Archive for the entrepreneur Category

Ragu-ragu dalam berbisnis

Posted in entrepreneur on August 19, 2008 by shelmi

Kalimat yang hampir selalu muncul dan sering kita dengar pada acara seminar atau pelatihan wirausaha, khususnya untuk pemula adalah,

“ saya sudah lama berdagang tapi kok belum berhasil, Usaha Tidak Maju-maju

Sering Orang-orang yang merasa pintar sebagai pedagang, ternyata tidak selalu sukses menjadi seorang business owner. Ini sama halnya dengan para salesman perusahaan yang tidak sukses ketika mengelola bisnis sendiri. Banyak orang mengira bahwa bisnis hanya berkutat soal berjualan saja. Yang sebenarnya, jika Anda ingin menjadi entrepneur, yang harus Anda lakukan adalah bagaimana membuat tim Anda berjualan produk. Sementara Anda sendiri menjadi pemimpin bagi mereka yang berjualan.

“saya ingin mulai usaha, tetapi saya tidak punya modal”,

Tak sedikit orang, bisa jadi Anda diantaranya, yang selalu berpikir bahwa memulai usaha yang harus disiapkan adalah dana sekian puluh juta. Sepuluh juta untuk sewa kantor, sekian juta untuk beli meja kursi, sekian juta untuk komputer dan alat kantor, serta sekian juta untuk gaji karayawan. Apabila demikian yang harus Anda siapkan anda akan sulit jadi pengusaha.

Kewirausahaan ditandai dengan kemampuan seseorang untuk terus melangkah dengan modal seadanya. Wirausahawan bisa menggali modal dari pihak lain secara langsung maupun tidak langsung. Jiwa kewirausahaan adalah jiwa yang mampu menciptakan nilai tambah dari keterbatasan. Hakekatnya modal tidak harus dalam bentuk uang otak Anda yang kreatif adalah modal utama untuk memulai usaha.

Selain akal pikiran, ada modal lain yang tak kalah pentingnya yakni 3K, Keberanian, Keyakinan, dan Ketekunan.

Keberanian, Jika ingin memulai usaha baru, modal pertama dan utama bukanlah uang, tetapi keberanian; Keberanian berubah, keberanian untuk bermimpi, keberanian untuk sukses, segunung ide dan segudang uang tak ada artinya tanpa keberanian.

Keyakinan. Selain keberanian, kita juga perlu memiliki keyakinan sukses. Keyakinan ini hanya bisa didapatkan jika kita memiliki mimpi sukses yang jelas. Semakin jelas gambaran kita mengenai mimpi kita, semakin tinggi derajat keyakinan untuk meraih sukses.

Ketekunan. Membangun sebuah bisnis memang tidak mudah. Upaya ini memerlukan perjuangan yang tekun sebelum sukses dapat diwujudkan. Orang yang sukses adalah orang yang tidak menyerah sebelum sukses itu dapat diraih. Mungkin saja ia harus mengalami banyak kegagalan, tetapi ia bangkit kembali dan memiliki keuletan untuk mencoba lagi.

“saya ingin punya usaha tapi takut resiko

Yakinlah Setiap melangkah, Anda pasti akan menghadapi risiko. Tidak melangkah juga menghadapi risiko. Sungguh, banyak orang takut memulai usaha karena ketakutan dengan berbagai macam risiko. Padahal para wirausahawan beranggapan bahwa risiko adalah rejeki, semakin tinggi risiko berarti semakin tinggi peluang untuk mendapatkan rejeki. High risk high gain

Biasanya Keragu-raguan atau ketakutan selalu muncul ketika kita mau memutuskan sesuatu. Orang yang berani muncul bukanlah orang yang tidak punya rasa takut. Orang yang berani adalah mereka yang mampu mengatasi rasa takut. Ketakutan bukan hanya karena kehilangan uang akibat bangkrut, mungkin juga khawatir karena seandainya gagal bisa menjadi cemoohan teman atau tetangga.

Atau Keragu-raguan atau ketakutan selalu muncul ketika anda Trauma karena bisnis anda pernah ditipu karyawan/orang lain. Percayalah, Tuhan akan memberi hadiah yang pantas terhadap setiap usaha keras Anda. Jika usaha Anda belum membuahkan hasil, ketahuilah bahwa Anda punya tabungan kelak dapat Anda nikmati hasilnya. Jika uang Anda dibawa kabur karyawan, dan Anda sudah berusaha mencarinya tapi tak ketemu juga, tak perlu berlarut-larut meratapi musibah tersebut. Tuhan tentu akan mencari ganti dari kehilangan yang Anda alami.

Banyak sekali pebisnis yang ditipu mitra ataupun karyawannya, sedangkan mereka meneruskan bisnisnya hingga terus maju. Sementara itu, orang yang menipunya malah bangkrut. Jangan berhenti berbisnis hanya karena ditipu orang. Teruslah sekuat Anda, niscaya Anda akan lebih cerdas menangani masalah berikutnya.

Ada juga orang yang ingin menjadi wirausaha dengan menabungkan uangnya sedikit demi sedikit lalu setelah terkumpul malah jadi ragu karena takut bisnisnya gagal dan uangnya hilang akhirnya tidak jadi berusaha. Yakinlah jika Anda punya uang dan Anda gunakan untuk membeli makanan serta pakaian, sebenarnya secara bisnis, Anda justru sudah kehilangan uang, ingat, prinsip wirausahawan adalah mengeluarkan uang agar bisa kembali dalam jumlah yang lebih banyak. Jika Anda bangkrut dalam menjalankan bisnis, carilah penyebab kebangkrutan tersebut. Kelak Anda akan tahu cara-cara yang salah dalam mengelola bisnis untuk Anda hindari.

Untuk menghindari keraguan ada beberapa tips dibawah ini :

1. Pengalaman. Jika mau memilih bisnis, jangan terjebak pada pernyataan pakar ekonomi. Lihatlah kenyataan bahwa di dalam situasi ekonomi seperti apapun, banyak orang yang mampu mengembangkan bisnis. Pengalaman diri sendiri dan juga orang lain, selain merupakan guru yang baik, juga merupakan sumber ide bisnis yang kaya. Pengalaman, terutama yang buruk, memberikan kesan yang mendalam bagi kita, yang tidak mudah untuk dilupakan. Jika pengalaman tersebut adalah pengalaman buruk, kita tentu tidak ingin pengalaman tersebut terulang lagi. Kita akan berusaha mencari jalan “baru” untuk menghindari kesulitan dan masalah yang pernah kita alami. Jalan baru inilah yang memacu munculnya ide-ide bisnis yang brilian.

2. pilihlah bisnis berdasarkan pekerjaan dan keterampilan. Pengalaman kerja dapat menjadi ide bisnis. Banyak mantan eksekutif mendirikan bisnis yang sama atau mirip dengan bisnis yang dijalankan oleh perusahaan tempat ia bekerja. Tentunya jika ini akan Anda lakukan, Anda harus terlebih dahulu keluar dari pekerjaan agar tidak terjadi conflict of interest.

3. pilihlah bisnis berdasarkan minat dan hobi. minat dan hobi merupakan sumber yang memiliki kekuatan yang ampuh dalam membangun keyakinan serta motivasi bagi kita untuk memulai usaha. Umumnya, orang tidak merasa terbebani untuk melakukan sesuatu yang ia senangi (misalnya minat dan hobi), ini merupakan modal kuat bagi seorang entrepreneur yang menekuni dunia yang memang ia cintai.

4. pengamatan. Pengamatan ternyata juga adalah sumber ide yang tak habis-habisnya. Dari pengamatan akan segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita, kita bisa menemukan kebutuhan-kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, yang bisa kita jadikan peluang bisnis. Pengamatan merupakan keterampilan yang harus dimiliki seorang wirausahawan.

Lokasi Bagus, tetapi bisnis Tidak Laku

Posted in entrepreneur on August 19, 2008 by shelmi

Nah, bagi yang punya tempat bisnis yang strategis, tetapi kurang laku, Anda perlu mengevaluasi dari sisi pelayanan maupun kualitas produk yang Anda jual. Kelemahan-kelemahan umum yang membuat pembeli tidak mau membeli lagi di antaranya sebagai berikut:

1. Pelayan sedang terkantuk-kantuk ketika pembeli datang. Bahkan, kadang-kadang saat pembeli datang, pelayan atau pemilik sedang kebelakang dan tidak ada penggantinya.

2. Pelayan melayani pembeli sambil makan. Biasanya ini terjadi pada jam makan siang. Siapa pun pasti tidak suka masuk ke toko yang pelayannya sedang makan siang, meskipun pelayan tersebut bilang “maaf ya saya sambil makan.”

3. Ketika pembeli ramai, pelayan tidak melayani pembeli sesuai urutam pembeli yang datang.

4. Pelayan tidak ramah. Di toko tradisional, beberapa kali saya ditemui seorang pelayan toko yang judes. Ketika barang yang ia jual saya tawar, ia bilang dengan nada tidak ramah,”tidak bisa pak, kalau tidak mau ya sudah.”

5. Pelayan tidak tahu harga. Setiap ada pertanyaan pembeli, pelayan bertanya dulu ke pimpinannya.

6. Pelayan juga tidak dapat memutuskan apa-apa jika ada pembeli menawar yang harga. Hampir setiap ada pertanyaan pembeli, langsung diteruskan ke pemilik

7. Lokasi strategis, tapi tidak ada tempat parkir.

8. Harga tidak bersaing, ini berlaku khususnya untuk produk-produk seperti sembako atau produk lain yang sasaran konsumennya sensitif terhadap perbedaan harga.

9. Tidak ada program promosi melalui bonus pembelian atau undian.

memulai bisnis tanpa uang tunai

Posted in entrepreneur on August 19, 2008 by shelmi

Ada beberapa langkah yang bisa diambil bila akan memulai bisnis tanpa uang tunai.

Pertama, menjadi ‘makelar’. Kerja makelar atau lebih tepatnya “perantara” adalah menjadi penghubung antara penjual dan pembeli. Contoh dari teknik ini adalah makelar motor, rumah atau lainnya. Syarat utama yang harus dimiliki adalah memahami barang yang menjadi objek jual beli tersebut.

Kedua, menggunakan sistem bagi hasil. Pada sistem ini kita mengandalkan kuatnya relasi dan kepercayaan. Biasanya, bisnis model ini diawali dari pertemanan atau hubungan baik. Berapa bagi hasil yang harus dilakukan tergantung pada kesepakatan. Biasanya fifty-fifty. Bentuk usaha bisa diwujudkan dalam berbagai hal, usaha warung makan, kios, photocopy, dan lain sebagainya.

Ketiga, meminjam dengan sistem menggaji. Model ini hampir mirip dengan model bisnis kedua. Lagi-lagi pertemanan dan hubungan baik memegang peran penting. Relasi meminjamkan modal dalam jumlah tertentu. Setiap bulan kita menggaji sesuai dengan kesepakatan. Biasanya, 7-8 % setiap bulan. Dan dalam tempo yang sudah ditentukan, modal yang dipinjamkan itu dikembalikan sepenuhnya pada relasi.

Keempat, pembayaran di muka. Kita bisa juga membuat usaha dengan cara konsumen melakukan pembayaran di muka. Dalam hal ini, kita bisa mencari bisnis dimana konsumen yang menjadi sasaran bisnis kita itu mau membayar atau mengeluarkan uang lebih dulu sebelum proses bisnis, baik jasa maupun produk, itu terjadi. Misalnya bisa dilakukan pada bisnis jasa, seperti industri jasa pendidikan. Di mana, siswa diwajibkan membayar dulu di depan sebelum proses pendidikan itu terjadi.

Kelima, sistem barter, contohnya, kita bisa melakukan dengan sistem barter dengan pemasok, dan kita pun jika memiliki keahlian tertentu, mengapa tidak saja menjadi seseorang konsultasi.

Keenam, mengambil produk dulu. Selain itu, bisa saja dengan cara kita mengambil dulu produk yang akan diperdagangkan lebih dulu, hanya untuk pembayarannya bisa kita lakukan setelah produk tersebut terjual pada konsumen. Tentu, masih banyak cara lain untuk kita memulai bisnis tanpa uang tunai.

Strategic Entrepreneurship

Posted in entrepreneur on March 31, 2008 by shelmi

Saat ini perubahan dalam dunia bisnis terjadi begitu cepat, hal ini dipicu oleh ledakan teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Produsen terus berlomba-lomba untuk menyenangkan konsumennya melalui terobosan baru, inovasi-inovasi, dan berbagai kemudahan lainnya, pendeknya consumen is not the king , but beyond the king. Akibatnya siklus umur produk juga semakin pendek bahkan tak jarang produsen melakukan  pembunuhan terhadap produk sendiri (product obscelence) yang penting usahanya /bisnisnya tetap menjadi leader bagi produk sejenis. Kondisi ini menyebabkan tingkat persaingan menjadi semakin ketat. Tiap perusahaan ingin tetap hidup (survive), berkembang dan mencapai tujuannya. Untuk dapat maju dan tumbuh tiap  perusahaan harus mampu bersaing. Oleh karena itu perusahaan mesti mempunyai strategi bersaing.  Persaingan tidak dapat dihindari, oleh karena itu mesti dihadapi. Di samping harus bersaing dengan perusahaan sejenis dan pemain lama, perusahaan juga harus menghadapi para pemain dan pendatang baru (new entrant), serta serbuan barang substitusi. Masih segar dibenak sebelum tahun 1998, pasar industri sepeda motor dikuasai oleh beberapa pemain saja, seperti Honda, Yamaha, Suzuki , Kawasaki dan Vespa. Namun sekarang ini, dengan masuknya pendatang baru dari Korea maupun Cina, maka jumlah merk sepeda motor menjadi sulit untuk dihapal, karena saking banyaknya. Demikian pula halnya dengan bisnis minuman dalam kemasan, Aqua menjadi merk generic, disusul dengan munculnya banyak merk lain yang mirip dengan Aqua.          Salah cara untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan melakukan perencanaan stratejik yang matang, yakni melakukan  aktivitas formulasi rencana jangka panjang bagi efektivitas pengelolaan peluang (opportunity) dan  tantangan lingkungan bisnis  sesuai dengan kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) , pendeknya adalah bagaimana suatu perusahaan mampu memprediksi,  mengantisipasi dan memanage masa depan yang turbulence and uncertainty.            Setidaknya ada 4 langkah  agar proses perencanaan stratejik yang dilakukan bisa berhasil.1.       Diagnosing the  organization. Pepatah Suntzu mengatakan bila kita dapat mengenali kekuatan dan kelemahan lawan niscaya peperangan akan kita menangkan.  Melakukan analisis SWOT berarti kita  bisa menentukan posisi perusahan,  apakah posisi bisnis kita leader atau follower.  2.       Analysing the industri.  menganalisa dampak industri terhadap pengembangan usaha . Porter mencatat banyak entrepreneur yang mengangap bahwa industri yang menarik adalah yang berkembang pesat atau menggunakan teknologi baru. Hal ini tentu saja keliru,  sesuai dengan hukum ekonomi semakin banyak pesaing tentu saja kemungkinan profit akan semakin kecil.3.       Creating a Vision. cara pandang jauh ke depan kemana perusahaan  harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif, dan inovatif. Visi yang baik setidaknya memenuhi tiga syarat utama yang tidak boleh tertinggal satupun. Pertama, harus berorientasi pada kegiatan. Kedua, harus terukur (measurable). Dan ketiga, harus mampu mengubah basis kompetisi. 4.       Developing strategies. memformulasikan strategi perusahan baik jangka panjang dan jangka pendek (tujuan, sasaran , kebijakan dan prioritas program). Menurut Higgins and Vinece  dalam setiap perusahaan ada tiga tingkatan strategi yakni Coorporate strategy, Business strategy, and Financial strategy”.  Entrepreneur dan inovasi           Schumpeter melihat entrepreneur adalah sebuah proses “destruktif yang kreatif” , dimana produk-produk  atau metode produksi yang sudah ada dihancurkan dan diganti dengan yang baru. Oleh karena itu entrepreneuship berkaitan dengan penemuan, pendayagunaan peluang-peluang yang menguntungkan. Dengan kata lain fungsi spesifik dari entreprenur adalah inovasi. Inovasi berarti penciptaan nilai sebagai sumber keunggulan kompetitif. Tanpa inovasi cara/metode baru tidak akan pernah ditemukan.  Melalui inovasi, para entrepreneur akan terus melakukan ekspansi  memperluas daerah pemasaran, menambah jumlah pelanggan meningkatkan penjualan dan laba . Dalam perspektif strategic management , research and development (R&D) adalah bentuk lain dari inovasi.  Kenyataan ini diterima secara luas oleh perusahaan di Jepang, walaupun perekonomian menurun namun divisi R&D tidak akan pernah berhenti. Hal inilah yang menyebabkan Jepang menjadi salah satu pemain kunci dalam bidang pengembangan produk yang berbasiskan teknology.  Perusahaan –perusahaan terbaik di dunia saat ini seperti, Samsung Electronic , Sony, Xerox, Hewlet Packard, General Electric adalah perusahaan yang terus-menerus berkomitmen untuk memberikan solusi inovatif  bagi masalah-masalah pelanggan. Hal inilah yang menjadikan mereka terus mengembangkan riset demi keunggulan kompetitifnya Strategic entrepreneurship Sayangnya masih banyak yang menganggap bahwa perencanaan strategis hanya bisa dilakukan oleh perusahaan besar. Sebenarnya ini tidak terlalu benar, sebab perusahaan kecil juga dapat melakukan perencanaan strategic. karena kunci sukses suatu perusahaan tergantung pada kemampuan entrepreneur mengadakan adaptasi yang tepat terhadap lingkungan yang kompleks dan selalu berubah-ubah sehingga diperlukan suatu kerangka pengembangan strategi. Dalam pengembangan strategi ini setiap entrepreneur perlu menganalisis faktor- faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kinerjanya agar dapat digunakan sebagai pedoman strategi pengembangan industri. Porter menyatakan ada lima hal yang harus dikenali dan diperhitungkan dalam menentukan intensitas persaingan dan kemampulabaan dalam industri. yaitu : (1) ancaman dari para pendatang baru, (2) faktor pemasok, (3) faktor pembeli, (4) faktor produk substitusi, dan (5) faktor persaingan. Kekuatan yang paling besar akan menentukan dan menjadi sangat penting dari sudut pandang perumusan strategi          Oleh karena itu, seorang entrepreneur harus bisa menunjukkan atau menggali keunggulan-keunggulan strategis yang dimilikinya agar mempunyai inovasi untuk menghadapai persaingan sehingga keberhasilan yang menjadi tujuan perusahaan