Archive for the enterpreneur Category

MOTIVASI

Posted in enterpreneur on September 25, 2009 by shelmi

Motivasi bisa didefenisikan sebagai perilaku yang berorientasi tujuan. Memotivasi adalah mengajak karyawan mengikuti kemauan untuk menyelesaikan tugas. Memotivasi diri sendiri ialah menetapkan arah diri sendiri dan mengambil tindakan untuk sampai ke tujuan tersebut. Karyawan yang termotivasi sangat mengerti tujuan tindakan mereka dan meyakini akan mencapai tujuan tersebut.

PROSES MEMOTIVASI
1. Cara Kerja
Motivasi dimulai seseorang secara sadar mengakui sebuah kebutuhan yang tidak terpuaskan. Kebutuhan menciptakan sebuah tujuan dan tindakan yang diharapkan akan dapat menjadi sarana untuk mencapai tujuan.
2. Kebutuhan: karyawan termotivasi oleh kebutuhan yang belum terpuaskan, misalnya kebutuhan eksistensi, social, kebutuhan untuk mencapai prestasi dan sebagainya.
3. Tujuan dan Harapan
Tujuan: seseorang memiliki motivasi dan kinerja lebih tinggi apabila memiliki tujuan yang jelas, tujuan tersebut sulit, namun memungkinkan dan apabila terdapat umpan balik atas kinerja.
Harapan: kekuatan motivasi bergantung pada tingkat keyakinan karyawan bahwa usaha-usaha akan menghasilkan imbalan yang layak, yang bisa memuaskan kebutuhan.
4. Dua Macam Motivasi
Karyawan dapat dimotivasi secara positif oleh perusahaan terhadap mereka seperti penggajian, promosi, pelatihan, atau apa yang dilakukan oleh para manajer lini seperti kenaikan gaji, memberi pujian, merekomendasi promosi.
Karyawan dapat juga termotivasi oleh faktor yang melekat dalam pekerjaannya, tidak dipaksakan dari luar, seperti tanggung jawab, rasa berprestasi, kebebasan bertindak, mengembangkan keterampilan dan kemampuan.

PENDEKATAN MOTIVASI
Proses motivasi seperti yang dijabarkan di atas menyarankan beberapa hal untuk diingat cara bekerjanya, yaitu:
 Pentingnya arti kebutuhan, karyawan akan termotivasi apabila baik kebutuhan psikologis maupun ekonomisnya.
 Pengaruh tujuan, para individu termotivasi dengan tujuan-tujuan yang spesifik,dapat dicapai, dan disepakati bersama.
 Pentingnya harapan, tingkat motivasi karyawan berhubungan langsung dengan harapan imbalan yang akan diterimanya.
 Relevansi perbedaan antara motivasi ekstrinsik dan instrinsik yaitu imbalan ekstrinsik penting untuk menarik dan mempertahankan karyawan, dan neningkatkan upaya waktu terbatas. Imbalan intrinsic berkaitan dengan tanggung jawab, prestasi, dan pengakuan.

MOTIVASI TINGGI
Tindakan-tindakan yang akan membantu memotivasi karyawan lebih efektif adalah
 Tentukan dan sepakati tujuan yang cukup menantang.
 Beri umpan balik kinerja.
 Ciptakan harapan, bahwa perilaku atau hasil tertentu akan menghasilkan imbalan yang layak.
 Ciptakan pekerjaan yang menuntut penggunaan kemampuan karyawan seoptimal mungkin sehingga akan merasa puas apabila berhasil menyelesaikannya.
 Beri insentif yang layak dan penghargaan untuk pencapaian prestasi.
 Beri imbalan non- finansial seperti pengakuan dan pujian atas keberhasilan pelaksanaan sesuatu tugas.
 Pastikan bahwa karyawan memahami hubungan antara kinerja dengan imbalan sehingga harapan meningkat.
 Pilih dan kembangkan pemimpin tim yang akan menjalankan kepemimpinan dan keterampilan memotivasi.
 Beri bimbingan dan dorongan serta kesempatan pembelajaran untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja, mengembangkan potensi dan karier.

posting :Syafrizal Helmi

MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI

Posted in enterpreneur on September 25, 2009 by shelmi

Mengapa Rasa Percaya Diri Begitu Penting
Pengembangan atau penguatan rasa percaya diri Anda adalah dasar untukmeningkatkan kemampuan kepemimpinan Anda. Percaya diri dan kepemimpinan saling melengkapi. Jika orang menganggap Anda penuh rasa percaya diri, mereka kemungkinan besar mau menerima Anda sebagai pemimpin. Jika orang menerima kepemimpinan Anda, maka rasa percaya diri Anda akan membesar. Pada gilirannya, semakin Anda diakui sebagai pemimpin, semakin bertambah besar rasa percaya diri Anda. Dalam hal ini kecerdasan emosional mulai berperan karena jika Anda bisa menangani emosi Anda dan emosi orang lain secara efektif, anda akan bisa menguasahi banyak orang.

Gunakan Pembicaraan Positif Tentang Diri Sendiri
Langkah-langkah sebelum memulai menggunakan pembicaraan positif pada diri sendiri:
1. Nyatakan secara objektif insiden yang membuat Anda ragu pada kemampuan Anda sendiri.
2. Tafsirkan secara objektif apa yang bukan merupakan makna dari insiden. Zizou bisa mengatakan, “Tidak pintar melakukan survei bukan berarti saya tidak bisa melakukan survei yang berguna, atau ini juga bukan berarti saya karyawan yang tidak efektif.
3. Nyatakan secara objektif apa makna dari insiden itu. Untuk mengimplementasika langkah ini, Anda harus menghindari cap-cap seperti tak kompeten, bodoh, tolol, brengsek, atau otak udang.
4. Terangkan secara objektif penyebab insiden itu.
5. Identifikasikan beberapa pikiran positif yang dapat membuat Anda mengalahkan rasa takut terhadap insiden tersebut. Zizou bisa bilang, “Saya akan beli buku tentang survei dan memahaminya dengan hati-hati, “atau” Saya akan mengikuti seminar tentang cara melakukan survei konsumen.
6. Gunakan pembicaraan positif pada diri sendiridalam interaksi Anda.

Hilangkan Pembicaraan Negatif Tentang Diri Sendiri
Pernyataan yang meremehkan diri sendiri akan menurunkan rasa percaya diri Anda. Jadi, sebaiknya anggap kelemahan Anda sebagai hal yang harus diperbaiki. Memberi cap negatif pada diri sendiri dalam jangka panjang akan membahayakan rasa percaya diri dan kemampuan kepemimpinan Anda
.
Gapailah Kekuasaan
Haus kekuasaan adalah karakteristik khas dari pemimpin yang sukses dalam bisnis dan bidang lainnya. Pemimpin dengan kekuasaan tinggi harus punya empat karakteristik:
1. Mereka bertindak dengan tegas dan tangkas dalam menjalankan kekuasaannaya
2. Mereka meluangkan waktu untuk mimikirkan cara mengubah perilaku dan pemikiran orang lain.
3. Mereka memerhatikan status mereka dibandingkan dengan status orang-orang di sekitarnya.
4. Mereka menganggap kekuasaan sebagai komoditas hidup yang berharga.
Kemampuan atau potensi untuk memengaruhi keputusan dan kontrol sumber daya adalah tanda dari kekuasaan (power).

Seberapa Kuat Kebutuhan Anda untuk Mendapatkan Kekuasaan
Mengejar kekuasaan secara berlebihan akan membahayakan Anda. Mencari kekuasaan secara berlebihan bisa menimbulkan tindakan yang tidak etis, tak bermoral, dan illegal. Orang terobsesi dengan kekuasaan mungkin akan mencurangi rivalnya. Beberapa orng yang terobsesi dengan kekuasaan bisa menjadi paranoid, mencurigai setiap orang yang dianggapnya ancaman.
Terkadang ketika orang mulai mengkhayal seperti ini, mereka mungkin mengembangkan kebiasaan buruk, yaitu merasa yakin bahwa dirinya lebih baik dari orang lain dan mengharap orang lain menghormati dirinya. Ini adalah kesalaham besar. Yang Anda perlukan adalah agar orang menghormati Anda karena mereka tahu Anda memperhatikan mereka dan mereka menghormati Anda secara sukarela, bukan karena dipaksa.

Mulai dengan Meraih Beberapa Kemengan Kecil
Taktik “mendapatkan kemenangan kecil-kecilan” akan berhasil karena taktik ini didasarkan pada lingkaran sukses. Setiap kesuksesan kecil Anda membangun rasa percaya diri Anda, yang pada gilirannya akan menghasilkan sukses besar, dan selanjutnya menambah lagi rasa percaya diri, dan selanjutnya.

Bangkit dari Keterpurukan
Berikut ini adalah dua saran untuk bangkit dari keterpurukan yaitu:
Redam Gejolak Emosinal
Beberapa cara untuk mengatasi aspek emosional
 Terimalah kenyataan. Menangani kritis emosi secara konstruktif bukan berarti menyangkal kenyataan bahwa Anda punya masalah.
 Jangan dimasukkan ke hati. Ingat bahwa keterpurukan adalah sesuatu yang tak terhindarkan selama Anda menjalani karier. Jika Anda menganggap ini sebagai persoalan yang pribadi, kepedihan emosional anda bisa berkurang.
 Tidak perlu panik. Akuilah bahwa Anda sedang dalam kesulitan.
 Mintalah bantuan dari kawan Anda. Memperoleh dukungan emosional dari keluarga dan kawan bisa membantu orang untuk mengatasi guncangan emosional yang ditimbulkan oleh keterpurukan ini. Membicarakan persoalan Anda dengan orang lain dan mencari orang yang bisa dipercaya adalah cara yang bagus untuk mengurangi gejolak emosi.
Belajar mengatasi kekalahan bisa menjadi batu loncatan untuk membangun karier Anda sebagai pemimpin. Sungguh memalukan jika Anda tidak bisa bangkit dari kekalahan.
Carilah Solusi Kreatif untuk Persoalan Anda
Salah satu hal yang harus dilakukan untuk bangkit dari keterpurukan adalah menyelesaikan problem Anda. Biasanya, solusi siap pakai tidak tersedia. Karena itu Anda harus mencari alternatif solusi kreatif. Berikut ini beberapa metode pemecahan masalah yang banyak dipakai orang.
 Diagnosa dan klarifikasi problem.
 Cari alternatif kreatif.
 Buat keputusan.
 Susun rencana dan terapkan.
 Evaluasi hasilnya.

Kembangkan Kecerdasan Emosional
Aspek-aspek dari emosi, motif, dan kepribadian yang bisa membantu menentukan efektivitas, interpersonal digolongkan sebagai kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional berhubungan dengan kepercayaan diri melalui dua cara. Pertama, penghargaan akan martabat diri yang positif dan kuat adalah bagian dari kecerdasan emosional. Kedua, jika Anda merasa nyaman dengan perasaan Anda dan dapat berhubungan dengan orang lain secara efektif, maka Anda akan lebih percaya diri. Kecerdasan emosional yang rendah bisa membahayakan reputasi pemimpin.

Cara mengembangakan kecerdasan emosional
Titik awal yang realitas untuk meningkatkan kecerdasan emosional adalah bekerja dengan salah satu dari unsurnya, yakni empati.
 Carilah tanggapan sebanyak mungkin dari orang lain yang Anda kenal. Tanyakan apakah mereka menganggap Anda bisa memahami reaksi emosi mereka dan seberapa bagus Anda memahami mereka. Carilah pendapat dari kultur yang berbeda, sebab empati yang lebih tinggi diperlukan untuk berkomunikasi dengan seseorang yang jauh berbeda dengan diri Anda sendiri.
 Jika Anda menemukan kekurangan pada diri Anda, usahakan untuk mengatasinya dengan tekun.
 Beberapa bulan kemudian carilah tanggapan orang lain tentang kemampuan Anda dalam berempati. Jika Anda membuat kemajuan, teruslah berlatih.
 Ulangi ketiga langkah pertama di atas untuk aspek kecerdasan emosional lainnya semisal mangendalikan amarah.
Aspek problematika dari usaha untuk meningkatkan kecerdasan emosional adalah bahwa istilah itu sendiri mencakup banyak bidang. Lebih baik Anda menitikberatkan pada aspek spesifik dari kecerdasan emosional, seperti empati, menciptakan visi, dan memperkaya kerja sama antar-oarang
.
Source : leadership, Andrew J Dubrin, Prenada Indonesia
Posting : Syafrizal Helmi

Killer Statement

Posted in enterpreneur on June 10, 2009 by shelmi

Ada sebuah istilah komunikasi negatif dalam Kecerdasan Emosional yang disebut “Killer Statement”. Apa itu killer statement? Gampangnya, killer statement itu adalah segala bentuk pernyataan kita yang kita keluarkan, sadar maupun tidak, tetapi melukai dan mampu merusak mental maupun semangat orang lain.
Jenis-jenis killer statement ini, tanpa sadar kita dengar setiap hari, atau barangkali tanpa sadar kita keluarkan dengan maksud bercanda, memotivasi, tapi justru merusak. Nah, kalimat-kalimat perusak jiwa yang menghasilkan perasaan yang negatif pada diri seseorang itulah yang seringkali kita sebut killer statement.
Menariknya, sejarah dunia komik pun pernah mencatat akibat buruk dari killer statement yang pernah diterima oleh dua anak bernama Jerry Siegel dan Joe Shuster. Kisahnya begini. Di masa depresi yang melanda Amerika pada 1933, Jeery Siegel mempunyai ide menciptakan seorang tokoh pahlawan anak-anak yang mempunyai kemampuan luar biasa.
Tenaganya lebih kuat dari besi, bisa terbang dan asalnya dari planet lain. Maka, bersama dengan temannya yakni Joe Shuster yang pandai melukis, diciptakanlah untuk pertama kalinya gambaran manusia baja tersebut. Tetapi gambaran komik manusia super itu tidaklah begitu menarik. Kecaman dan kritikan diterima.
Selama enam tahun berturut-turut komiknya pun ditolak sana-sini. Hingga akhirnya, puncak kehancuran mental Siegel dan Shuster terjadi saat mereka mendengar ada editor dari Detective Comics yang membutuhkan komik strips. Lantas mereka pun mencoba menjual kepada mereka.
Tapi, saat membuka-buka dan melihat gambaran komik mereka, para editor pun tertawa dan berkata, “Wah, nggak akan ada yang percaya dengan ide komik seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin laku dijual”. Maka, karena sudah terlalu frustrasi dengan penolakan dan kalimat yang menghancurkan itu, Shuster dan Siegel akhirnya sepakat menjual komik serta segala hak ciptanya kepada Detective Comics hanya senilai US$130.
Perhatikan baik-baik, hanya seharga US$130 ! Tapi, itulah kesalahan terbesar Siegel dan Shuster akibat terlalu mendengarkan killer statement yang diterimanya. Karena, beberapa saat setelah komiknya dibeli, karakter komiknya ternyata menjadi pujaan.
Anda pasti bisa menebak. Itulah tokoh Superman, manusia Krypton dengan kemampuan terbang, penglihatan super serta kekuatan fisik yang luar biasa.
Komik Superman menjadi begitu laris, hingga difilmkan, karakternya menjadi tokoh idola anak-anak. Sementara Shuster dan Siegel, penciptanya yang pertama, hanya bisa gigit jari. Tokoh Superman menjadi populer dan meraup keuntungan miliaran dolar AS. Tapi tokoh penciptanya hanya mendapat US$130, bahkan hidup dalam utang dan kemiskinan.
Untungnya, pada 1975 setelah mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari publik yang menganggap Detective Comics tidak berperikemanusiaan dengan membiarkan pencipta Superman hidup dalam miskin, akhirnya Detective Comics sepakat memberikan jaminan finansial. Tetapi, kalau kita melihat kembali, itulah harga dari sebuah killer statement yang telah menghancurkan karir dan kehidupan dua orang bocah bernama Shuster dan Siegel.
Pembaca, kisah ini kiranya membuat kita sadar akan bahaya dari killer statement dalam hubungan interpersonal kita. Memang, kadang killer statement ini diucapkan tidak dengan intensi yang negatif, tapi dampaknya, sungguh merusak! Namun, bisa juga killer statement ini diucapkan dengan maksud khusus untuk menjatuhkan mental orang yang mendengarnya.
Tip penting
Untuk itu, ada beberapa tip penting bagi kita. Pertama, hati-hati dengan killer statement yang mungkin kita ucapkan baik kepada anak kita, pasangan hidup kita, rekan kerja maupun bawahan kita. Killer statement ini menunjukkan bahwa kalimat yang diucapkan tanpa pertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan maupun karakter baik seseorang.
Karena itu, kalaupun Anda sedang stress, sedang tidak dalam kondisi mood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya, ataupun merasa tidak suka dengan apa yang Anda saksikan, usahakan untuk menghindari menggunakan kalimat yang bernada menghancurkan atau mencela.
Kedua, kita sendiri sebagai orang yang akan dan biasa menerima killer statement dari orang-orang di sekitar kita, lebih baik kita siapkan anti virus bagi kita sendiri. Anti virus ini berisi kalimat lain yang kita ucapkan pada diri kita sendiri, meskipun orang lain sudah mengatakan killer statement itu kepada kita.
Dalam workshop Kecerdasan Emosional yang kami lakukan, salah satu latihan yang kami berikan adalah dengan menggunakan kalimat penguatan positif yang cepat menetralkan meskipun orang lain telah mengatakan hal yang buruk kepada Anda.
Menariknya, juga di salah satu acara kontes menyanyi, ada seorang penyanyi kodang yang sudah tua, tapi diundang menjadi tamu untuk juri. Saat itu ada seorang penyanyi yang mendapat penilaian buruk dan akhirnya tersingkir. Saat sebelum mundur, si penyanyi tua ini memberikan nasihat, “Jangan pedulikan hasil penilaian ini buatmu. Yang penting adalah kuatkanlah dirimu terus. Sayapun tidak pernah menjuarai kontes menyanyi, toh dengan kegigihan, saya bisa menjadi seorang penyanyi. Teruslah berlatih dan buktikan dirimu bisa berhasil”. Wow, mata saya berkaca-kaca mendengar motivasi dari sang artis dan bintang penyanyi tua ini.
Sungguh suatu kata-kata penguatan yang luar biasa. Andapun harus mengatakan hal yang sama kepada diri Anda, saat Anda diberikan kata-kata negatif ataupun killer statement. Ingatlah pembaca, jangan sampai potensi dan kemampuan Anda dirusak oleh kata-kata dari kalimat orang yang tidak bertanggung jawab. Merekalah yang sebenarnya punya masalah dengan diri mereka. Jangan biarkan mereka merusak diri Anda. Jangan biarkan mereka mencuri mimpi Anda.
Sumber: Killer Statement oleh Anthony Dio Martin
diposting oleh : Syafrizal Helmi

KEPEMIMPINAN

Posted in enterpreneur on June 9, 2009 by shelmi

Kepemimpinan merupakan suatu proses dengan berbagai cara mempengaruhi orang atau sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan bersama. Pembahasan tentang kepemimpinan menyangkut tugas dan gaya kepemimpinan, cara mempengaruhi kelompok, yang mempengaruhi kepemimpinan seseorang.

Tugas Kepemimpinan
Tugas kepemimpinan, leadership function,meliputi dua bidang utama,pekerjaanyang harus diselesaikan dan kekompakan orang yang dipimpinannya. Tugas yang berhubungan dengan pekerjaan disebut task function. Tugsa yang berhubungan dengan pekerjaan perlu agar pekerjaan kelompok dapat diselesaikan dan kelompokm mencapai tujuannya. Tugas yang berhubungan dengan kekompakan kelompok dibutuhkan agar hubungan antar orang yang bekerjasama menyelesaikan kerja itu lancar dan enak jalannya.
Tugas kepemimpinan yang berhubungan dengan kerja kelompok antara lain ;
1. Memulai, initiating; usaha agar kelompok mulai kegiatan atau tugas tertentu.
2. Mengatur, regulating; tindakan untuk mengatur arah dan langkah kegiatan kelompok
3. memberitahu, informing; kegitan memberi informasi,data,fakta dan pendapat kepada para anggota dan meminta mereka dari mereka informasi,data atau pendapat.
4. mendukung, supporting; usaha untuk menerima gagasan,pendapat dari bawah dan menyempurnakannya dengan menambah atau mengurangi untuk penyelesaian tugas bersama.
5. menilai, evaluating; tindakan untuk menguji gagasan yang muncul atau cara kerja yang diambil dengan menunjukkan konsekuensi dan untung-ruginya.
6. menyimpulkan, summarizing; kegiatan untuk menyimpulkan gagasan untuk tindakan lebih lanjut.

Tugas kepemimpinan yang berhubungan dengan kekompakan kelompok antara lain :
1. mendorong, encouraging; bersikap hangat,bersahabat dan menerima orang lain
2. mengungkapkan perasaan, expressing feeling; tindakan menyatakan perasaan terhadap kerja dan kekompakan kelompok seperti rasa puas, senang,bangga,dan ikut sepenangungan seperasaan jika terjadi masalah didalam kelompok
3. mendamaikan, harmonizing; tindakan mendamaikan dan mempertemukan orang-orang yang berbeda pendapat
4. mengalah, compromizing; kemauan untuk mengubah dan menyesuaikan pendapat dengan perasaan orang lain
5. memperlancar, gatekeeping; kesediaan mempermudah keikutsertaan para anggota dalam kelompok, sehingga rela menyumbangkan pendapat.
6. memasang aturan permainan, setting standard; tindakan menyampaikan tata tertib yang membantu kehidupan kelompok

Gaya Kepemimpinan
Berdasarkan dua bidang tugas kepemimpinan, dulu orang hanya mengenal dua gaya kepemimpinan. Pertama gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas,dan yang berorientasi kepaada manusia. Dari dua bidang tersebut,akhir-akhir ini dikembangkan menjadi 4 gaya kepemimpinan dasar,yaitu:

kekompakan tinggi dan kerja rendah
gaya kepemimpinan ini berusaha menjaga hubungan baik,keakraban dan kekompakan kelompok,tetapi kurang memperhatikan unsure tercapainya unsure tujuan kelompok atau penyelesaian tugas bersama. Inilah gaya kepemimpinan dalam perkumpulan social rekreatif,yang sebagian besar ditujukan untuk hubungan antar anggota.
Namun gaya ini dapat cocok dan tepat untuk kelompok yang diwaktu lampau pernah berkembang baik dan efektih, tetapi menghadapi masalah atau situasi yang memacetkan atau melenyapkan semangat anggota. Gaya kepemimpinan ini baik untuk mempengaruhi semangat kelompok dan memotivasi mereka. Gaya kepemimpinan baik juga buat kelompok yang di waktu lampau kurang mempengaruhi pribadi para anggotanya dan terlalu sibuk dengan urusan menyelesaikan masalah atau situasi yang menekan, demi tercapainya tujuan bersama.

Kerja tinggi dan kekompakan rendah
Gaya kepemimpinan yang menekankan penyelesaian tugas dan pencapaian tujuan kelompok. Gaya kepemimpinan ini menampilkan gaya kepemimpinan yang directif. Gaya kepemimpin ini tepat digunakan dalam persaingan dagang yang ketat serta dalam militer.

Kerja tinggi dan kekompakan tinggi
Gaya kepemimpin yang mengutamakan kerja dan kekompakan tinggi baik digunakan dalam pembentukan kelompok. Pemimpin perlu menjadi model untuk kelompok dengan menunjukkan perilaku yang membuat kelompok efektif dan puas. Tujuan yang sebaiknya dicapai adalah membantu kelompok menjadi kelompok yang matang, yang mampu menjalankan kedua tugas kepemimpinan diatas. Gaya kepemimpin ini menjadi tidak cocok dipakai jika tugas dan kekompakan kelompok telah diselesaikan anggota kelompok dengan baik.

Kerja rendah dan kekompakan rendah
Gaya kepemimpinan yang kurang menekankan penyelesaian tugas dan kekompakan kelompok cocok buat kelompok yang telah jelas sasaran dan tujuannya. Gaya kepemimpinan ini merupakan gaya kepemimpinan yang menggairahkan untuk kelompok yang sudah jadi. Gaya kepemimpina ini tidak cocok digunakan kelompok ytang belum jadi. Gaya kepemimpinan ini lemah dan tidak akan menghasilkan apapun.

Cara mempengaruhi kelompok
Diatas sudah dijelaskan bahwa kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang atau kelompok yang dipimpin.
1. pemimpin menyuruh kelompok, manakala dia sendiri memikirkan perkara,memgambil putusan tentang perkara itu dan memberitaukan kepada orang yang dipimpinnya.
2. pemimpin menjual kepada kelompok orang-orang yang dipimpinanya, manakala dia memikirkan perkara, memgambil keputusan tentang perkara itu,lalu memberitahukan putusan itu terhadap orang-orang yang dipimpinanya sambil menjelaskan dan meyakinkan mereka untuk menerima keputusan itu dengan memberitahuka untung-ruginya
3. pemimpin minta nasihat, jika dia mnyampaikan masalah kepada orang yang dipimpinnya meneriam usul dan nasihat serta pemecahannya,lalu membuat putusan sendiri
4. pemimpin bergabung dengan orang yang dipimpin jika dia menyajikan masalah kepada orang-orang yang dipimpin serta bersama mencari pemecahan masalah tersebut,dan akhirnya mencapai pemecahan bersama.
5. pemimpin memberi kekuasaan kepada orang yang dipimpin, dia menyajikan masalah,memberi tahu batas pemecahannya dan menyerahkan kepada mereka cara pemecahannya

Factor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan
Dalam melaksanakan tugas kepemimpina mempebgaruhi orang atau kelompok menuju tujuan tertentu,kita pemimpin, dipengaruhi oleh beberapa factor. Factor-faktor itu berasal dari diri kita sendiri,pandangan kita terhadap manusia, keadaan kelompok dan situasi waktu kepemimpina kita laksanakan.
Orang yang memandang kepemimpinan sebagai status dan hak untuk memdapatkan fasilitas, uang, barang, jelas akan menunjukkan praktek kepemimpinan yang tidak sama dengan orang yang mengartikan kepemimpinan sebagai pelayanan kesejahtraan orang yang dipimpinnya. Factor-faktor yang berasal dari kita sendiri yang mempengaruhi kepemimpina kita adalah pengertian kita tentang kepemimpinan, nilai atau hal yang kita kejar dalam kepemimpinan, cara kita menduduki tingkat pemimpin dan pengalaman yang kita miliki dalam bidang kepemimpinan.
Kepemimpinan, Teori dan Pengembangannya, Charles J. Keating, Penerbit Kanisius
diposting oleh : Syafrizal Helmi

Kebosanan Kerja

Posted in enterpreneur on May 28, 2009 by shelmi

Kebosanan Kerja
Kebosanan kerja bisa terjadi bukan saja pada pekerja di tingkat bawah tetapi juga bisa terjadi pada pekerja tingkat atas. Oleh karena itu banyak perusahaan yang melakukan berbagai pencegahan dengan cara rotasi kerja, melibatkan pekerja dalam mengambil keputusan, memberikan kesempatan untuk melakukan cuti, dan lainnya.
Beberapa alasan mengapa bisa terjadi kebosanan kerja dapat dibagi dalam beberapa penyebab, yaitu:
a. Jika kerjaan menjadi rutinitas yang membosankan
Otak manusia membutuhkan stimulasi dan tantangan terus-menerus. Artinya dalam konteks kerja manusia cenderung membutuhkan tugas-tugas baru yang menantang atau menarik. Jika stimulasi atau tantangan baru tersebut tidak ada dan otak hanya mengulangi apa yang telah dikuasai maka tugas atau pekerjaan yang telah dikuasai tersebut menjadi tidak menarik sehingga timbul kebosanan. Selain itu pekerjaan yang dianggap terlalu mudah atau tidak sesuai dengan tingkatan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang juga cenderung membuat bosan.
b. Keharusan memilki kewenangan sendiri
Dalam bekerja hampir setiap individu mendambakan unuk dapat bekerja dengan otonomi yang luas, memiliki tanggungjawab dan terlibat dalam pembuatan keputusan yang menyangkut dirinya. Jika hal-hal seperti ini tidak didapat oleh pekerja selama melakukan aktivitas kerjanya maka kemungkinan untuk menjadi bosan akan sangat terbuka.
c. Makna kerja
Meski telah memiliki pekerjaan yang menantang, otonomi yang luas, seseorang akan tetap bisa menjadi bosan jika tidak merasa bahwa bekerja adalah sesuatu yang berharga bagi hidupnya. Untuk bisa bertahan dan menyenangi pekerjaan, seseorang harus bisa menjawab pertannyaan mengapa ia harus bekerja.
d. Tatkala kebosanan melekat di diri kita
Dalam kehidupan ini banyak sekali individu yang justru merasa bosan karena tidak lagi memiliki kesempatan untuk melakukan tugas-tugas tertentu karena sudah dikerjakan orang lain. Ada banyak manager yang akhirnya tidak bertahan di suatu perusahaan meski menyandang jabatan sangat tinggi karena ia merasa tidak dapat berbuat apa-apa. Jadi dalam hal ini datang ke kantor dan duduk-duduk saja sambil memberi perintah belum tentu akan membuat seseorang tidak mengalami kebosanan.
e. Keharusan menyingkirkan kebosanan.
Kebosanan kerja bukan saja memberikan dampak yang negatif bagi kinerja individu dalam perusahaan tetapi juga dapat menyebabkan berbagai dampak psikologis misalnya timbul rasa hampa dalam diri individu, meragukan kemampuan diri sendiri, dan sebagainya.
Beberapa cara berikut ini mugkin layak dipertimbangkan jika Anda merasa bosan dengan pekerjaaan Anda saat ini:

Menumbuhkan kebiasaan menulis
Menulis akan sangat berguna untuk mengalihkan perhatian Anda dari tugas-tugas sehari-hari. Selain itu dengan menulis Anda akan terus tertantang untuk membuat tulisan dengan mutu yang lebih baik, juga terpacu untuk mencari informasi dan bahan-bahan yang diperlukan sehingga wawasan Anda menjadi lebih luas.

Bilakah Anda menjadi pengajar?
Dengan mengajar maka Anda akan memiliki kesempatan untuk menikmati kondisi atau suasana yang berbeda antara dunia kerja dengan dunia akademik. Para pekerja senior maupun manager sebaiknya menyediakan waktu untuk mendidik para profesional yunior yang ada dalam perusahaannya.

Namun demikian jika di perusahaan Anda kebetulan belum berlaku tersebut maka ajukan diri untuk mulai melakukannya.

Usaha sendiri, salah satu cara membunuh bosan
Memulai usaha sendiri merupakan suatu langkah besar yang dapat dilakukan oleh para pekerja yang menyukai tantangan. Dengan memulai usaha sendiri maka tantangan akan semakin besar dan akan menuntut individu tersebut untuk menguasai berbagai bidang yang berguna untuk kelangsungan usahanya.
Tatkala “ketrampilan menasehati” menjadi usaha sendiri
Menjadi “independent consultant” bagi perusahaan-perusahaan kecil yang tidak mampu membayar jasa perusahaan-perusahaan konsultant besar merupakan suatu tantangan yang menarik bagi Anda yang sangat menguasai bidang pekerjaan Anda. Tentu saja hal ini harus dilakukan tanpa melanggar aturan yang berlaku di perusahaan tempat Anda bekerja.
Bergabung kedalam kelompok profesi
Dengan ikut terlibat dalam asosiasi dan kegiatan maka Anda memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan rekan seprofesi sehingga dapat lebih memperkaya wawasan dan dapat memunculkan ide-ide atau harapan-harapan baru.
Membangun jaringan
Dewasa ini terdapat aneka ragam perusahaan yang menawarkan peluang kerja yang memungkinkan individu untuk bekerja sama tanpa mengganggu pekerjaan yang sudah ada atau yang sedang ditekuni saat ini. Anda bisa mempelajari masa depan dari masing-masing perusahaan tersebut dan menentukan mana yang lebih sesuai untuk diri Anda.
Mengasah ketrampilan diri dengan mengikuti kursus
Sesekali ikutlah dalam salah satu kursus atau pelatihan untuk mengupdate kemampuan Anda mendapatkan suasana baru yang berbeda dengan suasana kerja sehari-hari.
Tatkala mengubah karir menjadi penting
Jika ternyata Anda terus-menerus mengalami kebosanan kerja di bidang yang sama maka ada baiknya Anda mengevaluasi diri. Cobalah pikirkan kelebihan dan kekurangan Anda dalam bidang tersebut. Jika perlu jangan takut untuk mengubah karir. Oleh karena itu sebelum merubah karir maka pastikan Anda membekali diri dengan pengetahuan dan keahlian yang sesuai.

Masih banyak cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk mengatasi kebosanan kerja. Gejala-gejala kebosanan bukan untuk dihindari tetapi harus diselesaikan dengan segera.

kisah :
Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu :”Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak tua?”

Pak Tua :
“Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”

Tamu :”Kenapa kita merasa bosan?”

Pak Tua :”Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”

Tamu :”Bagaimana menghilangkan kebosanan?”

Pak Tua : “Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”

Tamu :”Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”

Pak Tua:”Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”

Tamu :”Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua.”

Pak Tua :”Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.”

Tamu: “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?”

Pak Tua :
“Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.”

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu :”Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”

Pak Tua :”Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.”

Tamu :”Contohnya? “

Pak Tua :”Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.”

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu :

“Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain
sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi.
Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?”

Sambil tersenyum Pak Tua berkata:

“Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria.”

diposting oleh : Syafrizal Helmi

Loyo dan Malas

Posted in enterpreneur on May 28, 2009 by shelmi

Loyo atau malas merupakan salah satu penyebab negara Indonesia tertinggal dengan negara lain khususnya hubungannya dengan Sumber Daya Manusia (SDM).
Malas bisa berarti banyak hal, malas belajar ataupun malas dalam lingkup yang universal yaitu malas dalam mengerjakan sesuatu. Tapi, dendan cara teratur diikuti dengan kekonsistenan kita mengerjakan metode atau cara mengatasi rasa malas, bisa di atasi dan bukan tak mungkin bisa berubah menjadi rajin.
Ada beberapa cara untuk mengatasi rasa malas, diantaranya ialah :
1. Menimba ilmu lewat bacaan
Jenis bacaanya bisa bermacam-macam, buku, komik, novel, ataupun majalah yang penting adalah benar terlebih dahulu, benar dalam rangka untuk membentuk kebiasaan dan sifat tidak malas karena nanti itu akan menjadi kepribadian dan karakter kita. Dampak dari membaca adalah kita akan berpikir lebih “jauh” dan akan merasa rugi jika membuat waktu kita tidak efektif dan terbuang dengan sia-sia karena telah terbiasa untuk mengefektifkan waktu dengan cara yang benar.
Setelah memaca yang benar, kemudian bertambah tingkatan menjadi baik sehingga menjadi ”membaca yang benar dan baik”. Artinya membaca buku yang bermanfaat dan baik seperti buku tentang pengembangan diri, ilmu pengetahuan maupun agama. Dan setelah membaca kita mempunyai semangat, bacalah buku-buku tentang orang-orang yang sukses atau terkenal, biasanya setelah itu timbul semangat untuk maju.
2. Mengubah cara berpikir dari “malas” ke “tangkas”
Otak secara otomatis akan menerima perintah dan masukan dari kita. Kalau kita berpikiran malas, pasti rasanya malas terus, otak kita akan mencari alasan supaya kita malas terus. Kemudian jika kita melakukan sesuatu harus sesuai mood dan kalau tidak mood maka yang ada hanya malas, yakinlah maka tidak akan sempurna, seharusnya mood atau tidak, kerjakan saja. Masalah penampakan mood itu hanya sebuah alasan sebagai persembunyian akan rasa malas tersebut. Jadi intinya kerjakan saja dan selalu berpikiran positif.
3. Pancangkan arah dalam hidup
Hidup haruslah memiliki tujuan, sebab dengan tujuan itu kita punya impian dan akan mengerahkan upaya untuk mencapai tujuan tersebut sehingga rasa malas akan tersingkirkan. Terus kalau kita malas terus bisa ditebak bagaimana jadinya masa depan kita. Semakin banyak yang kita perbuat semakin nyatalah jati diri kita. Kemudian untuk mengatasi malas, kita juga harus selalu instrospeksi diri sendiri supaya kita terus memperbaharui diri dan memperbaiki kesalahan yang kita perbuat. Dan jangan lupa juga untuk selalu berpikiran ke depan.
4. Merapat dengan Tuhan.
Meskipun dengan semangat yang menggebu, banyak membaca, dan terus mencari cara untuk menghilangkan malas, tetap saja kalau tanpa seizin-Nya, semua itu tidak akan pernah berhasil. Supaya kita tidak jadi orang yang sombong, banyak-banyaklah berdoa karena doa merupakan suatu pengharapan yang akan membuat kita selalu termotivasi khususnya secara psikologis. Sebagai wujud tanggung jawab kita dari doa kita adalah bersungguh-sungguh berusaha mewujudkan doa tersebut.

Mungkin masih banyak cara-cara yang lain, tapi semoga cara-cara diatas bisa menghilangkan atau minimal mengurangi rasa malas kita. Tapi semuanya kembali kepada diri kita sendiri karena rasa malas akan terus menghantui kalau kita sendiri tidak pernah ada keinginan kuat untuk menghilangkannya.
di posting oleh : Syafrizal Helmi

Kecerdasan Emosional

Posted in enterpreneur on May 21, 2009 by shelmi

Manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna. Seorang yang sempurna tidak harus superior dalam segala hal. Allah SWT menciptakan manusia dengan segala kelebihan dan berbagai kecerdasan (multiple intelligent). Dahulu kita hanya membagi kecerdasan anak dalam dua bagian. Bagi anak-anak yang jago ilmu matematika (menghitung) kita menyebutnya pintar dan bagi yang tidak jago, kurang pintar. Ternyata anggapan ini salah besar. Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Inteligent mengungkapkan bahwa ternyata IQ hanya menyumbang 20% kesuksesan, sisanya 80% adalah Emotional Quotient  (EQ).

Hasil penelitian Goleman ini merubah berbagai paradigma dan tolok ukur bahwa kesuksean tidak hanya berdasarkan tingkat kepandaian, pelatihan atau pengalaman melainkan seberapa baik kita mengelola diri sendiri dan berhubungan dengan orang lain (kecerdasan emosi).

Selama ini banyak orang menganggap bahwa jika seseorang memiliki tingkat kecerdasan intelektual (IQ) yang tinggi, maka orang tersebut memiliki peluang untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di banding orang lain. Pada kenyataannya, ada banyak kasus di mana seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan intelektual yang tinggi tersisih dari orang lain yang tingkat kecerdasan intelektualnya lebih rendah. Ternyata IQ (Intelligence Quotient) yang tinggi tidak menjamin seseorang akan meraih kesuksesan.

Kecerdasan emosi bukan berarti hanya bersikap ramah, pada saat-saat tertentu dibutuhkan sikap tegas yang barangkali memang tidak menyenangkan, tapi demi menggungkapkan kebenaran yang selama ini di hindari. Kecerdasan emosi juga bukan berarti memberikan kebebasan kepada perasaan untuk berkuasa sehingga menafikan akal, melainkan mengelola perasaan sedemikian sehingga terekspresikan secara tepat dan efektif yang memungkinkan orang bekerja sama dengan lancar menuju sasaran

Daniel Goleman, seorang profesor dari Universitas Harvard menjelaskan bahwa ada ukuran/patokan lain yang menentukan tingkat kesuksesan seseorang. Dalam bukunya yang terkenal, Emotional Intelligence, membuktikan bahwa tingkat emosional manusia lebih mampu memperlihatkan kesuksesan seseorang.

Intelligence Quotient (IQ) tidak dapat berkembang. Jika seseorang terlahir dengan kondisi IQ sedang, maka IQ-nya tidak pernah bisa bertambah maupun berkurang. Artinya, jika seseorang terlahir dengan kecerdasan intelektual (IQ) yang cukup, percuma saja dia mencoba dengan segala cara untuk mendapatkan IQ yang superior (jenius), begitu pula sebaliknya. Tetapi, Emotional Quotient(EQ) dapat dikembangkan seumur hidup dengan belajar.

Kecerdasan Emosional (EQ) tumbuh seiring pertumbuhan seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia. Pertumbuhan EQ dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan contoh-contoh yang didapat seseorang sejak lahir dari orang tuanya. Kecerdasan Emosi menyangkut banyak aspek penting, yang agaknya semakin sulit didapatkan pada manusia modern, yaitu:

  • empati (memahami orang lain secara mendalam)
  • mengungkapkan dan memahami perasaan
  • mengendalikan amarah
  • kemandirian
  • kemampuan menyesuaikan diri
  • disukai
  • kemampuan memecahkan masalah antar pribadi ketekunan
  • kesetiakawanan
  • keramahan
  • sikap hormat

Orang tua adalah seseorang yang pertama kali harus mengajarkan kecerdasan emosi kepada anaknya dengan memberikan teladan dan contoh yang baik. Agar anak memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, orang tua harus mengajar anaknya untuk :

  • membina hubungan persahabatan yang hangat dan harmonis
  • bekerja dalam kelompok secara harmonis
  • berbicara dan mendengarkan secara efektif
  • mencapai prestasi yang lebih tinggi sesuai aturan yang ada (sportif)
  • mengatasi masalah dengan teman yang nakal
  • berempati pada sesama
  • memecahkan masalah
  • mengatasi konflik
  • membangkitkan rasa humor
  • memotivasi diri bila menghadapi saat-saat yang sulit
  • menghadapi situasi yang sulit dengan percaya diri
  • menjalin keakraban

Jika seseorang memiliki IQ yang tinggi, ditambah dengan EQ yang tinggi pula, orang tersebut akan lebih mampu menguasai keadaan, dan merebut setiap peluang yang ada tanpa membuat masalah yang baru.


SEBELAS PRINSIP BERWIRAUSAHA

Posted in enterpreneur on April 2, 2009 by shelmi

1. MEMILIKI TUJUAN YANG JELAS

Sebelum kita memulai sebuah usaha ,kita harus menetapkan apa yang harus menjadi tujuan usaha yang akan kita akan kerjakan tersebut, agar kita dapat meminimalisasi resiko dan menggunakan sumber daya yang lebih efektif. Untuk menemukan tujuan bisnis , akan lebih mudah ketika kita lebih dahulu menemukan tujuan hidup kita, dan peran kehadiran kita di dunia. Mulailah mengenali keberadaan diri kita, baik itu kelemahan, maupun kelebihan kita.Dan upayakan agar kita terfokus pada kelebihan-kelebihan yang kita miliki dan bukan pada kelemahan kita. Pahamilah bahwa dalam diri kita terdapat sebuah potensi luar biasa yang dapat kita berdayakan untuk dijadikan sebuah usaha ,biasanya itu berupa hobby dan hal-hal yang nampaknnya mudah untuk kita lakukan ,tapi sulit untuk dilakukan orang lain. Ketika kita telah menemukan tujuan hidup kita ,maka saat itu kita akan lebih mudah menentukan tujuan dari bisnus kita.Dan ,usahakan agar penetapan tujuan tersebut kita tetapkan dengan spesifik dan tidak terlalu meluas. Tidak ada hal yang membahagikan dari hidup kita kecuali mengenal hidup kita dan menyadari bahwa saat ini kita sedang bertumbuh mencapai penggenapan tujuan tersebut.

2. TIDAK TERGANTUNG PADA MODAL YANG BESAR

Untuk memulai sebuah usaha ,ada empat bentuk modal yang harus di miliki yaitu;motivasi diri,keterampilan,relasi,dan dana. Namun banyak orang yang ketika berbicara tentang modal sebuah usaha ,pandangannya selalu terfokus pada permodalan dalam bentuk dana.Padahal itu masih salah satu daru empat bentuk modal yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha . Sehingga ,ketika dia takut memiliki modal dana yang banyak , seakan- akan niatnya untuk berwirausaha tidak patut diteruskan. Ada orang yang banyak uang tapi sedikit motivasi, relasi dan skill, sehingga dia tidak mampu memulai dan mengembangkan sebuah usaha. Tetapi, mereka yang kaya motivasi diri , relasi dan skill dan sedikit modal uang dapatr lebih berhasil dalam memulai dan Membangun kepercayaan dan hubungan baik dengan orang itu akan jauh menunjang keberhasilan kita untuk menjadi seoran wirausahawan yang sukses. Asalkan kita terus mengasah diri dengan terus belajar dari pengalaman orang lain dean diri sendiri .Ditambah dengan sikap jujur dan mengembangkan sebuah usaha tanggung jawab, amaka keperecayaan itu akan datang dengan sendiri

3. TERLAMBAT BUKAN BERARTI TERBELAKANG

Keberhasilan sebuah usaha itu tidaklah terletak pada siapa yang lebih dahulu memulai. Karena belum tentu pencetus ide mampu menyajikan sesua yang sempurna sekaligus .Dan banyak usaha yang mampu memberikan sesuatu yang lebih baik daripada pendahulunya atau pencetus idenya .Jika sang pencetus ide tidak mampu menciptakan inovasi-inovasi baru yang melebihi para pandatang barunya, maka suda dapat di pastikan mereka lebih akan ketinggalan oleh para pendatang-pendatangbarunya. Jangan berkecil hati jika kta ingin melihat ada yang sudah mendahului kita dalam menjalankan bidang usaha yang hendak kita kerjakan.Karena belum tentu mereka bisa sebaik kita. lihat apa kekurangan dari pendahulu kita ,dan usahakan kita dapat memberikan apa yang tidak dapat mereka lakuka,Sehigga pasar kita dapat diperhitungkan kita, sekalipun kita tergolong pendatang baru. Buat daftar perbandingan dari setiap pesain kita ,dan mulai tentukan posisi kita di pasa yang hendak kita raih. Menjadi terdahulu itu masalah waktu ,tetapi menjadi terdepan itu masalah proses dan progress

4. PEKA TERHADAP CELA PASAR

Saat kita berbicara tentang peluang(cela pasar),mungkin kebanyakan orang berpikir tentang suatu hal yang terlalu jauh dan rumit ,padahal seringkali peluang itu terdapat dari hal-hal yang sederhana yang ada di sekitar kita.Hanya saja karena kita terlalu perpikir jauh, maka peluang yang sebenarnya ada disekitar kitatidak dapat kita lihat.Peluang merupakan sesuatu yang dekat dengan kita, namun untuk menemukannya diperlukan sebuah kejelian dari kita sendiri. Apabila kita memiliki sikap yang positif dan mampu berpikir jernih terhadap suatu kaeadaan atau masalah, maka kemungkinan besar kita akan mampu melihat peluang besar. Cobalah mulai perhatikan keadaan di sekeliling kita kemudian ambil waktu untuk merenungkan tentang sebuah keadaan dan kondisi yang umumnya atau sering kali di alami orang-orang disekitar kita.biasanya dusitulah kita akan menemukan sesuatu yang memiliki potensi untuk di jadikan sebuah lahan usaha.

5. MENGUKUR SAAT YANG TEPAT

Menjadi seorang pengusaha tidak hanya dituntut untuk bisa menawarkan barang tepat,tetapi juga dituntut untuk bertindak di waktu yang tepat. Sesuatu yang tepat jika dilakuakan disaat yang tepat, maka tidak akan memberikan sebuah hasil yang maksimal. Mempelajari situasi dan kecendrungan –kecendrungan yang terjadi merupakan suatu hal yang perlu dilakukan untuk dapat mengetahui waktu yang tepat untuk bertimdak .Namun akan lebih mudah lagi jika kita langsung berkonsultasi dengan seorang yang lebih senior aatu mentor yang sudah lebih berpengalaman di bidang usaha yang hendak kita lakukan . Belajar untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya menyangkut bidang uasha yang hendak kita lakukan , akan banyak menolong kita dalammemutuskan kapan waktu yang tapat untuk bergarak . Semantara waktu itu belum kita temukan maka hal yang kita llakukan adalah dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya ,sehingga saat ini waktunya tiba sudah dapat langsung melangakah dan bahkan berlari kencang. Kesuksesan harus di bayar dengan harga yang mahal,dan harganya itu adalah ketekunan. Belajar dan pantang menyerah.Jika kita ingin menjadi wirauasaha yang sukses bayarlah harganya.

6. MENGUASAI BIDANG USAHA YANG HENDAK DIKERJAKAN

Melangkah untuk menjadi seorang wirausahawan merupakan hal yang mengandung resiko. Namun bukan berarti kita harus menanggung resiko yang sebenarnya masih dapat kita hindari sebelumnya. Tidak jarang para pelaku usaha yang mengalami kegagalan saat menjalankan usaha yang baru dirintisnya karenakan mereka tidak siap mengalami resiko atau perintisan. Sehingga dangan berat hati akhirnya mereka terpaksa harus mengakhiri usahanya yang sebenarnya masih baru disirami. Sebernarnya, jika kita mempersiapkan dahulu langkah-langkah kita sebelum memulai usaha dangan mempelajari seluk-beluk usaha kita ,maka kita tidak perlu mengalami resiko yang tidak perlu. Karna dengan kita mempalajari bahkan menguasai terlebih dahulu bidang uasanya, maka kita dapat melakukan antisipasi atau mendeteksi resiko yang kemungkinan akan terjadi, kita memiliki kemampuan untruk mengatasinya. Lain hal dengan resiko yang sifatnya diluar kemempuan manusia , itu hanya akan kekuasaan tuhan lah yang berparan. Jadi sebelum kita memulai usaha.Ambilah beberapa waktu untuk belajar dan memahami cara kerja usaha kita.

7. BERANI MELANGKAH

Apa keberanian un tuk mengambil langkah awal, maka kita tidak akan pernah menjadi seorang penggusaha.Kita boleh bermimpi menjadi seorang wirausawan yang sukses, tetapi apabila kita tidak pernah berani mngambil langkah awal, maka semua itu hanya akan tinggal sebuah angan-angan. Memang setiap langkah yanh handak kita ambil itu memiliki resiko, namun janganlah kita terlalu memusatkan perhatian dan pikiran kita pada resiko tersebut, karena kehidupan adalah sebuah perjalan yang berisiko, dimana kita tidak pernah terhindar dari resiko.Yang terpenting adalah bagaimana kita memiliki kesiapan untuk menghadapi resiko dan mulai mengambil langkah untuk mengahadapi resiko tersebut. Mulailah memupuk keberanian unttuk mengambil langkah,jangan takut resiki,terkadang hal yang tersulit yang kita hadapi hanya akan ditemui jlan keluarnta setelah kita menghadapi masalah tersebut.Jadi jangan takut melangkah apabila segala sesutu telah dipersiapkan.

8. BERPIKIR KREATIF

Dalam dunia usaha kemampuan dalam berpikir kreatif adalah sesuatu yang mutlak yang diperlukan. Karena pemikiran yang kreatif tersebut akan memberikan pengaruh dalam memula usaha, mempertahankan dan mengembangkan usaha. Kemampuan berpikir kreatif, selalu diawali oleh penerimaan terhadap duri sendiri terlebih dahulu. Dengan nilai melihat kelebihan-kelebihan yang kita miliki ,Itu akan berpengaruh pada pola pemikiran yang kreatif.

9. BERANI BERBALIK ARAH

Prinsip berani berbalik arah ini,sangatlah di perlukan jika kita sudah mengalami kebuntuan dalam menjalankan usaha yang kita kerjakan. Jika usaha itu memang sudah memberikan prospek lagi dan sulit untuk dipertahanmkan , maka jangan takut untuk memulai sesuatu yang baru.

10. MEMPERTAJAM INSTUSI

Gerak instusi sering kali memberikan rasa khawatir tersendiri pada kita.Karena jalannya tidak tergambarkan secara rasional.Tetapi justru itula yang membedakan antara orang yang sukses dan yang tidak. Ketajama sebuah instusi bisa dilatih,dengan cara banyak mencoba dan mengalami trial dan eror terlebih dahul, dan bisa muncul melalui media yang namanya tantangan dan kesulitan

11. TEKUN DAN SABAR Untuk memperolehkuatan proses ketekunan dan kesabaran,diperlukan terlebih dahulu agar memperkut visi dan misi kita di bidang usaha tersebut.Karena tanpa mimpi dan visi yang kuat sering kali orang gugur ditengah jalan dalam menjalankan usahanya.

Source : Starting Your Business In Crisis, Sandy Triasa

7 langkah Memulai Bisnis dari NOL

Posted in enterpreneur on August 19, 2008 by shelmi

1. Memahami Usaha Kecil

Tak sedikit orang, bisa jadi Anda diantaranya, yang selalu berpikir bahwa memulai usaha yang harus disiapkan adalah dana sekian puluh juta. Sepuluh juta untuk sewa kantor, sekian juta untuk beli meja kursi, sekian juta untuk komputer dan alat kantor, serta sekian juta untuk gaji karayawan. Apabila demikian yang harus Anda siapkan, niscaya Puspo Wardoyo tidak akan memiliki rumah makan ayam bakar Wong Solo yang kini tersebar jaringannya di berbagai kota sederhana. Mungkin pula Bob Sadino tak akan memiliki Kemchick, ia pun memulainya dengan menjalankan telur dari rumah ke rumah. Sebagian pengusaha sukses yang saat ini sering muncul di media adalah mereka yang memulainya dari langkah yang sederhana dan nyaris tanpa modal berbentuk uang tunai.

Keberhasilan memulai usaha bukanlah keberhasilan yang sesungguhnya. Bahkan, meskipun pada tahun-tahun pertama usaha Anda berkembang secara cemerlang, mungkin tak akan serta merta usaha Anda sudah sukses 100%. Banyak Perusahaan yang berkembang sangat cepat dan sistemnya belum siap menopang hingga kemudian terjadi konflik perebutan “harta” dan akhirnya ditutup karena perselisihan.

2. Memulai Dari Cita-cita Bukan Modal

Sering kali orang tidak percaya bahwa usaha atau bisnis bisa dimulai tanpa harus mengeluarkan modal dalam bentuk uang tunai. Sangat banyak bukti bahwa seorang yang tidak punya bisa memulai usaha. Kewirausahaan ditandai dengan kemampuan seseorang untuk terus melangkah dengan modal seadanya. Wirausahawan bisa menggali modal dari pihak lain secara langsung maupun tidak langsung. Jiwa kewirausahaan adalah jiwa yang mampu menciptakan nilai tambah dari keterbatasan. Hakekatnya modal tidak harus dalam bentuk uang otak Anda yang kreatif adalah modal utama untuk memulai usaha.

Modal pertama yang perlu Anda miliki adalah cita-cita. Cita-cita sangat penting dalam hal apa pun, termasuk dalam bisnis. Sebab, cita-cita akan mengarahkan kelak ke mana bisnis kita dan cita-cita akan mengarahkan akan menjadi apa kelak bisnis kita. Cita-cita ibarat garis lurus yang akan menjadi panduan. Jika memiliki cita-cita akan memudahkan langkah usaha menuju arah finish atau target.

Agar cita-cita tercapai dibutuhkan mentalitas entrepreneur atau wirausaha harus dimiliki. Mentalitas akan membuat lebih cerdas dalam mengelola karyawan. Jika Anda seorang karyawan, mentalitas entrepreneur akan membuat Anda pandai mengelola gaji menjadi penghasilan masa depan.

Jangan harap Anda bisa sukses menjalankan usaha tanpa bergaul dengan pengusaha yang lebih sukses. “ Demikian pesan seorang pengusaha sukses. Bergaullah dengan entrepreneur sukses. Mereka akan dapat menjadi tempat bertanya bagi masalah-masalah yang dihadapi. Anda bukan hanya mendapatkan keuntungan pengetahuan praktis mengenai bisnis, tetapi juga peluang mendapatkan modal sangat besar. Seandainya modal tidak dapat Anda peroleh pun, Anda berpeluang besar untuk bekerja sama dengan pengusaha sukses pada saat mengawali usaha atau mau mengembangkan usaha. Modal ada dimana-mana. Sebagian besar ada di komunikasi Anda. Untuk itu, bergaullah dengan komunitas wirausaha.

3. Memilih Bentuk dan Lokasi Usaha

Banyak orang mengira, untuk memulai usaha, pertimbangan utama adalah produk yang paling menguntungkan dan risikonya kecil. Ketahuilah bahwa ada banyak fakta yang akan membuat Anda layak merenung ulang. Simak berikut ini.

1. Pada umumnya semua jenis barang memiliki peluang mencetak keuntungan dan keinginan. Misalnya, Anda mengira bahwa warung makan padang lebih untung dari warung tegal. Persoalannya, jika warung makan padang Anda tidak laku, bisakah Anda untung? Sejak pertengahan 1990-an banyak orang berbondong-bondong membuka bisnis IT (information Technology). “ini adalah bisnis masa depan”, kata mereka. Mengapa selanjutnya bisnis tersebut rontok? Salah satu soalnya adalah pembelinya belum banyak. Sebaliknya banyak orang menjalankan bisnis yang tampaknya sepele, ternyata memberi keuntungan yang memadai, misalnya barang bekas, sampah, dan limbah pabrik. Jadi, permasalahannya bukan pada jenis produk, tetapi pasarnya.

2. Sebagian besar usaha mengalami kebangkrutan bukan disebabkan oleh persaingan, melainkan oleh kekurangmampuan mengelola SDM. Banyak perusahaan bisa tumbuh cepat, kemudian bangkrut.

3. Ada orang yang mengira jika bisnis dimulai dengan hobi akan melaju pesat. Faktanya tidak selalu begitu. Hobi memang membantu Anda untuk mengetahui seluk-beluk kegiatan yang terkait dengan hobi tersebut. Namun, ketika hobi menjadi bisnis, Anda perlu mencermati pola jual-beli yang layak agar bisa menguntungkan usaha Anda.

4. Menjual barang yang murah belum tentu laku. Ini adalah soal nilai yang akan diterima pembeli. Banyak barang yang sangat mahal lebih laku dari pesainganya yang menjual lebih murah.

5. Banyak orang ingin memulai usaha yang belum dilakukan orang lain. Padahal dengan membuka usaha baru yang belum dilakukan orang lain, berarti Anda harus melakukan investasi uang dan waktu yang lebih besar untuk meyakinkan konsumen bahwa produk yang Anda jual bermanfaat bagi konsumen.

Dengan melihat fakta tersebut, Anda kini mendapat gambaran bahwa apabila

sewaktu-waktu mendapat tawaran bisnis yang untungnya sangat tinggi. Jadi, bagaimana cara Anda memilih bisnis yang baru detekuni? Beberapa langkah yang layak Anda ambil sebagai berikut:

1. Carilah sesuatu yang menyenangkan Anda. Makanan, pendidikan, perbankan, dll. Tidak usah Anda pikirkan kegiatan itu menguntungkan atau tidak, yang penting Anda memilih sesuatu yang menyenangkan.

2. Pasarnya bagaimana? Jika telah mengumpulkan kegiatan yang menyenangkan, Anda bisa memulai memilih dan kegiatan menyenangkan yang pasarnya benar-benar bagus.

3. Jika Anda sudah memilih dengan hati yang bulat, selanjutnya carilah informasi tentang pesaing Anda. Dengan mengetahui kualitas dan kuantitas pesaing maka Anda bisa mengukur kemampuan Anda mengembangkan usaha.

Memilih Lokasi Usaha

Dalam teori marketing mix (bauran pemasaran), ada 4 hal utama pemasaran, yakni product, price, place, dan promotion, disingkat 4P. Anda harus memiliki kemampuan meramu 4 hal tersebut agar bisa sukses. Jika Anda sudah dapat menentukan produk yang akan dijual maka Anda harus bisa menentukan 3 hal lainnya, yakni harga, lokasi, dan promosi. Produk bermutu tanpa disertai promosi dan harga yang pas akan menyulitkan perkembangan usaha Anda. Place berarti lokasi kantor dan distribusi yang membuat konsumen mudah membelinya. Semakin sulit lokasi dijangkau oleh konsumen maka dibutuhkan promosi yang banyak.

4. Memasarkan Produk Dengan Praktis

Nyawa dari suatu usaha adalah pemasaran. Sebagus apa pun produk yang akan Anda pasarkan, jika produk itu tidak laku, tidak ada artinya bagi perusahaan Anda. Para pengusaha sukses pasti tahu calon pelangganya atau dalam bahasa marketing adalah target market. Bukan hanya target umum, melainkan dirinci, misalnya kalangan muda umur 20-25 tahun, pendidikan sarjana, penghasilan lebih dari Rp 2 juta perbulan, dll. Dengan mengenali calon pelanggan maka Anda akan lebih mudah melakukan teknik promosi agar mereka tertarik membeli produk yang dijual.

“The greatest money making secret in the history is giving”, demikian kata salah seorang guru bisnis dunia. Untuk mendapatkan uang, cara paling mudah adalah memberi. Memberilah sesuatu ke orang lain maka Anda akan mendapatkan sesuatu. Sebagai contoh, Anda ingin membuka warung soto. Mulailah promosi dengan memberi contoh makanan ke target pembeli. Jika itu terlalu berat, buatlah promosi “beli soto gratis teh manis”, atau jus buah atau apa yang Anda bisa berikan. Dengan memberikan sesuatu kepada calon pembeli, Anda akan mendapatkan pembeli.

Setelah Anda berhasil menggaet pembeli, jadilah pembeli itu menjadi pelanggan, jangan kecewakan mereka yang sudah pernah mencicipi dagangan Anda. Ingatlah, semakin banyak pembeli, semakin banyak orang komplain. Justru jika Anda tidak medapatkan komplain dari pembeli, dikhawatirkan pembeli yang kecewa langsung pindah ke perusahaan pesaing Anda. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat pembeli menjadi pelanggan seperti berikut:

1. Paket keanggotaan dengan diskon khusus

Cara ini diketahui akan membuat pembeli Anda yang sudah tertarik akan merasa lebih diperhatikan.

2. Minta masukan dan saran tentang pelayanan Anda ke pembeli yang sudah beberapa kali datang.

3. Buat promosi bonus misalnya “beli 10 gratis 1”.

4. Membuat garansi

Pelayanan berbentuk garansi sangat lazim pada usaha-usaha berbasis tekhnologi, seperti TV, radio, telepon seluler, kulkas, dan AC Jasa reperasi juga akan memuasakan konsumen Namun, sebenarnya hampir semua usaha bisa memberikan garansi. Misalnya, pelayanan di rumah makan memberikan garansi jika dilayani lebih dari setengah jam, pembeli tidak usah bayar.

5. Merekrut dan Mengelola Karyawan

Aset terpenting dalam perusahaan ada 3, yaitu pertama SDM, kedua adalah SDM, dan ketiga adalah SDM atau karyawan dalam usaha. Sebelum merekrut karyawan, terlebih dulu Anda perlu menentukan kriteria karyawan yang akan direkrut.Jika kriteria sudah disusun maka selanjutnya Anda perlu mencari calon karyawan sebanyak-banyaknya.

Prinsip utama menjadi pelaku bisnis adalah supaya bisa membuat perusahaan Anda berjalan tanpa kehadiran Anda. Hakekat business owner adalah memiliki bisnis, bukan membuka pekerjaan untuk diri sendiri. Pelaku usaha adalah orang-orang bebas, bukan pekerja yang diatur jam kerjanya oleh perusahaan. Anda yang mengatur jam kerja karyawan dan jam kerja Anda sendiri. Jadi keahlian mengelola waktu sangat dibutuhkan. Jangan bangga melayani pelanggan terus menerus, sebab hal itu akan membuat Anda sibuk dengan urusan keseharian. Serahkan pekerjaan itu ke karyawan secara bertahap sehingga Anda memilki waktu lebih berkualitas.

Prinsip kepemimpinan adalah memberi pengaruh ke orang lain. Anda bisa memberi pengaruh yang baik ke karyawan apabila Anda memulai dengan memberi pengaruh kepada diri sendiri untuk maju. Jadi pimpinlah diri sendiri terlebih dahulu untuk berubah ke arah yang baik, baru Anda bisa memimpin orang lain. Pemimpin yang baik akan dimulai dengan memberi teladan, memberi pandangan masa depan, dan selanjutnya ia laksana konsultan.

Seorang pemimpin usaha, bukan hanya pandai memotivasi karyawan, tetapi juga sangat pandai membuat sistem yang membuat karyawan mengetahui dari bekerja keras.

6. Melakukan Promosi yang Praktis

Seorang pelaku usaha yang sukses selalu mengupayakan bahwa setiap uang yang keluar akan bisa kembali lagi dalam jumlah yang banyak. Kegiatan promosi adalah termasuk kategori mengeluarkan uang yang bisa kembali dalam jumlah lebih banyak.

Hakekat promosi adalah mengkomunikasikan nilai tambah kepada orang yang tepat, dalam jumlah banyak, dengan cara yang tepat. penting sekali bahwa Anda tidak salah memilih calon konsumen. Calon konsumen Anda memilki variasi, baik dari segi penghasilan, gaya hidup, umur, jenis kelamin, tempat tinggal, dan lain-lain.

7. Mengelola Keuangan Sistem Keuangan

Jika pada tahap awal, aliran uang melalui tangan Anda sendiri dengan catatan seadanya maka tahap selanjutnya Anda harus memilki catatan keuangan yang memadai sebagaimana layaknya perusahaan. Untuk itu dibutuhkan arus kas. Arus kas sangat penting untuk mempertahankan bisnis agar berjalan normal. Dalam suatu usaha, harus membiayai pengeluaran rutin seperti gaji, listrik, telepon, sewa kantor, dan transportasi.

Perkiraan arus kas adalah rencana yang menunjukkan berapa kira-kira uang yang masuk (penerimaan kas) dan berapa yang keluar (pembayaran kas) dari bulan ke bulan dalam jangka pendek. Jumlah uang kas yang Anda milki di akhir bulan adalah hasil pengurangan dari uang masuk dengan uang keluar.

Sumber : Bambang Suharno, Langkah jitu memulai bisnis dari nol, Penebar Swadaya