SKB (bagian 6) aspek financial

Aspek Financial

Untuk memulai maupun mengembangkan usaha, kita memerlukan modal baik dari sumber internal maupun eksternal. Modal besar dan kecil tidak akan menjadi hambatan, asal selama model bisnis kita menarik, investor pasti ingin berinvestasi ke proposal bisnis kita.

  1. Sumber Modal

Kita bisa memperoleh modal dengan beberapa cara yakni

  1. Meminjam kepada lembaga keuangan
  2. Mengajak investor lainnya.

 

  1. Cara Perolehan Dana

Kita mesti mempersiapkan proposal studi kelayakan yang lengkap termaksud anggaran dan proyeksi keuangan, minimal sampai dengan jangka waktu menengah. Kreditor akan menganalisis kesehatan usaha dan kemampuan untuk mengembalikan hutangnya. Sumber dana tidak ada yang gratis semakin beresiko sebuah bisnis maka bunga yang dikenakan akan semakin tinggi.

 

  1. Bunga

Biaya bunga merupakan biaya penting dalam investasi. Kreditur mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman namun perusahaan peminjam dana menanggung beban bunga pinjaman. Bunga pinjaman yang tinggi akan membebankan keuntungan perusahaan bahka bisa merugikan perusahaan.

 

  1. Jaminan

Hampir semua pinjaman memerlukan jaminan. Dengan adanya jaminan, bank atau keridut akan menilai jaminannya dan memberikan pinjaman. Bank melihat pinjamannya itu memiliki resiko dan agar meminimalkan resiko, jaminan dinilai harganya. Biasanya bank hanya memberikan nilai pinjaman maksimal 80% dari nilai jaminan tersebut.

 

  1. Perjanjian

Dalam pinjaman akan diatur beberapa hal sebagai berikut:

  1. Jumlah dan tipe pinjaman
  2. Jangka waktu pinjaman
  3. Jaminan yang diberikan
  4. Bunga yang dikenakan
  5. Kewajiban dan hak pihak peminjam
  6. Kewajiban dan hak pihak yang meminjamkan
  7. Keabsahan para pihak
  8. Antisifasi kemungkinan sengketa para pihak
  9. Keadaan force majeure
  10. Pihak yang mewakili

Sedangkan untuk infestor, biasanya dibuatkan perjanjian join yang memuat hal-hal berikut:

  1. Usaha yang akan dijalankan
  2. Hak dan kewajiban para pihak
  3. Pembagian hasil
  4. Penyelesaian sengketa
  5. Cara penjualan saham dan pembelian saham
  6. Cara pembubaran
  7. Masa hidup perusahaan

 

  1. Persiapan Investasi Awal

Dalam perencanan, kite perlu mempersiapkan hal berikut:

  1. Asumsi kondisi makro perekonomian. Sebagaimana dibahas dalam bab sebelumnya bahwa pasar dan pemasaran kita tidak bisa lepas dari kebijakan ekonomi makro, sehingga kita perlu menggumpulkan data makro ekonomi seperti kurs rupiah dengan mata uang asing.
  2. Analisa industri. Kita akan menelusuri pertumbuhan industri secara keseluruhan dan implikasi makro terhadap industri.
  3. Proyeksi pasar. Kita akan menganalisa pasar yang menjadi target terkait faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dan potensi pertumbuhan pasar.
  4. Proyeksi pemsaran. Akan berisikan mengenai pangsa pasar, harga yang akan diterapkan, wilayah pemasaran, cara distribusi produknya. Proyeksi atau angaran pemasaran ini harus bisa sejalan dengan ketiga proyeksi sebelumnya.
  5. Proyeksi atau kapasitas produksi. Setelah mengetahui jumlah pemasaran selanjutnya kita aklan menetapkan jumlah produksi yang diperlukan beserta dengan bahan bakunya dan bahan variabelnya masing-masing dan juga variasi produksi.
  6. Anggaran biaya termaksud biaya investasi atau kapital expenditure, selanjutnya adalah biaya-biaya yang diperlukan termaksud juga investasi tambahan yang diperlukan seperti pendirian pabrik atau pembelian alat produksi baru karena kapasitas tidak mencukupi untuk menunjang penjualan yang di tetapkan.
  7. Proyeksi laba atau rugi. Setelah semua data tersebut didapatkan, kita kan mendapatkan angka proyeksi keuntungan tahun berjalan.
  8. Proyeksi neraca, ini akan menunjukan kepada kita menggenai posisi perusahaan dari segi aset, hutang dan modal yang dimiliki.
  9. Proyeksi arus kas. Dalam proyeksi ini kita akan menentukan jumlah modal tambahn yang diperlukan atau tidak diperlukannya tambahn modal.

Setelah selesai dengan penggangaran maka tahap berikuitnya adalah melakukan analisis terhadap berjalannya kelayakan usaha atau bisnis ini bagaimana akan menjadi layak, jika layak maka dijalankan, jika tidak, perlu dipertimbangkan kembali, misalnya:

  1. Meninjau kembali pasar yang akan dimasuki
  2. Meninjau kembali pengeluaran biaya-biaya
  3. Alternatifnya adalah menaikan harga jual produk, jika biaya tidak bisa dikurangi
  4. Meninjau kembali struktur industri lainnya.

 

  1. Alat Analisi Kelayakan

Untuk menganalisis kelayakan aspek keuangan pengembangan usaha ada beberapa alat atau metode analisis keuangan yang mempunyai kelebihan dan kelemahan. Metode tersebut adalah.

  1. Pengembalian investasi
  2. Penyesuaian nilai sekarang
  3. Indeks keuntungan
  4. Tingkat balikan interal

Penjelasan metode analisis keuangan secara ringkas.

  1. Metode pengembalian investasi

Merupakan metode analisis kelayakan onvestasi dengan menjumlahkan semuia yang di hasilkan dalam jangka waktu tertentu di bandingkan dengan modal atau investasi awal. Metode ini menggunakan kreteria kelayakan sebagai berikut :

-            Proyek dinyatakan layak jika mesa pemulihan modal onvestasi lebih pendek Dari usia ekonomis.

-            Proyek dinyatakan tidak layak jika masa pemulihan modal investasi lebih lama di bandingkan usia ekonomisnya.

Kelebihannya :

-            Mudah dalam penggunaan dan penghitungan

-            Berguna untuk memilih proyek yang mempunyai masa pemulihan tercepat.

-            Masa pemulihan modal dapat digunakan untuk alat prediksi resiko ketidakpastian pada masa mendatang.

Kelemahannya :

-        Mengabaikan adanya perubahan nilai uang dari waktu ke waktu.

-        Mengabaikan arus kas setelah periode pemulihan modal di capai.

-        Mengabaikan nilai sisa proses.

 

  1. Metode nilai sekarang (Net Present Value )

Merupakan metode analisis keuangan yang memasukan faktor nilai waktu uang karena nilai uang akan bertambah sejalan dengan jalannya waktu.

Kreteria kelayakan :

-        Proyek dinilai layak jika net prisent value bernilai posotip

-        Di nilai tidak layak dari aspek keuangan jika net prisent value bernilai negatip

Kelebihannya :

-       Memperhitungkan nilai uang karna faktor waktu sehingga lebih realistik terhapat perubahan harga.

-       Memperhitungkan arus kas selama usia ekonomis proyek.

-       Memperhitungkan adanya nilai sisa proyek.

Kelemahannya :

-       Lebih sulit dalam penggunaan perhitungan

-       Derajat kelayakan selain di pengaruhi arus kas juga oleh faktor usia ekonomis proyek.

 

  1. Profitability Index

Index profitabilitas adalah rasio atau perbandingan antara jumlah nilai sekarang arus kas selama umur ekonimisnya dan pengeluaran awal proyek. Jumlah nilai sekaran g arus kas selama umur ekonomis hanaya memperhitungkan arus kas pada tahun pertama hingga tahun terakhir, dan tidak termasuk pengeluaran awal.

 

  1. Metode tingklat balikan internal ( internal read of reten – IRR )

Merupakan metode penilaian kelayakan proyek dengan menggunakan perluasan metode nilai sekarang.

Kreteria kelayakan :

-       Proyek di nilai layak jika IRR lebih besar dari presentase iaya modal atau sesuai dengan presentase keuntungan yang di tetapkan investor.

-       Proyek di nilai tidak layak jika IRR lebih kecil dari biaya modal atau lebih rendah dari tingkat keuntungan yang diinginkan investor.

Kelebihan :

-       Sudah memperhitungkan nilai uang yang di sebabkan oleh faktor waktu.

-       Memperhitungkan usia ekonomis proyek.

-       Memperhitungkan adanya nilai sisa proyek.

-       Bank lebih mudah menentukan presentase tingkat suku bunga maksimum yang bisa di tutup proyek.

Kekurangannya :

-       Lebih sulity dalam proses penghitungannya, namun dengan program komputer, mnasalah kesulitan perhitungan ini bisa di atasi

  1. Analisa rasio keuangan

Guna menilai usaha kesehatan sebuah perusahan atau usaha, kita perlu menilai rasio- rasio keuangan dan arus kas yang di gasilkan oleh usaha yang di jalankannya. Rasio- rasio tersebut di kelompokan ke dalam :

PENILAIAN LIKUIDITAS

  1. Rasio likuiditas

Penilaian likuiditas adalah mengukur kemampuan pengusaha, perorangan atau badan dalam menghadapi hutang jangka pendek dari harta atau aktiva jangka pedek.

  1. Inventory trun over dan sales trunover

Rumusan ini digunakan untuk mengukur perputaran barang.

  1. Acid tes ratio

Pengukuran ini dilakukan dengan menghitung aktiva lancar diluar persediaan yang bisa digunakan untukj membayar hutang jangka pendek yang akan jatuh tempo.

 

PENILAIAN PROFITABILITAS

Penilaian prifitabilitas adalah penilaian tentang ukuran kemampuan perusahaan perorangan atau badan untuk menghasilkan laba dengan memperhatikan modal yang di gunakan.

Ada tiga metode yang sering di gunakan dalam menganalisa profitabilitas yaitu :

  1. ROE ( RETUN ON EQUITY )

Adalah perbandingan antara laba bersih dengan modal sendiri.

  1. ROI ( RETURN ON INVESTMENT )

Adalah pembanding antara bersih dan bunga pinjaman dengan modal sendiri dan modal pinjaman.

  1. ROA ( RETURN ON ASSET )

Adalah perbandingan antara laba bersih dengan total altiva yang ada di neraca.

PENILAIAN SOLVABILITAS

Penilaian solvabilitas adalah pengukuran kemampuan perusahaan baik perorangan atau badan untuk mebayar hutang – hutangnya baik hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang.

     PENILAI ACID TEST

Acid test ratio (ATR ) merupakan kemampuan perushaan dalam membayar hutang lancar. Rasio keuanga n ini umumnya di pergunakan pada perusahaan supplier atau perdangangan atau industri yang jumlah hutang jangka panjangnya kecil.

 

 

 

PENILAIAN LEVERAGE

Rasio ini dipakai untuk mengukur kemampuan atau ketahanan perusahaan terhadap hutang yang di  peroleh dengan membagi total hutang perusahaan dengan total modal perusahaan.

EBITDA ( EARNING BEFORE INTEREST, TAX, DEPRECIATION, AND AMORTIZATION )

Pada laba rugi perusahaan tidak bisa mencerminkan kondisi sebenarnya, karna pemberlakuan metode menyusutan dan amortisasi sebagai komponen biaya banyak jenisnya dan juga umur ekonomis barang modal dapat di perlambat atau di percepat yang mengakibatkan besaran biaya penyusutan berbeda. Karena itu para analis bisnis menggunakan ebitda sebagai salah satu pengganti analisa laporan laba rugi.

INTEREST COVERAGE RATIO on  EBITDA

Interet coverage ratio adalah perbandingan ebitda dengan interet expenses. Rasio ini merupakan analisa terhadap kemamopuan perusahaan dalam pembayaran bunga dan hutan. Besar nilai rasio yang layak berbeda setiap negara, tergantung besar bunga yang berikan. Untuk indonesia pada kondisi normal nilai rasio yang layak minimal 2 hingga 3 kali.

  1. AKUISISI BISNIS BARU

Dalam penyusunan anggaran di atas lebih kebentuk usaha baru dan usaha yang akan di jalankan, sedangkan dalam pembelian atau akuisisi perusahaan baru, maka kita perlu melakukan proyeksi laporan keuangan ke depan. Khusus untuk penilai perusahaan yang sedang berjalan bisa di tempuh dengan beberapa metode seperti di bawah ini :

 

Discounted cash flow

Dalam sebuah investasi kita pasti mengharapkan adanya return atau pengembalian hasil dari yang kita investasikan.

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam discounted chas flow ini :

  1. Usahanya akan berjalan terus menerus sehingga chas flow yang kita analisa biasanya cukup panjang kurang lebih 10 tahun.
  2. Firn valuation

Yang biasanya di sebutkan dengan free chas flows to the firn dijalankan dengan menilai keseluruhan bisnis perusahaan baik aset maupun pertumbuhan asetnya.

  1. Equity valuation, dimana free chas flow to equity yakini arus kasnya setelah pembayaran hutang dan keperluan investasi yang di kenal dengan sebutan free chas flow to equity.

 

 

 

Relative valuation

Dalam penilaian perusahaan, kita juga bisa melakukan perbandingan dengan perusahaan sejenis atau usaha sejenis yang ada di pasar, yakini dengan melihat retrun dan hasil yang di hasilkan. Biasanya di lakukan pengelompokan sebelum  di lakukan perbandimngan sebagai berikit ini :

  1. Direct comparison

Mebandingkan langsung dengan perusahaan sejenis atau yang paling mendekati, bisa hanya satu perusahaan atau dua perusahaan.

  1. Peer group average

Membandingkannya dengan satu kelompok perusahaan yang ada di pasar dan di paki rata- ata industri nya untuk di jadikan rujukan.

  1. Peer group average adjusted for differences

Beberapa analis juga melakukan pengelompokan seperti rata –rata dalam kelompok industri dengan dilakukannya penyesuaian mengingat adanya perusahaan yang berada di atas atau di bawah range yang tidak sesuai dengan industri total.

Ada beberapa keuntungan dengan mengaku sisi usaha yang telah berjalan bagai inbestor dari pada ,enjalankan usha yang abru sama sekali yakini :

  1. Usaha telah berjalan dengan perijinan yan g telah ada
  2. Sumber daya manusia.
  3. Suplayer dan konsumen yang ada.
  4. Pengembakian hasil yang lebih cepat.
  5. Mendapatkan modal tambahan.

Akan tetapi dalam kenyataannya kita juga harus berhati – hati dengan pembelian perushaan berjalan karna dalam perudahaan berjalan biasanya ada hal – hal yang tersembunyi yang tidak di ketahui sampai kita membelinya seperti :

  1. Kemungkinan adanya contingent liabilities
  2. Masalah karyawan dan budaya kerja yang tidak kondusip
  3. Adanya kasus dalam pengadilain yang harus di selesaikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 54 other followers

%d bloggers like this: