Archive for the marketing Category

Posted in marketing on October 12, 2009 by shelmi

PURPLE COW
TIDAK CUKUP P
Pemasaran tidak menjadi jaminan keberhasilan, tetapi biasanya, jika kita memilih P yang benar, kita akan berhasil. Walaupun demikian, sesuatu yang mengganggu telah terjadi. P yang ada tidak cukup. Buku ini mengenai P yang baru, P yang tiba-tiba menjadi luar biasa penting.
P yang baru adalah “Purple Cow”. Inti dari Purple Cow adalah bahwa suatu hal harus luar biasa. Buku ini membicarakan apa, mengapa, dan bagaimana luar biasa itu.
SEBELUM, SELAMA, DAN SESUDAH
Sebelum periklanan, pemasaran dilakukan dari mulut ke mulut. Selama periklanan, gabungan antara kemakmuran yang meningkat, keinginan konsumen yang tak habis-habisnya serta kekuatan media massa dalam periklanan. Sesudah periklanan, kita hampir kembali ke tempat kita mulai.
APAKAH ANDA MEMERHATIKAN REVOLUSI?
Lebih mudah mempertahankan customer lama daripada mendapatkan customer baru. Caranya adalah ketimbang menerima cara lama yang memudar dengan cepat, sebagian perusahaan menggunakan tehnik baru untuk mempertahankan customer yang lama.
MENGAPA ANDA MEMBUTUHKAN PURPLE COW?
Beranilah menciptakan produk baru yang lain daripada yang lain. Tetapi jika kita ingin memasarkannya, inilah kenyataan manyedihkan mengenai pemasaran, baik produk maupaun jasa, baik dipasarkan kepada konsumen maupun perusahaan:Kebanyakan orang tidak dapat membeli produk Anda, entah karena tidak punya uang, waktu atau tidak menginginkannya. Jika audensi tidak punya uang untuk apa yang Anda pasarkan dengan harga yang telah ditetapkan, maka Anda tidak akan mempunyai pasar .Jika audiensi tidak mempunyai waktu, maka Anda akan dianggap seolah-olah tidak ada. Jika audiensi meluangkan waktu untuk mendengarkan penjelasan Anda tetapi memutuskan untuk tidak membelinya, maka Anda tidak berhasil jauh.Dunia telah berubah. Ada jauh lebih banyak pilihan tetapi lebih sedikit waktu untuk menjualnya.
PERIKLANAN
Sistem ini sederhana. Carilah peluang pasar yang besar yang sedang berkembang dan belum mendominasi. Bangunlah sebuah pabrik. Belilah banyak iklan TV. Iklan tersebut akan menghasilkan penjualan. Penjualan akan membuat pabrik sibuk dan menghasilkan keuntungan. Sebagian keuntungan gunakan membeli iklan lebih banyak lagi agar produk semakin dikenal. Aturan yang baru adalah:
“CIPTAKAN PRODUK LUAR BIASA YANG DICARI OLEH ORANG YANG TEPAT”.
MEMPERTIMBANGKAN BEETLE
VW BEETLE, penjualanya berhasil karena iklan. Di sisi lain, berhasil karena rupa dan pengalaman yang mengemudikannya. Bentuknya yang tidak biasa, lain daripada yang lain membuatnya laris di pasar.
APA YANG BERHASIL?
Caranya dalah melihat apa yang sukses di dunia nyata dan memahami apa yang membuat kesuksesan itu. Seperti mengendarai kendaraan yang selalu melihat kaca spion, lihatlah apa yang terjadi di belakang Anda.
MENGAPA WALL STREET JOURNAL SANGAT MENGGANGGU SAYA
Wall street journal merupakan cerminan dari memasarkan gagasan kuno. Setiap hari, iklan satu halaman penuh senilai jutaan dolar dimuat di surat kabar ini. Iklan kuno dengan kata-kata yang sangat tidak menarik memenuhi iklan di surat kabar. Mangapa tidak membuat iklan yang menarik? Tentu akan membantu penjualan kita.
KEMAUAN DAN JALAN
Setiap bisnis Anda mempunyai kesempatan besar untuk maju. Dan Anda mempunyai banyak ide untuk menjalankannya. Tetapi masalahnya Anda tidak berani mengambil resiko. Srtiap bisnis itu mempunyai resiko dan beranilah mengambil resiko itu. Dimana ada kemauan disitu ada jalan.
MENYATU
Produk dipakai oleh seseorang jika mereka ingin mencoba sesuatu yang baru. Jika produk Anda telah mempunyai pengguna awal, maka pengguna awal yang akan memasarkannya kepada konsumen yang lain. Biasanya orang akan membeli suatu produk jika ada orang lain yang sudah terbukti menggunakannya.
IDE YANG MENYEBAR, MENANG
Ide yang menyebar mungkin lebih sukses daripada ide yang tidak menyebar. Penyebar virus (sneezer) merupakan agen kunci penularan virus ide. Ini merupakan pengguna awal produk Anda. Jika mereka berhasil menyebarkan virus ide itu kepada konsumen yang lain, maka Anda akan menang.
KESALAHPAHAMAN BESAR
Pengguna awal akan mengerjakan pekerjaan kita. Ini merupakan hal yang sangat salah. Kita tidak boleh hanya berpangku tangan menunggu pengguna awal menghasilkan keuntungan untuk kita. Bekerjalah, menciptakn sesuatu yang lebih inovatif. Purple Cow bukan merupakan jalan pintas yang murah. Tetapi, merupakan strategi yang baik untuk membuat produk yang lain daripada yang lain seperti Purple Cow “Sapi Ungu”.
SIAPA YANG MENDENGARKAN
Konsumen adalah yang mendengarkan kita. Banyak iklan yang salah sasaran sehingga tidak efektif. Tak ada gunanya beriklan kepada setiap orang, beriklanlah kepada siapa yang benar-benar membutuhkannya. Sehingga akan memperkecil biaya periklanan.
SIAPA PEDULI
Anda tidak dapat membuat orang mendengarkan. Tetapi mungkin Anda akan mencari orang yang benar-benar peduli terhadap apa yang Anda pasarkan.
TIDAK SEMUA CUSTOMER SAMA
Bedakan customer Anda. Temukan kelompok yang paling menguntungkan. Temukan kelompok yang akan menyebar virus. Anda tidak perlu memenuhi kebutuhan massal. Iklan Anda harus memenuhi kebutuhan customer yang telah Anda pilih.
MASALAH DENGAN SAPI
Sesungguhnya merupakan masalah dengan rasa takut. Orang tidak berani untuk menjadi sesuatu yang baru. Selalu saya mengikuti pola dan aturan yang lama. Hindari resiko dan ikuti aturan. Inilah aturan yang pada akhirnya membawa kepada gagalan. Dalam pasar yang penuh sesak, menyesuaikan diri adalah kegagalan. Dalam pasar yang sibuk, tidak menonjol sama artinya tidak tampak.Jika produk baru Anda menonjol dan sebagian orang tidak berkeinginan untuk menonjol maka Anda menang. Sebagian orang tidak mau dikritik. Mereka menganggap kritik berarti kegagalan. Tetapi Purple Cow adalah berani menerima kritik. Kritik dapat membuat produk kita semakin maju.
IKUTI PEMIMPIN
Banyak pebisnis yang tidak menyukai resiko, yakin bahwa mereka dapat mengikuti strategi yang sama. Mereka menunggu seorang pemimpin yang akan membuka jalan itu. Dan mereka tinggal mengikuti dan menikmati hasilnya. Bagaimana jika Anda membuka jalan yang baru? Buatlah sesuatu yang berbeda dari pimpinan Anda.
PROYEKSI, LABA, DAN PURPLE COW
Pemasaran massal menuntut produk massal. Dan produk massal meminta pemasaran massal. Persamaan ini menimbulkan lingkaran setan yang berbahaya, dengan dua bagian:
1. Produk yang membosankan
2. Anggaran mengerikan
Anda mendapat sangat sedikit kesempatan untuk meluncurkan produk baru karena masing-masing sangat mahal. Karena itu Anda tidak ingin membuat yang baru lagi dan mempertahankan produk lama yang sangat membosankan.

PEMASAR MASSAL TIDAK SUKA MENGUKUR
Pengukuran berarti mengakui apa yang salah dan memperbaikinya. Apa yang Anda ukur? Berapa biayanya? Seberapa cepat Anda memperoleh hasilnya? Jika Anda mengukur suatu produk, produk itu akan berkembang.
SIAPA YANG MENANG DI DUNIA SAPI?
Pemenangnya adalah perusahaan kecil dan menengah yang sedang memperluas pangsa pasar. Mereka dalah perusahaan yang tidak takut rugi, mereka menyadari dengan mengubah peraturan yang berlaku mereka akan memperolh keuntungan yang besar. Beranilah beretindak.
MANFAAT MENJADI SAPI
Ini semakin menarik karena dunia sedang bergolak, semakin banyak orang yang ingin merasa aman. Mereka ingin menghilangkan resiko dari bisnis dan karir mereka. Ini salah. Karena semakin sedikit orang yang akan menciptakan Purple Cow. Sekali Anda berhasil menciptakan sesuatu yang benar-benar luar biasa, tantangannya adalah melakukan dua hal berikut secara serempak.
 Perahlah sapi demi sesuatu yang berharga. Temukan cara bagaimana mengembangkan dan meraih keuntungan darinya selam mungkin.
 Ciptakan lingkungan di mana Anda mungkin menemukan Purple Cow yang baru tepat pada waktunya untuk mengganti sapi terdahulu jika manfaatnya sudah habis.

WALL STREET DAN SAPI
Perusahaan yang berhasil go public adalah perusahaan yang berhasil menciptakan Purple Cow. Mengiklankan produk dengan cara yang berbeda akan meningkatkan penjualan.
KEBALIKAN DARI “LUAR BIASA”
Yaitu “sangat baik”.
Banyak orang mengira bahwa menciptakan sesuatu yang luar biasa adalah buruk atau jelek. Itu salah. Karena sesuatu yang luar biasa adalah sangat baik.

MUTIARA DALAM BOTOL
Ada shampo dengan botol bening yang berisi mutiara-mutiara. Tetapi hal ini tidak membawa keuntungan kepada produsennya. Jangan membuat produk dengan tampilan yang sangat berlebihan. Itu tidak kakan menrik mint konsumen. Produk bias luar biasa tetapi sesuai dengan kebutuhan konsumen saja. Ini dapat menghemat biaya produksi.

72 ALBUM PEARL JAM
Dari tahun 2001-2002, band ini mengeluarkan 72 album live. Mereka tidak berusaha untuk menjaring orang asing tetapimereka menjual kepada orang yang tertarik. Mereka menghasilkan laba yang sangat besar dari 72 album ini. Beberapa pendengar inti sangat senang dengan produk ini. Sehingga mereka mempengaruhi orang-orang lain untuk mendengarkannya. Maka tumbuhlah Pearl Jam yang sangat besar.

DUDUKLAH, JANGAN HANYA BEKERJA
Ciptakanlah slogan baru yang dapat mempengaruhi konsumen seperti duduklah, jangan hanya bekerja. Slogan ini akan membawa daya tarik tersendiri bagi pembacanya.

MENCARI OTAKU
Otaku berasal dari bahasa Jepang yaitu merupakan hasrat yang meluap-luap sehingga membuat seseorang pergi ke daerah lain untuk mendapatkannya. Perusahaan tidak akan berhasil jika hanya memenuhi kebutuhan dasar tetapi menciptakan produk baru yang sangat bagus dan disinilah otaku masuk. Otaku merupakan jantung fenomena dari Purple Cow.

PROSES DAN RENCANA
Buku ini tidak memuat rencana tetapi proses. Dengan melihat kaca spion, tentu saja kita akan berhasil. Purple Cow yang murni adalah luar biasa dengan cara yang benar. Tetapi juka kita mengalihkan pandangan kita dari kaca spion, maka Purple Cow kita akan sulit. Kejarlah keunggulan. Ketahuilah keunggulan Anda itu kemudian tes keunggulan itu supaya Anda mengetahui seberapa besar itu membawa keuntungan. Tinjau Pricing (penentuan harga) dan Packaging (kemasan). Yang membuat Purple Cow menjadi sangat luar biasa bukanlah rencana tetapi proses yang digunakan untuk membuat produk mereka menjadi luar biasa.

KEKUATAN SLOGAN
Slogan mempunyai peranan yang sangat kuat. Keberhasilan suatu produk tergantung pada slogan yang kita buat. Karena Slogan kita pakai dalam iklan. Dalam slogan konsumen dapat menemukan alas an mengapa mereka memilih produk itu dan apa kegunaan produk itu.

JUALLAH APA YANG ORANG BELI
Lebih mudah menjual sesuatu yang ingin dibeli orang. Ciptakanlah produk yang luar biasa tetapi memang benar-benar dibutuhkan. Atau cara lain yang sangat baik adalah dengan menciptakan produk baru yang dapat membantu mereka menmecahkan masalahnya. Maka mereka akan menjadi pengguna awal yang luar biasa.

MASALAH DENGAN KOMPROMI
Kompromi adalah tentang menghaluskan permukaan kasar untuk memperoleh jumlah besar dari para pemilih. Dengan kompromi yang baik kita bisa melihat peluang apa yang baik.

SIKLUS AJAIB SAPI
Membawa ide baru ke pangsa pasar tidak akan kacau balau. Inilah siklusnya:
1. Mintalah izin dari orang yang membuat Anda terkesan pertama kali. Izin dari mereka jika lain kali Anda mempunyai sapi lain.
2. Bekerja sama dengan penyebar virus yang akan sangat membantu Anda dalam penyebaran produk.
3. Sekali Anda menyeberang ke produk yang luar biasa, menghasilkan keuntungan yang sangat besar maka perahlah sebisa mungkin dengan cepat.
4. Investasikan keuntungan itu, dengan sekuat tenaga munculkan Purple Cow yang lebih baik lagi.

APA ARTINYA MENJADI PEMASAR MASA KINI?
Purple Cow mengubah defenisi pemasaran. Biasanya bagian tehnik menemukan, pabrik mengolah, pemasaran memasarkan dan penjual menjual. Harus ada pembagian tenaga kerja yang jelas. Inilah pemasaran masa kini. The right man on the right place.

PEMASAR, TIDAK LAGI: SEKARANG KAMI ADALAH DESAINER
Buatlah daftar semua produk yang luar biasa dalam industry Anda. Siapa yang membuat produk tersebut? Bagaimana terjadinya? Buatlah produk Anda sendiri. Jadilah desainer untuk produk anda sendiri.

APA YANG DIKETAHUI HOWARD?
Howard adalah pemilik Starbucks. Howard mendalami ilmu tentang peracikan kopi yang enak di Itali. Dia menghabiskan banyak waktu dan biaya disana karena dia benar-benar ingin menciptakan kopi dengan cita rasa yang baru lain daripada yang lain. Begitu juga dengan Anda, pelajarilah dengan baik produk apa yang Anda akan buat, maka akan memperoleh hasil yang sangat memuaskan.

APAKAH ANDA HARUS MENJADI NEKAT UNTUK MJENJADI LUAR BIASA?
Kenekatan harus mempunyai tujuan, dan harus dibangun ke dalam produk. Cobalah untuk menjadi nekat. Ini merupakan praktik yang bagus. Jangan melakukannya berlebihan karena ini tidak akan berhasil. Tetapi ini merupakan hal yang baik untuk dilakukan.

TETAPI BAGAIMANA DENGAN PABRIK?
Tujuan terbesar dari gagasan Purple Cow adalah perusahaan Anda telah sukses. Mempunyai pabrik yang bias menciptakan produk yang inivatif. Jika perusahaan Anda sedang mengalami kegagalan mka berikannlah buku ini kepada orang-orang yang ada di perusahaan itu. Supaya mereka bisa mengambil tindakan yang tepat dan bangkit daru keterpurukan itu.

MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN MURAH
Murah adalah salah satu hal yang luar biasa yang tidak pernah kehabisan daya tarik. Barang yang murah akan mendapat pangsa pasar. Murah adalah jalan keluar dari perang tanpa bersusah payah bagi Purple Cow. Murah adalah tempat terakhir bagi produsen yang kehabisan ide bagus. Jika Anda bisa menciptakan produk dengan harga yang murah dan kualitas yang bagus, kenapa Anda tidak melakukannya? Tidak perlu mencari untung yang besar. Yang penting produk kita dapat laris dipasaran. Sehingga perusahaan kita mempunyai siklus produk yang sangat baik.

KETIKA SAPI MENCARI PEKERJAAN
Jika Anda berpikir untuk menjadi Purple Cow, saat yang tepat melakukannya adalah saat Anda mencari pekerjaan. Langkah menuju pekerjaan aman seumur hidup adalah dengan menjadi luar biasa. Itulah Purple Cow, dari sapi colkat biasa menjadi sapi ungu yang sangat luar biasa. Mengapa Anda tidak?

APAKAH INI MENGENAI GAIRAH?
Anda tidak membutuhkan gairah untuk menciptakan Purple Cow. Anda juga tidak membutuhkan kreativitas yang sangat banyak. Yang anda butuhkan adalah kemampuan untuk nmenyadari bahwa Anda tidak mempunyai pilihan lain kecuali mengembangkan bisnis atau meluncurkan produk Anda dengan gagasan Purple Cow. Tak ada cara lain yang berhasil. Ingat, ini bukan tentang menjadi aneh. Ini tentang menjadi sangat menarik dengan otaku yang mudah dijangkau. Sangat menarik adalah sangat luar biasa.

Apakah Anda mau maju? Jika ya Anda perlu memasukkan sapi. Anda dapat mempertahankan nama Anda denga cara lama, tetapi satu-satunya jalan mendapatkan pertumbuhan yang sehat adalah produk yang luar biasa “PurpleCow”.

Source : Purple cow, seth godin
Posting by : Syafrizal Helmi

PRODUCT PLACEMENT DAN IKLAN

Posted in marketing on July 18, 2009 by shelmi

Tayangan iklan ketika menonton sinetron di televisi menimbulkan rasa skeptis pada iklan sehingga membuat pemirsa enggan melihat iklan tersebut dan mengganti saluran televisi. Guna menghindari hal ini, dikembangkanlah strategi blurred communication, yaitu penggabungan pesan komersial dengan aktivitas kultural. Salah satu bentuknya adalah product placement. Menurut Solomon (2002) product placement merupakan kegiatan menyisipkan produk dengan merek tertentu dengan film, guna memindahkan konteks dan mood pemirsa yang terkait dengan film pada merek yang disisipkan (Solomon dan Englis, 1994).
Bhatnagar, dkk. (2002) menyebutkan bahwa product placement unggul dalam mempersuasi permirsa dalam hal brand recall, asosiasi merek, sikap terhadap pesan komersial dan merek, serta intensi. Solomon dan Englis (1994) menyatakan bahwa permirsa mengalami belief perseverence ketika menyaksikan tayangan product placement, yaitu sikap dan intensi akan tetap setelah tahu bahwa sebenarnya merek telah membayar agar tampil dalam sinetron.

IKLAN
Tujuan iklan adalah menginformasikan suatu produk dengan harapan dengan memberi pengaruh kepada publik untuk membelinya. Informasi mengenai sebuah produk disampaikan melalui media masa, salah satunya adalah televisi. Menurut Belch & Belch (2001), televisi merupakan media yang paling ideal untuk beriklan, karena dalam tayangan iklan akan terlihat daya tarik dari produk yang sedang dipasarkan. Namun, saat ini seiring dengan banyaknya saluran televisi dan perkembangan teknologi remote control, penggantian saluran televisi saat jeda iklan kerap dilakukan oleh pemirsa. Membanjirnya tayangan iklan pada setiap saluran membuat pemirsa merasa skeptis dan tidak percaya lagi pada iklan.

PRODUCT PLACEMENT
Karena timbulnya keraguan pemirsa pada iklan (counter argument), pemasar mulai mencari jalan lain untuk tetap memasarkan produknya dengan meramu aktivitas komersial menjadi bagian dari aktivitas kultural, yaitu blurred communication (Solomon & Englis, 1994). Salah satu bentuk blurred communication adalah product placement.
Menurut Balasubramanian (1994), product placement merupakan penggabungan antara iklan dan publisitas. Jadi, dapat dikatakan product placement merupakan unique benefit mix for the sponsor. Pemasar akan membayar tampilan pesan sehingga isi dan format pesan dikontrol oleh pemasar, tetapi identitas pemasar disembunyikan. Dengan demikian, pesan komersial yng ditampilkan dapat dipercaya oleh publik.
Dalam memanfaatkan strategi product plecement, Babin dan Carder (1996) menyebutkan ada tiga elemen penting yang harus diperhatikan, yaitu
1. Penyisipan merek dilakukan dengan benar
2. Usaha dari pemasar atau produser agar merek dapat disadari oleh pemirsa
3. Penempatan merek yang rill, sehingga terlihat nyata
Laurie A. Babin dan Sheri T. Carder (1996) meneliti efek product placement dengan menayangkan film yangdisisipi beberapa merek kepada partisipan eksperimenkemudian dibandingkan dengan partisipan yang tidak menyaksikan film tersebut dalam hal salience brand (ingatan yang menonjol terhadap merek) dan brand evaluation (sikap terhadap merek). Hasilnya, product plecement dapat memberikan pengaruh pada peningkatan salience brand tetapi belum tentu dapat mempengaruhi peningkatan brand evaluation.

Product plecement lebih efektif daripada iklan dalam hal sosiasi merek, sikap terhadap pesan komersial, sikap terhadap merek, kecuali pada brand recall. Pada product plecement, brand recall lebih tinggi daripada iklan, tetapi hasilnya tidak terlalu berbeda.
Asosiasi merek pada product plecement lebih kuat daripada iklan serta sikap terhadap pesan komersial bentuk product plecement lebih positif daripada iklan. Hal yang sama terdapat pada sikap terhadap merek.
Intensi untuk membeli merek pada product plecement lebih tinggi daripada iklan. Selain itu, terjadi juga belief perseverance karena sikap awal sama dengan sikap akhir dan intensi awal sama dengan intensi akhir.

sumber : anindya aryani ; perbandingan efektivitas antara product placement dan iklan

Sepuluh Dalil Pemasaran Radikal

Posted in marketing on May 10, 2009 by shelmi

1:      CEO Harus Mengendalikan Fungsi Pemasaran bagi CEO masa kini, hal-hal yang menuntut waktu darinya datang tanpa henti. Jurnal-jurnal bisnis terkemuka, dari Harvard Business Review sampai majalah Fortune, terus-menerus menasihati CEO agar secara pribadi mengendalikan setiap apek perusahaan, dari komunikasi karyawansampai proses perencanaan strategis menghadapi masalah-masalah yang mungkin akan muncul di masa datang. Menyarankan agar CEO secara pribadi memimpin upaya pemasaran rupanya hanyalah tuntutan lainyang akan sia-sia atas waktu eksekutif.Ini memang tuntutan, tetapi sama sekali bukan tuntutan yang sia-sia.

Dalam organisasi-organisasi pemasaran tradisional,  keterlibatan CEO, jika memang ada, mungkin terbatas hanya sehari dua hari setahun untuk meninjau parade berlusin –lusin rencana merek.

Bagi para pemasar radikal, chief executive officer secara de facto juga menjabat chief marketing officer.

2:      Memastikan agar Departemen Pemasaran Berangkat Kecil dan Ramping jika CEO diharapkan terus terlibat aktif dengan pemasaran, adalah perlu untuk menjaga agar berlapis-lapis orang dan birokrasi tidak menggerombol diantara para CEO dan pasar.Biasanya ini lebih mudah dikatakan daripada dikerjakan. Di kebanyakan organisasi dan fungsi, pelapisan adalah proses alami. Piramida organisasional rupanya tumbuh didepan mata kita ketika para Vice president memperkerjakan direktur,direktur memperkerjakan manajer, manajer memperkerjakan anggota-anggota staf, anggota-anggota staf memperkerjakan asisten-asisten. Dalam pemasaran dengan arus renik-pernik tugas pelaksanaan yang nyaris tanpa henti, piramida rupanya berkembang dengan sangat cepat.

Itu sebabnya jim Koch di Boston Beer tidak mau mempunyai departemen pemasaran sama sekali selama sepuluh tahun pertama perusahaan itu terjun dalam bisnis, dan itu sebabnya providian mengintegrasikan pemasaran kedalam  semua disiplin dari pada memperlakukannya sebagai satu departemen yang berdiri sendiri.

3:      Kelarlah dari Kantor Pusat dan Tatap Mukalah dengan Orang-orang yang Paling Menentukan —Yaitu Pelanggaan

Bahkan dalam suatu Organisasi yang ramping, adalah mungkin untuk jauh dari pelanggan dan memandang mereka lewat riset pasar tangan kedua dan informasi sintetis. Bagi para pemasar radikal, kedekatan dengan pelanggan adalah esensial yang absolut. Para pemasar radikal lebih menyukai data yang dikumpulkan secara langsung dari pada data sekunder. Dari pada membaca laporan-laporan riset, mereka lebih suka membaca surat-surat pelanggan. Pemasar radikal mendengarkan pergunjingan para pelanggan tentang masalah-masalah mereka dalam kata-kata mereka sendiri.

4:      Gunakan Riset Pasar dengan Hati-hati

Kedekatan yang terus berlangsung tidak hanya menggarah pada pemasaran yang lebih baik, tetapi juga menghilangkan perlunya tumpukan riset pasar tradisional bervariasi dari mengesampingkannya begitu saja sampai skeptikisme yang dilontarkan dengan hati-hati. Kecuali segelintir pemasar radikal yang lebih radikal, masalah dengan riset pasar itu sederhana —ia berurusan  dengan angka rata-rata konsumen. Tetapi konsumen rata-rata itu tidak ada.

Para pemasar radikal menggunakan riset dengan cara yang sangat berbeda dengan para pemasar tradisional. Pemasar radikal pergi menemui para konsumen secara langsung untuk mendapatkan ide-ide mereka, dan ketika mereka ingin menguji ide-ide tadi, mereka bertanya pada para konsumen. Riset pasar digunakan sebagai penopang pemahaman konsumen, bukan sebagai pengganti pemahaman knsumen.

5:      Pekerjaan Hanya Misionaris Bersemangat Tinggi

salah satu positif dari Upaya menjaga agar departeman pemasaran tetap kecil adalah bahwa masing-masing orang secara harfiah bisa ditunjuk oleh CEO lebih karena sikap dan bakat mentahnya dan bukan karena gelar atau kecakapan formal (credentials) pemasarannya.

Masalah keyakinan kuat ini sama sekali tidak kecil. Sangat sulit bagi para profesional yang bahkan paling tidak kecil.

Setelah menengar setiap orang memuji-muji mobil itu beserta upaya pemasaran semua orang yang hadir sebagaimana sudahbisa diramalkan.

Upaya-upaya pemasaran berlanjut terus tanpa kesuksesan besar penjualan tetap menciut.

Sebelum itu, antusiasmenya hanya pura-pura— dan dalam pemasaran, sebagaimana dalam cinta, nyaris mustahil untuk memalsu antusiame.

6:      Cinta dan Hormati Pelanggan Anda

Clay Mathile dari Iams pernah mengatakan dalam sebuah wawancara dengan majalah Forbes, “saya tahu siapa yang membeli makanan anjing kami ; mereka adalah orang-orang yang seperti kami juga. “mereka adalah salesmen terbaik kami.” Tema yang secara konsisten mewarnai seluruh riset adalah kasih sayang hormat dengan mana para pemasar radikal berbicara tentang para pelanggan mereka.

7:      Ciptakan suatu komunitas pelanggan

Para pemasar radikal secara aktif mendorong pelanggan mereka agar mengangap diri mereka sendiri sebagai sebuah komunitas mereka dan memandang merek mereka sebagai pemersatu komunitas. Ia berbicara tentang arti penting kehadirannya bukan bagi pelanggan terkaya yang ingin “membeli sebuah gaya hidup secara instan”. Pertemuan-pertemuan seperti itu merupakan bagian integral dari penciptaan suatu komunitas. Para pemasar radikal juga mendorong dan mempromosikan pakaian dan stiker bumper peta emblem kehormatan lain yang mengindentifikasikan konsumen sebagai seorang anggota suatu kelompok khusus.

8 :     Tinjau Kembali Bauran Pemasaran

Sekalipun demikian, kesenjangan maha besar tetap ada. Basis pemasaran tradisional tetap memiliki keyakinan pada efektivitas dan perhitungan ekonomi perikianan skala besar.Bagi para pemasar tradisional, pemasaran one-to-one adalah suatu penunjang suatu pemasaran

9 :     Menjunjung Tinggi Nalar Tak Lumrah

Di dunia dengan fragmentasi yang semakin meningkat dan apa yang oleh beberapa orang disebut pasar “demassified” (dilepaskan dari masa)

Jika mereka memebritahu anda hal itu mustahil sukses, anda bisa yakin bahwa anda dijalan yang benar . Bahkan ketika formula itu berjalan, biayanya luar biasa besar.

10 :   Setia Pada Merek

Dari pemasar radikal merasa obsesif tentang merek, mereka bersikeras pada kualitas. Para pemasar radikal memelih lebih baik besok bangkrut dari pada menurunkan kualitas. Memang mudah untuk memberikan janji janji selangit tentang kualitas, tetapi setiap dan semua pemasar radikal pada suatu saat pemah mempertaruhkan bisnis mereka untuk mempertahankan kualitas. Kami berharap anda akan mulai mengerti bagaimana harus memikirkan dan memasarkan produk, jasa, atau merek anda secara radikal.

Source : Radikal Marketing , Sam Hill dan Glen Rifkin

Brand Loyalty

Posted in marketing on April 13, 2009 by shelmi

Brand Loyalty Dengan pengolaan dan pemanfaatan yang benar, brand loyalty dapat menjadi aset strategi bagi perusahaan. Berikut adalah beberapa potensi yang dapat diberikan oleh brand loyalty kepada perusahaan: (1) Reduced marketing cost (mengurangi biaya pemasaran) artinya lebih mudah mempertahankan pelanggan dibandingkan dengan upaya untuk mendapatkan pelanggan baru. Jadi biaya pemasaran akan mengecil jika brand loyalty meningkat (2) Trade leverage (meningkatkan perdagangan) ; Loyalitas yang kuat terhadap suatu merek akan menghasilkan peningkatan perdagangan dan memperkuat keyakinan perantara pemasaran. (3) Atracting new costumers (menarik minat pelanggan baru). Dengan banyaknya pelanggan suatu merek yang merasa puas dan suka pada merek tersebut akan menimbulkan perasaan yakin bagi calon pelanggan untuk mengkonsumsi merek tersebut terutama jika pembelian yang mereka lakukan mengandung resiko tinggi. (4) Provide time to respond competitive threaths (memberi waktu untuk merespon ancaman persaingan). Brand loyalty akan memberikan waktu pada sebuah perusahaan untuk merespon gerakan pesaing. Pelanggan yang loyal akan memberikan waktu pada perusahaan tersebut memperbaharui produknya dengan cara menyesuaikan atau menetralisasikannya.

Bauran Pemasaran Jasa

Posted in marketing on March 14, 2009 by shelmi

1. 1. Products, merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditunjukkan untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Dalam konteks ini produk bisa dalam bentuk apa saja (baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud) yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu.

2. 2.Pricing, keputusan bauran harga berkenaan dengan kebijakan strategis dan taktis, seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan tingkat diskriminasi harga dengan berbagai kelompok pelanggan.

3. 3.Promotion, bauran promosi tradisional terdiri dari berbagai metode uintuk mengkomunikasikan manfaat jasa kepada pelanggan potensial dan aktual. Metode tersebut diantaranya adalah periklanan, promosi penjualan, direct selling dan personal selling.

4. 4. Place, keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan potensial. Keputusan ini meliputi keputusan lokasi fisik, seperti dimana sebuah restauran harus didirikan.

5. 5. People, bagi sebagian besar jasa, orang merupakan unsur vital dalam bauran pemasaran. Dalam produksi manufaktur, konsumen tidak terlalu memusingkan apakah karyawan produksi berpakaian acak-acakan, berbicara kasar di tempat kerja, atau terlambat ke tempat kerjanya. Yang penting bagi pembeli adalah kualitas barang yang dibelinya. Dilain pihak pada produksi jasa, setiap orang merupakan ”part time marketer” yang tindakan dan perilakunya akan berpengaruh terhadap out put yang diterima oleh pelanggan.

6. 6. Physical Evidence, karakteristik intangible pada jasa menyebabkan pelanggan potensial tidak bisa menilai suatu jasa sebelum mengkonsumsinya. Ini menyebabkan resiko yang dipersepsikan konsumen dalam keputusan pembelian semakin besar. Oleh sebab itu, salah satu unsur penting dalam bauran pemasaran adalah upaya mengurangi tingkat resiko tersebut dengan jalan menawarkan bukti fisik dari kakateristik jasa. Bukti fisik ini bisa dalam berbagai bentuk, misalnya brosur paket liburan yang aktraktif dan muat foto lokasi liburan dan tempat menginap.

7. 7. Process, merupakan faktor penting bagi konsumen high-contack-services, yang sering juga berperan sebagai co-producer jasa bersangkutan. Pelanggan restoran misalnya, sangat terpengaruh dengan cara staff melayani mereka dan lamanya menunggu selama proses produksi.

8. 8. Costumer Service. Makna layanan pelanggan berbeda antar organisasi. Dalam sektor jasa, layanan pelanggan dapat diartikan sebagai kualitas total jasa yang dipersepsikan oleh pelanggan. Oleh sebab itu, tanggung jawab atas unsur bauran pemasaran ini tidak bisa diisolasi hanya pada departemen layanan pelanggan, tetapi menjadi perhatian dan tanggung jawab semua personel produksi.

Pengertian dan Karakteristik Jasa

Posted in marketing on March 14, 2009 by shelmi

B.Pengertian dan Karakteristik Jasa Pengertian jasa menurut pendapat para ahli antara lain :

1. Menurut Kotler (2000:428) “Jasa ialah setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip tidak berwujud dan menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk.”

2. Menurut Zeithaml dan Bitner dalam Hurriyati (2005:28) ”Jasa pada dasarnya adalah seluruh aktivitas ekonomi dengan output selain produk dalam pengertian fisik, dikonsumsi dan diproduksi pada saat bersamaan, memberikan nilai tambah dan secara prinsip tidak berwujud (intangible) bagi pembeli pertamanya.”

Berdasarkan pengertian jasa di atas, Tjiptono (2004:18) mengutarakan ada lima karakteristik utama jasa bagi pembeli pertamanya.

1. Intangibility (tidak berwujud) Jasa bebeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu objek, alat, atau benda; maka jasa adalah suatu perbuatan, tindakan, pengalaman, proses, kinerja (performance), atau usaha. Oleh sebab itu, jasa tidak dapat dilihat, dirasa, dicium, didengar, atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi. Bagi para pelanggan, ketidakpastian dalam pembelian jasa relatif tinggi karena terbatasnya search qualities, yakni karakteristik fisik yang dapat dievaluasi pembeli sebelum pembelian dilakukan. Untuk jasa, kualitas apa dan bagaimana yang akan diteriman konsumen, umumnya tidak diketahui sebelum jasa bersangkutan dikonsumsi.

2. Inseparability (tidak dapat dipisahkan) Barang biasa diproduksi, kemudian dijual, lalu dikonsumsi. Sedangkan jasa umumnya dijual terlebih dahulu, baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi pada waktu dan tempat yang sama.

3. Variability / Heterogeneity (berubah-ubah) Jasa bersifat variabel karena merupakan non-standarized output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas, dan jenis tergantung kepada siapa, kapan dan dimana jasa tersebut diproduksi. Hal ini dikarenakan jasa melibatkan unsur manusia dalam proses produksi dan konsumsinya yang cenderung tidak bisa diprediksi dan cenderung tidak konsisten dalam hal sikap dan perilakunya.

4. Perishability (tidak tahan lama) Jasa tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Kursi pesawat yang kosong, kamar hotel yang tidak dihuni, atau kapasitas jalur telepon yang tidak dimanfaatkan akan berlalu atau hilang begitu saja karena tidak bisa disimpan.

5. Lack of Ownership Lack of ownership merupakan perbedaan dasar antara jasa dan barang. Pada pembelian barang, konsumen memiliki hak penuh atas penggunaan dan manfaat produk yang dibelinya. Mereka bisa mengkonsumsi, menyimpan atau menjualnya. Di lain pihak, pada pembelian jasa, pelanggan mungkin hanya memiliki akses personel atas suatu jasa untuk jangka waktu terbatas (misalnya kamar hotel, bioskop, jasa penerbagan san pendidikan).

KUALITAS PELAYANAN

Posted in marketing on December 4, 2008 by shelmi

 Salah satu studi mengenai dimensi dari kualitas pelayanan adalah hasil kajian dari gronroos seorang pakar dari swedia. Menurutnya, paling ada 3 dimensi dari kualitas pelayanan. Pertama adalah technical quality, yaitu yang berhubungan dengan outcome suatu pelayanan. Kedua adalah functional quality yang lebih banyak berhubungan dengan proses delivery atau bagaimana pelayanan diberikan kepada pelanggan. Ketiga adalah image atau reputasi dari produsen yang menyediakan jasa.

 

Dimensi pertama adalah kualitas pelayanan menurut konsep servqual ini adalah tangible. Karena suatu service tidak bisa dilihat, tidak bisa dicium dan tidak bisa diraba, maka aspek tangible menjadi penting sebagai ukuran terhadap pelayanan. Pelanggan akan menggunakan indra penglihatan untuk menilai suatu kualitas pelayanan.

 

Pelanggan akan mempunyai persepsi bahwa hotel mempunyai pelayanan yang baik apabila lobby-nya terlihat mewah dengan keramik dan lampu kristalnya. Selain gedung dan peralatan, pelanggan akan menilai seragam dan penampilan fisik dari karyawan. Singapore Airline, sudah lama menampilkan pramugari dalam iklan-iklannya. Seragam dari pramugarinya yang khas, telah memberikan kekuatan yang besar dalam mempengaruhi persepsi para pelanggannya bahwa mereka mempunyai kualitas pelayanan yang baik.

 

Kepuasan pealnggan terhadap pelayanan juga ditentukan oleh dimensi reliability, yaitu dimensi yang mengukur kehandalan dari perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada pealanggannya. Dibandingkan degnan 4 dimensi kualitas pelayanan lainnya, yaitu responsiveness, assurance, empathy, dan tangible, dimensi in isering dipersepsi paling penting bagi pelanggan dari berbagai industri jasa.

 

Ada 2 aspek dari dimensi ini. Pertama adalah kemampuan pengusaha untuk memberikan pelayanan seperti yang dijanjikan. Kedua adlaah seberapa jauh suatu perusahaan mampu memberikan pelayanan yang akurat atau tidak ada error.

 

Ada 3 hal besar yang dapat dilakukan perusahaan dalam upaya meningkatkan tingkat reliability. Pertama, adalah pembentukan budaya kerja “error free” atau “no mistake”. Top management perlu menyakinkan kepada semua bawahannya bahwa mereka perlu melakukan sesuatu benar 100%. Kesalahan 1% bisa menurunkan tingkat profitabilitas hingga 5-20%.

 

Kedua, perusahaan perlu mempersiapkan infrastruktur yang memungkinkan perusahaan memberikan pelayanan “no mistake”. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan pelatihan secara terus-menerus dan menekankan kerja teamwork. Dengan kerja teamwork, korrdinasi antar bagiaan menjadi lebih baik.

 

Ketiga, diperlukan test sebelum sutau layanan diluncurkan benar-benar diluncurkan. Sebelum bank meluncurkan fitur ATM yang baru, maka diperlukan kesabaran untuk melakukan tes seberapa jauh tingkat reliability dari layanan ini. Apabila belum 100%, dapat dicoba dan dikomunikasikan bahwa hal ini merupakan layanan baru yang sedang dicoba.

 

Responsiveness adalah dimesi kualitas pelayanan yang paling dinamis. Harapan pelanggan terhadap kecepatan pelayanan hampir dapat dipastikan akan berubah dengan kecenderunanga naik dari waktu ke waktu.

 

Pelayanan yang responsif atau yang tanggap, juga sangat dipengaruhi oleh sikap front-line staf. Salah satunya adalah kesigapan dan ketulusan dalam menjawab pertanyaan atau permintaan pelanggan. Kepuasan pelanggan dalam hal responsiveness ini juga seringkali ditentukan melalui pelayanan melalui telepon. Berdasarkan banyak studi yang saya lakukan, ada satu hal yang sangat sering membuat pelanggan kecewa, yaitu pelanggan sering di ping-pong saat menelepon. Dari operator dioper ke staf yang lain dan kemudian ke staf lain, setelah itu, pelanggan akhirnya mendapat jawaban “saya kembalikan ke operator lagi ya,pak?”. Sungguh pelayanan yang tidak tanggap dan pastilah pelanggan tidak puas.

 

Dimensi keempat dari 5 dimensi kualitas pelayanan yang menentukan kepuasan pelanggan adalah assurance, yaitu dimensi kualitas yang berhubungan dengan kemampuan perusahaan dan perilaku front-line staf dalam menanamkan rasa percaya dan keyakinan kepada para pelanggannya.

 

Ada 4 aspek dari dimensi ini, yaitu keramahan, kompetensi, kredibilitas dan keamanan. Keramahan adalah salah satu aspek kualitas pelayanan yang paling mudah diukur. Ramah berarti banyak senyum dan bersikap sopan. Akan tetapi, sungguhkah membuat karyawan senyum adalah program yang murah? Budaya senyum dan ramah haruslah dimulai dari proses rekruitmen. Keramahan adalah bagian dari talenta. Ada sebagian orang yang memang mempunyai pembawaan yang ramah.

 

Aspek kedua adalah kompetensi. Apabila petugas customer service melayani nasabah dengan ramah, ini adalah kesan pertama yang baik. Setelah itu, apabila nasabah mengajukan beberapa pertanyaan dan kemudian tidak dapat memberikan jawaban yang baik, nasabah mulai kehilangan kepercayaannya. Hal ini akan dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan terhadap kualitas pelayanan. Nasabah sulit percaya bahwa kualitas pelayanan akan dapat tercipta dari front-line staf yang tidak kompeten atau terlihat bodoh. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk terus memberikan training kepada karyawan gugus depan mengenai pengetahuan produk dan hal-hal lain yang sering menjadi pertanyaan pelanggan.

 

Aspek ketiga dari dimensi assurance ini adalah reputasi. Apa yang dijual oleh perusahaan asuransi? Secarik kertas yang diberi nama polis. Dengan polis ini, pelanggan diyakinkan bahwa mereka akan dapat melakukan klaim apabila suatu saat mobilnya mendapatkan kecelakaan. Keyakinan pelanggan terhadap polis akan banyak dipengaruhi oleh kredibilitas atau reputasi dari perusahaan asuransi tersebut.

 

Aspek keempat dari dimensi ini adalah security. Pelanggan mempunyai rasa aman dalam melakukan transaksi. Aman karena perusahaan jujur dalam bertransaksi. Mereka akan mencatat, mengirim barang dan melakukan penagihan sesuai dengan yang diminta dan dijanjikan.

 

 

Dimensi empathi adalah dimensi kelima dari kualitas pelayanan. Secara umum, dimensi ini memang dipersepsi kurang penting dibandingkan dimensi reliability dan responsiveness di mata kebanyakan pelanggan. Akan tetapi, untuk kelompok pelanggan “the haves” dimensi ini bisa menjadi dimensi yang paling penting. Setelah kebutuhan fisik, keamanan dan sosial terpenuhi, maka dua kebutuhan lagi akan dikejar oleh manusia yaitu kebutuhan ego dan aktualisasi.

 

KUALITAS PRODUK DALAM KEPUASAN PELANGGAN

Posted in marketing on December 3, 2008 by shelmi

Kualitas produk sebagai driver dari kepuasan pelanggan sudah lama diyakini. Setidaknya, lebih lama dibandingkan dengan keyakinan terhadap kualitas pelayanan sebagai driver kepuasan pelanggan.

 

Kualitas produk adalah driver kepuasan pelanggan yang multidimensi. Bagi konsumen, kualitas mempunyai beberapa dimensi. Paling tidakm terdapat 6 dimensi dair kualitas produk yang perlu diperhatikan oleh setiap produsen yang ingin mengejar kepuasan pelanggan terhadap kualitas produk.

 

Dimensi pertama adalah performance. Ini adalah dimensi yang paling basic dan berhubungan dengan fungsi utama dari suatu produk. Konsumen akan sangat kecewa apabila harapan mereka terhadap dimensi ini kurang terpenuhi. Siapa yang Tidak kecewa saat membeli AC jika ternyata kurang dingin?

 

Dimensi kualitas produk yang kedua adalah reliability. Dimensi performance dan reliability sepintas terlihat mirip tetapi mempunyai perbedaan yang jelas. Reliability lebih menunjukkan probabilitas produk gagal menjalankan fungsinya. Produk pompa air dikatakan mempunyai performance yang baik apabila dia mampu bekerja sesuai dengan kapasitas atau daya semprot seperti yang dijanjikan. Pompa tersebut dikatakan sebagai pompa yang mempunyai reliability yang baik apabila tidak pernah ngadat atau macet selama pemakaian.

 

Dimensi kualitas yang ketiga adalah feature atau fitur. Dimensi ini dapat dikatakan sebagai aspek sekunder. Karena perkembangan fitur ini hampir tidak ada batasnya sejalan dengan perkembangan teknologi, maka fitur menjadi target para produsen utnuk berinovasi dalam upaya memuaskan pelanggan.

 

Hal kedua yang perlu dicatat dalam dimensi fitur ini adalah kenyataan bahwa kepuasan pelanggan terhadap fitur selalu dimediasi dengan harga. Hampir selalu terjadi bahwa penambahan fitur selalu mengakibatkan kenaikan harga dari produk tersebut. Apa yang menyebabkan perbandingan harga antar Nokia yang berseri 3,6,8 atau 9? Setiap seri, mempunyai fitur yang berbeda.

 

 

Durability atau keawetan menunjukkan suatu pengukuran terhadap siklus produk, baik secara teknis maupun waktu. Produk tersebut dikatakan awet kalau sudah banyak digunakan atau sudah lama sekali digunakan. Yang pertama adalah awet secara teknis. Awet secara teknis contohnya adalah oli pelumas yang mengatakan bahwa produknya awet karena bisa digunakan hingga 10.000 km, lebih awet dari oli lain yang perlu diganti apabila sudah dipakai hingga jarak 3.000 – 5.000km.

 

Bagi perusahaan, sebenarnya awet juga hal dilematis. Karena produk awet, maka pelanggan akan lama dalam membeli produk baru lagi dan tentunya dapat mengurangi kesempatan perusahaan untuk mendapatkan revenue lagi. Akan tetapi, apabila awet adalah hal penting dan ternyata perusahaan tidak menawarkan hal ini, pelanggan akan pindah k epada merek pesaing karena tidak puas. Suka atau tidak, memproduksi produk yang benar-benar awet adalah pilihan yang lebih baik. Walau pelanggan tidak membeli untuk waktu yang lama, perusahaan masih dapat berharap bahwa pelanggan akan menyebarkan word of mouth yang positif.

 

Dimensi yang kelima adalah conformance. Dimensi ini menunjukkan seberapa jauh suatu produk dapat menyamai standar atau spesifikasi tertentu. Produk yang mempunyai conformance tinggi, berarti produknya sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Salah satu aspke dari conformance adalah konsistensi.

 

Banyak konsumen yang puas dengan Mc Donald’s karena produk-produk burgernya yang konsisten dan selalu samaa dengan standar yang telah ditetapkan. Sebaliknya, yang membuat pedangang burger keliling kurang laku karena produknya sering kali tidak konsisten. Hari ini, terlalu manis dan esoknya terlalu asin. Ini terjadi karena tidak adanya standar yang jelas dan tidak ada keinginan untuk konsisten dengan standarnya.

 

Dimensi terakhir adalah desain. Dimensi ini banyak menawarkan aspek emosional dalam memperngaruhi kepuasan pelanggan.

 

Source : Handi irawan, 10 Prinsip Kepuasan Pelanggan

 

 

Positioning

Posted in marketing on May 7, 2008 by shelmi

Positioning adalah strategi untuk memenangi dan menguasai benak pelanggan melalu produk yang kita tawarkan. Kartajaya (2007) menyebut positioning sebagai the strategy to lead your costomer credibly yaitu upaya mengarahkan pelanggan anda secara kredibel.artinya membangun kepercayaan berarti membangun kredibilitas, membangun kredibilitas berarti membangun positioning.

Positioning merupakan being startegy. Positioning menjadi penentu eksistensi merek, produk dan perusahaan dibenak pelanggan sehingga Positioning merupakan reason for being bagi perusahaan. Michel porter menyebutkan positioning adalah inti dari strategi. Beberapa perusahaan bahkan daerah yang sudah memiliki Positioning yang baik pasti memiliki diferensiasi misalnya Singapore Positioning-nya uniqely singapore, yogyakarta Positioning-nya Never ending ASIA, Malayasia Positioning-nya the Truly Asia.

Memiliki positioning yang baik berarti keluar dari kerumununan merek. Produk Air minum dalam kemasan sangat banyak beredar, dari mulai produk lokal hingga Nasional, Namun Aqua tetap saja menikmati sebagai penjual terbesar (market leader) di Indonesia karena Aqua memiliki positioning yang baik yakni jika anda ingin minum air sehat, sayang (perhatian) dengan keluarga maka minumlah Aqua karena telah diproses 27 kali secara sistem komputer. Iklan ini melekat dibenak pelanggan. Sehingga walaupun banyak pesaing yang harganya lebih murah, konsumen tetap saja membeli Aqua.

Sabun Lux misalnya diposisikan sebagai sabun kecantikan, sabunnya para bintang, hampir disetiap iklannya kita akan melihat bintang-bintang cantik Indonesia seperti Ida Iasha, Desy Ratnasary, Tamara blezinsky, Dian sastro,Luna Maya atau Mariana Renata. Konsumen wanita yang ingin tampil cantik seperti mereka tentu akan menggunakan sabun Lux sebagai sabunnya sehari-hari

Pertarungan Pepsi dan Coca-cola. Coca-cola memposisikan dirinya sebagai “The real thing” cola atau Coca-cola yang asli dan original, Pepsi pun membalas dengan memposisikan dirinya sebagai “The next Genereation” karena mengangap coca-cola sudah terlalu tua karena berumur lebih dari 110 tahun

B. Syarat Positioning yang Baik

Kartajaya (2007) membagi 4 cara dalam membangun positioning, yaitu :

1. positioning mencerminkan keunggulan kompetitif

Dalam melakukan positoning yang paling penting adalah kita mengidentifikasi keunggulan bersaing yang mungkin untuk ditonjolkan. Keunggulan bersaing ini bisa kita temukan lewat analisis internal yang yang mendalam atas perusahaan kita dan produk kita. Biasanya ide tentang keunggulan bersaing ini diproses lewat brainstorming (curah gagasan). Dalam hal apa saja kita bisa “tampil beda”. Kita bisa tampil beda dalam banyak hal, bisa dari produk, pelayanan, citra dari karyawan.

Dalam industri hiburan hal ini sering dilakukan, Para penyanyi yang berhasil banyak mengidentifikasi keunggulan dirinya agar lebih cepat di kenal publik, kita akan melihat nama-nama seperti Inul Daratista dengan ”goyang ngebornya”, dari sini inspirasi bagi para pedangdut lain untuk memunculkan goyangan danggut yang lebih baru misalnya goyang khayang, goyang patah-patah (Annisa Bahar), goyang bngau, goyang macan, dsb. Pendeknya inul berhasil merubah rules of games dunia perdangdutan yang selama ini di dominasi oleh penyanyi senior.

2. Positioning haruslah dipersepsi secara positip oleh pelanggan dan menjadi reason to buy.

Artinya value yang kita berikan kepada pelanggan benar-benar menguntungkan bagi mereka dan menjadi alasan bagi mereka untuk membeli (reason to buy).

Lifebouy misalnya melakukan program memberikan 10 rupiah untuk pembangunan fasilitas kesehatan dan MCK di daerah-daerah setiap pembelian 1 sabun, program ini sambut positif oleh masyakat, selain sabun lifebouy dipersepsi sebagai sabun sehat keluarga, pelangga merasa membeli sabun berarti menolong lain.

Anita Roddick, CEO The body shop, membuat produk kosmetiknya melalui bahan-bahan alami dari tumbuh-tumbuhan, produknya akrab dengan lingkungan dan sering mengkampanyekan isu-isu lingkungan hidup dan sosial kemasyarakatan. Produk ini berhasil di terima dalam benak konsumen.

3.positioning harus bersifat unik sehingga dapat dengan mudah mendiferensiasikan diri dengan pesaing

Saat mengembangkan positioning dan pembedaan (differensiasi) untuk mendukungnya, kita harus mewaspadai satu hal, yaitu janganlah ingin berbeda hanya karena perbedaan itu sendiri! Kita harus berbeda karena itu memang bermanfaat untuk konsumen, yang akhirnya menguntungkan. Untuk itu, perbedaan yang ingin dirasakan konsumen tetap harus mempunyai syarat sebagai berikut:

a. Menguntungkan kita

Positioning yang kita jalankan haruslah pada akhirnya menguntungkan kita. Ia mampu membedakan kita dengan pesaing.

b. Penting bagai konsumen

Ini masih ada kaitannya dengan yang pertama. Ketika perbedaan yang kita tonjolkan dianngap penting oleh konsumen, dengan sendirinya ia akan membeli produk kita (karena seharusnya menguntungkan).

c. Dapat di komunikasikan

Tentu saja perbedaan yang ingin kita tonjolkan harus dapat kita komunikasikan. Hendaknya berbagai alat dan saluran komunikasi dapat kita manfaatkan untuk menyampaikan perbedaan itu pada konsumen. Mulai dengan beriklan, promosi penjualan, sampai dengan desain, kemasan produk, logo, karakter huruf.

d. Tidak mudah untuk di tiru

Sedapat mungkin buatlah perbedaan yang memang sulit di tiru pesaing. Biasanya sebuah konsep, termasuk positioning, yang berhasil akan di tiru pesaing. Meskipun sulit tetapi tetap mengarah kesana.

Starbucks memposisikan diri sebagai “the world’s finest coffee Experience”, jadi starbuck tidak memposisikan gerainya sebagai warung kopi atau restoran kopi. Konsumen yang datang ke starbuck mencari pengalaman atau duduk-duduk nongkrong sambil menikmati kopi. Starbuck menyediakan fasilitas WiFi sehingga konsumen bias berinternet sambil menikmati kopi.

Perhatikan iklan-iklan obat Flu atau obat batuk setelah meminumnya konsumen akan lansung sembuh dan bisa bekerja. Konsepnya benar tetapi hampir semua iklan menggunakan konsep yang sama akibatnya sulit diingat oleh pelanggan.

4. Positioning harus berkelanjutan dan selalu relevan dengan berbagai perubahan dalam lingkungan bisnis, apakah itu perubahan persaingan, perubahan perilaku pelanggan, social budaya dsb. Artinya perusahaan harus melakukan repositioning jika terjadi perubahan lanskap bisnis

Garuda meluncurkan kemudahan dalam penerbangan bagi pelanggannya melalui fasilitas e –travel, Air Asia berhasil tumbuh dibisnis penerbangan melalui penerbangan murah. Dalam bisnis rekaman pita kaset dan CD audio mulai di tinggalkan dengan masuknya teknologi MP3. Sampoerna berhasil mengedukasi pasar untuk merokok dengan low tar yaitu walaupun merokok tetapi tetap memperhatikan kesehatan.

Regional Branding

Posted in marketing on February 8, 2008 by shelmi

Kemajuan Teknologi dalam Perekonomian global memungkinkan data mengalir dengan cepat melalui kabel dan serat optik atau transmisi satelit sehingga memungkinkan menembus batas-batas ruang dan waktu. Dalam kondisi ini sebuah wilayah tidak harus diberkati dengan kekayaan alam, populasi besar, militer yang kuat atau lokasi yang strategis untuk menjadi pemain utama dalam panggung bisnis global. India misalnya berhasil menjadi negara hebat karena banyaknya PhD dalam bidang sains. China setelah revolusi kebudayaan berhasil menerapkan agenda otonomi daerahnya sehingga wilayah-wilayah otonom sukses secara ekonomi karena menjalin bisnis dengan negara-negara lain. Perdana Mentri China Wen Jiabao, dalam kongres Rakyat Nasional ke -10 mengatakan akan melakukan tranformasi militer dari mesin-mesin perang menjadi Aplikasi Teknologi informasi. Saat ini China mungkin negara yang paling mendapatkan manfaat dari perkonomian global dengan tingkat pertumbuhan 10% selama 4 tahun terahir (Kompas, 6 Maret 2007). Hal ini terbukti menjadi negara pemilik cadangan devisa terbesar di Dunia setelah Jepang. Irlandia walaupun memiliki letak geografis yang sangat jauh dari pasar potensial (berada diperbatasan eropa barat), mampu menjadi negara berperingkat pertama dalam AT Kearney/Foreign Policy Globalization Indeks hal ini disebabkan pemerintah Irlandia concern terhadap pendidikan serta peningkatan keahlian komputer di semua sektor. Hal ini memungkinkan Irlandia menciptakan ribuan lapangan kerja baru.Finlandia, walaupun berada di bahu timur laut baltik, dimana pelabuhannya jauh dari lalu lintas perdagangan da selalu beku terkena es, mampu menjadi negara yang paling kompetitif mengungguli Amerika Serikat dan Singapura serta meraih nilai tertinggi untuk konektivitas dan kompabilitas dan dipandang paling responsive terhadap IT dan e-business. Saat ini Nokia Menjadi perusahaan Handphone terbesar di Dunia. Sebenarnya pelajaranya apa yang bisa kita tarik, suatu daerah yang terisolasi, jauh dari pasar potensial, kekayaan alam yang minim mampu menjadi pemain global kelas dunia. Ohmae (2005) menyatakan salah satu elemen keberhasilan daerah/negara ini adalah kemampuannya memberikan merek pada dirinya sendiri dan menawarkan sesuatu yang berbeda (unik) dan memisahkannya dari persaingan. Kim dan Mouborgne (2005) menyatakan untuk menghindari persaingan (kompetisi) yang akan berakibat merugikan dibutuhkan stratgei samudra biru (blue ocean strategy) samudra biru ditandai oleh ruang pasar yang belum terjelajahi, penciptaan permintaan, dan peluang pertumbuhan yang sangat menguntungkan. ketimbang dengan cara memperluas batasan-batasan industri yang sudah ada, Dalam samudra biru, kompetisi tidak relevan karena aturan-aturan baru akan dibentuk.

Implementasinya bagi daerah adalah untuk berkompetisi daerah tidak harus menerapkan pajak yang rendah, insentif besar bagi pengusaha dan pebisnis, atau menekan gaji buruh sekecil mungkin. Hal tersebut hanya akan menciptakan samudra merah (penuh dengan kompetisi) yang pada akhirnya hanya akan merugikan daerah itu sendiri dan mengorbankan penduduk daerah yang menjadi tenaga kerja.

Bagi daerah-daerah yang biasa-biasa saja tentu saja tidak akan menjadi pilihan investor untuk menanamkan investasinya. Diperlukan suatu aktivitas pengelolaan image disuatu daerah (brand Image) agar daerah tersebut tidak terkena cap yang jelek bagi investor. Image bangsa kita dahulu dikatakan sebagai negara yang aman, damai, penduduknya ramah-tamah. Sekarang Image negara kita jelek karena dianggap sebagai negara yang tingkat korupsinya tinggi, tidak aman karena seringkali terkena bom atau bencana alam hingga iklim yang tidak baik baik kondisi bisnis (demonstrasi, peraturan yang tumpang tindih dsb). Akibatnya sebagian investor melarikan investasinya kenegara lain seperti Malaysia, Thailand, Vietnam atau RRC. Bisa dibayangkan berapa banyak kesempatan kerja yang hilang, penggangguran yang terjadi akibat persepsi yang buruk mengenai negara ini. Al Ries dan Trout menyebutnya perception is bettter than reality (persepsi lebih baik dari realitas). Bagaimana Menurut anda ?