Perkembangan Bisnis Jasa

Sektor jasa dewasa ini telah mengalami peningkatan yang dramatis dan signifikan dibanding dekade sebelumnnya.seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat,maka konsumsi akan barang-barang selain kebutuhan dasar seperti makanan,pakaian,dan perumahan juga makin meningkat.hal ini dikenal sebagai “great leap forward” atau kemajuan yang luarbiasa dalam dunia jasa.
Menurut Fitzsimmons dan Sullivan (1982: 7),perkembangan sektor jasa erat kaitannya dengan tahap-tahap perkembangan aktivitas ekonomi meliputi hal berikut.
a. Primer (ekstraktif),meliputi pertanian,pertambangan,perikanan,dan kehutanan
b. Sekunder (produksi barang), meliputi pemanufakturan dan pemrosesan.
c. Tersier (jasa domestik),terdiri dari restorandan hotel,salon kecantikan,laundry,dan dry cleaning,pemeliharaandan reparasi.
d. Kuarter (perdagangan),meliputi transportasi,perdagangan eceran,komunikasi keuangan dan asuransi,real estate,dan pemerintahan.
e. Kuiner (perbaikan dan peningkatan kapasitas manusia),terdiri atas kesehatan pendidikan,riset,rekreasi,dan kesenian.
Menurut Christopher (1992: 2),kekuatan-kekuatan yang megakibatkan terjadinya perubahan atau pertumbuhan yang cepat terhadap jasa sebagai berikut.
a. Perubahan pola pengaturan dan kebijaksanaan pemerintah.
b. Kemudahan dalam menetapkan standar-standar mutu asosiasi profesional seperti standar akuntansi, arsitek,dokter,dan lain-lain.
c. Privatisasi
d. Inovasi teknologi komputerisasi.
e. Ekspansi bisnis leasing dan retail.
f. Globalisasi.
Pengertian dan Konsep Jasa
1. Pengertian jasa
Ada 3 kelompok produk yaitu:
a. Barang tidak tahan lama (nondurable goods)
b. Barang tahan lama (surable goods)
c. Jasa (services)
2. Konsep jasa
Penawaran dapat bervariasi dari 2 kutub yaitu murni berupa barang pada satu sisi dan jasa murni dibedakan menjadi 5 kategori (Kotler,1997: 83).
a. Produk fisik murni
b. Produk fisik dan jasa pendukung
c. Hybrid
d. Jasa utama yang didukung dengan barang dan jasa minor.
e. Jasa murni.
Karakteristik Jasa
Jasa memiliki 4 karakteristik yaitu:
a. Tidak berwujud (intangibility) mis: orang yang akan menjalani bedah tidak plstik tidak dapat melihat hasilnya sebelum membeli,.
b. Tidak terpisahkan(insparibility)
c. Keanekaragaman (variability)
d. Tidak tahan lama(perishability)
Klasifikasi Jasa
Klasifikasi jasa dapat dilakukan berdasarkan 7 kriteria ( Lovelock,1987 dalam Evans dan Berman, 1990) yaitu:
a. Segmen pasar
b. Tingkat keberwujudan( tangibility)
c. Keterampilan penyedia jasa
d. Tujuan organisasi jasa
e. Regulasi
f. Tingkat intensitas karyawan
g. Tingkat kontakpenyedia dan pelanggan.

posted by : Syafrizal Helmi

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 52 other followers

%d bloggers like this: