LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Pada mulanya laporan keuangan pada suatu perusahaan hanyalah sebagai penguji, dan pekerjaan bagian pembukuan. Akan tetapi untuk selanjutnya laporan keuangan bukan hanya sebagai alat penguji saja tetapi juaga sebagai dasar untuk menentukan dan menilai posisi keuangan perusahaan tersebut.

Laporan keuangan pada dasarnya dinyatakan sebagai hasil dari proses akuntansi yang dpat digunakan sebgai alat komuniksai antara data keuangan atau kegiatan suatu perusahaan dengan pihak – pihak yang berkepentingan dengan data dan kegiatan perusahaan tersebut. Pengertian laporan keuangan

Menurut Warren ( 2005 : 24 ) : “Laporan Keuangan adalah Laporan Akuntansi yang menghasilkan informasi tentang keadaan suatu perusahaan sekaligus merupakan alat komunikasi antara data keuangan atau aktivitas perusahaan dengan pihak – pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut “.

Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi kuantitatif , laporan keuangan sekurang – kurangnya disusun dan disajikan setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sejumlah pemakai. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi Neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan dalam berbagai cara. Data – data yang di sajikan dalam laporan keuangan berkaitan satu sama lain secara fundamental. Oleh sebab itu laporan keuangan disajikan untuk maksud – maksud dan tujuan – tujuan tertentu.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan ( 2004 : 4 ayat 12 ) : “ Tujuan Laporan Keuangan ialah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dan pengambilan keputusan ekonomi.”

Menurut Skousen (2001 : 9 ) : “Laporan keuangan menyediakan informasi keuangan mengenai suatu badan usaha yang akan dipergunakan oleh pihak – pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan didalam pengambilan keputusan ekonomi”.

Dapat diartikan bahwa laporan keuangan ditujukan untuk menaksir jumlah yang harus dikorbankan, meramalkan, membandingkan, dan untuk menilai perubahan potensi sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan dimasa depan, melalui suatu analisa yang tepat dalam pengambilan keputusan, dalam memprediksi kapasitas perusahaan dalam merumuskan efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya.

Laporan keuangan dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran atau laporan kemajuan ( progress report ) secara periodik, sehingga pimpinan perusahaan dapat mengambil kebijaksanaan–kebijaksanaan sesuai dengan hasil– hasil yang dicapai pada periode sebelumnya.

Laporan Keuangan secara umum disajikan dalam tiga bentuk sesuai dengan relevansi dan kaitan data yang telah dibentuk. Adapun ketiga bentuk laporan keuangan tersebut adalah neraca, laporan rugi laba, dan laporan perubahan modal atau laba ditahan dan tambahan lain seperti laporan arus kas.

1. Neraca

Menurut Djarwanto ( 2001 : 15 ) : “ Neraca adalah suatu laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, dan modal sendiri dari suatu perusahaan tertentu pada tanggal tertentu. Biasanya pada saat buku ditutup yakni akhir bulan, akhir triwulan, dan akhir tahun.”

Suatu neraca ditujukan untuk menunjukan posisi keuangan pada suatu tanggal tertentu. Biasanya pada waktu buku – buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau satu tahun kalender. Dalam penyajianya pos–pos perkiraan neraca harus disajikan sesuai dengan ketentuan dan pengelompokan yang lazim yaitu sebagai berikut :

a. Aktiva dikelompokan berdasarkan urutan likuiditas atau kelancaran

aktiva

b. Kewajiban kelompokan berdasarkan urutan jatuh tempo

a. Modal dikelompokan atas dasar sifat kekekalan.

Untuk dapat menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu. Neraca mempunyai tiga unsur utama yaitu aktiva, kewajiban, dan ekuitas. Masing–masing unsur ini dapat disubklasifikasikan sebagai berikut :

Aktiva

Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2004 : 16.2 ) “ Aktiva adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun“.

    1. Aktiva Lancar .

Menurut Soemarso (2004 : 228 )“Aktiva lancar yaitu kas dan aktiva- aktiva lain atau sumber – sumber yang diharapkan akan direalisasi menjadi uang kas Dalam Jangka waktu 1 ( satu ) tahun atau dalam satu siklus kegiatan normal perusahaan”. Seperti Kas, Investasi dalam efek, Surat berharga, Piutang dagang, Persediaan, Pembayaran dimuka. Investasi Jangka Panjang.

    1. Aktiva Tetap

“Aktiva Tetap adalah aktiva bernilai besar yang digunakan untuk kegiatan perusahaan, bersifat tetap atau permanen dan tidak untuk dijual kembali dalam kegiatan normal”. Seperti Tanah, peralatan operasi perusahaan, Bangunan, Kendaraan, Mesin. Aktiva ini kecuali tanah akan berkurang nilainya oleh karena digunakan dalam kegiatan perusahaan.

Kewajiban / Hutang

Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( 2004 : 13 ayat 49b ) :

“ Kewajiban merupakan hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaianya diharapkan mengakibatkan arus kas keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.”

Berdasarkan jangka waktu pengembalianya atau pelunasanya hutang dibedakan menjadi :

a. Hutang jangka pendek atau hutang lancar

“Merupakan kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus dipenuhi dalam jangka waktu yang normal, umumnya satu tahun atau semenjak neraca itu di susun, atau hutang yang jatuh temponya pada siklus akuntasi yang sedang berjalan”.

Yang termasuk kedalam hutang lancar adalah hutang dagang, wessel bayar, penghasilan yang ditangguhkan, hutang deviden, hutang pajak, hutang jangka panjang yang telah jatuh tempo.

b. Hutang jangka panjang

Menurut Soemarso (2004 : 230 ) “Hutang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun digolongkan kedalam kewajiban jangka panjang”.

c. Kewajiban lain – lain

Yaitu kewajiban yang tidak dapat dikategorikan kedalam salah satu klasifikasi kewajiban tersebut. Misalnya hutang kepada direktur.

Ekuitas / Modal

Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( 2004 : 12 ayat 49c ) : modal adalah residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.” Dalam neraca besarnya modal sendiri dihitung dengan mengurangkan keseluruhan hutang perusahaan dari total aktiva. Yang termasuk kedalam golongan modal adalah modal saham, cadangan, laba ditahan, laba berjalan”

2. Laporan Rugi Laba

Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia ( 2004 : 6.4 ayat 20 ) : “ Laporan Laba Rugi adalah laporan yang menunjukkan sumber dan penggunaan kas dan setara kas setiap periode, termasuk jumlah kumulatif sejak pendirian.”

Walaupun belum ada keseragaman tentang susunan laporan rugi laba bagi tiap – tiap perusahaan namum prrinsip –prinsip berlaku umum yang tetap dipergunakan.

Menurut Munawir (2000 : 26 ) : “ Susunan Laporan laba rugi adalah sebagai berikut :

1. Bagian pertama menunjukkan penghasilan yang diperoleh dari

usaha pokok perusahaan ( penjualan barang dagangan dengan memberikan service ) di ikuti dengan hgarga pokok barang / service yang dijual, sehingga diperoleh laba kotor.

2. Bagian kedua menunjukkaan biaya biaya operasionil yang terdiri dari biaya penjualan dan biaya administrasi / biaya umum ( operating expense )

3. Bagian ketiga menunjukkan hasil –hasil yangdiperoleh di luar operasi pokok perusahaan, yang di ikuti biaya – biaya yang terjadi diluar usaha pokok. Perusahaan ( non operating / financial income and expense )

4. bagian keempat menunjukkan laba atau rugi yang insidentil

( extraordinary gain or loss ) sehingga akhirnya diperoleh laba bersih sebelum pajak pendapatan.

About these ads

14 Responses to “LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN”

  1. please give some example of “Laporan Keuangan”

    • contoh laporan keuangan banyak di sajikan di koran-koran, bisa di cari terutama koran-koran berskala nasional , misalnya kompas

  2. please send some example of Laporan Keuangan

  3. patar sardo Says:

    di dalam laoran keuangan, tidak terlalu jelas dalam penjelasan tempat modal sendiri dan utang jangka panjang.. sehingga saya bingung dalam menetukan biaya modal dari setiap modal, sperti s. biasa, preferen, biasa baru, laba ditahan, n obligasi/hipotek. saya mau tanya pak, itu untuk detailnya dilihat dmana pak??? thanks

  4. bisakah saya memakai data keungan perusahaan anda?
    bagaimana caranya?

  5. info bagus…, thx

  6. Fausto Belo Says:

    mendapat contoh rasio laporan keuangan

  7. Ekonomi…

    [...]LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN « syafrizal Helmi[...]…

  8. Goksel…

    [...]LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN « syafrizal Helmi[...]…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 54 other followers

%d bloggers like this: