi lain mengupayakan perubahan karyawan . Kerangka Perubahan Grandy dan Senior mengidentifikasi ada 3 kategori perubahan, yaitu : pertama, smooth incremental, yang mencakup perubahan secara perlahan, sistematis, dan evolusioner; kedua, bumpy incremental, yang menyinggung periode dimana arus perubahan yang dengan tenang meningkat; ketiga, discontinuous change yang sama dengan the equilibrium model. 5. Jenis Perubahan Robbins, Greenberg, dan Baron membedakan jenis perubahan menjadi perubahan terencana dan tidak terencana.Kreitner dan Kinicki membagi menjadi adaptive change, innovative change, dan radically change. Sementara itu, Hussey menggunakan istilah incremental dan fundamental change.Adapu Mayerson memperkenalkan dengan tempered change. 6. Magnitude Perubahan Kita mengukur momentum perubahan dengan menganalisis berapa lama orang harus mengimplementasikan perubahan dan panjangnya waktu sebelum perubahan lainnya diperlukan. Apabila kerangka waktu tercatat menurun, berarti momentum perubahan meningkat. 7. Karakteristik Perubahan Costley dan Todd (Saiyadain: 2003 :174) menunjukkan adanya 3 karakteristik perubahan, yaitu : (1) rate atau speed of change; (2) direction of change; (3) diffusion of change. 8. Memulai Perubahan Perubahan perlu dimulai dilakukan ketika lingkungan mengalami perubahan fundamental, dan organisasi selalu didorong untuk mempunyai nilai sangat tinggi. Demikian juga apabila organisasi sangat kompetitif dan lingkungan berubah cepat.Atau dapat pula terjadi dalam hal organisasi semakin jelek, atau sebaliknya justru menjadi usaha besar. 9. Belajar dari Pengalaman Untuk melakukan perubahan, agar dapat mencapai harapan, perlu belajar dari pengalaman perubahan sebelumnya, yaitu memahami apa yang menyebabkan keberhasilan maupun kegagalan, dan bagaimana membuat perubahan dapat berjalan seperti diharapkan. 10. Mengapa Perubahan gagal Banyak perubahan telah dilakukan dengan berhasil, namun banyak pula yang mengalami kegagalan.Untuk itu, perlu dipelajari faktor penyebab kegagalan yang pernah terjadi sehingga kegagalan tersebut dapat dihindari. 11. Membuat Perubahan Berjalan Agar perubahan yang dilakukan oleh suatu organisasi dapat mencapai hasil seperti yang diharapkan, harus dikelola dengan baik.Mengelola perubahan memerlikan sumber daya manusia yang memahami tujuan suatu perubahan dam memiliki kompetensi untuk melakukannya. 12. Agen Perubahan Tugas seorang agen perusahaan sungguh sangat berat.Oleh karena itu, harus memiliki kualifikasi pribadi, pengetahuan dan pemahaman tertentu dan sudah tentu keterampilan.Akan tetapi, yang lebih penting, ia harus memahami tanggung jawabnya membantu orang lain untuk dapat belajar menolong dirinya sendiri.Agen perubahan berperan penting mengelola perubahan secara bijaksana.

C. RESISTENSI PERUBAHAN

Resistensi orgaisasional pada umumnya, akan datang dari tingkatan manajemen yang sudah merasa mapan.Perubahan akan dapat mengganggu kestabilan dan status kekuasaan, dan priviledge yang telah dimiliki unit kerjanya selama ini.

D. MENGATASI RESISTENSI

Greenberg dan Baron (2003:604) memberikan pedoman berikut untuk mengatasi resistensi terhadap perubahan organisasional. 1. Membentuk dinamika politik 2. Mengidentifikasi dan penolak perubahan 3. Mendidik angkatan kerja 4. Mengikutsertakan pekerja pada usaha perubahan 5. Menghargai prilaku konstruktif 6. Menciptakan organisasi pembelajaran 7. Memperhitungkan situasi

E. MEMAHAMI MANAJEMEN PERUBAHAN

Manajemen perubahan adalah suatu proses secara sistematis dalam menerapkan pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan untuk mempengaruhi perubahan pada orang yang akan terkena dampak dan proses tersebut. Manajemen perubahan ditujukan untuk memberikan solusi bisnis yang diperlukan dengan sukses dengan cara yang terorganisasi dan metode melalui pengelolaan dampak perubahan pada orang yang terlibat di dalamnya. Hambatan paling umum untuk keberhasilan perubahan adalah resistensi manusia, yang menyebabkan resistensi dan perubahan terjadi lebih cepat dan lancar.

Mitos Manajemen Perubahan Manajemen cenderung percaya pada adanya mitos tentang perubahan dan manajemen perubahan.Mitos manajemen perubahan dikemukakan oleh Potts dan LaMarsh adalah sebagai berikut : a. Orang akan selalu menerima perubahan b. Manajer tahu bagaimana mengelola perubahan. c. Perubahan pasti terjadi, tidak harus dikelola

Pentingnya Manajemen Perubahan Perubahan dapat muncul dalam berbagai wajud, ukuran , dan bentuk, sehingga sulit mendapatkan gambaran yang akurat tentang tingkat kesulitan yang dihadapi organisasi dalam mengelola perubahan dengan berhasil.Akan tetapi terdapat 3 tipe organisasional : penting yang perlu mendapat perhatian, yaitu : Introduksi teknologi baru di tahun 1980 – an, adopsi Total Quality Management dalam 15 tahun terakhir, dan aplikasi Business Process Re-engineering.Ketiga tipe perubahan tersebut, pada masanya masing – masing, dinyatakan sebagai revolusioner untuk memperbaiki kinerja dan kemampuan bersaing .

Pendekatan manajemen perubahan a. Perubahan Terencana 1. Fase Eksplorasi 2. Fase perencanaan 3. Fase tindakan 4. Fase Integrasi b. Pendekatan Darurat 1. Struktur organisasi 2. Budaya organisasi 3. Organisasi pembelajaran 4. Perilaku manajerial 5. Kekuatan dan Politik

F. MODEL MANAJEMEN PERUBAHAN

Burnes (2000:462) mengemukakan bahwa perubahan organisasional dapat dilihat sebagai produk dari tiga proses organisasi yang bersifat interdependen, antara lain (1) The choice prosess, yang berkaitan dengan sifat, lingkup dan fokus pengambilan keputusan, (2) The trajectory prosess, yang berhubungan dengan masa lalu organisasi dan arah masa depan dan hal tersebut terlihat seperti hasil dari visinya, maksud dan tujuan masa depan, (3) The change prosess, yang mencakup pendekatan pada mekanisme untuk mencapai, dan hasil perubahan.

G. PERUBAHAN OLEH MANAJER MENENGAH Gagasan perlunya perubahan dapat datang dari berbagai tingkatan manajemen, bahkan dari pekerja dari lapisan pekerja bawah yang tidak mempunyai posisi. Apabila prakarsa atau pelaksanaan perubahan berasal bukan dari puncak organisasi, maka sebagi konsekuensinya adalah diperlukan adanya dukungan dari atasan. Hal tersebut diperlukan karena pimpinan tertinggilah yang berwenang mengalokasikan sumber daya yang diperlukan.

H. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB

Didalam menjalankan manajemen perubahan dikenal adanya pemeran utama sehingga menyangkut pula tanggung jawab, yaitu disebut sebagai berikut :

1. Change Advocates Langkah pertama yang dilakukan adalah mencari sponsor, yang dapat menunjuk seseorang change agents dan mengusahakan sumber daya dan mendukung agar perubahan benar-benar terjadi.

2. Sponsor Sponsor harus memahami perubahan, mengelola atau mengawasi perubahan dan berhubungan dengan orang yang terkena dampak perubahan.

3. Change Agents Change agents tidak membuat keputusan untuk berubah, atau mengalokasikan sumber daya untuk berubah, dan tidak memiliki sendiri perubahan tersebut.

4. Targets Target adalah seseorang yang harus berubah.Target dapat mengajuka kebratan apabila tidak diberi kesempatan berpartisipasi dalam perubahan. Jika sponsor menerima sikap positif dalam target dan berusaha melibatkan mereka dalam perubahan, keberatan makin kurang terjadi

5. Stakeholder Mereka semua yang terlibat dan dipengaruhi oleh perubahan dinamakan stakeholder, termasuk semua sponsor, change agents dan target. Kadang-kadang, stakeholder dipakai sebagai kata target.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 55 other followers