3. Budaya Kerja Bangsa Jepang

Salah satu keistimewaan Jepang adalah kemajuan tidak mengubah sedikit pun cara hidup masyarakatnya. Masyarakat Jepang masih memegang teguh tradisi mereka. Hal ini dapat dilihat dari sikap, cara berpikir, bekerja, berpakaian, bahasa dan makanan mereka. Meskipun demikian, mereka sadarbahwa untuk menjadi negara maju, mereka juga harus busa menyesuaikan dengan keadaan yang baru. Hal ini yang disebut dengan transisi. Tradisi berubah menjadi modern, dan tidak adsatu negara pun yang bisa menghindarinya.

Bangsa yang tidak mampu menghadapi perubahaan akan sulit. Salah satu kelebihan bangsa Jepang adalah mampu menyesuaikan diri dengan segala perubahan tanpa menghilangkan identitas bansa itu sendiri. Adanya peningkatan itu, bangsa Jepang harus berusaha lebih keras lagi. Mereka sanggup menghabiskan waktunya untuk menyeesaikan segala pekerjaan mereka. Tidak mudah untuk menyesuaikan kehidupan dengan negara Jepang. Mereka selalu bergerak gesit dan berjalan cepat. waktu yang ada selalu dimanfaatkan, tidak ada istilah lamban ataupun bermalas-malasan. Sjak dahulu bansa Jepang memang tidak pernah menbuang-buang waktu. Jika ingin mengikuti budaya Jepang, kita juga harus bisa menabung. Karena biaya hidup di Jepang yang sangat tinggi. Perubahan lain adalah teknologi dan industri. Perkembangannya selalu signifikan. Sulit bagi bangsa lain untuk bisa mengejarnya. Makanya Jepang menjadi pemimpin dalam teknologi dan keilmuan.
Jepang juga harus mampu memasarkan teknologi yang mereka hasilkan. Dan inilah salahsatu keunggulan Jepang dari negara Asia lainnya.

Bangsa Jepang yang rajin dan pekerja keras rela mengorbankan segala sesuatu demi pekerjaannya. Karakter dan budaya bekerja keras membuat keberhasilan Jepang dalam bidang ekonomi, industri, dan perdagangan. Tempat kerja mereka dijadikan seperti rumah kedua. Loyalitas terhadap perusahaan melebihi kepada keluargannya sendiri. Budaya keras ini telah ada berabad-abad yang lalu dan telah mengakar dalam kepribadian bangsa Jepang itu sendiri. Cara yang dilakukan bangsa Jepang adalah menjalin hubungan yang erat dengan para pekerja. Mereka memiliki hubungan emosi yang kuat antara astu dengan yang lain. Jam kerja di Jepang merupakan jam kerja tertinggi di dunia. Meskipun demikian, pekerjaan mereka tetap maksimal.
Malaysia sangat ingin mempelajari keberhasilan Jepang tersebut. Mereka menggunakan asas memandang ke timur untuk memunjukkan kecintaannya terhadap loyalitas kerja masyarakat Jepang. Antara lain dengan adanya pencatatan waktu, seman pagi, bekerja dalam tim, dan adanya penjelasan singkat sebelum bekerja.
Harus ada sikap konsisten komitmen yang tinggi untuk menerapkan prinsip hidup bangsa Jepang dalam kehidupan. Kita harus rela mengubah sikap hidup kita. Sikap rajin, optimis, kreatif dab tepat waktu adalah ciri-ciri bangsa maju. Dengan begitu, keberhasilan dan kemajuan yang selama ini kita inginkan bisa tercapai. Berani mengubah sikap menjadikan bangsa Jepang lebih maju dan mampu bersaing.

Meskipun kehebataannya menciptakan produk tidak sahebat bangsa Barat, tetapi bangsa Jepang selalu memiliki potensi untuk meningkatkan mutu produksinya. Jepang juga menanamkan modalnya di negara-negara Asia lainnya. Ii semua dilakukan untuk membantu perekonomiaan negara tersebut.
Etika kerja Jepang bersifat umum dan lebih mengarah kearah Asia. Etika kerja yang baik menghasilkan “buah” yang baik pula dan dapat dinikmati terus-menerus. untuk menerapkan etikanya, diperlukan komitmen yang kuat,konsistensi, dan disiplin diri. Etika Jepang berbeda dengan etika Barat. Bangsa Barat beranggapan bahwa sesuatu dapat dicapai dengan cuma-cuma. Sedangkan Jepang beranggapan bahwa hasil itu didapat dari usaha dan kerja keras. Usaha yang keras dapat dilakukan dengan mengorbankan waktu, tenaga, dan uang. Hal itu dilakukan untuk menghasilkan segala sesuatu yang dapat bersaing dengan yang lainnya.
Perusahaan Jepang mengesampingkan status antara pekerja, baik pekerja eksekutif maupun pekerja biasa. Mereka sama-sama menghabiskan waktu yang sama untuk bekerja. Pengorbanan mereka akan dihargai dengan melibatkan pekerja dalam mengambil keputusan. Hal itu sebagai wujud nyata pengharggaan perusahaan terhadap karyawan.

About these ads

One Response to “3. Budaya Kerja Bangsa Jepang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 52 other followers

%d bloggers like this: